Anda di halaman 1dari 9

PENGENALAN ALAT SAMBUNG, STOP COCK, DAN GATE VALVE

1. TUJUAN PERCOBAAN
Mahasiswa dapat mengetahui bentuk dan fungsi alat sambung.
Mahasiswa dapat mengetahui bentuk dan fungsi stop cock.
Mahasiswa dapat mengetahui bentuk dan fungsi gate valve.

2. ALAT YANG DIGUNAKAN


Macam-macam alat sambung.
Macam-macam stop cock.
Macam-macam gate valve.

3. DASAR TEORI
Tinjauan Umum Sistem Perpipaan
Kamus mendefinisikan pipa sebagai cubing panjang dari tanah liat, konkret, metal,
kayu, dan seterusnya, untuk mengalirkan air, gas, minyak dan cairan-cairan lain. Pipa yang
dimaksud bukan berarti hanya pipa, tetapi fitting- fitting, katup-katup dan komponenkomponen lainnya yang merupakan system perpipaan.

Pipa dan

komponen

yang

dimaksudkan disini adalah meliputi (Raswari, 1986) :


1. Pipa-pipa (pipes)
2. Jenis-jenis flens (flanges)
3. Jenis-jenis katup (valves)
4. Jenis-jenis alat penyambung (fittings)
5. Jenis-jenis alat-alat sambungan cubing
6. Jenis-jenis alat sambungan cabang olet
7. Bagian khusus (special item)
8. Jenis-jenis gasket
9. Jenis-jenis baut (boltings)
Material-material pipa dibagi dua kelas dasar, metal dan nonmetal. Nonmetal pipa
seperti kaca, keramik, plastik dan seterusnya. Pipa metal pun dibagi menjadi dua kelas,
besi dan bukan besi. Material besi terdiri dari besi yang umum digunakan pada pipa proses.
Besi metal adalah baja karbon, besi tahan karat, baja krome, besi tuang dan seterusnya.
Sedang pipa metal bukan besi termasuk aluminium

1.

Sambungan Pada Pipa


Ada berbagai macam faktor yang mempengaruhi hilangnya energi di dalam pipa

Jenis-jenis sambungan ikut mempengaruhi hilangnya energi pada pipa. Dengan adanya
sambungan dapat menghambat aliran normal dan menyebabkan gesekan tambahan. Pada
pipa yang pendek dan mempunyai banyak sambungan, fluida yang mengalir di dalamnya
akan mengalami banyak kehilangan energi.
Dalam sistem pipa salah satu konstruksinya adalah menggunakan sambungan yang
berfungsi untuk membelokan arah aliran fluida ke suatu tempat tertentu. Salah satu efek
yang muncul pada aliran ketika melewati suatu sambungan yang berkaitan dengan
pola aliran adalah adanya ketidakstabilan aliran atau fluktuasi aliran. Fluktuasi aliran yang
terjadi terus menerus pada belokan pipa akan memberikan beban impak secara acak
pada sambungan tersebut. Akibat pembeban impak secara acak yang berlangsung terus
menerus bisa menyebakan getaran pada pipa.
Pada sambungan pipa bekerja gaya yang disebabkan oleh aliran zat cair yang
berbelok, disamping berat pipa dan isinya.
2.

Cara Penyambungan Pipa

Penyambungan tersebut dapat dilakukan dengan :


a. Pengelasan
Jenis

pengelasan

yang

dilakukan

adalah

tergantung

pada

jenis

pipa dan

penggunaannya, misalnya pengelasan untuk bahan stainless steel menggunakan las busur gas
wolfram, dan untuk pipa baja karbon digunakan las metal.
b. Ulir (threaded)
Penyambungan ini digunakan pada pipa yang bertekanan tidak terlalu tinggi.
Kebocoran pada sambungan ini dapat dicegah dengan menggunakan gasket tape pipe.
Umumnya pipa dengan sambungan ulir digunakan pada pipa dua inci ke bawah.
c. Menggunakan Flens (flange)
Kedua ujung pipa yang akan disambung dipasang flens kemudian diikat dengan baut.

