Anda di halaman 1dari 4

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum

Baik

Baik

Tekanan darah

Dalam batas normal

Normal

Nadi

Dalam batas normal

Normal

Pernapasan

Dalam batas normal

Normal

Suhu

Dalam batas normal

Normal

TB/BB

Dalam batas normal

Normal

Tanda Vital:

Pemeriksaan ginekologi:
Inspeksi:
Vagina

Keluar cairan putih abu-abu, Vaginosis bakterial


berbau agak amis, gatal

(Gardnerella vaginalis),
trikomoniasis, candidiasis
atau candidasis mana yg
bener???
Bau amis: sekret vagina
(asam) + cairan seminal
(basa) protein & amin
(berbau amis)

Vulva

Kemerahan, beberapa luka Inflamasi dan luka-luka


bekas garukan

karena garukan

Erosi jam 6

Adanya peradangan karena

Inspekulo:
Portio

infeksi, pemasangan IUD


Kista nabothi

Jaringan yang baru tumbuh


pada leher rahim setelah

proses melahirkan, radang


pada serviks

Fluor

(+), putih keabu-abuan, encer

Vaginosis bakterial

Fluksus

(-)

Tidak ada lelehan cairan.


Tolong di cek lagi, gw
ngesearch dapetnya ini

Tidak terdapat massa

Normal

Dinding vagina

Sekret putih abu-abu yang

Vaginosis bakterialis

menempel
Ostium uteri eksternum

Tertutup

Normal

Erosi portio adalah suatu proses peradangan atau suatu luka yang terjadi pada daerah porsio
serviks uteri (mulut rahim). Penyebabnya bisa karena infeksi dengan kuman-kuman atau
virus, bisa juga karena rangsangan zat kimia /alat tertentu; umumnya disebabkan oleh infeksi.
Patofisiologi Terjadinya Erosi Porsio
Proses terjadinya erosi portio dapat disebabkan adanya rangsangan dari luar misalnya IUD.
IUD yang mengandung polyethilien yang sudah berkarat membentuk ion Ca, kemudian
bereaksi dengan ion sel sehat PO4 sehingga terjadi denaturasi / koalugasi membaran sel dan
terjadilah erosi portio.
Bisa juga dari gesekan benang IUD yang menyebabkan iritasi lokal sehingga menyebabkan
sel superfisialis terkelupas dan terjadilah erosi portio. Dari posisi IUD yang tidak tepat
menyebabkan reaksi radang non spesifik sehingga menimbulkan sekresi sekret vagina yang
meningkat dan menyebabkan kerentanan sel superfisialis dan terjadilah erosi portio.
Dari semua kejadian erosi portio itu menyebabkan tumbuhnya bakteri patogen, bila sampai
kronis menyebabkan metastase keganasan leher rahim. Selain dan personal hygien yang
kurang IUD juga dapat menyebabkan bertambahnya volume dan lama haid darah merupakan
medai subur untuk masuknya kuman dan menyebabkan infeksi, dengan adanya infeksi
dapatmasuknya kuman dan menyebabkan infeksi.
Dengan adanya infeksi dapat menyebabkan Epitel Portio menipis sehingga mudah
menggalami Erosi Portio, yang ditandai dengan sekret bercampur darah, metrorrhagia, ostium
uteri eksternum tampak kemerahan, sekred juga bercampur dengan nanah, ditemukan ovulasi
nabathi. (Winkjosastro, hanifa. Ilmu kandungan jilid I, YBPS-SP, Jakarta : 2005).
Kista Nabothi adalah kista kecil yang ditemukan pada permukaan leher rahim yang isinya
adalah lendir serviks (mukus). Diameternya berkisar antara 2 - 10 millimeter, dan kandungan
mukusnya bisa berwarna kuning pucat sampai kecoklatan.

Dalam kebanyakan kasus, kista nabothi terjadi ketika jaringan baru tumbuh pada leher rahim
setelah proses melahirkan. Jaringan baru ini akan menyumbat muara kelenjar nabothi,
sehingga terjadi penumpukan sekresi mukosa dalam kantong kelenjar.

Kista nabothi biasa ditemukan pada permukaan leher rahim wanita yang telah memiliki anak
dan pada wanita menopause (akibat penipisan lapisan permukaan serviks). Kadang-kadang
kista ini terjadi akibat radang kronik serviks.
Kista Nabothi disebut juga folikel nabothi, kista inklusi epitel, atau kista retensi musinosa.
Kista Nabothi tidak menimbulkan gejala apapun kecuali jika mereka menjadi sangat besar.
Dalam kebanyakan kasus, kista ini ditemukan dalam pemeriksaan kebidanan rutin. Jika
ditemukan maka selanjutnya biasanya dilakukan pemeriksaan Kolposkopi untuk melihat
lebih jelas permukaan leher rahim. Selanjutnya jika kelihatannya tidak normal maka akan
dilakukan biopsi untuk dilakukan pemeriksaan patologi anatomi (PA).
Kista Nabothi biasanya berlangsung lama. Seiring waktu, beberapa kista dapat menjadi lebih
besar. Karena kista nabothi dianggap normal, maka tidak perlu untuk dilakukan pencegahan.
Tidak ada perawatan yang diperlukan. Namun, dalam beberapa kasus, ginekolog dapat
memilih untuk menghilangkannya dengan salah satu dari 2 cara berikut:
1. Elektrokauter, menggunakan probe yang dipanaskan untuk menghancurkan kista
2. Cryotherapy, menggunakan nitrogen cair untuk membekukan dan menghilangkan
kista.

NOTE: buat tambahan aja


TERAPI
Rejimen Utama
Metronidazole 2 x 500 mg (7 hari)
(efektivitas 95%, hindari alkohol)
Rejimen alternatif

Metronidazole 2 gram/ dosis tunggal (efektivitas 84%)


Flagyl

Klindamisin

2 x 300 mg (7 hr) Dalacin C

Augmentin

3 x 500 mg (7 hr)

Sefaleksin

4 x 500 mg (7 hr)

Klindamisin krim 2%, intra vag. + aplikator 5g (7 hr)

Metronidazole gel 0,75%, intra vag. + aplikator 5 g (7 hr)

Perawatan Feminine Hygiene

Lactacyd:

- Laktoserum
- As. laktat

Note: - Hindari antiseptik vaginal douche