Anda di halaman 1dari 6

INDEKS HARGA SAHAM PARSIAL

Setiap pihak dapat menciptakan indeks harga saham yang terdiri dari beberapa jenis saham
untuk kepentingan sendiri.Indeks harga Saham Parsial menggunakan semua saham yang
termasuk dalam masing-masing sektor/klasifikasi tertentu
Rumus Untuk menghitung Indeks Parsial yaitu :

Contoh tabel Indeks Harga Saham Parsial

No
1
1
2

100

Jumlah saham Harga Pasar Nilai Dasar per Kapitalisasi Pasar Nilai Dasar
Emiten
(Jutaan)
per Unit
Unit
(Jutaan)
(Jutaan)
2
3
4
5
6=3x4
7=3x5
A
100
500
200
50.000
20.000
B
200
600
100
120.000
20.000

Z
50
2.000
500
100.000
25.000
1.500.000
500.000

Indek 100 = (1,500,000 : 500,000) x 100 = 300 Poin

1. Indeks LQ45
Indeks LQ45 adalah jenis indeks yang terdiri dari 45 saham / emiten dengan likuiditas yang
tinggi, yang dipilih setelah melalui beberapa kriteria pemilihan saham. Selain penilaian atas
likuiditas, seleksi atas saham tersebut juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar.
Berikut adalah kriteria tertentu dan seleksi utama sebuah saham untuk masuk dalam LQ45:
1. Masuk dalam ranking 60 besar dari total transaksi saham di pasar regular (ratarata
nilai transaksi selama 12 bulan terakhir).
2. Ranking berdasar kapitalis pasar (rata rata kapitalisasi pasar selama 12 bulan
terakhir).
3. Telah tercatat di BEJ minimum 3 bulan.
4. Keadaan keuangan perusahaan dan prospek pertumbuhannya, frekuensi dan jumlah
hari perdagangan transaksi pasar reguler.
BEJ secara rutin memantau perkembangan komponen saham yang masuk dalam perhitungan
indeks LQ45. Pergantian saham akan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali, yaitu pada awal
bulan Februari dan awal bulan Agustus.

Indeks LQ45 dihitung mundur hingga tanggal 13 Juli 1994 sebagai Hari Dasar, dengan Nilai
Dasar 100. Untuk seleksi awal digunakan data pasar Juli 1993 Juli 1994. Hasilnya, ke 45
saham tersebut meliputi 72% total market kapitalisasi pasar dan 72,5 % dari nilai transaksi di
pasar reguler.

2. Jakarta Islmic Index (JII)


Indeks yang menggunakan 30 saham yang dipilih dari saham-saham yang masuk dalam
kriteria syariah (Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Bapepam-LK) dengan
mempertimbangkan kapitalisasi pasar dan likuiditas.
Kriteria Pemilihan Saham yang Memenuhi Prinsip-prinsip Syariah
Dari sekian banyak emiten yang tercatat di BEI, terdapat beberapa emiten yang kegiatan
usahanya belum sesuai dengan syariah, sehingga saham-saham tersebut secara otomatis
belum dapat dimasukkan dalam perhitungan JII.
Berdasarkan arahan Dewan Syariah Nasional dan Peraturan Bapepam LK Nomor IX.A.13
tentang Penerbitan Efek Syariah, jenis kegiatan utama suatu badan usaha yang dinilai tidak
memenuhi syariah Islam adalah:
1. Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang.
2. Menyelenggarakan jasa keuangan yang menerapkan konsep ribawi, jual beli resiko
yang mengandung gharar dan maysir.
3. Memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan dan atau menyediakan :
a. Barang dan atau jasa yang haram karena zatnya (haram li-dzatihi)
b. Barang dan atau jasa yang haram bukan karena zatnya (haram li-ghairihi) yang
ditetapkan oleh DSN-MUI, dan atau
c. Barang dan atau jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat.
4. Melakukan investasi pada perusahaan yang pada saat transaksi tingkat (nisbah) hutang
perusahaan kepada lembaga keuangan ribawi lebih dominan dari modalnya, kecuali
investasi tersebut dinyatakan kesyariahannya oleh DSN-MUI.
Sedangkan kriteria saham yang masuk dalam katagori syariah adalah:
1. Tidak melakukan kegiatan usaha sebagaimana yang diuraikan di atas.
2. Tidak melakukan perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa dan
perdagangan dengan penawaran dan permintaan palsu
3. Tidak melebihi rasio keuangan sebagai berikut:
a. Total hutang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total ekuitas tidak
lebih dari 82% (hutang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total ekuitas
tidak lebih dari 45% : 55%)
b. Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan
dengan total pendapatan (revenue) tidak lebih dari 10%.

