Anda di halaman 1dari 5

Praktikum V

Peta Bawah Permukaan dan Perhitungan Cadangan


5.1 Tujuan
Tujuan dilaksanakannya praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui berbagai macam pemetaan bawah permukaan dan
2. Memahami cara perhitungan cadangan hidrokarbon.
5.2 Dasar Teori
5.2.1 Peta Bawah Permukaan
Peta bawah permukaan adalah peta yang menggambarkan bentuk maupun kondisi
geologi bawah permukaan dan menjadi dasar dalam suatu kegiatan eksplorasi hidrokarbon,
mulai dari awal hingga pengembangan lapangannya. Peta bawah permukaan memiliki sifat
kualitatif dan dinamis. Kualitatif artinya peta menggambarkan suatu garis yang
menghubungkan titik-titik yang nilainya sama, baik berupa ketebalan, kedalaman maupun
prosentase ketebalan. Dinamis artinya ketebalan peta tidak dapat dinilai atas kebenaran
metode, tetapi berdasarkan data yang ada dan sewaktu-waktu dapat berubah seiring dengan
diperolehnya data-data baru.
Hal tersebut terjadi karena peta bawah permukaan merupakan hasil interpretasi
geologi atau geofisika yang tergantung pada keterbatasan data, teknik pelaksanaan, imajinasi
yang kreatif, kemampuan visual tiga dimensi dan pengalaman. Adapun data yang
dipakai antara lain data core, wireline log dan data seismik. Peta bawah permukaan dibuat
dengan tujuan untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaan mendekati kondisi
sebenarnya, termasuk juga lingkungan pengendapan, arah suplai sedimen, arah laut terbuka
serta untuk mengetahui daerah prospek hidrokarbon.
Pemetaan bawah permukaan merupakan pemetaan yang menggambarkan keadaan
geologi/ parameter-parameter yang ada di bawah permukaan, seperti ketebalan, dan
struktur bawah permukaan.

Hal tersebut berkaitan dengan berbagai macam bidang

permukaan atau interval antara dua bidang tersebut. Bidang permukaan tersebut
biasanya adalah bidang perlapisan atau lapisan, tapi terdapat pula bidangbidang lainnya
misal bidang patahan, atau bidang ketidakselarasan.
Suatu hal yang khas dari pemetaan bawah permukaan adalah sifat kuantitatif dari petapeta tersebut. Sifat-sifat kuantitatif tersebut dinyatakan dengan garis kesamaan atau
garis iso, atau secara popular disebut garis kontur (contourline, tranches untuk peta

topografi). Garis ini menghubungkan titik-titik yang mempunyai nilai yang sama
terutama nilai kuantitatif dari suatu gejala atau sifat tertentu yang terdapat pada suatu
bidang permukaan (perlapisan) atau dalam interval antar dua bidang permukaan/ perlapisan.
Nilai atau gejala tersebut dapat berupa :
1. kedalaman suatu lapisan terhadap permukaan laut (kontur struktur),
2. kedalaman suatu bidang ketidakselarasan, basement (isolith),
3. ketebalan suatu interval antara dua bidang, dan
4. ketebalan total lapisan-lapisan batuan tertentu dalam suatu interval (isolith).
Seiring

dengan

majunya

metode-metode processing terutama metode processing

geofisika, log dan seismik, banyak

pula peta geologi bawah permukaan yang dibuat

berdasarkan data seismik dan data log.


Dalam aplikasinya, peta bawah permukaan dibagi menjadi beberapa macam, diantaranya
dalah sebagai berikut :
a. Peta Kontur Struktur
Peta kontur struktur atau peta struktur merupakan peta yang menggambarkan posisi
dan konfigurasi dari suatu lapisan terhadap datum tertentu. Datum yang dipakai
dalam pembuatan peta kontur struktur adalah muka air laut, dimana tiap-tiap sumur
digantung

pada

kedalaman

yang

sama.

Dengan

demikian,

peta

ini

akan

memperlihatkan penyebaran lapisan atau fasies batuan secara lateral dan atau vertikal
yang dikontrol oleh struktur sesar atau lipatan.
b. Peta Stratigrafi
Peta stratigrafi adalah peta yang memperlihatkan perlapisan batuan beserta
perubahannya secara lateral dan dinyatakan dalam nilai-nilai tertentu, misalnya
ketebalan, kedalaman atau perbandingan/ prosentase dari lapisan batuan. Peta
stratigrafi dibagi menjadi 2 (dua) macam yaitu :
1. Peta Isopach : adalah peta yang menggambarkan ketebalan-ketebalan dari suatu
lapisan atau seri/ kumpulan lapisan yang dinyatakan dengan garis -garis kontur.
Terdapat beberapa macam peta Isopach sebagai berikut :
a. Peta Isochore : menggambarkan tebal lapisan batuan yang ditembus oleh
lubang bor (ketebalan semu), dimana dip/ kemiringan lapisan > 100 atau
lubang bor non vertikal (directional well),
b. Net Sand Isopach Map : menggambarkan total ketebalan lapisan reservoir
yang porous dan permeabel dalam ketebalan stratigrafi sebenarnya, dan

