Anda di halaman 1dari 1

Alasan kenapa kadar klor tidak boleh berlebih di air

Klorin dinilai mengandung kadar racun yang tinggi, baik berbentuk gas maupun cairan, dan
digolongkan sebagai bahan kimia yang mampu mengakibatkan kematian atau cacat tetap dari
penggunaan yang normal (setiap hari pada industri) sekalipun.
Keberadaa ion Cl- dalam air akan berpengaruh terhadap tingkat keasinan air. Semakin tinggi
konsentrasi Cl-, berarti semakin asin air dan semakin rendah kualitasnya. (Kadar klorida
maksimal yang diperbolehkan pada air minum yaitu 250 mg/l)
Klorin sangat mudah menguap dan sangat mudah bereaksi dengan air. Kandungan air di
udara khususnya di atmosfer mengakibatkan zat klorin mudah menguap yang berupa
penguapan air laut yang membawa zat klorin ( Cl ) sehingga lapisan ozon pun mudah juga
berlubang
Supaya bisa dipakai, klorin sering dikombinasikan dengan senyawa organik (bahan kimia
yang mempunyai unsur karbon) yang biasanya menghasilkan organoklorin. Organoklorin itu
sendiri adalah senyawa kimia yang beracun dan berbahaya bagi kehidupan karena dapat
terakumulasi dan persisten di dalam tubuh makhluk hidup.
Khlor dapat terikat senyawa organik berbentuk (Cl-HC) dan bersifat karsinogenik.
nilai sisa klor harus pas, tidak boleh berlebih karena akan bereaksi dengan metil (sisa
dekomposisi) yang akan terbentuk Tri halo metan (THM) yang menyebabkan kanker
kandung kemih.
http://abdilanov.blogspot.com/2011/11/alasan-kenapa-kadar-klor-tidak-boleh.html dIKRI
ABDLANOV
https://kusumaningrumwidya.files.wordpress.com/2014/04/penentuan-kadar-klorida-denganmetoe-mohr.pdf

Klorida Klorida adalah senyawa halogen klor (Cl). Dalam jumlah banyak, klor (Cl) akan menimbulkan
rasa asin, korosi pada pipa sistem penyediaan air panas.Sebagai desinfektan, residu klor (Cl) di dalam
penyediaan air sengaja dipelihara, tetapi klor (Cl) ini dapat terikat pada senyawa organic dan
membentuk halogen-hidrokarbon (Cl-HC) banyak diantaranya dikenal sebagai senyawa-senyawa
karsinogenik. Kadar maksimum klorida yang diperbolehkan dalam air bersih adalah 600 mg/l.

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI No.416/MENKES/PER/IX/1990