Anda di halaman 1dari 27

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, kami dari
kelompok 5 dapat menyelesaikan tugas mata kuliah biokimia berupa makalah yang berjudul
STRUKTUR dan FUNGSI KARBOHIDRAT dengan tepat waktu. Terima kasih kami ucapkan
kepada dosen biokimia kami yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Dalam penyusunan dan penulisan makalah ini,tidak sedikit hambatan yang kami hadapi.
Sehingga kami merasa masih banyak kekurangan mengingatakan kemampuan yang dimiliki.
Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi menyempurnakan
makalah ini dan pembuatan makalah kami selanjutnya.

Malang,22 September 2013

Penulis

Page 1

DAFTAR ISI

Kata pengantar ............................................................................................................................... 1


Daftar isi ........................................................................................................................................ 2
BAB I Pendahuluan ....................................................................................................................... 3
1.1 Latar Belakang.............................................................................................................. 3
1.2 Tujuan .......................................................................................................................... 4
1.3 Manfaat ........................................................................................................................ 4
BAB II Pembahasan Isi Materi ...................................................................................................... 5
2.1 Definisi Karbohidrat..................................................................................................... 5
2.2 KLASIFIKASI dan STRUKTUR KARBOHIDRAT...... 5
2.2.1 Monosakarida.6
2.2.2 Disakarida ................................................................................................... 16
2.2.3 Polisakarida ................................................................................................ 19
2.3 Sifat dan Fungsi Karbohidrat ..................................................................................... 24
2.3.1 Peran sebagai materi pembangun................................................................. 24
2.3.2 Peran sebagai penghasil energy........................................... 25
BAB III PENUTUP ..................................................................................................................... 26
Daftar Rujukan ............................................................................................................................. 27

Page 2

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Karbohidrat atau Hidrat Arang merupakan suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai
penghasil energi, dimana setiap gramnya menghasilkan 4 kalori. Biomolekul karbohidrat tersebar
luas di dalam tumbuhan dan hewan. Karbohidrat terdiri dari atom-atom C, H, dan O dimana
mempunyai rumus molekul Cn, (H2O)m. Zat tersebut juga mengandung gugusan polihidroksi
alkohol dengan adanya gugusan aldehid atau polihidroksi keton. Karbohidrat memegang peranan
penting di alam karena merupakan sumber energi utama bagi manusia dan hewan yang harganya
relatif murah. Sebagian besar karbohidrat berasal dari tumbuh-tumbuhan. Melalui fotosintesis,
klorofil tanaman dengan bantuan sinar matahari mampu membentuk karbohidrat dari
karbondioksida (CO2) berasal dari udara dan air (H2O) dari tanah. Karbohidrat yang dihasilkan
adalah karbohidrat sederhana glukosa. Di samping itu dihasilkan oksigen (O2) yang lepas di
udara. Produk yang dihasilkan terutama dalam bentuk gula sederhana yang mudah larut dalam
air dan mudah diangkut ke seluruh sel-sel guna penyediaan energi. Sebagian dari gula sederhana
ini kemudian mengalami polimerisasi dan membentuk polisakarida. Ada dua jenis polisakarida
tumbuh-tumbuhan, yaitu pati dan nonpati. Pati adalah bentuk simpanan karbohidrat berupa
polimer glukosa yang dihubungkan dengan ikatan glikosidik (ikatan antara gugus hidroksil atom
C nomor 1 pada molekul glukosa dengan gugus hiodroksil atom nomor 4 pada molekul glukosa
lain dengan melepas 1 mol air). Polisakarida nonpati membentuk struktur dinding sel yang tidak
larut dalam air. Struktur polisakarida nonpati mirip pati, tapi tidak mengandung ikatan
glikosidik. Serelia, seperti beras, gandum, dan jagung serta umbi-umbian merupakan sumber pati
utama di dunia. Polisakarida nonpati merupakan komponen utama serat makanan.
Di negara-negara sedang berkembang kurang lebih 80% energi makanan berasal dari
karbohidrat. Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa Barat, angka ini lebih
rendah, yaitu rata-rata 50%. Selain sebagai sumber energi , karbohidrat juga memiliki fungsi
biologi lainnya. Sebagai contoh adalah pati dan glikogen yang berperan sebagai penyedia
sementara glukosa. Polimer karbohidrat yang tidak larut berperan sebagai unsur struktural dan
Page 3

penyangga di dalam dinding bakteri dan tanaman, serta pada jaringan pengikat dan dinding sel
organisme hewan. Akibat banyaknya fungsi karbohidrat bagi makhluk hidup maka karbohidrat
dikatakan sebagai tongkat kehidupan bagi kebanyakan organisme.
1.2 TUJUAN
a. Mahasiswa memahami definisi dari karbohidrat
b. Mahasiswa mampu menyebutkan sifat dan fungsi dari karbohidrat
c. Mahasiswa dapat memahami struktur kimia dari karbohidrat
1.3 MANFAAT
a) Mengetahui definisi karbohidrat.
b) Mengetahui klasifikasi karbohidrat beserta contoh.
c) Mengetahui biokimia pada tanaman.
d) Mengetahui peranan karbohidrat dalam tubuh
e) Berusaha untuk menyeimbangkan kebutuhan karbohidrat dalam tubuh.

