Anda di halaman 1dari 7

pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara


menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan
mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan

BLOK 8 LBM 1

BLOK 8 LBM 1
PENYULUHAN
Penyuluhan
adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan
mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar,
teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan
produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan,dan kesejahteraannya, serta meningkatkan
kesadaran dalam kesehatan. Penyuluhan kesehatan adalah gabungan berbagai kegiatan dan
kesempatan yang berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan, dimana
individu, keluarga, kelompok atau masyarakat secara keseluruhan ingin hidup sehat, tahu
bagaimana caranya dan melakukan apa yang bisa dilakukan, secara perseorangan maupun
secara kelompok dan meminta pertolongan (Effendy, 1998).
Fungsi Sistem Penyuluhan
memfasilitasi proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha;
mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber informasi,
teknologi, dan sumber daya lainnya agar mereka dapat mengembangkan usahanya;
meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajerial, dan kewirausahaan pelaku utama
dan pelaku usaha;
membantu pelaku utama dan pelaku usaha dalam menumbuhkembangkan organisasinya
menjadi organisasi ekonomi yang berdaya saing tinggi, produktif, menerapkan tata kelola
berusaha yang baik, dan berkelanjutan;
membantu menganalisis dan memecahkan masalah serta merespon peluang dan tantangan
yang dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengelola usaha;
menumbuhkan kesadaran pelaku utama dan pelaku usaha terhadap kelestarian fungsi
lingkungan; dan
melembagakan nilai-nilai budaya pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan yang
maju dan modern bagi pelaku utama secara berkelanjutan
Metode penyuluhan(Suliha, dkk., 2002).
1) Metode Ceramah
Adalah suatu cara dalam menerangkan dan menjelaskan suatu ide,
pengertian atau pesan secara lisan kepada sekelompok sasaran
sehingga memperoleh informasi tentang kesehatan.
2) Metode Diskusi Kelompok
Adalah pembicaraan yang direncanakan dan telah dipersiapkan
tentang suatu topik pembicaraan diantara 5 20 peserta (sasaran)
dengan seorang pemimpin diskusi yang telah ditunjuk.
3) Metode Curah Pendapat

Adalah suatu bentuk pemecahan masalah di mana setiap anggota


mengusulkan semua kemungkinan pemecahan masalah yang
terpikirkan oleh masing masing peserta, dan evaluasi atas
pendapat pendapat tadi dilakukan kemudian.
4) Metode Panel
Adalah pembicaraan yang telah direncanakan di depan
pengunjung atau peserta tentang sebuah topik, diperlukan 3 orang
atau lebih panelis dengan seorang pemimpin.
5) Metode Bermain peran
Adalah memerankan sebuah situasi dalam kehidupan manusia
dengan tanpa diadakan latihan, dilakukan oleh dua orang atu lebih
untuk dipakai sebagai bahan pemikiran oleh kelompok.
6) Metode Demonstrasi
Adalah suatu cara untuk menunjukkan pengertian, ide dan
prosedur tentang sesuatu hal yang telah dipersiapkan dengan teliti
untuk memperlihatkan bagaimana cara melaksanakan suatu
tindakan, adegan dengan menggunakan alat peraga. Metode ini
digunakan terhadap kelompok yang tidak terlalu besar jumlahnya.
7) Metode Simposium
Adalah serangkaian ceramah yang diberikan oleh 2 sampai 5 orang
dengan topik yang berlebihan tetapi saling berhubungan erat.
8) Metode Seminar
Adalah suatu cara di mana sekelompok orang berkumpul untuk
membahas suatu masalah dibawah bimbingan seorang ahli yang
menguasai bidangnya.
Berdasarkan metode teknik komunikasi :
1. metode penyuluhan langsungpara penyuluh langsung atau bertatap muka dg sasaran.
Contoh : kunjungan rumah,pertemuan diskusi,pertemuan dibalai desa,pertemuan posyandu
2. metode tidak langsungpara penyuluh tidak secara langsung berhadapn secara tatap muka
dg sasaran ,tetapi ia menyampaikan pesan dg perantara (media). Umpamanya publikasi dalam
bentuk media cetak melalui pertunjukan film.
Kegunan :
o Alat peraga harus mudah di megerti oleh masyarakt
o Ide atau gagasan yg terkandung didalamnya harus dapat diterima oleh sasaran
o Alat yg digunakan peraga memberikan keuntungan dapat menghindari salah pengrtian atau
pemahaman/salah tafsir
o Dapat memberi dorongan yg kuat untuk melakukan apa yg dianjurkan
o Dapat menarik serta memusatkan perhatian
o Dapat memperjelas apa yg diterangkan dan dapat lebig mudah ditangkap
o Akan yg diterangkan aka mudah diingat,terutama hal-hal yang mengesankan
Syarat
Sebagai ilmu, penyuluhan memenuhi kriteria sistematik,karena memberi informasi kepada
masyarakat dibutuhkan proses, metode dan produkinformasi yang dihasilkan atau diterima ke
masyarakat.
Dari sisi sifat ilmu, penyuluhan memenuhi kriteria universal, communicable dan
progresif. Secara universal, penyuluhan dapat digunakan dalam berbagai bidang atau
aspek kemasyarakatan sehingga bersifat umum dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai

