Anda di halaman 1dari 2

Fenomena Sindroma Kekentalan Darah

(Sindroma Hughes)

Dari Stroke hingga Keguguran


Definisi Sindroma Darah Kental ini adalah keadaan dimana darah lebih mudah menggumpal,
mudah membeku dan mengental dibanding darah normal, sehingga mengakibatkan aliran
darah terputus sehingga suplai zat nutrisi pada jaringan yang di lewatinya menjadi terhenti dan
mengakibatkan kematian pada jaringan tersebut.
Karena terjadi di dalam darah dan bisa menganggu sirkulasinya, maka gejala yang ditimbulkan
sindroma darah kental cukup luas. Semua organ dapat terkena dan akan menunjukkan gejala
sesuai dengan organ yang bersangkutan. Di mata, misalnya, bisa mengakibatkan penglihatan
menjadi kabur sampai kebutaan akibat sumbatan total. Di telinga, gejalanya bisa
berdengung/berdenging (tinitus), vertigo, gangguan pendengaran dan ketulian. Kekentalan
darah juga bisa mengenai sistem saraf. Gejala kekentalan darah yang paling sering ditemukan
adalah sakit kepala, nyeri kepala migrain, kejang, gangguan kognitif dan bahkan stroke. Yang
khas , tidak seperti umumnya, penderita stroke akibat kekentalan darah biasanya berusia
muda. Kekentalan darah sangat ditakuti jika menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah
jantung. Karena bisa menyebabkan serangan jantung tiba-tiba. Disamping itu dapat
menyebabkan nyeri dada (angina pectoris) dan kerusakan katup jantung (insufisiensi mitral).
Pada organ reproduksi wanita, sindroma ini bisa menimbulkan gejala berupa keguguran yang
berulang, infertilitas, eklamsia-preeklamsia, dan kelahiran prematur. Bila kekentalan darah
menyebabkan sumbatan di kaki atau tangan, maka keluhan yang timbul pun beragam.
Sumbatan yang ringan hanya menimbulkan gejala pegal-pegal, sedangkan sumbatan yang
besar bisa mengakibatkan rasa nyeri dan pembengkakan sering dikelirukan dengan penyakit
rematik.

Pada dasarnya keadaan hiperkoagulasi dan hiperagregasi trombosit pada sindroma darah
kental (sindroma hughes) bisa ditemukan di semua pembuluh darah dalam tubuh. Yang perlu
dicatat, lokasi penyumbatan pada pasien dengan sindrom ini bahkan bisa terjadi pada tempattempat yang tidak biasa. Antara lain pembuluh darah yang bertanggung jawab memberi
suplai pada organ ginjal, paru, hati dan saluran cerna lainnya.
Pengobatan Sederhana
Walau diagnosis sindroma darah kental sulit ditegakkan, sebenarnya pengobatannya
cukup sederhana. Ada dua jenis obat untuk sindroma darah kental ini, yaitu antikoagulasi (anti
pembekuan darah) misalnya heparin dan warfarin, dan anti agregasi trombosit (antiplatelet)
contohnya aspirin. Keduanya bertugas membuat darah menjadi encer, dengan mempengaruhi
proses koagulasi dan trombosit.
Pengobatannya yang sederhana bukan berarti mudah dan tanpa efek samping. Efek
samping. Efek samping berupa pendarahan perlu terus dipantau. Selama menggunakan obatobatan ini keadaan darah penderita harus selalu dikontrol dengan melakukan pemeriksaan
laboratorium dalam periode tertentu.
Pemeriksaan laboratorium
Biasanya point pemeriksaan darah di laboratorium disamping darah rutin (hemoglobin,
hematokrit, lekosit, trombosit, hitung jenis darah) juga faal hemostasis seperti Waktu Pembekuan (CT),
Retraksi Bekuan, APTT, Waktu Protrombin (PT), Agregasi Trombosit, Waktu Protrombin, D-Dimer,
Fibrinogen, ACA IgG, ACA IgM, AT III, Waktu Trombin (TT), Von Willebrand Faktor (vWF) dan Viskositas
Darah

Anda mungkin juga menyukai