Anda di halaman 1dari 6

TRANSLASI LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING

Translasi mata uang asing adalah proses pelaporan informasi keuangan dari satu mata
uang ke mata uang lainnya. Salah satu alasan perlunya proses translasi suatu laporan keuangan
adalah untuk membantu pemakai memahami laporan keuangan tersebut. Translasi mata uang
asing dilakukan untuk mempersiapkan laporan keuangan gabungan yang memberikan laporan
pada

pembaca

informasi

mengenai

operasional

perusahaan

secara

global,

dengan

memperhitungkan laporan keuangan mata uang asing dari anak perusahaan terhadap mata uang
asing induk perusahaan. Contoh, investor Perancis yang akan berinvestasi di Amerika Serikat
tentu saja lebih menginginkan mengetahui laporan keuangan dalam bentuk Franc daripada
Dollar. Tiga alasan tambahan dilakukannya translasi mata uang asing, yaitu:
1. Mencatat transaksi mata uang asing
2. Memperhitungkan efeknya perusahaan terhadap translasi mata uang
3. Berkomunikasi dengan peminat saham asing.
Beberapa istilah dalam proses translasi di antaranya:

Functional currency, adalah nilai mata uang dari lingkungan di mana perusahaan
beroperasi.

Reporting currency, adalah nilai mata uang yang digunakan perusahaan induk
dalam menyiapkan laporan keuangannya.

Foreign currency, adalah nilai mata uang selain reporting currency.

Local currency, adalah nilai mata uang Negara di mana perusahaan asing
beroperasi. Local currency merupakan foreign currency untuk perusahaan induk.

Functional currency dapat menjadi reporting currency atau foreign (local) currency.
Proses translasi mencakup pencatatan kembali suatu rekening dari suatu nilai mata uang ke
dalam nilai mata uang yang lain. Bila nilai tukar yang digunakan adalah nilai tukar pada saat
transaksi terjadi, maka disebut dengan historical exchange rate. Dan bila nilai tukar yang
digunakan adalah nilai tukar yang digunakan adalah nilai tukar pada saat tanggal neraca, maka
disebut dengan current or closing rate.

1. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN TRANSLASI


a.

Penangguhan
Dikeluarkannya penyesuaian translasi dari laba periode sekarang umumnya
dianjurkan karena penyesuaian ini hanyalah hasil dari proses penyajian ulang.
Perubahan nilai ekuivalen mata uang domestik dari aktiva bersih anak perusahaan
luar negeri tidak direalisasikan dan tidak berpengaruh terhadap arus kas mata uang
local yang dihasilkan dari entitas asing. Oleh karena itu, akan cenderung
menyesatkan jika memasukan penyesuaian seperti itu ke dalam laba sekarang.
Berdasarkan keadaan ini, penyesuaian translasi harus diakumulasi secara terpisah
sebagai bagian ekuitas konsolidasi.

b. Penangguhan dan Amortisasi


Beberapa pihak mendukung penangguhan keuntungan atau kerugian translasi
dan melakukan amortisasi penyesuaian ini selama masa manfaat pos-pos neraca
terkait.
c.

Penangguhan Parsial
Pilihan ketiga dalam akuntansi ntuk keuntungan atau kerugian translasi adalah
dengan mengakui kerugian sesegera mungkin setelah terjadi, tetapi mengakui
keuntungan
penangguhan

hanya

setelah

keuntungan

direalisasikan.
translasi

Meskipun

semata-mata

terdengar

hanya

karena

konservatif,
merupakan

keuntungan, tetap mengabaikan terjadinya perubahan kurs.


d. Tidak Ditangguhkan
Pilihan terakhir adalah untuk mengakui keuntungan atau kerugian translasi
dalam laporan laba rugi sesegera mungkin, pilihan ini memandang penangguhan
dalam bentuk apa pun bersifat palsu dan cenderung menyesatkan.

2. METODOLOGI TRANSLASI
Ada 4 cara utama yang secara historis digunakan dalam proses translasi, yaitu:
1. Current Noncurrent Method
2. Monetary Nonmonetary Method
3. Temporal Method
4. Current Rate Method

3. PERKEMBANGAN SEJARAH DI AMERIKA SERIKAT


Akhir tahun 1960-an sampai awal 1970-an nilai dolar melemah dan tahun 1971
didevaluasi kurang lebih 10% dari nilai emas resmi. Tahun 1972

ARS No 12 yang

merekomendasikan metode temporal disahkan, namun tidak dijalankan. Desember 1973


FASB mengeluarkan Statement 1, Disclosure of Foreign Currency Translation
Information dan tahun 1975 mengeluarkan statemen 8, dan tahun 1981 mengeluarkan
statemen 52.
A.

FASB Statement No. 8


Menurut Statement 8, tujuan translasi adalah untuk mengukur dan menyajikan (a)
dalam bentuk dolar (b) sejalan dengan GAAP dari asset, kewajiban, penghasilan
atau biaya yang diukur atau dinyatakan dalam mata uang asing.

B.

FASB Statement No. 52


Menurut Statement 52, tujuan translasi adalah:
1. Menyediakan informasi yang secara umum kompatibel dengan efek ekonomi
yang diharapkan pada perubahan nilai aliran kas dan modal perusahaan.
2. Laporan konsolidasi merefleksikan hasil financial dan hubungan antara entitas
individual, yang diukur dengan uang fungsionalnya yang sesuai dengan GAAP.

C.

