Anda di halaman 1dari 5

RESPIRASI

Dasar Teori

Respirasi adalah proses oksidasi bahan makanan atau bahan organik yang terjadi di dalam sel yang dapat
dilakukan secara aerob maupun anaerob. Dalam kondisi aerib, respirasi ini memerlukan oksigen bebas dan
melepaskan karbondioksida serta energy. Apabila yang dioksidasi adalah gula, maka reaksi yang terjadi adalah
: C6H12O6 + 6H2O => 6CO2 + 6H2O + energi ,dimana jumlag CO2 yang dihasilkan dan jumlah O2 yang
digunakan dalam respirasi aerob tidak selalu sama. Hal ini bergantung pada jenis bahan yang digunakan.
Perbandingan antara jumlah CO2 yang dilepaskan dan jumlah O2 yang dibutuhkan disebut Respiratory Quotient
(RQ) (Tim Pengajar. 2012).
Respirasi dalam biologi adalah proses mobilisasi energi yang dilakukan jasad hidup melalui pemecahan
senyawa berenergi tinggi (SET) untuk digunakan dalam menjalankan fungsi hidup. Dalam pengertian kegiatan
kehidupan sehari-hari, respirasi dapat disamakan dengan pernapasan. Namun demikian, istilah respirasi
mencakup proses-proses yang juga tidak tercakup pada istilah pernapasan. Respirasi terjadi pada semua
tingkatan organisme hidup, mulai dari individu hingga satuan terkecil, sel. Apabila pernapasan biasanya
diasosiasikan dengan penggunaan oksigen sebagai senyawa pemecah, respirasi tidak melulu melibatkan
oksigen. Pada dasarnya, respirasi adalah proses oksidasi yang dialami SET sebagai unit penyimpan energi
kimia pada organisme hidup.

Analisis Data

Pada percobaan mencari volume pernafasan, didapatkan rata-rata volume udara ekspirasi kuat sebesar
1643 ml, serta volume cadangan ekspirasi sebesar 1080ml, sehingga didapatkan volume tidal sebesar 563ml.
volume tidal didapatkan dari selisih volume udara ekspirasi kuat dan volume udara cadangan ekspirasi. Dalam
percobaan ini juga diperoleh rata-rata kapasitas vital sebesar 2099ml, sehingga didapatkan volume cadangan
inspirasi yang diperoleh dari selisih kapasitas vital dan ekspirasi kuat yaitu sebesar 456ml.
Percobaan yang kedua adalah irama pernafasan, dapat dibuat grafik sebagai berikut.

80
70
60
50

Tanpa ditahan
(permenit)

40

ditahan

30

dihembuskan

20
10
0
Duduk Santai

Duduk Santai dan


bernafas cepat

Duduk santai dan


bernafas normal

mulut dan hidung


tertutup kantong
plastik

lari 60 langkah

Pada percobaan ini, dapat diketahui bahwa saat melakukan aktivitas, frekuensi pernafasan menjadi semakin
banyak dibandingkan pada saat tidak beraktivitas.

Dalam mengukur kandungan Co2 dalam uadara ekspirasi di dapatkan data, pada saat ekspirasi normal
waktu yang diperlukan untuk menghilangkan warna larutan aquades, NaOH, dan PP adalah 13 menit 20 detik.
Dan saat dilakukan titrasi volume NaOH yang diperlukan adalah 0,4 ml, sehinggga dapat diketahui bahwa
kandungan CO2 sebesar 2x10-5 mol. Sedangkan saat dilakukan ekspirasi cepat waktu yang diperlukan untuk
menghilangkan warna larutan tersebut adalah 8 menit 45 detik. Dan saat dilakukan titrasi volume NaOH yang
diperlukan sebanyak 0,5 ml, sehingga dapat diketahui bahwa kandungan CO2 sebesar 2,5x10-5.

Pembahasan
Pernapasan (respirasi) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung O2 (oksigen) ke
dalam tubuh serta menghembuskan udara yang banyak mengandung CO2 (karbondioksida) sebagai sisa dari
oksidasi keluar tubuh. Menghirup oksigen disebut inspirasi dan menghembuskan CO2 disebut ekspirasi
Sistem pernapasan terdiri atas paru-paru dan sistem saluran yang menghubungkan jaringan paru dengan
lingkungan luar paru yang berfungsi untuk menyediakan oksigen untuk darah dan membuang karbondioksida.
Setelah melakukan percobaan, data yang diperoleh dapat dibahas sebagai berkut ;

A. Volume Pernafasan
Pada pernapasan biasa orang dewasa, udara yang masuk dan keluar adalah 0,5 liter. Uadara sebanyak
itu disebut udara pernapasan atau udara tidal (UT). Setelah kita menarik napas biasa, kita masih bisa menarik
napas sealam-dalamnya. Uadara yang dapat masuk ke dalam paru-paru disebut udara komplementer (UK).
Kemudian setelah mengeluarkan napas biasa, dan kita menghembuskan napas sekuat-kuatnya. Uadara yang
2

masih dapat kita keluarkan disebut udara suplementer atau udara cadangan (UC). Udara yang tidak bisa keluar
dari paru-paru setelah menghembuskan napas sekuat-kuatnya disebut udara residu (UR). Jika kita menarik
napas sekuat-kuatnya, volume yang masuk dan keluar kurang lebih 4,8 liter. Volume udara tersebut
disebut kapasitas vital paru-paru (KV). Volume udara yang tersedia dalam paru-paru sebanyak lebih kurang 5,6
liter disebut sebagai kapasitas total paru-paru (KT).
Pada percobaan ini didapatkan rata-rata volume udara ekspirasi kuat sebesar 1643 ml, serta volume
cadangan ekspirasi sebesar 1080ml, sehingga didapatkan volume tidal sebesar 563ml. volume tidal didapatkan
dari selisih volume udara ekspirasi kuat dan volume udara cadangan ekspirasi. Dalam percobaan ini juga
diperoleh rata-rata kapasitas vital sebesar 2099ml, sehingga didapatkan volume cadangan inspirasi yang
diperoleh dari selisih kapasitas vital dan ekspirasi kuat yaitu sebesar 456ml. data-data diatas termasuk data yang
valid, karena hasil pengukuran volume pernafasannya tidak jauh berbeda dengan dasar teori yang ada.

