Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH MANFAAT TUMBUHAN

MANFAAT DAUN JAMBU BIJI

OLEH :
HENERASIA ANNISAPRAKASA
G11113058

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASNUDDIN
2013

JAMBU BIJI

A. KLASIFIKASI JAMBU BIJI


Nama ilmiah jambu biji adalah Psidium guajava. Psidium berasal dari bahasa
Yunani, yaitu psidium yang berarti delima. Sementara guajava berasal dari nama
yang diberikan oleh orang Spanyol. Adapun taksonomi tanaman jambu biji
diklasifikasikan sebagai berikut.
Kingdom

: Plantae (tumbuh-tumbuhan)

Divisio

: Spermatophyta

Subdivisio

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledonae (biji berkeping dua)

Subkelas

: Rosidae

Ordo

: Myrtales

Famili

: Myrtaceae

Genus

: Psidium

Spesies

: Psidium guajava L.

Nama lain jambu biji diantaranya adalah sebagai berikut : Jambu batu
(Indonesia), Jambu klutuk (Indonesia, Jawa, Sunda), jambu krikil (Jawa), Jambu
petakol (Jawa), jambu bayawas (Jawa), jambu siki (Sunda), jambu bhendher (madura),
jambu bighi (Madura), guava (Inggris).

Psidium guajava L.
B. DAUN JAMBU BIJI
Daun jambu biji (Psidium guajava L.)
aromatik

dan

rasanya

sepat.

Daun

berbau
tunggal,

bertangkai pendek, pendek tangkai daun 0,5 cm


sampai 1 cm; helai daun berbentuk bundar telur

agak menjorong atau blat memanjang, panjang 5 cm sampai 13 cm, lebar 3 cm sampai
6 cm; pinggir daun rata agak menggulung ke atas; permukaan atas agak licin, warna
hijau kelabu; kelenjar minyak tampak sebagai bintik-bintik berwarna gelap dan bila
daun direndam tampak sebagai bintik-bintik yang tembus cahaya; ibu tulang daun dan
cabang meninjol pada permukaan bawah, bertulang menyirip, wana putih kehijauan.
Daun jambu biji Menurut Kartasapoetra (1996), mengandung zat-zat penyamak
(psiditanin) sekitar 9 %, minyak atsiri berwarna kehijauan yang mengandung eugenol
0,4 %, minyak lemak 6 %, damat 3 % dan garam mineral.
Psiditanin adalah tanin yang terdapat di dalam daun jambu biji. Tanin adalah
kumpulan senyawa organik amorf, bersifat asam, berasa cepat, mengendapkan
alkaloid dan glukosida dari lautan digunakan sebagai penyamak dan untuk membuat
tinta dari besi atau tanin juga kumpulan senyawa yang mengandung fenol dan dapat
mengendapkan protein. Minyak atsiri adalah minyak yang menguap yang ditemukan
pada tumbuhan aromatik yang terdiri atas campuran dua atau lebih terpena tau
campuran oleopten dengan stearopten (essentia oil) dan minyak lemak adalah
campuran atas lemak dan esterriya (triglirserda) atau fatty oil minyak tanaman dan
hewan yang tidak menguap.
Menurut Nana Wildiana (2002) , jambu biji mempunyai zat kimia yang sebagai
zat aktif adalah flavonoid, alkaloid, tanin, pektin, minyak atsiri, tanin yang dapat
digunakan sebagai anti bakteri, absorbent (pengelat atau penetral racun), astringent
(melapisi dinding mukosa usus terhadap rangsangan isi usus) dan antispasmolotik
(kontraksi usus). Nana Wildiana (2002) menyatakan bahwa zat aktif dalam daun jambu
biji yang dapat mengobati diare adalah tanin. Makin halus serbuk daunnya, makin
tinggi kandungan taninnya. Hal ini didukung oleh beberapa penelitian sebelumnya
antara lain : Natsir (1986), hasil penelitian invitro terhadap kontraksi usus dengan
menggunakan usus marmot menunjukkan rebusan daun jambu biji konsentrasi 5 %, 10
% dan 20 % dapat mengurangi kontraksi usus halus. Sedangkan penelitian terhadap
kemampuan rebusan daun jambu biji dalam menghambat pertumbuhan bakteri
Escherichia coli dan staphylococcus aureus menunjukkan kadar terendah 2 % dapat
menghambat Escherichia coli. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak, maka daya
hambatnya semakin besar dan juga semakin lebar daerah hambat yang terbentuk.
C. MANFAAT DAUN JAMBU BIJI UNTUK PENGOBATAN
Daun jambu biji ternyata memiliki khasiat tersendiri bagi tubuh kita, baik untuk
kesehatan ataupun untuk obat penyakit tertentu. Dalam penelitian yang telah dilakukan

