Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH MOTOR LISTRIK

Makalah
diajukan guna menyelesaikan salah satu tugas Mata kuliah Energi dan
Elektrifikasi Pertanian

Oleh
Isfi Roni Rohman
(131710201045)
Ghazi Admaja Gunawan (131710201081)
Yulian Prakoso
(1317102010)
TEP-B
Kelompok 3

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Motor listrik sudah menjadi kebutuhan kita sehari-hari untuk menggerakkan
peralatan dan mesin yang membantu pekerjaan. Untuk memutar baling-baling
pada kipas angin, digunakan motor listrik. Demikian juga, motor listrik digunakan
pada peralatan rumah tangga lainnya seperti, hair dryer, blender, pompa air, mesin
cuci,mesin jahit, bor listrik dll. Mesin-mesin pertanian terutama mesin pengolahan
hasil pertanian dan mesin-mesin di industri pun banyak yang menggunakan tenaga
putarnya dari motor listrik.
Pada motor bakar, motor listrik digunakan sebagai motor starter. Pada traktor
pertanian, motor listrik digunakan pada motor starter dan wiper. Penggunaan
motor listrik ini semakin berkembang karena memiliki keunggulan dibandingkan
motor bakar, misalnya kebisingan dan getaran lebih rendah, kecepatan putaran
motor bisa diatur, lebih bersih, lebih kompak dan hemat dalam pemeliharaan.
Karena motor bakar berperan penting dalam pertanian, maka dibutuhkan
penjelasan lebih rinci tentang motor listrik.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan Masalah dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut.
1) Apa yang dimaksud motor listrik?
2) Apa saja jenis-jenis motor listrik?
3) Bagaimana cara kerja motor listrik AC?
4) Bagaimana cara kerja motor listrik DC?
5) Apa saja alat yang menggunakan motor listrik?
1.3 Manfaat
Manfaat dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut.
1) Dapat mengetahui jenis-jenis motor listrik.
2) Dapat mengetahui prinsip kerja motor listrik DC.
3) Dapat mengetahui alat-alat apa saja yang menggunakan motor listrik.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Motor Listrik
Motor Listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang
mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor listrik dapat ditemukan
pada peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air dan
penyedot debu. Pada motor listrik tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik.
Perubahan ini dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi magnet yang
disebut sebagai elektro magnet. kutub-kutub dari magnet yang senama akan tolakmenolak dan kutub-kutub tidak senama, akan tarik-menarik. Dapat memperoleh
gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pada sebuah poros yang dapat
berputar, dan magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap.
Motor listrik termasuk ke dalam kategori mesin listrik dinamis dan
merupakan sebuah perangkat elektromagnetik yang mengubah energi listrik
menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya, memutar
impeller pompa, fan atau blower, menggerakkan kompresor, mengangkat bahan,
dll di industri dan digunakan juga pada peralatan listrik rumah tangga (seperti:
mixer, bor listrik, kipas angin). Motor listrik kadang kala disebut kuda kerja nya
industri, sebab diperkirakan bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban
listrik total di industri.
Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor listrik secara umum adalah sama
yaitu,arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya. Jika kawat yang
membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran/loop, maka kedua sisi
loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya pada arah
yang berlawanan. Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/ torsi untuk memutar
kumparan. Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk
memberikan tenaga putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan
oleh susunan elektromagnetik yang disebut kumparan medan.

2.2 Jenis-jenis Motor Listrik


Pada dasarnya motor listrik dibedakan dari suplai tegangan kerja yang
digunakan. Berdasarkan sumber tegangan kerjanya motor listrik dapat dibedakan
menjadi dua jenis yaitu: 1. Motor listrik arus bolak-balik AC (Alternating Current)
2. Motor listrik arus searah DC (Direct Current).
2.2.1 Motor Listrik AC
Motor Listrik Arus Bolak-Balik (AC) adalah jenis motor listrik yang
beroperasi dengan sumber tegangan arus listrik bolak-balik (AC /Alternating
Current). Motor listrik arus bolak-balik AC ini dapat dibedakan lagi berdasarkan
sumber dayanya sebagai berikut:
a. Motor sinkron
Motor Sinkron merupakan motor AC bekerja pada kecepatan tetap pada
sistem frekuensi tertentu. Motor ini memerlukan arus searah (DC) untuk
pembangkitan daya dan memiliki torque awal yang rendah, dan oleh karena itu
motor sinkron cocok untuk penggunaan awal dengan beban rendah, seperti
kompresor udara, perubahan frekwensi dan generator motor. Motor sinkron
mampu untuk memperbaiki faktor daya sistem, sehingga sering digunakan pada
sistem yang menggunakan banyak listrik.
b. Motor asinkron (induksi)
Motor asinkron (induksi) merupakan motor listrik AC yang bekerja
berdasarkan induksi medan magnet antara rotor dan stator. Motor induksi dapat
diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama sebagai berikut:
1) Motor induksi satu fase. Motor ini hanya memiliki satu gulungan stator,
beroperasi dengan pasokan daya satu fase, memiliki sebuah rotor kandang
tupai, dan memerlukan sebuah alat untuk menghidupkan motornya. Sejauh ini
motor ini merupakan jenis motor yang paling umum digunakan dalam
peralatan rumah tangga, seperti fan angin, mesin cuci dan pengering pakaian,
dan untuk penggunaan hingga 3 sampai 4 Hp.
2) Motor induksi tiga fase. Medan magnet yang berputar dihasilkan oleh
pasokan tiga fase yang seimbang. Motor tersebut memiliki kemampuan daya
yang tinggi, dapat memiliki kandang tupai atau gulungan rotor (walaupun
90% memiliki rotor kandang tupai); dan penyalaan sendiri. Diperkirakan

