Anda di halaman 1dari 4

kaporisasi dan abatesasi

Diposkan oleh muslimin keslink di 21.39 Kamis, 25 Oktober 2012

Desinfeksi Air Sumur (cara melakukan kaporisasi )


Mengingat kecenderungan pencemaran baik fisik, kimia, maupun bakteriologis pada sarana air
bersih jenis sumur, saat ini semakin meningkat. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka kegiatan
desinfeksi pada sumur dapat dipertimbnagkan sebagai salah satu alternatif pemecahannya. Bahan yang
dipergunakan sebagai disinfektan biasanya mempergunakan kaporit dengan dosis 1 gram/100 liter air.
Berikut prosedur pemberian kaporit (proses disinfeksi) pada sumur.
Sumur gali
1. Buat larutan kaporit sebanyak 20 liter (dosis pemberian 0,5 sendok makan kaporit untuk 20 liter
air).
2. Desinfekstan dinding sumur, lantai sumur dan timba dengan cara menyikatnya mempergunakan
sikat yang sudah dicelupkan ke dalam larutan kaporit.
3. Ukur banyaknya air sumur. Untuk setiap 1 meter kubik ditambahkan 20 liter larutan kaporit.
Menentukan/mengukur volume air yang terdapat di dalam sumur dengan cara (Chandra, 2007):
Mengukur dalamnya permukaan air (h) meter.
Mengukur penampang sumur (d) meter
Substitusi h dan d dalam rumus :
Volume (liter) = 3,14 x d2 x h
Sumur pompa
1. Buat larutan kaporit sebanyak 20 liter ( dengan mmenambahkan 2 sendok makan kaporit pada
20 liter air).
2. Pompa dilepas dari pipa dan tuangkan 20 liter larutan kaporit tersebut. Biarkan selama 24 jam.
3. Pasang kembali pompa pada pipa, selanjutnya air dipompa (dibuang) sampai bau kaporit tidak
ada lagi.
Kegiatan pemberian kaporit tersebut seringkali juga harus kita lakukan pada saat terjadi KLB
atau Wabah, atau pada saat terjadi banjir. Pada saat banjir, akan terjadi perembesan air banjir kedalam
sumur penduduk. Demikian pula pada saat terjadi wabah penyakit pencernaan yang menular terutama
kolera, maka semua persediaan air rumah tangga perlu didesinfektan, dengan cara sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.

Potong seruas bambu dengan ukuran panjang 50 cm, dengan diameter 5 cm


Buat duaubang pada dasar bambu menyebelah 2 kali dengan ukuran 20 mm.
Buat lubang pada ujung atas bambu dengan diameter 1,5 meter.
Masukkan sedikit ijuk sampai dasar bambu untuk menutupi lubang-lubang agar pasir tidak
keluar.
5. Masukkan segelas pasir halus.

6. Masukkan 2 gelas campuran pasir halus dan 100 gram kaporit.


7. Masukkan lagi pasir halus 1 gelas atau sampai tabung bambu penuh.
8. Gantungkan batu bata pada ujung bawah bambu dan biarkan tenggelam 1 m di bawah
permukaan air sumur
Latar Belakang
Penyakit demam berdarah dengue atau yang disingkat sebagai DBD adalah suatu penyakit yang
disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti betina lewat air liur gigitan saat
menghisap darah manusia. Selama nyamuk aides aigypti tidak terkontaminasi virus dengue maka gigitan
nyamuk dbd tersebut tidak berbahaya. Jika nyamuk tersebut menghisap darah penderita dbd maka
nyamuk menjadi berbahaya karena bisa menularkan virus dengue yang mematikan. Untuk itu perlu
pengendalian nyamuk jenis aedes aegypti agar virus dengue tidak menular dari orang yang satu ke orang
yang lain.
Serangan penyakit DBD (demam berdarah dengue bisa muncul kapan saja sepanjang tahun dan
bisa menyerang siapa saja mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, orang yang sehat kuat hingga yang
sedang sakit, orang yang tinggal di perumahan mewah sampai yang gelandangan semua bisa kena
penyakit Demam Berdarah Dengue yang berbahaya dan mematikan. Penyakit DBD berkaitan dengan
kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat. Masyarakat yang kurang peduli kebersihan lingkungan dan
ancaman penyakit berbahaya merupakan lokasi yang sangat baik sebagai endemik dbd. Deperlukan
kesadaran dan peran aktif semua lapisan masyarakat untuk mengenyahkan demam berdarah dengue
dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
Abate adalah suatu bahan yang berfungsi sebagai pembasmi jentik nyamuk, abate hanya di
gunakan untuk membasmi jentik bukan untuk nyamuk dewasa, cara penggunaan abate yaitu dengan
cara di masukan ke dalam plastik atau di bungkus kain sesuai dengan takaran yang di tentukan
kemudian di lubangi, jika itu menggunakan plastik namun jika menggunakan kain tidak perlu unutk di
lubangi. Kemudian di masukan ke dalam tempat penampungan air. Bahan ini jika di masukan ke dalam
air tidak mempengaruhi kualitas dari air itu sendiri, baik warna, rasa, maupun bau. Shingga aman untuk
di gunakan.
Tujuan Praktikum
Mengetahui proses Abatesasi
Mengetahui ukuran abatesasi dala permililiter air
Mengetahui manfaat Abatesasi
Manfaat Praktikum
Manfaat yang diperoleh dari pada praktikum adalah :
Mengetahui prosedur kerja yang telah di tentukan
Menjadikan mahasiswa yang mandiri, dan mempunyai keterampilan
Menjadikan mahasiswa terampil didalam mengoprasikan sebuah alat raboratorium

