Anda di halaman 1dari 4

1.

Kriteria menurut Mukhtar Lutfi

a.

Panggilan hidup yang sepenuh waktu

b.

Pengetahuan dan keahlian

c.

Kebakuan yang universal

d. Pengabdian
e.

Kecakapan diagnotis dan kompetensi aplikatif

f.

Otonomi

g.

Kode etik

h.

Klien

2.

Kriteria menurut Ornstein dan Levine

a.

Melayani masyarakat, merupakan karier yang akan dilaksanakan sepanjang hayat.

b.

Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu di luar jangkauan khalayak ramai.
c.

Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari teori ke praktek.

d. Memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang.


e.

Terkendali berdasarkan lisensi baku atau mempunyai persyaratan masuk.


f.

g.

Otonomi dalam membuat keputusan tentang ruang lingkup kerja tertentu.

Menerima tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil dan unjuk kerja yang
ditampilkan yang berhubungan dengan layanan yang diberikan.

h.

Mempunyai komitmen terhadap suatu jabatan dan klien dengan penekanan terhadap layanan
yang akan diberikan.

i.

Menggunakan administrator untuk memudahkan profesinya, relatif bebas dari supervisi


dalam jabatan.
j.

k.

Mempunyai organisasi yang diatur oleh anggota profesi sendiri.

Mempunyai asosiasi profesi dan atau kelompok elit untuk mengetahui dan mengakui
keberhasilan anggotanya.

l.

Mempunyai kode etik untuk menjelaskan hal-hal yang meragukan atau menyangsikan yang
berhubungan dengan layanan yang diberikan.

m. Mempunyai kadar kepercayaan yang tinggi dari publik dan kepercayaan dari setiap
anggotanya.
n.
3.
a.

Mempunyai status sosial dan ekonomi yang tinggi.[8]

Kriteria menurut Sanusi et al (1991)

Suatu jabatan yang memiliki fungsi dan signifikasi sosial yang menentukan.

b.

Jabatan yang menuntut keterampilan/keahlian tertentu.

c.

Keterampilan keahlian yang dituntut jabatan itu didapat melalui pemecahan masalahdengan
menggunakan teori dan metode ilmiah.

d. Jabatan itu berdasarkan pada batang tubuh disiplin ilmu yang jelas, sistematik, eksplisit, yang
bukan hanya sekedar pendapat khalayak umum.
e.

Jabatan itu memerlukan pendidikan tingkat perguruan tinggi dengan waktu yang cukup lama.

f.

Proses pendidikan untuk jabatan itu juga merupakan aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai
profesional itu sendiri.

g.

Dalam memberikan layanan kepada masyarakat, anggota profesi itu berpegang teguh pada
kode etik yang dikontrol oleh organisasi profesi.

h.

Tiap anggota profesi mempunyai kebebasan dalam memberikan judgementterhadap


permasalahan profesi yang dihadapinya.

i.

Dalam prakteknya melayani masyarakat, anggota profesi otonom dan bebas dari campur
tangan orang lain.

j.

Jabatan ini mempunyai prestise yang tinggi dalam masyarakat, dan oleh karenanya
memperoleh imbalan yang tinggi pula.
4.

Kriteria menurut Syafruddin Nurdin (2000) yaitu : [9]


a.

Jabatan yang memiliki fungsi dan signifikansi sosial yang menentukan

b.

Jabatan yang menuntut keahlian dan keterampilan

c.

Jabatan yang berdasarkan batang tubuh ilmu

d. Jabatan yang memerlukan pendidikan yang lama


e.

Pendidikan itu merupakan aplikasi dari nilai-nilai profesi itu sendiri

f.

Berpegang teguh pada kode etik

g.

Anggota profesi bebas memberikan judgment

h.

Otonomi dalam melayani masyarakat, bebas dari campur tangan manapun

i.

Jabatan yang mempunyai prestise yang tinggi dalam masyarakat.

Dalam berbagai istilah, terdapat istilah profesi dan professional, berikut kami ingin
mengklasifikasi perbedaan antara profesi dan professional sebagai bahan penjelas atas
makalah kami:
Ada perbedaan antara profesi dan professional :
Profesi :
a.

Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus

b.

Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu)

c.

Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup

d.

Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam


Profesional :

a.

Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya

b.

Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya

c.

Hidup dari situ

d.

Bangga akan pekerjaannya

4. Ciri-ciri Profesi :
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
1.

Adanya pengetahuan khusus, biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat
pendidikan, pelatihan, dan pengetahuan yang bertahun-tahun.

2.

Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi
mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.

3.

Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan
kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.

4.

Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan
dengan kepentingan masyarakat, di mana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan,
keamanan, dan kelangsungan hidup maka untuk menjalankan suatu profesi terlebih dahulu
harus ada izin khusus.

5.

Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

5. Prinsip-prinsip Etika Profesi :


1.

Tanggung jawab. Terdapat dua tanggung jawab yang diemban yakni : terhadap pelaksanaan
pekerjaan tersebut dan terhadap hasilnya terhadap dampak dari profesi tersebut untuk
kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.

2.

Keadilan. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi
haknya.

3.

Otonomi. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan diberi kebebasan
dalam menjalankan profesinya.

6.

Syarat-syarat Suatu Profesi :

a.

Melibatkan kegiatan intelektual

b.

Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus

c.

Memerlukan persiapan profesional yang alam, bukan sekedar latihan

d.

Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan

e.

Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen

f.

Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi

g.

Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat

h.

Menentukan baku standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik