Anda di halaman 1dari 41

Desain Alur Pelayaran

Teknik Kelautan

2014

Alur pelayaran dgunakan untuk :


Mengarahkan kapal yang akan masuk dan keluar
pelabuhan,
Menjamin keselamatan kapal dalam perjalanannya
masuk ke pelabuhan melalui alur pelayaran
sampai kemudian

Tujuan
Tujuan dari tugas besar ini adalah untuk memodelkan

perubahan garis pantai serta melihat pengaruh struktur yang


dibangun di sekitar pantai.

Struktur yang dibangun yang dibangun di sekitar pantai :


Groin
Detached Breakwater
Seawall
Kombinasi

Dasar Teori
Perubahan garis pantai bergantung pada laju sedimen yang masuk dan
keluar pantai. Secara Umum, Ada beberapa faktor penyebab perubahan garis pantai,
yaitu :
Gelombang
Pasang surut
Transportasi Sedimen
Arus

Dasar Teori
Perubahan Garis Pantai Akibat Gelombang
Arus akibat gelombang terdiri atas 2 yaitu:
Arus sejajar pantai (longshore Current)
Arus sejajar pantai dibangkitkan oleh komponen sejajar pantai akibat
gelombang pecah dan membawa sedimen yang disebut litoral drift.
Arus tegak lurus pantai (crossshore transport)
Arus Rip/Rip currents terjadi pada lokasi tertentu di pantai, dimana arus
sejajar pantai akan membentuk rip current. Arus lokal yang diarahkan berlawanan
dengan garis pantai, membawa sejumlah air dari proses breaking kembali ke laut
dalam.

Kondisi perubahan garis pantai ada 3 :


Erosi : pengikisan sedimentasi sehingga garis pantai mundur ke arah daratan
Akresi : penumpukan sedimentasi sehingga garis pantai maju ke arah laut
Stabil : seimbangnya antara sedimen masuk dan keluar
Akresi

Erosi

Genesis
Genesis dikembangkan untuk mensimulasikan perubahan garis pantai
dalam jangka panjang pada perairan terbuka yang disebabkan oleh sediment
sediment sejajar pantai akibat mekanisme gelombang pecah.
Asumsi dasar yang digunakan Genesis untuk pemodelan garis pantai:
Bentuk profil pantai konstan
Detail terperinci dari sirkulasi aliran di sekitar pantai dapat diabaikan
Transpor Sedimen terjadi akibat peristiwa gelombang pecah dan terjadi di
surf zone
Perubahan atau evolusi garis pantai terjadi dalam waktu yang lama (longterm
trend)

Kapibilitas Genesis yaitu :


Mampu memodelkan kecenderungan perubahan jangka panjang dari garis
pantai untuk sebuah kawasan yang cukup luas
Dapat dikombinasikan dengan bangunan-bangunan pelindung pantai seperti

groin, jetty dan breakwater, juga dengan struktur-struktur campuran seperti


bentuk T, bentuk Y.
Tinggi, perioda dan arah gelombang laut dapat diubah-ubah

Pada breakwater terjadi transmisi gelombang


Difraksi terjadi pada pemecah gelombang, jetty dan groin.

Keterbatasan Genesis yaitu :


Tidak terjadi pantulan (refleksi) dari struktur
Tidak dikembangkan untuk pembentukan tombolo (garis pantai tidak dapat
menyentuh breakwater)
Tidak disiapkan untuk elevasi pasang surut
Penyederhanaan perhitungan yang digunakan dalam teori pemodelan
perubahan garis pantai.

Kalibrasi Genesis
1. Membuat grid pada garis pantai
Setiap kelompok diberikan data 2 garis pantai, yaitu garis pantai tahun
2004 sebagai initial dan garis pantai 2014 sebagai referensi (dalam melakukan
kalibrasi). Data yang diperoleh dari asisten berupa file .dwg.

2004

2014

Buat 1 garis vertikal pada salah satu ujung garis pantai sebagai garis acuan,
Ketik command array untuk mempermudah pembuatan garis vertikal di seluruh
garis pantai dengan jarak 10 satuan,
Hitung panjang setiap garis vertikal tersebut sebagai input garis pantai pada
Genesis. (command DATAEXTRACTION)
Lakukan hal yang sama untuk garis pantai tahun 2014.
Data yang diperoleh dari DATAEXTRACTION dalam bentuk excel, sehingga harus
diimport ke bentuk file notepad.

2. Pengolahan data gelombang


Tinggi gelombang pada Data gelombang yang diberikan oleh asisten belum
memperhitungkan koefisien refraksi dan koefisien shoaling, sehingga kita harus
mengolahnya terlebih dahulu.
Kolom time dikalikan dengan 100 agar format jamnya dalam bentuk hhmm
(request Genesis),
Kolom direction diubah menjadi counter clockwise (request Genesis),
Copy-paste data gelombang yang telah diolah ke notepad (agar menjadi jenis data
ASCII) dengan format kolom : tanggal jam tinggi gelombang perioda arah.

3. Menjalankan Genesis
Buka program CEDAS, lalu klik tab Beach dan pilih NEMOS. Klik Run -> pilih
Begin a new model -> OK -> pilih GENESIS -> OK.

Klik menu Edit-> Shorelines-> Initial, maka akan muncul menu seperti dibawah
ini.

