Anda di halaman 1dari 25

KELEMBAGAAN

GERAKAN PKK

(Berdasarkan Keputusan Ketua Umum TP PKK


Nomor 02/KEP/PKK-PST/VII/2010) yang telah disesuaikan dengan
Permendagri No. 1 tahun 2013.

OLEH TP PKK PROVINSI


SUMATERA UTARA

A.

KELEMBAGAAN DAN PENGELOLAAN


GERAKAN PKK DAN DASAR HUKUM

Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik


Indonesia Nomor 1 Tahun 2013 tentang
Pemberdayaan Masyarakat Melalui
Gerakan Pemberdayaan Masyarakat.
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor:
411.4/561 tahun 2010 Tentang
Pengesahan Keputusan Ketua Umum Tim
Penggerak PKK Tentang Hasil Rakernas
VII PKK Tahun 2010.

BAB VIII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 19

Dengan diundangkannya Peraturan Menteri


ini, maka Keputusan Menteri Dalam Negeri
Dan Otonomi Daerah Nomor 53 Tahun 2000
tentang Gerakan Pemberdayaan Dan
Kesejahteraan Keluarga, dicabut dan
dinyatakan tidak berlaku.

Gerakan PKK adalah gerakan nasional dalam


pembangunan masyarakat yang tumbuh
dari bawah yang pengelolaannya dari, oleh
dan untuk masyarakat, menuju terwujudnya
keluarga yang beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera,
maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan
gender serta kesadaran hukum dan
lingkungan.

KELEMBAGAAN DAN PENGELOLAAN


GERAKAN PKK

Hubungan kerja antara TP PKK Pusat dgn TP


PKK Prov, Kab/Kota, Kec dan Desa/Kel
adalah bersifat konsultatif, koordinatif dan
hirarkis. Utk mendekatkan jangkauan
pembinaan kpd keluarga2 dibentuk kelompok2
PKK Dusun/ Lingk, RW, RT dan kelompok
Dasawisma.

B. SUSUNAN KEANGGOTAAN
TP PKK

Pusat

Pelindung, Dewan Penyantun, Penasehat TP PKK


Pimpinan Harian
Sekretariat
Kelompok Kerja (POKJA)

Daerah

Ketua Dewan Penyantun TP PKK


Pengurus
Sekretariat
Kelompok Kerja sbg pelaksana prog, sama dgn di Pusat
Susunan TP PKK Desa/Kel, disesuaikan dgn keanggotaan
TP PKK di atasnya

C. KRITERIA ANGGOTA TP PKK

Beriman dan Bertaqwa kepada TYME.


Jujur dan dpt menjadi teladan di lingkungannya.
Dpt membaca dan menulis latin.
Mempunyai sifat sebagai relawan.
Peduli thdp upaya pemberdayaan dan kesejahteraan
keluarga dan masyarakat.
Bersifat perorangan tidak mewakili suatu organisasi,
golongan, parpol, lembaga atau instansi.
Menyediakan waktu yang cukup.
Memiliki kemauan, kemampuan & etos kerja yg tinggi.
Bersedia bekerja sama dan saling menghormati

D. KETENTUAN-KETENTUAN TP
PKK

Pusat

Pelindung Utama PKK adalah isteri Presiden RI.


Pelindung PKK adalah isteri Wakil Presiden RI.
Ketua Pembina TP PKK Pusat adalah Mendagri
Penasehat PKK adalah tokoh masy yg diusulkan oleh
Ketua Umum TP PKK dan ditetapkan oleh Mendagri selaku
Ketua Pembina TP PKK Pusat.
Ketua Umum TP PKK adalah isteri Mendagri
Anggota TP PKK terdiri dari laki-laki atau perempuan,
bersifat perorangan, sukarela, tidak mewakili organisasi,
parpol, golongan dan lembaga/instansi, yg diusulkan oleh
Ketua Umum dan ditetapkan oleh Mendagri selaku Ketua
Pembina TP PKK Pusat.