Page 4

BAB II
BIOKIMIA KARBOHIDRAT

2.1 DEFINISI KARBOHIDRAT


Karbohidrat adalah polihidroksi aldehida atau keton atau senyawa yang menghasilkan
senyawa-senyawa ini bila dihidrolisa. Nama karbohidrat berasal dari kenyataan bahwa
kebanyakan senyawa dari golongan ini memilki rumus empiris, yang menunjukkan bahwa
senyawa tersebut adalah karbon hidrat dan memilki nisbah karbon terhadap hydrogen dan
terhadap oksigen sebagai 1:2:1. Sebagai contoh, rumus empiris D-glukosa adalah C6H12O6, yang
juga dapat ditulis sebagai (CH2O)6 atau C6(H2O)6. Walaupun banyak karbohidrat yang umum
sesuai dengan rumus empiris (CH2O)n , yang lain tidak memperlihatkan nisbah ini dan beberapa
yang lain juga mengandung nitrogen, fosfor, atau sulfur. Dari rumus empiris (CH2O)n dapat
diketahui bahwa karbohidrat adalah suatu polimer. Sedangkan senyawa yang menyusunnya
adalah monomer-monomer. Biomolekul kabohidrat adalah suatu makromolekul senyawa organic
dengan BM (berat molekul) beberapa ribu sampai 500.000. Makromolekul senyawa organic
tersebut berkerangka rantai hidrokarbon. Suatu senyawa karbohidrat biasanya diakhiri dengan
kata sakarida yang berarti gula (bahasa Yunani) atau dengan kata osa. Karbohidrat sukar larut
dalam pelarut organik, tetapi larut dalam air (kecuali beberapa polisakarida).
2.2 KLASIFIKASI dan STRUKTUR KARBOHIDRAT
Berdasarkan jumlah monomer yang menyusun polimernya ,karbohidrat dapat dibagi
dalam 4 golongan yaitu :
1. Monosakarida , disebut juga gula sederhana, merupakan unit kerangka terkecil polimer
karbohidrat, terdiri dari hanya satu unit polihidroksi aldehida atau keton. Monosakarida
beratom C3 sampai C7
2. Disakarida yang terdiri atas dua unit monosakarida
3. Oligosakarida terdiri dari rantai pendek unit monosakarida yang digabung bersama-sama
oleh ikatan kovalen
Page 5

4. Polisakarida terdiri dari rantai panjang yang mempunyai ratusan sampai ribuan unit
monoskarida
2.2.1 MONOSAKARIDA

Monosakarida sebagai senyawa alamiah yang dapat dikristalkan, tidak berwarna,


padat, larut dalam air dan rasanya manis. Monosakarida dan karbohidrat secara umum
memilki empat radikal atau gugus yaitu gugus hydrogen (-H), gugus hidroksil (-OH),
gugus karbonil (-C=O) dan gugus aldehida (-COH). Sifat fisika kimia monosakarida
ditentukan oleh gugus hidroksil, karbonil, dan gugus aldehida yang ketiganya merupakan
gugus fungsional karohidrat. Umumnya monosakarida disusun oleh 3 sampai 7 atom
karbon, dan jumlah atom penyusunnya tersebut mempengaruhi pemanaan masing-masing
monosakarida, yaitu :
1. Gula tiga karbon (Triosa)
Senyawa ini merupakan zat antara yang penting dalam lintasan metabolik
fotosintesis dan respirasi sel. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah
gliseraldehid dan dihidroksiaseton.
2. Gula empat karbon (Tetrosa)
Gula ini tidak banyak ditemui, walaupun beberapa bentuk berperan dalam
proses fotosintesis dan respirasi.

3. Gula lima karbon (Pentosa)


Senyawa ini sangat penting dalam fotosintesis dan respirasi. Dua jenis
pentose (ribose dan deoksiribosa) juga membentuk unsure pembangun utama
untuk asam nukleat, yang penting bagi semua kehidupan.

