Anda di halaman 1dari 185

FISIKA TEKNIK

Evi Puspitasari, ST, MSc

Materi Perkuliahan
1.

Paruh 1
1.
2.
3.
4.
5.
6.

2.

Pengukuran
Vektor
Gaya dan Gerak
Usaha dan Energi
Pusat Massa dan Momentum
Rotasi - I

Paruh 2
1.
2.
3.
4.
5.

Rotasi - II
Gelombang
Temperatur, Kalor, Hukum Pertama Termodinamika
Teori Kinetik Gas
Entropi dan Hukum II Termodinamika

PENGUKURAN

Pendahuluan
Fisika untuk perancangan (mengukur dan

membandingkan) dan eksperimen (menetapkan


satuan).
Besaran-besaran dalam fisika diantaranya adalah:
panjang, waktu, massa, suhu, tekanan, dan arus
listrik.
Pengukuran dilakukan sesuai satuan masingmasing, dan dibandingkan dengan standarnya.
Satuan merupakan nama unik untuk mengukur
besaran tersebut, misalnya meter (m) untuk
besaran panjang.

Satuan Sistem Internasional


Tujuh besaran sebagai besaran pokok dan dasar

terbentuknya Satuan Sistem Internasional (SI):


No.

Kuantitas

Nama

Simbol

1.

panjang

meter

2.

massa

kilogram

kg

3.

waktu

detik

4.

arus listrik

ampere

5.

temperatur
termodinamik

kelvin

6.

jumlah zat

mole

mol

7.

intensitas
cahaya

candela

cd

Satuan Sistem Internasional


Disebut juga dengan satuan metrik
Notasi ilmiah untuk menyatakan besaran yang

sangat besar dan sangat kecil. Contoh:


9

4 780 000 000 s = 4,78 x 10 s = 4,78E9


-7
0,000 000 765 m = 7,65 x 10 m = 7,65E-7

Konversi Satuan
Metode yang digunakan: konversi-link-berantai (chain

link conversion).
Digunakan faktor konversi (rasio antara satuan-satuan
setara dengan 1).
Contoh:
1) 1menit = 1 dan 60 s = 1
60 s
1 menit
2) 3 menit = .... s ?
3 menit x 60 s = 180 s
1 menit
Harus ditulis satuannya.
Tidak sama dengan 1/60 = 1

Panjang
Satuan standar SI untuk panjang adalah meter,

Yaitu jarak antara 2 garis halus yang terdapat pada


ujung batang platinum-iridium (batang meter
standar).
Untuk tuntutan ketelitian, tahun 1983 meter
didefinisikan sebagai panjang lintasan yang
ditempuh oleh cahaya di dalam vakum selama
interval waktu 1/299 792 458 detik. Kecepatan
cahaya (c) = 299 792 458 m/s.

Waktu
Satuan SI waktu : detik (s)
1 detik = waktu yang ditempuh 9 192 631 770

osilasi cahaya (dengan panjang gelombang


tertentu) yang dipancarkan oleh atom Cesium-133

Massa
Nama satuan SI untuk massa = kilogram.
Standar SI 1 kilogram = sebuah silinder dari

platinum-iridium dengan diameter dan tinggi 3,9


cm yang tersimpan di International Nureau of
Weights and Measures dekat Paris.
12
Standar massa kedua yaitu atom karbon-12 (C )
sebagai massa dari 12 satuan massa atom (u).
Massa atom dianggap lebih teliti dalam
membandingkan kilogram standar.
-27
1 u = 1,66 054 02 x 10 kg (ketidakpastian 2
desimal terakhir).

Soal Bab Pengukuran


Ketika Pheidippides berlari dari Marathon ke Athena
di tahun 490 SM untuk menyebarkan berita
kemenangan Yunani atas Persia, dia mungkin berlari
dengan kecepatan 23 ride/jam. Ride adalah satuan
panjang yang digunkan pada zaman Yunani kuno. 1
Ride didefinisikan 4 stadium, 1 stadium= 6 plethron,
dan 1 plethron = 30,8 m. Berapa kecepatan lari
Pheidippides jika dinyatakan dalam km/s?
2. Gulungan bola tali terbesar di dunia memiliki jari-jari
sekitar 2 m. Berapa panjang total L dari tali bola
tersebut (asumsi: penampang tali berbentuk persegi
dengan panjang sisi d= 4 mm dan rongga-rongga
dalam bola tali diabaikan)?
1.

VEKTOR

Vektor dan Skalar


Besaran skalar: besaran yang tidak berhubungan

dengan arah (hanya memiliki nilai saja). Contoh: suhu,


tekanan, energi, massa, waktu.
Besaran vektor: Besaran (kuantitas) yang memiliki
magnitudo dan arah.
Contoh besaran vektor: perpindahan posisi, kecepatan,
percepatan, dll.
Contoh aplikasi di bidang ilmu rekayasa: rotasi dan gaya
magnetik.
Sistem koordinat dapat digunakan untuk mengetahui
posisi titik relatif terhadap titik yang lain (vektor posisi).
Contoh: y
F

0,0

Penjumlahan Vektor
B
a

Pada gambar disamping

menunjukkan perpindahan posisi


dari A ke B dinyatakan dengan
vektor a, perpindahan posisi dari B
ke C dinyatakan dengan vektor b.
Jumlah perpindahan AB dan BC
adalah AC atau vektor c (resultan
atau jumlah vektor).
c=a+b
Sifat-sifat operasi penjumlahan
vektor:
1.
2.

Komutatif a + b = b + a
Asosiatif (a + b) + c = a + (b + c)

c
a

b
a+ b

a+b

b
a+b
c

Pengurangan Vektor
Vektor yang arahnya berlawanan dapat

ditulis dengan menambahkan tanda -.


Vektor a memiliki magnitudo yang sama
dengan vektor a dengan arah berlawanan.
a + (-a) = 0
Selisih dua vektor: c = b a = b + (-a)
a

-a

Penambahan vektor berlaku


untuk vektor sejenis. Contoh:
tidak bisa menambahkan vektor
kecepatan dengan vektor
perpindahan.

Operasi Vektor
Vektor-vektor dapat

ditempatkan pada sistem


koordinat 2 dimensi (dengan
sumbu x,y) dan sistem
koordinat 3 dimensi (dengan
sumbu x, y, dan z)
Vektor a dapat diuraikan
menjadi: ax dan ay
|a| = ax2 + ay2
ax = a cos
ay = a sin

y
ay

ax

Vektor Satuan
Definisi: suatu vektor yang memiliki magnitudo

tepat 1 dan tujuannya untuk menentukan arah


tertentu.
Vektor searah sumbu x dilabeli
Disebut sistem
koordinat tangan
Vektor searah sumbu y dilabeli
kanan
Vektor searah sumbu z dilabeli k
a = ax + ay + az k
b = bx + by + bz k

Penjumlahan dan Pengurangan


Vektor Satuan
Diketahui vektor a dan b:
a = ax + ay + az k
b = bx + by + bz k
Penjumlahan dan pengurangan vektor tersebut dapat
dituliskan sbb:
a + b = (ax+bx) + (ay + by) + (az + bz)k
Magnitudo vektor a (|a|) :
|a| = ax2 + ay2 + az2
Sudut yang dibentuk oleh vektor a:
= tan -1 ay
ax

Sumbu-sumbu koordinat dapat

berubah posisinya, misalnya


sebesar .
Perhitungan operasi vektor
tetap dilakukan dengan
persamaan-persamaan yang
sudah ada, namun dengan
memperhatikan perubahan
sudut .

|a| = ax2 + ay2 = ax2 + ay2

= +

Perkalian Vektor
1.

Perkalian vektor dengan skalar


Vektor (a) . skalar (s) = |a| . s

2.

Perkalian vektor dengan vektor

Menghasilkan perkalian skalar


(dot)
Menghasilkan perkalian vektor
(cross)

Perkalian Vektor (Cross)


Perkalian Skalar (Dot)

a x b = ab sin

a . b = ab cos

axb = (aybz - byaz) + (azbx- bzax) + (axby - bxay)k

a.b = (ax + ay + azk) . (bx + by + bzk)

x = x = k x k = 0

. = . = k.k = 1

x = k; x k = ; k x =

.=.k=k.=0

x = -k; k x = -; x k = -

a.b = axbx + ayby + azbz

a.b = axbx + ayby + azbz

a.b=b.a

axb=-bxa

Soal-Soal Bab Vektor


1.

Berdasarkan eksperimen, semut gurun Sahara bergerak dalam sistem


koordinat. Pada saat ia ingin kembali kesarangnya, ia menjumlahkan
perpindahannya dalam vektor yang mengarah langsung ke sarangnya.
Perpindahan tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini dengan
d1=d2=d3=d4=d5= 6 cm. Berapa magnitudo vektor d net yang juga
merupakan vektor perpindahan dari posisi akhir semut ke sarang?
y
Posisi akhir
Posisi akhir
d3
120
d5 d4
30

150 d2
30
d1

Sarang

2.
3.

dnet

x
Sarang

Berapa sudut yang dibentuk antara a = 3,0 4,0 dan b = -2,0 + 3,0 k?
Jika a = 3 4 dan b = -2 + 3k, maka berapakah c = a x b?

Kinematika Partikel

Kinematika cabang ilmu mekanika yang mempelajari

gerak (tanpa meninjau penyebabnya).


Dinamika cabang ilmu mekanika yang mempelajari gerak
dengan memperhatikan aspek-aspek dan sebab-sebab dari
gerakan.

Posisi dan Perpindahan


Menentukan posisi dengan vektor posisi
Vektor posisi dapat dinyatakan sebagai:

r = r(t) fungsi waktu


Dalam vektor satuan: r = x + y + zk
r = rB rA
r = (x2 x1) + (y2 y1) + (z2 z1)k

rA
0

rB

r
x

Kecepatan Rata-rata dan Kecepatan Sesaat


Kecepatan: laju perubahan/perpindahan posisi partikel terhadap waktu.

Kecepatan rata-rata didefinisikan:


vr = r = rB rA
t tB tA
Kecepatan sesaat: vr mendekati limitnya jika interval waktu (t)
diperpendek mendekati 0 pada saat itu. Kecepatan sesaat didefinisikan:
v = lim r = dr
t dt
v = d (x + y + zk) = dx + dy + dz k = vx + vy + vzk
dt
dt
dt
dt
vx = dx
vy = dy
vz = dz k
dt
dt
dt

Kecepatan Rata-rata dan Kecepatan Sesaat


Kecepatan: laju perubahan/perpindahan posisi partikel terhadap waktu.