ternyata daun jambu biji memiliki kandungan yang banyak bermanfaat bagi tubuh kita.
Diantaranya, anti inflamasi, anti mutagenik, anti mikroba dan analgesik. Beberapa
senyawa kimia yang terkandung dalam daun jambu biji seperti, polifenol, karoten,
flavonoid dan tannin. Dengan begitu banyaknya kandungan yang terdapat dalam daun
jambu biji tersebut, diperkirakan memiliki anti oksidan yang erat khasiatnya dalam
mengobati berbagai penyakit.
Daun jambu biji itu dapat bermanfaat ( berkhasiat ) antara lain yaitu : untuk
pengobatan Diare, Sariawan, Kencing manis , Ambeien, Kembung pada anak dan
masih banyak khasiat yang lainnya. Jadi kita gunakan terlebih dahulu pengobatan
herbal karena pengobatan herbal itu tidak begitu beresiko bagi kesehatan manusia dan
sebenarnya paling baik itu adalah pengobatan yang alami, yang tidak ada unsur zatzat kimia.
D. CARA MEMANFAATKAN DAUN JAMBU BIJI UNTUK PENGOBATAN
Daun jambu biji (Psidii Folium ) dimanfaatkan untuk pengobatan dengan cara
sebagai berikut :
1. Diare
Daun Jambu biji segar seberat 30g ditambah segenggam tepung beras dan air 1-2
gelas direbus, minum airnya 2 kali sehari. Cara lainnya kunyah 3 lembar daun jambu
biji muda yang segar dengan sedikit garam lalu ditelan, lakukan 2 kali sehari
2. Sariawan.
Rebus 1 genggam daun jambu biji segar ditambah 1 jari kulit batangnya dengan 1 liter
air, saring dan minum air rebusan ini 2 kali sehari.
3. Kencing manis.
Ambil 1 buah jambu biji yang masih mengkal dan dipotong potong, kemudian rebus
dengan 3 gelas air hingga tinggal 1 gelas, saring terlebih dulu sebelum diminum.
Minum 2 kali sehari.
4. Ambeien
Ambil beberapa lembar daun jambu batu muda atau pucuknya ditambah sebuah
pisang batu, cuci bersih kedua bahan tersebut, pisang batu tak perlu di kupas dan
tumbuk keduanya, air perasannya di tampung lalu di minum. Lakukan setiap hari
secara teratur, walaupun rasa sakit sudah hilang tetap minum air tersebut supaya
benar benar sembuh.

5. Kembung pada anak anak


Petik 3 lembar daun jambu biji yang masih muda dan segar, rebus dengan 2 cangkir
air bersama 1/2 jari kulit batang pulosari dan 5 butir adas, rebus hingga air tinggal 1
cangkir, sebelum diminum sebaiknya air di saring. Anak berumur 3tahun dapat diberi
cairan ini sehari 3 kali, sebanyak 2 sendok makan, anak yang lebih tua diberi sehari 1
cangkir.
6. Luka berdarah atau borok di sekitar tulang.
Lumatkan daun jambu biji segar, tempelkan lumatan daun ini di tempat yang sakit,
lakukan beberapa kali sehari.

DAFTAR PUSTAKA

Parimin, S. P.2005. Jambu Biji, Budidaya dan Ragam Pemanfaatannya. Penebar


Swadaya, Jakarta.
http://haruting.blogspot.com/2012/04/jambu-biji.html
http://m4d13.blogspot.com/2012/01/khasiat-daun-jambu.html
http://www.wartamadani.com/2013/02/kandungan-kimia-daun-jambu-biji.html

Anda mungkin juga menyukai