pihak, penyuluhan bersifat communicable, karena dapat disampaikan kepada masyarakat


dan dengan memberi penyuluhan atau memberi informasi kepada masyarakat akan
memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat.
Faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Penyuluhan
Faktor yang perlu diperhatikan terhadap sasaran dalam keberhasilan penyuluhan kesehatan
adalah :
Tingkat Pendidikan. Pendidikan dapat mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap
informasi baru yang diterimanya. Maka dapat dikatakan bahwa semakin tinggi tingkat
pendidikannya, semakin mudah seseorang menerima informasi yang didapatnya.
Tingkat Sosial Ekonomi.Semakin tinggi tingkat sosial ekonomi seseorang, semakin mudah
pula dalam menerima informasi baru.
Adat Istiadat.Pengaruh dari adat istiadat dalam menerima informasi baru merupakan hal yang
tidak dapat diabaikan, karena masyarakat kita masih sangat menghargai dan menganggap
sesuatu yang tidak boleh diabaikan.
Kepercayaan Masyarakat.Masyarakat lebih memperhatikan informasi yang disampaikan oleh
orangorang yang sudah mereka kenal, karena sudah timbul kepercayaan masyarakat dengan
penyampai informasi.
Ketersediaan Waktu di Masyarakat.Waktu penyampaian informasi harus memperhatikan
tingkat aktifitas masyarakat untuk menjamin tingkat kehadiran masyarakat dalam
penyuluhan.
Dalam melakukan penyuluhan kesehatan, maka penyuluh yang
baik harus melakukan penyuluhan sesuai dengan langkah
langkah dalam penyuluhan kesehatan masyarakat sebagai berikut
(Effendy, 1998) :
1) Mengkaji kebutuhan kesehatan masyarakat.
2) Menetapkan masalah kesehatan masyarakat.
3) Memprioritaskan masalah yang terlebih dahulu ditangani
melalui penyuluhan kesehatan masyarakat.
4) Menyusun perencanaan penyuluhan
(1) Menetapkan tujuan
(2) Penentuan sasaran
(3) Menyusun materi / isi penyuluhan
(4) Memilih metoda yang tepat
(5) Menentukan jenis alat peraga yang akan digunakan
(6) Penentuan kriteria evaluasi.
5) Pelaksanaan penyuluhan
6) Penilaian hasil penyuluhan
7) Tindak lanjut dari penyuluhan
Media Penyuluhan
Media merupakan alat Bantu pendidikan yang digunakan untuk mempermudah penerimaan
pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat oleh sasaran (Notoatmodjo, 2003). Disebut media
pendidikan karena alat-alat tersebut merupakan alat saluran untuk menyampaikan karena alatalat tersebut digunakan untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi
masyarakat ataupun klien (Machfoedz, 2005).
Berdasarkan fungsinya sebagai penyalur pesan-pesan kesehatan, media dibagi menjadi tiga
yaitu :
a) Media cetak