Kecepatan rata-rata didefinisikan:


vr = r = rB rA
t tB tA
Kecepatan sesaat: vr mendekati limitnya jika interval waktu (t)
diperpendek mendekati 0 pada saat itu. Kecepatan sesaat didefinisikan:
v = lim r = dr
t 0
t dt
v = d (x + y + zk) = dx + dy + dz k = vx + vy + vzk
dt
dt
dt
dt
vx = dx
vy = dy
vz = dz
dt
dt
dt

Percepatan Rata-rata dan Percepatan Sesaat


Percepatan rata-rata: perubahan kecapatan dalam interval waktu

t.
ar = v= vB vA
t tB tA
Percepatan sesaat: ar mendekati limitnya jika interval waktu (t)
diperpendek mendekati 0 pada saat itu. Percepatan sesaat didefinisikan:
a = lim v = dv = d2r
t dt dt2
a = d (vx + vy + vzk) = dvx + dvy + dvz k = ax + ay + azk
dt
dt
dt
dt
ax = = dvx = d2x
ay = dvx = d2y
az = dvx = d2z k
dt
dt
dt
dt
dt dt

Soal-soal
1.

Sebuah partikel bergerak dengan persamaan:

r (t) = t3 + 6t2 + (2t 3) k, carilah:


a. Kecepatan rata-rata dari t = 0 t =2
b. Kecepatan sesaat pada t = 2
c. Percepatan sesaat pada t = 1
2.

Sebuah partikel bergerak dalam sumbu koordinat dengan persamaan:


x = -0,31t2 + 7,2t + 28
y= 0,22t2 - 9,1t + 30 , carilah:
a. Vektor posisi partikel (r) pada saat t = 15 s dalam bentuk vektor satuan, dan
besar magnitudo dan sudutnya?
b. Vektor kecepatan (v) partikel pada saat t = 15 s dalam bentuk vektor satuan,
dan besar magnitudo dan sudutnya?
c. Vektor percepatan partikel (a) pada saat t = 15 s dalam bentuk vektor
satuan, dan besar magnitudo dan sudutnya?

Gerak Lurus Beraturan


Gerak partikel dengan kecepatan konstan dinamakan: Gerak

Lurus Beraturan (GLB). Gerak partikel dalam 1 dimensi.


Kecepatan konstan percepatan nol.
Vektor posisi: r (t) = x (t) = x (t)
dr = v dt
t
rt
v = dr fdr = fv dt
0
ro
dt
r
rt
v
r(t) r(0) = v.t
r(t) = v.t + r(0)

vo

ro

Gerak Lurus Berubah Beraturan


Gerak dengan percepatan konstan yang selalu segaris dengan

lintasannya dinamakan gerak lurus berubah beraturan


(GLBB).
r
rt
t
vt
a = dv fdv = afdt
vo
0
dt
ro
vt v0 = a.tt vt = v0 + a.t
t
rt r0 = f(v0 + a.t) dt
0
v
a
vt
rt r0 =v0.t+ .a.t2
rt =v0.t+ .a.t2 + r0

ao

vo

at
t

Pengembangan Rumus GLBB


Persamaan vt = v0 + a.t dan rt r0 =v0.t+ .a.t2 terdiri dari 4
kuantitas. Kedua persamaan ini dapat digabungkan untuk
menghasilkan tiga persamaan tambahan, yaitu:
v2 = v02 + 2a(rt r0) t tidak diketahui
rt r0 = (v0 + v).t a tidak diketahui
rt r0 = vt a.t2 v0 tidak diketahui
Kasus percepatan jatuh bebas dapat dilihat pada saat kita
melempar objek ke bawah atau ke atas, yang besarnya
diwakili oleh g (percepatan gravitasi) yang besarnya (atau
magnitudonya) adalah 9,8 m/s2.

Soal-soal
1.

Sebuah partikel bergerak lurus dengan persamaan:


x(t) =2t3 + 5t2 -4t -7 (satuan dalam SI). Hitunglah:
a. Kecepatan rata-rata pada saat t=0 t=5
b. Kecepatan pada t = 3
c. Percepatan pada t = 2

2.

Sebuah benda yang dapat dianggap partikel terhadap bumi


dilepaskan pada ketinggian 25 m di atas permukaan bui,
sehingga jatuh dengan bebas. Jika g=9,8 m/s2, hitunglah:
a. Waktu yang diperlukan untuk sampai di tanah
b. Kecepatan benda ketika sampai tanah

Kombinasi Gerak
Tinjauan pada gerak dua dimensi (arah x dan y).
Contoh: gerak peluru. Peluru mengalami gerak dengan percepatan

konstan arah vertikal dan tidak mengalami percepatan arah


horisontal. Pergerakan ke arah vertikan memiliki kecepatan awal v0
tapi percepatannya selalu percepatan jatuh bebas g. Gerak partikel
ini juga dinamakan gerak proyektil.
Sebuah partikel bergerak dari titik koordinat awal (0,0) dengan
kecepatan awal v0 yang membentuk sudut terhadap sumbu x
mengalami percepatan gravitasi sebesar r. Kecepatan awal
partikel dapat diuraikan menjadi komponen x dan y:
Vv0x = v0 cos
V0y = v0 sin

Analisis Gerak Proyektil


Arah horizontal

Percepatan = 0, vx tidak berubah.


x x0 = v0x.t
x x0 = (v0cos ).t
Arah vertikal

Mengalami gerak jatuh bebas dengan percepatan konstan g.


y y0 = v0y.t .g.t2
y y0 = (v0sin ).t .g.t2
Dengan cara yang sama dengan rumus GLBB, maka diperoleh:
vy = v0 sin - gt
vy2 = (v0 sin ) 2 - 2g (y y0)

Dengan eliminasi dan substitusi variabel t pada persamaan

arah horisontak dan vertikal, maka diperoleh:


y = (tan )x
gx2
2(v0 cos )2
Jangkauan horisontal (R) yaitu jarak yang ditempuh dari awal
peluncuran sampai kembali ke ketinggian yang sama dengan
awal peluncuran yaitu:
R = (v0 cos )t
(v0sin ).t .g.t2 = 0
R = 2v02. sin .cos = v02 . sin 2
g
g

Gerak Melingkar Beraturan


Pengertian: gerak partikel dengan lintasan

berbentuk lingkaran dengan jari-jari r dan


laju konstan.
Partikel mengalami percepatan. Kecepatan
yang berupa besaran vektor mengalami
perubahan arah.
Percepatan pada GMB disebut percepatan
sentripetal (karena mengarah ke pusat
kingkaran):
a = v2/r
Waktu yang diperlukan untuk mengelilingi
lintasan tertutup satu kali:
Periode (T) = 2..r/v

a
a
a
v

Pembuktian Persamaan GMB


y

xp

vy

ax

vx

yp
x

a
x

ay
x

Kecepatan (v) merupakan tangen (garis singgung) terhadap posisi

partikel.
v = vx + vy = (-vsin ) + (vcos )
v = (-vyp/r) + (vxp/r)
a = dv/dt = (-v/r . dyp/dt) + (v/r . dxp/dt)
a = (-v2/r. cos ) + (-v2/r. sin)
|a| = ax 2 + ay2 = v2/r cos2 + sin2 = v2/r

Soal
1.

Hitunglah percepatan yang dilakukan sebuah partikel pada


laju 2500 km/jam dalam gerak melingkar yang mempunyai
jari-jari kelengkungan r = 5,80 km (percepatan dalam
m/s2)?

Dinamika Partikel I
Evi Puspitasari, ST, MSc

Dinamika partikel: gerak dengan memperhatikan aspekaspek dan sebab-sebab gerak partikel
Penyebab gerak partikel: gaya (dorongan/tarikan terhadap
obyek)
Gaya: tindakan terhadap obyek untuk mengubah
kecepatannya.

Hukum Pertama Newton

Hukum Kelembaman
Gaya diperlukan untuk membuat benda tetap bergerak dengan
kecepatan konstan.
Benda bergerak dengan kecepatan konstan dengan
dorongan dan tarikan
Benda akan terus bergerak dengan kecepatan konstan bila
tidak ada gaya yang bekerja padanya.
HUKUM PERTAMA NEWTON: Jika tidak ada gaya yang
bekerja pada benda, kecepatan benda tidak akan berubah, atau
benda tidak akan mengalami percepatan

Benda diam akan terus diam, jika bergerak maka akan terus bergerak
dengan kecepatan yang sama
Gaya dan benda berada dalam kesetimbangan

Gaya

Gaya menyebabkan percepatan


Contoh: sebuah benda dengan massa 1 kg ditarik ke kanan
sehingga mengalami percepatan 1 m/s2. Benda tersebut
mengalami gaya sebesar 1 Newton (disingkat N)
Jika ada dua atau lebih gaya bekerja pada sebuah benda
gaya neto/gaya resultan.
Prinsip superposisi gaya: satu gaya yang memiliki
magnitudo dan arah dari gaya resultan memiliki efek yang
sama pada benda
Hukum Pertama Newton: Jika tidak ada gaya yang bekerja
pada bendo (F=0) maka percepatan tidak akan berubah,
yang berarti benda tidak mengalami percepatan.

Kerangka Referensi Inersia

Kerangka referensi inersia: kerangka dimana hukum


Newton tidak berlaku
Contoh: tanah sebagai kerangka inersia dengan
mengabaikan gerakan astronomi bumi (rotasi bumi)

Kepingan bola hoki digulirkan di sepanjang lintasan es bermula


dari kutub utara. Bola hoki bergerak ke selatan sepanjang garis
lurus karena rotasi bumi di kutub utara meluncurkan es yang
berada di bawah kepingan bola hoki. Jika dilihat dari
permukanaa bumi, dan kita ikut berputar bersama bumi,
lintasan keping bola hoki bukan berupa lintasan garis lurus. Dari
tanah seperti kepingan itu dibelokkan kebarat (pembelokan
semu). Hal ini terjadi karena kita melihat kepingan bola hoki
dari kerangka yang berputar, yaitu permukaan tanah yang
disebut sebagai keranga noninersia.

Massa

Massa adalah karakteristik intrinsik benda, yaitu otomatis


ada pada benda.
Massa besaran skalar
Massa karakteristik yang menghubungkan gaya pada
benda dengan percepatan yang dihasilkan
Rasio massa dari dua benda berbanding lurus dengan
kebalikan rasio percepatan benda tersebut:
mx/mo = ao/ax

Hukum Kedua Newton

Hukum kedua Newton: Gaya neto pada benda sebanding


dengan hasil kali gaya dan percepatannya.
F net = m*a
Pada sumbu koordinat x,y,z
Fx = m.ax
Fy = m.ay
Fz = m.az

Komponen percepatan pada sumbu tertentu hanya disebabkan


oleh jumlah gaya pada sepanjang sumbu yang sama, tidak
disebabkan oleh gaya di sepanjang sumbu yang lain
Gaya dari luar sistem disebut gaya eksternal
Gaya yang bekerja di antara dua benda dalam satu sistem: gaya
internal

Gaya Gravitasi (Fg)

Fg gaya yang menarik benda langsung ke pusat bumi.


Fg = m.g
Dengan g adalah percepatan gravitasi

Berat (W)
Berat gaya neto yang dibutuhkan untuk mencegah benda
mengalami gerak jatuh bebas
Berat W suatu benda adalah sama dengan magnitudo gaya gravitasi
Fg pada benda
W = Fg
W = m.g
Berat benda tidak sama dengan massanya

Gaya Normal

Ketika benda menekan suatu permukaan,


permukaan akan berubah bentuknya dan
mendorong benda dengan gaya normal Fn yang
arahnya tegak lurus terhadap permukaan

Contoh gaya normal: Jika kita berdiri di atas lantai,


lantai akan mengalami perubahan bentuk
(tertekan, bengkok atau melengkung walaupun
sangat sedikit dan tidak terlihat secara kasat mata)
dan mendorong anda ke atas. Gaya yang bekerja
pada lantai disebut gaya normal (FN)
Asal kata normal berarti tegak lurus, artinya gaya
yang bekerja pada lantai tegak lurus terhadap
lantai.