3. Indeks Kompas100
Indeks yang terdiri dari 100 saham Perusahaan Tercatat yang dipilih berdasarkan
pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar, dengan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan.
Review dan penggantian saham dilakukan setiap 6 bulan.
kriteria-kriteria tsb adalah sebagai berikut :
1. Telah tercatat di BEJ minimal 3 bulan
2. Dipilih 150 berdasarkan nilai transaksi di Pasar Reguler
3. Dari 150 saham yang terpilih tersebut, 60 saham dengan nilai transaksi terbesar
secara otomatis akan masuk dalam perhitungan indeks J-100.
4. Untuk mendapatkan 100 saham dipilih 40 saham lagi dengan menggunakan kriteria
hari transaksi di pasar regular, frekuensi transaksi di pasar regular, dan kapitalisasi
pasar. Metode pemilihan 40 saham tersebut adalah:
a. Dari 90 sisanya kan dipilih 75 saham berdasarkan hari transaksi di pasar
reguler
b. Dari 75 saham tersebut akan diplih 60 saham berdasarkan frekuensi transaksi di
pasar reguler
c. Dari 60 saham tersebut akan dipilih 40 saham berdasarkan kapitalisasi pasar
sehingga akan didapat 100 saham
5. Sebagai langkah terakhir dalam penyusunan daftar saham-saham ini, BEJ
mempertimbangkan faktor fundamental perusahaan dan pola perdagangan bursa.
Perhitungan indeks Kompas-100 dimulai pada tanggal 2 Januari 2002 ( Kompas
100=100) sampai dengan dimulainya penerbitan indeks tersebut pada tanggal 10 Agustus
2007. Sejak 10 Agustus 2007, perhitungan Kompas-100 dilakukan di mesin perdagangan
saham yang dikenal dengan JATS (Jakarta automatic trading system). Saham-saham
yang tergabung dalam pembentukan indeks Kompas-100 akan dikaji ulang dua kali
setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. KOMPAS100 (28 Desember 2002 = 100),
4. Indeks BISNIS-27
Kerja sama antara Bursa Efek Indonesia dengan harian Bisnis Indonesia meluncurkan indeks
harga saham yang diberi nama Indeks BISNIS-27. Indeks yang terdiri dari 27 saham
Perusahaan Tercatat yang dipilih berdasarkan kriteria sebagai berikut :
a. Kriteria Fundamental
Kriteria fundamental yang dipertimbangkan dalam pemilihan saham-saham yang
masuk dalam perhitungan Indeks Bisnis-27 adalah Laba Usaha, Laba Bersih, Return
on Asset (ROA), Return on Equity (ROE) dan DER. Khusus untuk emiten di sektor
Perbankan, akan dipertimbangkan juga faktor LDR dan CAR.
b. Kriteria Teknikal atau Likuiditas Transaksi
Kriteria teknikal yang dipertimbangkan dalam pemilihan saham-saham yang masuk
dalam perhitungan indeks Bisnis-27 adalah nilai, volume dan frekuensi transaksi serta
jumlah hari transaksi dan kapitalisasi pasar.
c. Akuntabilitas dan Tata Kelola Perusahaan
Untuk meningkatkan kualitas pemilihan saham-saham yang masuk dalam indeks
BISNIS-27, dibentuk suatu komite indeks yang anggotanya terdiri dari para pakar di

bidang pasar modal maupun dari akademisi. Anggota komite indeks tersebut
memberikan opini dari sisi akuntabilitas, tata kelola perusahaan yang baik maupun
kinerja saham. BISNIS-27 Index (30 Desember 2004 = 100),

5. Indeks PEFINDO25
Kerja sama antara Bursa Efek Indonesia dengan lembaga rating PEFINDO meluncurkan
indeks harga saham yang diberi nama Indeks PEFINDO25. Indeks ini dimaksudkan untuk
memberikan tambahan informasi bagi pemodal khususnya untuk saham-saham emiten kecil
dan menengah (Small Medium Enterprises / SME).
Indeks ini terdiri dari 25 saham Perusahaan Tercatat yang dipilih dengan mempertimbangkan
kriteria-kriteria seperti:
a) Total Aset
Total aset mempresentasikan size dari emiten SME, yaitu emiten-emiten yang
memiliki total aset di bawah Rp1 triliun berdasarkan laporan keuangan tahunan
auditan.
b) Tingkat pengembalian atas modal (Return on Equity / ROE)
ROE emiten yang termasuk dalam kriteria ini adalah emiten yang memiliki ROE
sama atau lebih besar dari rata-rata ROE emiten di Bursa Efek Indonesia.
c) Opini akuntan publik atas laporan keuangan Auditan adalah Wajar Tanpa
Pengecualian (WTP)
d) Telah tercatat di Bursa Efek Indonesia adalah sekurang-kurangnya 6 bulan.
PEFINDO25 Index (29 Desember 2005 = 100),

