Anda di halaman 1dari 3

Ventilasi Perfusi Rasio

Alveolar Ventilasi adalah jumlah gas yang keluar dari alveolus dan masuk ke alveolus
Perfusi adalah jumlah gas yang bersirkulasi di dalam pembuluh darah
Ventilasi dalam keadaan istirahat terjadi sekitar 4liter/menit
Perfusi terjadi dalam keadaan istirahat terjadi sekitar 5liter/menit
Jadi ventilasi perfusi dalam keadaan istirahat adalah sekitar 0,8 atau hampir mendekati 1.
Ventilasi perfusi ratio antara 0,8 1 ini adaalah keadaan matching. Keadaan inilah yang membuat
tekanan parsial O2 dan CO2 ini dalam keadaan normal.
Variable
Normal Value
PAO2
~ 100 mm Hg
PACO2
40 mm Hg
PaO2
95 - 100 mm Hg
PaCO2
40 mm Hg

Ventilasi Perfusi Missmatch

fisiologis

patologis

1. Ventilasi perfusi ratio missmatch fisiologis

Ketika kita dalam posisi berdiri ataupun duduk, maka akan ada perbedaan aliran darah di bagian
apex (zone 1 pada gambar diatas) dan base paru-paru (zone 3 pada gambar diatas) dikarenakan
adanya gaya gravitasi. Aliran darah lebih banyak di daerah base (zone 3 pada gambar diatas). Tapi
aliran ventilasi lebih banyak di daerah apex.
Sehingga ada 3 keadaan pada 3 zona.
Zona 1 = apex paru-paru
Zona 2 = middle paru-paru
Zona 3 = base paru-paru
Zona 1 akan mengalami peningkatan Ventilasi Pervusi Ratio (V/Q) dikarenakan rendahnya aliran
darah. Sehingga jumlah gas O2 lebih banyak daripada gas CO2. Ventilasi terlalu banyak sehingga
menumpuk di bagian dead space secara fisiologis (di bagian conducting tract seperti trachea dan
bronchus). (V/Q ratio > 1)

Zona 2 merupakan zona normal (V/Q ratio diantara 0,8 1)


Zona 3 mengalami penurunan Ventilasi Perfusi Ratio (V/Q) dikarenakan meningkatnya aliran darah
tidak diimbangi dengan ventilasi. Sehingga jumlah gas O2 lebih sedikit daripada gas CO2. (V/Q ratio <
0,8)

1. Ventilasi perfusi ratio missmatch patologis


Keadaan patologis dapat menyebabkan peningkatan atau penurunan dari V/Q ratio. Kedua jenis
missmatch patologis ini dapat menyebabkan hipoxemia.
1. Ketika ada gangguan di pembuluh darah daerah pulmonary seperti ketika adanya pulmonary
embolism (obstruksi di aliran pembuluh darah), atau pneumonia dan TB pulmonary yang
mengakibatkan alveolusnya rusak. Maka daerah tersebut mengalami penurunan dari
perfusinya sehingga terjadi peningkatan Ventilasi Perfusi Ratio. Keadaan ini patologis karena
gas O2 yang berada di alveolus tidak dapat masuk ke pembuluh darah dan gas CO2 yang
berada di pembuluh darah tidak dapat keluar ke alveolus. Daerah ini dinamakan alveolar
dead space patologis karena di daerah ini tidak terjadi pertukaran gas. (V/Q=infinity)
2. Ketika ada gangguan di alveolus atau saluran napas. Contohnya ada obstruksi di saluran
napas seperti bronchitis. Maka ventilasi akan mengalami penurunan sehingga V/Q akan
menjadi 0 (V/Q=0). Keadaan patologis seperti ini akan membuat terjadinya shunting (aliran
darah yang tidak tercukupi jumlah oksigennya akan bercampur dengan aliran darah yang
tercukupi oksigennya.
Kedua kondisi patologis diatas dapat dialami oleh pasien COPD.
Ada cara dari tubuh untuk menormalkan V/Q ratio
1. Dengan cara melakukan bronchocontriction pada daerah yang mengalami peningkatan V/Q ratio.
2. Pada daerah yang mengalami penurunan V/Q ratio, tubuh akan mencoba menormalkan V/Q
rationya dengan cara melakukan vasokontriksi pada daerah yang mengalami penurunan V/Q
rationya.

Anda mungkin juga menyukai