a. Alat Sambung
Untuk membuat suatu instalasi pasti kita membutuhkan banyak pipa, karena
keterbatasan panjang, dan bentuk pipa yang dijual di pasaran dan diproduksi dari
pabrik, maka dalam pekerjaan suatu instalasi kita tak terlepas dari penyambungan-

penyambungan pipa. Adapun macam-macam alat sambung tersebut adalah sebagai


berikut :
1. Socket
o Digunakan untuk memperpanjang pipa (menyambung pipa lurus)
o Diameter pipa yang disambung sama dengan penyambungan
o Memakai ulir dalam
2. Elbow Galvanis
o Digunakan untuk membelokkan aliran
o Menggunakan ulir dalam
3. Elbow PVC
o Digunakan untuk membelokkan aliran
4. Bend
o Digunakan untuk membelokkan arah aliran beradius besar
o Menggunakan ulir dalam F dan M
5. Tee Stuck
o Digunakan untuk membagi aliran menjadi dua arah
6. Reducer Elbow
o Digunakan untuk memperkecil aliran yang dibelokkan tanpa mengurangi
kecepatan
7. Reducer Socket
o Digunakan untuk memperkecil aliran
8. Cross
o Digunakan untuk membagi aliran menjadi 3 arah
9. Barrel Union
o Digunakan untuk menyambung pipa permanent ( mati ) yang terdiri dari 3
bagian
10. Dop ( F )
o Digunakan untuk menutup aliran pada ujung pipa

11. Plug
o Digunakan untuk menutup pipa pada sambungan
12. Stop Kran ( Gate Valve )
o Digunakan untuk mengatur aliran yang masuk dalam gedung
o Dipasang sebelum meteran
o Dapat menutup / menghentikan aliran pada saat perbaikan
13. Kran
o Digunakan untuk penutupan atau pengeluaran air pada tempat tertentu
14. Bushis
o Digunakan untuk menyambung 2 buah pipa yang berlainan ukuran diameternya
o Mempunyai ulir luar pada sisi luar dan ulir dalam pada sisi dalam
15. Hexakonal Nipple
o Digunakan untuk mengencangkan sambungann pipa, bentuk sambungan ini segi
enam, ditengah alat ini digunakan untuk mengencangkan sambungan dengan
bantuan kunci pipa.
16. Meteran Kran
o Digunakan untuk melihat banyaknya debit air yang dipakai.

3. Valve
Sistem instalasi pipa biasanya terdiri dari banyak sekali valve dengan ukuran dan
bentuk yang beragam. Beberapa jenis valve sangat cocok untuk membuka dan menutup
penuh aliran, ada valve yang cocok untuk mengurangi tekanan dan laju aliran fluida, ada pula
valve yang berfungsi mengatur agar aliran fluida cair terjadi pada satu arah saja. Berikut
beberapa jenis valve yang paling sering digunakan :
1. Gate Valve
Gate Valve adalah valve yang paling sering dipakai pada sistem perpipaan.
Fungsinya untuk membuka dan menutup aliran (on-off), tetapi tidak untuk mengatur
besar kecil aliran (throttling). Kelebihan Gate Valve, minimnya halangan/ resistan
saat valve ini dibuka penuh, sehingga aliran bisa maksimal. Gate Valve mengontrol
aliran melalui badan valve yang berbentuk pipa, dengan sebuah lempengan atau baji
vertikal (lihat gambar dibawah ini) yang bisa bergeser naik turun saat handel valve
diputar. Valve ini didesain untuk posisi terbuka penuh, atau tertutup penuh. Jika valve
ini dalam keadaan setengah terbuka, maka akan menyebabkan pengikisan pada badan
valve, dan turbulensi aliran zat bisa menyebabkan getaran pada baji valve sehingga
menghasilkan suara gemeretak.

2. Globe Valve
Globe Valve biasanya digunakan pada situasi dimana pengaturan besar kecil
aliran (throttling) diperlukan. Dengan mudah memutar handel valve, besarnya aliran
zat yang melewati valve bisa diatur. Dudukan valve yang sejajar dengan aliran,
membuat globe valve efisien ketika mengatur besar kecilnya aliran dengan minimum
erosi piringan dan dudukan. Namun demikian tahanan didalam valve cukup besar.
Desain Globe Valve yang sedemikian rupa, memaksa adanya perubahan arah aliran
zat didalam valve, sehingga tekanan menurun drastis dan menyebabkan turbulensi di
dalam valve itu sendiri. Dengan demikian, Globe Valve tidak disarankan diinstal pada
sistem yang menghindari penurunan tekanan, dan sistem yang menghindari tahanan
pada aliran.

3. Angle Valve
Sama seperti globe valve, angle valve juga digunakan pada situasi dimana
pengaturan besar kecil aliran diperlukan (throttling). Namun angle valve di buat
dengan sudut 90, hal ini untuk mengurangi pemakaian elbow 90 dan fitting
tambahan.