B. Irama Pernapasan
Pada umumnya orang dewasa setiap menitnya melakuakan pernapasan antara 15-18 kali. Cepat atau lambatnya
manusia bernapas dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari dalam tubuh atau dari luar tubuh, yaitu sebagai
berikut.
1)

Umur

2)

Jenis kelamin

3)

Suhu tubuh

4)

Posisi tubuh

5)

Kegiatan atau aktivitas tubuh

Namun pada percobaan ini, factor utama yang memengaruhi irama pernafasan adalah kegiatan atau aktivitas
tubuh. Dari data yang telah diperoleh menunjukkan bahwa frekuensi pernafasan yang paling besar adalah saat
duduk santai dan bernafas cepat, sebesar 71 kali/menit. Dan yang paling rendah adalah saat duduk santai
(bernafas normal) yaitu sebesar 16 kali/menit. Akan tetapi Pada percobaan ini ditemukan beberapa
ketidakvalitan data, Yaitu pada saat melakukan lari 60 langkah. Seharusnya frekuensi pernafasan setelah lari 60
langkah, kurang lebih sama dengan saat duduk santai dan bernafa cepat. Hal ini dikarenakan saat lari 60
langkah subyek tidak lari secara maksimal sehingga tidak terlalu banyak energy yang dikeluarkan. selain itu
saat perhitungan subyek tidak langsung menghitung frekuensi, melainkan masih ada jeda, sehingga perhitungan
menjadi kurang valid.

C. Kandungan CO2 dalam Udara Ekspirasi


Dalam mengukur kandungan Co2 dalam uadara ekspirasi di dapatkan data, pada saat ekspirasi normal
waktu yang diperlukan untuk menghilangkan warna larutan aquades, NaOH, dan PP adalah 13 menit 20 detik.
Dan saat dilakukan titrasi volume NaOH yang diperlukan adalah 0,4 ml, sehinggga dapat diketahui bahwa
kandungan CO2 sebesar 2x10-5 mol. Sedangkan saat dilakukan ekspirasi cepat waktu yang diperlukan untuk
3

menghilangkan warna larutan tersebut adalah 8 menit 45 detik. Dan saat dilakukan titrasi volume NaOH yang
diperlukan sebanyak 0,5 ml, sehingga dapat diketahui bahwa kandungan CO2 sebesar 2,5x10-5. Namun, pada
percobaan ini ditemukan kesalahan, yaitu pada saat titrasi. Seharusnya, Volume NaOH pada Ekspirasi normal
lebih besar dibandingkan dengan Volume NaOH pada ekspirasi cepat, karena saat ekspirasi cepat, CO2 yang
dikeluarkan lebih sedikit. Hal ini dapat disebabkan karena ketidaktelitian praktikan saat mentitrasi.

Kesimpulan

1. Volume pernapasan setiap orang berbeda,

1)

Umur

hal ini dikerenakan beberapa factor, yaitu ;

2)

Jenis kelamin

Kesehatan

3)

Suhu tubuh

Aktivitas yang dilakukan

4)

Posisi tubuh

Usia

5)

Kegiatan atau aktivitas tubuh

2. Cepat atau lambatnya manusia bernapas


dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari

3. Dibutuhkan ketelitian yang tinggi saat


melakukan titrasi.

dalam tubuh atau dari luar tubuh, yaitu


sebagai berikut.

Daftar Pustaka
______. 2012. Laporan Praktikum Mekanisme
Pernafasan,

(Online),

sistem-respirasi/), diakses 19 November

(http://obral-

2013.

ilmu.blogspot.com/2012/05/laporanpraktikum-mekanisme-pernapasan.html),
diakses 19 November 2013

Permadi,

Edy.

2012.

Pernapasan

Laporan
Biologi,

Praktikum
(Online),

(http://edypermadiworld.blogspot.com/20
Alfasia, Alen. 2011. Laporan Praktikum Sistem
Respirasi,

(Online),

(http://alenalfasia.blogspot.com/2011/09/l

12/04/laporan-praktikum-pernapasanbiologi.html),

diakses

19

November

2013.

aporan-praktikum-sistem-respirasi.html),
diaskes 19 November 2013.

Septiawan. 2013. Laporan Biologi V XI, (online),


(http://septiawanfiles.blogspot.com/2013/

Dina, Nona. 2013. Laporan Praktikum Biologi


Sistem

Respirasi,

(Online),

(http://nonadinablog.wordpress.com/2013
/04/20/laporan-praktikum-biologi_-

04/laporan-biologi-v-xi_6347.html),
diakses 19 November 2013.
Tim Biologi Dasar I. 2013. Jantung, tekanan darah,
dan analisis darah. Malang:Universitas
Negeri Malang
4