Daerah

Ketua Pembina TP PKK pd setiap jenjang adalah Gubernur,


Bupati/Walikota, Camat dan Kepala Desa/Lurah.

Ketua TP PKK pd setiap jenjang adalah isteri; Gubernur,


Bupati/Walikota, Camat dan Kepala Desa/Lurah.

Wakil Ketua I TP.PKK Provinsi adalah isteri Wkl. Gubernur dan


Wkl. Ketua I TP.PKK Kab/Kota adalah isteri wkl Bupati /Wkl.
Walikota.

Anggota TP PKK terdiri dari laki-laki atau perempuan, bersifat


perorangan, sukarela, tidak mewakili organisasi, parpol,
golongan dan lembaga/ instansi, yg diusulkan oleh Ketua TP
PKK dan ditetapkan oleh Gubernur, Bupati/Walikota, Camat dan
Kepala Desa/Lurah selaku Ketua Pembina TP PKK.

E. PENGANGKATAN DAN PELANTIKAN KETUA


UMUM/ KETUA DAN ANGGOTA TP PKK
Ketua Umum
Ketua Umum TP PKK ditetapkan dan dilantik oleh Mendagri selaku
Ketua Dewan Penyantun TP PKK Pusat.
Ketua TP PKK Daerah
Ketua TP PKK Prov ditetapkan dan dilantik oleh Ketua Umum TP PKK
dan dikukuhkan oleh Gubernur selaku Ketua Pembina TP PKK Provinsi.
Ketua TP PKK Kab/Kota ditetapkan dan dilantik oleh Ketua PKK Prov
dan dikukuhkan oleh Bupati/Walikota selaku Ketua Pembina TP PKK
Kab/Kota.
Ketua TP PKK Kec ditetapkan dan dilantik oleh Ketua TP PKK Kab/Kota
dan dikukuhkan oleh Camat selaku Ketua Pembina TP PKK Kec.
Ketua TP PKK Desa/Kel ditetapkan dan dilantik oleh Ketua TP PKK Kec
dan dikukuhkan oleh Kepala Desa/Lurah selaku Ketua PembinaTP PKK
Desa/Kel.

Anggota TP PKK
Di

Pusat, ditetapkan dan dilantik oleh Mendagri,


atas usulan Ketua Umum TP PKK.
Di Prov, Kab/Kota ditetapkan dan dilantik oleh
Gubernur, Bupati/Walikota, atas usulan Ketua TP
PKK Provinsi, Kab/Kota.
Di Kec ditetapkan dan dilantik oleh Camat, atas
usulan Ketua TP PKK Kec.
Di Desa/Kel, ditetapkan dan dilantik oleh Kepala
Desa/Lurah, atas usulan Ketua TP PKK
Desa/Kel.
Penjelasan dan Tata Letak Pelantikan dan Serah
Terima. (lihat pada Buku Hasil Rakernas VII PKK
Tahun 2010, Lampiran I-5).

F. PEMBERHENTIAN ANGGOTA
TP PKK
1. Ketua Umum TP PKK dan Ketua TP PKK Daerah
Ketua Umum TP PKK, Ketua TP PKK Prov, Kab/
Kota, Kec dan Desa/Kel, berhenti karena :
Berakhirnya jabatan suami/yg menunjuk.
Berhalangan tetap
Meninggal dunia.

2. Anggota TP PKK lainnya berhenti karena :

Permintaan pengunduran diri.


Berakhir masa bakti 5 thn di TP PKK, kecuali bagi
TP PKK Desa 6 thn.
Sebab-sebab lain yg ditetapkan oleh Ketua
Umum/Ketua TP PKK Daerah.
Meninggal dunia.

G. MASA KEANGGOTAAN TP PKK


1.

2.

3.

