Anda di halaman 1dari 18

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI

Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI


I.

ASAS-ASAS DAN RUANG LINGKUP ILMU ANTROPOLOGI


A. Fase-Fase Perkembangan Ilmu Antropologi
1. Fase pertama (sebelum 1800)
Dimulai dari kedatangan bangsa Eropa Barat ke benua Asia,
Afrika, Oceania, dan Amerika selama empat abad yang kebanyakan oleh
para musafir, pelaut, pendeta nasrani, dan pegawai pemerintah jajahan
mengumpulkan laporan, kisah perjalanan dan pengetahuan berupa
deskripsi tentang adat istiadat, susunan masyarakat dan dan ciri-ciri fisik
penduduk pribumi tersebut. Bahan deskripsi itu disebut etnografi (ethos=
bangsa). Beberapa pandangan Eropa barat terhadap masyarakat pribumi
tersebut, yaitu (Koentjaraningrat,2009; hlm.2):
a. Ada yang berpandangan bahwa bangsa-bangsa itu bukan
manusia melainkan manusia liar atau keturunan iblis dan
sebagainya.
b. Ada yang berpandangan bahwa bangsa-bangsa itu adalah contoh
masyarakat yang masih murni dan belum mengenal kejahatan
dan keburukan seperti masyarakat yang ada di Eropa.
c. Ada yang tertarik pada adat istiadat aneh, lalu mengumpul bendabenda kebudayaan dari berbagai suku di Asia, Afrika, Oceania
dan Amerika pribumi ini menjadi satu dan membuat museum
pertama agar dapat dilihat oleh umum.
2. Fase kedua (sekitar abad pertengahan)
Masyarakat Eropa kala itu berpikir bahwa masyarakat dan
kebudayaannya lambat laun akan berevolusi dalam beberapa tahun
lamanya dan menempuh berbagai tingkatan dari tingkatan, dari tingkatan
rendah ke tingkatan yang tertinggi. Masyarakat Eropa kala itu
menganggap bahwa bentuk masyarakat dan kebudayaan tertinggi adalan
Eropa barat. Masyarakat di luar Eropa Barat adalah primitif yang tingkat
kebudayaannya lebih rendah yang masih hidup sampai sekarang,
sebagai sisa-sisa dari kebudayaan manusia jaman dulu. Timbulnya
klasifikasi/ tingkatan evolusi masyarakat dan beragam kebudayaan di

SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI
dunia maka timbulah Ilmu Antropologi dan menyebabkan timbulnya pula
karangan hasil penelitian tentang sejarah penyebaran kebudayaan
bangsa-bangsa. Pada fase ini ilmu antropologi masuk ke dalam ilmu
akademis dengan tujuan: mempelajari masyarakat dan kebudayaan
primitive dengan maksud untuk mendapat suatu pengertian tentang
tingkat-tingkat kuno dalam sejarah evolusi dan sejarah penyebaran
kebudayaan manusia. (Koentjaraningrat,2009; hlm.3)
3. Fase ketiga (permulaan abad ke 20)
Setelah sebagian Eropa memantapkan kekuasaannya di daerah
jajahan luar Eropa maka ilmu antropologi menjadi sangat penting karena
pada umumnya masyarakat tersebut masih belum kompleks seperti
masyarakat bangsa Eropa. Sebagai contoh Amerika yang mengalami
berbagai masalah yang berhubungan dengan suku-suku bangsa Indian
penduduk pribumi benua Amerika, kemudian terpengaruh oleh ilmu
antropologi tadi. Sehingga mempelajari masyarakat dan kebudayaan
suku bangsa di luar Eropa guna kepentingan pemerintah kolonial dan
guna mendapatkan suatu pengertian tentang masyarakat masa kini yang
kompleks (Koentjaraningrat,2009; hlm.4)
4. Fase keempat (sesudah kira-kira 1930)
Pada fase ini, ilmu antropologi berkembang semakin luas yang
disebabkan adanya dua perubahan di dunia:
1. Timbulnya antipasti terhadap kolonialisme sesudah PD II;
2. Hilangnya bangsa-bangsa primitif (bangsa- bangsa asli dan
terpencil dari pengaruh kebudayaan Amerika dan Eropa)
dengan cepat sekitar tahun 1930 dan setelah PD II hampir tak
ada lagi.
Kedua proses tersebut menyebabkan hilangnya lapangan ilmu
antropologi ini sehingga timbul keinginan memperluas dengan tujuan
baru. Para ilmuwan dan tokoh antropologi di berbagai negara Amerika
dan Eropa (termasuk Uni Soviet) mengadakan symposium merumuskan
pokok tujuan dan ruang lingkup ilmu antropologi sehingga para peneliti

SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI
mengembangkan ilmu antropologi yaitu tidak hanya mempelajari suku
bangsa primitive namun beralih ke manusia pedesaan baik di Eropa
maupun di luar Eropa, yang ditinjau dari ragam fisik, masyarakat dan
kebudayaannya. Tetapi warisan dari fase pertama, kedua dan ketiga
tidak dibuang begitu saja namun sebagai landasan perkembangan yang
baru.
Mengenai tujuannya, perkembangan ilmu antropologi yang
keempat ini dibagi menjadi dua, yaitu: tujuan akademis dan tujuan praktif.
Tujuan akademis adalah mencapai pengertian tentang makhluk manusia
pada umumnya dengan mempelajari keragaman bentuk fisiknya,
masyarakat serta kebudayaannya. Tujuan praktisnya adalah mempelajari
manusia dalam keragaman masyarakat suku bangsa guna membangun
suku bangsa masyarakat itu. (Koentjaraningrat,2009; hlm.5)
B. Antropologi Masa Kini
1. Perbedaan di berbagai pusat ilmiah
Ilmu antropologi yang masih muda menyebabkan tujuan dan
ruang lingkupnya belum kompleks yang menyebabkan perbedaan paham
antara berbagai aliran dalam kalangan sendiri yang digolongkan ke
dalam universitas di berbagai negara ilmu antropologi berkembang.
Amerika

serikat

mengintegrasikan

seluruh

warisan

ilmu

antropologi fase pertama, kedua dan ketiga dengan spesialisasi yang


dikembangkan secara khusus. Fase keempat di universitas Amerika ini
berkembang dengan seluas- luasnya.
Inggris dan negara- negara yang ada di bawah pengaruhnya
seperti Australia, ilmu antropologi fase ketiga masih dilakukan yaitu
mempelajari suku- suku bangsa asli Papua Nugini dan kepulauan
Melanesia untuk keperluan penjajahan.
Eropa Tengah seperti Jerman, Austria dan swiss hingga kira- kira
awal tahun 1970an ilmu antropologinya masih pada fase kedua, yang
mempelajari bangsa- bangsa di luar Eropa dan sejarah sebaran
kebudayaan umat manusia.

SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI
Eropa utara dan negara- negara Skandinavia, ilmu antropologi
bersifat akademikal seperti Jerman dan Austria. Mereka mempelajari
benua di luar Eropa terutama suku bangsa Eskimo.
Perkembangan ilmu antropologi di Uni Soviet tidak banyak di
kenal karena Uni Soviet sekitar tahun 1960 seolah mengisolasi diri dari
dunia lainnya, namun ilmu antropologi di Uni Soviet menunjukkan bidang
praktis

yaitu

masyarakat

mengumpulkan
dan

kebudayaan

bahan

tentang

bangsa-

keragaman

bangsa

yang

bentuk

merupakan

penduduk wilayah Uni Soviet yang luas dan mengembangkan saling


pengertian antara suku bangsa. Selain itu para sarjana Uni Soviet
menyusun buku ikhtisar tentang kebudayaan suku bangsa di benuabenua lainnya di muka bumi dengan judul Narody Mira (bangsa- bangsa
di dunia) dalam bahasa Rusia.
Negara
antropologi

bekas

mendapat

jajahan
pengaruh

Inggris,
besar

contohnya
dari

aliran

India,

metode

Inggris

yang

menjadikan ilmu tersebut berfungsi secara praktis mengenai keragaman


kehidupan masyarakat India dari golongan- golongan penduduk sehingga
sosiologi dan antropologi menjadi ilmu social yang baru sebab masalah
nasional dan masalah kota erat kaitannya dengan masalah pedesaan.
Di Indonesia baru dikembangkan ilmu antropologi sehingga masih
merdeka untuk memilih aliran antropologi yang paling cocok untuk
diselaraskan dengan masalah kemasyarakatan Indonesia.

