Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

KAPITA SELEKTA BAKTERIOLOGI


Nocardia sp.

Tugas ini disusun sebagai


Tugas Mata Kuliah Kapita Selekta

Disusun Oleh :
YULI NOOR ALFIANI
NIM : P07134112039

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES YOGYAKARTA
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2014

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa


karena atas rahmat dan karunian-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul Makalah Kapita Selekta Bakteriologi Nocardia sp. ini dengan baik
dan sesuai rencana.
Makalah ini disusun sebagai pemenuhan tugas Kapita Selekta untuk
nilai Ujian Tengah Semester.
Makalah ini dapat diselesaikan berkat bantuan berbagai pihak. Oleh
karena itu dalam kesempatan ini, penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1

Ir. Roosmarinto, M.Kes. selaku ketua jurusan analis kesehatan

Drs. Subiyono, M.Sc. selaku dosen mata kuliah Kapita Selekta Bakteriologi
yang telah memberikan bimbingan dalam penulisan makalah ini

Semua rekan-rekan yang telah mendukung penulisan makalah ini


Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, Untuk

itu

kritik

dan

saran

yang

bersifat

membangun

kami

harapkan

guna

menyempurnakan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita


semuanya.

Yogyakarta, Oktober 2014

Penulis

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Nocardia merupakan genus dari Gram-positif, katalase positif, dan bakteri
berbentuk batang. Ia memiliki total 85 spesies, dengan 45 spesies. Genus ini
mempunyai lilin, fenol dan kresol sebagai sumber tenaga. Nocardia
ditemukan di seluruh dunia di tanah yang kaya dengan bahan organik. Selain
itu, Nocardia adalah mikroflora mulut yang ditemukan pada gingiva sehat
serta kantong-kantong periodontal.
Spesies nocardia dan spesies streptomyces adalah organisme aerobik
yang terdapat dalam tanah. Nocardias asteoides dan nocardia brasilienisis
adalah penyebab utama nokardiosis, suatu penyakit paru-paru manusia
oportunistik

yang

dapat

menyebar

kebagian-bagian

tubuh

lainnya.

Organisme ini dapat pula menimbulkan misetoma.


Bakteri ini biasanya hidup pada bahan-bahan yang membusuk di dalam
tanah.
Bakteri ditularkan melalui udara yang tercemar oleh debu tanah dan terhirup
ke dalam paru-paru. Pada kasus yang jarang, bakteri masuk ke dalam tubuh
manusia karena tertelan atau melalui kulit.

TINJAUAN PUSTAKA

A. Morfologi dan Identifikasi


1. Taksonomi Bakteri
Kingdom

: Bacteria

Phylum

: Actinobacteria

Order

: Actinomycetales

Suborder

: Corynebacterineae

Family

: Nocardiaceae

Genus

: Nocardia

Species

: Nocardia Asteroides
Nocardia Brasiliensis

Mikroorganisme ini morfologinya mirip dengan jamur, karena koloni


kuman ini masih mempunyai filamen, hifa dan miselium. Filamen tumbuh
membentuk cabang-cabang dan pada cabang-cabang ini timbul miselium
yang berukuran 0,5-3,5 m. Jika terpisah miselium ini merupakan kuman
yang hidup dalam suasana aerob, sebagai saprofit kadang-kadang
sebagai parasit fakultatif. Penyakit ini oleh kuman ini dinamakan
Nocardiosis, misalnya penyakit paru-paru yang opurtunis yang sewaktuwaktu dapat menyeba ke bagian-bagian tubuh lainnya. Bentuk infeksi ini
tidak akut, biasanya dapat menjadi kronis. N. madurae menyebabkan
borok pada kaki.
a. Nocardia Asteroides
Nocardia asteroides mempunyai filamen yang tipis, grampositif,bercabang, yang dapat terpecah menjadi bentuk-bentuk batang
atau kokus. Banyak isolat bersifat tahan asam bila dicuci dengan asam