Masa bakti Anggota TP PKK di setiap jenjang adalah 5


thn kecuali untuk TP PKK Desa adalah 6 thn terhitung
sejak pengangkatan dan apabila dianggap perlu dpt
diangkat kembali.
Ketua Umum/Ketua TP PKK di daerah sebelum selesai
masa jabatannya diwajibkan membuat Memori
Pertanggung Jawaban.
Apabila ada pergantian Anggota TP PKK sebelum habis
masa bakti, maka kpd Anggota TP PKK yg baru, diberikan
Surat Tugas oleh Ketua Umum/Ketua TP PKK Daerah
setempat dan menyampaikan tembusan kpd Ketua
Dewan Penyantun TP PKK setempat, sampai berakhirnya
masa bakti 5 thn keanggotaan TP PKK, dan utk Desa 6
thn.

H. KELOMPOK-KELOMPOK PKK
1.

Utk membantu TP PKK Desa/Kel dlm pembinaan dan


penggerakkan masy secara langsung dibentuk kelompok2
PKK sebagai berikut :

2.

Kelompok PKK Dusun/ Lingk, disetiap wilayah Dusun/Lingk.


Kelompok PKK RW di wilayah RW.
Kelompok PKK RT di wilayah RT.
Kelompok2 Dasawisma, berada di lingk tempat tinggal penduduk
dlm wilayah RT yg terdiri atas masing2 10-20 rumah
(disesuaikan dgn situasi dan kondisi setempat).
Ketua Kelompok dipilih diantara mereka sendiri, yg ditetapkan
oleh Ketua TP PKK Desa/Kel dan diketahui oleh Kepala
Desa/Lurah selaku Ketua Pembina TP PKK Desa/Kel.,
sesuai (permendagri No.. 1 /2013 yang menetapakan dan
menandatangani adalah Kades/Lurah

Ketentuan mengenai pengorganisasian, keanggotaan, tugas


dan fungsi kelompok-kelompok PKK diatur tersendiri.

I. KADER PKK
Kader PKK terdiri dari :
Kader

Umum
Kader Khusus
Kader Khusus terdiri antara lain Kader: PKBN,
Kadarkum, BKB, PAUD, Pangan, Kesehatan
(POSYANDU, GIZI, TBC, dll) yang
pendataannya dicatat pada Data Kegiatan
Pokja masing-masing.

J. TUGAS DAN FUNGSI TP PKK


1.

Tugas

2.

Merencanakan, melaksanakan dan membina pelaksanaan prog kerja


PKK, sesuai dgn keadaan dan kebutuhan masy.
Menghimpun, menggerakkan dan membina potensi masy, khususnya
keluarga utk terlaksananya prog PKK.
Memberikan bimbingan, motivasi dan memfasilitasi TP PKK/Kelompok2
PKK di bawahnya.
Menyampaikan laporan ttg pelaksanaan tugas kpd Ketua Dewan
Penyantun TP PKK pd jenjang yg sama dan kpd Ketua Umum/Ketua TP
PKK setingkat di atasnya.
Mengadakan supervisi, pelaporan, evaluasi dan monitoring thdp
pelaksanaan program-program PKK.

Fungsi

Penyuluh, motivator dan penggerak masy agar mau dan mampu


melaksanakan prog PKK.
Fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali, pembina dan
pembimbing Gerakan PKK.
3.

Rincian Tugas dan Fungsi TP PKK di semua jenjang (dpt dilihat


pada buku hasil Rakernas VII PKK 2010)

K. TATA KERJA

Pertanggungjawaban
Hubungan Kerja
Rapat-Rapat
Semuanya dpt dilihat pada buku hasil
Rakernas VII PKK 2010

L. TANDA PENGHARGAAN
TP PKK memberikan penghargaan bagi mereka yg telah berjasa
pd Gerakan PKK, berupa:
1. Penghargaan tertinggi :

2.

Paramahita Nugraha
Adhi Bhakti Utama
Adhi Bhakti Madya
Adhi Bhakti Pratama

Penghargaan lainnya:

Kpd para kader yg diberikan oleh Ketua Dewan Penyantun


masing2 jenjang atau setingkat diatasnya.
Berbagai lomba yg diadakan TP PKK.
Mereka yg telah berjasa dlm kegiatan PKK.
Penjelasan Pemberian Tanda Penghargaan. (Lampiran I-6).