4. Ball Valve
Ball Valve adalah alternatif murah dari jenis valve-valve yang lain. Ball valve
menggunakan bola logam yang tengahnya ada lubang tembus, diapit oleh dudukan
valve untuk mengontrol aliran. Sering dipakai pada proses hydrocarbon, ball valve
mampu mengatur besar kecil aliran gas dan uap terutama untuk tekanan rendah. Valve
ini dapat dengan cepat ditutup dan cukup kedap untuk menahan fluida/ zat cair. Ball
valve tidak menggunakan handwheel, tetapi menggunakan ankle untuk membuka atau
menutup valve dengan sudut 90. Disainnya yang simpel, meminimalkan turunnya
tekanan pada saat valve dibuka penuh.

5. Butterfly Valve
Butterfly Valve memiliki bentuk yang unik jika dibandingkan dengan valvevalve yang lain. Butterfly menggunakan plat bundar atau wafer yang dioperasikan
dengan ankel untuk posisi membuka penuh atau menutup penuh dengan sudut 90.
Wafer ini tetap berada ditengah aliran, dan dihubungkan ke ankel melalui shaft. Saat
valve dalam keadaan tertutup, wafer tersebut tegak lurus dengan arah aliran, sehingga
aliran terbendung, dan saat valve terbuka wafer sejajar/ segaris dengan aliran,
sehingga zat dapat mengalir melalui valve.
Butterfly valve memiliki turbulensi dan penurunan tekanan (pressure drop)
yang minimal. Valve ini bagus untuk pengoperasian on-off ataupun throttling, dan
bagus untuk mengontrol aliran zat cair atau gas dalam jumlah yang besar. Namun
demikian valve ini biasanya tidak memiliki kekedapan yang bagus, dan harus
digunakan pada situasi/ sistem yang memiliki tekanan rendah (low-pressure).

6. Relief Valve

Relief valve memiliki fungsi yang sangat berbeda dari valve-valve yang lain.
Valve ini didesain khusus untuk melepas tekanan berlebih yang ada di equipment dan
sistem perpipaan. Untuk mencegah kerusakan pada equipment, dan lebih penting lagi
cedera pada pekerja, relief valve dapat melepas kenaikan tekanan sebelum menjadi
lebih ekstrim. Relief valve menggunakan pegas baja yang secara otomatis akan
terbuka jika tekanan mencapai level yang tidak aman. Level tekanan pada valve ini
bisa diatur, sehingga bisa ditentukan pada level tekanan berapa valve ini akan terbuka.
Ketika tekanan kembali normal, relief valve secara otomatis akan tertutup kembali.

7. Check Valve
Check Valve memiliki perbedaan yang signifikan dari Gate Valve dan Globe
Valve. Valve ini di desain untuk mencegah aliran balik. Ada beberapa jenis check
valve, tapi ada 2 jenis yang paling umum yaitu Swing Check dan Lift Check. Swing
Check Valve biasanya dipasangkan dengan Gate Valve, sedangkan Lift Check Valve
oleh beberapa pabrikan digunakan untuk menggantikan fungsi Ball Valve sebagai
Ball Check Valve. Check Valve tidak menggunakan handel untuk mengatur aliran,
tapi menggunakan gravitasi dan tekanan dari aliran fluida itu sendiri. Karena
fungsinya yang dapat mencegah aliran balik (backflow) Check Valve sering
digunakan sebagai pengaman dari sebuah equipment dalam sistem perpipaan.

Beberapa rule of thumb yang penting dalam penyusunan aliran pipa, antara lain:
1. Pipa-pipa harus sejajar dengan belokan-belokan tegak lurus pipa-pipa disusun
sedemikian sehingga dapat dibuka bila perlu untuk mengganti pipa yang rusak
atau membersihkannya.

2. Dalam sistem aliran gravitasi, pipa harus dibuat lebih besar daripada seharusnya
dan belokan dirancang sesedikit mungkin. Pengotoran saluran sangat
mengganggu bila aliran berlangsung dengan gravitasi saja, karena tinggi tekan
fluida tidak dapat ditambah untuk meningkatkan laju aliran saat pipa mengecil
karena fouling.
3. Kebocoran valve harus selalu diperhtungkan. Valve harus dipasang vertikal
dengan batangnya ke atas. Valve harus mudah dicapai, dan didukung tanpa
mengalami regangan, dan diberi allowance untuk menampung ekspansi termal pipa di
sebelahnya.
4. PROSEDUR PERCOBAAN

Amati instalasi pemipaan laboratorium pilot plant.


Gambarkan system pemipan yang diamati.
Tuliskan jumlah sambungan dan stop cock, dan gate valve serta fungsi-fungsinya.