Anda di halaman 1dari 15

PHYSICAL LAYER 2009

KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdalah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan
rahmatnya kepada kita semua sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah uji
kekerasan dengan sebaik baiknya .Penulisanlaporan ini kami Dedikasikan kepada pihak-
pihak yang ikut membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini antara lain kepada:
1. Almamater Politeknik Banyuwangi sebagai naungan kami dalam melaksanakan prak-
tikum

2. Direktur Politeknik Banyuwangi Bpk.Fajar Suasana,SH.Selaku penaggung jawab Lem-


baga.

3. K.a Program Studi Teknik Mesin Bpk .Abdurrohman,ST.Selaku penanggung Jawab


Fakultas Teknik Mesin.

4. Dosen Mata kuliah uji bahan Bpk .dimyati ,ST Selaku Pembimbing kami dalam pen-
ulisan makalah ini.

5. Teman –teman mahasiswa-mahasiswi Politeknik Banyuwangi,yang telah memberikan


spirit untuk selalu menjadikan kami untuk lebih Baik.

Dalam penulisan ini kami mengakui banyak kesalahan dan kekurangan ,besar har-
apan kami kepada pembaca untuk memberikan kritik dan sarannya yang sifatnya memban-
gun demi kesempurnakan penulisan kami dimasa yang akan datang.

Banyuwangi desember 2009

penyusun

1
junaidi_bwi@yahoo.com
PHYSICAL LAYER 2009

DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………………………………..1

Daftar Isi…………………………………………………………………………….…....2

BAB 1. PENDAHULUAN
• Latar Belakang…………………………………………….................…………3
• Batasan masalah………………………………………........................................4

BAB 2. PEMBAHASAN MASALAH


• Pengertiana physical layer…………………………………….....................…...3
• tipe sinyal dalam transmisi data...........................................................................3
• jenis transmisi.........................................................................................................5
• metode transmisi.....................................................................................................9
• satuan transmisi.....................................................................................................10
• kapasitas media tranbsmisi...................................................................................10
• media transmisi......................................................................................................10

BAB 3 PENUTUP
• kesimpulan.............................................................................................................15
• Saran.......................................................................................................................15

2
junaidi_bwi@yahoo.com
PHYSICAL LAYER 2009

BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International
Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur
bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan
untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda
secara efisien.
Model Layer OSI
Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus
pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi
antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya
“error” selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper
layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer.
Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower
layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.
Open” dalam OSI
dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi
tanpa memandang perangkat keras/ “hardware” yang digunakan, sepanjang software
komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan “modularity”
(dapat dibongkar pasang)

Modularity
“Modularity” mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu tanpa
mempengaruhi atau merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya.
Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi terus
berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras “hardware” dari
vendor yang berbeda dan bermacam-macam alasan atau keinginan yang berb

7 Layer OSI
Model OSI terdiri dari 7 layer :
• Application
• Presentation
• Session
• Transport
• Network
• Data Link
• Physical
Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-
3
junaidi_bwi@yahoo.com
PHYSICAL LAYER 2009
tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di
sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati
satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi
penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya.

Model OSI

Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami
fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-
jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.

Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer
harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung
melalui serentetan protokol dan standard.

1.2 Pembatasan Masalah

dalam makalah kali ini saya mengambil physical layer karena saya mendapat tugas
untuk menerangkan tentang physical layer.