4. Gula enam karbon (heksosa)


Gula ini sering ikut serta dalam tahap respirasi dan fotosintesis dan
menjadi bangun utama dari banyak macam karohidrat lain termasuk pati dan
selualosa.Kunci dari heksosa adalah glukosa dan fruktosa.
Page 6

5. Gula tujuh-karbon (heptosa)


Salah satu jens heptosa adalah zat antara dalam fotosintesis dan
respirasi. Jika tidak dalam bentuk itu, gula ini jarang didapati.
Berikut rumus struktur monosakarida :

Karbohidrat yang paling sederhana adalah aldehida atau keton mempunyai dua atau lebih gugus
hidroksi. Monosakarida yang paling kecil adalah gliseraldehida dan dihidroksiaseton senyawasenyawa ini adalah triosa. Gliseraldehida mengandung gugus aldehida mempunyai karbon
asimetrik tunggal jadi terdapat dua streoisomer dari aldose tiga karbon ini, D-gliseraldehida dan
L-gliseraldehida. Sedangkan dihidroksi aseton adalah ketosa karena mengandung gugus keton.
Di bawah ini digambarkan anggota deret aldose sebagai berikut :

Page 7

Di bawah ini digambarkan anggota deret ketosa sebagai berikut :

Page 8

Pada senyawa organik dikenal rumus ruang (isomer) sebagai akibat adanya atom
asimetris atau C khiral pada srtuktur molekulnya. Demikian juga monosakarida akan memiliki
banyak isomer,tergantung dari jumlah atom C khiral yang ada pada molekulnya,rumus 2n,dimana
n = jumlah C khiral. C khiral adalah karbon atom pusat pada struktur molekul. Asimetris artinya
atom C khiral memiliki empat gugus subtituen yang berbeda.
Monosakarida bersifat aktif-optika ,artinya zat ini mampu memutar bidang sinar
terpolarisasi yaitu ke kiri atau ke kanan jika sinar ini menembus/melalui monosakarida. Dengan
demikian monosakarida memiliki lagi isomer lain yaitu isomer aktif-optika. Satu isomer
memutar bidang sinar terpolarisasi ke kanan (kanan=dekstro) dn yang lain memutar ke kiri
(kiri=leavo). Dalam hal ini,gliseraldehida memiliki dua isomer aktif-optika yaitu isomer -d (D)
dan isomer-l(L).

Page 9

Semua monsakarida bersifat gula pereduksi. Sifat gula pereduksi ini disebabkan adanya gugus
aldehida dan keton yang bebas, sehingga dapat mereduksi ion-ion logam,seperti tembaga (Cu)
dan Perak (Ag).

Struktur proyeksi Fisher dan Haworth :


1. Struktur proyeksi Fischer
Emil Fischer (1852-1919) seorang ahli kimia organik bangsa jerman yang yang memperoleh
hadiah nobel untuk ilmu kimia pada tahun 1902 atas hasil karyanya tentang kimia ruang
(stereokimia) dan umus srtuktur karbohidrat, menggunakan rumus proyeksi untuk menuliskan
rumus struktur karbohidrat.
Proyeksi fischer digunakan untuk mengutamakan konfigurasi (R) dan (S) dari karbon
chiral. Pada proyeksi fischer dari suatu karbohidrat, rantai karbon digambarkan secara vertical
(tegak) dengan gugusan aldehid atau keton berada pada puncak dari rumus.

Karbon nomor dua dari gliseraldehid berbentuk chiral dengan demikian glisheraldehid berbentuk
sepasang enansiomer (bayangan cermin yang tidak dapat ditaruh diatasnya). Enansiomer ini
Page 10

dinamakan (R)-2,3 dihidroksipropanal dan (S)-2,3 dihidroksipropanal. Biasanya senyawa ini


ditunjukkan dengan nama klasikalnya, D-gliseraldehid digambarkan dengan gugus hidroksil
pada

karbon

chiral,

sedangkan

dari

L-enansiomernya

digambarkan

dengan

gugus

hidroksildiproyeksikan kekiri.

Dua dari aldotetrosa, D-eritrosa dan D-tereosa mempunyai gugusan chiral yang terakhir (gugus
hidroksil pada atom karbon 3) diproyeksikan kekanan. Karbon chiral ini mempunyai konfigurasi
yang sama seperti karbon dalam D-gliseraldehid.
Dua aldotetrosa yang lain mempunyai gugus hidroksil pada atom karbon 3 diproyeksikan kekiri,
konfigurasinya sama seperti pada L-gliseraldehid. Dengan dasar konfigurasi dari karbon chiral,
semua karbohidrat dapat digolongkan kedalam satu dari dua subdivisi utama atau keluarga,
keluarga D atau keluarga L. Semua golongan D monoskarida mempunyai gugusan hidoksil dari
atomkarbon chiral paling bawah diproyeksi kekanan pada proyeksi fischer. Gula L justru
berlawanan, gugus hidroksil pada hidroksil atom karbon chiral paling bawah diproyeksikan
kekiri.

Page 11

Di alam lebih banyak ditemukan monosakarida yang berisomer D, maka semua


monosakarida yang ada di alam dianggap berasal dari D-Gliseraldehida.Dengan sistematis
ditemukan cara menentukan rumus struktur kimia monosakarida yang banyak ditemukan di alam
ini. Dengan cara menyisipkan gugus H-C-OH dan gugus HO-C-H berganti-ganti diantara atom C
nomor 1 dan nomor 2 pada D-Gliseraldehida. Dengan demikian maka didapatlah 4 aldopentosa
dan 8 aldoheksosa.
2. Proyeksi Haworth
Sir Walter Norman Haworth (1883-1950) seorang ahli kimia Inggris yang pada tahun 1937
memperoleh hadiah nobel,berpendapat bahwa pada molekul glukosa kelima atom karbon yang
pertama dengan atom oksigen dapat membentuk cincin segienam. Oleh karena itu, ia
mengusulkan penulisan rumus struktur karbohidrat sebagai bentuk cincin furan dan piran.

