Anda di halaman 1dari 2

Pengertian Tingkah Laku Menyimpang Seorang Anak

1. Pengertian
Tingkah laku menyimpang adalah suatu perbuatan manusia yang melanggar norma-norma atau
aturan yang berlaku. Bakolak Inpres No. 6/1971 Pedoman 8 menyatakan bahwa kenakalan
remaja adalah :
Kelainan tingkah laku, perbuatan atau tindakan remaja yang bersifat asosiasi atau anti sosial
yang melanggar norma-norma sosial, agama serta ketentuan hukum yamg berlaku dalam
masyarakat.[1]
Sedangkan yang dimaksud prilaku menyimpang ahli-ahli ilmu sosial memberikan beberapa
definisi antara lain:
a.

Tingkah laku yang menyimpang dari normatif atau pengharapan masyarakat.

b. Tingkah laku yang secara normal.


c.

Tingkah laku yang patologis.

d. Tingkah laku yang secara sosial dinilai tidak baik dan tingkah laku yang berhubungan
dengan peranan menyimpang.[2]
Dari definisi diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa perilaku meyimpang tingkah laku
yang melanggar atau bertentangan atau meyimpang dari aturan-aturan normatif, dari pengertianpengertian normatif maupun dari harapan-harapan sosial kemasyarakatan yang bersangkutan.[3]
Mengenai macam-macam perilaku menyimpang penulis batasi pada hal sebagai berikut:
a.

Perilaku siswa yang menyimpang dari norma-norma agama.

b. Perilaku siswa yang menyimpang dari harapan-harapan orang tua, sekolah dan lingkungan
sosial yang bersagkutan.

SELANJUTNYA KUNJUNGI ARTIKEL TERKAIT


Bentuk Bentuk Perilaku Menyimpang Pada Anak Dan Remaja

Pengertian Tingkah Laku Menyimpang Seorang Anak


Faktor Yang Menyebabkan Perilaku Menyimpang Pada Diri Seorang Anak dan Remaja
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pada Seorang Anak Dan Remaja Sekolah
Hubungan Tentang Kemampuan Memahami Perilaku Penyimpang Dan Pengaruhnya
Terhadap Perilaku Siswa

[1] Sofyan S. Willis, Problem Remaja dan Pemecahannya, Angkasa, Bandung, 1991, hlm. 59.
[2] Supartinah Sadli, Persepsi Sesuai Perilaku Menyimpang, Bulan Bintang, Jakarta, 1976, hal. 16.
[3] Ibid., hal. 35.
[4] AL-Quran, Surat al-Anfal ayat 28, Yayasasan Penyelenggara Penerjemah al-Quran, al-Quran dan Terjemahnya, Depag RI, 1989, hlm.
264.
[5] Ibid. hlm. 59
[6] B. Simanjuntak, Psikologi Perkembangan, Tarsito, Bandung, 1989, hlm. 49