Anda di halaman 1dari 10

Struktur IPPF baru dan proses terkait yang dirancang untuk memastikan bahwa pedoman

otoritatif adalah saat ini, relevan dan konsisten secara internasional . The IPPF
menyediakan : - Sebuah standar untuk melakukan kegiatan audit internal
- Sebuah patokan untuk mengevaluasi profesionalisme
- Standar acuan bagi auditor internal yang mungkin terlalu dipengaruhi oleh orang lain
untuk bertindak tidak tepat
- Standar dan pedoman bagi pihak ketiga yang menyediakan jasa audit internal
- Standar diulas jaminan kualitas fungsi audit internal

Peran inti audit internal yang berkaitan dengan ERM adalah untuk memberikan layanan pemastian yang objektif bagi
Dewan mengenai efektivitas kegiatan ERM organisasi. Pemastian ini membantu meyakinkan bahwa risiko bisnis
kunci telah dikelola dengan tepat, dan bahwa sistem pengendalian internal telah berjalan secara efektif. Faktor utama
yang harus dipertimbangkan oleh Kepala Eksekutif Audit saat menentukan peran audit internal adalah apakah suatu
kegiatan menimbulkan ancaman terhadap independensi dan objektivitas auditor internal serta apakah memang
terdapat kemungkinan untuk meningkatkan proses manajemen risiko organisasi, kontrol, dan proses tata kelola.
Peran auditor internal bervariasi dalam proses ERM bergantung pada kematangan proses ERM dalam
organisasi. Sebelum auditor internal melaksanakan apapun peran yang terkait dengan ERM, harus dipastikan terlebih
dahulu bahwa seluruh organisasi sepenuhnya memahami bahwa tanggung jawab manajemen risiko terutama berada
pada manajemen. Makalah posisi IIA ini memberikan pedoman peran internal audit mana yang harus, boleh, dan
tidak boleh dimainkan di dalam proses ERM organisasi.
Peran inti audit internal dalam ERM adalah kegiatan yang berhubungan dengan layanan pemastian yang meliputi:

Memberikan keyakinan pada desain dan efektivitas proses manajemen risiko.


Memberikan keyakinan bahwa risiko dievaluasi dengan benar.

Mengevaluasi proses manajemen risiko.

Mengevaluasi pelaporan mengenai status dari risiko-risiko kunci dan pengendaliannya.

Meninjau pengelolaan risiko-risiko kunci, termasuk efektivitas dari pengendalian dan respons lain
terhadap risiko-risiko tersebut.

Peran tambahan lain yang boleh dilaksanakan dalam layanan konsultasi dengan dibarengi pengamanan
independensi dan objektivitas yang cukup, antara lain:

Memulai pembentukan ERM dalam organisasi.


Mengembangkan strategi manajemen risiko bagi persetujuan Dewan.

Memfasilitasi identifikasi dan evaluasi risiko.

Pelatihan manajemen tentang merespons risiko.

Mengoordinasikan kegiatan ERM.

Mengonsolidasi laporan mengenai risiko.

Memelihara dan mengembangkan kerangka ERM.

Peran dalam ERM yang TIDAK boleh dilakukan auditor internal adalah:

Mengatur minat risiko (risk appetite).


Menerapkan proses manajemen risiko.

Menjamin manajemen risiko

Membuat keputusan pada respons risiko.

Menerapkan respons dan manajemen risiko atas nama manajemen.

Akuntabilitas manajemen risiko.

