Anda di halaman 1dari 46

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam era global sekarang ini kita harus berhubungan dengan teknologi
termasuk teknologi informasi. Teknologi informasi saat ini telah mempengaruhi
kebutuhan kita khususnya pendidikan juga tidak luput dari peran kecanggihan
teknologi. Di dunia pendidikan saat ini pastilah akan mengalami perubahan
kemajuan dalam proses pembelajarannya, salah satunya adalah pembelajaran
jarak jauh. Menurut Smaldino (2011:206) Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah
pembelajaran melalui telekomunikasi.
Dalam paradigma pembelajaran tradisional, proses belajar mengajar
biasanya berlangsung di dalam kelas dengan kehadiran guru di dalam kelas dan
pengaturan jadwal yang kaku dimana proses belajar mengajar hanya bisa berlaku
pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan. Peran guru sangat dominan dan
bertanggung jawab atas efektivitas proses belajar mengajar dan guru juga
menjadi sumber belajar yang dominan. Dalam paradigma sekarang, dengan
pendekatan SCL dominasi guru berkurang dan sebagian besar hanya berperan
sebagai fasilitator dan bukan sebagai satu-satunya sumber belajar. Sebagai
fasilitator guru semestinya dapat memfasilitasi siswa atau mahasiswa agar dapat
belajar setiap saat dimana saja dan kapan saja mahasiswa merasa memerlukan.
Dengan kemajuan ICT, proses ini dimungkinkan dengan menyediakan sarana
pembelajaran

online

melalui

internet

dan

media

elektronik.

Konsep

2
pembelajaran berbasis ICT seperti ini ada beberapa tingkatan yaitu web-based
(online) learning dan e-learning. Dalam online learning (web-based learning)
biasanya hanya menyediakan materi materi secara online, tetapi peserta tidak
terikat dalam suatu sistem. E-Learning merupakan singkatan dari electronic
learning merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang
menggunakan

media

elektronik

khususnya

internet

sebagai

sistem

pembelajarannya dan kini semakin dikenal sebagai salah satu cara untuk
mengatasi masalah pendidikan, baik di negara-negara maju maupun di negara
yang sedang berkembang. Pengertian formal istiah e-learning diberikan oleh
beberapa pakar di antaranya yang banyak diadopsi adalah pendapat Harley
dalam Wahono (2005, 12), yang menyatakan bahwa e-learning merupakan
suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke
siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan
komputer lain. Sedangkan menurut Learn Frame Com bahwa e-learning,
disebut

juga Tb-Learning

(Technology-based Learning) adalah sistem

pendidikan yang menggunakan semua aplikasi elektronik untuk mendukung


belajar mengajar termasuk jaringan komputer (internet, intranet, satelit), media
elektronik (audio, tv, CD-ROM). Banyak orang menggunakan istilah yang
berbeda-beda dengan e-learning, namun pada prinsipnya e-learning adalah
pembelajaran yang menggunakan jasa elektronika sebagai alat bantunya.
Internet, merupakan suatu bentuk kemajuan teknologi yang sedang banyak
digandrungi pada saat ini. Kurang maksimalnya penggunaan fasilitas internet
mendorong lahirnya suatu desain pembelajaran yang mampu melebihi

3
pembelajaran yang ada saat ini. Dengan internet semua akses dapat dicapai
dengan mudah dan efektif efisien. Fasilitas internet semestinya dapat digunakan
untuk melakukan konsultasi masalah belajar, pemberian tugas, balikan, ujian,
remediasi bagi mahasiswa, dan menciptakan kegiatan layanan secara interaktif
antara dosen-mahasiswa dan antara mahasiswa-mahasiswa dalam melakukan
pengayaan bahan ajar bagi kepentingan perkuliahan.
E-Learning merupakan sebuah inovasi yang mempunyai kontribusi sangat
besar terhadap perubahan proses pembelajaran, dimana proses belajar tidak lagi
hanya mendengarkan uraian materi dari guru tetapi siswa juga melakukan
aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lainlain. Materi bahan ajar dapat divisualisasikan dalam berbagai format dan
bentuk yang lebih dinamis dan interaktif sehingga learner atau murid akan
termotivasi untuk terlibat lebih jauh dalam proses pembelajaran tersebut.
Pada

kenyataannya

di

Universitas

Baturaja,

mayoritas

masih

memberlakukan pembelajaran konvensional. Pembelajaran konvensional yang


dimaksud di sini adalah pembelajaran yang penyampaian materinya diuraikan
oleh dosen dengan media pembelajaran yang standar,
atau

tanpa

media

pembelajaran

misalnya

powerpoint

kemudian memberikan soal (penugasan)

kepada mahasiswa dengan materi yang terbatas. Strategi pembelajaran masih


monoton kurang bervariasi, metode yang digunakan dalam pembelajaran hanya
metode ceramah dan diskusi.
Atas dasar itulah perlunya media pembelajaran yang dapat memberikan
rasa antusias mahasiswa dalam belajar sehingga belajar menjadi menyenangkan.

4
Berdasarkan uraian dan permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul Pengembangan Pembelajaran Berbasis
WEB Pada Mata Kuliah Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Moodle
2.5.1 di Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan Ilmu dan
Pendidikan Universitas Baturaja.

B. Identifikasi Masalah
Berdasakan latar belakang ini maka masalah dapat diidentifikasikan sebagai
berikut:
1.

Belum adanya proses pembelajaran perkuliahan yang menggunakan elearning.

2.

Belum dimanfaatkannya fasilitas internet untuk melakukan konsultasi


masalah belajar, pemberian tugas, balikan, ujian, remediasi bagi mahasiswa,
dan menciptakan kegiatan layanan secara interaktif antara dosen-mahasiswa
dan antara mahasiswa-mahasiswa dalam melakukan pengayaan bahan ajar
bagi kepentingan perkuliahan

3.

Strategi pembelajaran yang digunakan kurang bervariasi.

4.

Belum dikembangkannya Pengembangan Pembelajaran Berbasis WEB Pada


Mata Kuliah Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Moodle 2.5.1 di
Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan Ilmu dan
Pendidikan Universitas Baturaja.

5
C. Pembatasan Masalah
Karena luasnya identifikasi masalah dan keterbatasan penulis maka, penulis
membatasi pembahasan masalah yang ada yaitu belum dikembangkannya
Pembelajaran Berbasis WEB Pada Mata Kuliah Pengembangan Bahan Ajar
Menggunakan Moodle 2.5.1 di Program Studi Teknologi Pendidikan.

D. Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang masalah yang diangkat, maka yang menjadi
rumusan masalah penelitian adalah Bagaimana mengembangkan Pembelajaran
Berbasis WEB Pada Mata Kuliah Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan
Moodle 2.5.1 di Program Studi Teknologi Pendidikan?.

E. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah :
1. Mengembangkan

Pembelajaran

Berbasis

Web

pada

Mata

Kuliah

Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Moodle 2.5.1 di Program Studi


Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan Ilmu dan Pendidikan Universitas
Baturaja.
2. Menguji kelayakan produk yang dikembangkan.

F. Spesifikasi Produk yang dikembangkan


Adapun spesifikasi produk yang dikembangkan sebagai berikut:
1. Aplikasi yang digunakan adalah Moodle 2.5.1

6
2. Produk

yang

dikembangkan

adalah

website

tentang

materi-materi

perkuliahan.
3. Bentuk produk yang dibuat adalah kombinasi dari teks, gambar, dan materimateri perkuliahan.
4. Mahasiswa UNBARA bisa membaca artikel dan melihat gambar yang di
tampilkan di website ini dan dapat men-downloud materi-materi perkuliahan.

G. Manfaat Penelitian
Adapun hasil penelitian ini di harapkan bermanfaat bagi :
1. Mahasiswa, dapat meningkatkan wawasan dengan mendapatkan materimateri perkuliahan yang dapat di ambil kapanpun dan di manapun melalui
website ini.
2. Dosen, dapat mempermudah dalam menyampaikan materi-materi perkuliahan
yang dapat di upload kapanpun dan di manapun melalui website ini.
3. Peneliti, sebagai syarat kelulusan program studi Strata 1 Program Studi
Teknologi Pendidikan Universitas Baturaja, Sebagai penerapan ilmu
pengetahuan yang pernah diperoleh saat kuliah. Pembuatan hasil karya ilmiah
sebagai bukti turut berperan serta dalam pengembangan ilmu pengetahuan
khususnya bidang teknologi.
4. Pembaca, dapat bermanfaat dan menambah khasanah ilmu pengetahuan serta
diharapkan menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya.

7
H. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan
1. Asumsi
a. Dapat memberikan informasi tentang materi-materi perkuliahan yang tak
terbatas oleh ruang dan waktu.
b. Pada proses pembelajaran mahasiswa dan masyarakat akan lebih mudah
dalam mendapatkan materi-materi perkuliahan.
2. Keterbatasan Pengembangan
Produk pembelajaran berbasis web yang akan dihasilkan memiliki
keterbatasan tertentu, antara lain :
a. Mengingat keterbatasan waktu yang ada, focus pengembangan hanya
tertuju pada satu mata kuliah yaitu Pengembangan Bahan Ajar.
b. Pengembangan hanya akan dilakukan sebatas kemampuan peneliti dengan
dibantu oleh ahli media pada tahap validasi desain.
c. Produk pembelajaran berbasis web dengan Moodle 2.5.1 ini, hanya dapat
dimanfaatkan dengan menggunakan komputer dan jaringan internet.
d. Menu yang ditampilkan pada website hanya terbatas pada kajian pokok
penelitian. Menu yang dimaksud terdiri dari menu Navigator, Cource
Categories, Available Cource, Login saja.

I. Defenisi Operasional
1. Pengembangan
Menurut Sugiyono (2012:407) Pengembangan merupakan metode
penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji

8
keefektipan produk tersebut.

Pengembangan dalam penelitian ini lebih

difokuskan untuk jangka panjang dengan memanfaatkan perangkat lunak


Moodle 2.5.1 untuk membuat Media Pembelajaran berbasis WEB pada mata
kuliah Pengembangan Bahan Ajar di Program Studi Teknologi Pendidikan,
sebagai media yang dapat membantu siswa dalam belajar e-learning tentang
materi yang berhubungan dengan mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar
sehingga pembelajaran dapat lebih effektif.
2. Media pembelajaran berbasis WEB
Menurut Rusman (2012: 140), media pembelajaran adalah alat atau
bentuk stimulus yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran.
Menurut Smaldino (2011: 251), WEB (World Wide Web) adalah sebuah
jaringan dari jaringan-jaringan yang memungkinkan Anda untuk mengakses,
melihat, dan menyimpan dokumen yang meliputi teks, data, suara dan video.
Media pembelajaran dalam penelitian ini adalah alat bantu yang digunakan
oleh pendidik saat pembelajaran untuk membantu peserta didik dalam
memahami materi pembelajaran yang disampaikan melalui e-learning,
sedangkan pada penerapan media pembelajaran menggunakan komputer atau
yang dikenal dengan berbasis website sebagai alat bantu yang akan
memudahkan siswa dalam memahami materi kuliah Pengembangan Bahan
Ajar yang akan diajarkan.
3. Moodle 2.5.1
Menurut Lesmana (2013: 1), Moodle (Modular Object Oriented
Dynamic Learning Environment) yaitu tempat belajar dinamis dengan

9
menggunakan model berorientasi objek atau merupakan paket lingkungan
pendidikan berbasis web yang dinamis dan dikembangkan dengan konsep
berorientasi objek.
4. Universitas Baturaja
Jln. Ratu Penghulu No. 0231 Karang Sari Kecamatan Baturaja Timur
Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

10
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Pembelajaran
Belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan
penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu. Sebagian besar
perkembangan individu berlangsung melalui kegiatan belajar.
Belajar merupakan suatu aktivitas yang dapat dilakukan secara
psikologis maupun secara fisiologis. Aktivitas yang bersifat psikologis yaitu
aktivitas yang merupakan proses mental, misalnya aktivitas berfikir,
memahami, menyimpulkan, menyimak, dan sebagainya. Sedangkan aktivitas
yang bersifat fisiologis yaitu aktivitas yang merupakan proses penerapan atau
praktik, misalnya melakukan eksperimen atau percobaan, latihan, kegiatan
praktik, membuat karya (produk), apersepsi dan sebagainya.
Menurut Slameto (2010: 2), belajar dapat diartikan sebagai suatu
proses yang dilakukan oleh individu untuk untuk memperoleh perubahan
perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu
sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Sedangkan menurut
James O. Whittaker dalam Ahmadi (2008: 126), belajar adalah proses
dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau
pengalaman.
Jadi, belajar merupakan proses dari perkembangan hidup manusia.
Dengan belajar, manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu

10

11
sehingga tingkah lakunya berkembang. Semua aktivitas dan prestasi hidup
tidak lain adalah hasil dari belajar.
Pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai
komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Komponen
tersebut meliputi tujuan, materi, metode dan evaluasi. Keempat komponen
pembelajaran tersebut harus diperhatikan oleh guru dalam memilih dan
menentukan media, metode, strategi, dan pendekatan apa yang akan
digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses interaksi antara guru
dengan siswa, baik interaksi secara langsung seperti kegiatan tatap muka
maupun secara tidak langsung, yaitu dengan menggunakan berbagai media
pembelajaran.
Menurut UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 1 ayat 20,
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Lalu menurut Sudjana
(2004:28) dalam Rusman (2012: 94), Pembelajaran dapat diartikan sebagai
setiap upaya yang sistematik dan sengaja untuk menciptakan agar terjadi
kegiatan interaksi edukatif antara dua pihak, yaitu peserta didik (warga
belajar)

dan

pendidik

(sumber

belajar)

yang

melakukan

kegiatan

membelajarkan.
Dari pernyataan di atas, pembelajaran pada dasarnya merupakan suatu
proses interaksi komunikasi antara sumber belajar, guru dan siswa. Interaksi
komunikasi itu dilakukan baik secara langsung dalam kegiatan tatap muka

12
maupun secara tidak langsung dengan menggunakan media, dimana
sebelumnya telah menentukan model pembelajaran yang akan diterapkan
tentunya.

