Anda di halaman 1dari 26

Indikator Hasil Belajar

1. Mendeskripsikan substansi dan


karakteristik sistem kristal
2. Mendeskripsikan dimensi satuan sel
3. Menguasai konsep-konsep esensial
beberapa struktur kristal

BAB I
STRUKTUR KRISTAL

A. Susunan Berkala Atom Dalam Zat Padat

Secara makroskopik zat padat terlihat sebagai suatu benda tegar yang padat, namun
secara mikro terdiri dari atom-atom. Atom-atom itu tersusun dengan rapi merupakan barisanbarisan yang sangat teratur. Benda padat dengan atom-atomnya tersusun rapi (teratur secara
periodik) dalam ruang dinamakan kristal. Keadaan demikian dikatakan bahwa kristal
memiliki keberkalaan yang eksak. Kristal dengan keberkalaan yang eksak dan ukuran yang
tak terhingga dinamakan kristal sempurna. Namun tidak ada kristal yang sempurna karena
berbagai keterbatasan fisik sebagai berikut :
a. Ukurannya terbatas ( tidak tak-terhingga )
b. Tak mungkin dibuat kristal tanpa cacat geometrik.
c. Tak mungkin dibuat kristal tanpa adanya ketakmurnian zat.
d. Pada suhu T > 00 K, atom-atom dalam kristal bergetar di sekitar posisi
kesetimbangannya.
Susunan atom dalam kristal ternyata tidak sama semuanya. Ada beberapa macam
struktur kristalnya. Struktur kristal yang berbeda mempunyai susunan geometrik berbeda pula.
Batasan secara geometrik untuk suatu kristal sempurna dua dan tiga dimensi, keadaannya
digambarkan pada gambar 1.a da 1.b :

Gambar 1.a. Kristal 2-D

Kedudukan dalam ruang 2-D ini merupakan kedudukan atom-atom dimana setiap titik di
dalamnya terletak pada ujung vektor :

R n1 a n2 b

A
Gambar 1.b. Kristal 3-D

Dalam kristalografi, setiap atom dalam kristal dianggap sebagai suatu titik, tepat pada
kedudukan setimbang tiap atom itu di dalam ruang. Pola geometrik yang diperoleh ini
dinamakan kisi kristal atau kisi (Setiap kristal punya pola geometrik yang berbeda). Suatu
kisi kristal dimana semua titik kisi itu ekivalen (artinya semua titik itu mempunyai
lingkungan geometrik yang tepat sama= jarak dengan tetangga terdekatnya sama) disebut
sebagai kisi Bravais. Untuk dapat memahami Kisi Bravais dapat dilihat pada gambar 1.2

Gambar 1.2 Kisi Bravais


Pada kisi bukan Bravais ada titik kisi yang tak ekivalen seperti pada gambar 1.3

Gambar 1.3 Kisi Non Bravais


Pada setiap titik kisi ada suatu basis atom atom dimana setiap basis adalah identik dalam
komposisi, susunan, dan orientasinya. Suatu struktur kristal terjadi dengan menempatkan
suatu basis pada setiap titik kisi, seperti pada gambar 1.4

Gambar 1.4 Struktur Kristal

Setiap titik dalam kisi dua dimensi dapat ditulis sebagai ujung dari vektor R , dengan,

R n1 a n2 b
n1 , n2 adalah bilangan bulat yang dapat pula berharga negatif.
a dan b dinamakan vektor basis. ( basis vektors )

Vektor basis itu tidak unik ( ada berbagai kemungkinan ) dan harus tidak segaris ( tak kolinier )
Luas daerah (tidak harus jajaran genjang) jajaran genjang terkecil yang sisi-sisinya
dibatasi oleh vektor basis adalah sel satuan. Apabila sel serupa itu digeser-geser ke ujung sel
vektor translasi , maka seluruh kisi kristal tercakup olehnya. Gambar 1.5a
satuan dalam dua dimensi dalam kristal.