Survey pendahuluan
Survei pendahuluan merupakan sarana pentinguntuk membuat auditor lebih memahami tujuan,proses, risiko, dan
kontrol yang terkait denganaudit. Auditor internal sebaiknya melakukan survei dalamtujuh langkah dasar:
melakukan studi awal,mendokumentasikan, bertemu klien, mendapatkaninformasi, mengamati, membuat bagan
alir, dan melaporkan.
Studi awal
mencakup penelaahan atas kertas kerja tahun sebelumnya, temuan-temuan audit, bagan organisasi, dan
dokumen-dokumen lain yang akanmembantu untuk lebih memahami subjek audit.
Kertas kerja penugasan sebelumnya dapat menunjukkan pendekatanyang dilakukan auditor lain atas penugasan
tersebut, meskipunpendekatan yang sama mungkin tidak lagi layak atau tidak diinginkanuntuk audit tahun ini.
Dokumen Permanen berisi salinan laporan audit terdahulu dan jawaban-jawaban, serta informasi relevan lainnya
tentang aktivitasyang akan diaudit, Dokumen tersebut memberikan semacampandangan menyeluruh bagi auditor,
masalah-masalah yangsebelumnya ditemukan, dan langkah langkah yang diambil atau janji- janji untuk
menyelesaikannya.
Internet juga telah menjadi sumber baru yang penting bagi auditor. IIAtelah membuat suatu pusat informasi audit
di situsnya(www.theiia.org). Situs ini memuat banyak informasi praktis, termasukperpustakaan rujukan,
kesempatan untuk berinteraksi dengan auditor lainnya, contoh-contoh rencana audit dan daftar periksa,
pedomanprofesional dan tulisan mengenai pendapat organisasi, serta situssitus terkait.
Pendokumentasian
(documenting)
Pendokumentasian (documenting) mencakup beberapalangkah yang akan mengarah pada pertemuan awal
antaraauditor dengan manajer klien.
Daftar Pengingat (reminder list)

Daftar pengingat membantu auditor mengorganisasikankertas kerja mereka dan membuat tahap audit
selanjutnyalebih sederhana untuk dikerjakan.
Daftar Isi (table of contents)
Daftar isi akan memaksa auditor untuk (1) mendaftar masalah-masalah tertentu yang harus ditangani
seiringdengan kemajuan penugasan dan (2) membuat acuan kertaskerja.
Dengan sedikit variasi, daftar isi serta dokumen dan catatanyang dirujuk akan bisa diterapkan pada banyak
Penugasanaudit.
Pengurangan Biaya (cost reduction)
Pencarian pengurangan biaya dapat dilakukan menggunakan suatu metode jika auditor mengetahui apa yang
harus diperhatikan.
Melalui cara-cara yang konsisten, terorganisasi, dan teratur untukmenemukan hal-hal yang sia-sia dan merupakan
pengulangan (duplikasi)dapat mudah dilakukan staff audit yang diarahkan peduli pada programpengurangan
biaya.
Pertanyaan umum oleh auditor
Bagaimana menyederhanakan aktivitas-aktivitas ini?
Bagaimana meningkatkan proses ini?
Apakah laporan ini dapat dihilangkan atau digabungkan dengan yang lain?
Apakah alur kerja ini dapat dirotasi ulang dan dibuat lebih bkonomis?
Apakah tahap ini dapat dihilangkan seluruhnya?
Bagaimana menghilangkan duplikasi?
Apakah laporan menggunakan kertas dapat digantikan iaporan elektronik?
Seberapa besar penggunaan laporan ini?
Apakah laporan ini benar-benar diperlukan?
Catatan Kesan (record of impression)
membantu mengidentifikasi gejala-gejalakemunduran yang membutuhkan perhatiankhusus dan membutuhkan
perbaikan dalamhubungan dengan karyawan, kondisi kerja,manajemen atau pengawasan.
Kuesioner