FN Fg = m.a
Jika benda tidak mengalami percepatan maka:
FN = Fg

Gesekan

Gaya gesek atau gesekan (f) gaya yang dapat menahan


benda saat benda tersebut meluncur di permukaan.
Arahnya berlawanan dengan gerakan benda

Tegangan

Contoh kasus: pada saat sebuah kawat (atau tali, kabel, dll)
menarik benda, maka kawat menarik benda dengan gaya T yang
arahnya menjauhi benda dan diarahkan sepanjang kawat. Gaya
ini disebut gaya tegangan (tension force) kawat berada
dalam keadaan tegang (sedang ditarik menegang)

Hukum Ketiga Newton

Hukum ketiga Newton: Ketika dua benda berinteraksi,


gaya pada kedua benda yang berasal dari satu sama lain
selalu sama magnitudonya dan berlawanan arah
FBC

FCB

FBC = FCB
Ketiga dua benda berinteraksi, pasangan gaya dari hukum
ketiga Newton ini akan selalu ada.

Soal-Soal
1. Diketahui massa benda m = 0,20 kg. Benda tersebut
mengalami 3 kondisi dimana kondisi pertama benda
mengalami gaya sebesar F1 (4 N), kondisi kedua benda
mengalami gaya F1 dan F2 (2 N) dan kondisi ketiga benda
mengalami gaya F2 dan F3 (1 N) pada sudut 30o. Berapa
percepatan masing-masing kondisi?

2. Sebuah benda mengalami gaya tarik FA sebesar 220 N, Fc


sebesar 170 N seperti pada gambar. Benda tetap diam
meskipun mengalami gaya tarik. Berapakah magnitudo gaya
FB?

Benda

FA cos 47 Fc cos = m.a

Benda dalam keadaan diam: a=0

FA cos 47 Fc cos = m.0


FA cos 47 = Fc cos
220 cos47 = 170 cos
Cos = (220 cos47)/170
=cos -1 0,8826
= 28

3. Sebuah balok S (balok yang meluncur) dengan massa M =


3,3 kg. Balok bebas bergerak sepanjang lintasan horizontal
tanpa gesekan dan terhubung dengan tali yang membelit
katrol tanpa gesekan, ke balok kedua H (balok yang
menggantung), dengan massa 2,1 kg. Tali dan katrol memiliki
massa yang dapat diabaikan dibandingkan massa balok.
Balok H yang menggantung jatuh saat balok S meluncur
dengan percepatan ke kanan. Carilah (a) percepatan balok
S, (b) percepatan balok H, dan (c) tegangan pada tali

4. Sebuah balok B bermassa M = 15 kg digantung dengan tali


dari sebuah simpul K yang bermassa mk, yang
menggantung pada langit-langit dengan menggunakan dua
tali yang lain. Tali memiliki massa yang dapat diabaikan dan
gaya grafitasi pada simpul k diabaikan. Berapa magnitudo
tegangan pada ketiga tali (T1, T2, T3)?

5. Sebuah tali menahan 15 kg balok yang diam di atas bidang


tanpa gesekan yang memiliki kemiringan = 27o.
Berapakah magnitudo gaya T pada balok dari tali dan
berapa gaya normal FN pada balok dari bidang tanpa
gesekan?

6. Sebuah gaya horisontal konstan Fapp sebesar 20 N


diberikan pada balok A bermassa mA = 4 kg dan
mendorong balok B yang bermassa mB = 6 kg. Gaya
gesekan diabaikan
a. Berapa percepatan balok-balok tersebut?
b. Berapa gaya horizontal FBA pada balok B dari balok A

DINAMIKA PARTIKEL II

Gaya Gesek

Terdiri dari:
1.
2.

Gaya gesek statis: gaya gesek yang bekerja pada benda, tapi benda
tetap diam (fs)
Gaya gesek kinetik: gaya gesek yang bekerja pada benda pada saat
benda bergerak (fk)
fk biasanya < fs

Sifat-sifat gesekan:
1.

2.

Jika benda tidak bergerak, maka gaya gesek statis fs dan F yang
sejajar dengan permukaan memiliki magnitudo yang sama dan
seimbang satu sama lain, tapi arahnya berlawanan
Magnitudo fs memiliki nilai maksimum fs,maks = sFN
s: Koefisien gesek statis

3.

Jika benda bergeser disepanjang permukaan, magnitudo gaya gesek


berkurang dengan cepat sampai nilai fk = kFN
k: Koefisien gesek kinetik

Gaya Hambat dan Laju Terminal

Fluida: segala sesuatu yang mengalir gas atau cairan


Ketika ada kecepatan relatif antara fluida dengan benda,
benda akan mengalami gaya hambat D
D melawan gerakan relatif dan arahnya sesuai arah fluida
D = C..A.v2
C: koefisien hambat (dari eksperimen 0,4 1)
: densitas udara (massa/volume)
A: luas penampang benda
v: kecepatan
D Fg = ma

Laju terminal: laju konstan ketika benda jatuh cukup jauh,


D = Fg.
2.Fg
vt =
C . . A

Gaya Sentripetal

Pada GMB: gerak melaju konstan tapi mengalami


percepatan ke arah pusat lingkaran yang disebut
percepatan sentripetal yaitu:
v2
a=
R
Percepatan ini disebabkan adanya gaya yang mengarah ke
pusat lingkaran, disebut gaya sentripetal.
Gaya sentripetal memberikan percepatan pada benda
dengan mengubah arah kecepatan benda tanpa mengubah
laju benda
v2
F =m
R

Soal-Soal
1.

Kereta luncur dengan massa m= 75 kg ditarik sepanang


permukaan horizontal dengan kecepatan konstan.
Koefisien gesek kinetik k = 0,1 dan sudut = 42.
Berapa magnitudo gaya T pada tali?

1.

Sebuah partikel berbentuk bulat dengan jari-jari R= 1,5


mm jatuh pada ketinggian h = 1200 m di atas permukaan
tanah. Koefisien hambat C partikel = 0,6. Densitas
partikel p = 1000 kg/m3, dan densitas udara u = 1,2
kg/m3. Berapa laju terminal partikel tersebut?

vt =
2.

2.Fg
C . . A

Sebuah benda bergerak dalam lintasan lingkaran dengan


R = 520 km dan laju konstan 7,6 km/s. Berapa
percepatannya?

USAHA DAN
ENERGI

Page 1

ENERGI KINETIK DAN USAHA

Page 2

Definisi
Energi adalah besaran skalar yang
dihubungkan dengan kondisi (atau
keadaan) satu atau banyak objek.
Energi adalah suatu besaran yang dapat
dihubungkan dengan sistem dari satu atau
banyak objek.
Hukum kekekalan energi: Energi dapat
diubah dari suatu bentuk ke bentuk
lainnya, tetapi jumlah total selalu sama.
Page 3

Energi Kinetik
Adalah energi yang berhubungan dengan
pergerakan.
Rumus: Ek = mv2
Satuan SI: Joule (1J = 1 kg/m2/s2)
Contoh Soal:
Dua buah objek berada pada jarak 6,4 km. Dua
objek itu bertabrakan dengan percepatan konstan
0,26 m/s2. Berat masing-masing objek 1,2x106 N.
Berapa total energi kinetik kedua objek sesaat
sebelum bertabrakan?
Page 4

Usaha

Usaha W adalah energi yang dipindahkan ke atau dari sebuah objek karena
adanya gaya yang bekerja pada objek tersebut. Energi yang dipindahkan ke
objek adalah usaha positif dan energi yang dipindahkan dari benda adalah
usaha negatif.
Rumus: W = Fx.d
W = F.dcos
satuan W = Joule
Dimana: Fx adalah gaya sepanjang sumbu x dan d adalah perpindahan
Untuk menghitung usaha yang dilakukan sebuah gaya terhadap objek
ketika melakukan perpindahan, kita hanya menggunakan komponen gaya
sepanjang perpindahan tersebut, Komponen gaya yang tegak lurus
terhadap perpindahan menghasilkan usaha nol
Gaya menghasilkan usaha positif jika gaya memiliki komponen vektor
dalam arah yang sama dengan perpindahannya, dan menghasilkan usaha
negatif jika arahnya berlawanan. Usahanya nol jika tidak ada komponen
vektornya.
W = EKf EKi
Dimana: EKf: energi kinetik setelah diberi usaha neto
EKi: energi kinetik sebelum diberi usaha neto
Page 5

Contoh Soal
Benda dengan massa 225 kg awalnya diam berpindah
dengan jarak d= 8,5 m. Gaya yang bekerja pada benda
yaitu F1 sebesar 12 N mengarah ke bawah dengan
sudut 30 dan F2 sebesar 10 N mengarah ke atas
dengan sudut 40. a) Berapa usaha yang dilakukan?
b) Berapa usaha Wg oleh gaya gravitasi Fg dan usaha
WN oleh gaya normal FN?

Page 6

Usaha oleh Gaya Gravitasi


Wg = mgd cos
Usaha yang bekerja pada pengangkatan dan penurunan objek:
K = W = EKf EKi = Wa (-Wg) = Wa + Wg
Contoh Soal:
Sebuah peti 15 kg ditarik melalui kabel sejauh d=5,7 m di atas bidang miring
tanpa gesekan dengan ketinggian h = 2,5 m.
a) Berapa usaha Wg oleh gaya gravitasi Fg?
b) Berapa usaha WT oleh gaya T dari kabel saat naik?

Page 7

Usaha Oleh Gaya Pegas


Hukum hooke: Fx = -kx.
Dimana: k = konstanta pegas.
x= perpindahan (positif jika pegas
diregangkan ke arah kanan pada
sumbu x) dan negatif jika mengarah
kekiri (mampat kekiri)
Jika sebuah objek diikatkan pada ujung bebas
pegas, usaha Ws yang dilakukan pada objek
oleh gaya pegas ketika objek dipindahkan dari
posisi awal xi ke posisi akhir xf adalah:
Ws = kxi2 kxf2
Jika xi = 0 dan xf = x. Maka:
Ws = - kx2

Page 8

Contoh Soal
Sebuah benda bermassa m=0,4 kg meluncur di atas meja
tanpa gesekan dengan laju v = 0,5 m/s. Benda tersebut
melaju terus dan menekan pegas dengan konstanta
pegas k = 750 N/m. Berapa jauh d pegas tertekan?

