Anda di halaman 1dari 7

FORM LAPORAN KEGIATAN

KINERJA INTERNAL PUSKESMAS


Nama kegiatan

BP anak

Tempat

Puskesmas Tigaraksa

Tanggal

5 november 2014

Deskripsi Kegiatan

Pagi itu kami sekelompok berkumpul pukul jam 8, dan


seperti biasanya semuanya sudah digilir untuk bertugas di
BP masing-masing. Saat itu saya bertugas di BP anak. di
ruangan ini terdapat 2 meja periksa, 4 kursi, 1 timbangan
bayi, 1 timbangan digital, tidak ada ada alat-alat PF
sehingga kami harus membawa alat PF sendiri seperti
thermometer, stetoskop, tensimeter, penlight. Di BP ini
kami dianjurkan untuk menggunakan alur MTBS dalam
menangani pasien. Saat itu terdapat kurang lebih + 30
anak yang datang ke BP anak. keluhan terbanyak dari
pasien anak adalah batuk pilek panas, gatal-gatal, sakit
telinga, demam, saya tertarik mengambil kasus batuk pilek
panas karena menurut saya memang ini adalah kasus yang
paling banyak ditemukan sehingga saya sebagai dokter
umum

lini

pertama

di

puskesmas

harus

bisa

menatalaksana dengan benar khususnya sesuai dengan


alur MTBS.
ANAMNESIS
Identitas: pasien anak laki-laki usia 3 tahun
Keluhan Utama: batuk pilek sejak 5 hari yang lalu.
Riwayat Penyakit Sekarang: sejak 5 hari ini os dirasakan
batuk terus menerus, awalnya batuk tidak berdahak saat
ini berdahak, dahak warna kuning. Dahak terlihat kental.
Batuk dirasakan sepanjang hari. Saatbatuk os juga sampai
muntah karena batuknya yang terus menerus, selain batuk
juga terdapat pilek. Awalnya pilek seperti air bening yang
keluar dari hidung saat ini cairan nya sudah berwarna
kuning kental, belum diberikan obat apapun untuk batuk

dan pileknya. Selain itu juga terdapat panas, namun hanya


badan meriang saja, panas tinggi (-), riw kejang (-), diare
(-), sesak napas (-).
Riwayat penyakit Dahulu : 1 bulan yang lalu os juga
pernah

mengalami

hal

seperti

ini

kemudian

ibu

membawanya ke puskesmas dan sembuh. Riwayat asma (), riw alergi makanan dan obat-obatan (-),
Riwayat Penyakit keluarga : ISPA di keluarga ada pada
kakak pasien yang sudah berumur 18 tahun.
Riwayat kehamilan dan kelahiran : ibu rutin ANC di
puskesmas, anak lahir normal dengan Berat lahir 3300gr
dan PB 50cm, anak langsung menangis
Riwayat imunisasi : sudah lengkap diberikan sampai
campak usia 9 bulan.
Riwayat tumbuh Kembang : anak tumbuh sesuai dengan
yang di KMS mengikuti garis hijau, duduk usia 6 bulan,
tengkurap 9 bulan, berjalan 1,5tahun, berbicara lancar usia
3 tahun.
Riwayat makanan : ASI ekslusif sampai usia 2 tahun,
diperkenalkan makanan seperti dewasa usia 12 bulan.
Pemeriksaan Fisik :
Tanda vital dalam batas normal,
Status generalis dalam batas normal
Status lokalis
Pada regio torakalis posterior sampai region lumbosacral,
region cruris bilateral, terdapat urtikaria multipel dengan
ukuran terkecil nummular sampai plakat, berbatas tegas,
sebagian diskret sebagian berkonfluens dengan beberapa
terdapat skuama halus di permukaan nya.
Nomor rekam medis

03-6756

Diagnosis Holistik

Aspek personal : anak laki-laki 6 tahun, mengaku gatalgatal di seluruh badan


Aspek klinis : urtikaria ec alergi dingin dd ptiriasis rose

add dermatitis kontak alergi


Aspek factor risiko individu : anak laki-laki, 6 tahun,
hipersensitivitas cuaca dingin
Aspek factor risiko eksternal : cuaca dingin
Aspek fungsional : skala fungsional 1