M. PEMBINA TP PKK
(sesuai permendagri No. 1/2013)
1.
2.
3.

Utk mendukung pelaksanaan program2 Gerakan PKK, dibentuk Pembina TP PKK baik di
Pusat maupun di Prov, Kab/Kota, Kec dan Desa/ Kel.
Susunan keanggotaan Pembina TP PKK adalah:
Di Pusat, diketuai oleh Mendagri dgn anggota antara lain para pimpinan instansi/
lembaga yg membidangi tugas2 pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga
para tokoh/ pemuka masy yg ditetapkan dgn Keputusan Mendagri selaku Ketua
Pembina
.
Di Prov, Kab/ Kota, Kec, diketuai oleh Gubernur, Bupati/Walikota dan Camat dgn anggota
antara lain para pimpinan dinas instansi/ lembaga yg membidangi tugas2 pemberdayaan
dan kesejahteraan keluarga, para tokoh/ pemuka masy, yg ditetapkan dgn Keputusan
Gubernur, Bupati/ Walikota dan Camat selaku Ketua Pembina

Di Desa/ Kel diketuai oleh Kepala Desa/ Lurah dgn anggota antara lain para tokoh/ pemuka
masy, petugas lapangan instansi dan lembaga kemasy, yg ditetapkan dgn Keputusan
Kepala Desa/ Lurah selaku Ketua Pembina

N. KETENTUAN LAIN-LAIN
1.

2.

3.

4.

5.

Apabila Presiden seorang perempuan maka Pelindung Utama PKK


adalah suami Presiden. Apabila suami Presiden berhalangan,
Pelindung Utama PKK ditunjuk oleh Presiden.
Apabila Wapres seorang perempuan maka Pelindung PKK adalah
suami Wapres. Apabila suami Wapres berhalangan, Pelindung PKK
ditunjuk oleh Wapres.
Apabila Mendagri dijabat oleh seorang perempuan, maka Ketua
Umum TP PKK ditetapkan dari isteri pejabat yang ditunjuk oleh
Mendagri selaku Ketua Pembina.
Apabila Mendagri tdk beristeri, Ketua Umum TP PKK ditetapkan dari
isteri pejabat yg ditunjuk oleh Mendagri selaku Ketua Pembina
Apabila Gubernur, Bupati/ Walikota, Camat dan Kepala Desa/
Lurah, tidak beristeri, maka Ketua Pembina menyetujui isteri pejabat
yg ditunjuk sebagai Ketua TP PKK dan ditetapkan oleh Ketua
Umum/Ketua TP PKK setingkat di atasnya.

6. Apabila Gubernur, Bupati/ Walikota, Camat dan Kepala


Desa/Lurah, seorang perempuan maka Ketua Pembina TP PKK
menyetujui isteri pejabat yg ditunjuk, sebagai Ketua TP PKK dan
ditetapkan oleh Ketua Umum/ Ketua TP PKK setingkat di
atasnya.
7. Apabila isteri; Mendagri, Gubernur, Bupati/Walikota, Camat dan
Kepala Desa/Lurah sebagai Ketua Umum TP PKK/ Ketua TP
PKK di wilayahnya, berhalangan tetap, Ketua Pembina TP PKK
menyetujui isteri pejabat yg ditunjuk, sebagai Ketua TP PKK dan
ditetapkan oleh Ketua Umum/Ketua TP PKK setingkat di
atasnya.
8. Apabila dlm masa jabatan Ketua Umum TP PKK tidak dpt
melaksanakan tugasnya sampai akhir masa jabatan, maka salah
satu Ketua TP PKK Pusat ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas
Ketua Umum oleh Ketua Pembina.

