Anda di halaman 1dari 13

PENGENDALIAN ON/OFF SECARA OTOMATIS

I.

TUJUAN PERCOBAAN
1. Mendemonstrasikan pengendalian ON/OFF menggunakan proses controller
2. Mendemonstrasikan output relai ON/OFF sebanding waktu siklus

II. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN


1 set alat PCT 10
1 buah TRIMTOOL
6 buah Kabel
1 buah lampu indicator 24 VAC
1 buah stopwatch
III. GAMBAR ALAT (TERLAMPIR)
IV. DASAR TEORI
Seperti dijelaskan diteori percobaan II bahwa pengendalian on/off selain manual adalah
otomatis, yang dalam hal ini menggunakan proses controller. Setting pada proses controller harus
diatur sedemikian rupa agar harga proporsional band, integral time dan derivative time adalah
NOL.
Selain itu pengendalian on/off dikenal HISTERISIS. Berdasarkan arti histerisis adalah
kecenderungan instrument untuk memberikan output yang berbeda terhadapa input yang sama.
Pada pengendalian on/off terdapat DAERAH NETRAL, yaitu daerah dimana controller
tidak memberikan gerakkan perubahan output. Besar Daerah Netral adalah 2 kali besar harga
histerisi.
Contoh : untuk set point 50% dan histerisis 1 %, maka daerah netral adalah 2% yaitu dari harga
49% hingga harga 51 %.
Harga output pada pengendali on/off hanya dua, yaitu 0 % dan 100 % tergantung pada eror
terhadap set point.
%P ( output ) = 100% apabila % eror > 0
%P ( output ) = 0 % apabila % eror < 0
Sedangkan % eror menyatakan perbedaan antara harga control point (pengukuran)
terhadap harga set point.
Hubungan diatas menunjukkan saat harga variable proses (control point) melebihi harga set point
akan didapat % eror > 0 maka output dari control adalah 100% sedangkan apabila kurang dari set

point akan didapat % eror < 0 dan output controller adalah 0 %. Pada pengendali ini akan terjadi
fluktasi dari 0 % ke 100 % secara berulang selama proses berlangsung. Seperti grafik berikut :
Apabila dipasang lampu indicator 24 VAC pada proses controller, dapat dilihat output 100%
berarti lampu akan menyala (arus listrik mengalir) sedang pada output 0% lampu akan mati (arus
listrik terputus). Hal sama juga berlaku untuk soket 240 VAC.
V. LANGKAH KERJA
I.

PENGATURAN AWAL
1. Set harga Prop, Int, dan Der pada controller setting pada harga 0 dan harga (CY t)
pada 3 detik. Set harga HYSt pada 1 %
2. Memasang kabel dari manual output ke input pada proses controller (4 20 mA) dan
letakkan lampu indicator pada soket 24 VAC

II.

OUTPUT RELAI ON/OFF


1. Mengatur input ke PROCESS CONTROLLER dengan memutar tombol manual output
4 20 mA
2. Mengamati bahwa OUTPUT relai pada soket lampu indicator 24 VAC akan
menyalakan lampu ketika INPUT (harga terbaca pad layar variable proses) berada
dibawah harga set point 50% dan akan mematikan lampu ketika INPUT berada diatas
harga set point. Karena histerisis di SET pada 1%, maka lampu baru akan mati pada
saat INPUT 51% dan akan hidup kembali saat INPUT < 49%
3. Mengulangi percobaan dengan memvariasikan harga histerisi 3% dengan set point
40% dan histerisis 6% untuk set point 35%

III. OUTPUT RELAI WAKTU PROPORSIONAL


1. Mengubah harga Prop di controller setting menjadi 20% (maksimal, untuk
2.

mendapatkan perbandingan maksimal antara input = output)


Mengatur prosess controller ke pengendalian MANUAL, menekan tombol F 1 kali

3.

dan menekan tombol manual maka lampu akan indicator manual akan menyala
Menekan tombol F satu kali untuk menampilkan POWER OUTPUT (Pr), ubah

4.

harga Pr ke nol dengan tombol digit, tekan ENTER


Memasang kabel dari soket output di PROCESS CONTROLLER ke soket

5.

Ammeter
Memutar tombol manual output ke kiri (4 mA) maka lampu indicator tidak menyala
dan pembacaan Ammeter pada 20 mA

6.

Memutar tombol manual output ke kanan dalam langkah 10% (lihat embacaan
dilayar variable proses), amati bahwa lampu akan mati dan hidup dalam siklus
pengulangan. Mencatat harga di Ammeter. Besar waktu hidup dan matinya akan
tergantung pada besarnya POWER OUTPUT (Pr) dari CONTROLLER dan

7.

karenanya juga tergantung pada INPUT yang diberikan oleh manual output.
Mengamati bahwa pada saat output 50% perbandingan waktu lampu akan mati dan
hidup akan sama (proporsional = sebanding). Mencatat harga di Ammeter pada

8.

setiap perubahan input ke controller.