Page 9

Usaha yang Dilakukan Oleh Gaya yang Berubah-ubah


Jika gaya F pada objek-seperti partikel tergantung pada posisi
objek, usaha yang dilakukan oleh F pada objek ketika berpindah
dari posisi awal ri dengan koordinat (xi, yi, zi) ke posisi akhir rf
dengan koordinat (xf, yf, zf) harus ditentukan oleh integrasi gaya.
Jika kita asumsikan komponen Fx bekerja pada x, komponen Fy
bekerja pada y, dan komponen Fz bekerja pada z, maka:
xf

yf

zf

xi

yi

zi

W = Fx dx + Fy dy + Fz dz
Jika Fx hanya memiliki komponen x maka:
xf

W = Fx dx
xi

Page 10

Contoh Soal
1. Sebuah gaya bekerja pada suatu benda berubah-ubah
seperti terlihat pada grafik. Berapakah total usaha yang
dilakukan?
12
12

8
7
6

2. Gaya F = (3x2N) + (4N), dengan x dalam meter, bekerja


pada partikel. Berapa usaha yang dilakukan pada partikel
selama partikel bergerak dari koordinat (2m, 3m) ke (3m,
0m)?
Page 11

Daya
Daya akibat gaya adalah laju pada saat gaya itu melakukan usaha
terhadap objek.
Jika gaya melakukan usaha W dalam interval waktu t, maka daya
rata-rata :
W

Pavg =

Daya sesaat adalah laju sesaat dari usaha yang dilakukan:

dW
P =
dt
Jika arah gaya F adalah pada sudut terhadap pergerakan objek,
maka daya sesaat adalah:
P = Fv cos = F. v
Satuan daya P: Watt (J/s)
Page 12

Contoh Soal
Gaya F1 dan F2 bekerja pada sebuah balok sehingga
balok meluncur ke kanan tanpa gesekan. F1 = 2 N, F2 =
4 N bersudut 60 ke atas terhadap lantai. Laju balok v =
3m/s.
Berapa daya akibat masing-masing daya (P1 dan P2) dan
berapa daya netonya(Pnet)?

Page 13

ENERGI POTENSIAL DAN


KONVERSI ENERGI

Page 14

Gaya Konservatif

Sebuah gaya disebut gaya konservatif jika usaha net yang dilakukan gaya
pada sebuah partikel yang bergerak mengitari jalur tertutup, dari titik awal
dan lalu berhenti ke titik semula adalah nol (W = 0).
Pada gaya konservatif: usaha tidak bergantung pada lintasan (jarak)
partikel yang bergerak di antara dua titik.
Contoh gaya konservatif: gaya gravitasi, gaya pegas
Gaya nonkonservatif: gaya gesek kinetik, gaya hambat
Contoh Soal: Sebuah balok dengan massa 2 kg melluncur di atas lintasan
tanpa gesekan dari titik a ke titik b. Lintasan yang ditempuh sepanjang 2 m,
jarak vertikal net = 0,8 m. Berapa usaha yang dilakukan oleh gaya gravitasi
pada balok selama meluncur?
Untuk mempermudah hitungan dipakai
lintasan (b)
W = Wv + Wh
Wh = mgd cos = mgd cos 90 = 0
Wv = mgd cos = 2kg*9,8 m/s2*0,8m =
15,7 J
W = Wv + Wh = 0 + 15,7 J = 15,7 Page
J 16 15
J

Energi Potensial
Energi potensial adalah energi dimana
gaya konservatif bekerja.
Gaya konservatif melakukan kerja sebesar
W pada sebuah partikel dalam sistem,
maka perubahan energi potensial U
sistem: U = -W
Jika partikel bergerak dari titik xi ke titik xf,
maka perubahan energi potensialnya :
x

U = F ( x)dx
f

xi

Page 16

Energi Potensial Gravitasi

Adalah energi potensial yang terkait dengan sistem yang terdiri dari bumi
dan partikel di dekatnya.
Jika partikel bergerak dari ketinggian yi ke yf, maka perubahan energi
potensial gravitasi adalah: U = mg(yi yf) = mgy
Jika titik acuan yi = 0dan energi potensial sistem Ui = 0, maka energi
potensial gravitasi (U) saat partikel berada pada y berapapun: U(y)=mgy

Contoh soal: Seekor kukang bermasa 2 kg bergelantungan setinggi 5


m diatas tanah
(a) berapakah energi potensial gravitasi U dengan titik acuan y=0 berada
di:
1. tepat di permukaan tanah: U = mgy =2*9,8*5 = 98 J
2. Sebuah balkon setinggi 3 m diatas permukaan tanah: U = mgy =
2*9,8*2 = 39 J
3. Di dahan: U = mgy = mg (0) = 0 J
4. 1 m di atas dahan? U = mgy = 2*9,8*(-1) = -19,6 J
(b) Kakung tersebut jatuh ke tanah. Untuk masing-masing pilihan titik
acuan, berapakah perubahan energi potensial U sistem kukang-bumi
akibat jatuhnya kukang tersebut?
Page 17
U = mgy = 2*9,8*-5 = -98 J

Energi Potensial Elastis


Adalah energi yang berhubungan dengan
keadaan tertakan atau teregangnya
sebuah objek elastis.
Untuk pegas dengan F = - kx, ketika salah
satu ujung bebasnya memiliki perpindahan
x, energi potensial elastisnya : U(x) =
kx2
Konfigurasi acuan adalah pada saat pegas
tersebut dalam keadaan setimbang, yaitu
pada saat x = 0 dan U = 0
Page 18

Energi Mekanik

Energi mekanik (Emek) adalah jumlah energi kinetik K dan energi potensial U
Emek = K + U
Sebuah sistem terisolasi jika tidak ada gaya eksternal yang bekerja pada sistem yang
menyebabkan perubahan energi.
Jika hanya gaya konservatif yang melakukan kerja dalam sistem terisolasi, E mek
tidak bisa berubah.
Prinsip konservasi energi mekanik:
K2 + U2 = K1 + U1
2 dan 1 (subskrip) mengacu saat yang berbeda selama proses transfer energi
berlangsung. Atau:
Emek = K + U = 0
Contoh soal: sebuah benda meluncur dari ketinggian 8,5 (tanpa gesekan). Samapi
kedasar tanah.Tentukan laju benda (v)!
Jawab:
Pada saat ketinggian 8,5 m berlaku Emek,b, pada saat sampai di dasar tanah berlaku
Emek,t
Emek,b = Emek,t
Kb + Ub = Kt + Ut
mvb2 + mgyb = mvt2 + mgyt
Vb2 = vt2 +2g(yt-yb) vt = 0 dan yt yb = h
Vb = 2gh = 2*9,8*8,5 = 13m/s
Page 19

Kurva Energi Potensial


Jika diketahui fungsi energi potensial U(x) dengan gaya
F(x), maka:
F(x) = dU(x)/dx
Jika U(x) diberikan pada grafik, maka pada nilai x
berapapun, gaya F(x) adalah negatif dari kemiringan
kurva, dan energi kinetik:
K(x) = Emek U(x)
Titik balik adalah titik dimana partikel membalik geraknya
(K=0)
Partikel berada pada keseimbangan jika titik-titik dimana
kemiringan kurva U(x) adalah nol (F(x) = 0)
Page 20

Usaha oleh Gaya Luar


Usaha W adalah energi yang ditransfer ke atau dari
sistem oleh sebuah gaya eksternal.
Bila ada lebih dari satu gaya pada sistem, maka usaha
net = besar energi.
Ketika gesekan tidak ada, usaha dan perubahan energi
mekanik:
W = E mek = K + U
Ketika gaya gesek kinetik bekerja, maka energi termal
Eth berubah. Usaha:
W = E mek + Eth
Eth = fkd
Page 21

Kekekalan Energi
Energi hanya dapat berubah namun
jumlahnya tetap sama.
W = E = Emek + Eth + Eint
Jika sistem terisolasi (W = 0) maka
Emek + Eth + Eint = 0
Emek2 = Emek 1 - Eth - Eint
1,2 waktu yang berbeda
Page 22

Daya
Daya disebabkan oleh sebuah gaya
adalah sebuah laju (rate) dimana gaya itu
mentransfer energi.
Jika jumlah E energi dan jumlah waktu t
maka daya rata-rata:
Pavg = E/t
Daya sesaat:
P = dE/dt
Page 23

Pusat Massa dan Momentum Linier

Pusat Massa

Pusat massa adalah titik yang bergerak seolaholah:


1.
2.

Semua massa sistem terkonsentrasi di titik tersebut


Semua gaya dari luar terterapkan sama

xtpm

m1 x1 + m2 x2
=
m1 + m2

Jika ada n partikel dengan masa total semua


partikel = M, maka:

xtpm

1
=
M

m x
i =1

i i

Partikel dalam 3 Dimensi

Jika partikel terdistribusi dalam area 3 dimensi,


maka pusat massa ditentukan dalam 3 sistem
koordinat:
xtpm

1
=
M

ytpm

1
=
M

ztpm

1
=
M

m x
i =1

i i

m y
i =1

m z
i =1

i i

Contoh Soal
1. Tentukan pusat massa 3 partikel bermassa m1=
1,2 kg, m2 = 2,5 kg, dan m3 = 3,4 kg, dimana
partikel tersebut membentuk segitiga sama sisi
dengan panjang sisi a= 140 cm.
Partikel

Massa

1,2

2,5

140

3,4

70

120

Hukum Kedua Newton untuk Sistem Partikel

Hukum Newton untuk gerak pusat massa dari sistem


partikel:

Fnet = Matpm

Fnet : gaya total dari gaya eksternal keseluruhan yang


bekerja pada sistem
M : masa total sistem
atpm: percepatan pusat massa sistem

Contoh Soal
2. Tiga partikel dalam keadaan diam. Masing-masing
mengalami gaya eksternal karena benda-benda
diluar sistem. F1 = 6N, F2= 12 N, F3 = 14 N.
Berapakah percepatan pusat massa sistem dan ke
mana arah partikel bergerak?

Momentum Linier

Definisi: suatu besaran vektor p yang didefinisikan

sebagai: p = mv
dimana m: massa partikel dan v: kecepatan
Laju perubahan momentum partikel adalah sama
dengan gaya total yang bekerja pada partikel
dan berada di arah gaya tersebut:

dp
Fnet =
dt

Momentum Linier pada Sistem Partikel

Sistem memiliki momentum linier total p, yang


didefinisikan sebagai
jumlah
vektor
momentum
linier

P
=
p
+
p
+
p
+
.....
+
p
secara individu: 1 2 3
n

P = m1v1 + m2 v2 + m3v3 + ... + mn vn

Momentum linier suatu partikel = hasil kali total


massa M dengan kecepatan pusat massa:

P = Mvtpm
Hukum kedua Newton untuk sistem partikel:

Fnet

dP
=
dt

Tumbukan dan Impuls

Teorema momentum linier-impuls:


p f pi = p = J

Dimana p adalah perubahan momentum linier


benda, dan J adalah impuls akibat gaya F(t) yang
diberikan
oleh benda lain dalam sebuah tumbukan:
t
f
J = F (t )dt
ti

Jika Favg adalah rata-rata F(t) dan t adalah


lamanya tumbukan, maka untuk gerak 1 dimensi:

J = Favg t

Serangkaian Tumbukan

Ketika sekumpulan benda, yang masing-masing bermassa m


dan memiliki laju v, bertumbukan dengan benda lain yang
posisinya teteap diam, gaya rata-rata:
F avg =

n
n
p = mv
t
t

Dimana n/t adalah laju sekumpulan benda yang


bertumbukan dengan benda diam, dan v adalah
perubahan kecepatan dari tiap benda
m
Favg =
v
t
Dimana m/t adalah laju dimana massa bertumbukan
dengan benda diam.
v=-v jika benda berhenti saat bertumbukan
v=-2v jika benda memantul setelah bertumbukan

Contoh Soal
3. Sebuah mobil menabrak tembok.
Tepat sebelum tabrakan vi= 70m/s
sepanjang garis lurus sebesar 30 dari
dinding. Sesaat setelah tabrakan ia
bergerak dengan kecepatan vf= 50
m/s sepanjang garis lurus pada 10
dari dinding. Massa mobil 80 kg.
(a) berapakah impuls J ?
(b) Jika tabrakan berlangsung selama
14ms, berapa gaya rata-rata
pengemudi selama tabrakan?

