Anda di halaman 1dari 33

1.

2.
3.

4.
5.
6.

Pembuatan ektrak untuk skrinning fitokimia


Identifikasi senyawa golongan alkaloid
Identifikasi glikosida sapogenin, steroid, dan
triterpenoid
Identifikasi senyawa golongan flavonoid
Identifikasi senyawa golongan polifenol dan
tanin
Identifikasi senyawa golongan antrakinon

Mahasiswa

mampu mengetahui cara


pembuatan ekstrak untuk skrinning fitokimia
Untuk mendapatkan ekstrak simplisia/produk
bahan alam diketahui kandungan
senyawa/golongan senyawanya

Alat:

Penangas air
Batang pengaduk
Tebung reaksi
Lempeng KLT (silika gel 254)
Bahan :
SimplisiaX
Reagen untuk masing-masing golongan

Cara kerja:
Timbang 500g serbuk kering
Masukkan dalam erlenmeyer dengan pengaduk stirer
+ etanol/metanol 80% sebanyak 4.5x bobot serbuk
Panaskan selama 2jam pada T=50-60
Aduk di atas lempeng pemanas berpengaduk

Pisahkan filtrat dengan penyaringan


Pekatkan filtrat dengan rotatory evaporator/panaskan
dihasilkan
Ektrak kental untuk skrinning

1.
2.
3.

Penyiapan sampel
Reaksi pengendapan
Kromatografi lapis

Cara

kerja:
Timbang 0,3g ekstrak
ditambah
5mL HCl 2N

Panaskan di atas penangas air 2-3 menit sambil diaduk


dinginkan
Tambahkan 0,3g NaCl lalu aduk rata

disaring
Filtrat ditambah 5mL HCl 2N dan dibagi jadi 3 bagian

Cara

kerja:

Larutan IA

+ px Mayer

larutan IB

larutan IC

+ px Wagner

blanko

Jika ada kekeruhan/endapan menunjukkan adanya alkaloid

Cara kerja:
larutan IC
+NH 4OH 28%
Larutan menjadi basa

Diektraksi dengan 5mL kloroform bebas air


saring
Filtrat diuapkan sampai kering dan larutkan dalam metanol
Analisis dengan KLT
Jika timbul warna jingga menunjukkan adanya alkaloid dalam ekstrak
Fase diam
Fase gerak
Penampak noda

: kiesel gel GF 254


: etil asetat-metanol-air (9:2:2)
: pereaksi Dragendorf

a.

b.

Reaksi pengendapan
(i) + pereaksi Mayer
(ii) + pereaksi Wagner

(+)
(+)

KLT

(+)

Panjang Noda 1,2 cm


Panjang Eluen 8,5 cm
Rf = Jarak yang ditempuh noda = 1,2 = 0,141 cm
Jarak eluen
8,5

1.
2.

Uji buih
Reaksi warna

3.
4.

Uji Lieberman-Burchard
Uji Salkowski

Identifikasi sapogenin steroid atau


triterpenoid secara KLT
Identifikasi terpenoid atau steroid bebas
secara KLT

Cara

kerja:
Ekstrak 0,3g
Masukkan tabung reaksi
+ air suling 10 mL
Kocok kuat 30 detik
(+) bila
Buih stabil selama > 30 menit dengan tinggi 3 cm

Cara

kerja:
Ektrak 0,3g
Larutkan dalam 15 mL etanol

@5 mL
Larutan IIA

Larutan IIB

Larutan IIC

Cara

kerja:
Larutan
Larutan IIA

larutan IIC 5 mL
+1mL-2mL H2SO4P melalui
dinding tabung reaksi

Ada cincin warna merah


(+) steroid tak jenuh

Cara kerja:
Ekstrak 0,5g
+5mL HCl 2N
didihkan
Tutup dengan corong berisu kapas basah 2 jam
Tunggu dingin
Netralkan dengan amoniak
Ektraksi 3mL n-Heksana 3x
Uapkan ad tinggal 0.5mL
Totolkan pada lempeng KLT
Perubahan warna
Merah ungu

Dengan anisaldehida

Merah muda

Dengan antimony klorida

Cara

kerja:
Ektrak
+ beberapa tetes EtOH

Aduk ad larut
Totolkan pada pelat KLT
Perubahan warna
Ungu/merah ungu
(+) terpenoid dan steroid

a.
b.
o

c.
d.

Uji buih
Reaksi Warna

(Positif)

Uji Salkowski

(Negatif)

KLT (identifikasi sapogenin / triterpenoid)


(Negatif)
KLT (identifikasi terpenoid / steroid)
(Negatif)

1.