Konsep Teori
Abatisasi adalah suatu cara menaburkan abate ke dalam bak penampungan air dengan tujuan
membunuh/ membasmi jentik nyamuk yang berada dalam bak tersebut sehingga tidak terjadi
perkembangbiakan nyamuk menjadi dewasa. Didalam melakukan proses Abatesasi diperlukan suatu
prosedur dan tata cara untuk menggunakanya agar proses aplikasi Abatesasi dilingkungan sesuai dengan
apa yang kita harapkan untuk mengetahui prosedur dalam ukuran yang digunakan dapat dirinci sebagai
berikut
Takaran abate :

1 gr abate untuk 10 ML air


10 gr abate untuk 100 ML air
1 gr abate = 1 sendok makan (rata permukaan atas sendok makan )
1 bak air di perkirakan berisi 200 ml, jadi 1 drum air perlu 20 gram atau 2 sendok makan abate

Waktu Dan Lokasi Praktikum


Adapun waktu dan lokasi praktikum adalah:
waktu : pukul 10.00 01 .00 wit
Lokasi : -----------------------------------Alat Dan Bahan
1. Alat :
Plastik/ kain pembungkus abate
timbangan ( untuk menimbang berat abate yang akan digunakan
pinset
sendok plastik
2. Bahan :
Bubuk abate
Prosedur Kerja
1. Siapkan alat dan bahan
2. Bubuk abate di timbang, kemudia di masukan ke plastik dan di buat pori-pori. Namun jika
menggunakan kain maka tidak perlu membuat pori-pori untuk tmasuk keluarnya air,
Cara pemakaian
1. 1 gram untuk 10 Ml air
2. Timbang abate, lalu di masukan ke dalam plastik dan di tutup rapat

3. Kemudian di masukan ke dalam bak selama 2 atau 3 bulan.


Sebelum menaburkan abate ke dalam bak penampung air atau drum,pertama taburkan zat
abate merata ke seluruh dinding bak tersebut misalkan kita punya 1 bak air yang berisi penuh maka
taburkan 2 sendok makan abate ke dalam bak, lalu aduk air hingga rata selanjutnya masukan larutan
dalam ke dalam bak lalu aduk ulangi langkah yang sama 2 atau 3 bulan sekali
Hasil Praktikum
mencegah dan membunuh jentik nyamuk dengan menggunakan abate sangat efektif dan baik,
cara menggunakan Abate adalah dengan perbandingan 1 : 10 ML air, ( 1 gram abate untuk 10 ML air )
cara menggunakan abate sangat mudah dengan memasukan Abate yang telah diukur dan dibungkus
menggunakan kain dan di masukan kedalam air, atau bak mandi dan abate mampu bertahan 2-3 bulan
dengan proses tersebut sehingga lingkungan dapat terhindar dari vektor penyebab penyakit (nyamuk).
Kesimpulan
Dengan adanya bubuk abate ini maka kita dapat menanggulangi timbulnya nyamuk yang berada
di lingkungan kita, sehingga tidak menjadi sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan
masyarakat. Selain berfungsi untuk membunuh/membasmi jentik nyamuk bubuk abate aman jika di
gunakan pada air yang sering kita gunakan sehari-hari, karena bubuk ini tidak mengubah warna, rasa
maupun bau/aroma dari air itu sendiri.

Beri Nilai