Anda di halaman 1dari 9

Matakuliah

: Workshop Perawatan dan Perbaikan


Peralatan Listrik (LIS361)
Prodi
: D3 Teknik Elektro
Jadwal
: Hari Selasa, Jam ke: 07 s.d 10Topik
Tugas : Membuat Papper tentang Perawatan Motor Induksi 3
Phase
A. Tujuan

Mengenal jenis-jenis motor listrik arus bolak balik 3 fasa motor


induksi Asyinkron dan motor synkron (serempak).

Memahami konstruksi motor arus bolak balik 3 fasa jenis motor


induksi Asyinkron dan motor synkron (serempak).

Memahami prinsip kerja motor arus bolak balik 3 fasa jenis motor
induksi Asyinkron dan motor synkron (serempak).

Memelihara dan memperbaiki motor arus bolak balik 3 fasa jenis


motor induksi Asyinkron dan motor synkron (serempak).

B. Isi

Motor induksi 3 fasa (motor asynkron 3 fasa)


Motor induksi sering disebut motor asyinkron (tidak serempak),
disebut demikian karena jumlah putaran rotor tidak sama dengan
putaran medan magnit stator.
Jenis rotor yang digunakan yaitu:
Jenis rotor lilit (wound rotor). Motor jenis ini berkapasitas besar,
juga sering disebut motor

slipring atau motor cincin seret atau

cincin hubung singkat. Jenis rotor sangkar (squarrel cage rotor).


Motor jenis ini sering disebut motor dengan rotor hubung singkat.
Motor induksi 3 fasa banyak sekali digunakan di industri untuk
menggerakkan peralatan mekanik, yang membutuhkan jumlah
putaran relatif konstan. Jenis motor induksi baik 1 fasa maupun 3
fasa banyak digunakan, disebabkan banyak hal yang menguntungkan antara lain:
1. Konstruksi sederhana
2. Harga relatif murah

3. Effesiensi cukup tinggi


4. Faktor daya cukup baik
5. Perawatannya mudah
Konstruksi motor arus bolak balik 3 fasa.
Konstruksi Motor induksi 3 fasa pada dasarnya konstruksi
motor induksi 3 fasa terbagi atas dua bagian penting yaitu bagian
yang

diam

disebut

stator

Bagian yang gerak (berputar) disebut rotor.

Stator motor induksi 3 fasa terdiri atas:


Inti stator, yang pada permukaannya terdapat alur-alur
tempat meletakkan kumparan stator. Inti stator terbuat dari
bahan ferromagnitik yang terbuat secara berlapis-lapis.
Lilitan/ kumparan stator yaitu lilitan yang membangkitkan
fluks medan stator pada inti stator.
Kotak

terminal

yaitu

tempat

meletakkan

ujung-ujung

kumparan dari lilitan stator dan tempat peyambungan hubungan


kerja motor, apakah motor dalam hubungan bintang (Y) atau
hubungan segitiga (D).
Rotor adalah bagian yang berputar, terdiri atas:
Rotor sangkar Motor induksi yang berdaya kecil, rata-rata
menggunakan rotor sangkar dan hampir 90 % pemakaiannya
pada motor induksi. Bentuk fisiknya dapat dilihat pada gambar di
bawah ini.

Rotor lilit, jenis rotor ini hampir sama dengan rotor motor AC
1

FASA,

perbedaannya

terletak

pada

cincin

seret

atau

slippringnya yang berfungsi sebagai penghubung arus listrik


untuk penguatan medan rotor. Pada rotor lilit lilitan rotor selalu
dihubungkan bintang dan ujung-ujung akhir lilitan rotor selalu
dihubungkan seri dengan tahanan awal melalui slippring, tahanan
awal tersebut berfungsi untuk starting motor, secara kelistrikan
dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Prinsip kerja motor induksi 3 fasa.


Jika lilitan stator dihubungkan pada sumber tegangan 3 fasa,
maka pada lilitan stator akan terjadi fluba medan magnit putar.
Pada rator tedapat lilitan, sehingga berdasarkan percobaan
Faraday, pada lilitan rotor tersebut terbentuk ggl induksi. Lilitan
rator motor induksi biasanya dihubung singkat untuk rator
sangkar, maka pada rator tersebut akan mengalir arus yang
cukup tinggi. Sesuai dengan percobaan Lorentz maka pada lilitan
rator terbentuk suatu gaya yang dapat memutar rotor. Putaran
rotor selalu mempunyai arus yang sama dengan arah putaran
medan magnit stator. Di dalam kenyataannya bahwa putaran
rotor lebih rendah dari putaran medan statornya. Selisih putaran

rator dengan jumlah medan statornya disebut slip (S). Secara


singkat prinsip kerja dan terjadinya slip motor dapat kita tuliskan
dengan blok diagram seperti berikut:

Sumber
AC
3 Fasa

Terjadinya medan putar


pada stator (celah udara)
dengan jumlah :
60 f
Ns =

Prinsip induksi
percobaan Faraday
pada rotor timbul
er dan Ir

Selama motor
berputar Loop ini
selalu terjadi setiap
saat

Berdasarkan
percobaan Lorentz,
pada rotor timbul
gaya (F) dan Torsi

Rotor berputar
hingga nr = ns

Nr < Ns ada
Saat nr = ns
Nr Turun
slip, er dan Ir
Er=0, Ir=0, F = 0
pada lilitan
rotor
Pemeliharaan dan Perbaikan mesin arus bolak balik 3 fasa.
Pemeliharaan dan perbaikan motor induksi 3 fasa (motor
synkron)
Persoalan pokok yang dihadapi di industri ialah bagaimana
caranya menyusun sistim manajemen dalam menjalankan dan
memelihara peralatan listrik. Hal ini sangat penting bagi
kelancaran dan kelangsungan proses produksi di industri. Proses
kerja industri yang banyak didasarkan atas kerja peralatan listrik
harus terjamin kontinuitasnya. Pengaturan kerja itu berdasarkan
persoalan.
Kesinambungan kerja peralatan tercapai tanpa gangguan.