Mengubah waktu siklus CYCLE TIME (CY t) menjadi 10 detik, perhatikan
bahwa perbandingan antara waktu hidup dan waktu mati lampu tetap sama, namun
jumlah waktu siklus keseluruhan dari HIDUP MATI HIDUP menjadi 10 detik.
Catat harga di Ammeter pada setiap perubahan harga INPUT.
Pada saat output dari tombol manual adalah 20% maka Power output dari proses
controller adalah 80% aksi pengendalian (CS 2 dalam posisi r = reverse, terbalik)
maka waktu hidup lampu adalah :
T hidup = 80 % x waktu siklus
= 0,8 x 10 detik
= 8 detik

9.

Ulangi percobaan dengan waktu siklus tetap 10 detik tetapi aksi pengendalian (CS
2) dalam posisi d = direct, langsung. Amati perbedaan disbanding dengan CS 2 =
r

VI. DATA PENGAMATAN


KALIBRASI VOLTMETER

HARGA PEMBACAAN

ARUS LISTRIK

VOLTMETER
0,999
0,998

4 mA
20 mA

OUTPUT RELAI ON/OFF


PENGATURAN PROCESS CONTROLLER SETELAH KALIBRASI AWAL
Controller Setting
Harga pengesetan ( set point)

Kode
-

Range Pengaturan
50

Satuan
%

Daya keluaran (power output)

Pr

Pita proporsional (Prop. Band)

Prop

Waktu Integral

Int

Menit

Waktu derivative

dEr

Detik

Siklus waktu (cycle time)

CY-t

Detik

CL G

HC O

UP t

Histerisis (dead band)

HYSt

Batas daya (power limit)

Pr L

100

Batas setpoint ( setpoint limit)

SP L

100

Range linearitas 4 20 mA = 0 CS 1
100 %

8
r

CS 2

Aksi control : r = reverse (terbalik)

CS 3

CS 4

CS 5

CS 6

CS 7

SPAn

SPAN (batas atas kalibrasi)

ZERo

5 H/L

%
%

ZERO (batas bawah kalibrasi)

0
100
0
TABEL PENGAMATAN OUTPUT RELAI ON/OFF (HYSt = 1 %) SET POINT = 50%
Power Input (%)
48,9
51,1

Kondisi Lampu
HIDUP
MATI

TABEL PENGAMATAN OUTPUT RELAI ON/OFF (HYSt = 3 %) SET POINT = 40%


Power Input (%)
36,6
43,2

Kondisi Lampu
HIDUP
MATI

TABEL PENGAMATAN OUTPUT RELAI ON/OFF (HYSt = 6 %) SET POINT = 35%


Power Input (%)
28,6
41,1

Kondisi Lampu
HIDUP
MATI

OUTPUT RELAI WAKTU PROPOSIONAL


PENGUBAHAN KALIBRASI PROCESS CONTROLLER (CY-t = 3 DETIK)
Controller Setting
Harga pengesetan ( set point)

Kode
-

Range Pengaturan
50

Satuan
%

Daya keluaran (power output)

Pr

Pita proporsional (Prop. Band)

Prop

20

Waktu Integral

Int

Menit

Waktu derivative

dEr

Detik

Siklus waktu (cycle time)

CY-t

Detik

CL G

HC O

UP t

Histerisis (dead band)

HYSt

Batas daya (power limit)

Pr L

100

Batas setpoint ( setpoint limit)

SP L

100

Range linearitas 4 20 mA = 0 CS 1
100 %

8
r

CS 2

Aksi control : r = reverse (terbalik)

CS 3

CS 4

CS 5

CS 6

SPAn

SPAN (batas atas kalibrasi)

ZERo

H/L

F
L

ZERO (batas bawah kalibrasi)

CS 7

5 -

%
%

0
100
0

TABEL PENGAMATAN OUTPUT RELAI WAKTU PROPOSIONAL (CY-t = 3 DETIK)


AKSI r H/Lf
SIKLUS WAKTU LAMPU INDIKATOR 24 VAC
POWER
INPUT (%)

( DETIK)
HIDUP

0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100

(Sekon)
FULLY ON
2,00
1,95
1,86
1,31
1,05
0,78
0,43
0,14
FULLY OFF
FULLY OFF

AMPEREMETER
MATI (Sekon)
FULLY ON
0,13
0,66
0,89
1,15
1,50
1,78
2,21
2,58
FULLY OFF
FULLY OFF

HIDUP-MATI- (mA)
HIDUP)
3
4,2
3
3,4
3
2,9
3
2,2
3
1,8
3
1,1
3
0,8
3
0,2
3
0
3
0
3
0

PENGUBAHAN KALIBRASI PROCESS CONTROLLER (CY-t = 10 DETIK)


Controller Setting
Harga pengesetan ( set point)

Kode
-

Range Pengaturan
50

Satuan
%

Daya keluaran (power output)

Pr

Pita proporsional (Prop. Band)

Prop

20

Waktu Integral

Int

Menit

Waktu derivative

dEr

Detik

Siklus waktu (cycle time)