4
junaidi_bwi@yahoo.com
PHYSICAL LAYER 2009

BAB 11

PEMBAHASAN MASALAH

2.1 Pengertian awal.

Secara umum, Physical layer berfungsi dalam pengiriman data raw bit ke channel
komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan adalah bila NIC A mengirimkan data 1
maka si penerima dalam hal ini NIC B haruslah menerima data 1 juga bukanya 0,
pertanyaanya sekarang adalah, dengan cara apa komputer mengetahui bahwa bit ini adalah 1
bukan 0, berapa volt yang dikirimkan komputer untuk bit 0 dan bit 1, dalam tulisan kali ini
kita akan mencoba untuk menelusuri lebih lanjut tentang Layer OSI yang paling bawah ini.
Lapisan ini merupakan lapisan yang paling bawah dari OSI layer setidaknya hingga
saat ini, dimana lapisan ini berfungsi untuk menentukan karateristik dari kabel yang
digunakan untuk mengubungkan komputer dalam jaringan. Pada sisi transmiter, lapisan fisik
menerapkan fungsi elektris, mekanis dan prosedur untuk membangun, memelihara dan
melepaskan sirkuit komunikasi guna mentransmisikan informasi dalam bentuk digit biner ke
sisi receiver. Sedangkan lapisan fisik pada sisi receiver akan menerima data dan meneruskan
ke layer diatasnya, lapisan ini akan kita bahas di tulisan selanjutnya.

2.2 Tipe sinyal dalam transmisi data.

Pada bagian ini, kita akan membahas jenis atau tipe sinyal yang digunakan untuk
transmisi data.

a. ANALOG
Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan sinyal ini, banyak setali terdapat di alam
semesta ini, ia digunakan sebagai transmisi listrik, pemancar radio, gelombang suara, sampai
gelombang cahaya. Nah, sinyal ini juga dapat digunakan sebagai media transmisi data.

Sinyal analog adalah sinyal data yang berbetuk gelombang kontinu, dengan
menggunakan sinyal analog ini, transmisi data dapat dikirimkan dengan jarak yang jauh,
seperti yang digunakan pada WiFI atau WiMAX. Namun sinyal ini rentan terhadap gangguan
noise. Pada umumnya sinyal analog memiliki 3 buah parameter yaitu Amplitudo (Ukuran
Tinggi rendahnya sinyal), frekuensi(Jumlah gelombang dalam satuan detik) dan fasa(Besar
sudut pada saat tertentu).

Dalam mentransmisikan sinyal Analog ini digunakan 3 jenis pemodulasian, yaitu AM


(Amplitudo Modulation), FM(Frekuensi Modulation), dan PM(Phase Modulation), hal ini
sama dengan jenis parameter yang digunakan untuk membagun sinyal analog yang saya
sebutkan diatas tadi, AM mentransmisikan datanya dengan memanipulasi Amplitudo dalam
sinyalnya sementara frekuensi dengan fasanya tetap, cara ini paling mudah digunakan, jarak
yang ditempuhnyapun jauh, namun AM lebih mudah mendapatkan gangguan dari luar, untuk
mengirimkan sinyal 1 dan 0 AM mengubah tinggi rendah apmplitodonya, misalkan untuk
mentansmisikan sinyal 0, tinggi belombangnya 2 cm, maka untuk mentransmisikan sinyal 1
AM akan mengubah tinggi gelombangnya lebih tinggi, katakanlah 4cm.

5
junaidi_bwi@yahoo.com
PHYSICAL LAYER 2009
FM mengirimkan sinyalnya dengan mengubah frekuensinya, sementara Amplitudo
dan fasanya tetap, untuk mentransmisikan sinyal 0 dan 1 FM mengubah besaran
frekuensinya, misalkan FM mengirimkan sinyal 0 pada frekuensi 50MHz, maka untuk
mentransmisikan sinyal 1 FM akan mengubah frekuensinya menjadi 52MHz. Cara ini cukup
sulit digunakan, jarak transmisinyapun tidak jauh, namun aman dari gangguan luar.

Yang terakhir adalah PM, PM mentransmisikan sinyalnya dengan mengubah fasanya,


sementara frekuensi dan Amplitudonya tetap. Modulasi inimerupakan modulasi yang paling
baik, namun juga merupakan pemodulasian sinyal yang sangat sulit. Bentuk PM yang paling
sederhana adalah pergeseran sudut 180derajat, dimana saat mengirimkan bit 0 sinyal akan
bergeser sejauh 180 derajat, sedangkan untuk mentransmisikan sinyal 1 tidak terjadi
pergeseran fasa.