sulfat 1%. Bentuk batang dan filamen dapat ditemukan dalam eksudat
jaringan atau dalam nanah.Granula-granula yang sama seperti pada
aktinomikosis atau misotema tadiak pernah ditemukan, walaupun
pengelompokan filamen dan koloni dapat terjadi.
N.asteroides merupakan bakteri berbentuk batang. Bakteri ini
termasuk bakteri gram positif. Dinding selnya mengandung asam
mycolic. Sel bakteri ini memiliki satu kromosom sirkular dan dua buah
plasmid. Bakteri ini bereaksi positif dengan uji katalase, artinya bakteri
ini menghasilkan enzim katalase. Metabolisme bakteri ini berjalan
secara aerob. N.asteroides ini adalah bakteri parasit yang tinggal dan
berkembang biak pada material organik. Habitat utama mereka adalah
bahan yang kaya sumber karbon seperti tanah, tanaman, dan sel
binatang. Mempunyai filamen yang tipis, gram positif, bercabang, yang
dapat terpecah menjadi bentuk-bentuk cabang atau kokus.
b. Nocardia Brasiliensis
Diklasifikasikan sebagai actinomycete aerobik, adalah non-motil
bakteri gram positif. Ia paling umum hidup sebagai saprofit di tanah
meskipun juga telah pulih dari air segar dan garam serta peduli hewan
(Salinas-Carmona,2000).

Pertumbuhan

ditandai

dengan

salmon

berwarna,mengkilap koloni.
Spesies Nocardia tumbuh secara erobik pada banyak perbenihan
sederhana. Pertumbuhannya variabel dan lambat. Koloni-koloni
mempunyai lilin, bel dan lambat. Koloni-koloni mempunyai lilin, dengan
pigmentasi berkisar dari kuning sampai jingga atau merah. Hifa aerial
yang putih dapat terbentuk dia atas permukaan koloni. Sporulasi terjadi

melalui fragmentasi menjadi artrospora. N brasiliensis pada semua tes


tersebut positif. Semua nocardia adalah urease-positif. Identifikasi
khromatografik unsur-unsur dinding sel digunakan untuk membedakan
spesies.
2. Patogenesis
Infeksi adalah dengan menghirup udara mengandung basil dari
sumber lingkungan (tanah atau bahan organik); penyakit tidak menular.
Lesi kulit yang disebabkan oleh N. Brasiliensis sering akibat kontak
langsung. Nocardia merongrong mekanisme phagocytes antimikroba,
jarang menyebabkan pembentukan abses atau Granuloma dengan
penyebaran limfatik hematogenous pada kulit atau sistem saraf pusat.
Angka kematian mencapai 45 % bahkan dengan terapi.
Nocardiosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri dari
keluarga Nocardia, pada umumnya merupakan spesies Nocardia
asteroides, yang biasanya dimulai di paru-paru dan bisa menyebar ke
kulit dan otak. Bakteri ini bereaksi positif terhadap uji katalase. Nocardia
tergolong bakteri yang pathogen dengan virulensi yang cukup rendah.
Bakteri ini biasanya hidup pada bahan-bahan yang membusuk di dalam
tanah. Bakteri ditularkan melalui udara yang tercemar oleh debu tanah
dan terhirup ke dalam paru-paru. Pada kasus yang jarang, bakteri masuk
ke dalam tubuh manusia karena tertelan atau melalui kulit.
Nocardia

Brasiliensis

adalah

agen

penyebab

mycetoma

actinomycotic. Ini adalah penyakit kronis yang ditandai dengan lambat


maju tumor dengan nodul, abscessation dan sinus pengeringan. N.
Brasiliensis memasuki kulit melalui traumatis inokulasi dengan duri atau