1. Booklet ialah suatu media untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan dan berbentuk
buku, baik tulisan maupun gambar.
2. Leaflet ialah bentuk penyampaian informasi atau pesan-pesan kesehatan melalui lembaran
yang dlipat. Isi informasi dapat dalam bentuk kalimat maupun gambar atau kombinasi
3. Flyer atau selebaran ialah seperti leaflet tetapi tidak dalam bentuk lipatan.
4. Flipchart (Lembar balik) ialah media penyampaian pesan atau informasi-informasi
kesehatan dalam bentuk lembar balik. Biasanya dalam bentuk buku, dimana tiap lembar
(halaman) berisi gambaran peragaan dan dibaliknya berisi kalimat sebagai informasi yang
berhubungan dengan gambar tersebut.
5. Rubrik atau tulisan-tulisan pada surat kabar atau majalah mengenai bahasan suatu masalah
kesehatan atau hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan.
6. Poster ialah bentuk media ceak berisi pesan-pesan atau informasi kesehatan yang biasanya
ditempel di tembok-tembok, di tempat-tempat umum atau di kendaraan umum
7. Foto yang mengungkapkan informasi-informasi penyuluhan.
b) Media elektronik
1. Televisi. Penyampaian pesan atau informasi informasi kesehatan melalui media televisi
dapat dalam bentuk : sandiwara, sinetron, forum diskusi atau hanya tanya jawab seputar
masalah kesehatan. Pidato atau ceramah, sport, quiz ,atau cerdas cermat dan sebagainya.
2. Radio. Penyampaian informasi kesehatan melalui radio juga dapat berbentuk macammacam antara lain : obrolan (tanya jawab), sandiwara radio, ceramah, dan sebagainya.
3. Video. Penyampaian informasi kesehatan juga dapat melalui video yang di dalamnya berisi
pesan-pesan kesehatan yang ingin disampaikan kepada masyarakat.
4. Slide juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan.
c) Media papan
Papan atau billboard yang dipasang di tempat-tempat umum dapat dipakai dan diisi pesanpesan atau informasi-informasi kesehatan. Media papan di sini juga mencakup pesan-pesan
yang ditulis pada lembaran seng yang ditempel pada kendaraan-kendaraan umum.
Luar ruangan yaitu media yang menyampaikan pesannya di luar ruangan secara umum
melalui media cetak dan elektronika secara statis, missal :
- Pameran
- Banner
- TV Layar Lebar
- Spanduk
- Papan Reklame
Benda
Salah satu alat peraga penyuluhan yang paling mudah diperoleh atau dibuat adalah yang berupa
benda. Alat peraga semacam ini terutama dimaksudkan untuk mempengaruhi pengetahuan dan
keterampilan sasaran dalam tahapan minat, menilai dan mencoba.
Tentang benda yang dapat digunakan sebagai alat peraga ini, ada beberapa macam yaitu :

Sample/contoh , yaitu benda atau barang asli yang dapat dibawa penyuluh untuk
dijelaskan kepada sasaran penyuluhannya (misal contoh benih, contoh pupuk dll).

Model/tiruan, digunakan sebagai alat peraga jika benda asli sulit didapat,
volumenya terlalu besar untuk dibawa ke lokasi penyuluhan atau terlalu kecil untuk

mudah diamati oleh sasarannya tanpa peralatan khusus (misalnya: contoh traktor,
contoh bibit penghijauan, lebah dll).

Specimen atau benda asli yang diawetkan karena benda asli sulit di dapat.