Piran
Berdasarkan bentuk ini, maka rumus struktur glukosa yang terdapat dalam keseimbangan antara
- D- glukosa adalah sebagai berikut :

Rumus proyeksi Haworth biasanya digunakan untuk memperlihatkan bentuk cincin


monosakarida. Walaupun batas cincin yang letaknya terdekat dengan pembaca biasanya
Page 12

digambarkan oleh garis tebal. Cincin piranosa beranggotakan enam karbon tidak merupakan
bidang datar, seperti ditunjukkan oleh proyeksi Haworth. Pada kebanyakan gula, cincin ini
berada dalam konfirmasi kursi,tetapi pada beberapa gula cincin tersebut berada dalam
bentuk kapal. Bentuk-bentuk ini digambarkan oleh rumus konfirmasi.Konfirmasi dimensi
spesifik gula sederhana 6 karbon penting dalam menentukan sifat biologis dan fungsi beberapa
polisakarida.

Monosakarida-monosakarida penting :
1. D-gliseraldehid (karbohidrat paling sederhana)
Karbohidrat ini hanya memiliki 3 atom C (triosa), berupa aldehid (aldosa) sehingga dinamakan
aldotriosa.

D-gliseraldehid (perhatikan bahwa gula ini hanya memiliki 3 atom C sehingga disebut paling
sederhana)
2. Dihidroksiaseton
Dihidroksiaseton adalah monosakarida sederhana yang mengandung gugus ketosa.

Page 13

3. D-glukosa (karbohidrat terpenting dalam diet)


Glukosa merupakan aldoheksosa, yang sering kita sebut sebagai dekstrosa, gula anggur ataupun
gula darah.Gula ini terbanyak ditemukan di alam.

D-glukosa (perhatikan bahwa glukosa mengalami siklisasi membentuk struktur cincin)


4. D-fruktosa (termanis dari semua gula)
Gula ini berbeda dengan gula yang lain karena merupakan ketoheksosa.

D-fruktosa (perhatikan bahwa fruktosa mengalami siklisasi membentuk struktur cincin)


5. D-galaktosa (bagian dari susu)
Gula ini tidak ditemukan tersendiri pada sistem biologis, namun merupakan bagian dari
disakarida laktosa.

Page 14

D-galaktosa (perhatikan bahwa galaktosa mengalami siklisasi membentuk struktur cincin)

Perbedaan pokok antara D-glukosa dan D-galaktosa (perhatikan daerah berarsis lingkaran)
6. D-ribosa (digunakan dalam pembentukan RNA)
Karena merupakan penyusun kerangka RNA maka ribosa penting artinya bagi genetika bukan
merupakan sumber energi. Jika atom C nomor 2 dari ribosa kehilangan atom O, maka akan
menjadi deoksiribosa yang merupakan penyusuna kerangka DNA.

D-ribosa (gula ini memiliki 5 atom C)


Page 15

2.2.2 DISAKARIDA
Disakarida merupakan bagian paling umum atau paling banyak terdapat di alam dari
Oligosakarida. Oligosakarida berasal dari bahasa Yunani yaitu oligos yang berarti beberapa, atau
sedikit dan saccharum=gula. Oligosakarida biasanya mengandung paling sedikit dua unit
monosakarida dan tidak melebihi delapan unit monosakarida. Jika hanya mengandung dua unit
monosakarida maka disebut disakarida, jika tiga unit monosakarida disebut trisakarida dan
seterusnya.
Disakarida adalah karbohidrat yang tersusun dari dua molekul monosakarida yang berikatan
kovalen dengan sesamanya. Pada kebanyakan disakarida, ikatan kimia yang menggabung kedua
unit monosakarida disebut ikatan glikosida.Ikatan glikosida terbentuk antara atom C 1 suatu
monosakarida dengan atom O dari OH monosakarida lain atau ikatan tersebut terjadi antara
karbon anomerik pada satu monosakarida dan gugus hidroksil pada monosakarida lainnya. Ikatan
glikosida segera terhidrolisa oleh asam, tetapi tahan terhadap basa.
Jadi, disakarida dapat di hidrolisa menghasilkan komponen monosakarida bebasnya dengan
perebusan oleh asam encer. Hidrolisis satu mol disakarida akan menghasilkan dua mol
monosakarida. Berikut ini beberapa disakarida yang banyak terdapat di alam. maltosa (gula
gandum), Sukrosa (gula tebu), dan laktosa (gula susu) merupakan anggota penting dari grup
disakarida. Seperti dinyatakan oleh namanya, tiap molekul gula ini terdiri dari dua satuan
monosakarida.
a. Maltosa
Maltosa adalah suatu disakarida yang paling sederhana dan merupakan hasil dari
hidrolisis parsial tepung (amilum) dengan asam maupun enzim. Maltosa adalah disakarida yang
paling sederhana, mengandung dua residu D-gluksa yang dihubungkan oleh suatu ikatan
glikosida diantara atom karbon 1 (karbon anomer) dari residu glukosa yang pertama dan atom
karbon 4 dari glukosa yang kedua.Konfigurasi atom karbon anomer dalam ikatan glikosida
diantara kedua residu D-glukosa adalah bentuk , dan ikatan ini dilambangkan sebagai
(14). Unit monosakarida yang mengandung karbon anomer di tunjukan oleh nomor pertama
atau lokan pada lambang ini. Kedua residu glukosa pada maltosa berada dalam bentuk piranosa.
Maltosa adalah gula pereduksi karena gula ini memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas,
yang dapat dioksidasi.Residu glukosa dari maltosa dapat berada dalam bentuk maupun ,
Bentuk dibentuk oleh kerja enzim air liur amylase terhadap pati. Maltosa dihirolasi menjadi
Page 16

