Anda di halaman 1dari 7

RANCANGAN KEGIATAN KEWIRAUSAHAAN

DODOL LUMUT
Tugas
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan yang dipandu oleh
Bpk. Prof. Dr.Ir Kuswanto, MP

Disusun Oleh :
NAMA

: NASRUL ARDINAN SATIVA

NIM

: 125040200111073

KELAS

: AE

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG
Dodol merupakan makanan khas dari Indonesia dan Malaysia yang
hampir di seluruh Indonesia mengenal makanan ini. Makanan ini banyak
diproduksi di Pulau Jawa, Bali, Sumatra dan Kalimantan. Sentra industri
dodol merupakan salah satu home industri yang paling banyak diminati
masyarakat Indonesia khususnya masyarakat sunda dan jawa. Hampir di
setiap tempat jajanan atau oleh-oleh di Jawa dan Bali selalu menyediakan
produk olahan dodol.
Industri dodol memberikan peluang bagi home industri yang akhirakhir ini mulai kalah dengan industri impor makanan. Perlu diketahui pula
bahwa dodol buatan Indonesia banyak diminati oleh wisatawan asing dari
Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia dan bahkan sampai negeri
Belanda dan Jerman. Dodol Indonesia merupakan salah satu kearifan lokal
dari nenek moyang yang tentu harus dilestarikan.
Lumut dalam

bahasa

sehari-hari

(kolokial)

merujuk

pada

sekelompok vegetasi kecil yang tumbuh pada tempat lembap atau perairan
dan biasanya tumbuh meluas menutupi permukaan. Di perairan lumut
dapat menutupi dasar atau dinding sungai atau danau. Lumut memiliki
khasiat untuk kesehatan, diantara lumut dapat digunakan sebagai obat
hepatitis, dapat sebagai antibakteri,. Lumut juga memiliki senyawa untuk
mengobati penyakit jantung dan dapat menetralisir racun gigitan ular.
Banyak keunggulan yang terdapat pada lumut. Maka dari itu lumut
perlu diolah menjadi sebuah bahan olahan makanan yang unik dan tentu
memiliki daya tarik kuliner bagi konsumen. Banyak lumut disekitar kita
yang seolah-olah dibiarkan, dibersihkan dan dibuang selayaknya benda
yang tidak berguna. Padahal lumut bisa berpotensi untuk dijadikan olahan
makanan salah satunya adalah dodol.

1.2

TUJUAN
Dari latar belakang di atas tujuan penulisan ini adalah merancang
sebuah kegiatan kewirausaahan dengan membuat dodol dari lumut.

1.3

RUMUSAN MASALAH
-

Apa saja bahan yang dibutuhkan untuk membuat dodol lumut?

Bagaimana cara membuat dodol lumut?

Berapa anggaran yang diperlukan dan nilai jual produk supaya untung?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

ALAT DAN BAHAN PEMBUATAN DODOL LUMUT


A. ALAT
- Blender

- Pisau

- Kwali/wajan

- Sendok Pengaduk

- Kompor/Tungku api

- Loyang

- Daun Pisang

- Plastik Pembungkus

B. BAHAN
- 500 gram Lumut (spesies terserah)
- 500 gram tepung ketan
- 400 gram tepung beras
- 450 gram gula merah
- 500 ml santan cair
- 1 lembar daun pandan

2.2

CARA KERJA
Bersihkan lumut dari kotoran dan potong bagian
bawah (akar)

Blender lumut sampai halus

Didihkan santan, gula dan daun pandan

Masukkan tepung beras dan tepung ketan kedalam


larutan gula

Masukkan lumut yang telah diblender dan aduk


hingga liat dan tidak lengket di wajan

Masukkan lumut yang telah diblender dan aduk


hingga kalis,liat dan tidak lengket di wajan

Masukkan adonan pada loyang yang dialasi daun


pisang secara merata.

Diamkan adonan hingga padat

Potong dodol dengan ukuran panjang 4 cm dan


tebal 1 cm lalu dikemas di dalam plastik.

2.3

RANCANGAN BIAYA DAN PREDIKSI KEUNTUNGAN


A.

RANCANGAN BIAYA PRODUKSI


- Tepung Ketan 500 gr

Rp 8.500,-

- Tepung Beras 400 gr

Rp 5.600,-

- Gula Merah 450 gr

Rp 7.000,-

- Santan 500 ml

Rp 11.000,-

- Daun Pandan

Rp 1.000,-

- Lumut

Rp 0,- (sementara)

B.

- 10 Kotak Kertas kecil @ 1500

Rp 15.000,-

- Plastik Pembungkus @pak

Rp 5.000,-

Total

Rp 39.600,-

PREDIKSI KEUNTUNGAN
Total yang dihasilkan dari bahan-bahan di atas jika tidak
terdapat kesalahan dapat diperoleh hasil 150 dodol kecil dengan
ukuran 4 cm x 2 cm. Dimana setiap 15 dodol kecil dimasukkan
dalam kota kertas kecil. Harga jual 1 kotak dodol Rp 7500,- 10 Total Penjualan @Rp 7.500,-

RP 75.000,

- Total Pengeluaran

Rp 39.600,-

Keuntungan

Rp 35.400,-

BAB III
KESIMPULAN

3.1

KESIMPULAN
Dodol lumut dapat dijadikan sebagai salah satu terobosan untuk

berwirausaha. Hal tersebut dapat dilihat dengan melihat rancangan biaya,


keuntungan dan cara produksinya. Akan tetapi dalam rancangan biaya belum ada
pengeluaran untuk lumut mengingat lumut dapat dicari secara mudah pada musim
penghujan atau pada daerah-daerah lembab.

3.2

SARAN
Dalam pembuatan dodol sering terjadi kesalahan sehingga jumlah dodol

yang dihasilkan dari jumlah bahan yang disediakan kadang tidak sesuai. Hal
tersebut sering terjadi dikarenakan proses masak yang terlalu lama yang
mengakibatkan air menguap. Selain itu proses penyajian juga harus diperhatikan
supaya jumlah dodol yang dihasilkan sesuai dengan jumlah bahan yang telah
disediakan.
Rancangan ini masih bersifat prediksi. Semua hal-hal yang menyangkut
kebutuhan bahan dan keuntungan yang di dapat dapat berubah seiring dengan
perubahan harga bahan dan cara pemasaran kepada konsumen.