Penelaahan di kantor umumnya akanmenghasilkan sebuah daftar yang dikembangkandari dokumen permanen,
Iaporan audit, kertaskerja tahun sebelumnya, dan surat pernyataanmanajemen untuk aktivitas yang akan diaudit.
Auditor dapat merancang Kuesioner untuk (1)memenuhi tujuan audit mereka dan (2) bertemumanajer klien
pada Pertemuan awal.
Kuessioner dapat berbentuk formal/tertulismaupun informal/tidak tertulis.
Kuesioner formal, yang diberikan ke klien sebelumauditor datang mengaudit, terkadang bisabermanfaat,
khususnya untuk klien yang berada dilokasi yang jauh.
Pertemuan awal - Wawancara
Mengatur Jadwal Pertemuan
Jika memungkinkan, hindari kunjungan mendadak, meskipunaudit yang tidak diberitahukan terlebih dahulu
mungkin perluuntuk dilakukan dalam audit kas, audit keamanan, atau hal-hal lain yang cukup rawan.
Wawancara
Auditor internal harus memiliki keahlian dalamberhubungan dengan orang dan berkomunikasi secaraefektif.
Auditor harus mengajukan pertanyaan sebagai seorangyang ingin menggali informasi, bukan sebagai penyidik.
jangan ada perseteruan, perselisihan yang bisa merusakpertemuan awal.
Wawancara
Wawancara yang sukses didasarkan pada penerapansaksama enam langkah penting: persiapan,
penjadwalan,pembukaan, pelaksanaan, penutupan, dan pencatatan.
Persiapan
. Jangan datang tanpa persiapan.
Pelajari sebanyak mungkin tentang klien sebelum tanya jawab.
Tentukan tujuan tanya jawab dan siapkan pertanyaan-pertanyaanuntuk mencapai tujuan tersebut.
Penjadwalan.
Rencanakan jadwal dengan saksama.
Jangan berkunjung dengan mendadak-kecuali memangdiperlukan. Berdasarkan norma-norma kesopanan,
penting bagipenanya untuk mennyusun jadwal dan tempat pertemuan.

Hindari Jumat sore, hari-hari sebelum atau sesudah liburan ataucuti, atau sebelum makan siang atau waktu
pulang kantor.
Wawancara
Pembukaan.
Beritahu klien dengan jujur tujuan wawancaradan bagaimana hasilnya akan digunakan.
Sampaikan bahwa audit yang akan dilakukansebagai sebuah peluang auditor untukmemberikan jasa, dan
tanyakan bantuan apayang diharapkan dari auditor.
Pastikan klien memahami bahwa hasil dariwawancara jarang dilaporkan sebagaitemuan; temuan akan
dihasilkan daripekerjaan lapangan audit.
Hargai pendapat klien, dan akui bahwa Andatidak selamanya benar.
Wawancara

Pelaksanaan.

Wawancara merupakan pelaksanaankomunikasi, dan auditor internal harusmemiliki keahlian dalam proses
komunikasi.

Bangun hubungan baik.

Pahami latar belakang orang yang ditanya,akan sangat membantu terutama dalampenggunaan jargon/istilah
tehnis.

Pastikan bahwa deretan pertanyaan ataupenyajian mengalir secara logis,Pengorganisasian yang kurang baiktopikyang meloncat-loncat tidak teratur-bisamembuat pesan menjadi membingungkan.
Wawancara

Penutupan

Jangan terlena dengan pembicaraan. Perhatikantanda-tanda nonverbal bahwa klien inginpembicaraan diakhiri.
Cobalah akhiri wawancaradengan nada positif dengan meringkaskesepakatan atau puji tindakan-tindakan
yanglayak dipuji, jika belum semua pertanyaan pentingdijawab, jadwalkan pertemuan lain.

Pencatatan
. Auditor harus menerapkan teknik-teknik yangmemungkinkan mereka menangkap, secepatmungkin, apa yang
dikatakan dan apa yangdipelajari selama wawancara.
Mengumpulkan Bahan Bukti
Dalam kebanyakan audit, informasi penting dapatdiklasifikasikan ke dalam empat fungsi dasar
manajemen:perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,dan kontrol.

Perencanaan

Tentukan tujuan aktivitas atau organisasi, baik jangkapanjang maupun jangka pendek.

Dapatkan salinan kebijakan, arahan, dan prosedur.

Dapatkan salinan anggaran.

Tentukan proyek atau studi khusus yang tengah berlangsung.