b. DIGITAL

Ada 4 buah kemungkinan pasangan bentuk sinyal data dan sinyal transmisi yang
terjadi setelah mengalami proses transmisi data. Empat kemungkinan tersebut adalah:

• Digital data digital Transmision

Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami
perubahan secara tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1, transmisi ini hanya dapat
menjangkau jarak pengriminan yang relatif dekat, dalam mentransmisikan datanya
dibutuhkan sebuah alat yang dinamakan MODEM atau modulator demodulator. Modulator
digunakan untukmenerjemahkan data atau sebuah informasi dalam bentuk sinyal digital
menjadi dinyal analog lalu di transmisikan, sedangkan demodulator akan menerjemahkan
kembali sinyal analog menjadi data atau informasi.

Pada Digital data digital transmision, data yang dihasilkan oleh transmiter berupa data
digital dan ditransmisikan dalam bentuk sinyal digital menuju receiver. Dalam bentuk
transmisi ini dikenal ada dua macam cara pensinyalan yaitu Non Return to Zero dan Return
to zero .

• Analog Data Digital Transmision.

Pada Analog Data Digital Transmision, data yang dihasilkan oleh transmiter berupa
sinyal analog dan ditransmisikan dalam bentuk sinyal digital menuju receiver. Metode ini
digunakan untuk pengiriman data suara atau gambar hingga data samapi di tujuan dengan
baik.

Pada metode ini, dibutuhkan modem pada sisi transmiter untuk menterjemahkan data
dalam bentuk sinyal analog menjadi sinyal digital dan modem pada sisi receiver sebagai
penerjemah data dalam bentuk digital menjadi analog lagi.

• Digital Data Analog Transmision.

Pada digital data analog transmision, sinyal data yang dihasilkan oleh transmiter
6
junaidi_bwi@yahoo.com
PHYSICAL LAYER 2009
berbentuk sinyal digital dan ditransmisikan dalam bentuk analog menuju receiver. Bentuk
transmisi ini digunakan untuk proses transmisi data antar komputer satu dengan lainnya,
transmisi ini juga dikenal tiga macam pensinyalan digital analog.

Amplitudo Shift Keying (ASK) pada sistem ini amplitodo gelombang pembawa
diubah-ubah sesuai informasi yang ada. Lebar amplitudo pada ASK ada dua macam, yaitu
dua tingkat (0-1) atau empat tingkat (0-11).

Frequency Shift Keying (FSK) teknik ini mengubah frekuensi pembawa berdasarkan
bit 1 dan bit 0. Transmisi ini banyak digunakan untuk transmisi dengan kecepatan rendah,
Derau yang dialami oleh FSK lebih kecil dari modulasi ASK.

Phase Shift Keying (PSK) dalam teknik ini fase dari gelombang pembawa diubah-
ubah sesuai dengan bit 1 dan 0, sehingga dalam proses modulasi ini akan dihasilkan
perubahan Phasa. Sistem ini digunkanan dalam transmisi yang memiliki kecepatan sedang
dan tinggi.

• Analog Data Analog Transmision.

Pada Analog Data Analog Transmision, data yang dihasilkan oleh transmiter dalam bentuk
sinyal analog dan ditransmisikan dalam bentuk sinyal analog ke receiver. Metode ini
digunkana oleh pemancar Radio.

2.3 JENIS TRANSMISI

Jenis trasmisi sinyal data atau informasi dalam suatu media komunikasi dapat
dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu Transmisi Paralel dan serial.
• Transmisi Paralel.

Pada Transmisi paralel, suatu konektor yang terdiri dari tujuh atau delapan bit (ASCII)
ditransmisikan secara serentak setiap saat. Misalkan bila digunakan kode ASCII, maka
dibutuhkan sebanyak 8 jalur untuk mentransmisikan sekaligus 8 bit untuk satu karakter
ASCII.

Pada transmisi ini, yang ditransmisikan secara paralel adalah bit-bit yang mewakili
secara paralel adalah bit-bit yang mewakili satu karakter, sedangkan masing-masing karakter
ditransmisikan secara serial. Komunikasi paralel digunakan untuk komunikasi jarak dekat,
biasanya transmisi sinyal dalam komputer, maupun komputer dengan printer.