2. Media Pembelajaran
Media berasal dari kata medius yang artinya tengah, perantara atau
pengantar. Menurut Bovee (1997) dalam Rusman (2012: 140), Media adalah
sebuah alat yang mempunyai fungsi meyampaikan pesan. Dalam bahasa
Arab, media adalah wasail atau wasilah yang berarti perantara atau pengantar
pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Menurut Rusman (2012: 140), Pembelajaran adalah sebuah proses
komunikasi antara peserta didik, guru dan bahan ajar. Komunikasi tidak
akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Media yang
digunakan

dalam

pembelajaran

disebut

media

pembelajaran,

yang

mempunyai fungsi sebagai perantara pesan dalam hal ini adalah materi
pelajaran kepada peserta didik.
Menurut Rusman (2012: 140), media pembelajaran adalah alat atau
bentuk stimulus yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran.
Dalam pembelajaran, media memegang peranan penting dalam mencapai
sebuah tujuan belajar. Hubungan komunikasi antara guru dan peerta didik
akan lebih baik dan efisien jika menggunakan media. Media dalam proses
belajar mengajar memiliki dua peranan penting, yaitu: (1) Media sebagai alat
bantu mengajar atau disebut sebagai dependent media karena posisi media

13
disini sebagai alat bantu (efektivitas), dan (2) Media sebagai sumber belajar
yang digunakan sendiri oleh peserta didik secara mandiri atau disebut dengan
independent media.
Menurut Rusman (2012: 143), ada lima jenis media yang dapat
digunakan dalam pembelajaran yaitu:
a. Media Visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat dengan
menggunakan indera penglihatan yang terdiri atas media yang dapat
diproyeksikan dan media yang tidak dapat diproyeksikan yang
biasanya berupa gambar diam dan gambar gerak.
b. Medi Audio, yaitu media yang mengandung pesan dalam bentuk
auditif yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan
kemauan para peserta didik untuk mempelajari bahan ajar.
c. Media Audio-Visual, yaitu media yang merupakan kombinasi audio
dan visual atau biasa disebut media pandang-dengar.
d. Kelompok Media Penyaji.
e. Media objek dan media interaktif berbasis komputer.
Dari kelima bentuk media tersebut media yang terakhir merupakan
media dan sumber terbaik yang dapat digunakan sebagai sumber media
komunikasi. Karakteristik terpenting kelompok media ini adalah bahwa
peserta didik tidak hanya memperhatikan maedia atau objek, melainkan juga
dituntut untuk berinteraksi selama mengikuti pembelajaran.
Menurut Wilbur Schramm dalam Rusman (2012: 144), pemanfaatan
media sebagai suatu teknik untuk menyampaikan pesan, dimana ia
mendefinisikan media sebagai teknologi pembawa informasi/ pesan
pembelajaran. Di sini media memiliki fungsi yang jelas yaitu memperjelas,
memudahkan dan membuat manarik pesan pembelajaran yang akan
disampaikan oleh guru kepada peserta didik sehingga dapat memotivasi
belajarnya dan mengefisienkan proses belajar.

14
3. Pembelajaran Berbasis Web
Web-based learning merupakan salah satu bentuk e-learning yang
materi (content) maupun cara penyampaiannya (delivery method) melalui
internet (web). Menurut Rusman (2012: 293), berikut beberapa definisi
pembelajaran berbasis web yaitu:
a. Bahwa setiap pengalaman atau lingkungan belajar yang bertumpu
kepada internet/ world wide web sebagai sarana penyampaian
komunikasi dan presentasi.
b. Bahwa e-learning melalui internet dibandingkan jaringan lainnya.
Berdasarkan definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran berbasis web adalah sebuah pengalaman belajar dengan
memanfaatkan jaringan internet untuk berkomunikasi dan menyampaikan
informasi pembelajaran.
Menurut Rusman (2012: 299), kelebihan pembelajaran berbasis web yaitu:
a. Memungkinkan setiap orang dimanapun, kapanpun, untuk
mempelajari apapun.
b. Pebelajar dapat belajar sesuai dengan karakteristik dan langkahnya
dirinya sendiri karena pembelajaran berbasis web membuat
pembelajaran menjadi bersifat individual.
c. Kemampuan untuk membuat tautan (link), sehingga pebelajar dapat
mengakses informasi dari berbagai sumber, baik di dalam maupun
di luar lingkungan belajar.
d. Sangat potensial sebagai sumber belajar bagi pebelajar yang tidak
memiliki cukup waktu untuk belajar.
e. Dapat mendorong pebelajar untuk lebih aktif dan mandiri di dalam
belajar.
f. Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan
untuk memperkaya materi pembelajaran.
g. Menyediakan mesin pencari yang dapat digunakan untuk mencari
informasi yang mereka butuhkan.
h. Isi dari materi pelajaran dapat di-update dengan mudah.

15
Beberapa manfaat/keunggulan utama dari pembelajaran berbasis web
yang disebutkan di atas, hanya akan muncul bila pembelajaran berbasis web
telah didesain, direncanakan akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Menurut Rusman (2012: 302), kekurangan pembelajaran berbasis web
yaitu:
a. Keberhasilan pembelajaran berbasis web bergantung pada
kemandirian dan motivasi pembelajar.
b. Akses untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan web
seringkali menjadi masalah bagi pembelajar.
c. Pebelajar dapat cepat merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak
dapat mengakses informasi, dikarenakan tidak terdapatnya
peralatan yang memadai dan bandwidth yang cukup.
d. Dibutuhkan panduan bagi pebelajar untuk mencari informasi yang
relevan, karena informasi yang terdapat di dalam web sangat
beragam.
e. Dengan menggunakan pembelajaran berbasis web, pebelajar
terkadang merasa terisolasi, terutama jika terdapat keterbatasan
dalam fasilitas komunikasi.
Jadi dari beberapa kelemahan tersebut, terdapat satu kelemahan terbesar
dari pembelajaran berbasis web adalah amat kurangnya interaksi langsung
antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. Hal ini berdampak
besar kepada siswa, karena walaupun mereka bisa berkomunikasi secara
synchoronous melalui live chat atau asynchoronous melalui e-mail/ forum
diskusi, tetap saja interkasi antar manusia secara langsung tidak dapat
tergantikan.

