Anda di halaman 1dari 3

Hospes : Manusia(definitif), Babi, Tikus, Kucing dll.

Penyakit: Trikinosis

Daur Hidup:
Cacing betina vivipar masuk ke mukosa usus mulai dari duodenum sampai sekum. Seekor
betina dapat mengeluarkan 1500 larva, dari mukosa usus halus, larva tersebut menyebar
melalui pembuluh limfe dan darah menuju ke otot seran lintang dan tumbuh di sana sebagai
kista.

Patologi dan gejala klinis


Larva menyebabkan mialgia dan miositis.

Diagnosis
-Tes kulit menggunakan antigen
-Bioposi Otot

Pengobatan
-simptomatis
-Tiabendazol 25 mg/kg berat badan

Trichinella spiralis (Trichina worm, cacing trichina)

GAMBAR 6

Klasifikasi Trichinella spiralis

Phylum : Nemathelminthes
Class : Nematoda
Subclass : Adenophorea
Ordo : Enoplida
Super famili : Ttichinelloidea
Genus : Trichinella
Species : Trichinella spiralis
Hospes dan Nama Penyakit
Cacing ini hidup dalam mukosa duodenum, sampai sekum manusia. Selain menginfeksi
manusia, cacing ini juga menginfeksi mamalia lain, seperti tikus, kucing, anjing, babi,
beruang, dll. Penyakit yang disebabkan parasit ini disebut trikinosis, trikinelosis, dan
trikiniasis.
Morfologi
Cacing dewasa sangat halus menyerupai rambut, ujung anterior langsing, mulut kecil, dan
bulat tanpa papel. Cacing jantan panjangnya 1,4-1,6 mm, ujung posteriornya melengkung ke
ventral dan mempunyai umbai berbentuk lobus, tidak mempunyai spikulum tepi. Dan tidak
terdapat vas deferens yang bisa dikeluarkan sehingga da[at membantu kopulasi. Cacing
betina panjangnya 3-4 mm, posteriornya membulat dan tumpul.
Cacing betina tidak mengeluarkan telur, tetapi mengeluarkan larva (larvipar). Seekor cacing
betina mengeluarkan larva sampai 1500 buah. Panjang larva yang baru dikeluarkan kurang
lebih 80-120 mikron, bagian anterior runcing dan ujungnya menyerupai tombak.

Siklus Hidup
Siklus hidup alami yang terjadi antara babi dan tikus -> babi mengandung kista yang
infektif -> manusia terinfeksi olh karena makan daging babi atau mamamlia lain yang
mengandung kista -> cacing dewasa hidup di dalam dinding usus -> larva membentuk
kista di dalam otot bergaris
Patologi dan Gejala Klinis
Gejala Trikinosis tergantung pada beratnya infeksi disebabkan oleh cacing stadium dewasa
dan stadium larva. Pada saat cacing dewasa mengadakan invasi ke mukosa usus, timbul gejal
usus sepertiskit perut diare, mual dan muntah. Masa tunas gejala usus ini kira-kira 1-2 hari

sesudah infeksi.
Larva tersebar di otot kira-kira 7-28 hari sesudah infeksi. Pada saat ini timbul gejal nyeri
otot (mialgia) dan randang otot (miositis) yang disertai demem, eusinofilia dan
hipereosinofilia.
Gejala yang disebakan oleh stadium larva tergantung juga pada alat yang dihinggapi
misalnya, dapat menyebabkan sembab sekitar mata, sakit persendian, gejala pernafasan dan
kelemahan umum. Dapat juga menyebabkan gejala akibat kelainan jantung dan susunan
saraf pusat bila larva T.spiralis tersebar di alat-alat tersebut. Bila masa akut telah lalu,
biasanya penderita sembuh secara perlahan-lahan bersamaan dengan dibentuknya kista
dalam otot.
Pada infeksi berat (kira-kira 5.000 ekor larva/kg berat badan) penderita mungkin meninggal
dalam waktu 2-3 minggu, tetapi biasanya kematian terjadi dalam waktu 4-8 minggu sebagai
akibat kelainan paru, kelainan otak, atau kelainan jantung.

Epideologi
Cacing ini tersebar di seluruh dunia (kosmopolit), kecuali di kepulauan Pasifik dan
Australia. Frekuensi trikinosis pada manusia ditentukan oleh temuan larva dalam kista di
mayat atau melalui tes intrakutan. Frekuensi ini banyak ditemukan di negara yang
penduduknya gemar makan daging babi. Di daerah tropis dan subtropis frekuensi trikinosis
sedikit.
Infeksi pada manusia tergantung pada hilang atau tidak hilangnya penyakit ini dari babi.
Larva dapat dimatikan pada suhu 60-70 derajat celcius, larva tidak mati pada daging yang
diasap dan diasin.