Reaksi warna

2.

Uji Bate-Smith dan metcalf


Uji Wilstater

Kromatografi lapis tipis (KLT)

Cara

kerja:
0,3g ekstrak
Kocok dengan 3mL n-Heksana
Ad tak berwarna
Residu larutan EtOH

Larutan IIIA

Larutan IIIB

Larutan IIIC

Larutan IIID

Larutan IIIA
Blangko

Larutan IIIB
0.5 mL HCl pekat
Amati perubahan warna
Panaskan
Amati perubahan warna

Timbul warna merah terang atau ungu perlahan


(+)leukoantosianin

Larutan
Larutan IIIA

Larutan IIIC

Blangko

(+)0.5mL HCl pekat


dan 4 potong Mg
Amati warna yang terjadi
Encerkan dengan air suling
(+) 1mL butanol
Amati warna yang terjadi
Merah jingga
(+)flavon

Merah tua
(+)flavonon

Merah pucat
(+)flavonol

Cara

Kerja
Larutan IIID
Totolkan pada lempeng KLT

Noda kuning intensif dengan

Noda kuning permanen

amoniak hilang setelah menguap

dengan sitrat borat

(+) Flavonoid

(+) Flavonoid

Fase diam

: Lapisan tipis selulose (diganti Kiesel Gel GF 254)

Fase gerak

: Butanol : Asam Asetat Grasial : Air (4:1:9)

Penampak noda

: - pereaksi sitrat borat atau


- uap ammonia

Reaksi warna

a.

b.

Uji bate-smith dan metcalf


Uji Wilstater

KLT

(Negatif)
(Negatif)

(Negatif)

1.

Reaksi warna

2.

Uji Ferriklorida
Uji Gelatin

Kromatografi Lapis Tipis

0,3 gram ekstrak


+ 10 mL aquadest panas

Aduk dan biarkan sampai suhu kamar


+ 3-4 tetes 10 % NaCl

Aduk, saring
Larutan IVA

Larutan IVB

Larutan IVC

Larutan IVC
Teteskan FeCl3

+ gelatin, + NaCl
tidak mengendap, + FeCl3

Amati perubahan warna


Warna hijau
(+) tanin

Warna hijau biru


sampai hitam
(+) polifenol

FeCl3 (+), Uji Gelatin (+)


tanin (+)
FeCl3 (+), uji Gelatin (-)
polifenol (+)
FeCl3 (-)
polifenol (-), tanin (-)

Cara

kerja:
Larutan IVB
+ sedikit larutan gelatin
+ 5mL NaCl 5%
Endapan putih

ada tanin

Cara

kerja:
Sebagian larutan IVA
Periksa dengan KLT
Timbul warna hitam

Fase diam

: kiesel gel 254

Fase gerak

: kloroform- etil asetat (1:9)

Penampak noda : pereaksi FeCl3

ada polifenol

Reaksi Warna

a.

Uji Ferriklorida
Polifenol
Tanin
Uji Gelatin
Tanin

(+)
(-)
(-)

KLT
(+)
-Polifenol :
Rf = Panjang noda /panjang eluen
= 6.5 cm/ 8.9 cm
= 0.73 cm
b.

1.

Reaksi warna

2.

uji Borntrager
Uji modifikasi Borntrager

Kromatografi lapis tipis

Cara

kerja:
Ektrak 0,3g
+ 10mL air suling

saring

Filtrat
+3mL Toluen dalam corong pisah

ektraksi 2x

Bagi menjadi
Larutan VA (blanko)

larutan VB

Blanko

+amoniak, kocok

ada antrakinon

Warna merah

Cara

kerja:
Ektrak 0,3g
+1mL KOH 5N + 1mL H2SO4
Panaskan, saring
Filtrat+As.asetat glasial
Ektraksi dengan toluena

Ambil fase toluena, bagi


Larutan VIA
Blanko
ada antrakinon

Larutan VIB
+ amoniak
warna merah/merah muda pada lapisan alkalis

Cara

kerja:
Sampel
Totolkan pada fase diam
Timbul warna

Kuning

kuning coklat

merah ungu

Ada antrakinon
Fase diam

: kiesel gel GF 254

Fase gerak

: toluen-etil-as.asetat (75:24:1)

Penampak noda

: larutan 10% KOH dalam metanol

hijau ungu

Reaksi Warna

a.

Uji borntiager
Uji modifikasi borntrager

(-)
(-)

b.

KLT

Antrakinon
Rf = panjang noda / panjang eluen
= 4.3 cm/ 8.65 cm
= 0.497 cm

(+)