16
4. E-Learning
Menurut Rusman (2012: 292), e-learning adalah pengaplikasian
kegiatan komunikasi, pendidikan dan pelatihan secara elektronik. Definisi
inilah yang banyak digunakan/ dijadikan pedoman oleh institusi-institusi
pendidikan/ penyedia layanan/ perangkat lunak e-learning, contohnya
learnframe.com yang menyediakan sistem manajemen e-learning, atau
aplikasi Content Management System (CMS) e-learning MOODLE yang
banyak digunakan oleh institusi pendidikan konvensional dalam kegiatan
blended learning-nya.
E-learning tidaklah sama dengan pembelajaran konvensional. Menurut
Rusman (2012: 292), e-learning memiliki karakteristik-karakteristik sebagai
berikut:
a. Interactivity (interaktivitas); tersedianya jalur komunikasi yang
lebih banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung.
b. Independency (kemandirian); fleksibilitas dalam aspek penyediaan
waktu, tempat, pengajar, dan bahan ajar.
c. Accessibility (aksesibilitas); sumber-sumber belajar menjadi lebih
muda di akses melalui pendistribusian di jaringan internet dengan
akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar pada
pembelajaran konvensional.
d. Enrichment (pengayaan); kegiatan pembelajaran, presentasi materi
kuliah dan materi pelatihan sebagai pengayaan, memungkinkan
penggunaan perangkat teknologi informasi seperti video streaming,
simulasi dan animasi.
Dari keempat karakteristik di atas merupakan hal yang membedakan
e-learning- e-learning dari kegiatan pembelajaran secara konvensional.
Dalam e-learning, daya tangkap siswa terhadap materi pembelajaran tidak
lagi tergantung kepada instruktur/guru, karena siswa mengkonstruk sendiri

17
ilmu pengetahuannya melalui bahan-bahan ajar yang disampaikan melalui
interface situs web.

5. Moodle
a. Sejarah Moodle
Moodle salah satu aplikasi e-learning yang berbasis open source.
Moodle adalah paket software yang diproduksi untuk kegiatan belajar
berbasis internet dan web. Moodle pertama kali dikembangkan oleh
Martin Dougiamas, dia yang mempertahankan moodle sebagai paket elearning yang open source (terbuka programnya).
Moodle terus mengembangkan rancangan sistem dan design user
interface setiap minggunya (up to date). Oleh karena itu moodle
tersedia dan dapat digunakan secara bebas sebagai produk open source.
Dengan moodle ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan
efektivitas kinerja pengajar dan pemahaman pembelajar terhadap materi
pelajaran.
Istilah moodle singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic
Learning Environment. Menurut Lesmana, (2013: 1), moodle yang
berarti

tempat

belajar

dinamis

dengan

menggunakan

model

berorientasi objek atau merupakan paket lingkungan pendidikan


berbasis web yang dinamis dan dikembangkan dengan konsep
berorientasi objek.

18
Menurut Lesmana (2013: 2), kelebihan moodle antara lain:
1) Pengunaannya tepat untuk kelas online.
2) Hasil belajarnya relatif sama baiknya dengan belajar secara
langsung tatap muka dengan pengajar.
3) Pengajar mempunyai hak istimewa, yaitu dapat mengubah
(memodifikasi) materi pelajaran.
4) Teknologi yang digunakan bersifat sederhana, sehingga mudah,
relatif murah dan efisien.
5) Programnya mudah di install.
6) Programnya cukup satu database yang diperlukannya.
7) Keamanan yang terjamin dengan baik.
8) Disediakan dalam berbagai bahasa, agar mempermudahkan bagi
pengguna.
Lalu menurut Amiroh (2012: 2) kelebihan Moodle, diantaranya:
1) Sederhana, efisien dan ringan serta kompatibel dengan banyak
browser.
2) Dukungan berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia.
3) Tersedianya manajemen situs untuk melakukan pengaturan situs
secara keseluruhan, perubahan modul dan lain sebagainya.
4) Tersedianya manajemen pengguna (user management).
5) Tersedianya manajemen course yang baik.
6) Tersedianya modul chat, modul polling, modul forum, modul
untuk jurnal, modul untuk kuis, modul untuk worskhop dan
survei, serta banyak lagi.

Dari beberapa kelebihan di atas, bahwa moodle memiliki


kelebihan banyak sekali. Moodle merupakan web e-learning yang
mempermudah dalam pembelajaran online. Bagi pengajar mempunyai
hak istimewa, yaitu dapat mengubah (memodifikasi) materi pelajaran.
Pengajar dapat mengatur pelajaran, termasuk tidak memperbolehkan
pengajar lain memberikan pelajaran. Selain itu dapat mengubah bentuk
atau metode pembelajaran seperti minggu, topik atau bentuk diskusi.
Serta teknologi yang digunakan bersifat sederhana, sehingga mudah,
relatif murah dan efisien.

19
Menurut Amiroh (2012: 2), beberapa aktivitas pembelajaran yang
didukung oleh moodle adalah sebagai berikut:
1) Assignment
Fasilitas ini digunakan untuk memberikan penugasan kepada
peserta pembelajaran secara online. Peserta pembelajaran dapat
mengakses materi tugas dan mengumpulkan tugas dengan cara
mengirimkan file hasil pekerjaan mereka.
2) Chat
Fasilitas ini digunakan oleh pelajar dan peserta pembelajaran
untuk saling berinteraksi secara online dengan cara berdialog
teks (percakapan online).
3) Forum
Merupakan forum diskusi secara online antara pengajar dan
peserta pembelajaran yang membahas topik-topik yang
berhubungan dengan materi pembelajaran.
4) Quiz
Fasilitas ini digunakan oleh pengajar untuk melakukan ujian
atau tes secara online (online test).
5) Survey
Fasilitas ini digunakan untuk melakukan jajak pendapat.