Gambar 1.5a Sel Satuan Untuk Kristal 2-D

merupakan sel

Sel satuan bersifat :


a. Tidak unik, karena vektor basis tidak unik.
b. Tetapi setiap sel satuan itu sama luasnya.
c. Sel satuan pada gambar 1.5b mengandung satu titik kisi. ( empat kali
seperempat titik kisi ).
Sel primitif adalah sel satuan yang hanya memiliki satu titik kisi per sel sedangkan
sel tak/non-primitif memiliki lebih dari satu titik kisi per sel. Beberapa sifat yang dimiliki :
a. Luas sel tak-primitif adalah kelipatan dari sel primitif
a. Sel primitif dan sel tak-primitif berkait dengan pemilihan vektor basis dalam kisi Bravais.
Gambar 1.6a dan 1.6b menggambarkan sel primitif dan sl tak primitif

Gambar 1.6a Sel Primitif

Gambar 1.6b Sel Non Primitif


Keterangan :
( 1 ) dan ( 2 ) : sel satuan, tak primitif, dua titik kisi persatuan
( 3 ) , ( 4 ) dan ( 5 )

: sel satuan , primitif, satu titik kisi per satuan

Hal serupa untuk kisi 3-D :


a.

R n1 a n2 b n3 c
( a, b, c ) tak sebidang, non Ko Planor

b.

Sel satuan mengandung pengertian volume, sel primitif mengandung satu titik kisi per
sel.

Gambar 1.7 Sel Satuan Untuk Kristal 3-D

B. Macam Dasar Kisi Kristal ( Fundamental Types )


Hanya ada 5 tipe dasar kisi kristal. Untuk menelaah hal tersebut pandanglah keadaan
seperti gambar 1.8 :
A dan B merupakan dua baris berdampingan dalam kisi kristal. Titik 1, 2, ... ( m 1 )
dan m adalah titik-titik kisinya. Sudut adalah rotasi yang masih memberikan kisi kristal
yang sama, jadi suatu rotasi kesetangkupan.
(m 3)a

a cos

a cos
x (m 3)a 2a cos

Gambar 1.8 Rotasi Kesetangkupan Kisi Kristal


Apabila A dan B masih merupakan titik kisi kristal, maka jarak x (m 3)a 2a cos
harus merupakan kelipatan dari a , katakanlah p a , sehingga
x pa (m 3)a 2a cos

memberikan keterbatasan pada harga sudut dari hubungan di atas.

3 ( p m)
Cos =

kemungkinan solusinya :
Pm
-1
-2
-3
-4
-5

Cos
1

0
-
-1

00
600
900
1200
1800

Jadi untuk kesetangkupan kisi dua dimensi dengan sisi yang sama ( a = b ), sudut antara dua
sisi itu terbatas pada harga :
= 00 , 600 , 900 , 1200 , 1800

Kisi Bravais dua dimensi tertera pada tabel 1.1 :


Tabel 1.1 Tipe Kisi Dua Dimensi
Kisi

Sel Satuan

Sisi dan Sudut

Genjang

Jajaran Genjang

a b, 90 0

Segi Empat

Segi Empat

a b, 90 0

Heksagonal

Belah Ketupat

a b, 120 0

Segi Empat Panjang

Segi Empat Panjang

a b, 90 0

Segi Empat Panjang berpusat

Segi Empat Panjang

a b, 90 0

Kesetangkupan digambarkan pada gambar 1.9

Gambar 1.9 Kisi Bravais 2-D


8

Untuk kasus 3-D, terdapat 14 buah kisi Bravais dengan 7 buah sistem kristal, yaitu
sebagai berikut

TABEL 1.2 : TIPE KISI TIGA DIMENSI

Sistem Kristal

Kisi Bravais

Sifat Satuan sel

Triklinik

P ( Primitive )

abc

Monoklinik

P ( Primitive )

abc

I (body - centered)

= = 900
900

Orthorohombik

P ( Primitive )

abc

C ( base-centered)

= = = 90o

I (body - centered)
F ( face-centered )
Tetragonal

Kubus

P ( Primitive )

a= bc

I (body - centered)

= = = 90o

P ( Primitive )

a=b=c

I (body - centered)