Pemilihan Mata Uang Fungsional


Secara konsep, dimungkinkan suatu perusahaan multinasional memiliki
lebih dari satu mata uang fungsional. Dalam praktek, FASB menghendaki hanya
satu mata uang fungsional. Oleh karena itu perlu diadakan seleksi mata uang
fungsional.
Faktor faktor yang mempengaruhi penentuan mata uang fungsional:
1. Indikator aliran kas

2. Indikator harga jual


3. Indikator pasar
4. Indikator biaya
5. Indikator pendanaan
6. Indikator transaksi antar perusahaan dan penyusunan
D.

Kalkulasi Penyesuaian Translasi


Penyesuaian translasi yang dilakukan dengan menggunakan metode
temporal maupun metode current rate bagaimanapun akan dicerminkan ke dalam
laporan keuangan, sehingga jumlah jumlah tersebut harus dijabarkan secara lebih
spesifik. Pada metode current rate, digunakan net asset karena seluruh net asset
ditranslasikan pada kurs saat ini. Sedangkan, pada metode temporal hanya
digunakan net monetary asset yang diukur pada current rate.

E.

Pengungkapan Dampak Statemen 52


Statement 52 bersifat sangat spesifik berkenaan dengan apa yang perlu
diungkap, yaitu:
1. Laba atau rugi transaksi yang dimasukkan dalam income.
2. Analisis perubahan ekuitas pemegang saham selama periode tersebut.
Salah satu kesulitan dari proses pengungkapan ini adalah difokuskannya
perhatian pada transaksi yang dapat diukur dan laba atau rugi translasi. Hal yang
juga penting bagi manajemen adalah memberikan penjelasan dampak translasi
laporan keuangan terhadap operasi perusahaan.

4. PRAKTEK PRAKTEK TRANSLASI DI NEGARA SELAIN AMERIKA


SERIKAT
A. Eropa Secara Umum
Fourth dan Seventh Directive tidak memuat petunjuk akuntansi untuk
transaksi mata uang asing dan translasi laporan keuangan mata uang asing. Untuk
Negara Negara Inggris, Irlandia, dan Belanda mempunyai standar. Sedangkan,
Perancis dan Jerman sama sekali tidak mempunyai standar sehingga praktek translasi
sangat bervariasi.

Metode current rate dan temporal diizinkan dalam praktek di Negara


Negara Eropa, tetapi kebanyakan cenderung menggunakan metode current rate,
kecuali Jerman yang cenderung menggunakan metode temporal.
Perancis menggunakan metode temporal untuk perusahaan asing yang
terintegrasi, sedangkan metode current rate dipakai untuk entitas asing yang berdiri
sendiri.
B. Inggris
Tahun 1983 Accounting Standards Committee mengeluarkan Statement of
Standards Accounting Practice No. 20 (SSAP 20), Foreign Currency Translation.
Sebelum tahun 1983 metode translasi yang secara luas digunakan di Inggris adalah
current rate method (lebih dikenal dengan closing rate method). SSAP 20 memberi
kelonggaran untuk memakai closing rate method atau temporal method, tergantung
pada hubungan yang terjadi antarinvestor dan investee.
Meskipun Standar yang ada di Inggris ini mirip dengan standar di Amerika
(Statement 52) namun ada beberapa perbedaan:
1. SSAP 20 tidak mengatur transaksi mata uang asing.
2. Dalam hal istilah, Inggris menggunakan closing rate bukan current rate.
3. Statement 52 mensyaratkan penggunaan average exchange rate untuk
mentranslasi income statement jika memakai metode current rate, sedangkan
SSAP 20 mengizinkan memilih closing rate atau average rate dalam penggunaan
closing rate method.
4. Statement 52 mensyaratkan penggunaan temporal method untuk mentranslasi
laporan keuangan perusahaan yang beroperasi di perekonomian yang berinflasi
tinggi. SSAP 20 merekomendasikan perusahaan tersebut, jika memungkinkan,
menyesuaikan laporan keuangan ke current price level sebelum ditranslasikan ke
pondsterling.
5. SSAP 20 tidak mensyaratkan level of disclosure dalam translasi gains dan losses
yang disyaratkan di Statement 52.
C. Kanada
Dalam mentranslasi laporan keuangan mata uang asing, temporal method dan
current method bisa dipakai, tergantung pada karakteristik operasi. Jika perusahaan

asing tersebut terintegrasi, maka harus menggunakan temporal method . Translasi


gains dan losses dimasukkan ke income statement, kecuali yang berhubungan dengan
utang jangka panjang.
Jika

perusahaannya

self-sustaining

foreign

operation,

maka

harus

menggunakan current rate method. Translasi gains dan losses dimasukkan dalam
seksi terpisah dalah Stockholders Equity. Jika perusahaan beroperasi dalam Negara
yang berinflasi tinggi, laporan keuangannya seharusnya ditranslasikan dengan
menggunakan temporal method.

D. International Accounting Standars (IAS)


IAS 21, Accounting for the Effects of Changes in Foreign Exchange Rate
disetujui bulan Maret 1983 dan dipublikasikan pada bulan Juli 1983. IAS 21
merupakan standar yang sangat menarik karena secara nyata diterbitkan untuk
mengakomodasikan standar Amerika Serikat dan Inggris. Selain itu, standar ini juga
berisi beberapa ide yang relevan dengan Negara Negara berkembang.
Beberapa hal yang dimuat dalam IAS 21 di antaranya:
1. Translasi laporan keuangan mata uang asing menggunakan metode closing rate
dan temporal tergantung pada karakteristik operasi perusahaan asing.
2. Bila menggunakan metode closing rate maka dapat digunakan metode rata rata
atau current rate.
3. Bila operasi perusahaan berada di Negara yang tingkat inflasinya tinggi dapat
disesuaikan terhadap inflasi lokal sebelum ditranslasikan ke dalam mata uang
pelaporan atau dapat menggunakan metode temporal.