Dari kelima aktivitas pembelajaran tersebut, moodle menyediakan


kemudahan untuk mengganti model tampilan situs e-learning dengan
menggunakan template. Beberapa model tema yang menarik telah
disediakan oleh moodle, meski tidak menutup kemungkinan bagi para
pengguna untuk merancang dan membuat bentuk tampilan sendiri.
Moodle juga mendukung pendistribusian paket pembelajaran dalam
forum SCORM (Shareable Content Object Reference Model). SCORM
adalah standar pendistribusian paket pembelajaran elektronik yang
dapat digunakan untuk menampung berbagai macam format materi
pembelajaran, baik dalam bentuk teks, animasi, audio, dan video.
Dengan menggunakan format SCORM maka materi pembelajaran dapat

20
digunakan pada aplikasi-aplikasi e-learning lain yang mendukung
SCORM. Di moodle juga terdapat fasilitas untuk mengirim pesan dari
guru ke siswa serta terdpat fasilatas chating yang digunakan oleh
pelajar dan peserta pembelajaran untuk saling berinteraksi secara online
dengan cara berdialog teks (percakapan online).
b. Alur Pembuatan E-learning Moodle

Membangun Sekolah
(Instalasi)

Membangun Kelas/Jurusan
(Category)

Mengatur Hak Akses User


(Course)

Membuat Mata Pelajaran


(Course)

Gambar 2.1 Ilustrasi Pembuatan E-learning Moodle


(Pedoman: Membangun E-learning dengan Moodle. Amiroh, 2012: 3)

21
c. Elemen E-learning Moodle
Menurut Amiroh (2012: 3), tingkatan pengguna (user level) pada
e-learning moodle berikut ini.
1) Administrator
Merupakan pengguna yang mempunyai hak akses tertinggi
yang dapat melakukan seluruh fungsi administrasi e-learning
moodle.
2) Course Creator
Merupakan pengguna yang mempunyai hak akses untuk
membuat course baru dan mengajar dalam course itu.
3) Teacher
Sebagai guru, merupakan yang dapat melakukan seluruh fungsi
course termasuk menambah/ mengubah aktivitas, dan memberi
nilai.
4) Non-editing Teacher
5) Mirip seperti tugas seorang asisten guru/ dosen, merupakan
pengguna yang dapat mengajar pada course tetapi tidak bisa
menambah/ mengubah aktivitasnya.
6) Student
Merupakan pengguna yang mempunyai hak untuk mengakses
sebuah counter tertentu, tetapi tidak berhak melakukan
perubahan terhadap course tersebut.
7) Guest
Merupakan pengguna yang mempunyai hak akses sangat
terbatas, tergantung pada oengaturan Moodle untuk jenis
pengguna ini.
Dari pernyataan di atas, bahwa tingkatan pengguna (user level)
pada e-learning moodle ada enam tingkatan. Pada setiap tingkatan
pengguna memiliki fungsi yang berbeda-beda. Setiap user level
mememiliki hak akses yang berbeda pula, misal pengguna sebagai
teacher dan admin memiliki pasilitas menu yang tidak sama dan user
student hanya memiliki pasilitas untuk mengakses materi dan evaluasi
serta mengganti profile saja.

22
B. Kerangka Konseptual Penelitian

Universitas Baturaja

Pengembangan Bahan Ajar

Aplikasi LMS Mooodle 2.5.1

Media Pembelajaran Berbasis WEB

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis WEB Pada Mata Kuliah


Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan LMS Moodle 2.5.1 di Program
Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan Ilmu dan Pendidikan
Universitas Baturaja.

Bagan 2.1. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis WEB Pada Mata


Kuliah Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Moodle 2.5.1 di
Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan Ilmu dan
Pendidikan Universitas Baturaja.

23
C. Kerangka Flowchart Pengembangan Produk
Start

Front Page

Login

USER
Choice

Student

Teacher

Materi

Kuis

Add/edit Categories
Materi
Add/edit Course
Evaluasi
Add Quis

Grade
Close
Close

Bagan 2.2. Konseptual Produk Pengembangan Pembelajaran Berbasis WEB


dengan Aplikasi Moodle 2.5.1 Pada Mata Kuliah Pengembangan
Bahan Ajar di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas
Baturaja.

24
Keterangan simbol
= Start dan Finish atau exit
= Pengambilan keputusan atas beberapa pilihan
= Interaksi antara input dan output
= Proses pengambilan informasi

Sumber : Rusman (2013: 194)

25
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat dimana penelitian ini dilakukan. Lokasi
penelitian ini di Universitas Baturaja Jln. Ratu Penghulu No. 0231 Karang Sari
Kecamatan Baturaja Timur OKU SUM-SEL.

B. Metode Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah Reserch and Development.
Menurut Sugiyono, 2012: 297), Penelitian dan pengembangan atau dalam
Bahasa Ingrisnya Reserch and Development metode penelitian yang digunakan
untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektipan produk tersebut.
Berdasarkan dari metode penelitian di atas penelitia ini yaitu
mengembangkan Web Pembelajaran pada mata kuliah Pengembangan Bahan
Ajar di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Baturaja menggunakan
aplikasi Moodle 2.5.1.

C. Model Pengembangan

Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model


procedural. Dalam pedoman Development Research (Teknologi Pendidikan
Universitas Baturaja, 2010:16), Model procedural adalah model yang bersifat
deskriptif, menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan
produk.

25

26
D. Prosedur Pengembangan
Dalam

pedoman

Development

Research

(Teknologi

Pendidikan

Universitas Baturaja, 2010:16), dinyatakan bahwa prosedur pengembangan


adalah pemaparan mengenai langkah-langkah yang ditempuh dalam membuat
produk dari awal hingga akhir. Kemudian jika model pengembangannya
mengikuti

langkah-langkah

seperti

terlihat

dalam

modelnya.

Prosedur

pengembangan yang digunakan peneliti mengacu pada pedoman development


research (Teknologi Pendidikan Universitas Baturaja, 2010:17) seperti bagan
berikut. Adapun prosedur pengembangan dalam penelitian ini yaitu :
Tahap Perencanaan

Tahap Pengorganisasian

Tahap Pelaksanaan

Tahap Penilaian Produk


Bagan 3.1 Prosedur Pengembangan Penelitian
(Pedoman Research and Development Teknologi Pendidikan, 2010:17)

1. Tahap Perencanaan
Setelah potensi masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan uptodate,
maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat
digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan
dapat mengatasi masalah tersebut. Pada tahap ini peneliti membuat

27
perencanaan untuk pengembangan website

di pada mata kuliah

Pengembangan Bahan Ajar di Program Studi Teknologi Pendidikan


Universitas Baturaja. Peneliti melakukan kegiatan observasi dan wawancara.
2. Tahap Pengorganisasian
Pada tahap ini, peneliti mulai mencari pustaka berupa buku-buku,
modul yang mendukung pengembangan website pada mata kuliah
Pengembangan Bahan Ajar di Program Studi Teknologi Pendidikan
Universitas Baturaja.
3. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan ini, peneliti mulai untuk membuat sebuah
sistem pengembangan yang diperlukan Organisasi. Pada tahap ini peneliti
menginstal master Moodle 2.5.1, melakukan konfigurasi, peyesuaian desain
web, mengisi Profil Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas
Baturaja, membuat materi-materi perkuliahan.
4. Tahap Penilaian Produk
Setelah produk website organisasi tersebut selesai, pada tahap ini
produk yang dibuat peneliti dinilai oleh Dosen ahli produk dan Dosen
Pembimbing. Setelah produk di uji cobakan para ahli, peneliti mulai masuk
tahap pelaksanaan uji coba produk. Pada tahap pelaksanaan ujicoba produk,
dilakukan ujicoba perorangan untuk ujicoba skala kecil dan ujicoba skala
besar, setelah itu dilakukan validasi berulang-ulang untuk mendapatkan
produk yang siap untuk divalidasi.