Klik menu File Import X-Y Pairs lalu buka data 2004 sebagai file initial yang
berisi koordinat yang telah dikalibrasi.

Klik menu Edit-> Shorelines-> Reference, maka akan muncul menu seperti
dibawah ini.

Klik menu File Import X-Y Pairs lalu buka data 2014 sebagai file reference
yang berisi koordinat yang telah dikalibrasi.

Klik menu File Save spatial domain file.


Klik File New WWWL Data OK. Pilih Import ASCII data file, Waves, dan
Index type Time. Lalu pilih data gelombang yang telah di save dalam bentuk .txt.
Pilih tab location, input mean water depth at datum 2 meter.
Pilih tab waves, ubah wave height unit menjadi meter dan direction convention
menjadi oseanographic.
Save all.

Kembali ke window Genesis


Klik menu Edit Configuration lalu akan muncul menu seperti dibawah ini

Klik menu Edit Sand, Beach & Transport lalu akan muncul menu untuk
pengaturan Grain Size, Average Berm Height, dan Closure Depth. Untuk pekerjaan
kali ini nilainya masing-maisng adalah 0,2 mm, 1 m, dan 12 m

Tujuan dari kalibrasi genesis adalah untuk menentukan nilai K1 dan K2.
K1dan K2 merupakan longshore sand tranport calibration coefficient, yaitu parameter
untuk kalibrasi sehingga hasil pemodelan cocok dengan hasil pengukuran lapangan.
Penentuan nilai K1 dan K2 dilakukan dengan trial and error. Nilai K1 dan K2
dinyatakan sesuai saat garis pantai hasil run mendekati atau sama dengan garis pantai
2014.
Setelah melakukan serangkaian Trial and error, kelompok kita mendapatkan
nilai K1 = 0.452 dan K2 = 0.365.

4. Melakukan simulasi 10 Tahun


Klik menu File-> New->GENESIS
Klik menu Edit-> Shorelines-> Initial, maka akan muncul menu seperti dibawah
ini

Klik menu File Import X-Y Pairs lalu buka data 2014 sebagai file initial.

Lakukan hal yang sama seperti sebelumnya pada kalibrasi, kecuali pada nilai K1
dan K2 input nilai yang telah kita peroleh pada kalibrasi. Setelah itu running.

ZOOM

Pemasangan Struktur

1. Groin

Pilih menu Edit Structures Nondiffracting Groins and Jetties


Klik menu Edit Add/Delete Rows
Masukkan data ukuran, lokasi (dalam koordinat x, y), serta property groin yang
diinginkan lalu klik OK.
Pilih save all.
Model Siap dijalankan.

1.1 Jumlah groin 4, panjang groin masing-masing 50 m, jarak antar groin 50 m.

1.2 Jumlah groin 4, panjang groin masing-masing 50 m, jarak antar groin 100 m

1.3 Jumlah groin 4, panjang groin masing-masing 100 m, jarak antar groin 50 m.

1.4 Jumlah groin 4, panjang groin masing-masing 100 m, jarak antar groin 100 m.

2. Breakwater
Pilih menu Edit Structures Detached Breakwater
Klik menu Edit Add/Delete Rows
Masukkan data ukuran, lokasi (dalam koordinat x, y), serta property groin yang
diinginkan lalu klik OK.
Pilih save all.
Model Siap dijalankan.

2.1 Jumlah breakwater 1. Panjang breakwater 100 m. Breakwater terletak 300 m dari
pantai.

2.2 Jumlah breakwater 2. Panjang breakwater 100 m. Breakwater terletak 300 m dari pantai. Jarak
antar breakwater 50 m

2.3 Jumlah breakwater 3. Panjang breakwater 100 m. Breakwater terletak 300 m dari pantai. Jarak
antar breakwater 50 m

3. Seawall
Pilih menu Edit Structures Seawall
Klik menu Edit Add/Delete Rows
Masukkan data ukuran, lokasi (dalam koordinat x, y), serta property groin yang
diinginkan lalu klik OK.
Pilih save all.
Model Siap dijalankan.

3.1 Jumlah seawall 1. Panjang seawall 500 m. Titik tengah seawall diberikan oleh asisten.

3.2 Skenario terserah Anda, berbeda dengan poin 1.

3.3 Jelaskan bagaimana seawall mempengaruhi perubahan garis pantai


Dapat disimpulkan dari kedua hasil simulasi yaitu pemasangan
Seawall/Revetment dapat melindungi area pantai di belakang struktur, namun
perlindungannya terbatas hanya sepanjang struktur tersebut. Area yang berada di kiri
dan kanan struktur (khususnya di sebelah kanan) akan mengalami erosi dikarenakan
adanya pemasangan struktur Seawall tersebut. Seawall akan menahan energi
gelombang yang berlebihan.
Pemasangan Seawall dianggap baik apabila area yang akan dilindungi
berada di belakang seawall tersebut dan area yang tererosi dapat dilindungi dengan
struktur pengaman pantai lainnya (lihat bagian Kombinasi).

5. Kombinasi

Waverose

Kesimpulan
Yang harus diperhatikan dalam pendesainan struktur bangunan pelindung pantai:

Karakteristik Gelombang Laut


Karakteristik Arus Laut
Karakteristik Material Sedimen Pantai
Jenis Transport Sedimen
Area di sekitar bangunan pelindung pantai