Anda di halaman 1dari 4

PENDAHULUAN

Penyakit kelamin adalah penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan


seksual. Cara hubungan kelamin tidak hanya terbatas secara genito-genital saja, tetapi dapat
juga secara oro-genital, atau ano-genital, sehingga kelainan yang timbul akibat penyakit
kelamin ini tidak terbatas hanya pada daerah genital saja, tetapi dapat juga pada daerah-daerah
ekstra genital.
Meskipun demikian tidak berarti bahwa semuanya harus melalui hubungan kelamin,
tetapi beberapa ada yang dapat juga ditularkan melalui kontak langsung dengan alat-alat,
seperti: handuk, termometer, dan sebagainya. Selain itu, penyakit kelamin ini juga dapat
menularkan penyakitnya ini kepada bayi dalam kandungan.
Gonore merupakan penyakit yang mempunyai insidens yang tinggi diantara Infeksi
Menular Seksual (IMS). Pada pengobatannya terjadi pula perubahan karena sebagian
disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang telah resisten terhadap penisilin dan disebut
Penicilinase Producing Neisseria gonorrhoeae (PPNG). Kuman ini meningkat di banyak
negri termasuk Indonesia.
Pada umumnya penularannya melalui hubungan kelamin yaitu secara genito-genital,
oro-genital, dan ano-genital. Tetapi, disamping itu dapat juga terjadi secara manual melalui
alat-alat pakaian. Handuk, termometer, dan sebagainya. Oleh karena itu secara garis besar
dikenal gonore genital dan gonore ekstra genital.

LAPORAN KASUS
Sesi I
Seorang laki-laki usia 30 tahun, sudah menikah, datang ke poli kulit dan kelamin
dengan keluhan utama keluar duh tubuh uretra dari alat kelaminnya sejak satu minggu yang
lalu.
Penderita juga menyatakan tidak pernah melakukan koitus dengan perempuan lain
selain istri penderita.
Sejak beberapa bulan terakhir ini penderita mempunyai kebiasaan baru yaitu sering
pergi ke spa setelah seharian bekerja. Terakhir penderita pergi ke spa sekitar 2 minggu yang
lalu.
Selama ini penderita bekerja sebagai tenaga pemasaran dari sebuah dealer mobil
terkenal.
Sesi II
Data tambahan:
Pada anamnesis lebih lanjut diketahui kepada penderita dilakukan oral seks oleh
perempuan pekerja spa-nya.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan:
KU

: Baik

Kesadaran

: Kompos mentis

Keadaan gizi

: Baik

Tanda vital

TD

: 120/80 mmHg

Nadi

: 80x/menit

RR

: 16x/menit

Suhu : 36,5o C

Kepala

: Normochepal

Rambut

: hitam, distribusi merata dan tidak mudah dicabut

Status venereologi

Lokasi

: OUE

Efloresensi

: Tampak duh tubuh uretra mukopurulen yang banyak, OUE eritema,

edema, dan ektropion


Pemeriksaan pembantu:

Pemeriksaan gram dari hapusan uretra:


Tampak diplokokus negatif gram ekstra dan intra sel

HIPOTESIS
Berikut tabel mengenai masalah pasien yang didapat dari hasil anamnesis serta
hipotesis yang mendukung :
NO

MASALAH

1.

Pasien mengeluh keluar Pasien adalah seorang laki-

Uretritis Gonore

duh tubuh uretra dari alat laki,

Uretritis

kelaminnya

KETERANGAN

sejak

minggu yang lalu

30

tahun,

HIPOTESIS

sudah

satu menikah, dan baru-baru ini


sering ke spa

Spesifik

Non