dua molekul D-glukosa oleh enzim usus maltosa, yang bersifat spesifik terhadap ikatan (14)
Disakarida selobiosa juga mengandung dua residu D-glukosa, tetapi senyawa ini dihubunkan
oleh ikatan (14). Pada maltosa, sebuah molekul glukosa dihubungkan dengan ikatan
glikosida melalui atom karbonnya yang pertama dengan gugus hidroksil atom karbon keempat
pada molekul glukosa lainnya.

Dari struktur maltosa, terlihat bahwa gugus -O- sebagai penghubung antar unit yaitu
menghubungkan atom karbon 1 dari -D-glukosa dengan atom karbon 4 dari -Dglukosa. Maltosa adalah gula pereduksi karena gula ini memilki gugus karbonil yang berpotensi
bebas yang dapat dioksidasi. Satu molekul maltosa terhidrolisis menjadi dua molekul D-glukosa
oleh enzim usus maltose, yang bersifat spesifik bagi ikatan (1-4).
b. Sukrosa
Sukrosa termasuk disakarida yang disusun oleh glukosa dan fruktosa. Gula ini banyak
terdapat dalam tanaman. Sukrosa terdapat dalam gula tebu dan gula bit. Dalam kehidupan seharihari sukrosa dikenal dengan gula pasir. Sukrosa tersusun oleh molekul glukosa dan fruktosa yang
dihubungkan oleh ikatan 1,2 . Sukrosa dibentuk oleh banyak tanaman, tetapi tidak terdapat
pada hewan tingkat tinggi. Berlawanan dengan laktosa dan maltosa, sukrosa tidak mengandung
atom karbon anomer bebas, karena karbon anomer kedua komponen unit monosakarida pada
sukrosa berikatan satu dengan yang lain, karena alasan inilah sukrosa bukan merupakan gula
pereduksi.

Page 17

Struktur sukrosa (- D- glukopiranosil -D-fruktofuranosida)

Atom-atom isomer unit glukosa dan fruktosa berikatan dengan konfigurasi ikatan glikosilik
yakni untuk glukosa dan untuk fruktosa. Dengan sendirinya, sukrosa tidak mempunyai gugus
pereduksi bebas (ujung aldehid atau keton).Sukrosa mempunyai sifat memutar cahaya
terpolarisasi ke kanan. Hidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa dikatalis oleh sukrase
(disebut juga invertase karena merubah aktivitas optic dari putaran ke kanan menjadi ke kiri).
c. Laktosa
Laktosa adalah komponen utama yang terdapat pada air susu ibu dan susu sapi.Laktosa tersusun
dari molekul -D-galaktosa dan -D-glukosa yang dihubungkan oleh ikatan 1,4-.

Karena laktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa, laktosa
adalah disakarida pereduksi. Hidrolisis dari laktosa dengan bantuan enzim galaktase yang
dihasilkan dari pencernaan, akan memberikan jumlah ekivalen yang sama dari -D-glukosa dan

Page 18

-D-galaktosa. Apabila enzim ini kurang atau terganggu, bayi tidak dapat mencernakan
susu. Keadaan ini dikenal dengan penyakit galaktosemia yang biasa menyerang bayi.

3.3.3 POLISAKARIDA
Polisakarida terdiri atas rantai panjang yang mempunyai ratusan atau ribuan unit
monosakarida yang membentuk rantai polimer dengan ikatan glikosidik. Polisakarida dibedakan
menjadi homopolisakarida dan heteropolosakarida. Contoh dari homopolisakarida adalah pati,
dan contoh dari heteropolisakarida adalah asam hialuronat.