Konservasi Momentum Linier

Jika sebuah sistem terisolasi sehingga tidak ada


gaya eksternal total yang bekerja pada sistem,
maka:

P = konstan
Atau:


Pi = Pf

Dimana subskrip i dan f mengacu pada nilai P


pada waktu awal dan waktu akhir.

Contoh Soal
4. Sebuah kotak dengan massa m=6kg meluncur
dengan laju v=4 m/s di lantai tanpa gesekan
dalam arah sumbu x positif. Kotak meledak menjadi
2 bagian. Salah satu pecahan massanya 2 kg
bergerak ke arah positif sumbu x dengan
kecepatan 8 m/s. Berapakah kecepatan dati
pecahan kedua?

Tumbukan Tak Elastis dalam Satu


Dimensi

Dalam tumbukan tak elastis 2 buah benda: energi kinetik


sistem tidak terkonversi
Jika sistem tertutup/terisolasi, momentum linier harus
terkonversi

p1i + p2i = p1 f + p2 f

Jika benda bergerak dalam sumbu tunggal, tumbukan


merupakan tumbukan satu dimensi

m1v1i + m2 v2i = m1v1 f + m2 v2 f

Jika benda-benda tersebut tetap menempel, tumbukan


tersebut kita namakan tumbukan tak elastis sempurna dan
benda-benda akan memiliki kecepatan akhir yang sama.

Gerak Pusat Massa

Pada sistem tertutup dan terisolasi dari dua benda


yang bertumbukan tidak terpengaruh oleh
tumbukan tersebut.
Kecepatan pusat massa vtpm tidak dapat diubah
oleh tumbukan

Contoh soal
5.

Suatu pendulum terdiri atas sebuah balok kayu


dengan massa M=5,4 kg digantungkan pada 2
buah tali panjang. Sebuah peluru bermassa m 9,5
g ditembakkan ke balok dengan cepat, kemudian
tiba-tiba berhenti. Balok dan peluru mengayun ke
atas, pusat massa keduanya naik dengan jarak
vertikal 6,3 cm sebelum pendulum berhenti
sejenak.
Berapa laju peluru sesaat sebelum tumbukan?

Tumbukan Elastis dalam Satu Dimensi

Tumbukan elastis adalah suatu tumbukan dimana


energi kinetik sistem saat tumbukan terkonservasi.
Jika sistem tertutup atau terisolasi, maka momentum
liniernya juga terkonversi.
Pada tumbukan 1 dimensi, benda 2 adalah target,
dan benda 1 adalah sebuah proyektil yang sedang
mendekat, maka energi kinetik dan momentum
liniernya: v1 f = m1 m2 v1i
m1 + m2
2m1
v2 f =
v1i
m1 + m2

Tumbukan dalam Dua Dimensi

Tumbukan 2 dimensi: tumbukan antara dua benda


tidak berada pada sepanjang sumbu tunggal
Jika sistem tertutup dan terisolasi, maka berlaku
hukum

konservasi
momentum:

p1i + p2i = p1 f + p2 f

Jika tumbukan elasti, konservasi energi kinetik


tumbukan:

K1i + K 2i = K1 f + K 2 f

Gerak gerak translasi, gerak rotasi

Gerak translasi: benda bergerak sepanjang lintasan lurus


atau melengkung
Gerak rotasi: benda berputar pada sumbu

Rotasi dalam kehidupan sehari-hari: roller coaster,


pukulan golf, gerak balerina, lemparan bola baseball,
dll.
Analisis rotasi rotasi benda tegar pada sumbu
tetap

Benda tegar: benda yang dapat berotasi dengan semua


bagiannya terikat bersama tanpa ada perubahan sedikitpun.
Sumbu tetap: rotasi terjadi pada sumbu yang tidak
bergerak. Pada gerak rotasi disebut sumbu rotasi

Variabel rotasi: posisi, perpindahan, kevepatan dan


percepatan sudut.

Untuk mendeskripsikan rotasi benda tegar,


pada sumbu tetap (sumbu rotasi), kita
asumsikan garis acuan diam pada benda,
tegak lurus sumbu, ikut berotasi dengan
benda.
Posisi sudut relatif terhadap arah tetap
= s / r ( rad)
s= panjang busur garis lengkung
r = jari-jari

360 = 2 rad = 1 revolusi

Sebuah benda yang berotasi terhadap sumbu


rotasi, dapat mengalami perpindahan posisi
sudut dari 1 ke 2.
= 2 - 1
Positif jika berlawanan dengan arah jarum
jam, negatif untuk rotasi searah jarum jam.
JAM ADALAH NEGATIF

Jika benda berotasi pada posisi 1 pada saat


t1 ke posisi 2 pada saat t2, maka kecepatan
sudut rata-rata:
2 1
avg =
=
t 2 t1
t
Kecepatan sudut sesaat:

d
= lim
=
t 0 t
dt
avg dan merupakan vektor, arah vektor
mengikuti kaidah tangan kanan
Laju sudut () : magnitudo kecepatan sudut
benda

Jika kecepatan sudut benda berubah dari 1


ke 2 dalam interval waktu t = t2 t1,
percepatan sudut rata-rata avg: avg = 2 1 =
t 2 t1

Percepatan sudut sesaat benda: = d


dt

Persamaan kinematika untuk percepatan


sudut konstan: = + a
0

1
t 2
2
+ 2 ( 0 )

0 = 0 t +
2 = 0 2

1
(0 + )t
2
1
0 = t t 2
2

0 =

Sebuah titik dalam benda tegar yang berotasi,


pada jarak tegak lurus r dari sumbu rotasi,
bergerak dalam lingkaran dengan jari-jari r.
Jika benda berotasi melalui sudut , maka:
s = r
Dimana s = panjang busur dan dalam
radian.
v = r
a = r
at = v2/r= 2/r
T = 2r/v = 2/

Energi Kinetik K pada benda tegar yang berotasi


terhadap sumbu tetap:
K = I 2
Dimana I adalah inersia rotasi benda

I = mi ri

Untuk sistem partikel diskret untuk benda


dengan massa terdistribusi kontinu didefinisikan
sebagai:

I = r dm
2

r dan ri dalam pernyataan ini menunjukkanjarak


tegak lurus dari sumbu rotasi ke masing-masing
elemen massa dalam benda.

Teorema sumbu sejajar berhubungan dengan


inersia rotasi I benda terhadap berbagai
sumbu benda yang sejajar sumbu melalui
pusat masa:
I = Itmp + Mh2
Disini h adalah jarak tegak lurus antara kedua
benda

INERSIA ROTASI

Torque adalah gaya putar atau gaya pelintir pada benda terhadap
sumbu karena gaya F.
Jika F diberika melalui vektor posisi r relatif pada sumbu maka
magnitudo torque adalah:
=rFt = rF = rF sin
Ft adalah komponen F tegak lurus r
adalah sudut antara F dan r.
r adalah jarak tegak lurus antara sumbu rotasi dan perpanjangan garis
yang ditarik melalui vektor F.

Garis kerja F dan r disebut lengan momen.


r adalah lengan momen Ft
satuannya Newton meter (N.m)
positif benda berotasi dari keadaan diam ke arah berlawanan
arah dengan jarum jam
negatif benda berotasi dari keadaan diam ke arah searah arah
dengan jarum jam

net = I
net : tourque total yang bekerja pada partikel
atau benda tegar
: percepatan sudut

W = d
i

dW
=
P=
dt
Jika konstan, maka:

W = ( f i )
1
1
2
2
K = K f K i = I f Ii = W
2
2

Kesetimbangan dan Elastisitas

Kesetimbangan dalam teknik sipil:


Bangunan harus stabil menahan angin
Jembatan harus stabil terhadap goncangan dan
gravitasi
Pembahasan meliputi:
Kesetimbangan dan torsi pada benda tegar
Elastisitas objek tidak tegar
Kesetimbangan statis: keadaan dimana sebuah
benda tegar dalam keadaan diam

Kesetimbangan Statis
Gerak translasi oleh hukum II Newton dalam
bentuk momentum linier:

translasi:
dP
Benda dalam kesetimbangan
Fnet = 0
F =
net

dt yang bekerja
Jumlah vektor semua gaya eksternal
pada benda harus nol

Benda dalam kesetimbangan rotasi: net = 0


Jumlah vektor semua torsi eksternal diukur dari titik
manapun harus nol

Syarat Kesetimbangan Statis


Jika semua gaya terletak pada bidang datar xy,
maka persamaan vektor untuk gaya (F):
Fnet,x = 0 dan Fnet,y = 0 (kesetimbangan gaya)
Jika gaya terletak pada bidang datar xy, semua
vektor torsi akan paralel terhadap poros z,
sehingga:
(kesetimbangan torsi)
net,z = 0

Pusat Gravitasi
Gaya gravitasi Fg pada benda bekerja pada
titik tunggal yang disebut pusat gravitasi
Jika g sama untuk semua benda, maka pusat
gravitasi = pusat massa benda

Contoh Soal
1. Sebuah batang homogen, dengan panjang L dan massa m
= 1,8 kg, ditumpu menggunakan dua timbangan. Sebuah
balok homogen lainnya dengan massa M = 2,7 kg berada
di atas batang, dengan jarak terhadap pusat massanya
adalah L/4 dari ujung kiri batang. Berapa gaya yang
bekerja pada timbangan (sisi kanan dan sisi kiri)?
2. Sebuah tangga dengan panjang L = 12 dan massa m 45 kg
bersandar pada dinding (tanpa gesekan). Ujung tangga
bagian atas berada pada ketinggian h 9,3 m dan ujung
bawahnya diam (ada gesekan). Pusat massa tangga
berada pada L/3 dari ujung tangga bagian bawah.
Seseorang menaiki tangga dengan massa M = 72 kg
sampai pusat massanya berada pada L/2 dari ujung bawah
tangga. Berapa gaya tangga pada dinding dan jalan?