c. Net Pay Isopach Map : menggambarkan ketebalan lapisan reservoir yang


mengandung fluida hidrokarbon (minyak dan gas).
2. Peta Fasies : yaitu yang menggambarkan perubahan secara lateral dari aspek
kimia dan biologi dari sedimen-sedimen yang diendapkan pada waktu bersamaan
a. Peta

Isofasies

: bersifat kuantitatif dan terutama diterapkan pada perubahan

perubahan fasies yang terjadi secara mendadak,


b. Peta Fasies Komponen Tunggal (Single Component Fasies Map) : biasanya
memperlihatkan lithologi yang mempunyai nilai ekonomis, seperti batupasir
atau batugamping.,
c. Peta Fasies Komponen Ganda (Double Component Fasies Map) : terdiri dari dua
komponen, meliputi sand-shale ratio map dan clastic ratio map, dan
d. Peta Fasies Komponen Banyak : terdiri dari minimal tiga komponen,
misalnya peta sand-shale ratio dan peta clastic ratio yang mencerminkan
komponen gamping, pasir dan serpih.
B. Perhitungan Cadangan
Metode perhitungan cadangan dalam dunia perminyakan adalah cara perhitungan
jumlah hidrokarbon dalam reservoir. Cadangan tersebut digolongkan dalam beberapa
hal berikut :
1. Cadangan minyak mula-mula di reservoir (STOIIP)
Cadangan minyak mula-mula di reservoir (STOIIP) merupakan jumlah cadangan
minyak pada reservoir secara keseluruhan sebelum diproduksikan
2. Cadangan minyak ekonomis (Recoverable Reserve)
Cadangan minyak ekonomis (Recoverable Reserve) merupakan cadangan minyak
ekonomis yang terdapat pada reservoir yang masih bisa diproduksikan, biasa
dinotasikan dengan RR.
Perbandingan antara cadangan minyak ekonomis dengan cadangan minyak
mula-mula disebut sebagai recovery factor (RF), secara sistematis adalah :

RF =
(1)
Salah satu cara perhitungan cadanyan minyak dalah menggunakan metode
volumetrik. Perhitungan menggunakan metode Volumetrik ini

didasarkan pada

persamaan volume. Data-data yang berkaitan dengan perhitungan cadangan ini

adalah porositas dan saturasi hidrokarbon. Persamaan yang digunakan dalam metode
volumetrik adalah :

(2)
atau

(3)

Keterangan :
STOIIP = Volume hidrokarbon mula-mula (a) STB atau (b) STM3
Vb = Volume reservoir, (a) acre-ft atau (b) m3

= Porositas batuan

Sh

= Hidrokarbon saturasi (1-Sw)

Boi

= Factor volume formasi minyak mula-mula (A) BBL/ STB

7758

= Konstanta konversi, BBL/ acre-ft

Sedangkan minyak yang dapat diambil adalah :


(4)
Keterangan :
STOIIP = Volume hidrokarbon mula-mula (a) STB atau (b) STM3
RR

= Cadangan hidrokarbon yang dapat diambil

RF

= Recovery factor

Dalam perhitungan volume reservoir dibutuhkan data berupa net pay area dan
alat planimeter, dimana alat planimeter akan mengukur luas masing-masing kontur
ketebalan yang ada pada peta tersebut. Kemudian dari bentuk kontur yang ada di
peta tersebut dapat digambarkan bentuk reservoir, ditentukan dengan dua cara,
yaitu cara pyramidal dan trapezoidal.
a. Cara pyramidal
Metode ini digunakan apabila harga perbandingan antara kontur yang
berurutan kurang atau sama dengan 0.5 atau An+1/An<0.5 (Slyvian, J, Pirson,
1985). Persamaan yang digunakan adalah :

(5)
b. Cara trapezoidal
Metode ini digunakan bila harga perbandingan antara luas kontur yang
berurutan lebih dari 0.5 atau An+1/An 0.5 (Slyvian, J, Pirson, 1985).
Persamaan yang digunakan adalah :
(6)
Keterangan :
Vb
H
An

= Volume bulk, (m3)


= interval kontur garis net pay area
= luas daerah yang dibatasi oleh garis net pay terendah (m2)

An+1

= luas daerah yang dibatasi oleh garis net pay diatasnya (m2)