bahwa sekitar 70% motor di industri menggunakan jenis ini, sebagai contoh,
pompa, kompresor, belt conveyor, jaringan listrik, dan grinder. Tersedia
dalam ukuran 1/3 hingga ratusan Hp.
2.2.2 Motor Listrik DC
Motor Listrik Arus Searah DC adalah jenis motor listrik yang beroperasi
dengan sumber tegangan arus listrik searah (Direct Current). Motor DC digunakan
pada penggunaan khusus dimana diperlukan penyalaan torque yang tinggi atau
percepatan yang tetap untuk kisaran kecepatan yang luas. Motor listrik arus searah
DC ini dapat dibedakan lagi berdasarkan sumber dayanya sebagai berikut :
a. Motor DC sumber daya terpisah/ Separately Excited. Adalah jenis motor DC
yang sumber arus medan disupply dari sumber terpisah, sehingga motor listrik
DC ini disebut motor DC sumber daya terpisah (separately excited).
b. Motor DC sumber daya sendiri/ Self Excited. Adalah jenis motor DC yang
sumber arus medan disupply dari sumber yang sama dengan kumparan motor
listrik, sehingga motor listrik DC ini disebut motor DC sumber daya sendiri
(self excited). Motor DC sumber daya sendiri / self exited ini dibedakan lagi
menjadi 3 jenis berdasarkan konfigurasi supply medan dengan kumparan
motornya sebagai berikut:
1) Motor DC shunt, Pada motor DC shunt gulungan medan (medan shunt)
disambungkan secara paralel dengan gulungan motor listrik. Oleh karena
itu total arus dalam jalur merupakan penjumlahan arus medan dan arus
dinamo.
2) Motor DC Seri, Pada motor DC seri, gulungan medan (medan shunt)
dihubungkan secara seri dengan gulungan kumparan motor (A). Oleh
karena itu, arus medan sama dengan arus dinamo.
3) Motor DC Kompon/Gabungan, Motor Kompon DC merupakan gabungan
motor seri dan shunt. Pada motor kompon, gulungan medan (medan shunt)
dihubungkan secara paralel dan seri dengan gulungan motor listrik.
Sehingga, motor kompon memiliki torque penyalaan awal yang bagus dan
kecepatan yang stabil.

2.3 Cara Kera Motor Listrik AC


Menurut Biro Efisiensi Energi India (2005) Cara kerja dari motor listrik
AC (induksi)

bekerja sebagai berikut. Listrik dipasok ke stator

yang akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini


bergerak dengan kecepatan sinkron di sekitar rotor. Arus rotor
menghasilkan medan magnet kedua, yang berusaha untuk
melawan medan magnet stator, yang menyebabkan rotor
berputar. Adapun Komponen utama pada motor listrik AC yaitu:
a. Rotor
Perbedaan utama antara motor sinkron dengan motor induksi adalah
bahwa rotor mesin sinkron berjalan pada kecepatan yang sama dengan perputaran
medan magnet. Hal ini memungkinkan sebab medan magnet rotor tidak lagi
terinduksi. Rotor memiliki magnet permanen atau arus DC-excited, yang dipaksa
untuk mengunci pada posisi tertentu bila dihadapkan dengan medan magnet
lainnya.
b. Stator
Stator menghasilkan medan magnet berputar yang sebanding dengan
frekuensi yang dipasok.
2.4 Cara Kera Motor Listrik DC
Menurut Biro Efisiensi Energi India (2005), Motor arus searah,
sebagaimana namanya, menggunakan arus langsung yang tidak Langsung atau
direct-unidirectional. Motor DC digunakan pada penggunaan khusus di mana
diperlukan penyalaan torque yang tinggi atau percepatan yang tetap untuk kisaran
kecepatan yang luas. Adapun Komponen motor listrik DC yang paling utama,
yaitu:
a. Kutub medan
Secara sederhana digambarkan bahwa interaksi dua kutub magnet akan
menyebabkan perputaran pada motor DC. Motor DC memiliki kutub medan yang
stasioner dan dinamo yang menggerakkan bearing pada ruang di antara kutub