Pendayagunaan peralatan secara optimal. Cara kerja yang


ekonomis. Biaya operasional semurah-murahnya. Keselamatan
kerja harus terjamin dari bahaya listrik. Salah satu peralatan yang
mendukungpada penggerak mesin-mesin produksi adalah elektro
motor dan sebagian besar elektro motor yang banyak digunakan
adalah jenis motor induksi 3 fasa. Sehingga pemeliharaan dan
perbaikannya
harus
betul-betul
terjadwal
pada
kartu
pemeliharaan. Untuk mengaplikasikan kegiatan pemeliharaan
dan perbaikan, di bawah ini diperlihatkan, contoh pembuatan
kartu pemeliharaan dan perbaikan.

Pemberian Grease (stempet) pada bantalan peluruh


(laher)/pelumasan

Penggantian bantalan peluruh (laher) / over hole.

Pengukuran temperature (0o C).

Pengukuran arus beban penuh.

Pengukuran putaran rotor.

Cleaning Service (pembersihan).

Centering poros

Pengukuran tahanan isolasi

Pengecekan rangkaian

Penggantian Komponen yang habis pakai

CONTOH LAPORAN PERAWATAN MOTOR:


Data Komponen Perbaikan : Rewinding Stator Motor Induksi
Panjang dan diameter stator
Panjang dan diameter rotor
Jumlah alur stator
Jumlah kumparan tiap fasa
Jumlah kumparan tiap alur
Jumlah lilitan tiap alur
Diameter kawat
Jenis dan kualitas kawat
Gambar bentangan lilitan
Jenis dan ukuran bantalan peluruh (laher)
Panjang dan lebar kumparan
Jenis isolasi
Hasil perakitan dan pengujian rewinding
Pelaporan / evaluasi

Troble Shorting (Penanganan gangguan dan cara perbaikannya)


untuk motor induksi.
Motor induksi 3 fasa:
1. Motor tidak mau distart.
2. Sekering putus / MCB belum ON / rusak.
3. Kabel penghubung putus.
4. Sakelar TPST rusak
5. Lilitan stator 3 fasa lepas semua / putus
6. Motor kelebihan beban
7. Ganti sekering baru ; MCM di-ON kan / diganti yang baru.
8. Cek kabel line dengan AVO meter, jika putus ganti yang baru
9. Cek dengan AVO jika rusak ganti dengan yang baru.
10.Cek terminal : u v w dan z x y dengan AVO meter, jika
terlepasdari terminalnya, hubungkan sesuai dengan data
motor.
11.Hilangkan beban lebih, sesuai dengan kemampuan motor.
12.Motor berputar dengan kecepatan tidak normal.
13.Salah satu fasa sumbernya hilang.
14.Lilitan stator dalam hubungan Y, seharusnya hubungan .
15.Cek sumber tegangan dan perbaiki.
16.Betulkan hubungan lilitan statornya dengan mengubah letak
terminalnya
17.Lilitan stator terlalu panas.
18.Beban lebih.
19.Pendinginan kurang.
20.Stator disambung , seharusnya Y.
21.Hilangkan beban lebih.
22.Adakan pendinginan yang baik.
23.Periksa dan
hubungan Y

betulkan

sambungan

terminalnya

dengan

Motor synkron (serempak) 3 fasa.


Motor synkron mempunyai konstruksi hampir sama dengan
konstruksi generator synkron. Kumparan stator dan kumparan
magnitnya dapat disamakan dengan apa yang dimiliki oleh
generator synkron. Mesin synkron mempunyai kumparan jangkar
pada stator dan kumparan medan pada rotor. Kumparan
jangkarnya berbentuk sama dengan mesin induksi (asynkron).
Sedangkan kumparan medan mesin synkron dapat dibentuk kutub
sepatu (salient) atau kutub dengan celah udara sama rata ( rotor
silinder). Arus searah (dc) untuk menghasilkan fluks pada
kumparan
medan
dialirkan
ke
rotor
melalui
cincin.
Motor synkron 3 fasa adalah motor arus putar yang mempunyai
jumlah putaran yang sama dengan jumlah putaran medan putar
jadi motor synkron tidak mempunyai slip.
Untuk menghitung besarnya putaran synkron berlaku rumus:
Ns = 120.f/2p

Ns = 60.f/p

atau ns = nr
Dimana:
ns = Putaran medan stator
nr = putaran rotor rpm
f = Frekuensi Hz
P = Jumlah pasang kutub
2p = Jumlah kutub

60 = Konstanta
Dilihat dari letak kutubnya motor synkron dibedakan menjadi:
Motor synkron berkutub dalam.
Motor synkron berkutub dalam yaitu rotornya berupa kutub
dengan belitan DC untuk arus penguat melalui cincin seret.
Statornya terdiri dari belitan AC seperti motor asynkron yang
dihubungkan ke sumber tegangan AC.

Motor synkron berkutub luar


Rotornya berupa belitan AC seperti motor asynkron dengan
sumber listrik AC melalui cincin seret. Statornya merupakan kutubkutub dan belitan DC untuk arus penguat, penguatan ini diambil dari
sumber DC tanpa melalui cincin seret. Untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada gambar di bawah ini :

DAFTAR RUJUKAN
http://technoku.blogspot.com/2010/04/menggulung-motor.html
http://www.4shared.com/file/dq-Sz6UI/Techno_Creations.html
http://www.google.co.id/url/menggulung-motor.html