Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Warna kulit manusia di tentukan oleh berbagai pigmen. Yang berperan pada
penentuan warna kulit adalah : karoten, melanin, oksihemoglobin dan hemoglobin
bentuk reduksi, yang paling berperan adalah pigmen melanin. Kelainan pigmen kulit
kulit adalah kelainan warna kulit akibat berkurang atau bertambahnya pembentukan
pigmen melanin pada kulit. Kelainan pigmen kulit di sebut juga melanosis. Melanosis
adalah kelainan pada proses pembentukan pigmen melanin kulit, dimana di bedakan
atas dua macam yaitu Hipermelanosis (melanoderma) yang terjadi jika produksi
pigmen melanin bertambah, dan Hipomelanosis (leukoderma), bila produksi pigmen
melanin berkurang.
Hipermelanosis dapat di sebabkan oleh sel melanosit bertambah ataupun
hanya karena pigmen melanin saja yang bertambah. Sebaliknya leukoderma
(hipomelanosis) dapat di sebabkan oleh pengurangan pigmen melanin maupun tidak
adanya sel melanosit. seorang ahli kulit yang bernama Fitzpatric membagi
hipermelanosis berdasarkan distribusi melanin dalam kulit, dimana di bedakan
menjadi dua, yaitu :

Hipermelanosis Coklat, bila pigmen melanin terletak pada Epidermis, dan

Hipermelanosis Abu-abu, jika pigmen melanin terletak di dalam Dermis.


Hipermelanosis yang banyak dijumpai dan sangat menonjol di masyarakat
adalah melasma karena kelainan ini cukup banyak terjadi pada kaum
perempuan sehingga dapat menyebabkan rasa kurang percaya diri, oleh
karena wajahnya terlihat kusam dan timbul semacam flek hitam.

MELASMA

Page 1

B. ANATOMI DAN FISIOLOGI KULIT


Kulit adalah suatu organ pembungkus seluruh permukaan luar tubuh,
merupakan organ terberat dan terbesar dari tubuh. Seluruh kulit beratnya
sekitar 16 % berat tubuh, pada orang dewasa sekitar 2,7 3,6 kg dan luasnya
sekitar 1,5 1,9 meter persegi. Tebalnya kulit bervariasi mulai 0,5 mm sampai
6 mm tergantung dari letak, umur dan jenis kelamin. Kulit tipis terletak pada
kelopak mata, penis, labium minus dan kulit bagian medial lengan atas.
Sedangkan kulit tebal terdapat pada telapak tangan, telapak kaki, punggung,
bahu dan bokong.
Secara embriologis kulit berasal dari dua lapis yang berbeda, lapisan
luar adalah epidermis yang merupakan lapisan epitel berasal dari ectoderm
sedangkan lapisan dalam yang berasal dari mesoderm adalah dermis atau
korium yang merupakan suatu lapisan jaringan ikat.
1. EPIDERMIS

Epidermis adalah lapisan luar kulit yang tipis dan avaskuler. Terdiri
dari epitel berlapis gepeng bertanduk, mengandung sel melanosit,
Langerhans dan merkel. Tebal epidermis berbeda-beda pada berbagai
tempat di tubuh, paling tebal pada telapak tangan dan kaki. Ketebalan
epidermis hanya sekitar 5 % dari seluruh ketebalan kulit. Terjadi
regenerasi setiap 4-6 minggu. Epidermis terdiri atas lima lapisan (dari
lapisan yang paling atas sampai yang terdalam) :
Stratum Korneum. Terdiri dari sel keratinosit yang bisa
mengelupas dan berganti
Stratum Lusidum Berupa garis translusen, biasanya terdapat
pada kulit tebal telapak kaki dan telapak tangan. Tidak
tampak pada kulit tipis.
Stratum GranulosumDitandai oleh 3-5 lapis sel polygonal
gepeng yang intinya ditengah dan sitoplasma terisi oleh
granula

basofilik

kasar

yang

dinamakan

granula

keratohialin yang mengandung protein kaya akan histidin.