= = = 90o

F ( face-centered )
Trigonal

P ( Primitive )

a=b=c
= = < 1200
tetapi bukan 900

Heksagonal

P ( Primitive )

a=b c
= = 90o dan = 120o

Kesetangkupan kisi tiga dimensi di atas tergambar pada 7 sistem kristal dan 14 kisi
Bravais pada gambar 1.10.
9

Triklinik

Orthorhombik P

Monoklinik P

Orthorhombik B

Tetragonal P

Orthorhombik I

Orthorhombik F

Heksagonal P

Tetragonal I

Kubus F

Kubus P

Monoklinik I

Trigonal P

Kubus I

Gambar 1.10 Sistem Kristal dengan Kisi Bravais

C. Geometri Kristal
Arah Kristal

10

, , dan merupakan vektor basis untuk suatu kisi 3-D, besar dan arahnya sebarang

dan tidak ko-planar. Arah tertentu dalam kisi tersebut dinyatakan sebagai :

. Arah vektor dinyatakan dengan [n1, n2, n3]; lazimnya dalam perbandingan bilangan

bulat yang terkecil. Gambar 1.11 menunjukkan arah yang dinyatakan dengan [111]. arah
[333], [222], juga ditulis sebagai [111] karena arah-arah tersebut sama saja.

Gambar 1.11 Arah Kristal


Apabila sel satuan yang ditinjau mempunyai sumbu rotasi, maka ada arah-arah tidak sejajar
karena kesetangkupnya merupakan arah-arah yang ekivalen. Umpamanya sumbu x, y, dan z
pada suatu kubus, yang dinyatakan masing-masing sebagai arah :
[100], [010], dan [001]
Tiga arah yang setara, yang secara kelompok dinyatakan sebagai arah
Secara sepenuhnya

mencakup arah-arah berikut. [100], [010], [001], [ 00], [0 0],

[00 ], dimana makna dari adalah 1. [111] adalah body diagonal dari kubus termaksud.

Representasi suatu bidang datar dalam suatu kisi kristal dan Indek Miller
Representasi suatu bidang datar dalam suatu kisi kristal dapat dijelaskan sebagai
berikut: , , merupakan vektor basis sedangkan bidang yang ingin direpresentasikan
memotong sumbu-sumbu vektor basis itu di x, y dan z. Panjang vektor basis dinyatakan
dengan a, b, dan c

maka dapat ditulis triad [ perangkat tiga bilangan ] :


(

)
11

kemudian diambil kebalikan dari triad tersebut


(

Triad itu kemudian dinyatakan sebagai perbandingan bilangan-bilangan bulat yang terkecil
(h k l)
Contoh Titik potong bidang dengan sumbu-sumbu adalah : ( 3, 2, 3 ) seperti pada gambar
1.12. Dianggap | |

| |

| |

ambil kebalikan dari triad termaksud :


(

yang kemudian dibuat perbandingan bilangan-bilangan


bulat : (232)

Gambar 1.12

Triad bilangan ( 2 3 2 ) itu dinamakan indeks Miller bidang (perangkat tiga bilangan yang
merepresentasikan bidang di dalam kristal) yang dimaksud. Gambar 1.13 diberikan
sketsa beberapa bidang dalam kubus, sebagai ilustrasi.

Gambar 1.13

12

Seperti juga halnya pada arah, maka karena adanya kesetangkupan rotasi beberapa
bidang yang berbeda merupakan bidang yang ekivalen. Umpanya dalam kasus-kubus diatas,
bidang-bidang (110), (101), (011), ( 1 1 0), (1 1 0 ), (10 1 ), ( 1 01 ), (0 1 1),
(01 1 ),

( 1 1 0), ( 1 0 1 ), dan (0 1 1 ) merupakan bidang-bidang setara yang dinyatakan

sebagai kelompok bidang {110}


Jarak antara berbagai bidang yang berindeks (h k l)
Perhitungan jarak antara berbagai bidang yang berindeks (h k l),
dibatasi pada sistem dengan sumbu yang ortogonal, dengan a
b c.
, , dan adalah sudut garis normal masing-masing dengan
sumbu X, Y, Z. Seperti pada gambar 1.14 Menurut geometri :
cos2 + cos2 + cos2 = 1.