28
E. Uji Coba Produk
1. Desain Uji Coba Produk
Pada tahap pelaksanaan ini, peneliti mulai untuk membuat sebuah
langkah-langkah pengembangan produk yang diperlukan untuk desain uji
coba produk. Dimana tahap ini akan dilaksanakan uji coba produk baik skala
kecil maupun skala besar.
Dalam pedoman

Development

Research

Teknologi

Pendidikan

Universitas Baturaja (2010:18) terdapat langkah-langkah yang digunakan


peneliti untuk mendesain uji coba produk, adapun langkah langkah uji coba
produk sebagai seperti di bawah ini :
Desain Uji Coba Produk
Produk Awal
Dosen Pembimbing

Tahap 1

Ahli Media

Revisi I

Uji coba skala


Perorangan

Revisi II

Uji coba skala kecil

Revisi III

Uji coba skala besar

Analisis

Data Penelitian

Revisi IV

Produk akhir

Bagan 3.2 Desain Uji Coba Produk

29
Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :
a.

Produk awal
Merupakan rancangan desain dari produk yang akan dibuat peneliti
melalui prosedur pengembangan.

b.

Tahap I
Merupakan tahap validasi produk awal oleh dosen pembimbing dan ahli
media untuk mengetahui layak atau tidaknya

program

yang

dikembangkan. Pada tahap ini didapatkan kritik dan saran yang


berkaitan dengan web pembelajaran yang dikembangkan sebagai acuan
untuk kegiatan revisi I.
c.

Revisi I
Merupakan tahap uji coba dalam skala perorangan setelah dilakukan
valiadasi oleh dosen pembimbing dan ahli media, kemudian dilakukan
perbaikan sesuai saran dan kritik yang diberikan untuk kemudian
dilakukan uji coba dalam skala perorangan.

d.

Revisi II
Merupakan tahap uji coba dalam skala kecil setelah dilakukan revisi I
kemudian dilanjutkan ke revisi II atau uji coba lapangan dalam skala
kecil. Uji coba kelompok kecil dilakukan dengan mengambil sampel
sebanyak 10% dari seluruh jumlah peserta didik mata kuliah
Pengembangan Bahan Ajar Teknologi Pendidikan Universitas Baturaja
dengan tujuan untuk mengetahui apakah media ini layak digunakan dan

30
mengetahui respon audiens dalam skala kecil terhadap media yang
dikembangkan.
e. Revisi III
Setelah melalui pengujian lapangan skala kecil serta melakukan revisi
terhadap kelemahan-kelemahan yang ada, selanjutnya dilakukan uji
coba lapangan skala besar. Uji coba lapangan dalam skala besar
dilakukan terhadap seluruh peserta didik mata kuliah Pengembangan
Bahan Ajar di FKIP Teknologi Universitas Baturaja.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah media ini layak digunakan
dan mengetahui respon audiens dalam skala besar terhadap media yang
dikembangkan.
f. Analisis
Hasil dari ujicoba skala besar dijadikan data penelitian yang kemudian
akan dianalisis. Apabila masih ditemukan kekurangan dan kelemahan
terhadap produk yang dibuat maka dilakukan revisi IV. Namun apabila
dianggap sudah bisa diterima maka tidak perlu dilakukan revisi IV dan
dianggap sebagai Produk Akhir.
g. Produk Akhir
Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dan dilakukan
revisi berulang-ulang. Hasil revisi ini kemudian dijadikan sebagai
produk akhir dari program penelitian yang siap pakai.

31
2. Subjek Coba
Dalam subjek uji coba pengembangan media pembelajaran berbasis
WEB ini akan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap validasi produk awal,
tahap uji coba skala kecil, dan tahap uji coba skala besar. Adapun subjek coba
untuk masing-masing tahap dijelaskan sebagai berikut:
a. Pada tahap I/validasi produk awal, subjeknya adalah dosen pembimbing
dan dosen ahli media. Dalam penelitian ini adalah dosen Program Studi
Teknologi Pendidikan dan ahli dalam Aplikasi Moodle 2.5.1.
b. Tahap revisi I, subjeknya adalah tiga mahasiswa Program Studi Teknologi
Pendidikan Universitas Baturaja pada mata kuliah Pengembangan Bahan
Ajar.
c. Tahap revisi II, subjeknya adalah uji skala kecil yaitu 10% dari seluruh
mahasiswa mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Teknologi Universitas
Baturaja sebanyak 13 orang. Dengan dosen mata kuliah Pengembangan
Bahan Ajar sebanyak 1 orang.
d. Tahap III, produk diuji cobakan pada subjek

utama yaitu seluruh

mahasiswa mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar di FKIP Teknologi


Universitas Baturaja sebanyak 119 orang.
Dalam pengambilan sempel penelitian uji sekala besar peneliti menggunakan
teknik nonprobability sampling yaitu Sampling Insidental. Menurut Sugiyono
(2001:60)

Nonprobability

sampling

adalah

teknik

pengambilan

sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur
atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Sedangkan Sampling

32
Insidental dalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa
saja yang secara kebetulan atau insidental bertemu dengan peneliti dapat
digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu
cocok sebagai sumber data. (Sugiyono, 2001: 60).

3. Jenis Data
Pada penelitian pengembangan ini data yang digunakan adalah data
kuantitatif, yaitu berupa penilaian kelayakan program media pembelajaran
berbasis WEB oleh ahli ahli media dan dosen pembimbing berupa rating
scale 10100. Data yang akan dikumpulkan tersebut terdiri dari:
a. Data tentang kesesuaian produk dengan prosedur pengembangan yang
ditempuh yang menyangkut tentang program Media Pembelajaran
Berbasis WEB yang akan dikembangkan.
b. Data tentang tingkat kelayakan atau kualitas program Media Pembelajaran
Berbasis WEB yang dikembangkan.
c. Kriteria kualitas produk yang dihasilkan, dikembangkan oleh penulis
secara spesefik disesuaikan dengan produk yang dihasilkan.
4. Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data sebagai
berikut:
a.

