Anda di halaman 1dari 6

I

EVOLUSI SISTEM KOMUNIKASI NIR-KAWAT


1.1 Sistem Telepon Bergerak Konvensional
Area pelayanan disebut zone biasanya berjari-jari 50 mile seperti diperlihatkan
gambar 1.1

Gbr. 1.1 Sistem Telepon Bergerak Konvensional


Karakteristik
Kemampuan layanan terbatas. Seorang pemakai yang memulai panggilan pada
sebuah zona ketika bergerak memasuki zona baru , harus mendial ulang.
Kemampuan handoff tidak ada.
Unjuk kerja layanan buruk. Jumlah kanal radio yang tersedia sangat sedikit yang
mengakibatkan GOS sangat buruk. Sebagai contoh, tahun 1976 di New York, ada
dua system yang operasional yaitu Improved Mobile Telephone System (IMTS)
MJ beroperasi dengan 6 kanal radio, jumlah pelangan 320 dan calon pelanggan
(waiting list) 2400 dan IMTS MK dengan jumlah kanal juga 6, pelanggan 225 dan
calon pelanggan 1300. Untuk IMTS MJ, bila holding time rata-rata 1,76 menit,
maka offered trafik A

1,76 330
9,33 E. Dengan menggunakan B-Erlang
60

formula GOS = 0,5


Utilisasi spektrum tidak efisien. Utilisasisi spektrum adalah jumlah pelanggan
maksimum yang dapat dilayani oleh satu kanal pada jam sibuk. Karena hanya satu
pelanggan pada satu waktu yang dapat dilayani oleh satu kanal pada satu area
pelayanan, maka utilisasai sistem konvesional sangat rendah dibanding sistem
selluler.

1.2 Pertimbangan Efisiensi Spektrum


Masalah utama yang dihadapi industri komunikasi radio adalah terbatasnya
spektrum radio yang tersedia, sehingga spektrum radio menjadi scarce resource.
Masalah ini muncul karena pertumbuhan pelanggan yang demikian cepat sehingga sistem
komunikasi nir-kawat ini masuk ke industri paling cepat berkembang. Saat ini jumlah
pelanggan telepon bergerak sudah melampaui jumlah pelanggan telepon tak beregerak
(fixed). Perkembangan ini didorong oleh perkembangan teknologi semikonduktor yaitu
Monolithic Microwave Integrated Circuit (MMIC) dan kebutuhan pelanggan.
Merujuk kepada pertumbuhan pelanggan dan ketersedian spektrum, maka sistem
telepon bergerak yang ideal akan beroperasi dengan spektrum terbatas dan dengan jumlah
pelanggan tak terbatas. Ada tiga pendekatan untuk mencapai sistem yang ideal tersebut
yaitu menurut FCC yaitu:
Modulasi single sideband (SSB),
membagi band spektrum yang
dialokasikan menjadi kanal-kanal radio dengan jumlah maksimal.
Sellular, mengunakan ulang band spektrum yang dialokasikan pada lokasi
yang berbeda pada satu area pelayanan.
Spread spektrum, menggunakan kode yang berbeda pada band spektrum yang
dialokasikan.
1.3 Sistem Telepon Selluler Bergerak.
Pada sistem telepon selluler bergerak, area pelayanan dibagi menjadi area pelayan
kecil yang disebut sel, seperti diperlihatkan gambar 1.2. Sebuah kanal radio dapat dipakai
ulang pada sel-sel yang berbeda pada saat yang sama, dan ini disebut konsep frequency
reuse (penggunaan ulang frekuensi) . Penggunaan ulang frekuensi ini akan meningkatkan
utilisasi spektrum yang selanjutnya memperbaiki GOS. Bila seorang pemakai memulai
pembicaran telepon pada satu sel bergerak ke sel tetangga, perpindahan kanal terjadi
secara otomatis dan perpindahan kanal inidisebut handoff atau handover

Gbr. 1.2 Sel

1.3.1 Standar Sistem Radio Bergerak


Banyak standar sistem radio bergerak yang mencakup juga jaringan telepon
selluler bergerak yang sudah dispesifikasi dan digelar di berbagai negara. Tabel 1.1, 1.2
dan 1.3 memperlihatkan standar sistem radio bergerak masing-masing di Amerika Utara,
Eropah dan Jepang..

