Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Profil Perusahaan
Tabel 1.1 Profil Perusahaan
Name

PT. Indomobil Trada Nasional Nissan Halim

addres

Jl. Halim Perdana Kusuma No.1 , Jakarta Timur, DKI Jakarta

Phone

(021) 8017320

Facsimile

(021) 80870631

1.1.1 Sejarah Perusahaan


Nissan pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1969 dengan nama Datsun
melalui agen tunggal PT Indokarya yang didirikan oleh H. Abdul Wahab Affan
bersama dengan saudara saudaranya. Jenis kendaraan yang di produksi pada tahun itu
adalah pick up, multi purpose (jip) dan sedan dengan produksi rata rata 750 unit/bulan
yang di pasarkan di Jakarta, bandung, semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali,
Lampung, Bengkulu, Palembang, Padang, Balikpapan, Medan, Manado dan Ujung
Pandang.

Pada tahun 1974 PT Indokarya memproduksi Datsun Sena yang yang


kandungan lokalnya mencapai 75% guna memenuhi anjuran pemerintah untuk
menjalankan program lokalisasi bagi kendaraan roda 4, kemudian produksi rata rata
kendaraan ini mencapai 250 unit per bulan.

Pada tanggal 14 april 1981, keagenan tunggal Datsun dipegang oleh PT


Wahana Wirawan. Produksi awalnya adalah Multi Purpose Vehicle (Jeep Nissan
Patrol 2800cc 4WD) dan sedan Nissan Laurel, Suny dan Stanza (khusus untuk taksi).
Disamping menjual kendaraan Nissan kepada umum, PT Wahana Wirawan juga
memasarkan kendaraan taksi di seluruh Indonesia.

Di akhir tahun 1986, PT Nyaka Wirawan di jual kepada indomobil Group dan
tahun 1989 PT Nyaka Wirawan di bubarkan dan selanjutnya didirikan PT Indocitra
buana pada 23 November 1989. Pada tahun 1989 kendaraan yang di pasarkan adalah
jenis sedan seperti Nissan Sentra dan Cefiro. Nissan Suny di jual khusus untuk taksi
menggantikan Nissan Stanza. Dengan seiring perjalanan waktu terjdi perubahan model
yaitu Nissan sentra diganti dengan Nissan Genesis. Pada saat itu Nissan belum
memiliki Assembling Plant sendiri. Unit unit CKD masih di assembling di Volvo
ISMAC yang berlokasi di Ancol, akan tetapi mengingat kapasitas penjualanya
meningkat, yaitu rata rata 400 unit per bulan, indomobil bekerjasama dengan
Marubeni dan Nissan Motor Co. jepang memutuskan untuk mendirikan Assembly
Plant sendiri dengan nama ISMAC Nissan Manufacturing atau di singkat INM di
Cikampek Jawa Barat. Perusahaan ini bersama - sama dengan Nissan Motor Co.
jepang merencanakan mendirikan Manufacturing Enggine di pakai di dalam negri dan
di ekspor kembali ke Jepang. Mengingat kapasitas produksinya yang tinggi, maka
kendaraan Nissan, IMM juga memproduksi kendaraan merek lainya seperti Volvo,
SsangYong, VW dan lain lain.

Untuk pemasaran Nissan di Indonesia, PT Indocitra Buana mengangkat


beberapa penyalur dan bengkel Nissan di beberapa kota di seluruh Indonesia. Pada 26
Agustus 1997 dengan tujuan untuk mengembangkan bisnis retailer di Nissan Group,
didirikan PT Indomobil Trada Nasional atau di singkat dengan PT INTAN. Meskipun
secara hukum perusahaan tersebut telah di dirikan semenjak tahun 1997, namun
Karena kondisi krisis ekonomi yang melanda Indonesia secara umum, PT Indombil
Trada Nasional baru aktif beroprasi pada Januari 2000. Pada 1 November 1999, PT
Indobuana Autoraya resmi bergabung dengan Nissan Group. PT Indobuana Autoraya
melengkapi struktur perusahaan dalam group Nissan Ssangyong menjadi PT wahana
Wirawan sebagai Agen Tunggal dan Pemegang Merek Nissan, PT Indocitra Buana
sebagai solo Dostributor Merek Nissan, PT Indomobil Trada Nasional sebagai Seles
Operation (Retailer), PT Indobuana Autoraya sebagai pemegang tunggal dan
pemegang merek SSangYong. Namun kerjasama ini berahir setelah pihak Nissan
Jepang menjadi pemegang saham mayoritas dan pengelolaan bisnis SsangYong
dijalankan oleh Indomobil Volvo pada Oktober 2001.

