Anda di halaman 1dari 9

FILARIASIS

EPIDEMIOLOGI
Infeksi parasit dari penyakit ini tersebar di
daerah tropis & subtropis seperti Afrika, Asia,
Pasifik Selatan dan Amerika Selatan. Telah
diketahui > 200 spesies filaria, tetapi hanya
sedikit yg menyerang manusia. Masyarakat yg
berisiko terserang adalah mereka yang bekerja
pada daerah yg terkena paparan menahun oleh
nyamuk yg mengandung larva. Di Asia, filaria
endemik terjadi di Indonesia, Myanmar, India,
dan Sri Lanka.

ETIOLOGI
Beberapa spesies filaria yg menyerang
manusia di antaranya adalah Wuchereria
bancrofti, Brugia malayi, Brugia timori, dan
Onchocerca volvulus. W. bancrofti dan B. timori
banyak ditemukan di Asia Selatan, Asia
Tenggara, dan Afrika, sedangkan O. volvulus
banyak terdapat di Afrika.

SIKLUS HIDUP & PENULARAN


Siklus hidup W. bancrofti dan B. malayi dimulai
dari saat filaria betina dewasa dalam pembuluh
limfe manusia memproduksi sekitar 50.000
mikrofilaria/hari ke dalam darah nyamuk
menghisap mikrofilaria pada saat menggigit
manusia selanjutnya larva tersebut akan
berkembang dalam tubuh nyamuk ketika
nyamuk menggigit manusia, larva infektif akan
masuk ke dalam tubuh manusia

larva bermigrasi ke saluran limfe dan


berkembang menjadi bentuk dewasa.

Mikrofilaria dapat ditemukan dalam darah tepi


setelah 6 bulan-1 tahun setelah terinfeksi dan
bisa bertahan 5-10 tahun. Vektor utama filaria
adalah nyamuk Anopheles, Culex, Mansonia,
dan Aedes.

GEJALA DAN TANDA


Gejala penyakit pada tahap awal (fase akut)
bersifat tidak khas seperti demam selama 3-4 hari
yang dapat hilang tanpa diobati, demam berulang
lagi 1-2 bulan kemudian, atau gejala lebih sering
timbul bila pasien bekerja terlalu berat. Dapat
timbul benjolan dan terasa nyeri pada lipat paha
atau ketiak dengan tidak ada luka di badan. Dapat
teraba garis seperti urat dan berwarna merah,
serta terasa sakit dari benjolan menuju ke arah
ujung kaki atau tangan.

Gejala juga dapat terjadi berbulan-bulan sampai


bertahun-tahun. Cacing dapat menyebabkan
fibrosis dan penyumbatan pembuluh limfe yg
dapat mengakibatkan pembengkakan pada
daerah bersangkutan. Tanda klinis yg sering
ditemukan adalah pembengkakan skrotum
(hidrokel) dan pembengkakan anggota gerak
terutama kaki (elefantiasis). Diagnosis ditegakkan
melalui pemeriksaan laboratorium dengan
ditemukannya mikrofilaria dalam darah.

PENGOBATAN
Obat filariasis yg bisa diberikan adalah :
Dietilkarbamazin (DEC)
Ivermectin (Mectizan )
Albendazol 400 mg dosis tunggal

PENCEGAHAN
Dengan melakukan pengobatan massal
Kegiatan pengendalian vektor penyakit, yaitu
nyamuk/larva nyamuk
Peran serta masyarakat yg ikut mendukung
dalam pemberantasan sarang nyamuk serta
berperilaku hidup bersih & sehat.