Pengiriman data dalam bentuk Paralel ini mempunyai kecepatan yang sangat tinggi,
karena setiap saat dapat mentransmisikan beberapa karakter sekaligus, namun metode ini
membutuhkan banyak sekali kabel untuk mentransmisikan masing masing bit tersebut.

• Transmisi Serial.

Pada transmisi ini masing masing bit pada sebuah karakter dikirimkan secara
7
junaidi_bwi@yahoo.com
PHYSICAL LAYER 2009
berurutan, yaitu bit per bit dimana satu bit diikuti bit selanjutnya. Transmisi ini dapat
dikelompokan dalam tiga bentuk, yaitu Synchronous, Asynchronous dan Isochornus
Transmision.

Synchronous Transmision. Merupakan bentuk transmisi serial yang mentransmisikan data


atau informasi secara kontinue. Transmisi jenis ini sering menghadapi permasalahan, yaitu
masalah sinkronisasi bit dan sinkronisasi karakter.

Permasalahan utama dalam sinkronisasi bit adalah masalah kapan transmiter mulai
meletakan bit-bit yang akan dikirim ke media transmisi dan kapan penerima dapat
mengetahui dengan tepat untuk mengambil bit-bit yang akan dikirimkan tersebut . masalah
ini dapat diatasi dengan clock yang ada di transmiter dan receiver. Clock pada transmiter
akan memberitahu kapan hari meletakan bit-bit yang akan dikirim, misalnya jika diinginkan
untuk mengirim dengan kapasitas 100 bps maka clock receiver juga harus diset pada 100 bps.

Permasalahan kedua adalah sinkronisasi karakter, permasalahan in berupa penentuan


sejumlah bit-bit mana saja yang merupakan bii-bit pembentuk karakter. Hal ini dapat diatasi
dengan memberikan karakter SYN. Umumnya dua atau lebih kontrol transmisi SYN yang
diletakan di depan blok data yang dikirimkan., bila yang digunakan hanya sebuah kartakter
kontrol maka akan muncul permasalahan baru yaitu False Synchronization.

Untuk mencegahnya, dua buah karakter kontrol SYN diletakan diawal blok data yang
akan dikirimkan. Receiver setelah mengidentifikasikan kedua buah karakter SYN tersebut
kemudian mengidentifikasikan 8 bit berikutnya, jika bit berikutnya adalah karakter SYN,
maka setelah itu mulai menghitung setiap 8 bit dan merangkainya menjadi sebuah karakter.

Asynchronous Transmision. Merupakan bentuk transmisi serial yang dalam


mentransmisikan datanya tidak secara kontinu, dimana transmiter dapat mentransmisikan
karakter-karakter pada interval waktu yang berbeda atau dengan kata lain tidak harus dengan
waktu yang sinkron antara pengiriman sebuah karakter dengan karakter berikutnya.

Tiap tiap karakter yang ditransmisikan sebagai satu satuan yang berdiri sendiri dan
penerima harus dapat mengenal masing-masing karakter tersebut. Untuk mengatasi hal ini
maka masing masing karakter diawali sebuah bit tambahan, yaitu start bit yang berupa bit 0
dan stop bit yang berupa bit 1 yang diletakkan pada akhir masing masing karakter.

Transmisi ini juga dinilai lebih aman dibandingkan Synchronous Transmision, bila
sebuah kesalahan terjadi pada data yang ditransmisikan, maka yang rusak hanya blok itu
sendiri. Namun transmisi ini kurang efisien karena memerlukan tambahan bit pada masing
masing blok.

Bentuk transmisi yang ketiga adalah Isochornus Transmision, merupakan kombinasi


dari kedua jenis transmisi diatas, setiap pengiriman karakter, Pada awal dan akhir
ditambahkan start bit dan stop bit, dan jiga receiver dan transmiter juga harus disamakan
terlebih dahulu clock nya.