Saat ini PT Indomobil Trada Nasional mengkhususkan diri pada usaha


perdagangan kendaraan bermotor baik New Cars maupun Used Cars, Accesoris Shop,
maupun bengkel perwakilan Nissan. Pada pertengahan tahun 2001 dengan telah
bergabungnya Nissan dengan Renault secara Internasional, maka di indonesiapun di
jalinlah kerjasama antara Indomobil Group dalam hal ini di wakili oleh PT Auto Euro
Indonesia dan Renault Perancis untuk memasarkan kendaraan Renault di Indonesia

dengan dukungan awal manajement, jaringan pemasaran dan layanan purna jual
Nissan. Saat ini, struktur perusahaan Nissan adalah sebagai berikut

1. PT Nissan Motor Indonesia sebagai Agen Tunggal dan Pemegang Merk Nissan
2. PT Nissan Motor Distributor Indonesia sebagai Sole Distributor Merek Nissan
3. PT Wahana Wirawan sebagai Seles Operation (Join Penyalur)
4. PT Indomobil Trada Nasional sebagai Sales Operation (Retailer)
5. PT Auto Euro Indonesia sebagai Agen Tunggal dan Pemegang Merek Renault

Untuk kedepanya, Nissan semakin optimis dapat memperluas pangsa pasarnya


di Indonesia dengan dukungan penuh dari Nissan Jepang selaku pemegang saham
terbesar, Produk- produk Nissan unggulan, jaringan pemasaran semakin luas dan
dukungan dari para pencinta kendaraan Nissan sendiri yang selama ini merasa puas
atas pelayanan purna jual Nissan. 1

1.1.2 Visi dan Misi

Visi :

Memperkaya kehidupan setiap individu.

Misi :

Nissan menyediakan produk dan jasa otomotif secara unik dan inovatif
yang menghasilkan nilai keberhasilan yang tinggi bagi semua pengguna
kendaraan dengan aliansinya bersama Renaults.2

1
2

http://www.nissan.co.id, di akses pada jumat, 21 Maret 2014 jam 10.00


Ibid, di akses pada jumat, 21 Maret 2014 jam 10.00

1.1.3 Katagori Deler Nissan


a) IS (sales)
Cabang Nissan dengan pelayanan penjualan unit
b) 2S (Service & Spareparts)
Cabang Nissan dengan pelayanan service kandaraan dan penjualan Spareparts
c) 3S (sales, Service & Spareparts )
Cabang Nissan dengan pelayanan penjualan unit, service kandaraan dan
penjualan Spareparts
d) 3S + BR (Sales, Service & Sparepart + Body Repair)
Cabang Nissan dengan pelayanan penjualan unit, service kendaraan penjualan
sparepart dan body repair

1.1.4 Bagian-bagian dalam dealer Nissan


Dalam setiap dealer Nissan khususnya kategori 3S akan selalu ada pembagian
area kerja sebagai berikut :
a) Bagian Penjualan, berfungsi melayani penjualan mobil Nisssan.
b) Bagian Workshop, berfungsi melayani perbaikan dan perawatan kendaraan
yang dibeli di dealer tersebut maupun dealer lainnya.
c) Bagian Sparepart, berfungsi untuk melayani kebutuhan part untuk perbaikan
dan perawatan di workshop atau melayani pembelian langsung dari customer.

1.1.5 Bidang Usaha di PT. Indomobil Trada Nasional Nissan Halim


PT Indomobil Trada Nasional Nissan Halim memiliki beberpa bidang usaha
utama yaitu sebagai bidang puna jual ( sales, service, dan spareparts ). Sales di sini
dimaksudkan sebagai tempat penjualan resmi mobil dengan merek Nissan, kemudian
service di tempat ini adalah sebagai tempat perawatan resmi kendaraan dengan merek
Nissan baik perawatan preventif maupun perawatan korektif, yang terahir spareparts
ini adalah tempat penjualan suku cadang resmi dengan merek Nissan. Berdasarkan
penjelasan tersebut maka PT Indomobil Trada Nasional Nissan Halim merupakan
katagori bengkel 3S.

