Anda di halaman 1dari 15

Infark serebral

definisi
keadaan iskemi otak, engakibatkan
kematian jaringan lokal dan biasanya
defisit neurologis fokal yang menetap dala
area distribusi dari salah satu arteri
serebral

1. Arteria communicans
anterior
2. Arteria cerebri anterior
3. Arteria cerebri media
4. Arteria carotis interna
5. Arteria communicans
posterior
6. Arteria cerebri
posterior
7. Arteria basilaris
8. Arteria vertebralis

aterosklerosis

stenosis
trombus
Oklusi vaskular

hipotensi

Aliran darah
lambat

polisitemia

turbulensi

viskositas

antikoagulasi

Eritrosit
bergumpal

eritrosit
bergumpal

Hiperprotenemia
hemokosentrasi
Dehidrasi
sistemik

Aliran darah
kolateral

Anooksian
setempat

Cairan
plasma
hilang

Edema serebri

Endotel rusak
Kompresi
pem darah

hiperlipidemia

hipertemia
Anooksian
sisteik
Hemoragi
perivaskular
Iskemi dan
infark hemoragik

Atherosclerosis Timeline
Foam
Cells

Fatty
Streak

Intermediate
Lesion
Atheroma

Fibrous
Complicated
Plaque Lesion/Rupture

Endothelial dysfunction
From first decade

From third decade

Growth mainly by lipid accumulation

From fourth decade


Smooth muscle
and collagen

Thrombosis,
haematoma

Adapted from Stary HC et al. Circulation 1995;92:1355-1374.

Faktor resiko

Usia
Jenis kelamin
Tekanan darah
Merokok
DM
Peningkatan fibrinogen
Lipid darah

Tanda dan gejala

Kehilangan otorik : hemiparise, hemiplagie


Disfasia,afasia,distrasia,apraksia
Gangguan persepsi
Kerusakan fungsi kognitif efek psikologis

Pemeriksaan penunjang
Dalam pemeriksaan penunjang yang
dilakukan dalam menegakkan diagnostik
medik yaitu angiografi serebral, CT scan,
fungsi lumbal, MRI, Ultrasonografi
Doppler, EEG, Sinar X tengkorak.

CT-scan pada infark serebri


Infark digambarkan dengan kepadatan yang
rendah
infark segar yang baru terjadi biasanya tidak
dapat dijumpai pada CT scan
Setelah infark itu berusia 3-4 hari, lesi dapat
dijumpai sebagai bercak yang hipodens
(berwarna hitam)
Pada hemmoragic, lesinya hiperdens
(berwarna pucat)

Keterangan

rontgen

MRI

CT-scan

Tulang

Radioopak (putih)

Hiperintens (putih) Hiperdens (putih)

Darah/ cairan

Radio lusent
(hitam)

Hiperintens (putih) Hiperdens (putih)

Udara

Radio lusent
(hitam)

Hipointens (hitam) Hipodens (hitam)

jaringan

Radio lusent
(hitam)

Hiperintens (putih) Hiperdens (putih)

Terapi

a)
b)
c)
d)
e)

Tahap Akut..
Hemodilusi
Antikoagulan
Kontrol terhadap edema otak
Antagonis Kalsium
Pentoksifilin


a)
b)
c)

Tahap pasca akut


Fisioterapi
Terapi obat-obatan
Pemberian antikonvulsan.

Prognosis

Umur lanjut
Hipertensi
Koma
Komplikasi kardiorespirasi
Hipoksia
Hiperkapnia
Hiperventilasi neurogenik