Gambar 1.14

Jarak dari titik pusat O ke titik potong P kita namakan saja dkhl, maka apabila x, y, z
merupakan titik potong bidang ( h k l ) dengan sumbu X, Y, dan Z :

Kombinasi dengan cos2 + cos2 + cos2 = 1

akan memberikan (dhkl= jarak titik pusat ke

bidang)
dkhl =
(

Harga x, y, z berikut dengan bilangan h, k, l sebagai berikut :


;

sehingga :

13

Beberapa Contoh Penggunaanya (Kubus dengan Sisi a)

Penggunaan rumus tersebut memberikan :

Persamaan bidang datar dalam koordianat kartesius


Vektor ditulis sebagai

dimana adalah vektor satuan, | |

. Ambilah

kasus 2-D :
Jarak adalah

, apabila sudut RQ0 = 900, ini

berlaku untuk semua titik disepanjang garis QR, seperti pada


gambar 1.15 sehingga dapat dikatakan bahwa persamaan garis
itu adalah :

Gambar 1.15

14

Untuk kasus 3-D dapat diperluaas untuk sistem koordinat ortogonal dan normal (kartesius).
Apabila adalah vektor satuan untuk arah, maka persamaan bidang datar yang tegak lurus
terhadap dan yang letaknya sejauh n dari titik pusat O, adalah :

Andaikan bahwa :

maka :

Titik potong dengan sumbu X diperoleh dengan mensubstitusikan y = 0 dan z = 0


dalam persamaan diatas :

Titik potong dengan sumbu Y dan sumbu Z adalah masing-masing


(

) dan (

Jumlah Atom Dalam Satuan Sel


Pada setiap titik-titik kisi dalam kristal ditempati oleh atom-atom penyusun kristal
yang bersifat sangat periodik. Jumlah atom-atom penyusun kristal dalam satu satuan sel
kristal bergantung pada struktur kristal bersangkutan.
Kubus Sederhana (P), struktur kristal kubus sederhana ditunjukkan oleh gambar 1.16a . Pada
masing-masing titik sudut kubus ditempati masing-masing oleh 1/8 bagian atom Dalam
kristal sistem kubus sederhana dalam satu satuan selnya ditempati oleh satu atom penyusun
kristal.

15

Kubus Pusat badan (I), struktur kristal kubus pusat badan ditunjukkan oleh gambar 1.16b
Pada masing-masing titik sudut kubus ditempati masing-masing oleh 1/8 bagian atom
sehingga dari kedelapan titik sudut secara komulatif disusun oleh satu buah atom. Atom yang
menempati pusat kubus adalah sebuah atom utuh. Dalam kristal sistem kubus pusat badan
dalam satu satuan selnya ditempati oleh 2 atom penyusun kristal.
Kubus Pusat Muka (F), struktur kristal kubus pusat muka ditunjukkan oleh gambar 1.16c
Pada masing-masing titik sudut kubus ditempati masing-masing oleh 1/8 bagian atom
sehingga dari kedelapan titik sudut secara komulatif disusun oleh satu buah atom. Atom yang
menempati pusat muka kubus adalah bagian ataom, karena dalam kubus terdapat enam
pusat muka maka secara komulatif yang menempati pusat muka adalah sebanyak 3 buah
ataom. Dalam kristal sistem kubus pusat muka dalam satu satuan selnya ditempati oleh 4
atom penyusun kristal.

(a)

(b)

(c)

Gb. 1.16 Struktur Kristal sederhana


a. Kubus Sederhana
b. Kubus Pusat Badan
c. Kubus Pusat Muka
Dimensi satuan sel dari masing-masing struktur kristal kubus dapat dihubungkan
dengan jejari atom-atom penyusun kristal. Untuk mementukan hubungan dimensi satuan sel
dengan jejari atom diasumsikan bahwa atom penyusun kristal dianggap sebagai sebuah bola
pejal. Jika dimensi satuan sel kubus adalah d dan jari-jari atom adalah r maka dapat
dibuktikan bahwa untuk struktur kristal kubus sederhana (P) diperoleh
struktur kristal kubus pusat badan d = r

d = 2r, untuk

4
3 , sedangkan untuk struktur kristal kubus pusat
3

muka d = 22.r

Kubus Sederhana (P)