Terdapat sel Langerhans.
MELASMA

Page 2

Stratum Spinosum. Terdapat berkas-berkas filament yang


dinamakan tonofibril, dianggap filamen-filamen tersebut
memegang peranan penting untuk mempertahankan kohesi
sel dan melindungi terhadap efek abrasi. Epidermis pada
tempat yang terus mengalami gesekan dan tekanan
mempunyai stratum spinosum dengan lebih banyak
tonofibril. Stratum basale dan stratum spinosum disebut
sebagai lapisan Malfigi. Terdapat sel Langerhans.
Stratum Basale (Stratum Germinativum). Terdapat aktifitas
mitosis yang hebat dan bertanggung jawab dalam
pembaharuan sel epidermis secara konstan. Epidermis
diperbaharui setiap 28 hari untuk migrasi ke permukaan, hal
ini tergantung letak, usia dan faktor lain. Merupakan satu
lapis sel yang mengandung melanosit.
Fungsi Epidermis : Proteksi barier, organisasi sel, sintesis
vitamin D dan sitokin, pembelahan dan sel, pigmentasi (melanosit)
dan pengenalan alergen (sel Langerhans).
2. DERMIS
Merupakan bagian yang paling penting di kulit yang sering dianggap
sebagai True Skin. Terdiri atas jaringan ikat yang menyokong
epidermis dan menghubungkannya dengan jaringan subkutis. Tebalnya
bervariasi, yang paling tebal pada telapak kaki sekitar 3 mm.
Dermis terdiri dari dua lapisan :
a. Lapisan papiler; tipis mengandung jaringan ikat jarang.
b. Lapisan retikuler; tebal terdiri dari jaringan ikat padat.
c. Serabut-serabut
berkurang

kolagen

dengan

menebal

dan

sintesa

bertambahnya

usia.

Serabut

kolagen
elastin

jumlahnya terus meningkat dan menebal, kandungan elastin


kulit manusia meningkat kira-kira 5 kali dari fetus sampai
dewasa. Pada usia lanjut kolagen saling bersilangan dalam
jumlah besar dan serabut elastin berkurang menyebabkan kulit
MELASMA

Page 3

terjadi kehilangan kelemasannya dan tampak mempunyai


banyak keriput. Dermis mempunyai banyak jaringan pembuluh
darah. Dermis juga mengandung beberapa derivat epidermis
yaitu folikel rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar keringat.
Kualitas kulit tergantung banyak tidaknya derivat epidermis di
dalam dermis.
Fungsi Dermis : struktur penunjang, mechanical
strength, suplai nutrisi, menahan shearing forces dan respon
inflamasi
3. SUBKUTIS
Merupakan lapisan di bawah dermis atau hipodermis yang
terdiri dari lapisan lemak. Lapisan ini terdapat jaringan ikat yang
menghubungkan kulit secara longgar dengan jaringan di bawahnya.
Jumlah dan ukurannya berbeda-beda menurut daerah di tubuh dan
keadaan nutrisi individu. Berfungsi menunjang suplai darah ke dermis
untuk regenerasi.
Fungsi Subkutis / hipodermis : melekat ke struktur dasar,
isolasi panas, cadangan kalori, kontrol bentuk tubuh dan mechanical
shock absorber.

VASKULARISASI KULIT
MELASMA

Page 4

Arteri yang memberi nutrisi pada kulit membentuk pleksus terletak


antara lapisan papiler dan retikuler dermis dan selain itu antara dermis dan
jaringan subkutis. Cabang kecil meninggalkan pleksus ini memperdarahi
papilla dermis, tiap papilla dermis punya satu arteri asenden dan satu cabang
vena. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah tapi mendapat nutrient
dari dermis melalui membran epidermis