Instrumen untuk mengukur kelayakan atau kualitas produk yang


dihasilkan dengan menggunakan angket.

33
b.

Aspek-aspek yang dinilai untuk mengukur kinerja produk yaitu dari segi
kemudahan menggunakan program, tampilan program, kejelasan huruf
dan penulisan, sound/suara yang digunakan dalam produk, dan
keakuratan dan kemutahiran materi yang secara rinci dapat dilihat pada
tabel 3.1 berikut:

Tabel 3.1. Aspek-aspek untuk mengukur kinerja sistem

Indikator
1.

Kemudahan
dalam
penggunaan
produk

Tampilan Produk

2.

3.
4.

Kejelasan huruf
dan penulisan

5.
6.

7.
D

Sound/suara yang
digunakan dalam
produk

Keakuratan dan
kemutahiran
materi

Produktifitas
kerja produk

Media pembelajaran e-learning ini


dapat dimulai dengan mudah.
Menu dan tombol media
pembelajaran e-learning ini dapat
digunakan secara mudah.
Tampilan keseluruhan media
pembelajaran e-learning ini.
Kesesuaian huruf (jenis dan ukuran)
yang digunakan dalam media
pembelajaran e-learning ini.
Kejelasan kalimat dalam materi
media pembelajaran e-learning ini.
Kejelasan kalimat dalam materi
media pembelajaran e-learning ini.

Kejelasan suara pada media


pembelajaran e-learning ni.
8. Musik/suara pada menu utama tidak
mengacaukan tampilan dari
informasi pada produk.
9. Kesesuaian isi materi pada media
pembelajaran e-learning ini.
10. Kejelasan materi yang digunakan
pada media pembelajaran e-learning
ini.
11. Media pembelajaran e-learning ini
mampu meningkatkan motivasi
siswa dalam belajar.

76-85
56-75
10-55

No

86100

Skor
Aspek Kinerja
Sistem

Ket

34
Keterangan :
- Angka 86-100 menyatakan Baik Sekali
- Angka 76-85 menyatakan Baik
- Angka 56-75 menyatakan Cukup
- Angka 10-55 menyatakan Kurang

F. Teknik Analisis Data


Analisis data digunakan untuk mengukur efektifitas produk yang
dihasilkan pada tahap ujicoba lapangan skala besar, yaitu dengan menggunakan
angket. Adapun cara menganalisis data tersebut adalah:
a.

Angket diisi oleh respondent, kemudian diperiksa kelengkapan jawabannya.

b.

Mengkuantitatifkan jawaban setiap pertanyaan dengan memberikan skor


sesuai dengan bobot yang telah ditentukan sebelumnya.

c.

Membuat tabulasi data

d.

Menghitung skor ideal butir instrument dengan rumus yang dikemukakan


oleh Sugiyono (2010:418), sebagai berikut:

Skor ideal untuk setiap instrumen


Skor Tertinggi x Jumlah Instrument
Skor ideal Program
Skor Jawaban Tertinggi x Butir Intrumen x Jumlah Intrumen
e.

Menghitung Persentase kelayakan program dengan rumus yang


dikemukakan oleh Sugiyono (2010:418), sebagai beikut:

35
Kriteria Kelayakan program

Dari Persentase yang diperoleh selanjutnya disesuaikan dengan


kriteria perhitungan Persentase untuk skala 4 sebagai berikut:

Tabel 3. 2. Penentuan Kriteria perhitungan Persentase skala empat.


(Nurgiyantoro, 2010:253).
Interval
Persentase
Tingkat
Penguasaan
86 100
76 85
56 75
10 55

Nilai Ubahan Skala


Empat
14

DA

4
3
2
1

A
B
C
D

Keterangan
Baik Sekali
Baik
Cukup
Kurang

Cara menganalisis nilai efectivitas metode mengajar lama dan baru


berdasarkan, kecepatan pemahaman terhadap pelajaran, perubahan
kreativitas, dan hasil belajar. Rentang skor setiap indikator adalah sebagai
berikut :
4

: sangat baik

: baik

: kurang baik

: tidak baik

36
G. Perencanaan Desain Produk
Rancangan produk merupakan awal dari pengembangan sistem.
Rancangan ini merupakan salah satu langkah dalam mendesain produk untuk
memperoleh gambaran atau model yang nantinya akan dibuat.
Tabel 3.3. Keterangan Halaman Website
1. Header
2. Banner

3. Modul left

4. Model right

5. Navigator
6. Footer
7. Menu utama

8. Setting

9. Login Form
10. Kalender

Merupakan bagian atas dari halam website


Bagian atas di bawah header dari halaman
website yang terdapat image logo dari
website
Bagaian kiri dari halaman website yang
terdapat Menu Modul yaitu: Navigator,
Categori dan Login Form.
Bagaian kana dari halaman website yang
terdapat Menu Modul yaiu: Kalender,
Search.
Yaitu bagian kiri dari halaman website
tempat menampilkan menu, Home
Adalah bagian bawah dari halaman website .
Adalah bagian modul kiri atas dari halaman
website yang terdapat submenu yaitu:
Navigator.
Adalah bagian modul kiri dari halaman
website di bawah modul Menu Navigator
yang terdapat submenu yaitu: Front page
settings, My profile settings, Site
administration
Adalah menu yang digunakan untuk masuk
kedalam system moodle.
Adalah bagian kanan atas dari halaman
website untuk menginformasikan hari,
tanggal dan tahun kepada pengunjung
website

Adapun rancangan produk yang akan di kembangkan akan di


gambarkan dalam bentuk storyboard di bawah ini.

37
Tabel 3.4. Storyboard Pengembangan Pembelajaran Berbasis WEB Pada
Mata Kuliah Pengembangan Bahan Ajar.
NO

KETERANGAN

VISUAL

AUDIO

Ketika pertama kali situs ini


dibuka maka yang akan tamil
terlebih dahulu adalah halam
Front page Pada halaman
pertama
ini,
akan
menampilkan tentang judul
materi yang akan di pelajari,
login siswa, kalender, menu
kategories,.
Fungsi

1.