16

a = 2r
r
a
r

Kubus Pusat Badan (I)


Nilai a 3 sama dengan 4r. Hal ini dikarenakan pada
struktur kristal kubus pusat badan terdapat 1 buah atom
utuh di pusat kubus, sehingga diagonal ruangnya sama

a 3

dengan 4r. Dengan demikian:

a 2
a

a2 a 2

4r

a 2 2a 2 16r 2
3a 2 16r 2
16 2
r
3

a
a

4
3r
3

Kubus Pusat Muka (F)

a 2 a 2 4r
a

a 2 4r

2a 2 16r 2
a

16 2
r
2

a 2 2r

17

Dengan anggapan bahwa atom-atom dalam kristal suatu zat padat sebagai bola pejal
maka dalam kristal sebagian besarnya adalam merupakan ruang kosong. Untuk struktur
kristal kubus dimensi satuan sel kristal dapat ditentukan oleh beberapa faktor yaitu; massa
jenis padatan kristal (), massa atom kristal (M), dan struktur kristal itu sendiri. Untuk
menentukan dimensi satuan sel kristal dilakukan dengan cara sebagai berikut;
Tinjaulah sebuah suatu jenis kristal dengan struktur kristal kubus yang dimensi satuan
selnya adalah a yang menyatakan sisi-sisi kubus tersebut disusun oleh atom-atom yang
memiliki massa aton M. Dalan satuan selnya terdapat n atom sesuai dengan struktur
kristalnya. Kristal memiliki massa jenis yang menyatakan jumlah massa kristal persatuan
volume kristal . Telah diketahui bahwa ;

m
V

jumlah molekul atau ataom penyusun kristal dapat ditentukan dengan;


n=

m
No
M

di mana No menyatakan bilangan Avogadro, dengan menyatakan V = a3, maka diperoleh


hubungan;
1
3

n.M

a
.N o

Catatan untuk kristal kubus sederhana n = 1, krital kubus pusat badan n = 2 dan kristal kubus
pusat muka n = 4.

D. Beberapa Kristal Dengan Struktur Sederhana


Kristal NaCl
Kristal NaCl mempunyai kisi Bravais FCC, dengan basis yang terdiri dari satu atom
Na dan satu atom Cl. Kedua atom tersebut, dalam basis itu dipisahkan satu dengan lainnya
oleh jarak

;[

adalah panjang diagonal].

Setiap sel satuan memiliki 4 perangkat NaCl yang atom-atomnya berkedudukan di :


18

Na : (0,0,0) ; ( , , 0); ( , 0, ); ( 0, , )
Cl : ( , , ); (0,0, ); (0, , 0); ( , 0, 0 )
Setiap atom tersebut mempunyai 6 tetangga (terpisah sejauh a, masing-masing). Secara
skematik kristal NaCl dapat digambarkan seperti dibawah ini.

Struktur itu dapat pula dilihat sebagai sturktur FCC baik untuk Na, maupun utnuk Cl; struktur
yang satu bergeser sejauh

terhadap yang lainnya dalam arah [111] seperti pada gambar

1.17.

Gambar 1.17 Struktur FCC Untuk Kristal NaCl

Kelompok kristal yang

a ()

berstruktur seperti NaCl


antara lain :Kristal
Li

4,08

NaCl

5,63

KCl

6,29

PbS

5,92

AgBr

5,77

19

MgO

1,20

MnO

4,43

a = rusuk sel satuan

Kristal CsCl
Kristal ini mempunyai kisi bravais BCC, dengan kedudukan atomnya adalah di :
Cs : (0,0,0)
Cl : ( , , )
Setiap atomnya mempunyai 8 tetangga terdekat dengan jarak
dapat digambarkan pada gambar 1.18 :

Gambar 1.18 Struktur Kristal CsCl


Kelompok kristal yang berstruktur seperti NaCl antara lain :
Kristal

a ()

CsCl

4,11

TiBr

3,97

NH4Cl

3,87

RbCl

3,74

20

secara skematik CsCl

AlNi

2,88

a = rusuk sel satuan


Struktur Heksagonal-Tersusun Padat (Hexagonal Close Packed Stucture)
Susunan yang memberi struktur FCC, juga menghasilkan volum antar bola yang
minimum. Perbandingan antara volum bola-bola dan ruang total untuk kedua kasus diatas
adalah 0,74