Badan/organisasi standar di beberapa negara yaitu ARIB di Jepang, ETSI di Eropa


TTA di Korea Selatan, TTC Jepang dan T1P1 di Amerika Serikat, CWTS di Tiongkok
membentuk organisasi standar yang disebut 3rd Generation Partnership Project (3GPP)

dan 3GPP2. Organisasi ini menghasilkan Universal Terresterial Radio Access (UTRA)
untuk UMTS dengan spesifikasi sbb.
Standar Type
Year
of Multiple
Frequency
Modulation Channnel
introduction
Access
Band
Bandwith
UMTS Cellular 2001
DSUplink 1920- QPSK
5 Mhz
WCDMA
1980
Downlink
2110-2107
ITU juga merekomendasikan spesifikasi untuk standar jarigan telepon selluler
begerak generasi ke ketiga. ITU menyebut standar tersebut sebagai International Standar
Telephone 2000 (IMT 2000). Rekomdasi ITU diterbitkan akhir tahun 1999. Teknik
akses yang direkomendasikan adalah TDMA, single dan multi carrier, CDMA, DS-3,84
Mcps, Multi Carrier 3,6864 Mcps dan TDD-3,84 Mcps dan 1,28 Mcps.
1.3.2 Evolusi Jaringan Telepon Seluler Bergerak
Dari standar jaringan yang sudah ada dan yang sedang dalam proses standarisasi,
evolusi jaringan telepon selluler bergerak dapat dibagai menjadi beberapa tahapan yang
disebut generasi. Tahapan evolusiteresebut adalah sbb.
1. Generasi 1 (1G)
Teknologi analog.
Layanan: suara.
Contoh : AMPS, NMT, NTT
2. Generasi 2 (2 G)
Teknologi digital
Layanan : Suara dengan layanan IN , pesan singkat (SMS), data kecepatan rendah
9,6 kbps.
Contoh : IS-95, GSM, PDC.
3. Generasi 2,5 (2,5 G) atau Beyond 2G (2B)
Adalah pengembangan 2G untuk layanan data dengan kecepatan yang lebih tinggi.
Contoh:
High Speed Circuit Switched Data (HSCSD), penggunaan slot waktu berurutan
pada standar GSM untuk pengiriman data pengguna tunggal dengan kecepatan
sampai 57,6 kbps.
General Packet Radio Service (GPRS) memberi layanan Internet berbasiskan
packet switch pada kanal (sampai 8 TS) GSM atau IS 136 dengan kecepatan data
sampai 171,2 Kbps.
Enhanced Data Rate for GSM Evolution (EDGE) dikembangkanuntuk memenuhi
permintaan operator GSM dan IS 136. EDGE menggunakan modulasi 8-PSK dan
bila menggunakan semua TS pada kanal radio GSM dapat mengirimdata sampai
kecepatan 547,2 Kbps.
IS95B disebut juga cdmaone adalah evolusi IS-95 menuju generasi 3. IS-95B
memberi layanan data dengan kecepatan 115,2 Kbpsdengan menggunakan 8
kode.
4. Generasi 3 (3G)

Teknologi digital
Layanan suara + IN, Data samapi 2 Mbps, Multimedia..
Contoh UMTS
5. Generasi 3,5 atau beyond 3G (3B)
Adalah pengembangan 3Guntuk layanan data dengan kecepatan lebih tinggi.
Contoh: High Speed Down Link Access (HSDPA) memberikan layanan data 14,4 Mbps
dan 20 Mbps (system MIMO).
6. Generasi 4 (4G) , Next Generation Network (NGN) atau Long Term Evolution (LTE)
Adalah konvergensi semua jaringan yang ada (PAN-LAN-WiFi- Wimax-selluler - Satelit)
berbasis IP dengan kecepatan 2 Mbps bergerak dan 100 Mbps diam.