FISIOLOGI KULIT
Kulit merupakan organ yang berfungsi sangat penting bagi tubuh
diantaranya adalah memungkinkan bertahan dalam berbagai kondisi
lingkungan, sebagai barier infeksi, mengontrol suhu tubuh (termoregulasi),
sensasi, eskresi dan metabolisme.
Fungsi proteksi kulit adalah melindungi dari kehilangan cairan dari
elektrolit, trauma mekanik, ultraviolet dan sebagai barier dari invasi
mikroorganisme patogen. Sensasi telah diketahui merupakan salah satu fungsi
kulit dalam merespon rangsang raba karena banyaknya akhiran saraf seperti
pada daerah bibir, puting dan ujung jari. Kulit berperan pada pengaturan suhu
dan

keseimbangan

cairan

elektrolit.

Termoregulasi

dikontrol

oleh

hipothalamus. Temperatur perifer mengalami proses keseimbangan melalui


keringat, insessible loss dari kulit, paru-paru dan mukosa bukal. Temperatur
kulit dikontrol dengan dilatasi atau kontriksi pembuluh darah kulit. Bila
temperatur meningkat terjadi vasodilatasi pembuluh darah, kemudian tubuh
akan mengurangi temperatur dengan melepas panas dari kulit dengan cara
mengirim sinyal kimia yang dapat meningkatkan aliran darah di kulit. Pada
temperatur yang menurun, pembuluh darah kulit akan vasokontriksi yang
kemudian akan mempertahankan panas.

MELASMA

Page 5

BAB II
PEMBAHASAN MELASMA
a) DEFENISI
Melasma atau lebih dikenal dengan flek-flek pada wajah adalah gangguan
pigmen yang sangat sering dijumpai, berupa perubahan warna menjadi kecoklatan
atau berwarna coklat kehitaman di kulit pada bagian tubuh yang terpapar sinar
matahari, yang biasanya terdapat di wajah ( di daerah pipi dan dahi, kadang-kadang
bibir atas), dengan distribusi menyerupai masker.
Melasma sering timbul selama kehamilan, akibat kontrasepsi suntik, akibat
pemakaian kosmetika dan sinar matahari. Melasma secara klinis seringkali ditemukan
simetris bilateral.
SINONIM atau NAMA LAIN
Dahulu melasma di sebut juga Kloasma.
b) EPIDEMOLOGI DAN INSIDEN
Melasma dapat mengenai semua ras terutama penduduk yang tinggal di daerah
tropis. Melasma terutama di jumpai pada wanita, meskipun pada pria dapat pula di
temukan (10%). Di Indonesia perbandingan kasus wanita dan pria adalah 24:1.
Terutama tampak pada wanita usia subur dengan riwayat langsung terkena pajanan
sinar matahari. Insiden terbanyak tampak pada usia 30-40 tahun. Melasma paling
sering mengenai wanita usia reproduktif dan jarang mengenai usia sebelum pubertas.
Terutama mengenai wanita, dengan faktor penyebab eksaserbasi antara lain
paparan sinar matahari, pengaruh hormonal seperti kehamilan dan penggunaan
kontrasepsi oral, predisposisi etnis (Hispanik, Asia, Afrika, Amerika),herediter
dan pemakai kosmetikn serta pemakai obat lainnya.
c) ETIOLOGI ATAU PENYEBAB
Etiologi melasma saat ini belum di ketahui secara pasti. Faktor penyebaB yang
dianggap berperan pada patogenitas melasma adalah :

Sinar ultra violet


o

Hal ini tergantung pada kuatnya sinar matahari (terutama jam 09.00
15.00 ) dan lamanya terkena sinar matahari. Spektrum sinar

MELASMA

Page 6

matahari ini akan merusak gugus sulfhidril di epidermis yang


merupakan penghambat enzim tirozinase dengan cara mengikat ion
Cu dari enzim tersebut. Sinar ultra violet menyebabkan enzim
tirosinase tidak di hambat lagi, sehingga akibatnya memacu proses
melanogenesis yaitu pembentukan melanin yang berlebihan oleh
sel melanosit, sehingga terbentuklah pigmen yang berlebihan.