2.4 Metode Transmisi

Sebuah jaringan dapat juga dibedakan berdasarkan metode transmisi yang digunakan dalam
8
junaidi_bwi@yahoo.com
PHYSICAL LAYER 2009
peoses pengiriman data. Secara umum metode transmisi yang sering digunakan dibagi
menjadi 2 yaitu Baseband dan Broadband.

a. Baseband

Pada metode ini, dta yang berupa sinyal digital langsung dikirim melalui media
transmisi satu channel seperti kabel, tanpa mengalami perubahan apapun. Dengan cara ini,
maka pengiriman data tergantung pada jarak transmisi dan kualitas media yang digunakan.
Pada metode ini, dibutuhkan peralatan multiplexing yang disebut time division multiplexing
(TDM). Dengan menggunakan peralatan ini, maka:

• Menghemat biaya penggunaan saluran komunikasi.


• Kapasitas saluran komunikasi dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.
• Ada kemungkinan dari beberapa terminal dilakukan transmisi data menuju satu titik yang
sama.

Keuntungan dari sistem ini adalah:

• Biayanya murah, karena dalam sistem ini tidak diperlukan modem.


• Bentuk topologinya sederhana.
• Mudah dalam instalasi dan maintenance.
Selain keuntungannya, sistem ini juga memiliki kekurangan antara lain:
• Kapasitas pengiriman data sangat terbatas karena hanya terdapat satu lintasan data, sehingga
hanya satu pasang komputer yang dapat saling bekomunikasi pada saat yang sama.
• Jarak pengiriman sinyal listriknya terbatas.
• Untuk area yang luas diperlukan biaya instalasi yang banya.

b. Broadband

Metoda ini digunakan untuk mentransmisikan sinyak analog. Maka apabila dalam
bentuk sinyal digital, dipelukanmodem untuk mengubahnya dalam bentuk sinyal analog.
Media yang digunakan adalah kabel coaxial broadband yaitu dengan menggunakan media
frekuensi radio atau satelit. Data dari beberapa terminal dapat menggunakan sati terminal,
tetapi frekuensinya berbeda-beda, sehingga pada saat yang bersamaan dapat dikirimkan
beberapa frekuensi.

Keuntungan dari metode ini adalah:


• Kapasitas pengiriman data yang tinggi karena memiliki beberapa sinyal transmisi.
• Untuk sistem broadband non kabel wilayah jangkauannya akan lebih luas dan biaya yang
lebih murah.

Sedangkan kerugiannya adalah


• Harga modem yang diperlukan mahal.
• Waktu tunda perjalanan sinyal dua kali lebih lama.
• Proses maintenance cukup sukar.
• Biaya frekuensi yang mahal.

2.5 SATUAN TRANSMISI


Sebuah aspek yang sangat penting dalam komunikasi data adalah kecepata pengiriman
9
junaidi_bwi@yahoo.com
PHYSICAL LAYER 2009
data lewat media transmisi. Faktor fakor yang paling berpengaruh adalah:
• Mutu jalur transmisi
• Penjang sambungan
• Sifat-sifat elektrikal.
• Jenis modem.
Mutu jlur transmisi ditunjukan oleh bandwidthnya, bendwidth ini menunjukan ukuran
kapasitas jalur transmisi yang dinyatakan dalam satuan:
• Baud adalah kecepatan modulasi.
• Bit perdetik adalah kecepatan sinyal.
• Karakter perdetik kecepatan transmisi.
Kecepatan modulasi berhubungan dengan lalu lintas jalur transmisi . kecepatan
elemen transmisi dinyatakan dengan satuan baudrate (elemen perdetik). Pasa dasarnya,
kecepatan ini menunjukan kecepatan maksumum perubahan kondisi jalur transmisi. Satu
elemen sama dengan jumlah bit per detik yang dapat ditransmisikan dalam jalur transmisi.

