Anda di halaman 1dari 7

V.

INFILTRASI
Infiltrasi merupakan proses masuknya air ke dalam tanah melalui permukaan tanah.
5.1 Beberapa faktor yang berpengaruh:
1. jenis tanah
infiltrasi pada tanah pasir > tanah liat
2. kepadatan tanah
makin padat tanah

makin kecil laju infiltrasinya

3. kelembaban tanah
makin tinggi kelembaban

makin kecil laju infiltrasinya

4. tutup tumbuhan
makin baik

laju infiltrasi cenderung lebih tinggi

5.2 Pengukuran
Besarnya laju infiltrasi dapat diperkirakan dengan:
a. pengukuran lapangan
b. analisis hidrograf

5.2.1 Pengukuran lapangan


Perlengkapan yang diperlukan untuk mengukur besarnya laju infiltrasi di
lapangan dapat berupa:
a. single ring infiltrometer
b. double ring infiltrometer
c. rainfall simulator

Single ring infiltrometer

Double ring infiltrometer


Hasil pengukuran ditabelkan dan digambarkan seperti contoh di bawah ini :
Waktu
(menit)

t (jam)

Vol. air

F = Vol / A

dF

(cm )

(cm)

(cm)

(cm / jam)

0,000

0,033

278

0,289

0,289

8,66

0,050

658

0,684

0,395

7,90

10

0,083

1173

1,219

0,535

6,42

20

0,167

1924

1,999

0,780

4,68

30

0,167

2500

2,597

0,598

3,59

60

0,500

3345

3,475

0,878

1,76

90

0,500

3875

4,026

0,551

1,10

150

1,000

4595

4,774

0,748

0,75

Rain simulator :

5.2.2

Analisis hidrograf

Index infiltrasi ( -index)


Merupakan laju infiltrasi rata-rata dimana volume runoff (limpasan permukaan)

Sama dengan volume hujan


Contoh :
Misal volume hidrograf limpasan langsung (limpasan langsung dikurangi aliran
dasarnya) adalah 619380 m3 dengan luas DAS = 457 km2.
tinggi limpasan

= V/A
= 619380/(467*106)
= 1.33 mm

Trial 1:

-index < 2 mm/jam


-index

= (Ptot Pnet)/lama hujan


= ((4+3+2+2)-1.33)/4
=2.4mm/jam > 2

Trial 2: 2 <

not OK

-index < 3 mm/jam

index

= (Ptot Pnet)/lama hujan


= (4+3)-1.33/2
= 2.84mm/jam < 3

OK

5.3 Laju infiltrasi


Laju infiltrasi, f

kapasitas infiltrasi, fp (laju infiltrasi maksimum), sangat

dipengaruhi oleh besarnya intensitas hujan, I sbb:

Horton menyajikan kurva infiltrasi sbb :

f = fc + (f0 fc) e-kt

i>f

dengan :
f

: laju infiltrasi nyata,

fc

: laju infiltrasi tetap

fo : laju infiltrasi awal

Variasi infiltrasi thd nilai k

Laju infiltrasi dan infiltrasi kumulatif

Bentuk umum rumus Horton

!" # !$ %&' &&&

)!* # !$ +&

-. -/
,

-0 -/
,

&

&'

&&& 1 &&& !" # !$

2&

"

1 !"3 # !$

Pada saat t1

1 & !"4 # !$

Pada saat t2

1 !"4
1 & !"4

"3
"4

!"3 # 2

"3

"4 %

!"3 # 2 5 !" # !$ % &&'


7

Secara umum :
!"4
Atau

!"4

!"3 # 2 5 )! # !$ + &&'
7

!"3 # 2 )! # !$ +&&8

dF = df dt
5 !$ 9 )!* # !$ +
*

!$ 9 :;

!* # !$
< )= #
2

+>