Anda di halaman 1dari 16

Prinsip Penempatan Implan

Nabila Shery Larasati


160110110069

Pertimbangan

Batasan
anatomis
berdasarkan
Pertimbangan
restoratif

Batas Anatomis

Pertimbangan Batas Anatomis


Meningkatkan keberhasilan ditempatkan
seluruhnya di dalam tulang dan jauh dari
struktur anatomis lain seperti kanalis
mandibularis
Pertimbangan lain : variasi anatomis diantara
lokasi berbeda di rahang, panjang implant
yang akan dipakai, diameter, kedekatan
dengan struktur lain, dan waktu yang
diperlukan untuk integrasi

Penempatan
2 mm diatas kanal alveolar inferior
5 mm lebih anterior dari foramen mental
1 mm dari ligamen periodontal gigi asli yang
berdekatan
Pada anterior maksila, kedekatan apeks
dengan kavitas nasal minimal tersisa tulang
setebal 1 mm
sedikit menjauhi midline di setiap sisi foramen

Pertimbangan di Maksila
tulang di posterior kurang padat dibandingkan
tulang di anterior, sehingga lebih banyak
bagian sumsum tulang dibandingkan korteks
perlu waktu yang lebih lama untuk terjadi
integrasi
terjadinya kehilangan tulang jarak linggir
dan sinus maksilaris berkurang
Apabila tidak didapat ketinggian : augmentasi
tulang terlebih dahulu

Pertimbangan di Mandibula
anterior biasanya memiliki tinggi dan lebar
yang cukup dan membutuhkan waktu yang
lebih singkat untuk integrasi.
Jika mungkin, pemasangan implant dilakukan
melewati seluruh cancelous bone hingga
apeks implant akan menghubungkan tulang
kortikal di superior dan inferior.

Pertimbangan di Mandibula
Pada daerah premolar, diperhatikan agar
implant tidak berdekatan dengan nervus
alveolar inferior.

Pertimbangan di Mandibula
pemasangan implant harus menyediakan jarak
antara apeks implant dan batas superior kanal
alveolar inferior sebesar 2 mm.
Jika tidak dapat terpenuhi meskipun dengan
menggunakan implant terpendek, dapat
dilakukan reposisi nervus, bone graft, dan
protesa non implant

Pertimbangan di Mandibula
Implant dengan ukutan yang pendek (8-10
mm) biasanya digunakan di daerah ini,
sehingga untuk membantu menahan beban,
dapat dipasang implant lebih.

Pertimbangan Restoratif

Pemasangan Implan
penting karena mempengaruhi kontur,
tampilan, dan fungsi jangka panjang.
Idealnya harus tersedia 10 mm tinggi tulang
dan 6 mm lebar secara horizontal untuk
pemasangan implant serta 1 mm pada aspek
lingual dan bukal.
Jarak antara implant sebesar 3 mm. Hal ini
diperlukan untuk visibilitas setelah restorasi
selesai untuk menjaga oral hygiene.

Jarak minimum yang direkomendasikan

Sumbu panjang implant harus diposisikan


pada sentral fossa dari restorasi untuk
meminimalisasi gaya lateral. Penempatan ini
mengacu pada 3 sumbu

Penempatan
superoinferior
implant,
direkomendasi
kan 2-3 mm
inferor dari
posisi restorasi
yang
direncanakan.

Gambar Posisi
Implant secara
Superoinferior. A,
Implant Dipasang
Kurang Dalam. B,
Penempatan Implant
yang Ideal. C,
Penempatan Implant
4 mm apikal dari
mahkota,
menimbulkan kontur
dengan gingival
sulkus yang dalam

Implan dan Ukuran Restorasi


Pilihan implant dan ukuran penempatan
superoinferior dimodifikasi dari diameter
restorasi yang diinginkan.
contoh diameter gigi maksila anterior
berdiameter 8 mm sedangkan diameter
implant rata-rata 4 mm, sedangkan pada
rahang bawah gigi insisivus sentral
berdiameter kurang dari 4 mm ,sehingga
dipakai implant berdiameter 3 mm.