Hormon
o

Hormon yang berperan terjadinya melasma adalah estrogen,


progesteron

dan

MHS (Melanin

stimulasi

hormone).

Pada

kehamilan, melasma biasanya meluas pada trismester ke 3. Pada


pemakaian pil kontrasepsi, melasma tampak dalam1 bulan sampai
2tahun, setelah dimulai pemakaian pil tersebut.

obat- obatan
o

Obat- obatan yang dapat menyebabkan melasma, misalnya


hidantoin(anti epilepsi), mesantoin, klorpormazin (anti muntah),
sitostatik, dan minoksiklin. obat-obatan ini di timbun di lapisan
dermis bagian atas dan secara kmulatif dapat merangsang
melanogenesis.

Genetik
o

Dilaporkan adanya kasus keluarga sekitar 20-70%.

Ras
o

Melasma banyak di jumpai pada golongan rass hispanik dan


golongan berwarna kulit gelap.

Kosmetik
o

Pemakaian kosmetik yang mengandung parfum, Zat pewarna atau


bahan-bahan tertentu dapat menyebabkan fotosensitivitas yang
dapat mengakibatkan terjadinya hiperpigmentasi pada wajah jika
terpajan sinar matahari.

MELASMA

Idiopatik

Page 7

d) KLASIFIKASI ATAU PEMBAGIAN


Terdapat beberapa jenis melasma, di tinjau dari gambaran klinis, pemeriksaan
histopatologik dan pemeriksaan sinar wood.

Melasma di bedakan berdasarkan gambaran klinis


o

Bentuk Sentro-fasial, meliputi daerah dahi, hidung, pipi bagian


medial, bawah hidung serta dagu (63%)

Bentuk Malar, meliputi hidung dan pipi bagian lateral (21%)

Bentuk Mandibular, meliputi daerah mandibula atau rahang bawah


(16%)

Melasma dibedakan berdasarkan pemeriksaan dengan sinar Wood


o

Tipe Epidermal, melasma tampak lebih jelas dengan sinar Wood


dibandingkan dengan sinar biasa.

Tipe Dermal, dengan sinar Wood tidak tampak warna kontras


dibandingkan dengan sinar biasa.

Tipe Campuran, tampak beberapa lokasi lebih jelas, sedangkan


lainya tidak jelas pada sinar wood.

Tipe Sukar dinilai karena warna kulit yang gelap, dengan sinar
wood lesi menjadi tidak jelas, sedangkan dengan sinar biasa jelas
terlihat. Perbedaan tipe-tipe ini, sangat berarti pada pemberian
terapi, tipe dermal lebih sulit di obati, dibanding tipe epidermal.

Melasma di bedakan berdasarkan pemeriksaan Histopatologik


o

Melasma tipe Epidermal, Umumnya berwarna coklat, melanin


terutama terdapat pada lapisan basal dan suprabasal, kadangkadang di seluruh stratum korneum dan sratu spinosum.

Melasma tipe Dermal, berwarna coklat kebiruan, terdapat


makrofag bermelanin di sekitar pembuluh darah di dermis bagian
atas dan bawah, pada dermis bagian atas terdapat fokus-fokus
infiltrat.

MELASMA

Page 8

e) PATOGENESIS ATAU PROSES TERJADINYA MELASMA


Masih banyak yang belum di ketahui menyangkut patogenesis penyakit ini, banyak
faktor yang menyangkut proses ini, antara lain :

Peningkatan produksi Melanosom karena hormon maupun karena sinar


Ultra violet. Kenaikan melanosom ini, juga dapat di sebabkan karena
bahan farmakologik seperti perak dan psoralen.

Penghambat dalam Malphigian cell turn-over, keadaan ini dapat terjadi


karena obat sitostastik.

f) GEJALA KLINIS MELASMA

Lesi melasma berupa makula (kelainan kulit berbatas tegas,hanya berupa


perubahan warna semata) berwarna coklat muda atau coklat tua berbatas
tegas dengan tepi tidak teratur, sering pada pipi dan hidung yang di sebut
pola malar.