1.1.6 Struktur Organisasi di PT. Indomobil Trada Nasional Nissan Halim


PT. Indomobil Trada Nasional Nissan Halim

Nissan breanch head

Finance

HRD

Seles head

Workshop head

accounting head
satpam

oficeboy

Seles eksekutif

Service advisor

Kasir

Accounting officer

foreman

WS tools &

Workshop

equip keeper

administrasi

mekanik

Gambar 1.1 Struktur Organisasi

Parts adm

Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai struktur organisasi di PT Indimobil


Trada Nasional Nissan Halim. Berupa tugas secara umum di lakukan oleh tiap bagian
antara lain sebagai berikut :
1) Kepala Bengkel
a) Memimpin bengkel Nissan, mengkoordinir, mengarahkan dan mengawasi
pelaksanaan bengkel, administrsi spare part, pelanggan, peralatan, dan yang
terahir mengkoordinir manusianya itu sendiri dalam rangka mencapai tujuan
yang di tetapkan.
b) Memastikan pelaksnaan seluruh kegiatan bengkel sesuai dengan tujuan
perusahaan, kebijaksanaan yang ada di bengkel, dan yang paling penting sesuai
dengan prosedur yang di terapkan di bengkel tersebut
c) Di bawah pengewasan kepala cabang, service manager, bersama administrsi
bengkel dan service supervisor merumuskan rencana program kerja tahunan
bengkel
2) CCR
a) Memberikan order kerjaan kepada mekanik
b) Memprioritaskan permohonan kerja bengkel
c) Mendata dan memonitor permohonan kerja yang telah di bagi kepada mekanik
3) Service advisor
a) Menanyakan dan mendengarkan keluhan setiap customer serta mendiagnosa
kerusakan yang dikeluhkan berdasarkan pemeriksaan kendaraan, riwayat

kendaraan, test drive, dan pemeriksaan bagian lain dari kendaraan yang sesuai
dengan data yang ada.
b) Membuat perintah kerja bengkel (PKB) dengan lengkap dan benar sesuai
dengan dokumen setandar.
c) Memberitahu kepada costumer dengan di sertai penjelasan teknis, apabila ada
informasi penting seperti perubahan waktu pengerjaan dan penambahan biaya
spare part.
4) Kepala Regu
a) Membagi tugas kepada mekanik dan memberikan penjelasan sesuai dengan
order pekerjaan yang tercantum dalam peintah kerja bengkel (PKB).
b) Memberi informasi kepada SA apabila terjadi kesalahan diagnosa kerusakan,
penggantin spare part dan perubahan waktu pengerjaan termasuk loading
bengkel.
c) Melakukan pemeriksaan tahap akhir dalam hasil kerja termasuk seluruh item
yang tercantum dalam PKB. Keberhasilan atas kendaraan pelanggan yang telah
selesai di lakukan perbaikan dan melakukan uji kendaraan.
5) Administrasi bengkel
a) Membuat program administrasi bengkel.
b) Mendistribusikan laporan bengkel.
c) Menerima pelayanan tagihan.
6) Part bengkel
a) Mengkoordinir segala bentuk penjualan menurut tipe tipenya.

10

b) Membuat laporan inventory.


c) Membuat komposisi stok menurut tipe tipenya.
7) Petugas gudang atau alat
a) Bertanggung jawab atas kelengkapan alat yang tersedia.
b) Bertanggung jawab atas jumlah bahan yang tersedia sesuai dengan data yang
ada.
c) Bertaggung jawab atas kerapihan tempat kerja.
8) Kasir
a) Menerima pembayaran dari pelanggan.
b) Melaksanakan pembayaran pada supplayer.
c) Input bukti penerimaan melalui computer.
9) Part supply
a) Koordinasi dengan part pusat untuk mengetahui spare part apa saja yang akan
habis.
b) Mengkonfirmasikan data pesanan SA.
c) Memeriksa spare part yang telah di terima beserta administrasi.
10) Mekanik
a) Melakukan pekerjaan perbaikan dan perawatan kendaraan pelanggan sesuai
dengan petunjuk kerja yang tercantum dalam instruksi PKB maupun instruksi
Kepala Regu.
b) Menjaga, memelihara peralatan bengkel kemudian menjga kebersihan dan
keamanan tempat kerja.