2. Perbedaan- perbedaan istilah


Istilah yang lazim dipakai dalam ilmu antropologi yang tersebar di
berbagai negara adalah (Koentjaraningrat,2009; hlm. 9):
a. Ethnography yang berarti pelukisan tentang bangsa- bangsa yang
menjadi metode awal untuk menyimpulkan keterangan masyarakat
dan kebudayaan luar Eropa yang metodenya bersifat deskriptif.

SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI
b. Etnologi berarti ilmu bangsa- bangsa. Istilah tersebut mulai
ditinggalkan kecuali di Amerika dan Inggris yang mempelajari sejarah
perkembangan kebudayaan manusia.
c. Volkerkunde adalah ilmu bangsa-bangsa
d. Kulturkunde adalah ilmu kebudayaan
e. Anthropologi adalah ilmu tentang manusia mempelajari ras manusia
dan ciri fisiknya.
C. Ilmu-Ilmu Bagian dari Antropologi
1. Lima ilmu bagian dari antropologi
Universitas Amerika Serikat merumuskan lima masalah penelitian khusus
dalam ruang lingkup antropologi yaitu (Koentjaraningrat,2009; hlm.10):
a. Masalah sejarah perkembangan manusia
b. Masalah beragamnya manusia dari ciri-ciri tubuh
c. Masalah sejarah asal, perkembangan, dan penyebaran bahasa
dunia
d. Masalah perkembangan, penyebaran dan keragaman budaya
manusia
e. Masalah asas- asas kebudayaan manusia dari seluruh suku
bangsa.
Berkaitan dengan kelima pengkhususan masalah tersebut, maka
antropologi mengenal ilmu-ilmu bagian, yaitu(Koentjaraningrat,2009; hlm.11):
a. Paleo antropologi
b. Antropologi fisik
c. Etnolinguistik
d. Prehistori
e. Etnologi
2. Spesialisasi antropologi (Koentjaraningrat,2009; hlm.17)
a. Antropologi ekonomi
b. Antropologi pembangunan
c. Antropologi pendidikan
d. Antropologi kesehatan

SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI
e. Antropologi penduduk
f.

Antropologi polotik

g. Antropologi psikiatri
D. Hubungan Antara Antropologi- Sosial dan Sosiologis
1. Persamaan dan perbedaan antara kedua ilmu
Memiliki tujuan yang hampir sama yaitu untuk mencapai pengertian
tentang asas- asas hidup manusia dan kebudayaan manusia pada
umumnya namun ada perbedaan, yaitu(Koentjaraningrat,2009; hlm.21):
a. Kedua ilmu itu mempunyai asal mula dan perkembangan yang
berbeda dan sejarah
b. Asal mula yang berbeda menyebabkan berbedanya pokok dan bahan
penelitian
c. Asal mula dan sejarah yang berbeda mennyebabkan berkembangnya
metode dan masalah dari kedua ilmu tersebut.
2. Sejarah perkembangan sosiologi
Pada

mulanya

sosiologi

merupakan

ilmu

filsafat

yang

menganalisis segala hal yang ada di sekelilingnya namun juga


memikirkan tentang masyarakatnya (Koentjaraningrat,2009; hlm.21).
3. Pokok ilmiah dari antropologi sosial dan sosiologi
Mulanya antropologi social hanya mengumpulkan deskripsi
mengenai keragaman ciri manusia, masyarakat, serta kebudayaannya di
luar Eropa barat, sedangkan sosiologi objek penelitiannya tertuju pada
masyarakat dan kebudayaan. Bangsa- bangsa yang hidup dalam
lingkungan

kebudayaan

perkembangan

yang

Eropakeempat,

Amerika
ilmu

walaupun
antropologi

dalam

fase

social

juga

memperhatikan segala masyarakat dalam lingkungan kebudayaan EropaAmerika terutama di pedesaan Eropa dan luar Eropa.
4. Metode ilmiah dari antropologi social dan sosiologi
Antropologi memiliki pengalaman yang lama dalam hal meneliti
kebudayaan suku bangsa yang ada di luar Eropa yang diteliti secara
keseluruhan. Sedangkan sosiologi lebih memusatkan perhatian pada

SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI
unsur- unsur gejala- gejala khusus dalam masyarakat manusia dengan
menganalisis kelompok sosial khusus (social grouping) hubungan antar
kelompok- kelompok atau individu- individu (social relation) atau prosesproses yang terdapat dalam kehidupan masyarakat sehingga tidak perlu
memandang secara keseluruhan.
E. Hubungan Antara Antropologi dan Ilmu-Ilmu Lain
Hubungan antara antropologi dan ilmu-ilmu lain bersifat timbal- balik,
diantaranya ilmu- ilmu tersebut adalah(Koentjaraningrat,2009; hlm.26):
a. Ilmu geologi

h. Ilmu sejarah

b. Ilmu paleontologi

i. Ilmu geografi

c. Ilmu anatomi

j. Ilmu ekonomi

d. Ilmu kesehatan masyarakat

k. Ilmu hukum adat

e. Ilmu psikiatri

l. Ilmu administrasi

f.

m. Ilmu politik

Ilmu linguistic

g. Ilmu arkeologi
F. Metode Ilmiah dari Antropologi
Metode ilmiah dari suatu ilmu pengetahuan adalah segala jalan atau
cara dalam rangka ilmu tersebut , untuk sampai kepada kesatuan
pengetahuan (Koentjaraningrat,2009; hlm.27).
Tahap-tahap yang dilakukan saat menggunakan metode yang ilmiah
dalam ilmu antropologi :
1. Pengumpulan fakta
2. Field Notes
3. Penentuan ciri ciri umum dan sistem
4. Verifikasi
II. MAKHLUK MANUSIA
A. Makhluk Manusia Di Antara Makhluk- Makhluk Lain
Manusia dilihat dari sudut biologi hanyalah merupakan salah satu
jenis makhluk hidup di antara lebih dari sejuta jenis makhluk lain yang
bertahan hingga saat ini. Dalam proses evolusi banyak bentuk makhluk yang
sederhana hilang dan punah dari muka bumi. Para ahli biologi telah
SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI
membuat system klasifikasi semua makhluk berdasarkan berdasarkan
morfologi dan organismenya.
B. Evolusi Ciri- Ciri Biologis
Dalam proses evolusi, bentuk makhluk yang baru, timbul sebagai
proses percabangan dari bentuk makhluk- makhluk yang lebih tua. Menurut
para ahli, ciri- ciri biologi itu termaktub di dalam gen dan . ciri- ciri lahir
(fenotipe) yang tampak dari luar bisa tidak sama dengan susunan ciri-ciri
pada gen- gennya (genotype).
Mutasi adalah suatu proses yang berasal dari dalam organisma .
Suatu gen yang telah lama diturunkan dari angkatan ke angkatan bribu-ribu
tahun lamanya , pada saat ge itu terbentuk karena adanya zyogte yang baru
dapat berubah sedikit sifatnya. (Koentjaraningrat,2009; hlm.55)
C. Evolusi Primata dan Manusia
Manusia merupakan salah satu jenis makhluk primate yang telah
melalui proses evolusi. Makhluk pertama dari suku primate muncul di muka
bumi sebagai suatu cabang dari makhluk manusia (binatang menyusui)
sekitar 70 juta tahun yang lalu (kala Paleosen tua). Cabang yang timbul
kemudian, pada kala miosen sekitar 20 juta tahun yang lalu adalah kera
pongopygmeus atau orang utan (Koentjaraningrat,2009; hlm.56).
Cabang ketiga adalah jenis makhluk yang menurut para ahli adalah
nenek moyang manusia. Cabang keempat adalah kera pongid, yaitu
semacam simpanse dan gorilla sekitar 12 juta tahun yang lalu di akhir kala
miosen. Percabangan berikutnya terjadi di Afrika timur dari evolusi
giganthropus. Cabang inilah menurut para ahli yang akan berevolusi
menurunkan cabang manusia (Koentjaraningrat,2009; hlm.59).
Seabad yang lalu para ahli mencari makhluk penghubung yang hilang
(missing link) dari silsilah kera ke manusia, tetapi sekarang konsep tersebut
berubah, yaitu para ahli menganngap makhluk tersebut sebagai pendahuluan
(precussor) yang mendahului baik kera besar (pongid) maupun manusia.

SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI
D. Aneka Ragam Manusia
Dalam sejarah bangsa-bangsa, terdapat banyak kesalahpahaman
konsepsi mengenai keragaman ciri- ciri fisik yang tampak nyata seperti
warna kulit, rambut dan bentuk wajah sehingga menyebabkan timbulnya
pengertian ras. Ciri- ciri morfologi merupakan fenotipe yang tampak dari
luar, terdiri dari dua golongan:
1. Ciri- ciri kualitatif (warna kulit, bentuk rambut, dan sebagainya)
2. Ciri- ciri kuantitatif (berat badan, ukuran badan, index cephalicus, dan
sebagainya)
Berdasar klasifikasi A.L Kroeber, garis- garis besar penggolongan ras
terpenting di dunia, adalah sebagai berikut (Koentjaraningrat,2009; hlm.77):
1. Australoid
2. Mongoloid
3. Caucasoid
4. Negroid
5. Ras- ras khusus
E. Organ Manusia
Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki organ yang secara
biologis kalah kemampuan fisiknya dari binatang lain. Namun, Otak manusia
telah berkembang dengan adanya bahasa sehingga kemampuan akal
manusia meningkat. Himpunan pengetahuan akal manusia merupakan dasar
dari kebudayaan manusia, yaitu: a) system perlambangan vocal dan bahasa;
b) system pengetahuan; c) organisasi social; d) system peralatan hidup dan
teknologi; e) system mata pencarian hidup; f) system religi; dan g) kesenian
(Koentjaraningrat,2009; hlm.81).

III. KEPRIBADIAN MASYARAKAT


A. Definisi Kepribadian
Susunan unsur- unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan
tingkah laku tiap individu manusia disebut kepribadian atau personality
(Koentjaraningrat,2009; hlm.83).

SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI

B. Unsur-Unsur Kepribadian
Kepribadian seseorang terbentuk oleh pengetahuan (penggambaran,
persepsi, apersepsi, pengamatan, konsep dan fantasi mengenai berbagai
macam hal yang ada di lingkungannya.
C. Materi dan Unsur-Unsur Kepribadian
Seorang ahli etnopsikologi bernama A.F.CWalace telah membuat
kerangka sasaran unsur- unsur kepribadian manusia secara sistematis yang
memuat tiga hal yaitu (Koentjaraningrat,2009; hlm.91):
1. Beragam kebutuhan individu
a. Kebutuhan biologis
b. Kebutuhan psikologis
2. Beragam hal dalam lingkungan individu
a. Identitas aku yang bersifat fisik
b. Identitas aku yang bersifat psikologis
c. Kesadaran individu mengenai lingkungan sekitarnya
d. Kesadaran individu mengenai alam fauna dan flora
e. Kesadaran individu mengenai berbagai macam benda serta gejala
alam di sekitarnya
3. Beragam cara memperlakukan hal dalam lingkungan diri sendiri guna
memenuhi kebutuhan diri
a. Berbagai cara, teknik, dan metode untuk memenuhi kebutuhan
biologis maupun psikologis
b. Berbagai cara, teknik, dan metode untuk menghindari, menolak atau
meniadakan kebutuhan biologis maupun psikologis
c. Berbagai cara, teknik, dan metode untuk memperkuat identitas Aku.
d. Berbagai cara, teknik, dan metode untuk berinteraksi dengan
manusia dalam lingkungan
e. Berbagai cara, teknik, dan metode untuk mempergunakan binatang
dan tumbuhan untuk keperluan individu

SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

10

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI
f.

Berbagai cara, teknik, dan metode untuk mendapatkan, dan


menggunakan berbagai macam benda serta gejala alam di
sekitarnya.

IV. MASYARAKAT
A. Kehidupan Berkelompok dan Definisi Masyarakat
Manusia maupun makhluk lain yang hidup bersama individu- individu
sejenisnya hidup dalam suatu kelompok. Ciri khas kehidupan kelompok yaitu:
1) pembagian kerja yang tetap; 2) ketergantungan antar individu; 3)
kerjasama antar individu; 4) komunikasi antar individu; dan 5) diskriminasi
antara individu- individu warga dan individu- individu dari luarnya
(Koentjaraningrat,2009; hlm.109).
B. Berbagai Wujud Kelompok Manusia
Ragam tingkah laku manusia bukan disebabkan oleh beragam ciri
ras, melainkan karena kelompok- kelompok tempat manusia itu bergaul dan
berinteraksi (Koentjaraningrat,2009; hlm.113).
C. Unsur-Unsur Masyarakat
Berikut adalah unsur-unsur masyarakat yang ada , antara lain :
1. Masyarakat
Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi
menurut suatu system adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan
yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Sedang komunitas adalah
suatu kesatuan hidup manusia yang menempati suatu wilayah yang
nyata, dan berinteraksi menurut suatu system adat istiadat dan yang
terikat oleh suatu rasa identitas komunitas. Kedua istilah itu memang
bertumpang tindih tetapi istilah masyarakat lebih umum bagi suatu
kesatuan hidup manusia sehingga bersifat lebih luas dibandingkan
komunitas (Koentjaraningrat,2009; hlm.118)
2. Kategori sosial
Kesatuan manusia yang terwujudkan karena adanya suatu ciri
atau suatu kompleks ciri-ciri obyektif yang dapat dikenakan kepada
manusia-manusia itu. Penilaian secara objektif ini lah yang membuat

SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

11

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI
orang lain . Maka dari itu berarti kategori sosial terbentuk karena adanya
penilaian dari orang lain mengenai ciri yang dikenakan manusia.
3. Golongan Sosial
Yang membedakan antara kategori dengan golongan adalah jika
golongan sosial ini memang memiliki kesadaran identitas yang tumbuh
dan menjadi bentuk respon atau reaksi terhadap sesuatu. Dibuat oleh
orang yang bersangkutan serta dihadapkan oleh struktur sosial namun
hirarkinya tidak sejelas kategori.
4. Kelompok dan Perkumpulan
Menurut C.H Cooley yang membedakan dua aspek hubungan
antara kelompok yaituprimary group dan secondary group.
Menurut

Tonnies

yang

membedakan

dua

masyarakat

yaitu Gemeinschaft danGesellschaf. Tabel perbedaan antara kelompok


dengan perkumpulan:
Kelompok

Perkumpulan

Primary Group

Association

Gemeinschaft

Gesellschaft

Solidarite mechanique

Solidariteorganique

Hubungan Familistic

Hubungan contractual

Dasar organisasi adat

Dasar organisasi buatan

Pimpinan
berdasarkan
kewibawaan dan karisma

Pimpinan
berdasarkan
wewenang dan hukum

Hubungan berazas perorangan

Hubungan
anonim&berazasguna

Syarat dari konsep masyarakat yaitu kerumunan, kategori sosial dan


golongan sosial.

SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

12

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI
D. Pranata Sosial
Pranata adalah system norma atau aturan- aturan yang mengenai
suatu aktifitas masyarakat yang khusus (Koentjaraningrat,2009; hlm.134).
E. Integrasi Masyarakat
Struktur sosial dalam hal menganalisa masyarakat, seorang peneliti
memerinci kehidupan masyarakat itu ke dalam unsur-unsurnya yaitu pranata,
kedudukan sosial dan peranan sosial. Fungsi dari struktur sosial adalah
sebagai pengendali di dalam masyarakat yang memiliki batasan-batasan
tertentu di dalam bermasyarakat.
V. KEBUDAYAAN
A. Definisi Menurut Ilmu Antropologi
Kebudayaan adalah keseluruhan system gagasan, tindakan dan hasil
karya kehidupan manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik
diri manusia dengan belajar. Kata kebudayaan berasal dari bahasa
sansekerta buddhayah yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau
akal. Sehingga kebudayaan dapat diartikan sebagai hal- hal yang
bersangkutan dengan akal. (Koentjaraningrat,2009; hlm.144-146)
B. Tiga Wujud Kebudayaan
Menurut

Koentjaraningrat,

kebudayaan

ada

tiga

wujudnya

yaitu(Koentjaraningrat,2009; hlm.151):
1. Sebagai suatu kompleks dari ide-ide , gagasan , nilai, norma ,
peraturan , dan sebagainya
2. Sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia
dalam masyarakat
3. Kebudayaan sbagai benda hasil karya manusia.
C. Unsur- unsur kebudayaan
Unsur kebudayaan yang disebut sebagai isi pokok dari tiap
kebudayaan di dunia menurut Koentjaraningrat; hlm.165 adalah:
1. Bahasa
2. Sistem pengetahuan
3. Organisasi sosial

SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

13

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI
4. Sistem pralatan hidup dan teknologi
5. Sistem mata pencaharian
6. Sistem religi
7. Kesenian