serpihan, dan dengan demikian mycetomas dihasilkan dari infeksi


semacam ini terletak terutama pada tangan, kaki dan lengan meskipun
ada laporan dari situs infeksi lain (Salinas-Carmona, 2000). N.
Brasiliensis bertanggung jawab untuk lima kelas dari nocardiosis, yaitu;
paru, sistem saraf pusat, sistemik, ekstra-paru serta kulit, subkutan dan
lymphocutaneous. Paru infeksi yang paling sering berkembang setelah
menghirup Nitrogen. Brasiliensis berada pada udara yang terbawa
partikel debu. Kemungkinan infeksi berkembang tergantung pada sel
bakteri jumlah dihirup serta daripadanya pertumbuhan negara dan
virulensi dari sel nocardial individu dihirup (Jawetz et al., 1982).
Infeksi biasanya berasal dari paru-paru dan cenderung untuk
bermigrasi ke daerah lain dari tubuh seperti mata, ginjal atau adrenal
meskipun paling sering berpindah ke otak atau kulit (Kotton, 2002).
Tengah hasil infeksi sistem saraf dari penyebaran infeksi ke otak dan
sekitar seperempat dari infeksi paru juga melibatkan sistem saraf pusat.
Selanjutnya ada bukti konklusif dari penyebaran hematogen yang
menghasilkan,

apa

yang

disebut

sebagai,

sistemik

nocardiosis

(Beaman,2000). Laporan juga menunjukkan bahwa empat dari enam


pasien dengan nocardiosis memiliki eksposur tanah luas sebelum
perkembangan

penyakit

(Huggins,

2003).

Pasien-pasien

mengembangkan mycetomas pada tangan, kaki dan lengan. Meskipun


lokasi lain telah dilaporkan. N. Brasiliensis masuk melalui kulit setelah
inokulasi traumatis dengan duri atau pecahan. Infeksi ini ditandai dengan
tumor berkembang lambat dengan nodul, abses dan pengeringan sinus
(Salinas-Carmona,2000).

Nocardia brasiliensis adalah patogen oportunistik dan sehingga


kasus infeksi agak jarang pada orang sehat dengan sebagian besar
kasus berkembang pada individu dengan sistem kekebalan yang lemah
atau dikompromikan (Kotton, 2002). Sebelumnya, patogen oportunistik
tidak fokus medis atau ilmiah penelitian. Namun, pandemi HIV/AIDS
telah mengubah pendekatan yang dilakukan terhadap infeksi bakteri. Hal
ini telah menciptakan kesadaran pentingnya mendapatkan informasi
sebanyak mungkin tentang ini patogen, dan resistensi mereka terhadap
antibiotik. Telah ada peningkatan jumlah insiden nocardiosis. Hal ini
karena sejumlah faktor. Ini termasuk, peningkatan jumlah kasus diabetes
dan leukemia pasien, bersama dengan peningkatan dalam penggunaan
antibiotik. Selain itu ada kenaikan jumlah transplantasi organ dan
persentase

HIV terinfeksi orang. Semua faktor ini mempengaruhi

immuno-kompetensi dari individu dan dengan demikian memainkan


peran utama dalam kemampuan N.brasiliensis mewujudkan penyakit
(Kotton,2002).
3. Patologi
Nocardia Asteroides ditinjau dari patologinya, bakteri ini merupakan
bakteri patogen yang oportunis dengan virulensi yang cukup rendah.
Bakteri ini dapat membentuk endospore dan oleh karena itu mereka
dapat bertahan lama dan menyebar lewat udara (bersama debu).
Infeksi terjadi dengan inhalasi jamur. Kelainan primer terdapat dalam
paru dan menyerupai penyakit paru lain dengan penyebaran hematogen,
jamur dapat ke alat lain terutama ke otak dan ginjal.
4. Gambaran Klinis