Dari ketiga benda tersebut yang paling baik adalah benda asli, hal ini disebabkan karena baik model
maupun specimen seringkali warnanya tidak sesuai.

Langkah Penyuluhan
Dalam melakukan penyuluhan kesehatan, maka penyuluh yang baik harus melakukan
penyuluhan sesuai dengan langkah-langkah dalam penyuluhan kesehatan masyarakat sebagai
berikut (Effendy, 1998) :
1. Mengkaji kebutuhan kesehatan masyarakat.
2. Menetapkan masalah kesehatan masyarakat.
3. Memprioritaskan masalah yang terlebih dahulu ditangani melalui penyuluhan kesehatan
masyarakat.
Menyusun perencanaan penyuluhan
4 Menetapkan tujuan
5 Penentuan sasaran
6 Menyusun materi / isi penyuluhan
7 Memilih metoda yang tepat
8 Menentukan jenis alat peraga yang akan digunakan
9 Penentuan kriteria evaluasi.
10 Pelaksanaan penyuluhan
11 Penilaian hasil penyuluhan
12 Tindak lanjut dari penyuluhan
Menurut Effendy, faktor-faktor yang perlu diperhatikan terhadap sasaran dalam
keberhasilan penyuluhan kesehatan adalah :
1) Tingkat Pendidikan.
Pendidikan dapat mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap informasi baru yang
diterimanya. Maka dapat dikatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin
mudah seseorang menerima informasi yang didapatnya.
2) Tingkat Sosial Ekonomi
Semakin tinggi tingkat sosial ekonomi seseorang, semakin mudah pula dalam menerima
informasi baru.
3) Adat Istiadat
Pengaruh dari adat istiadat dalam menerima informasi baru merupakan hal yang tidak dapat
diabaikan, karena masyarakat kita masih sangat menghargai dan menganggap sesuatu yang
tidak boleh diabaikan.
4) Kepercayaan Masyarakat
Masyarakat lebih memperhatikan informasi yang disampaikan oleh orang orang yang sudah
mereka kenal, karena sudah timbul kepercayaan masyarakat dengan penyampai informasi.
5) Ketersediaan Waktu di Masyarakat
Waktu penyampaian informasi harus memperhatikan tingkat aktifitas masyarakat untuk
menjamin tingkat kehadiran masyarakat dalam penyuluhan.

Pengertian penyuluhan kesehatan gigi dan mulut


Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk merubah

perilaku seseorang, sekelompok orang atau masyarakat sehingga mempunyai kemampuan


dan kebiasaan untuk berperilaku hidup sehat di bidang kesehatan gigi dan mulut (Depkes,
1995).
Penyuluhan : prosese perubahan perilaku dikalangan masyarakat agar mereka tahu,mau tahu
dan mampu melakukan perubahan demi tercapainya peningkatan produksi,pendapatan /
keuntungan dan perbaikan kesejahteraan.
Menurut WHO tujuan penyuluhan kesehatan adalah untuk merubah perilaku perseorangan dan
atau masyarakat dalam bidang kesehatan (Effendy, 1998).Perumusan tujuan tersebut haruslah dalam
bentuk tujuan perilaku atau behavioral objectives, yang memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