Pola mandibular terdapat pada dagu, sedangkan

Pola sentrofasial di pelipis, dahi, alis dan bibir atas.

Warna keabu-abuan atau kebiru-biruan terutama pada tipe dermal.

GAMBARAN KLINIS DAPAT DILIHAT PADA FOTO DI BAWAH INI

MELASMA

Page 9

g) PEMERIKSAAN PENUNJANG UNTUK MENEGAKAN DIAGNOSA

Pemeriksaan histopatologik
o

Tipe Epidermal

Melanin terutama terdapat di lapisan basal dan supra basal,


kadang-kadang di seluruh stratum spinosum sampai stratum
korneum lapisan kulit; sel-sel padat mengandung melanin
adalah melanosit, sel-sel lapisan basal, dan supra basal, juga
terdapat pada keratosit dan sel-sel stratum korneum

Tipe Dermal

Terdapat makrofag bermelanin di sekitar pembuluh darah di


dalam Dermis bagian atas dan bawah; pada Dermis bagian atas
terdapat fokus-fokus infiltrat.

Pemeriksaan Mikroskop Elektron


o

Gambaran ultrastuktur melanosit dalam lapisan basal, memberi kesan


aktifitas melanosit meninggi.

Pemeriksaan Dengan Sinar Wood


o

Tipe Epidermal

Tipe dermal

Warna lesi tidak bertambah kontras

Tipe Campuran

Warna lesi tampak lebih kontras

Lesi ada yang bertambah kontras ada yang tidak

Tipe tidak Jelas

Dengan sinar Wood, lesi menjadi tidak jelas, sedangkan


dengan sinar biasa, jelas terihat.

h) DIAGNOSIS MELASMA

Diagnosis melasma di tegakan hanya dengan pemeriksaan klinis. Untuk


menentuka tipe melasma dilakuak pemeriksaan sinar wood, sedangkan
pemeriksaan histopatologik hanya di lakukan pada kasus- kasus tertentu
.

MELASMA

Page 10

i) PENATALAKSANAAN MELASMA
Pengobatan melasma memerlukan waktu yang cukup lama, kontrol yang
teratur serta kerjasama yang baik antara penderita dengan dokter yang menanganinya.
Kebanyakan penderita berobat karena alasan kosmetik, pengobatan dan perawatan
kulit harus di lakukan secara teratur dan sempurna, karena melasma bersifat kronis
residif (kambuhan). Pengobatan yang baik dan sempurna, adalah dengan mencari tahu
penyebabnya dan mengatasinya.

Pencegahan melasma
o

Pencegahan terhadap timbulnya atau bertambah beratnya serta


kambuhnya melasma adalah perlindungan terhadap sinar matahari.

penderita di haruskan menghindari sinar matahari, terutama


pada pukul 09.00-15.00

Sebaiknya jika keluar rumah,menggunakan payung atau


topi yang lebar

Melindungi kulit dengan memakai tabir surya yang tepat,


tanpa pemakaian tabir surya yang tepat maka pengobatan
sukar berhasil.

pemakaian tabir surya sebaiknya 30 menit sebelum


terkena sinar matahari

perhatkan bahwa ada dua jenis tabir surya, yaitu


yang bersifat fisik yang memantulkan sinar UV dan
yang bersifat kimia yang menyerap sinar UV.

Menghilangkan faktor yang merupakan penyebab melasma,


misalnya menghentikan pemakaian pil kontrasepsi, menghentikan
pemakaian kosmetik yang berwarna atau mengandung parfum,
mencegah obat misalnya hidantoin,sitostika,anti malaria dan
minokiklin.

Pengobatan melasma
o

Pengobatan Topical

Hidrokinon

Hidrokinon di pakai dengan konsentrasi 2-5%. Krim


tersebut di pakai pada malam hari, disertai
pemakaian tabir surya pada siang hari.