9. Apabila dlm masa jabatan Ketua TP PKK di Daerah tidak dpt


melaksanakan tugasnya sampai akhir masa jabatan maka salah
satu Waket TP PKK ditetapkan sbg Plt Ketua TP PKK Daerah dgn
Surat Tugas Ketua Umum/ Ketua TP PKK setingkat di atasnya yg
disetujui oleh Ketua Pembina setempat.
10.Apabila ada pergantian Mendagri melalui adanya Penjabat, maka
jabatan Ketua Umum TP PKK, ditetapkan dgn Surat Tugas dari
Ketua Pembina.
11.Apabila ada pergantian Gubernur, Bupati/Walikota, Camat dan
Kades/Lurah dgn adanya Penjabat, maka Ketua TP PKK di daerah
adalah isteri Penjabat tsb dan ditetapkan dgn Surat Tugas dari
Ketua Umum /Ketua TP PKK setingkat di atasnya, dilanjutkan dgn
acara serah terima yg disaksikan oleh Ketua Pembina setempat.
12.Apabila isteri Mendagri, Gubernur, Bupati/ Walikota, Camat, Kades/
Lurah menjadi pengurus parpol, atau sebagai anggota DPR-RI,
DPD, DPRD, yg bersangkutan tetap menjadi Ketua TP PKK
setempat dgn menunjuk Ketua pelaksana tugas sehari-hari secara
bergantian dari Ketua/Waket yg diketahui oleh Ketua Pembina

13.Apabila angota TP PKK Pusat, Prov, Kab/Kota, Kec dan Desa/kel


menjadi pengurus parpol, atau sbg anggota DPR-RI, DPD, DPRD,
yg bersangkutan tetap menjadi Anggota TP PKK dgn catatan tdk
membawa aspirasi Papolnya pd kegiatan2 PKK.
14.Apabila Ketua Umum/Ketua TP PKK Prov, Kab/Kota, Kec dan Desa/
kel menjadi Jurkam/TS menjelang dan saat pemilu legislatif, Pilpres,
Pilkada dan Pilkades, wajib non aktif dlm kegiatan PKK yg diajukan
kpd Mendagri, Ketua Umum/ Ketua TP PKK setingkat diatasnya.
Apabila sudah selesai menjadi Jurkam/TS dimaksud, dpt aktif
kembali dgn persetujuan Mendagri, Ketua Umum/Ketua TP PKK
setingkat diatasnya.
15.Apabila Anggota TP PKK Pusat, Prov, Kab/ Kota, Kec dan Desa/ kel
menjadi Jukam/TS menjelang dan saat pemilu legislatif, Pilpres,
Pilkada dan Pilkades, wajib non aktif dlm kegiatan PKK yg diajukan
kpd Ketua TP PKK yg bersangkutan. Apabila sudah selesai menjadi
Jurkam/TS dimaksud, dpt aktif kembali dgn persetujuan Ketua TP
PKK yg bersangkutan.
16.Apabila Mendagri, Gubernur, Bupati/ Walikota, Camat dan Kades/
Lurah memiliki lebih dari satu isteri, maka Ketua Umum/Ketua TP
PKK setempat adalah isteri yg mendampingi pd waktu pelantikan.

ATRIBUT PKK
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.
J.
K.

LAMBANG PKK
DUAJA
VANDEL
VANDEL MEJA/WIMPEL
LENCANA
MARS PKK
KOP SURAT
STEMPEL
PAPAN NAMA TP PKK
BAJU SERAGAM NASIONAL PKK
PLAKAT PKK
Penjelasan dan keterangannya dpt dilihat pada Buku
Hasil Rakernas VII PKK Tahun 2010

Penutup

Pedoman Kelembagaan TP PKK merupakan


ketentuan dalam pelaksanaan Gerakan PKK,
sehinga terlaksana kesamaan kelembagaan
dari Pusat sampai Desa/Kelurahan. Dalam
pelaksanaannya ada hal-hal yang dapat
disesuaikan dengan kondisi dan keadaan
daerah, namun hal-hal yang menjadi sifatnya
prinsip akan diberlakukan secara seragam
dan menyeluruh.