Struktur homopolisakarida

Struktur heteropolisakarida

Page 19

Beberapa sifat polisakarida berbeda sekali dengan monosakarida atau disakarida. Sifat-sifatnya
antara lain sebagai berikut :
1. Polisakarida tidak mempunyai rasa manis
2. Tidak mempunyai struktur kristal. Jika pun dapat larut, maka dia hanya merupakan
larutan koloidal dan tidak dapat bereduksi.
3. Polisakarida tidak dapat diragikan.
4. Daya kelarutan dan daya reaksinya jauh lebih kecil kemungkinannya dibandingkan
dengan gula-gula lainnya
5. Polimer tepung (amilum), glikogen, dan selulosa semua terdiri atas komponn D-Glukosa,
tetapi sifat kimianya, fisika, dan biologinya berlainan.Ini tidak ditentukan oleh
komponen-komponen alamiahnya yang sama melainkan oleh strukturnya.
Beberapa polisakarida yang penting diterangkan di bawah ini :
1. Selulosa
Selulosa adalah polisakarida yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, tetapi berguna dalam
mekanisme alat pencernaan, antara lain : merangsang alat pencernan untuk mengeluarkan getah
cerna, membentuk volume makanan sehingga menimbulkan rasa kenyang, serta memadatkan
sisa-sisa zat gizi yang tidak diserap lagi oleh dinding usus.
Selulosa merupakan polisakarida yang banyak dijumpai dan ditemukan dalam dinding sel
tumbuhan. Selulosa terdapat pada bagian-bagian yang keras dari biji kopi, kulit kacang, buahbuahan dan sayuran. Selulosa merupakan polimer yang tidak bercabang, terbentuk dari -Dglukosa (dimana monosakarida yang berdekatan) terikat bersama dengan ikatan (14)
glikosidik. Panjang ikatan bervariasi dari beberapa ratus sampai beberapa ribu unit
glukosil. Dalam dinding sel tanaman, sejumlah besar selulosa terkumpul menjadi rantai silang
serabut paralel dan bundel-bundel yang merupakan rantai tersendiri.

Page 20

2. Kitin
Kitin merupakan polisakarida struktural ekstraselular yang ditemukan dalam jumlah
besar pada kutikula arthropoda dan dalam jumlah kecil ditemukan dalam spons, molusca, dan
annelida. Juga telah diidentifikasi dari dinding sel fungi. Polisakaridanya merupakan rantai tak
bercabang dari polimer asetil-glukosamin dan terdiri atas ribuan unit. Bentuknya seperti selulosa.
Fungsinya sebagai substansi penunjang pada insekta dan crustaceae (kepiting).
Kitin mempunyai rumus empiris (C6H9O4.NHCOCH3)n dan merupakan zat padat yang tidak larut
dalam air, pelarut organik, alkali pekat, asam mineral

lemah tetapi larut dalam asam-asam

mineral yang pekat. Polisakarida ini mempunyai berat molekul tinggi dan merupakan polimer
berantai lurus

dengan

nama lain -(1,4)-2-asetamida-2-dioksi-D-glukosa (N-asetil-D-

Glukosamin) (Suryanto et al., 2005).


Kitin mempunyai persamaan dengan selulosa, dimana ikatan yang terjadi antar monomernya
terangkai dengan ikatan glukosida pada posisi -1,4. Sedangkan perbedaannya pada selulosa
adalah gugus hidroksil yang terikat pada atom karbon nomor 2, pada kitin digantikan oleh gugus
asetamida

(NHCOCH3)

sehingga

kitin

menjadi

sebuah

polimer

berunit

N-asetil-

glukosamin. Struktur kitin dapat dilihat pada gambar.

3. Glikogen
Glikogen merupakan homopolisakarida nutrien bercabang yang terdiri atas glukosa
dalam ikatan 14 dan 16. Banyak ditemukan dalam hampir semua sel hewan dan juga dalam
protozoa serta bakteri. Glikogen merupakan cadangan karbohidrat dalam tubuh yang disimpan
dalam hati dan otot. Jumlah cadangan glikogen ini sangat terbatas. Bila diperlukan oleh tubuh,
diubah kembali menjadi glukosa. Glikogen ini merupakan polisakarida yang penting sehingga
lebih intensif dipelajari. Pada manusia dan vertebrata, glikogen didapat dalam hati serta otot
Page 21

yang merupakan cadangan karbohidrat. Glikogen dapat dengan cepat disintesis kembali dari
glukosa. Glikogen terdiri atas jutaan unit glukosil. Unit glukosil terikat dengan ikatan 14
glikosidik membentuk rantai panjang, pada titik cabang terbentuk ikatan 16. Hal ini
mengakibatkan terbentuknya struktur yang menyerupai pohon. Dalam molekul tunggal glikogen
hanya ada satu unit glukosa dimana atom karbon nomor 1 memegang satu gugus
hidroksil. Semua gugus 1-OH lainnya terikat dalam formasi ikatan 14 dan 16
glikosidik.Gugus 1-OH tunggal yang bebas dinamakan ujung pereduksi (reducing end) dari
molekul ditandai dengan R dalam gambar. Sebaliknya ujung non-pereduksi didapat (gugus 4OH dan 6-OH bebas) pada terminal di luar rantai.