MELASMA

Page 11

Umumnya tampak perbaikan dalam 6-8minggu dan


di lanjutkan sampai 6 bulan.

Efek samping adalah Dermatitis kontak alergi atau


Iritan

Setelah penghentian Hidrokuin, sering terjadi


kekambuhan.

Asam retinoat

Asam retinoat 0,1% terutama digunakan sebagai


terapi tambahan atau terapi kombinasi.

Krim ini di pakai pada malam hari, karena pada


siang hari dapat terjadi foto-degradasi

Efek samping berupa Eritema, deskuamasi dan foto


sensitasi

Asam aseleat

Asam aseleat merupkan obat yang aman untuk di


pakai

Pengobatan asam aseleat 20% selama 6bulan


memberiakn efek yang baik

Efek samping, rasa panas dan gatal

Pengobatan Sistemik

Asam askorbat/Vitamin C

Vitamin C mempunyai efek merubah melanin


bentuk oksida menjadi melnin bentuk reduksi yang
berwarna lebih cerah dan mencegah pembentukan
melanin dengan merubah DOPA kinon, menjadi
DOPA

Glutation

Glutation bentuk bentuk reduksi adalah adalah


senyawa sufhidril yang berpotensi menghambat
pembentukan melanin dengan cara bergabung
dengan cuprum dari tirosinase.

MELASMA

Page 12

Tindakan Khusus
o

Pengelupasan Kimiawi

Pengelupasan

kimiawi

dapat

membantu

pengobatan

kelainan hiperpigmentasi.

Pengelupasan Kimiawi di lakukan dengan mengoleskan


asam glikolat 50-70% selama 4-6 menit, dilakukan setiap 3
minggu selama 6 kali.

Sebelum di lakuakn pengelupasan kimiawi, dibrikan krim


sam glikolat 10% selama 14 hari.

Bedah Laser

Bedah laser dengan mengguanakan laser Q-swiched Ruby


dan laser Argon, kekambuhan dapat juga terjadi

j) PROGNOSIS .
Pengobatan lama karerna kelainan kulit ini bersifat resdidif sehingga
membutuhkan kesabaran dan kerjasama antara dokter dan pasien. Pengobatan
baik bila pngobatan dilakukan dengan baik an teratur

MELASMA

Page 13

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Jadi, dari hasil makalah yang kami buat bahwa penyakit melasma ini
merupakan adalah gangguan pigmen yang sangat sering dijumpai, berupa
perubahan warna menjadi kecoklatan atau berwarna coklat kehitaman di
kulit pada bagian tubuh yang terpapar sinar matahari, yang biasanya terdapat di
wajah ( di daerah pipi dan dahi, kadang-kadang bibir atas), dengan distribusi
menyerupai masker. Adapun penyebab dari melasma ini yaitu sinar ultra violet,
hormon, genetik, dan lain yang saya sebutkan diatas. Lesi melasma berupa
makula (kelainan kulit berbatas tegas,hanya berupa perubahan warna semata)
berwarna coklat muda atau coklat tua berbatas tegas dengan tepi tidak teratur,
sering pada pipi dan hidung yang di sebut pola malar. Pengbatannya dengan cara
topika seperti Asam aseleat, Asam retinoat, dan Hidrokinon. Dan pengobatan
sistemik Glutation. Prognosisnya tergantung penggunaan obatnya teratur.

MELASMA

Page 14

B. DAFTAR PUSTAKA

Djuanda, Adhi. 2010. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin Edisi Keenam.
Jakarta : FKUI.

Price, Sylvia A dan Lorraine M Wilson. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis


Proses-Proses Penyakit Volume 2 Edisi Keenam. Jakarta : EGC.

Harahap,mawali.2000.Ilmu Penyakit Kulit.Jakarta:Hipokrates

Kenneth.1984.

Pedoman

Terapi

Dermatologis.

Edisi

ke

2.

Jogjakarta:Yayasan Essentia Medica

MELASMA

Page 15