Manifestasi yang paling umum dari infeksi nocardial radang paruparu: demam, penurunan berat badan, batuk, nyeri dada berhubungan
dengan selaput dada, dan dyspnea. Pada sekitar 20 persen pasien ada
lesi kulit granulomatosa dan atau kelainan sistem saraf pusat.
Nocardiosis dapat menimbulkan infeksi pada paru-paru yang
menimbulkan pneumonia, lesi kadang-kadang berbentuk tumor. Gejala
lain adalah penurunan berat badan, demam, batuk-batuk dengan
hemoptoe. Lesi-lesi yang timbul dapat menahun sebagai suatu abses,
pembesaran saluran sinus dan kemudian dapat berkembang menjadi
suatu rongga yang besar. Ditemukan pula pembentukan abses pada
otak, lesi pada ginjal yang meluas sampai ke bagian korteks dan
medulla.
5. Uji Laboratorium
Bahan pemeriksaan dari sputum, sumsum tulang belakang, cairan
dari tempat yang terinfeksi, jika diwarnai dengan pewarnaan Gram
ditemukan kuman positif Gram berbentuk batang yang bercabang. Pada
infeksi sistemik, di dalam jaringan tidak di temukan bentuk-bentuk
granula, jika jaringan tersebut diwarnai dengan Hemmatoksilindan Eosin
kumannya tidak tampak, namun tampak inflamasi akut. Jaringan yang
terinfeksi N. Asteroides bila diwarnai dengan pewarnaan Gram, kelihatan
kuman yang bentuknya seperti benang-benang halus sifatnya positif
Gram. N. Asteroides, N. Brasiliensis, dan N. Otidiscaviarum sifatnya
tahan asam bila diwarnai dengan pewarnaan Tan Thiam Hok.
Bahan terdiri dari dahak, cairan, nanah, spinal, dan bahan biopsis.
Tes-tes serologik saat ini tidak dapat dipercaya. Ekstra Nocardia sp yang

terkena gelombang suara dapat menghasilkan garis-garis presipitin


dengan serum orang yang terinfeksi pada tes imonodifusi.
a. Pemeriksaan Mikrosopik
Jika diwarnai Gram menunjukkan bentuk-bentuk kokus dan basil atau
massa batang-batang bercabang yang kusut. Beberapa strain
bersifat tahan-asam.
1) Biakan :
Spesies Nocardia tumbuh pada sebagian besar perbenihan
laboratorium, tetapi dapat dihambat oleh adanya sejumlah
antibiotika antibakteri dalam perbenihan. Marmot, tikus, dan
kelinci peka terhadap infeksi percobaan.
2) Potongan Jaringan
Nokardia diwaranai oleh zat warna metamin-perak
6. Resistensi dan Imunitas
Ketahanan alami terhadap infeksi tinggi dalam individu normal, dan
penyakit ini biasanya berhubungan dengan disfungsi kekebalan selular,
kekurangan imunoglobulin atau cacat Leukocyte. Resistensi kompleks
diperlukan, melibatkan pengaktifan makrofag, sel T .sitotoksik, dan
neutrofil inhibition.
Mekanisme patogenesis yang kompleks, tidak sepenuhnya dipahami,
dan termasuk kapasitas untuk menghindari atau menetralkan kegiatan
microbicidal segudang host. Virulensi relatif N. asteroides berkorelasi
dengan kemampuan untuk menghambat phagosome-lisosom fusi di
fagosit, untuk menetralkan pengasaman phagosomal; untuk detoksifikasi
produk microbicidal metabolisme oksidatif, untuk memodifikasi fungsi

fagosit, untuk tumbuh dalam sel fagositik, dan untuk melampirkan,


menembus, dan tumbuh dalam sel inang. Kedua makrofag teraktivasi
dan imunologis spesifik limfosit T merupakan mekanisme utama untuk
ketahanan host terhadap infeksi nocardial, sedangkan limfosit B dan
imunitas humoral tidak tampak sama pentingnya dalam melindungi tuan
rumahDengan demikian, nocardiae adalah patogen fakultatif intraseluler
yang dapat bertahan dalam host, mungkin dalam bentuk yang samar (Lform), untuk hidup. Diam invasi sel-sel otak oleh beberapa jenis Nocardia
dapat menyebabkan neurodegeneration pada hewan percobaan, namun
peran nocardiae dalam penyakit neurodegenerative pada manusia perlu
diselidiki.
7. Penyakit pada Manusia yang Disebabkan oleh Mikroorganisme Jenis Ini
Penyakit jamur sistemik yang disebabkan oleh beberapa spesies
genus Actinomyces aerob.Yang paling sering :
a. Nocardia asteroides: Bersifat asam ,terdapat di seluruh dunia
Contoh : Nokardiosis
b. Nocardia brasiliensis : Bersifat tahan asam, terdapat di Amerika
Serikat bagian selatan dan di Amerika Selatan
Contoh : Mycetoma, Actinomycetoma
c. Nocardia Madurae: Tidak tahan asam
Contoh : Eumycetoma
d. Nocardia pelletiari: Tidak tahan asam
Contoh : Eumycetoma