2.6 KAPASITAS JALUR TRANSMISI

Kapasitas jalur transmisi dapat digolongkan dalam tiga kelompok yaitu Narrowband
Channel (Subvoice grade channel), Voiceband (voice grade channel), dan wideband channel.
Narrowband channel mempunyai kecepatan sinyal transmisi antara 50-300 bps. Transmisi
jenis ini membutuhkan biaya instalasi yang relatif rendah, tetapi biaya Overheadnya mahal
dengan tinggak kesalahan yang besar.
Voiceband Chanel mempunyai kecepatan sinyal transmisi antara 300-500 bps, jalur transmisi
ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu Dial-up dan Private Lines. Dial up adalah saluran
komunikasi yang diperoleh dengan menggunakan jaringan telepon. Sebelum hubungan
komunikasi ini terjadi , pemakai harus mendial nomor telpon yang akan dituju. Sedangkan
Private Lines adalah saluran yang menggunakan jaringan telpon, namun memakai fasilitas
khusus.
Wideband Channel kecepatan transmisi sinyal pada jenis ini dapat mencapai satuan jutaan
bps, misalnya kabel coaxial microwaves dan lain-lain.

2.7 MEDIA TRANSMISI

Sesuai dengan fungsinya yaitu untuk membawa aliran bit data dari satu komputer ke
komputer yang lain, maka dalam pengiriman data memrlukan media transmisi yang nantinya
akan digunakan untutk keperluan transmisi. Setiap media mempunyai karakteristik tertentu,
dalam bandwidth delay, biaya dan kemudahan isntalasi dan pemeliharaannya.
Media transmisi merupakan suatu jalur fisik antaran transmiter dan receiver dalam sistem
transmisi data. Media transmisi dapat diklasifikasikan sebagai Guided atau terpandu dan
unguided atai tidak terpandu, kedua-duanya dapat berbentuk dalam medan elektromagnetik.
Dengan media yang terpadu, gelombang dipandu melalui sebuah media padat seperti kabel
terpilin (twisted pais), kabel coaxial tembaga dan serat optik. Atmosfir dan udara adalah
salahsatu bentuk dari unguided media, dalam transmisi ini biasa disebut juga wireless
Transmision.
Beberapa faktor yang berhubungan dengan media transmisi dan sinyal sebagai penentu data
rate dan jarak adalah sebagai berikut:
• Bandwidth (Lebar Pita). Semakin besar maka semakin banyak pula data yang dapat
dikirimkan.

10
junaidi_bwi@yahoo.com
PHYSICAL LAYER 2009
• Transmision Impairement (Kerusakan transmisi). Untuk media terpadu, kabel twisted pair
secara umum mengalami kerusakan transmisi lebih dari pada kabel coaxial, dan coaxial
mengamami kerusakan data lebih banyak daripada fiberoptik.

• Interference (Interferensi). Interferensi dari sinyal damal pita frekuensi yang saling
Overlapping dapat menyebabkan distorsi atau dapat merusak sebuah sinyal.

• Jumlah Penerima (receiver). Sebuah media terpadu dapat digunakan untuk membawa
sebuah hubungan piont-to-point atau sebuah hubungan yang dapat digunakan secara bersama-
sama.

Kabel
a.
Bila simber data dan penerima jaraknya tidak terlalu jauh dan dalam area lokal, maka
dapat digunakan kabel sebagai media transmisinya. Kabel merupakan komponan fisik
jaringan yang paling rentan dan harus diinstalasi secara cermat dan teliti. Walaupun kabel
bukanlah sesuatu yang menarik dan terkadang banyak dilupakan oleh orang, namun ketika
sebuah jaringan bermasalah, hal yang pertama kali diperiksah oleh Admin jaringan adalah
kabel.

a. Coaxial.

Coaxial terdiri dri dua buah konuktor, dibentuk untuk beroperasi pada pita frekuensi
lebar. Terdiri dari konduktor inti dan dikelilingi oleh kawat-kawat kecil. Diantara konduktor
inti dengan konduktor sekelilingnya dipisahkan dengan sebuah isolasi (jacket). Kabel coaxial
lebih kecil kemungkinannya untuk berinterferensi dikarenakan adanya shield. Coaxial dapat
digunakan untuk jarak jauh dan mendukung lebih banyak terminal dalam satu jalur bersama.