Struktur Tak Tentu


3 persamaan kesetimbangan statis: Fx = 0, Fy
= 0 dan z = 0
Jika ada lebih dari 3 persamaan merupakan
kesetimbangan tak tentu
Misalnya: pada struktur portal dengan
tumpuan jepit di kaki-kakinya

Elastisitas
3 modul elastis digunakan untuk
menggambarkan elastis (deformasi) objek
ketika objek tersebut merespons gaya yang
bekerja padanya.
Regangan: perubahan fraksi panjang
Tegangan: gaya per unit area
Hubungan regangan, tegangan dan modulus:
tegangan = modulus x regangan

Tensi dan Kompresi


Sebuah objek dibawah tensi atau kompresi
dapat digambarkan dengan persamaan:
F
L
=E
A
L

Dimana:
L/L: regangan tensil atau kompresi objek
F: gaya (tegak lurus A)
A: luas penampang
E = modulus Young

Pergeseran (Shearing)
Ketika objek berada di bawah tekanan
pergeseran, maka:
F
x
=G
A
L

Dimana:
x/L: tegangan pergeseran objek
x: perpindahan salah satu ujung objek searah
gaya F
G: modulus geser objek

Tegangan Hidrolik
Ketika benda mengalami tegangan hidrolik karena
tegangan yang diberikan oleh cairan di
sekelilingnya, maka:

Dimana

V
p=B
V

P: tekanan (tegangan hidrolik)


V/V: perubahan volume objek
B: modulus bulk

Contoh Soal
3. Sebuah batang baja memiliki jari-jari R = 9,5 mm dan
panjang L = 81 cm. Sebuah gaya F 62 kN bekerja pada
batang. Berapa tegangan pada batang baja dan
pemanjangan serta regangan batang baja tersebut?
4. Sebuah meja memiliki 3 kaki yang panjangnya 1 m dan kaki
ke empat lebih panjang 0,5mm sehingga meja sedikit
bergoyang. Sebuah silinder baja M = 290 kg ditempatkan di
atas meja (masa meja < masa baja M) sehingga 4 kaki
tertekan tapi tidak roboh sehingga meja rata dan tidak
bergoyang. Kaki meja merupakan silinder kayu dengan luas
penampang A = 1 cm2. E = 1,3 x 10 10 N/m2.
Berapa besar gaya pada kaki dari lantai?

Gelombang

Tipe-Tipe Gelombang
1.

Gelombang mekanik
Gelombang yang membutuhkan medium bermaterial untuk merambat.
Ada 2 jenis: gelombang transversal (getaran tegak lurus dengan
arah rambatnya) dan gelombang longitudinal (getaran yang sejajar
dengan arah rambatnya)
Contoh: gelombang suara, gelombang riak air, getaran seismik.

2.

Gelombang elektromagnetik
Gelombang yang tidak membutuhkan medium bahan untuk dapat ada
Contoh: cahaya tampak, gelombang televisi, gelombang radio, sinar X,
gelombang-gelombang radar, dll

3.

Gelombeng materi
Gelombang yang dikaitkan dengan elektron, proton, dan partikelpartikel dasar lainnya, bahkan atom dan molekul

Gelombang Bunyi
Adalah gelombang longitudinal dan mekanik yang dapat

merambat melalui zat-zat padat, cair maupun gas.


Laju (v) dari sebuah gelombang bunyi yang merambat melalui
medium dengan modulus Bulk B dan kerapatan zat adalah:

v=

Pada udara bebas dengan suhu 20C, laju bunyi adalah 343 m/s

Contoh Soal
1. Terdapat penundaan waktu t antara kedatangan bunyi antara
telinga terdekat ke sumber dan kedatangan pada telinga yang
lebih jauh. Misalkan D adalah jarak antara kedua telinga kita,
maka tentukan pernyataan yang memberikan t yang
dinyatakan dalam D dan sudut antara arah sumber dan arah
depan

Perambatan Gelombang Bunyi


Sebuah gelombang bunyi mengakibatkan terjadinya perpindahan

longitudinal s pada sebuah elemen massa di dalam suatu medium


dimana:
s = smcos(kx-t)
Dimana:

sm adalah amplitudo perpindahan (perpindahan maksimum) dari keadaan

setimbang (ekilibrium)
k = 2/
(: panjang gelombang bunyi)
=2 f
(f: frekuensi gelombang bunyi)

Gelombang bunyi menimbulkan perubahan tekanan p di dalam

medium, dimana:
p = pmsin(kx-t)
Amplitudo tekanan:
pm=(vs) sm

Contoh Soal
2. Amplitudo tekanan maksimum pm yang dapat didengar
telinga manusia dari suatu bunyi keras berkisar 28 Pa (lebih
kecil dari tekanan udara normal 105 Pa). Berapakah
amplitudo perpindahan sm suatu bunyi dalam udara dengan
kerapatan = 1,21 kg/m3 pada frekuensi 1000 Hz dan laju
343 m/s?

Interferensi Gelombang
Gelombang yang memiliki panjang gelombang yang serupa

dan merambat melalui titik yang sama disebut berinteferensi


Interferensi gelombang bergantung pada selisih fasa
diantara kedua gelombang tersebut.

L
= 2

Dimana:
L : perbedaan panjang lintasan (selisih jarak yang dilalui ke2 gelombang dalam
merambat hingga mencapai titik pertemuan

Interferensi bersifat konstrukstif terjadi bila :


adalah kelipatan bulat dari 2

=m(2), dimana m = 0,1,2,3,.....


L terkait dengan panjang gelombang melalui hubungan:
L/ = 0,1,2,3,....
Interferensi bersifat destruktif (saling meniadakan) bila:
=(2m+1), untuk m=1,2,3,...
Lterkait dengan panjang gelombang melalui hubungan:

L/ = 0,5; 1,5; 2,5;.....

Contoh Soal
3. Dua sumber titik: s1 dan s2 yang sefasa dipisahkan sejauh D
= 1,5 , memancarkan gelombang bunyi identik dengan
panjang gelombang .
a. Berapakah perbedaan panjang lintasan gelombang dari S1
dan S2 pada titik P yang terletak tegak lurus pada titik
tengah garis D pada sumber yang berjarak lebih besar
dari D? Tipe apakah interferensi yang terjadi di P1?
b. Berapakah perbedaan panjang lintasan dan tipe
interferensi pada titik P2?

Intensitas Bunyi (I)


Adalah laju rata-rata perpindahan energi persatuan luas akibat

perambatan gelombang itu menembus atau di sepanjang


permukaan dimaksud:

P
I=
A

1
2
2
I = v sm
2
Ps
I=
2
4r

Dimana :
P : laju perpindahan energi (daya) dari
gelombang bungi
A : luas bidang permukaan yang
bersinggungan dengan gelombang
Sm: amplitudo perpindahan
r : jarak dari sebuah titik sumber yang
memancarkan gelombang bunyi dengan
daya PS

Level Bunyi dalam Desibel


Level bunyi () dalam suatu desibel (dB) didefinisikan

sebagai:

I
= (10dB) log
Io

Dimana I0 adalah level intensitas acuan yang menjad

pembanding bagi semua intensitas bunyi (=10-12 W/m2)


Untuk setiap faktor kenaikan 10 kali lipat pada intensitas
unyi, nilai 10 dB ditambahkan pada intensitas bunyi

Contoh Soal
4.

Suatu pencetus api elektrik meloncat sepanjang garis lurus


dengan panjang L = 10 m, memancarkan sebuah gangguan
bunyi yang merambat merambat secara radial keluar dari
pencetusnya. (Pencetus api elektrik dikatakan sebagai
sumber garis bunyi). Daya pancaran Ps = 1,6 x 104 W
a.
b.

Berapakah intensitas I bunyi ketika mencapai jarak r = 12 m


dari pencetus?
Pada laju Pd berapakah energi bunyi ditangkap oleh suatu
pendekteksi akustik dengan luas penampang Ad = 2 cm2,
mengarah ke pencetus dan berlokasi pada jarak r = 12 m
dari pencetus?

Pola-Pola Gelombang Tegak dalam Pipa


Pola-pola gelombang bunyi tegak (standing sound wave) dapat

dibentuk di dalam pipa-pipa.


Sebuah pipa yang terbuka kedua ujungnya akan beresonansi pada
frekuensi-frekuensi:
f =

nv
2L

n=1,2,3,...

Dimana v adalah laju bunyi di udara di dalam pipa.


Untuk sebuah piipa yang tertutup di salah satu ujungnya dan terbuka
di ujung yang lain, frekuensi-frekuensi resonansinya adalah:
f =

nv
4L

n=1,3,5...

Contoh Soal
5. Bunyi bising latar belakang yang lemah dari suatu ruangan
menghasilkan gelombang tegak dasar dengan panjang L =67
cm yang mana kedua ujungnya terbuka. Misalkan laju bunyi
di udara dalam tabung = 343 m/s.
a. Berapakah frekuensi yang didengar dari tabung?
b. Jika salah satu ujung disumbat, berapakah frekuensi dasar
yang dapat didengar dari tabung?

Layangan
Layangan timbul bila ada dua buah gelombang dengan

frekuensi yang sedikit berbeda (f1 dan f2) terdengar atau


tertangkap secara bersamaan.
Frekuensi layangan:
flayangan = f1 f2

Contoh Soal
6. Sebuah bunyi melewati pipa dengan kedua ujungnya terbuka.
Misalkan frekuensi harmoni pertama yang dihasilkan oleh sisi
A adalah fA1 = 432 Hz dan frekuensi harmoni pertama yang
dihasilkan oleh sisi B adalah fb1 = 371 Hz. Berapakah
frekuensi layangan antara kedua frekuensi harmoni pertama
dan kedua frekuensi harmoni kedua?

Efek Doppler
Adalah suatu perubahan pada frekuensi teramati dari sebuah gelombang bila

sumber pemancar atau pengamat/pendengar gelombang tersebut bergerak


relatif terhadap medium perambatan gelombang (semisal udara).
Untuk gelombang bunyi degan frekuensi teramati f, bergantung pada
frekuensi sumber dengan rumusan:

(v v D )
f '= f
(v v s )
dimana:
vd: laju pengamat relatif terhadapmedium
vs: laju sumber relatif terhadap medium
v: laju perambatan bunyi di dalam medium

Tanda-tanda positif/negatif dipilih sedemikian rupa sehingga f cenderung

bernilai lebih besar untuk pergerakan yang mendekati dan bernilai lebih kecil
untuk pergerakan yang menjauhi

Contoh Soal
7. Sebuah roket bergerak pada laju 242 m/s langsung menuju
suatu kutub stationer (melewati udara diam) sambil
memancarkan gelombang bunyi pada frekuensi f = 1250 Hz
a. Berapakah frekuensi ddiukur oelh sebuah detektor yang
ditampilkan pada kutub?
b. Sebagian bunyi mencapai kutub dipantulkan kembali ke
roket sebagai gaung. Berapakah frekuensi f gaung yang
dideteksi detektor pada roket?