Tentukan apakah rencana untuk masa datang telah dibuat.

Tanyakan jika ada ide-ide perbaikan yang belumdirealisasikan.

Tentukan cara menetapkan sasaran dan siapa yangmenetapkan atau yang membantu menetapkannya.

Mengumpulkan Bahan Bukti

Pengorganisasian

Dapatkan salinan bagan organisasi dan salinandeskripsi jabatan.

Tanyakan hubungan dengan organisasi lain.

Telaah tata letak fisik, catatan peralatan, sertalokasi dan kondisi aktiva.

Tentukan perubahan-perubahan organisasional apayang dilakukan akhir-akhir ini atau sejak auditterakhir.

Dapatkan informasi mengenai otoritas yangdidelegasikan dan tanggung jawab yang diemban

Dapatkan informasi mengenai lokasi, sifat, danukuran kantor cabang.


Mengumpulkan Bahan Bukti

Pengarahan

Dapatkan salinan instruksi operasional bagi karyawan.

Tanyakan kepada karyawan apakah instruksi sudahcukup jelas dan bisa dipahami.

Tentukan apakah rentang manajernen dan pengawasanmemungkinkan arah kerja yang memadai.


Tentukan apakah kewenangan sama dengan tanggung jawab.

Pada badan-badan pemerintah, tentukan masalah-masalah penting yang akan menarik minat legislatif ataupublik.

Identifikasikan hambatan-hambatan bagi kemampuanorganisasi untuk melaksanakan tugas-tugas


yangdiembannya.
Mengumpulkan Bahan Bukti

Kontrol

Dapatkan salinan standar dan pedoman kerja tertulis.

Telaah sistem dan alur kerja. Waspada dengan tanda-tanda penghambur-hamburan, pesanan penjualan,peralatan
atau bahan baku yang berlebih, karyarvan ygmenganggur, perbaikan dan pekerjaan ulang yangekstensif, bahan
sisa yang berlebihan, dan kondisi ker jayang buruk.

Telaah data finansial historis, kenali trennya.

Telaah laporan operasi finansial

Identifikasikan aktivitas
atau
prosedur khusus yang akandigambarkan dengan bagan alir, seperti penyusunankontrak, pemeriksaan aplikasi
pinjaman, menyetujui atautidak menyetujui pinjaman dsb.
Pengamatan


Pengamatan (observing), dalam arti umum,terus dilakukan selama survei pendahuluan.

Melalui pengamatan yang gigih dan tanya jawab yang cerdas, auditor internal mampuuntuk:

Menentukan tujuan, sasaran, dan standar.

Menilai kontrol untuk mencapai tujuan-tujuan ini.

Mengevaluasi risiko.

Menentukan kontrol untuk meminimalkan risiko,

Membuat penentuan risiko secara statistik.

Menilai gaya manajemen.


Pelaporan

Selama penelaahan hasil-hasil survei denganmanajemen, pelaporan temuan positif dannegatif bisa jadi kondusif
bagi hubungan auditor-klien. Pendekatan ini mengomunikasikan apayang dicari auditor internal: kerja sama
yangsehat, objektif, tidak bias terhadap penilaianoperasi.

Jika hasil-hasil survei kemudian membutuhkanaudit, ringkasan audit seharusnya mencakuplangkah langkah audit
yang disarankan danrasional bagi mereka. Auditor juga harusmengidentifikasi aktivitas aktivitas yang tidakakan
diaudit dan menjelaskan alasannya.
Membuat Anggaran Survei


Tidak ada standar untuk anggaran surveipendahuluan. Berdasarkan surveiinformasi dari praktisi, estimasi
yangwajar mungkin 10 persen hingga 20persen dari total anggaran untuk proyekaudit.

Perubahan-perubahan signifikan dalamtujuan, prosedur, sistem operasi,otomatisasi, organisasi, manajemen,


dankaryawan juga akan memengaruhi waktuyang diperlukan untuk mengenal danmengidentifikasi masalah.