Keterangan
Menampilkan
Judul Web
Pembelajaran,
Di halaman
Header
header ini ada
tombol drop
dwon untuk
memilih bahasa
Logo dan
Gambar
Gedung Unbara
Tentang Judul
Teks
Materi
Menu yang
digunakan untuk
Login, di blok
Blok
login ini ada
Login
tombol login
yang berfungsi
untuk login
sebagai user
Menu yang
Blok
digunakan untuk
Kalende
menampilkan
r
Kalender
Menu yang
Blok
digunakan untuk
Online
menampilkan
User
User yang
sedang aktif
Site
Untuk

38
News

Menampilkan
Berita Terbaru
Untuk
Availabl
Menampilkan
e
daftar kursus
courses
yang ada
Blok
untuk
Couses menampilkan
Categor Categorie yang
ies
telah dibuat.
untuk
Blok
menampilkan
Navigat
sub menu home
or
dan courses
Merupakan
halaman paling
bawah, pada
Footer
halaman ini
terdapat link
untuk login dan
logout
Backgro Biru gradien
und
hitam
Warna
Hitam
Teks

Login

= Tombol Login
Pilihan Bahasa

= Menu Drop Down untuk


memilih bahasa

Logo

= Gambar Logo

39
Tampilan ini adalah tampilan
login user, pada tampilan ini
akan menampilkan tomboltombol yaitu tombol login,
dan login sebagai tamu.
Fungsi Tombol-Tombol Pada
Menu:
Fungsi

Keterangan
Judul
Web
Pembelajaran,

Header

Gambar

Teks
2

Content

Di halaman header
ini ada tombol
drop dwon untuk
memilih bahasa
Logo dan Gedung
Unbara
Tentang
Judul
Materi
Pada menu ini
digunakan untuk
menampilkan
halaman login, di
halaman login ini
ada tombol login
yang
berfungsi
untuk login sebagai
user
dan
ada
tombol
login
sebagai tamu.

Backgro Biru
und
hitam
Warna
Teks

Login

Hitam

gradien

40
= Tombol Login
Login Sebagai Tamu

= Tombol Login untuk


pengguna lain
Pilihan Bahasa

= Menu Drop Down untuk


memilih bahasa

Logo

= Gambar Logo
Unbara

Ketika kita login sebagai


admin situs ini, maka yang
akan tamil terlebih dahulu
adalah halam Administrator
Pada halaman pertama ini,
akan menampilkan menu
administrator, yaitu :
Fungsi

Header

Gambar
Teks

Blok
Navigato
r

Keterangan
Menampilkan
Judul Web
Pembelajaran,
Di halaman
header ini ada
tombol drop
dwon untuk
memilih bahasa
Logo dan
Gedung Unbara
Tentang Judul
Materi
Pada blok
Navigator , akan
menampilkan
menu Home
dimana didalam
menu ini terdapat

41
sub menu, My
Home, Site
Pages, My
Profile, My
Courses, Course
Menu yang
Blok
digunakan untuk
Kalender menampilkan
Kalender
Menu yang
Blok
digunakan untuk
Online
menampilkan
User
User yang
sedang aktif
Untuk
Site News Menampilkan
Berita Terbaru
Untuk
Available Menampilkan
courses
daftar kursus
yang ada
Blok
untuk
Couses
menampilkan
Categorie Categorie yang
s
telah dibuat.
untuk
Blok
menampilkan
Navigato
sub menu home
r
dan courses
Merupakan
halaman paling
bawah, pada
Footer
halaman ini
terdapat link
untuk login dan
logout
Backgrou Biru gradien
nd
hitam
Warna
Hitam
Teks

Login

= Tombol Login

42

Pilihan Bahasa

= Menu Drop Down untuk


memilih bahasa

Logo

= Gambar Logo
Unbara

Ketika kita login sebagai


Siswa pada situs ini, maka
yang akan tamil terlebih
dahulu adalah halam Studnet
Pada halaman pertama ini,
akan menampilkan menu
yang digunakan oleh siswa,
yaitu :
Fungsi

Header

Keterangan
Menampilkan
Judul Web
Pembelajaran,
Di halaman
header ini ada

43
tombol drop
dwon untuk
memilih bahasa
Logo dan
Gambar
Gedung Unbara
Tentang Judul
Teks
Materi
Pada blok
Navigator , akan
menampilkan
menu Home
Blok
dimana didalam
Navigato menu ini terdapat
r
sub menu, My
Home, Site
Pages, My
Profile, My
Courses, Course
Menu yang
Blok
digunakan untuk
Kalender menampilkan
Kalender
Menu yang
Blok
digunakan untuk
Online
menampilkan
User
User yang
sedang aktif
Untuk
Site News Menampilkan
Berita Terbaru
Untuk
Available Menampilkan
courses
daftar kursus
yang ada
Blok
untuk
Couses
menampilkan
Categorie Categorie yang
s
telah dibuat.
untuk
Blok
menampilkan
Navigato
sub menu home
r
dan courses
Merupakan
Footer
halaman paling
bawah, pada

44

Backgrou
nd
Warna
Teks

halaman ini
terdapat link
untuk login dan
logout
Biru gradien
hitam
Hitam

F. Langkah-langkah Penelitian
Adapun langkah kerja yang dilakukan yakni sebagai berikut:
1. Proposal yang telah selesai disusun diseminarkan pada tingkat jurusan
dengan seluruh anggota seminar dan seluruh dosen pembimbing, dosen ahli
media maupun dosen penguji jurusan Tekonolgi Pendidikan.
2. Perbaikan sesuai dengan saran tim penguji maupun pembimbing setelah
melakukan seminar proposal.
3. Mendesain dan memantapkan produk sesuai dengan judul yang ada dan
merancang segala sesuatu yang berkaitan dengan media produk yang akan
dibuat.
4. Produk yang telah dibuat disesuaikan dengan saran ahli media berdasarkan
saran dan masukan.
5. Setelah perbaikan dan sudah dianggap selesai oleh dosen ahli media, tahap
berikutnya yakni dilakukan validasi dimana dosen ahli media dan dosen
pembimbing menilai dan memberikan masukan berpa saran/rekomendasi.
6. Melakukan revisi sesuai dengan saran/rekomendasi dari dosen ahli media
dan dosen pembimbing.

45
7. Melaksanakan uji skala kecil dan besar untuk mendapatkan penilaian suatu
produk, apakah produk tersebut layak untuk diterapkan dalam pembelajaran
fisika.
8. Pengolahan data yang diperoleh yang berkaitan dengan penilaian terhadap
produk dan melakukan analisis data.
9. Penulisan laporan akhir.
G. Rencana Jadwal Penelitian

Tabel 3.5. Rencana Jadwal Penelitian


Tahun 2014

N
o
1.

Pengajuan judul

2.

Persiapan Proposal

3.

Bimbingan Proposal

4.

Seminar Proposal

5.

Pembuatan Produk
Awal

6.

Ujian Validasi Produk

KEGIATAN

7.

Revesi Produk Tahap


Awal
8. Mengurus Izin
Penelitian
9. Uji Coba Lapangan
Skala Kecil
10. Uji Coba Lapangan
Skala Besar
11. Revisi Produk Tahap
Akhir
12. Analisis Data
13. Penyusunan Laporan
14. Bimbingan Skripsi
15. Ujian Skripsi

Sep Nov Des Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul Agst Sept

46