4. Pati
Pati merupakan polisakarida yang berfungsi sebagai cadangan energi bagi tumbuhan.Pati
merupakan polimer -D-glukosa dengan ikatan (1-4).Kandungan glukosa pada pati bisa
mencapai 4000 unit. Ada 2 macam amilum yaitu amilosa (pati berpolimer lurus) dan amilopektin
(pati berpolimer bercabang-cabang).Sebagian besar pati merupakan amilopektin.
Pati adalah nutrien polisakarida yang ditemukan dalam sel tumbuhan dan beberapa
mikroorganisme dalam beberapa hal mempunyai kesamaan dengan glikogen (glikogen terkadang
disebut dengan pati hewani). Beberapa sifat pati adalah mempunyai rasa yang tidak manis,
tidak larut dalam air dingin tetapi di dalam air panas dapat membentuk sol atau jel yang bersifat
kental. Sifat kekentalannya ini dapat digunakan untuk mengatur tekstur makanan, dan sifat jel
Page 22

nya dapat diubah oleh gula atau asam. Pati di dalam tanaman dapat merupakan energi cadangan;
di dalam biji-bijian pati terdapat dalam bentuk granula. mempunyai diameter beberapa mikron,
sedangkan dalam mikroorganisme hanya berkisar 0,5-2 mikron.Pati dapat dihidrolisis dengan
enzim amylase. Pati terdiri dari amilosa dan amilopektin.
Komponen amilosa pati merupakan polisakarida tak bercabang yang terikat 14 glikosidik,
terdiri atas glukosa dan beberapa ribu unit glikosil. Rantai polisakarida membentuk sebuah
heliks. Amilopektin merupakan polisakarida bercabang yang mengandung ikatan 14 dan 16
unit glikosil, hal sama seperti dalam glikogen. Tentu saja amilopektin mempunyai lebih banyak
struktur terbuka dengan sedikitnya ikatan 16 dan rantai lebih panjang.

Potongan Amilosa

Lokasi terbentuknya cabang amilopektin


5. Asam Hialuronat
Asam Hialuronat merupakan heteropolisakarida dan bercabang yang terdiri atas
disakarida dari N-asetilglukosamin dan asam glukoronat. Asam glukoronat terikat kepada Nasetilglukosamin pada masing-masing disakarida dengan ikatan 13 glikosidik, tetapi
disakarida yang berurutan terikat 14. Asam hialuronat didapat dalam cairan sinovial
persendian, vitreous humor mata, dan substansi dasar kulit.
Page 23

2.3 SIFAT DAN FUNGSI KARBOHIDRAT

Karbohidrat merupakan materi yang sangat dibutuhkan di alam, terutama bagi kehidupan.
Hal ini dikarenakan karbohidrat memiliki fungsi dan peran penting dalam tubuh kita. Peran
karbohidrat dalam tubuh diantaranya adalah sebagai berikut :
a) Peran sebagai materi pembangun
Organisme membangun materi-materi kuat dari polisakarida struktural. Misalnya,
selulosa ialah komponen utama dinding sel tumbuhan. Selulosa bersifat seperti serabut, liat, tidak
larut di dalam air, dan ditemukan terutama pada tangkai, batang, dahan, dan semua bagian
berkayu dari jaringan tumbuhan. Kayu terutama terbuat dari selulosa dan polisakarida lain,
misalnya hemiselulosa dan pektin. Sementara itu, kapas terbuat hampir seluruhnya dari selulosa.
Polisakarida struktural penting lainnya ialah kitin, karbohidrat yang menyusun kerangka luar
(eksoskeleton) arthropoda (serangga, laba-laba, crustacea, dan hewan-hewan lain sejenis). Kitin
murni mirip seperti kulit, tetapi akan mengeras ketika dilapisi kalsium karbonat. Kitin juga
ditemukan pada dinding sel berbagai jenis fungi.
Sementara itu, dinding sel bakteri terbuat dari struktur gabungan karbohidrat polisakarida dengan
peptida, disebut peptidoglikan. Dinding sel ini membentuk suatu kulit kaku dan berpori
membungkus sel yang memberi perlindungan fisik bagi membran sel yang lunak dan sitoplasma
di dalam sel.
Page 24

