Anda di halaman 1dari 4

TUGAS 2

KOROSI DAN PROTEKSI

OLEH :
FATHONI AHMAD

3334122566

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
FAKULTAS TEKNIK METALURGI
2014

Korosi Yang Terjadi Pada Tiang Pancang Di Offshore


A. Struktur pantai

Lingkungan struktur pantai dapat dibedakan dalam lima macam berdasarkan


posisinya terhadap permukaan air laut, yaitu: daerah atmosfir, darah percikan/deburan
(splash zone), daerah permukaan pasang surut (tidal zone), daerah antara LWS
dengan seabed (submerged zone), dan daerah lumpur (mud zone). Splash zone adalah
bagian yang mengalami korosi sangat berat, sedangkantidal zone relatif ringan untuk
suatu batang struktur vertikal tanpa lapisan pelindung, seperti tiang pancang.

Gambar. Pembagian Daerah dan Teba Korosi Relatif


(Kure, NC)

B. Korosi yang terjadi pada tiang pancang di offshore

Korosi yang terjadi pada tiang pancang di offshore dibedakan menjadi 3 yaitu
bagian yang tidak terkena air, bagian yang setengah terkena air dan bagian yang
terkena air. Korosi yang terjadi pada bagian tidak terkena air diakibatkan karena
elektrokimia, di mana logam Fe yang teroksidasi bertindak sebagai anode dan oksigen
yang terlarut dalam air yang ada pada permukaan besi bertindak sebagai katode dan
jenis korosinya adalah unform corrosion. Pada bagian yang setengah air
diakabibatkan karena unsur logam pada tiang pancang akan beroksidasi dengan
elektorlit di air laut dan jenis korosinya yaitu pitting coroosion. Dan pada jenis korosi
pada bagian terkena air yaitu tergantung kedalaman airnya ketika di taruh ting

pancang sampai kedalaman lebih dari 10m, maka yang terjadi terkorosi sedikit
dikarenakan pada kedalaman lebih dari 10m tidak adanya kontak oksigen di bawah
laut dengan

logam yang ada pada tiang pancang di offshore. Namun selain itu

penyebab terjadinya korosi pada tiang pancang di offshore yaitu bakteri/ mikroba
yang terdapat pada sisa pengeboran minyak.
C. Proteksi untuk pada tiang pancang di offshore

Tiang pancang yang berada pada bagian submerged zone dapat dilindungi
dengan secara efektif memakai arus katoda (chatodic protection) karena metal
menerima arus searah dari lingkungan seperti proses pada katoda sel listrik. Korosi
pada lingkungan basah biasanya disertai penghentian arus searah yang ditimbulkan
oleh perbedaan potensial listrik pada sel korosi tertentu. Pemakaian arus dari sumber
luar cukup mampu menghentikan arus korosi dan mengembalikan aliran arus ke
metal. Aspek teknologi yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana memberikan
arus yang rata ke setiap bagian tiang pancang pada submerged zone dalam waktu yang
lama dan mudah. Bagian-bagian yang tidak cukup menerima arus mulai mengalami
korosi, sedangkan bagian yang menerima arus terlalu banyak akan rusak oleh tutupan
bahan organik.
Perlindungan korosi untuk tiang pancang daerah splash zone dapat dilakukan
dengan beberapa cara, antara lain:
a.

Sistem concreat jacket/selimut beton. Sistem ini umurnya tidak terlalu lama.
Kualitas sistem ini sangat ditentukan pada saat pengecoran dan jika terjadi
kerusakan akan susah untuk memperbaiki.

b. Sistem jacket HDPE (high density petrolatum). Pada sistem ini, pertama-tama
tiang dilapisi dengan pasta (misalkan denso paste) kemudian dibalut dengan
marine piling tape dan bagian luar dilindungi dengan material HDPE.
Selain itu ada cara lagi untuk memproteksi tiang pancang di offshore yaitu:
a. Metode

anoda

korban

(sacrificial

anode)

Prinsip dari metode anoda korban ini adalah melindungi logam dengan cara
mengorbankan logam yang lebih reaktif, dimana mekanisme prosesnya adalah
sama dengan proses korosi galvanik, yaitu perpindahan elektron dari logam yang
lebih reaktif (potensial lebih negatif) ke logam yang dilindungi (potensial lebih
positif) melalui elektrolit yang korosif dengan penghubung konduktor. Dimana
meterial anoda yang bisa digunakan dalam metode anoda korban adalah logamlogam yang mempunyai potensial lebih negatif atau reaktif terhadap lingkungan

dari potensial baja, misalnya paduan aluminium, seng dan magnesium.


b. Metode arus tanding (impressed current)
Prinsip dari metode anoda arus tanding ini adalah melindungi logam dengan
cara mengalirkan arus lisrtik searah yang diperoleh dari sumber luar, biasanya
dari penyearah arus (transformer rectifier), dimana kutub negatif dihubungkan ke
logam yang dilindungi dan kutub positif dihubungkn ke anoda. Dimana meterial
anoda yang bisa digunakan dalam metode arus tanding adalah logam yang
konduktif dan mempunyai sifat inert atau semi consumable, Platina-titanium,
Ferro silicon, baja karbon, ferro silicon crhom, PA-Ag, grafit.