Gambar 1.19 Susunan Struktur FCCTersusun Padat


Sketsa pada gambar 1.19 satu lapis bola-bola identik bersingungan, titik-titik A merupakan
pusat bola-bola tersebut. Lapis berikutnya (yang tidak digambar dalam sketsa) mempunyai
titik pusat boa yang ditandai dengan B. Apabila jari-jari bola adalah a, maka bidang datar
tempat kedudukan titik-tik B terletak sejauh

diatas bidang datar kedudukan titik-titik A.

Ada dua pilihan untuk lapis berikutnya yaitu :


1. memulai kembali meletakkan bola-bola identik dengan titik pusat tepat diatas A, dengan
bidang kedudukan

diatas bidang kedudukan titik-titik B; kita peroleh struktur FCC

2. memulai lapisan baru dengan titik-titik pusa boal diatas titik C, yang juga berada
diatas bidang kedudukan titik B. kita peroleh struktur HCP
Perbandingan anatara C dan A untuk struktur HCP adalah 1,633, sedangkan jumlah tetangga
terdekatnya adalah 8 ( jumlah tetangga terdekat juga dinamakan bilangan koordinasi). sketsa
struktur HCP dapat dilihat di hal. 20 [Fig. 1.16a dan 1.16b], dalam buku HA. Omar
Elementary Solid State Physics
Susunan 4 atom terdekat sebagai berikut :

21

Semua

sisi

tetrahedron

tersebut

adalah

2a,

tinggi

bangunannya adalah :
Tinggi C adalah C =

Struktur Intan
Struktur Intan memiliki struktur yang sel satuannya adalah sel FCC dengan suatu
basis. Basis yang termaksud terdiri dari dua atom karbon yang terletak pada posisi :
( 0, 0, 0 ) dan ( , , )
Dalam satu sel satuan terdapat 8 buah atom karbon, dan bilangan koordinatnya adalah 4.
Keempat buah atom terdekat itu membentuk suatu tetrahedron, dengan pusatnya : atom yang
bersangkutan konfigurasi semacam ini sering dijumpai pada semikonduktor, dan dinamakan
ikatan tetrahedral seperti pada gambar 1.20

Gambar 1.20 Struktur Kristal Intan (diamond)


(a) Posisi atom dalam dua dimensi

(b) Struktur ikatan tetrahedral

Struktur ZincBlende (ZnS)


Sama dengan struktur intan, bedanya adalah bahwa basis tidak terdiri dari dua atom
yang sama, tetapi yang berlainan, yait Zn dan S.
22

E. Ketaksempurnaan Kristal
Ketak-sempurnaan kristal yang dimaksud adalah cacat kristal dengan kategori berikut
a) cacat di titik kisi (point defect, cacat titik), yang terjadi karena adanya ketak-murnian
atom kekurangan dalam susunan kristal di suatu titik. cacat titik dimensinya tidak
melebihi beberapa kali jarak antar-atom
b) cacat garis yang meliputi jarak panjang umpanya jutaan jarak antar atomnya
c) cacat bidang (interfacial defect) adalah cacat pada batas yang memisahkan suatu daerah.
d) cacat ruang