Karbohidrat struktural lainnya yang juga merupakan molekul gabungan karbohidrat dengan
molekul lain ialah proteoglikan, glikoprotein, dan glikolipid. Proteoglikan maupun glikoprotein
terdiri atas karbohidrat dan protein, namun proteoglikan terdiri terutama atas karbohidrat,
sedangkan glikoprotein terdiri terutama atas protein. Proteoglikan ditemukan misalnya pada
perekat antarsel pada jaringan, tulang rawan, dan cairan sinovial yang melicinkan sendi otot.
Sementara itu, glikoprotein dan glikolipid (gabungan karbohidrat dan lipid) banyak ditemukan
pada permukaan sel hewan. Karbohidrat pada glikoprotein umumnya berupa oligosakarida dan
dapat berfungsi sebagai penanda sel. Misalnya, empat golongan darah manusia pada sistem ABO
(A, B, AB, dan O) mencerminkan keragaman oligosakarida pada permukaan sel darah merah.
b) Peran sebagai penghasil energy
Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi tubuh kita karena 80% dari
kalori yang diperlukan tubuh berasal dari karbohidrat. Sebagai penghasil energi setiap
satu gram karbohidrat menghasilkan 4,1 kalori. Karbohidrat tersusun atas unsur-unsur
karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Sumber utama karbohidrat adalah beras,
jagung, sagu, gandum, singkong, ubi, kentang, talas, dan gula. Karbohidrat yang diserap
oleh tubuh manusia berbentuk monosakarida. Salah satu monosakarida adalah glukosa.
Di dalam hati, sebagian glukosa diubah menjadi glikogen untuk disimpan.
Fungsi lain dari karbohidrat diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Melindungi protein agar tidak terbakar sebagai penghasil energi.
2. Membantu metabolisme lemak dan protein, dengan demikian dapat mencegah
terjadinya ketosis dan pemecahan protein yang berlebihan.
3. Di dalam hepar berfungsi untuk detoksifikasi zat-zat toksik tertentu.
4. Beberapa jenis karbohidrat mempunyai fungsi khusus di dalam tubuh. Laktosa
misalnya berfungsi membantu penyerapan kalsium. Ribosa merupakan komponen
yang penting dalam asam nukleat.
5. Selain itu beberapa golongan karbohidrat yang tidak dapat dicerna, mengandung serat
(dietary fiber) berguna untuk pencernaan, seperti selulosa, pektin dan lignin.
6. Menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh.
7. Pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.
Page 25

BAB III
PENUTUP

Karbohidrat adalah polihidroksi aldehida atau keton dengan rumus empiris (CH2O)n.
Karbohidrat digolongan sebagai monosakarida atau gula (satu unit aldehida atau keton),
oligosakarida (beberapa unit monosakarida), dan polisakarida, molekul besar liniar atau
bercabang yang mengandung banyak unit monosakarida. Monosakarida atau gula sederhana
memiliki satu unit aldehida atau keton. Golongan ini juga memiliki sedikitnya satu atom karbon
asimetrik, dan karenanya dalam bentuk stereoisomer. Gula yang paling banyak di alam sperti
ribosa, glukosa, fruktosa, dan manosa adalah rangkaian gula D. Gula sederhana dengan 5 atau
lebih atom karbon dapat berada dalam bentuk cincin tertutup hemiaseta, sebagai furanosa (cincin
beranggota lima) atau piranosa (cincin beranggota enam). Furanosa dan piranosa terdapat dalam
bentuk anomer dan . Gula yang dapat mereduksi senyawa oksidator disebut gula pereduksi.
Disakarida terdiri dari dua monosakarida yang digabungkan oleh suatu ikatan kovalen. Maltosa
mengandung dua residu D-glukosa dalam ikatan (1

) glikosida. Laktosa mengandung D-

galaktosa dan D-glukosa. Sukrosa, suatu gula non pereduksi, mengandung unit D-glukosa dan Dfruktosa yang digabungkan oleh atom karbon anomernya. Polisakarida (glikan) mengandung
banyak unit monosakarida yang berikatan glikosida. Beberapa berfungsi sebagai bentuk
penyimpan karbohidrat. Polisakarida penyimpan yang paling penting adalah pati dan glikogen,
polimer glukosa bercabang dengan berat molekul tinggi yang berikatan (1
utamanya, dan ikatan
amylase dan ikatan (1

) pada cabangnya. Ikatan (1


dihidrolisa oleh (1

) pada rantai

) dapat dihidrolisa oleh -

glukosidase, polisakarida lain memegang

peranan structural pada dinding sel.

Page 26

DAFTAR RUJUKAN

Lehninger, A.L. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Jilid 1, 2 dan 3. Alih bahasa: Meggy Thenawijaya.
Penerbit Erlangga. Jakarta.
Hawab,H.M .2003. Pengantar Biokimia. Bogor: Bayumedia
Iswari, R & Yuniastuti, A. 2006. Biokimia. Semarang : Graha Ilmu
Page, D.S. 1985. Prinsip-prinsip Biokimia . Jilid kedua. Alih bahasa: Drs.R.Soendoro. Penerbit
Erlangga. Jakarta
http://indaharitonang-fakultaspertanianunpad.blogspot.com/2013/05/definisi-jenis-struktur-danfungsi.html

Page 27