Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS INSTRUMEN

ULVIANA
E1M012066
DETEKTOR merupakan bagian yang penting, oleh sebab itu kualitas detektor akan
menentukan kualitas spektrofotometer UV-Vis. Fungsi detektor dalam spektrofotometer
adalah mengubah sinyal radiasi yang diterima menjadi sinyal elektronik. Beberapa macam
detektor yang pernah dipakai dalam spektrofotometer UV-Vis adalah :
-

Detektor foto sel


Detektor tabung foton hampa (phototubes)
Detektor tabung penggandaan foton (photomultiplier tube)
Detektor photo diode array

Beberapa persyaratan tentang


spektrofotometer UV-Vis antara lain :

kualitas

dan

fungsi

detektor

di

dalam

1. Detektor harus mempunyai kepekaan yang tinggi terhadap radiasi yang diterima,
tetapi harus memberikan derau (noise) yang sangat minimum.
2. Detektor harus mempunyi kemampuan untuk memberikan respon terhadap reaksi
pada daerah panjang gelombang yang lebar (UV-Vis).
3. Detektor harus memberikan respon terhadap radiasi dalam waktu yang serempak.
4. Detektor harus meberikan jaminan terhadap respon kuantitatif dan sinyal
elektronik yang dikeluarkan harus berbanding lurus dengan sinyal yang diterima.
5. Sinyal elektronik yang diteruskan detektor harus dapat diaplikasikan untuk
penguat (amplifer) ke rekorder (pencatat).
TABUNG FOTON (Phototubes)
Detektor fotolistrik yang paling sederhana adalah tabung foton. Ini berupa tabung
hampa udara dengan jendela yang tembus cahaya yang berisi sepasang elektroda, melintasi
elektroda itu diberi selisih potensial. Permukaan elektroda negatif bersifat peka cahaya,
artinya elektron akan terpental dari dalam permukaan ini bila permukaan disinari dengan
foton-foton yang energinya cukup. Elektron dipercepat ke arah elektroda positif, ketika
melintasi selisih potensial itu dan mengalirkn arus dalam rangkaian itu. Apakah elektroda
akan dipancarkan atau tidak bergantung pada sifat dasar permukaan elektroda dan
frekuensi radiasi. Banyaknya elektron yang dipancarkan persatuan waktu dan karenanya
arus listrik itu bergantug pada radiasi.

TABUNG PENGGANDA FOTON (Photomultiplayer tubes)


Tabung pengganda foton lebih peka dari pada tabung foton biasa karena
penggandaan yang tinggi dicapai dengan tabung itu sendiri. Tabung semacam itu
mempunyai sederean elektroda- elektroda yang potensial positifnya relatif terhadap
katoda makin besar. Geometri tabung itu sedemikian rupa sehingga foto elektron primer di
fokuskan menjadi suatu berkas dan dipercepat ke arah elektroda yang 50 90 V lebih
positif dari katodanya.
Pembaruan elektroda ini (atau dinode, demikian namanya) membebaskan elektron
sekunder yang lebih banyak, yang dipercepat ke arah elektroda ketiga yang lebih positif
dan seterusnya, barangkali untuk 10 tahap. Dibutuhkan suplay daya yang bervoltase tinggi

yang diatur memberikan sekitar 500 900 V untuk menjalankan tabung itu. Keluaran
pengganda foton itu masih digandakan lebih lanjut dengan suatu penguat (amplifier)
elektronik luar. Kepekaan yang ditingkatkan dari detektor ini memungkinkan celah dalam
monokromator disempitkan dan karena itu sruktur halus spectralnya dapat dipisahkan
dengan lebih baik.
Cara kerja PMT mirip Phototube, terdiri dari photocathode dan beberapa buah anode
(tidak seperti pada phototube yang hanya terdiri dari satu buah anode) yang disusun
secara serie (disebut dynode). Sinar UV (photons) yang ditembakan ke cathode akan
menyebabkan emisi electron dari cathode ke anode. Anode yang satu dengan yang lainya
diberi beda potensial, sehingga apabila emisi electron dari cathode sampai di dynode
pertama, akan ada tambahan electron yang diteruskan ke dynode berikutnya, dan
seterusnya sehingga secara akumulasi jumlah electron yang emisi di dynode terakhir
semakin banyak (arusnya semakin besar), itu sebabnya mengapa PMT lebih sensitif
dibandingkan dengan phototube. Maka untuk setiap foton sinar yang jatuh pada katoda
pada akhirnya akan dibebaskan 106 107 elektron yang terkumpul di anoda.

Grating
Kisi (grating) dibuat dari lempengn kaca yang pada permukaannya dilapisi oleh
resin sintesis dengan garis-garis (1200 garis tiap cm). Kemudian pada permukaannya
dilapisi lagi dengan kaca aluminium. Bentuk yang konkaf (cekung) lebih menguntungkan
dibandingkan yang datar, karena bentuk kisi konkaf memberikan resolusi yang lebih baik.
Kebaikan monokromator kisi :
Kisi memberikan dispersi radiasi yang besar, sehingga memberikn resolusi radiasi
yang baik pada daerah yang panjang gelombang sinar tampak dan infra merah dekat
dibandingkan dengan prisma.
Resolusi dan dispersi radiasi elektromgnetik oleh kisi boleh dikatakan tidak
dipengaruhi oleh perubahan tempertur.
Resolusi radiasi elektromagnetik oleh kisi memberikan harga yang konstan pada
lebar celah yang tetap.
Dispersi radiasi elektromagnetik oleh kisi akan memberikan skala panjang
gelombang yang linier.