Anda di halaman 1dari 2

TUGAS PENDAHULUAN MODUL G-3

TEGANGAN PERMUKAAN CAIRAN CARA CINCIN DU NOUY


DEDE MULYAMAN [10512065]
1. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Tegangan Permukaan
a. Jenis cairan
Pada umumnya cairan yang memiliki gaya tarik antara molekulnya besar, seperti
air, maka tegangan permukaannya juga besar. Sebaliknya pada cairan seperti bensin
karena gaya tarik antara molekulnya kecil, maka tegangan permukaannya juga kecil.
b. Suhu
Tegangan permukaan cairan turun bila suhu naik, karena dengan bertambahnya
suhu molekul- molekul cairan bergerak lebih cepat dan pengaruh interaksi antara
molekul berkurang sehingga tegangan permukaannya menurun.
c. Adanya zat terlarut
Adanya zat terlarut pada cairan dapat menaikkan atau menurunkan tegangan
permukaan. Untuk air adanya elektrolit anorganik dan non elektrolit tertentu seperti
sukrosa dan gliserin menaikkan tegangan permukaan. Sedangkan adanya zat- zat
seperti sabun, detergen, dan alkohol adalah efektif dalam menurunkan tegangan
permukaan ( Yazid, 2005).
d. Surfaktan
Surfaktan (surface active agents), zat yang dapat mengaktifkan permukaan, karena cenderung untuk terkonsentrasi pada
permukaan atau antar muka. Surfaktan mempunyai orientasi yang jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. Sabun
merupakan salah satu contoh dari surfaktan.
e. Konsentrasi zat terlarut
Konsentrasi zat terlarut (solut) suatu larutan biner mempunyai pengaruh terhadap sifat-sifat larutan termasuk tegangan muka
dan adsorbsi pada permukaan larutan. Telah diamati bahwa solut yang ditambahkan kedalam larutan akan menurunkan
tegangan muka, karena mempunyai konsentrasi dipermukaan yang lebih besar daripada didalam larutan.Sebaliknya solut
yang penambahannya kedalam larutan menaikkan tegangan muka mempunyai konsentrasi dipermukaan yang lebih kecil
daripada didalam larutan.
2. syarat- syarat suatu senyawa yang dapat mengaktifkan tegangan antar muka, yaitu senyawa tersebut harus memiliki gugus
hidrifilik dan gugus hidrofobik contohnya adalah surfaktan berupa zat yang ditambahkan pada detergen/sabun. Surfaktan
(surface active agents), zat yang dapat mengaktifkan permukaan, karena cnderung untuk terkonsentrasi pada permukaan atau
antar muka. Surfaktan mempunyai orientasi yang jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. Sabun merupakan salah satu
contoh dari surfaktan.
Sturktur surfaktan secara 3 dimensi

Skema surfaktan yang memiliki gugus hidrofil dan hidrofob sehingga mampu mengaktifkan tegangan permukaan air

Molekul surfaktan yang bersifat amfifil yaitu suatu molekul yang mempunyai dua ujung yang terpisah, yaitu ujung polar
(hidrofilik) dan ujung non polar (hidrifobik). Sifat surfaktan yang amfifil menyebabkan surfaktan diadsorpsi pada antar
muka baik itu cair/gas (yang tidak saling bercampur).
3. DATA YANG AKAN DIPEROLEH PADA PERCOBAAN G-3 YAITU:
Pada Suhu ruangan

R/r

=
Piknometer

Massa (gram)

Piknometer kosong
Piknometer + air
Piknometer + methanol
Piknometer + aseton
Piknometer + toluene
Piknometer + kloroform
Piknometer + NaCl
Piknometer + MgCl2

Beban

Massa (gram)

Pbaca (dyne/cm)

1
2
3

Zat
Air
Metanol
Aseton
Toluen
Kloroform
NaCl
MgCl2
Air : Toluen (3:1)
Kloroform : Air (3:1)

Pbaca