Tatalaksana

Dexametason 2x0,25mg
CTM 3x2mg

FORM REFLEKSI KASUS INTERNAL PUSKESMAS

Nama kegiatan

BP anak

Tempat

Puskesmas Tigaraksa

Tanggal

26 oktober 2014

Refleksikan perbedaan antara teori

Perbedaan-perbedaan yang saya dapatkan antara

dengan praktek yang dilakukan

teori yang saya pelajari dengan praktek di


lapangan antara lain:
1. Anamnesis dan pemeriksaan fisik yang
dilakukan

tidak

dapat

ideal

dan

menyeluruh karena terbatasnya waktu dan


tempat pelayanan. Pemeriksaan fisik tidak
bisa dilakukan dengan membuka seluruh
pakaian karena terbatasnya waktu.
2. Penobatan yang diberikan menurut saya
sudah sesuai dengan literature, namun
penatalaksanaan

selanjutnya

harus

dilakukan tes alergi untuk mengetahui


penyebab asalnya.
Mengapa itu terjadi?

hal tersebut terjadi karena memang sarana dan


prasarana yang kurang memadai di puskesmas.
Jumlah pasien yang banyak dibandingkan dengan
tempat yang kurang besar sehingga harus berbagi
ruang periksa dengan dokter yang lain. Yang
pada akhirnya privasi pasien tidak bisa dijaga di
ruangan

periksa

puskesmas.

pengobatan yang diberikan,

Mengenai

hanya diberikan

salep 24 yang sebenarnya tidak boleh diberikan >


3hari, dan hanya diberikan kepada pasien saja.
Hal ini karena keterbatasan obat-obatan di
puskesmas yangtidak memungkinkan mengobati
keseluruhan anggota keluarga yang juga terkena.
Apa yang dapat saya pelajari dari

Dari pengalaman saya selama di BP dewasa ini,

kasus ini?

ternyata kasus scabies ini cukup banyak, hal ini


karena tingkat kebersihan yang kurang dan

edukasi mengenai penyakit yang belum maksimal


pada masyarakat di sini. Selain itu saya juga
belajar

mengenai

pemilihan

pengobatan

medikamentosa yang sesuai dengan ketersediaan


obat yang ada di puskesmas. Saya juga belajar
bagaimana cara mengedukasi dan mengobati non
medikamentosa seperti mengajarkan pasien untuk
berperilaku bersih, mencuci semua baju pasien
dan keluarga nya yang terkena dengan air panas,
dan kemudian menjemurnya dibawah terik
matahari. Selain itu juga saya memberitahukan
pasien untuk menjemur kasur, sofa-sofa di luar
terlebih

dahulu

dan

menyarankan

untuk

mengantarkan anak dan suami nya juga turut


serta berobat.
Apa yang perlu saya pelajari lebih

Saya harus mempelajari lebih lanjut mengenai

lanjut?

komunikasi yang efektif dengan pasien, empati


terhadap pasien dan bersikap fleksibel jika tata
laksana yang di puskesmas kurang sesuai dengan
teori yang selama ini saya pelajari. Selain itu saya
juga harusmembaca lagi mengenai siklus hidup
sarcoptes scabei sehingga saya bisa memberikan
pengobatan yang ideal nya dapat mengobati di
semua stadium, selain itu saya juga harus
mempelajari bagaimana pola hidup bersih dan
sehat yang bisa saya ajarkan kepada pasien saya,
dan

saya

juga

harus

bisa

memlberikan

pengobatan yang lain yang jika pengobatan ini


tidak berhasil
Bagaimana melakukannya?

Lebih mempelajari lebih lanjut mengenai kasus


scabies dari beberapa buku kulit dan mempelajari
program-program pemberantasan kasus infeksi
terutama infeksi kulit dari puskesmas.

Nilai agama dan profesionalisme apa

Berlaku dan bersikap secara empati pada pasien

yang dapat saya masukkan dalam

serta melakukan pemeriksaan sesuai prosedur

kasus ini?

serta memberikan pelayanan seoptimal mungkin


sesuai dengan five star doctor. Selain itu
memberi

edukasi

pada

pasien

pentingnya

menjaga pola hidup bersih. Sebagaimana pola


hidup rasulullah annadzofatu minal iman
Apakah masih ada hal yang belum
terjawab/belum diketahui?

Saya masih harus mecari diagnosis


banding penyakit kulit yang lain dan
mempelajari pengobatan-pengobatan kulit
baik dengan talk, salep atau lotio sebagai
vehikulum obat topical dan pengobatan
sistemik yang rasioanal.

Feedback dari pembimbing :


Nama Mahasiswa

TTD

Salwa

Nama Pembimbing
dr.Muchtar, SpP, MARS

DOKUMENTASI

TTD