1. Tujuan tersebut harus dapat diukur (measurable)


2. Tujuan tersebut harus dapat diamati (observable)
3. Tujuan tersebut harus dapat dicapai (reachable) yang dimaksud adalah tujuan tersebut
harus
dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu
Tujuan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut adalah mengubah perilaku masyarakat ke
arah perilaku sehat sehingga tercapai derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Adapun
tujuan dari penyuluhan kesehatan gigi dan mulut adalah :
1) Meningkatkan pengetahuan kesehatan sasaran di bidang kesehatan gigi dan mulut
2) Membangkitkan kemauan dan membimbing masyarakat dan individu untuk meningkatkan
dan melestarikan kebiasaan pelihara diri di dalam bidang kesehatan gigi dan mulut.
3) Mampu memelihara kesehatan gigi dan mulut baik sendiri maupun kesehatan keluarga.
4) Mampu menjalankan upaya mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut serta
menjelaskan kepada keluarganya tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.
5) Mampu mengenal adanya kelainan dalam mulut sedini mungkin kemudian mencari sarana
pengobatan yang tepat dan benar (Depkes RI, 1995).
6) Mengenalkan kepada masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut dan pentingnya
menjaga kesehatan gigi dan mulut.
7) Menjelaskan akibat-akibat yang ditimbulkan dari kelalaian menjaga kesehatan gigi dan
mulut
8) Menanamkan perilaku sehat sejak dini melalui kunjungan ke sekolah
Prinsip penyuluhan :
o Penyuluhan kesehatan diselenggarakan menurut keadaan yg nyata
o Penyuluhan kesehatan ditujukan kepada kepentingan dan kebutuhan yg tepat
o Harus ada kerjasama yg erat antara penyuluh,penelotian dan pendidikan
o Penyuluhan harus didasarkan pada perubahan yang terjadi pada sasaran
Komponen penyuluhan
Berhasil atau tidaknya penyuluhan ditentukan oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang
dimaksud adalah kondisi dari interaksi antara komponen-komponen penyuluhan. Komponen
tersebut adalah : penyuluh, sasaran, pesan, dan media (Depkes RI, 1996).
1) Penyuluh
Penyuluh adalah pihak yang memberikan informasi terhadap sasaran. Penyuluh dapat terdiri
dari seseorang, beberapa orang maupun lembaga. Menyuluh tentang kesehatan membutuhkan
komunikasi yang baik, juga membutuhkan kompetensi educational tambahan sehingga
seorang penyuluh kesehatan dapat bekerja dengan setting yang berbeda dan menggunakan
strategi-strategi yang tepat untuk tujuan educational (Simnett, 1994).
2) Sasaran

Sasaran adalah pihak yang menerima informasi dari pihak penyuluh. Dalam penyuluhan
kesehatan gigi dan mulut perlu diperhatikan tingkat kemampuan masing-masing sasaran
sesuai dengan kriteria sasaran yang dikehendaki. Sehingga agar tujuan dari penyuluhan
kesehatan di Sekolah Dasar berhasil, maka penyuluhan kesehatan gigi dan mulut memerlukan
strategi tertentu pada anak-anak Sekolah Dasar.
3) Pesan
Pesan adalah informasi atau materi yang disampaikan oleh penyuluh kepada sasaran. Pesan
dapat berbentuk lisan maupun tulisan. Pesan penyuluhan terdiri atas isi penyuluhan dan
lambang. Isi pesan penyuluhn bisa satu tetapi lambang yang dipergunakan untuk
menyampaikan penyuluhan bermacam-macam seperti gambar, warna, bahasa, dan
sebagainya. Lambang yang paling banyak dipergunakan dalam penyuluhan adalah bahasa
karena bahasa dapat mengungkapkan pikiran, perasan fakta dan opini, hal-hal yang konkret
dan abstrak, karena itu dalam penyuluhan, bahasa memegang peranan yang penting.
4) Media
Media merupakan alat Bantu pendidikan yang digunakan untuk mempermudah penerimaan
pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat oleh sasaran (Notoatmodjo, 2003). Disebut media
pendidikan karena alat-alat tersebut merupakan alat saluran untuk menyampaikan karena alatalat tersebut digunakan untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi
masyarakat ataupun klien (Machfoedz, 2005).
Sumber :
metode dan media promosi kesehatan.pdf
upaya meningkatkan peran masyarakat dan tenaga kesehatan.pdf
penyuluhan kesehatan.pdf
www.bpsdmkp.dkp.go.id
Filsafat Ilmu Pengetahuan. http://safegoreti.wordpress.com