VI. DINAMIKA MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN


A. Konsepsi Khusus Mengenai Pergeseran Masyarakat dan Kebudayaan
Semua konsep yang diperlukan apabial ingin menganalisis prosesproses pergeseran masyarakat dan kebudayaan, termasuk lapangan
penelitian ilmu antropologi dan sosiologi disebut dinamika social (social
dynamics) (Koentjaraningrat,2009; hlm.184).
B. Proses Belajar Kebudayaan Sendiri
Belajar kebudayaan sendiri melalui berbagai proses seperti:
1. Internalisasi; proses sejak individu dilahirkan sampai meninggal
2. Sosialisasi; proses belajar kebudayaan dalam hubungan sosial
3. Enkulturasi: proses mempelajari alam pikiran serta sikap dengan adat,
system norma dan peraturan hidup dalam kebudayaan.
C. Proses Evolusi Sosial
Proses Evolusi budaya melalui :
1. Difusi : Penyebaran budaya
2. Akulturasi : Pencampuran budaya
3. Asimilasi : Proses yang timbul bila ada latar belakang masyarakat yang
berbeda-beda , berinteraksi dalam jangka waktu yang lama dan
intensif, unsur-unsur kebudayaan campuran.
4. Inofasi : Suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber
alam , energi, teknologi dan lain lain hal ini yang menyebabkan adanya
pembaruan kebudayaan.
5. Discovery : Penemuan dari suatu unsur kebudayaan yang baru., baik
berupa suatu alat baru , suatu ide baru yang diciptakan oleh seorang
individu , atau suatu rangkaian dari beberapa individu dalam
masyarakat yang bersangkutan.

SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

14

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI
VII. ANEKA RAGAM KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT
A. Konsep Suku Bangsa
Konsep yang tercakup dalam istilah suku bangsa adalah suatu
golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan
kebudayaan. Kesadaran dan identitas tadi seringkali dikuatkan oleh kesatuan
bahasa juga. (Koentjaraningrat,2009; hlm.215)
Kesatuan masyarakat suku-suku bangsa di dunia berdasarkan criteria
mata pencarian dan system ekonomi, ada enam macam yaitu:
1. Masyarakat pemburu dan peramu
2. Masyarakat peternak
3. Masyarakat peladang
4. Masyarakat nelayan
5. Masyarakat petani pedesaan
6. Masyarakat perkotaan kompleks
B. Konsep Daerah Kebudayaan
Suatu daerah kebudayaan merupakan suatu penggolongan atau
penggabungan yang dilakukan oleh ahli- ahli antropologi dari suku bangsa
yang beragam kebudayaannya, namun mempunyai beberapa unsur dan ciri
mencolok yang serupa. (Koentjaraningrat,2009; hlm.221)
C. Daerah- Daerah Kebudayaan Di Amerika Utara
Daerah kebudayaan di Amerika Utara menurut Clark Wissler adalah:
1. Daerah kebudayaan Eskimo
2. Daerah kebudayaan Yukon Mackenzie
3. Daerah kebudayaan Pantai barat laut
4. Daerah kebudayaan Dataran tinggi
5. Daerah kebudayaan Plains
6. Daerah kebudayaan Hutan timur
7. Daerah kebudayaan California
8. Daerah kebudayaan Barat daya
9. Daerah kebudayaan Tenggara
10. Daerah kebudayaan Meksiko

SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

15

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI
D. Daerah- Daerah Kebudayaan Di Amerika Latin
1. Daerah kebudayaan Cacique
2. Daerah kebudayaan Andes
3. Daerah kebudayaan Andes selatan
4. Daerah kebudayaan Rimba Tropik
5. Daerah kebudayaan Berburu dan meramu
E. Sub- Sub Kawasan Geografi Di Oseania
Empat

sub

kawasan

geografi

di

dunia

yaitu:

kebudayaan-

kebudayaan penduduk asli Australia, kebudayaan- kebudayaan penduduk


Irian dan Melanesia, dan kebudayaan- kebudayaan penduduk Polinesia
(Koentjaraningrat,2009; hlm.230).
F. Daerah- Daerah Kebudayaan Di Afrika
1. Daerah kebudayaan Afrika utara
2. Daerah kebudayaan Hilir Nil
3. Daerah kebudayaan Sahara
4. Daerah kebudayaan Sudan Barat
5. Daerah kebudayaan Sudan timur
6. Daerah kebudayaan Hulu tengah Nil
7. Daerah kebudayaan Afrika tengah
8. Daerah kebudayaan Hulu selatan Nil
9. Daerah kebudayaan Tanduk Afrika
10. Daerah kebudayaan Pantai Guinea
11. Daerah kebudayaan Bantu Khatulistiwa
12. Daerah kebudayaan Bantu Danau-danau
13. Daerah kebudayaan Bantu timur
14. Daerah kebudayaan Bantu Tengah
15. Daerah kebudayaan Bantu barat daya
16. Daerah kebudayaan Bantu tenggara
17. Daerah kebudayaan Choisan
18. Daerah kebudayaan Madagaskar

SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

16

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI
G. Daerah- Daerah Kebudayaan di Asia
1. Daerah kebudayaan Asia tenggara
2. Daerah kebudayaan Asia selatan
3. Daerah kebudayaan Asia barat daya
4. Daerah kebudayaan Cina
5. Daerah kebudayaan Steppa Asia tengah
6. Daerah kebudayaan Siberia
7. Daerah kebudayaan Asia Timur laut
H. Suku- Suku Bangsa Di Indonesia
Klasifikasi dari beragam suku bangsa di wilayah Indonesia biasanya
masih berdasarkan system lingkaran- lingkaran hukum adat yang di susun
oleh Van Vollenhoven, yaitu:
1. Aceh

13. Toraja

2. Gayo alas dan batak

14. Sulawesi Selatan

3. Nias batu

15. Ternate

4. Minangkabau

16. Ambon Maluku

5. Mentawai

17. kepulauan barat daya

6. Sumatera selatan

18. Irian

7. Enggano

19. Timor

8. Melayu

20. Bali dan Lombok

9. Bangka Belitung

21. Jawa tengah dan Timur

10. Kalimantan

22. Surakarta dan Yogyakarta

11. Sangir talaud

23. Jawa Barat.

12. Gorontalo

VIII.

ETNOGRAFI

A. Kesatuan Sosial Dalam Etnografi


Batas batas dari masyarakat, bagian suku bangsa yang menjadi
pokok nyata dari deskripsi etnografi. Menurut J.A Clifton dalam buku
Introduction to Cultural Anthropology (Koentjaraningrat,2009; hlm.253):
1. Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh satu desa maupun lebih

SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

17

[REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


Prof. Dr. Koentjaraningrat] ANTROPOLOGI
2. Kesatuan masyarakat yang terdiri dari penduduk yang mengucapkan
satu bahasa atau satu logat bahasa
3. Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh garis batas suatu daerah
politikal dan administratif
4. Kesatuan masyuarakat yang batasnya dientukan oleh rasa identitas
penduduknya sendiri
5. Ksatuan masyarakat yang ditentukan oleh suatu wilayah geografis
yang merupakan kesatuan daerah
6. Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh kestua ekologi
7. Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang mengalami satu
pengalaman sejarah yang sama
8. Kesatua masyarakat dengan penduduk yang frekuensi interaksinya
merata tinggi
9. Kesatuan masyarakat dengan susunan sosial yang seragam .
TANGGAPAN MENGENAI BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI
1. Pada bab I sub-bab bagian A sampai E cukup menarik penjelasannya dan
lebih sistematis dibandingkan sub-bab F dan G yang agak membosankan
rinciannya tidak beruntun dan hanya berupa narasi
2. Kurang gambar, grafik atau skema, sehingga pembaca mudah mengalami
kejenuhan.
3. Pada uraian spesifikasi antropologi sebaiknya ada resume yang merupakan
garis besar dari uraian panjang sebelumnya mengenai nama spesifikasinya,
serta pengertiannya dengan menggunakan poin atau item sehingga tidak
menyebabkan susunan yang monoton
4. Pada halaman 223. Disebutkan kesembilan daerah kebudayaan di Amerika
Serikat tetapi yang disebutkan ada sepuluh.
5. Susunan paragrafnya cenderung deduktif sehingga mempermudah pembaca
dalam menemukan inti atau kalimat utama dari paragraf.
6. Penguatan kata dengan menggunakan tanda petik ataupun huruf miring
memudahkan pembaca dalam menemukan kata yang dimaksud pengarang
dengan tepat,

SUCI QADRIANA RAMADHANI (13/353104/PTK/8952)

18