Anda di halaman 1dari 8

I.

PENDAHULUAN
A. Dasar Teori
Hidrokarbon adalah senyawa yang mengandung karbon dan
hidrogen. Dapat dibagi dalam beberapa jenis, jika berdasarkan
strukturnya yang pertama hidrokarbon alifatik bisa dibagi dalam tiga
bagian yaitu; alkana yang hanya mengandung ikatan-ikatan tunggal atau
biasa disebut jenuh. Alkena dan alkuna masing-masing mempunyai ikatan
rangkap dua dan tiga atau biasa disebut tak jenuh.
Hidrokarbon

yang paling sederhana

adalah

alkana,

yaitu

hidrokarbon yang hanya mengandung ikatan kovalen tunggal. Molekul


yang paling sederhana dari alkana adalah metana. Metana berupa gas
pada suhu dan tekanan baku, merupakan komponen utama gas alam.
Untuk membedakan senyawa jenuh dan tidak jenuh dapat
dilakukan dengan uji Bayer. Uji Baeyer merupakan suatu percobaan yang
dilakukan untuk mengetahui adanya suatu ikatan rangkap dua dan tiga
suatu senyawa. Prinsip dari uji Baeyer ini adalah untuk mendeteksi ikatan
rangkap dua dan tiga suatu senyawa hidrokarbon dengan uji Baeyer
adalah berdasarkan hilangnya warna ungu dari ion MNO4, karena
bereaksi dengan alkena atau alkuna membentuk glikol (diol) dan endapan
coklat dari MnO.
B. Tujuan Praktikum
a. Membedakan senyawa jenuh dan tidak jenuh
b. Mengetahui cara pembuatan senyawa hidrokarbon alifatis (alkana)

II. ALAT DAN BAHAN


A. Alat :
1. Tabung reaksi
2. Gelas piala
3. Pipet tetes
4. Lumpang
5. Kapas
6. Sendok makan

B. Bahan :
1. Minyak tanah
2. Minyak kelapa
3. Na2CO3 5 %
4. Air brom
5. KMnO4 0,5 %
6. Natrium benzoate
7. NaOH

C. Cara Kerja
1. Identifikasi alkana dan alkena

Disediakan 2 tabung reaksi masing masing diisi 2 ml minyak


tanah
a. Tabung pertama ditambahkan 2 3 tetes air brom
b. Tabung kedua ditambahkan tetes demi tetes larutan KMnO4
0,5% dan Na2CO3 5%. Dicatat jumlah tetes yang diperlukan
sampai larutan berubah warna.
c. Diamati perubahan warna yang terjadi.

Disediakan 2 tabung reaksi masing masing diisi 2 ml minyak


kelapa
a. Tabung pertama ditambahkan 2 3 tetes air brom

b. Tabung kedua ditambahkan tetes demi tetes larutan KMnO4


0,5% dan Na2CO3 5%. Dicatat jumlah tetes yang diperlukan
sampai larutan berubah warna.
c. Diamati perubahan warna dan tulis persamaan reaksinya.
2. Pembuatan senyawa alkana
a. Digerus 1 sendok makan Natrium Benzoat dan 1 sendok NaOH
dalam mortar
b. Kemudian diambil 1 sendok campuran tadi dan dimasukkan
dalam tabung reaksi serta ditutup dengan kapas
c. Dipanasilah tabung reaksi yang berisi bahan campuran sampai
keluar gelembung
d. Diamati apakah ada cairan lain dan bagaimana baunya?
e. Diulangi percobaan sekali lagi.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Penelitian
1. Percobaan pertama
No
1

Preaksi

Sebelum

Minyak Tanah + Bening

Perlakuan

Sesudah

digoyangkan Putih

3 Tetes Air Brom


Minyak Kelapa + Kuning

digoyangkan Kuning sedikit pekat

3 Tetes Air Brom Cerah


Baunya

menyengat

pada saat
3

Natrium Benzoat Serbuk putih

dipanaskan

+ NaOH

ada

dibakar,

gelembung,

mencair,

beberapa

saat kembali menjadi


padat
2. Percobaan kedua
No Preaksi

Sebelum

Perlakuan

Sesudah
Pengendapan
campuran

Minyak Tanah + 5 Bening


1

digoyangkan

KMnO4dan

tetes KMnO4 0.5% +

Na2CO3, dan

5 tetes Na2CO3 0.5%

menjadi

berwarna

coklat

Minyak Kelapa + 5
2

tetes KMnO4 0.5% +


5 tetes Na2CO3 0.5%

Kuning
Cerah

digoyangkan

Pengendapan
campuran
KMnO4dan Na2CO3

Berbau

Natrium Benzoat +
NaOH

Serbuk

dipanaskan

putih

tapi

tidak

menyengat pada saat


dibakar,

ada

gelembung,

wujud

tetap

B. Pembahasan
Dari data percobaan di atas, maka:
1. Minyak tanah + Brom mengalami perubahan warna dari warna
bening menjadi warna putih.
2. Minyak kelapa 2ml + 3 tetes Brom mengalami perubahan warna
dari warna kuning cerah menjadi kuning sedikit pekat.
3. Percobaan pertama NaOH dan Natrium Benzoat setelah dihaluskan
dan dipanaskan bereaksi menggelembung dan terdapat cairan serta
berbau menyengat.
4. Minyak tanah 2ml + 5 tetes KMnO4 0.5% dan 5 tetes Na2CO3 5%
mengalami

perubahan

warna

menjadi

cokelat

dan

terjadi

pengendapan
5. Minyak kelapa + KMnO4 0.5% dan Na2CO3 5% mengalami
pengendapan.
6. Percobaan kedua NaOH dan Natrium Benzoat setelah dipanaskan
terdapat gelembung, tetapi tidak terdapat cairan dan bau yang
dihasilkan tidak setajam bau pada percobaan pertama.
7. Reaksi kimia yang terjadi pada uji Bayer adalah sebagai berikut:
R
|

R
|

R R
| |

C = C + MNO4
R - C C R + MnO
|
|
(ungu)
| |
(cokelat)
R R
R R
8. Reaksi kimia yang terjadi pada campuran NaOH dan natrium benzoat
adalah:
C6H5COONa + NaOH Na2CO3 + C6H6

IV. KESIMPULAN
1. Senyawa yang mengalami pengendapan termasuk senyawa jenuh (alkana).
Sedangkan yang tidak mengalami pengendapan namun berubah warna
termasuk senyawa tidak jenuh.
a) Yang termasuk senyawa jenuh :

Minyak Tanah + 5 tetes KMnO4 0.5% + 5 tetes Na2CO3 0.5%

Minyak Kelapa + 5 tetes KMnO4 0.5% + 5 tetes Na2CO3 0.5%

b) Yang termasuk senyawa tidak jenuh :

Minyak tanah + 3 tetes Brom

Minyak kelapa + 3 tetes Brom

1) Pembuatan

senyawa

hidrokarbon

alifatis

(alkana)

adalah

dengan pemanasan campuran Natrium Benzoat dan NaOH yang sudah


dihaluskan. Pemanasan dengan menutup tabung reaksi dengan kapas.
Tabung reaksi kemudian dipanaskan sampai terjadi perubahan.

DAFTAR PUSTAKA

Prasojo, Stefanus Layli. 2006. Kimia Organik I. PT. Gelora Aksara Pratama,
Jakarta. Jakarta

Anda mungkin juga menyukai