Gelombang Kejut
Jika laju sebuah sumber relatif terhadap medium melampaui

laju suara di dalam medium tersebut, persamaan Doppler


ttidak berlaku.
Dalam keadaan ini, gelombang-gelombang kejut akan timbul
Sudu paruh dari kerucut Mach ditentukan dengan rumus:
v
sin =
vs

Hukum I dan II
Termodinamika,
Entropi

Termodinamika
Termodinamika adalah ilmu yang mempelajari
aplikasi dari energi panas (termal) yang lebih
dikenal sebagai energi dalam (internal energy)
sistem.
Contoh: insinyur mesin mencari teknik pencegahan
overheating mesin mobil, Insinyur teknologi pangan
menvari cara pemanasan dan pendinginan
makanan dengan baik, insinyur geologi meneliti
transfer energi panas oada bencana El nino dan
pencairan es di Kutub Utara dan Selatan, dlsb.
Hukum Ke-0 termodinamika: Jika benda A dan
benda B masing-masing dalam kesetimbangan
termal dengan benda ketiga yaitu T, maka A dan B
berada dalam kesetimbangan termal satu sama
lain.
(Setiap benda memiliki temperatur. Maka benda dalam
kesetimbangan termal jika temperaturnya sama dan
sebaliknya)

Ekspansi Termal (Pemuaian)


Benda akan mengalami perubahan ukuran
karena adanya perubahan temperatur.
Perubahan panjang benda akibat perubahan
suhu dapat dirumuskan: L = L T
Dimana adalah koefisien ekspansi linier

Perubahan volume zat padat atau cair akibat


perubahan suhu dapat dirumuskan: V = V
T
Dimana adalah koefisien ekspansi volume (=3)

Kalor
Kalor panas Q adalah energi yang ditransfer
antara sistem dan lingkungan karena adanya
perbedaan suhu di antara keduanya.
Satuan: 1 kal = 4,1868 Joule
Jika panas Q diserap oleh suatu benda dengan
perubahan suhu Tf ti maka: Q = C (Tf-Ti)
Dimana C: kapasitas kalor.

Q juga dapat dirumuskan: Q = mc (Tf-Ti)


Dimana c: kalor jenis (kalor spesifik) dari bahan
penyusun objek
Kalor spesifik molar material adalah kapasitas kalor
permol, yang berarti 6,02 x 1023 unit dasar materi (1
mol = 6,02 x 1023 satuan dasar).

Kalor Transformasi dan Kalor Penguapan


Kalor dapat menyebabkan perubahan benda
(contoh: dari padat ke cair, dari cair ke gas).
Jumlah energi persatuan massa untuk mengubah
keadaan (bukan suhu) tersebut disebut kalor
transformasi L, yang dirumuskan: Q= Lm
Kalor penguapan Lv adalah jumlah energi
persatuan massa yang harus diberikan untuk
menguapkan cairan atau yang harus dilepas untuk
mengembunkan gas.
Kalor fusi Lf adalah jumlah energi persatuan
massa untuk mencairkan zat padat atau
membekukan zat cair

Contoh Soal
1. a. Berapa banyak kalor harus diserap es
dengan massa 720 g pada suhu -10C
untuk mengubah keadaannya ke cair pada
suhu 15C?
b. Jika tersedia es dengan energi total 210
kJ (sebagai kalor), apa keadaan akhir dari
es tersebut dan berapa suhunya?

Usaha Terkait dengan Perubahan Volume


Jumlah usaha W yang dilakukan oleh gas
karena proses ekspansi atau konstraksi
dari volume awal Vi ke volume akhir Vf
V
adalah
W = dW =

pdV

Vi

Tekanan p mengalami perubahan


bervariasi sesuai dengan perubahan
volume benda

Hukum Pertama Termodinamika

Prinsip dari konservasi energi untuk proses termodinamika dinyatakan oleh


hukum pertama termodinamika, yang dapat diasumsikan dalam persamaan:
Eint = Eint,f Eint,i = Q W
Atau
dEint = dQ dW
Eint merupakan energi internal bahan, yang bergantung pada keadaan
bahan (suhu, tekanan, volume).
Q adalah energi yang dipertukarkan sebagai kalor antara sistem dan
lingkungannya (positif juka menyerap kalor, negatif jika melepas kalor)
W adalah usaha yang dilakukan oleh sistem (W positif jika sistem
mengembang/ekspansi melawan gaya eksternal dan negatif jika sistem
berkontraksi melawan gaya eksternal.
Q dan W bergantung pada proses, sedangkan Eint tidak bergantung pada
proses.
E cenderung meningkat jika energi ditambahkan sebagai panas Q dan
cenderung menurun jika energi hilang sebagai usaha W yang dilakukan
oleh sistem.

Aplikasi dari Hukum Pertama Termodinamika


1.

Proses adiabatik
Adalah proses yang terjadi sangat cepat atau terjadi dalam
sistem yang terisolasi dengan baik sehingga tidak ada
transfer energi panas antara sistem dan
lingkungannya. Eint = -W

2.

Proses volume-konstan
Jika volume (seperti gas) dipertahankan konstan, sistem
tidak dapat melakukan usaha. Jika usaha W=0 maka:
Eint = Q

3.

Proses siklus
Setelah terjadi perubahan dari panas dan usaha, sistem
akan kembali ke kondisi awal (Eint = 0), maka:
Q=W

4.

Enspansi bebas
Adalah proses adiabatik dimana tidak ada perpindahan
panas yang terjadi antara sistem dan lingkungannya
dan tidak ada usaha uang dilakukan oleh sistem. Jadi
Q=W=0, maka:
Eint = 0

Contoh Soal
2. Misalkan 1 kg air cair pada suhu 100 C
dikonversi menjadi uap pada suhu 100C
dengan cara dididihkan pada tekanan
atmosfer standar (1 atm atau 1,01 x 105 Pa)
seperti pada gambar. Volume air akan
berubah dari 1 x 10-3 dalam wujud cair
menjadi 1,671 m3 dalam wujud uap.
a. Berapa banyak usaha yang dilakukan
pada proses ini?
b. Berapa banyak energi yang ditransfer
sebagai panas selama proses
tersebut?(Lv=2256kJ/kg)
c. Berapa perubahan energi internal sistem
selama proses?

Proses Ireversibel dan Entropi


Waktu memiliki arah (arah dimana usia bertambah).
Proses satu jalan: proses yang hanya dapat terjadi dalam suatu
urutan tertentu dan tidak pernah terjadi dalam urutan
sebaliknya. Misalnya: telur yang jatuh ke lantai, mobil
ditabrakkan ke tiang lampu, dll.
Proses ireversibel berarti proses tidak dapat dibalik hanya
dengan perubahan kecil pada lingkungannya.
Arah dimana proses ireversibel berlangsung diatur oleh
perubahan entropi S sistem yang berlangsung dalam proses.
Entropi S adalah suatu sifat keadaan (atau fungsi keadaan)
sistem, dimana hal ini hanya bergantung pada keadaan sistem
dan tidak pada cara dimana sistem tersebut mencapai
keadaan.
Postulat entropi (dalam bagian): jika proses ireversibel terjadi
dalam sistem tertutup, entropi sistem akan selalu meningkat

Menghitung Perubahan Entropi

Perubahan entropi S untuk sebuah proses yang ireversibel yang membawa


sistem dari keadaan awal i ke keadaan akhir f adalah sama dengan
perubahan entropi S untuk setiap proses yang reversibel.
S = Sf Si = f dQ

Q: energi sebagai kalor dari dan ke sistem


T: temperatur dalam Kelvin
Untuk proses isotermal reversibel:
S = Sf Si = Q

Jika perubahan temperatur T kecil dibandingkan dengan temperatur


sebelum dan sesudah proses, maka perubahan entropi S = = Sf Si

Menghitung Perubahan Entropi

Perubahan entropi S untuk sebuah proses yang ireversibel yang membawa


sistem dari keadaan awal i ke keadaan akhir f adalah sama dengan
perubahan entropi S untuk setiap proses yang reversibel.
S = Sf Si = f dQ

Q: energi sebagai kalor dari dan ke sistem


T: temperatur dalam Kelvin
Untuk proses isotermal reversibel:
S = Sf Si = Q

Jika perubahan temperatur T kecil dibandingkan dengan temperatur Q


sebelum dan sesudah proses, maka perubahan entropi S = = Sf Si

Tavg

Ketika gas ideal berubah secara reversibel dari keadaan awal dengn Ti dan Vi
Vf
Tf
ke keadaan akhir dengan Tf dan Vf, maka:
S = S f Si = nR ln
+ ncV ln
Vi
Ti

Contoh Soal
3.

4.

1 mol gas nitrogen dimasukkan pada bagian kiri kontainer. Jika


stopcock dibuka, volume gas menjadi dua kali lipat. Berapa
perubahan entropi gas untuk proses ireversibel? Anggap gas
bersifat ideal.
2 blok tembaga yang identik bermassa m = 1,5 kg: blok L pada suhu
TiL = 60C dan blok R dengan suhu TiR= 20C. Blok berada di dalam
kotak pengisolasi kalor dan dipisahkan oleh shutter pengisolasi.
Ketika shutter dilepas, blok mencapai kesetimbangan Tf = 40C.
Berapa perubahan entropi bersih pada sistem 2 blok selama proses
ireversibel ini? Kalor jenis tembaga = 386 J/kg.K.

Hukum Kedua Termodinamika


Hukum ke-2 Termodinamika: Jika suatu
proses terjadi di dalam sebuah sistem
tertutup, entropi dari sistem meningkat
untuk proses ireversibel dan konstan untuk
proses reversibel. Entropi tidak akan
pernah menurun
Persamaannya:
S > 0

Pandangan Secara Statistik mengenai Entropi

Entropi dari sebuah sistem dapat didefinisikan dengan distribusi molekul yang
mungkin.
Untuk molekul yang identik, setiap distribusi molekul disebut keadaan mikro
dari sistem.
Semua keadaan mikro yang ekuivalen dikelompokkan dakam suatu
konfigurasi multiplicity W dari konfigurasi.
Untuk sistem dengan N molekul yang dapat didistribusikan di antara dua
bagian dari sebuah kotak , maka W =
N!

W=

n1!n2 !

Dimana: n1 = jumlah molekul setengah bagian kotak, n2: jumlah molekul di


setengah bagian lainnya.
Asumsi dasar mekanika statistik semua keadaan mikro memiliki
kesempatan yang sama.
Jadi, konfigurasi dengan multiplicity yang paling besar sering terjadi. Ketika N
sangat besar (misal N = 1022 molekul atau lebih), molekul-molekulnya hampir
selalu dalam keadaan: n1 = n2

Multiplicity W dari konfigurasi sistem dan


entropi S dihubungkan dengan persamaan:
S = k ln W
Dimana k = 1,38 x 10-23 J/K (disebut
konstanta Blotzman)
Saat N sangat besar (kasus biasa), dapat
diperoleh pendekatan Stirling:
Ln N! N(ln N) - N

Contoh Soal
5.

Anggap bahwa terdapat 100 molekul yang tidak dapat dibedakan


pada kotak pada gambar. Berapa banyak keadaan mikro yang
diasosiasikan dengan konfigurasi n1= 50 dan n2= 50, dan dengan
konfigurasi n1 = 100 dan n2=100? Interpretasikan hasil berdasarkan
kemungkinan relatif kedua konfigurasi!