medan. Motor DC sederhana memiliki dua kutub medan: kutub utara dan kutub
selatan.
b. Dinamo
Bila arus masuk menuju dinamo, maka arus ini akan menjadi
elektromagnet. Dinamo yang berbentuk silinder, dihubungkan ke as penggerak
untuk menggerakkan beban.
c. Commutator
Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC. Kegunaannya adalah
untuk membalikkan arah arus listrik dalam dinamo. Commutator juga membantu
dalam transmisi arus antara dinamo dan sumber daya.
Motor listrik DC bekerja berdasarkan prinsip imbas elektromagnetik,
putaran yang dihasilkan oleh motor DC berasal dari gerakan sebuah kawat berarus
yang berada pada suatu medan megnet yang homogen, medan magnet berasal dari
magnet dengan kutub utara dan selatan Yang diletakkan pada posisi tertentu pada
konstruksi motor listrik. Letak masing-masing kutub dan arah aliran akan
menentukan arah gerakan atau putaran rotor. Kalau sebuah kawat terletak pada
medan magnet homogen, karena pada kedua sisi kawat yang besebrangan
mengalir arus yang berlawanan arah, maka kawat akan bergerak berputar dengan
arah gerakan lilitan tersebut (Bintoro, 2000:23-24).

2.5 Alat- Alat Yang Menggunakan Motor Listrik

Cara kerja motor listrik adalah aliran listrik ke lilitan yang berada di dalam
dinding bagian dalam dan akan membentuk suatu medan magnet, sementara itu
lilitan (yang bersatu dengan poros/as) yang berada di tengah akan dialiri listrik
juga sehingga menghasilkan medan magnet yang berkutub sama dengan medan
magnet yang dihasilkan oleh lilitan yang berada pada dinding bagian dalam
mesin, dengan bertemunya medan magnet yang berkutub sama maka kedua lilitan
tersebut akan saling menolak/menjauh, maka yang terjadi adalah putar poros/as
beserta lilitan. Berikut ini contoh beberapa peralatan rumah tangga yang
memanfaatkan prinsip kerja motor listrik:
a) Mesin cuci
Motor listrik akan dihubungkan dengan vbelt ke gearbox untuk
selanjutnya memutar pulsator agar dapat memutar pakaian yang sedang berada di
dalam tabung pencuci, selain itu motor listrik dipakai juga bagian tabung
pengering, pada bagian ini poros/as motor listrik langsung terhubung dengan
tabung pengering tanpa bantuan vbelt.
b) Kipas angin
Di dalam kipas angin terdapat sebuah motor listrik yang berperan untuk
memutar baling-baling kipas, di sini as/poros pada motor listrik langsung
terhubung dengan baling-baling yang berfungsi menggerakkan udara sehingga
menjadi angin yang terhembus ke satu arah.
c) Pompa air listrik
As atau poros motor listrik pada mesin pompa air listrik yang berputar
akan terhubung dengan roda gigi yang berfungsi menyedot/menarik air dari pipa
penyedot dan sekaligus mengalirkan/mendorong air tersebut ke pipa pengeluaran.
As tersebut juga akan terhubung dengan kipas yang berfungsi mendinginkan
motor
d) Vacum Cleaner
Motor listrik yang berada di dalam vacuum cleaner akan memutar balingbaling/kipas/blower yang akan menyedot partikel kecil seperti debu melalui
selang fleksibel, kemudian partikel kecil tersebut akan melewati sebuah
saringan /filter dan akan terperangkap/nyangkut pada filter tersebut, maka udara
yang didorong oleh kipas akan dialirkan ke lubang pembuangan.
e) Mixer

Di dalam mixer terdapat dua buah motur listrik yang berfungsi memutar
dua buah pengaduk yang nantinya akan mencampur adonan yang ada di dalam
suatu wadah. Sama halnya dengan blender, pada mixer terdapat pula pilihan
putaran motor listrik yang yang memiliki perbedaan putaran motor mulai dari
putaran pelan-sedang-cepat, dan ada pula tombol khusus yang digunakan untuk
memutar pengaduk dengan kecepatan penuh.

BAB 3. KESIMPULAN
Berikut ini adalah kesimpulan yang diperoleh dari penyusun makalah
Motor listrik .
1) Motor Listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah
energi listrik menjadi energi mekanik
2) Berdasarkan sumber tegangan kerjanya motor listrik dapat dibedakan menjadi
dua jenis yaitu : 1. Motor listrik arus bolak-balik AC (Alternating Current) 2.
Motor listrik arus searah DC (Direct Current).
3) Motor listrik arus bolak-balik AC ini dapat dibedakan lagi berdasarkan sumber
dayanya sebagai berikut : Motor listrik Motor sinkron dan induksi
4) Motor listrik arus searah DC ini dapat dibedakan lagi berdasarkan sumber
dayanya sebagai berikut : Motor DC sumber daya terpisah/ Separately Excited
dan Motor DC sumber daya sendiri/ Self Excited
5) Berikut ini contoh beberapa peralatan rumah tangga yang memanfaatkan
prinsip kerja motor listrik : Mesin cuci, Pompa air listrik, Kipas angin, vacuum
cleaner dan mixer .

10

DAFTAR PUSTAKA
Biro Efisiensi Energi India. 2005. Komponen Motor Listrik. India: Biro Efisiensi
Energi India.
Bintoro, G,T. 2000. Dasar-dasar Pekerjaan Las. Yogyakarta: kanisus