Anda di halaman 1dari 1

RANCANG BANGUN SISTEM PENCAHAYAAN LAMPU RUANGAN DENGAN

FUZZY LOGIC UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI ENERGI

JAKARTA Pertumbuhan pemakaian listrik semester-1/ 2013 naik sebesar 7,2%


dibanding semester yang sama tahun lalu. Total pemakaina listrik semester -1/2013 adalah
sebesar 90,48 Tera Watt hour (TWh) dan pada semester -1/2012 sebesar 84,43 TWh. Dari
Jumlahtersebut untuk pelanggan golongan industriyang menggunakan listrik untuk keperluan
produktif tumbuh sebesar 8,3%. Bila dilihat bahwa jumlah pelanggan industri pada semester
-1/2013 bertambah 4,5% dibanding posisi pada semester -1/2012, sedangkan konsumsi energi
sektor industri bertumbuh 8,3% pada periode yang sama. (Kementrian Sumber Daya Energi
dan Lingkungan, RABU 17 JULI 2013 10:27 WIB)
Lampu yang kita sering gunakan selama ini masih belum efisien karena tidak
memperhitungkan instensitas cahaya di sekelilingnya. Sebagai contoh, jika cahaya di luar
ruangan agak terang, namun ruangan yang ingin kita gunakan masih agak gelap dan
memerlukan cahaya tambahan, dan saat kita menyalakan lampu justru pencahayaan di
ruangan tersebut menjadi terlalu terang sehingga menyebabkan ketidaknyamanan dan malah
mengakibatkan mubazir energi. Untuk itu diperlukan suatu pengontrolan intensitas
pencahayaan lampu ruangan yang juga memperhitungkan besarnya intensitas cahaya di
sekelilingnya, sehingga produksi intensitas pencahayaan lampu dapat dikurangi secara
otomatis untuk meningkatkan efisiensi serta penghematan energi. Berdasarkan hal tersebut,
maka dalam tugas akhir ini akan dirancang dan dibuat sistem pencahayaan lampu ruangan
dengan fuzzy logic untuk peningkatan efisiensi energi.
Pengendalian menggunakan mikrokontroler AVR ATMega A8535 dengan metode Fuzzy
Logic. Sistem ini menggunakan 2 buah sensor LDR. Input sistem berupa hasil deteksi sensor
cahaya (LDR) yang akan diolah untuk kemudian menjadi input dalam blok pengatur kuat
intensitas lampu.
Interaksi user dengan sistem dapat dilihat dari input yang diberikan yaitu dengan
menekan switch 1. Setelah switch 1 ditekan, input dari sensor cahaya diolah oleh pengandali
dengan metode fuzzy logic. Output dari pengandali selanjutnya ditampilkan oleh penampil
dan sebagai input rangkaian pengatur tagangan.lampu akan menyala sesuai dengan input
yang diberikan oleh rangkaian pengatur teganganvsriabel keluaran dari proses yaitu intensitas
cahaya yang dihasilkan lampu akan berbaur dengan cahaya dari sumber luar menghasilkan
intensitas. Selanjutnya oleh sensor cahaya dirubah menjadi sinyal sebagai masukan umpan
balik bagi pengendali. Pengendali akan terus mengolah sinyal masukan dan menghasilkan
nilai keluaran sehingga terbentuk suatu sistem pengendali loop tertutup. Sistem akan
berhenti bekerja jika user menekan switch.