6.

Pada soal no.3 (n mol gas ideal volumenya diperbesar dua kali lipat
dalam pemuaian bebas) terjadi peningkatan entropi dari keadaan
awal i ke keadaan akhir f S= Sf-Si = nR ln 2. Dapatkan hasilnya
dengan perhitungan mekanika statistika .

Aplikasi entropi: Mesin Carnot dan Refrigerator


Mesin Carnot
o Analisis perilaku mesin ideal: dalam suatu mesin ideal,
semua proses bersifat reversibel dan tidak terjadi transfer
energi terbuang yang disebabkan oleh gesekan dan
turbulensi.
o Efisiensi suatu mesin () = energi yang didapatkan/energi
yang dikeluarkan = W
QH

o Efisiensi mesin carnot (C) =

TL
1
TH

o Tidak ada rangkaian proses yang mungkin dimana hasil


anhirnya adalah transfer energi sebagai kalor dari reservoir
termal dan perubahan lengkap energi ini menjadi usaha

Refrigerator
Pada sebuah refrigerator ideal, semua prosesnya adalah
reversibel dan tidak terjadi transfer energi yang terbuang
yang dihasilkan seperti oleh gesekan dan turbulensi
Koefisien performa refrigerator: K = apa yang kita
inginkan/apa yang kita berikan = QL

W
Refrigerator ideal dapat disebut sebagai refrigerator carnot.
Cara kerjanya kebalikan dari mesin Carnot. Maka kita dapat
memperoleh koefisien performa mesin carnot (Kc): K = TL
C

TH TL

Tidak ada rangkaian proses yang mungkin dimana hasilnya


hanya berupa transfer energi sebagai kalor dari suatu
reservoir pada temperatur yang diberikan ke suatu reservoir
pada temperatur yang lebih tinggi

Teori Kinetik Gas

Definisi
Teori kinetik gas: berhubungan dengan gerak atomatom pada volume, tekanan dan temperatur gas
Penerapan: pembakaran bahan bakar uap (gas)
dalam mesin mobil, produksi fermentasi untuk
membuat roti dapat mengembang, pada perhitungan
lama pemakai tabung gas selam harus beristirahat
untuk membuang gas nitrogen dari aliran darah, dsb.
Teori kinetik gas menghubungkan sifat-sifat
makroskopik gas (misalnya tekanan dan temperatur)
dengan sifat-sifat mikroskopik dari molekul-molekul
gas (misalnya laju dan energi kinetik.
Pengukuran jumlah suatu gas pada sebuah sampel
menggunakan perhitungan bilangan avogadro

Bilangan Avogadro
1 mol dari sebuah zat memuat sebanyak NA (bilangan
avogadro) partikel elementer (biasanya atom atau molekul),
dimana NA = 6,02 x 1023 mol-1
Satu massa molar M dari suatu zat adalah massa dari 1
mol gas tersebut.
M = mNA
Jumlah mol n yang ada pada sebuah sampel zat bermassa
Msam, yang mengandung N molekul, dapat dihitung
dengan rumus:

M sam M sam
N
n=
=
=
NA
M
mN A

Gas Ideal
Gas ideal adalah gas yang tekanannya p,
volumenya V dan temperaturnya T terkait melalui
hubungan:
pV=nRT
pV=NkT
Dimana
n adalah jumlah mol dari gas yang ada,
R sebuah konstanta gas (8,31 J/mol.K),
K : konstanta bolztman k = R/NA = 1,38 x 10-23
J/K

Usaha dan Perubahan Volume Isotermal

Usaha yang dilakukan oleh sebuah gas


ideal selama terjadinya perubahan
isothermal dari volume Vi ke volume Vf
(temperatur tetap) adalah:
W = nRT ln(Vf/Vi)

Contoh Soal
1. Sebuah silinder berisi 12 L oksigen pada temperatur
20C dan 15 atm Temperatur meningkat menjadi 35
C dan volume berkurang menjadi 8,5 L. Beraoakah
tekanan akhir gas dalam atmosfer andaikan gas
tersebut adalah gas ideal?
2. Satu mol oksigen (andaikan memenuhi kondisi gas
ideal berekspansi pada temperatur T tetap 310 K dari
volume awal Vi 12 L ke volume akhir Vf 19 L. Berapa
banyak usaha yang dilakukan gas selama ekspansi?

Tekanan, Temperatur, Suhu Molekul


Tekanan yang diberikan oleh n mol gas ideal, sebagai
fungsi laju-laju molekulnya adalah:

nMv 2 rms
p=
3V

Dimana vrms= (v )avg adalah laju akar kuadrat rata-rata


(root mean square)dari molekul-molekul gas.Vrms juga
dapat dinyatakan dengan:
3RT
vrms =

Contoh Soal
4. Jika ada 5 bilangan: 5, 11, 32, 67 dan 89.
a. Berapakah nilai rata-rata navg dari bilangan tersebut?
b. Berapakah nilai nrms dari bilangan-bilangan tersebut?

Temperatur dan Energi Kinetik


Energi kinetik rata-rata (Kavg) permolekul
gas ideal adalah

K avg = kT
3
2

Lintasan Bebas Rata-rata


Lintasan bebas rata-rata (mean free path) dari sebuah molekul
gas adalah nilai rata-rata panjang jalur yang dilaluinya dari suatu
tumbukan ke tumbukan berikutnya dan dapat ditentukan dengan
rumus:

1
=
2
2d N / V

Contoh Soal
5. a. Berapakah lintasan bebas rata-rata untuk molekul oksigen pada
temperatur T 300 K dan tekanan p=1 atm? Asumsikan diameter
molekular d = 290 pm dan gas adalah ideal
b. Asumsikan laku rata-rata oksigen v = 450 m/s, berapakah waktu t
rata-rata di antara kedua tumbukan beruntun untuk sembarang
molekul yang diberikan? Pada laju berapakah molekul
bertumbukan, yaitu berapakah frekuensi f dari tumbukan tersebut?

Distribusi Laju Maxwell

Distribusi laju Maxwell P(v) adalah sebuah fungsi yang


sedemikian rupa sehingga P(v) dv adalah sebuah fraksi
molekul yang memiliki laju v dalam rentang dv:
2
P(v) = 4(M/2RT)3/2v2e-Mv /2RT
v2
Fraksi molekul dengan laju dalam rentang v1 ke v2 : frac = P (v)dv

v1

Tiga ukuran distribusi laju diantara molekul-molekul sebuah


gas adalah:
8 RT
Laju rata-rata: vavg =
M
2 RT
Laju paling mungkin: v p =
M
Laju rms: vrms = 3RT
M

Contoh Soal
6. Sebuah wadah diisi gas oksigen dipertahankan pada
temperatur kamar (300K). Berapakah fraksi molekul jika
laju yang dimiliki dalam rentang 599 ke 601 m/s? Massa
molar oksigen adalah 0,0320 kg/mol.
7. Massa molar oksigen adalah 0,0320 kg/mol.
a. Berapakah laju rata-rata (vavg) molekul-molekul gas
pada T = 300K?
b. Berapakah laju akar rata-rata kuadrat vrms pada
T=300K?
c. Berapakah laju paling mungkin vp pada T=300K?

Panas Jenis Molar


Panas jenis molar Cv dari sebuah gas pada volume konstan
(tetap) didefinisikan sebagai:
Cv =

Eint
Q
=
nT nT

Dimana:
o Q: energi yang dipindahkan sebagai panas ke atau dari sebuah
sampel gas dimaksud sebesar n mol
o T: perubahan temperatur gas
o Eint: perubahan energi internal gas

Untuk gas monoatomik ideal:


Cv = 32 R = 12,5 J / mol.K
Untuk gas diatomik ideal:
Cv = 5/2 R
Cp = 7/2 R

Cp = 5/2 R

Untuk gas poliatomik ideal:


Cv =3R Cp=4R

Panas jenis molar Cp gas pada tekanan konstan


didefinisikan sebagai:
Q

Cp =

nT

Cp dapat ditentukan pula melalui persamaan:


Cp=Cv + R
Untuk sebuah gas ideal sebanyak n mol:
Eint=nCvT
Jika sebanyak n mol suatu gas ideal yang terkurung
mengalami perubahan temperatur T karena sembarang
proses, perubahan pada energi internal gas tersebut
adalah:
Eint = nCvT

Contoh Soal
8. Sebuah gelembung udara berisi 5 mol helium dicelupkan
ke kedalaman tertentu air ketika ait dan helium mengalami
peningkatan temperatur T sebesar 20C pada tekanan
tetap. Sebagai hasilnya, gelembung berekspansi. Helium
adalah gas monoatomik dan ideal.
a. Berapakah energi yang ditambahkan ke helium sebagai
panas selama peningkatan dan ekspansi?
b. Berapakah perubahan Eint pada energi dalam helium
selama peningkatan temperatur?
c. Berapa banyak usaha W dilakukan oleh helium ketika
berekspansi melawan tekanan air di sekitarnya selama
peningkatan temperatur?

Derajat Kebebasan dan Cv


Cv dapat ditentukan dengan teorema ekuipartisi energi
(equipartition of energy theorem), yang menyatakan
bahwa setiap derajat kebebasan dari sebuah molekul
(yaitu setiap cara independen bagi si molekul untuk
menyimpan energi) dikaitkan dengan sejumlah energi
secara rata-rata ( kT permolekul = RT per mol).
Jika f adalah jumlah derajat kebebasan, maka:
Eint = (f/2)nRT
Cv = (f/2)R = 4,16 f J/mol.K
o Untuk gas-gas monoatomik f = 3 (3 derajat translasi)
o Untuk gas-gas diatomik f=5 (3 derajat translasi dan 2 derajat
rotasi)

Contoh Soal
9. Sebuah kabin bervolume V diisi dengan
udara (sebagai gas diatomik ideal) pada
suatu temperatur rendah awal T1. Setelah
kayu bakar pada tungku dinyalakan,
temperatur udara meningkat menjadi T2.
Berapakah hasil perubahan energi dalam
Eint udara dalam kabin?

Proses Adiabatik
Ketika sebuah gas ideal mengalami perubahan
secara lambat secara adiabatik (sebuah perubahan
dimana Q=0), tekanan dan volume gas itu memiliki
hubungan:

pV = sebuah konstanta
Dimana
o = Cp/Cv.
o : rasio panas jenis molar untuk gas tersebut.
o Untuk pemuaian bebas, pV = sebuah konstanta

Contoh Soal
10. 1 mol gas oksigen (diasumsikan sebagai gas ideal)
memuai secara isothermal (pada suhu 310 K) dari
volume awal sebesar 12 L ke volume akhir sebesar 19
L.
a. Berapakah temperatur akhir jika gas ini ternyata
memuai secara adiabatik ke volume akhir yang
sama? Oksigen (O2) adalah sebuah molekul
diatomik dan karenanya memiliki rotasi (perputaran)
namun tidak memiliki osilasi (getaran)
b. Berapakah temperatur akhir dan tekanan akhir jika
gas memuai bebas ke volume akhir, dari tekanan
awal sebesar 2 Pa?