Berlainan dengan Actinimyces anaerob, Actinomyces aerob ini dapat


ditemukan di alam bebas (tanah,comberan dan tanaman). Jadi sumber
penularannya secara eksogen. Penularan terhadap manusia dapat terjadi:
a. Pre-inhalasi :
Terutama

Nocardia

Asteriodes

dan

Nocardia

braziliensis,

menyebabkan kelainan pada paruparu, yang selanjutnya dapat


menyebar secara hematogen menjadi Nocardia sistemik.
b. Trauma :
Dapat terjadi melalui keempat spesies Nocardia. Menyebabkan
lesi local di jaringan subkutis yang disebut misetoma yang terdapat
banyak sekali di daerah tropic. Yang terjadi perihalasi dapat
menyebabkan Nokardiosis sistemik dan dapat menjangkiti semua
golongan umur. Yang terjadi dengan trauma, banyak terdapat pada
petani dan mereka yang pekerjaan seharihari sering berkontak
dengan tanah.

B. Pengobatan
Penanganan terhadap penyakit ini biasanya dilakukan dengan pemberian
antibiotik. Namun pemberian antibiotik jenis Penisilin efektif hanya pada 40%
kasus. Sulfadiazin mungkin efektif, tetapi harus diberikan selama beberapa
bulan. Pengobatan terhadap penyakit ini terutama dapat berhasil dengan
pengobatan jangka panjang yaitu 6-12 bulan dengan pemberian obat
antibiotic seperti Trimethoprimsulfamethoxazole (Bactrim), ataupun Sulfabased drugs lainnya.

C. Epidemiologi, Pencegahan dan Pengendalian


Nocardia terdapat di mana saja di alam ini, Misetoma lebih banyak terjadi
di daerah tropic dan subtropik. Biasanya kuman berasal dari tanah yang
kemudian berpindah dari seseorang ke orang lain atau dari hewan ke
manusia. Penyakit ini tidak memandang usia dan ras hanya pada laki-laki
usia muda 3 sampai 5 kali lebih banyak daripada wanita. Penyakit yang
disebabkan oleh kuman ini bersifat opurtunis pathogen yang timbul sebagai
penyakit infeksi sekunder pada penderita yang lemah karena pemberian
obat kortikosteroid. Kepentingan kompleks adalah bahwa anggotanya
cenderung mempunyai kerentanan antimikroba yang berbeda, yang dapat
mempengaruhi pengobatan. Nokardia tidak ditularkan dari orang ke orang.
Nokardia yang potensial patogenik terdapat dalam tanah dan mungkin
masuk tubuh melalui jalan pernafasan atau melalui kulit yang lecet. Infeksi
pada anjing, binatang piaraan lain, dan binatang pertanian sangat jarang
terjadi, Mastitis pada ternak kadang-kadang tersebar luas. Nokardiosis tidak
menular. Nocardiosis jarang pada orang normal. Ini biasanya terjadi pada
penerima transplantasi organ; pada pasien dengan leukemia, limfoma,
humoral, atau cacat Leukocyte; atau setelah terapi steroid berkepanjangan.

DAFTAR PUSTAKA

Jawetz E, et All. 1986. Mikrobiologi (review of medical microbiology). Jakarta:


EGC
Staf Pengajar Fakultas Kedokteran. 1994. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta
Barat: Bina Rupa Aksara
http://mikrobia.files.wordpress.com/2008/05/waspada-penyakit-yang-menyebardi-musim-kemarau1.pdf
http://pemburumikroba.blogspot.com/2010/09/mikobakteri-dan-nocardia.html