11

1.1.7 Workshop (Operational Flow)


A. Tahap Appointment.
Customer appointment / Non Appointment
B. Tahap Receiving.
Customer diterima SA dan dibuatkan RO sesuai pekerjaan yang diminta
customer.
C. Tahap Service Repair.
Foreman menerima pekerjaan dari SA dan didistribusikan ke teknisi. Teknisi
mengerjakan sesuai permintaan dalam RO.
D. Tahap Job Progress Control.
Foreman memonitor pekerjaan yang dilakukan teknisi
E. Tahap Customer Aproval.
Meminta approval terkait dengan pergantian sparepart dan lain-lain kepada
customer. Pekerjaan selesai dikerjakan teknisi, diserahkan ke Foreman.
Foreman melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan dan kualitas
pekerjaan (Final Inspection). Kendaraan diserahkan ke SA, lalu SA
menyerahkan kendaraan ke customer.
F. Tahap Follow up.
Follow up customer setelah 2-3 kali melakukan service.

12

Gambar 1.2 Workshop Operasional


(Sumber : PDTN Manual 2012)
1.2 Lingkup Pekerjaan PKL
Di PT. Indomobil Nissan Halim ini ruang lingkup yang di kerjakan oleh peserta
PKL adalah PMS ( Periodic Maintenance Service ) atau sering disebut perawatan
berkala pada mobil dengan merek Nissan selain itu peserta PKL juga mengamati
permasalahan kerusakan yang sering terjadi seperti pada sistem pengereman, sistem
pemindah daya, sistem pendinginan dan lain sebagainya. Adapun tujuan dalam praktik
kerja lapangan ini adalah :
1. Mengetahui proses perawatan dan perbaikan berkala untuk menjaga performa
mesin agar tetap prima.
2. Mengetahui perawatan system pengereman baik dalam perawatan preventif
maupun korektif khususnya pada mobil Nissan Grand Livina.

13

3. Memahami perkembangan teknologi yang berhubungan dengan dunia kerja


yang sesungguhnya.
4. Mengenali tipe-tipe organisasi, manajemen dan operasi perusahaan atau
industri serta proses kerjanya, dalam hal ini yang di maksud adalah tentang
operational workshop.
5. Memantapkan kedisiplinan.
1.3 Jadwal Pelaksanaan PKL
Lama penulis melakukan PKL di PT. Indomobil Nissan Halim adalah satu
bulan terhitung dari 19 agustus s.d. 14 September 2013. PT Indomobil Trada Nasional
Nissan Halim buka selama 7 hari dalam satu minggu namun para karyawan bekerja 6
hari dalam satu minggu dengan sistem libur secara bergiliran. Sedangkan kegiatan
peserta PKL di PT. Indomobil Trada Nasional Nissan Halim adalah 6 hari / minggu
yaitu senin, selasa, rabu, kamis, jum`at dan Sabtu. Adapun waktu kerja yang
ditentukan di PT. Indomobil Trada Nasional Nissan Halim adalah sebagai berikut:
Tabel 1.2 Waktu Kerja di PT. Indomobil Trada Nasional Nissan Halim
No
1

Hari
Senin kamis

Jam Kerja
08.00 16.00

Jam Istirahat
12.00 13.00

Jumat

08.00 16.00

11.30 13.00

Sabtu

08.00 14.30

12.00 13.00

Minggu

08.00 14.30

12.00 13.00

14

Adapun beberapa tata tertib yang ada di PT. Indomobil Trada Nasional Nissan
Halim selama PKL adalah sebagai berikut:
1. Para karyawan di tidak boleh telat, termasuk peserta PKL wajib hadir pukul
08.00 WIB.
2. Wajib mengisi daftar hadir termasuk peserta PKL.
3. Wajib menggunakan seragam Nissan termasuk peserta PKL.
4. Wajib memakai sepatu safety.
5. Istirahat sesuai dengan jadwal yang di tetapkan
6. Baru boleh meninggalkan tempat kerja setelah jam kerja berahir yaitu pukul
16.00 WIB.