a. Cacat Titik
Cacat titik dapat berbentuk sebagai berikut :
a) Ketakmurnian, yaitu adanya atom-atom asing pada beberapa titik kisi kristal. Kehadiran
atom-atom asing didalam kristal mempunyai pengaruh pada sifat listrik, sifat optik,
mekanik, maupun termal suatu kristal.
Kehadiran atom asing dalam silikon justru dipergunakan untuk mengendalikan sifat
semikonduktor silikon. Industi Semikonduktor dapat ada karena kemampuan orang untuk
mengandalikan konsntrasi atom asing dalam silikon dan germanium.
b) Kokosongan, artinya tidak hadirnya atom di suatu titik kisi kristal. kekosongan setempat
mempunyai pengaruh pada besar medan listrik setempat, dengan berbagai implikasinya
pada sifat listrik dan optik zat padat. Pusat-pusat warna dalam kristal alkali halida terjadi
karena terjadinya kekosongan.
c) Sisipan, artinya kehadiran atom disuatu tempat yang bukan titik kisi kristal. Sisipan
seperti ini menganggu keteraturan susunan kristal di daerah sekelilingnya.
d) Cacat Frenkel adalah pasangan anatar kekosongan di suatu titik kisi kristal dan sisipan
dari kekosoangan atom itu di temapt yang lain. Secara keseluruhan jumlah atom dalam
kristal tidak berubah (kekosongan = sisipan). Ini dinamakan cacat frenkel. Cacat Frenkel
dapat terjadi dalam keseimbangan termal, dan terbentuk denagn menembakkan netron
pada suatu cuplikan kristal. Studi tentang cacat Frenkel terutama dimotivasi oleh
keinginan-tahuan tentang perubahan sifat semikonduktor oleh oleh radiasi sinar radioaktif.
23

Gambar 1. 21. Cacat titik (point defect)


b. Cacat Garis atau Dislokasi
Cacat yang meliputi berjuta jarak antar atom. Contoh dari dislokasi digambarkan
dibawah ini, khususnya apa yang dinamakan edge type dislocation dan screw type disocation.
Cacat kristal, seperti dikatakan sebelumnya, mempunyai sifat-sifat fisiknya.

Gambar 1.22 Cacat Garis

c. Cacat bidang (interfacial defect)


Cacat bidang ialah cacat pada batasan antara 2 buah dimensi dan umumnya
memisahkan daerah dari material yang mempunyai struktur kristal berbeda dan atau arah
kristalnya berbeda, misalnya batas butir (karena bagian batas butir inilah yang membeku
24

paling akhir dan mempunyai orientasi serta arah atom yang tidak sama). Semakin banyak
batas butir maka akan semakin besar peluang menghentikan dislokasi. Kemudian contoh
yang berikutnya adalah Twin (batas butir tapi special, maksudnya antara butiran satu dengan
butiran lainnya merupakan cerminan).

d. Cacat ruang
Perubahan bentuk secara permanen disebut dengan deformasi Plastis, deformasi
plastis terjadi dengan mekanisme :
a.

Slip, yaitu perubahan dari metallic material oleh pergerakan dari luar sepanjang
kristal. Bidang slip dan arah slip terjadi pada bidang grafik dan arah atom yang
paling padat karena dia butuh energi yang paling ringan atau kecil.

b.

Twinning terjadi bila satu bagian dari butir berubah orientasinya sedemikian rupa
sehingga susunan atom di bagian tersebut akan membentuk simetri dengan bagian
kristal yang lain yang tidak mengalami twinning.

25

SOAL-SOAL LATIHAN
Kerjakan soal-soal latihan dibawah ini !

1. Gambarlah masing-masing 5 buah kisi Bravais primitif dan non primitif dua dimensi!
2. Untuk suatu struktur Na Cl, hitunglah jarak antara titik pusat ion Na dan
a. tetangga terdekat
b. ion positif terdekat
c. ion Cl kedua terdekat
d. ion Cl ketiga terdekat
3. a) Berapa jumlah arah yang terdapat pada kelompok
untuk kristal tetragonal. Sebutkan semua arah-arah tersebut!
4. Tuliskan kedua belas bidang yang termasuk kelompok {

dalam kristal kubik dan b)


} pada kristal kubik

5. Sebuah bidang melalui titik-titik 0,0,0 ; 0,1/2, ; dan , 0,. Tentukan indeks Miller!
6. Gambarkan dua bidang dengan indek miller (122)!
7. Kristal berdimensi dua, vector-vektor translasinya

Hitunglah luas sel satuannya!

8. Nikel berbentuk kubik pemusatan sisi dengan jari-jari atom 0,1246 nm. Tentukan jarak
!
9. Jarak antar bidang (110) suatu Kristal pemusatan ruang adalah 0,203 nm. Tentukan ukuran
sel satuan dan jari-jari atom!
10. Timah hitam kps dan jari-jari atomnya

. Berapa volume sel satuan?

26