CY-t

10

Detik

CL G

HC O

UP t

Histerisis (dead band)

HYSt

Batas daya (power limit)

Pr L

100

Batas setpoint ( setpoint limit)

SP L

100

Range linearitas 4 20 mA = 0 CS 1
100 %

8
r

CS 2

Aksi control : r = reverse (terbalik)

CS 3

CS 4

CS 5

CS 6

SPAn

SPAN (batas atas kalibrasi)

ZERo

H/L

F
L

ZERO (batas bawah kalibrasi)

CS 7

5 -

%
%

0
100
0

TABEL PENGAMATAN OUTPUT RELAI WAKTU PROPOSIONAL (CY-t = 10 DETIK)


AKSI r H/Lf

SIKLUS WAKTU LAMPU INDIKATOR 24 VAC


POWER

AMPEREMETER

HIDUP-MATI- (mA)
(Sekon)
HIDUP)
FULLY ON
FULLY ON
10
4,2
8,24
1,30
10
3
7,40
2,22
10
3,2
6,00
3,40
10
2,6
5,01
4,54
10
2,2
4,02
5,45
10
1,4
3,08
6,61
10
1,1
1,75
7,67
10
0,6
0,57
9,01
10
0,1
FULLY OFF FULLY OFF
10
0
FULLY OFF FULLY OFF
10
0
PENGUBAHAN KALIBRASI PROCESS CONTROLLER (CY-t = 10 DETIK)

INPUT(%)
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100

( DETIK)
HIDUP

MATI (Sekon)

Controller Setting
Harga pengesetan ( set point)

Kode
-

Range Pengaturan
50

Satuan
%

Daya keluaran (power output)

Pr

Pita proporsional (Prop. Band)

Prop

20

Waktu Integral

Int

Menit

Waktu derivative

dEr

Detik

Siklus waktu (cycle time)

CY-t

10

Detik

CL G

HC O

UP t

Histerisis (dead band)

HYSt

Batas daya (power limit)

Pr L

100

Batas setpoint ( setpoint limit)

SP L

100

Range linearitas 4 20 mA = 0 CS 1
100 %

8
d

CS 2

Aksi control : r = reverse (terbalik)

CS 3

CS 4

CS 5

CS 6

5 H/L

CS 7

SPAn

SPAN (batas atas kalibrasi)

ZERo

ZERO (batas bawah kalibrasi)

- -

0
100
0

%
%

TABEL PENGAMATAN OUTPUT RELAI WAKTU PROPOSIONAL (CY-t = 10 DETIK)


AKSI d H/Lf
SIKLUS WAKTU LAMPU INDIKATOR 24 VAC
POWER
INPUT (%)

( DETIK)
HIDUP

0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100

(Sekon)
FULLY OFF
FULLY OFF
0,50
1,69
2,77
3,78
4,94
6,17
7,18
8,19
8,75

AMPEREMETER
MATI (Sekon)
FULLY OFF
FULLY OFF
9,02
7,91
6,70
5,57
4,69
3,50
2,25
1,35
0,98

HIDUP-MATI- (mA)
HIDUP)
10
0
10
0
10
0
10
0
10
0,2
10
0,6
10
1,4
10
1,9
10
2,5
10
3,1
10
3,3

VII. ANALISA PERCOBAAN


Pada percobaan pengendalian on/off secara otomatis ini dilakukan kalibrasi harga Prop,
Int, dan Der pada process controller di setting pada harga nol. Sedangkan CY-t dan histerisisnya
akan diatur. Hysterisis adalah kecenderungan instrument untuk memberikan output yang berbeda
terhadap input yang sama. Ketika set point diatur 50%, bila histerisisnya 1% maka pada
pembacaan process controller 0 - 51% lampu akan tetap menyala. Namun tepat pada 51% lampu
akan mati. Setelah diturunkan kembali hingga 49% maka lampu akan hidup kembali. Artinya
hysteritis adalah nilai yang diberikan kepada set point dan dijadikan sebagai batas ketika lampu
On dan Off. Lalu untuk pengaturan CY-t nya di ubah untuk mengetahui perbedaan dan
membandingkan waktu siklusnya (waktu lampu hidup ke mati dan hidup kembali).
VIII. KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
- Hysteritis ialah daerah batas saat lampu On/Off ketika nilai hysteritis diberikan
-

terhadap nilai set point


Pengendalian on/off otomatis PCT 10 dipengaruhi oleh nilai hysterisis, set point,

waktu siklus (waktu proses)


Cycle Time dimaksudkan sebagai waktu siklus yang digunakan waktu lampu hidup

ke mati dan hidup kembali.


Pada CY-t aksi r, power input % berbanding terbalik dengan waktu lampu On.
Pada CY-t aksi d, power input % berbanding lurus dengan waktu lampu On.

DAFTAR PUSTAKA
..............Jobsheet. 2012. Petunjuk Praktikum Pengendalian Proses. Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang

GAMBAR ALAT

PCT 10