6. Indeks SRI-KEHATI
ini dibentuk atas kerja sama antara Bursa Efek Indonesia dengan Yayasan Keanekaragaman
Hayati Indonesia (KEHATI). SRI adalah kependekan dari Sustainable Responsible
Investment. Indeks ini diharapkan memberi tambahan informasi kepada investor yang ingin
berinvestasi pada emiten-emiten yang memiliki kinerja sangat baik dalam mendorong usaha
berkelanjutan, serta memiliki kesadaran terhadap lingkungan dan menjalankan tata kelola
perusahaan yang baik.
Indeks ini terdiri dari 25 saham Perusahaan Tercatat yang dipilih dengan mempertimbangkan
kriteri-kriteria seperti: Total Aset, Price Earning Ratio (PER) dan Free Float.
1. Total Aset
Total aset yang mempresentasikan ukuran dari Emiten SRI, yakni emiten-emiten yang
memiliki total aset di atas Rp1 triliun berdasarkan laporan keuangan auditan tahunan.
2. Price Earning Ration (PER)
PER emiten yang termasuk dalam kriteria ini adalah yang memiliki PER positif.

3. Free Float Ratio


Free float atau kepemilikan saham publik harus lebih besar dari 10% SRI-KEHATI
Index (28 Desember 2006 = 100),

7. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)


Indeks ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) diluncurkan pada tanggal 12 Mei 2011,
indeks ini mencerminkan pergerakan saham saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah
(DES) yang dikeluarkan oleh Bapepam dan LK, Indeks ini dapat dijadikan acuan bagi
investor untuk berinvestasi saham berbasis syariah.
Untuk hari dasar perhitungan ISSI adalah tanggal 30 Desember 2007 dengan nilai awal
indeks sama dengan 100, indeks ini akan dievaluasi setiap 6 bulan sekali yaitu setiap bulan
Mei dan November.

8. Indeks IDX30
menggunakan 30 emiten yang emitennya dipilih dari Indeks LQ-45. Dasar pertimbangan
pemilihan konstituen Indeks IDX30 adalah faktor kuantitatif yang terkait dengan nilai,
frekuensi dan hari transaksi serta kapitalisasi pasar. Selain faktor-faktor yang bersifat
kuantitatif tersebut, BEI juga mempertimbangkan informasi kelangsungan usaha, laporan
keuangan dan pertimbangan lain, misalnya sedang diberlakukan suspensi atau tidak.
Secara berkala, konstituen indeks IDX30 akan dikaji ulang setiap 6 bulan, yaitu setiap akhir
bulan Januari dan Juli, dan hasilnya akan diumumkan pada awal bulan berikutnya. IDX30 (30
Desember 2004 = 100)

9. Indeks Infobank15
Mengukur performa harga dari 15 emiten unggulan bank-bank dan merupakan kerja sama
antara BEI dengan PT Infoarta Pratama (penerbit Majalah Infobank)

10. Indeks SMinfra18


Mengukur performa harga dari 18 emiten yang bergerak dalam bidang infrastruktur dan
penunjangnya dan merupakan kerja saham antara BEI dengan PT Sarana Multi Infrastruktur
(Persero) (SMI).
Informasi umum yang berkaitan dengan pemilihan konstituen Indeks SMinfra18 ini adalah:
a. Komponen Indeks SMinfra18 adalah adalah 18 saham yang dipilih dari daftar saham
sektor infrastruktur dan penunjangnya. Daftar saham tersebut dipilih berdasarkan sektor-

sektor infrastruktur yang yang dapat menjadi obyek pembiayaan oleh SMI sesuai dengan
peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 100/PMK.10/2009 Tahun 2009
Tentang Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur.Terdapat juga komponen indeks yang
berasal dari sektor-sektor yang berperan sebagai penunjang infrastruktur.
b. Dalam penyusunan indeks SMinfra18 turut pula diperhatikan aktivitas transaksi seperti
nilai transaksi, frekuensi transaksi, jumlah hari transaksi,kapitalisasi pasar serta rasio
free float saham.
c. Peninjauan berkala atas komponen indeks SMinfra18 setiap 6 (enam) bulan, yaitu setiap
akhir bulan April dan Oktober sehingga komponen indeks SMinfra18 akan diperbaharui
setiap awal bulan Mei dan November. SMinfra18 (30 Desember 2004 = 100),

11.MNC36
Komponen indeks MNC36 adalah 36 saham yang dipilih berdasarkan kriteria kapitalisasi
pasar, likuiditas transaksi, dan faktor-faktor fundamental.
Indeks ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi investor untuk berinvestasi di saham dengan
fundamental baik, likuiditas tinggi dan kapitalisasi besar. Selain itu, indeks ini diharapkan
dapat digunakan sebagai produk investasi yang berbasis saham.
Adapun pemilihan konstituen indeks MNC36 ini melihat faktor-faktor yang dipertimbangkan
dalam pemilihan indeks MNC36 seperti kriteria kapitalisasi pasar, likuiditas pasar dan faktorfaktor fundamental. Selain itu, peninjauan berkala atas komponen indeks MNC36 dilakukan
setiap enam bulan pada April dan Oktober setiap tahunnya sehingga konstituen indeks MNC
36 akan dipengaruhi setiap awal Mei dan November.
MNC36 (28 Desember 2007 = 100)