Penggunaan kabel coaxial secara umum adalah sebagai antena televisi, spektrum yang
digunakan untuk signaling adalah sekitar 400 Mhz. Demikian juga untuk sinyal digital,
repeater digunakan pada setai kilometer. Kabel coaxial ini dibagi menjadi dua jenis kabel,
Coaxial Baseband (50 Ohm) dan Coaxial Broadband.

b. Twisted pair.

Twisted pair terdiri dari dua kawat tembaga terselubung yang diatur sedemikian rupa
sehingga membentuk pola spiral. Satu pasang kawat berfungsi sebagai sebuah link
komuniaksi. Dalam jarak yang semakin jauh, pilinan dari kabel ini bertujuan untuk
mengurangi interferensi.

Kabel ini seringa dugunakan dalam pembangunan jaringan komputer skala kecil,
bandwidth yang dapat dilayani pada kabel ini adalah 10 Mbps, namun dalam
perkembangannya Bandwidth yang ada adalah 100 Mbps, dari segi harga, kabel ini lebih
murah jika dibandingkan dengan media transmisi kabel lainnya dan lebih mudah dalam
penggunaan, namun dari segi jarak dan data rate yang mampu ditanganinya, Kabel ini lebih
terbatas.

Seperti halnya kabel coaxial, kabel ini juga dibagi menjadi dia macam, Yaitu STP
(Shielded Twisted pair) dan UTP (Unshielded Twisted Pair). Kabel UTP lebih banyak
11
junaidi_bwi@yahoo.com
PHYSICAL LAYER 2009
digunakan ketimbang kabel UTP, UTP dispesifikasikan oleh organisasi EIA/TIA (Electronic
Industries Assosiation and Telecomunication Industries Assosiation) yang mengkategorikan
kabel ini menjadi 8 kategori yaitu Kategori 1, 2, 3, 4. 5. 5+, 6, 7. Untuk mengetahui kategori
kabel yang digunakan pada jaringan, pada kabel biasanya ditulis dengan kode CAT.

Pada kategori 1, hanya bisa mentransmisikian Suara saja, dan tidak termasuk
pengiriman data. Pada kategori 2, kecepatan maksimum transmisi samapi 4 Mbps, kategori 3
hingga 10Mbps, kategori 4 dan 5 masing masing memiliki kecepatan 100Mbps, sedangkan
kategori 5+, 6 dan 7 mempunyai kecepatan hingga 1,000Mbps (Gigabit Ethernet).

Kabel UTP digunakan untuk menghubungkan komputer dalam ruangan tertutup,


sedangkang STP digunakan untul luar ruangan, STP memiliki sebuah Shield yang berfungsi
melindungi dirinya dari interferensi luar sehingga sangat cocok digunakan di luar ruangan
yang kemungkinan besar dapat terganggu oleh berbagai macam gangguan.

c. Fiber optik.

Fiber optik merukana salah satu media transmisi yang digunakan untut
mentransmisikan data, namun data yang dikirimkan melalui media ini bukanlah merupakan
medan eletromagnetik akan tetapi merupakan sinyal cahaya atau laser. Serat optik berdiamete
sangat tipis yaitu sekitar 2-125 mikrometer berbagai bahan kaca dan plastik dapat digunakan
sebagai fiberoptik, namun yang memiliki loss kecil adalah serat Ultra Pure Fused Silica.
Bahan tersebut sangat sulit diproduksi, karena itu digunakanlah media lain yang mepunyai
Loss yang sangat besar tetapi masih dapat ditoleransi.

Serat optik berbentuk silindris dan terdiri dari 3 bagian yaitu Core, Cladding dan Jacket. Core
adalah bagian terdalam dan terdiri dari satu serat atau lebih. Tiap serat tersebut dikelilingi
oleh Cladding dan kemudian ditutupi oleh Coating. Bagain terluar adalah Jacket yang
bertugas melindungi serat optik dari kelembapan, abrari dan kereusakan.

Sistem transmisi optik mempunyai tiga komponen utama yaitu media transmisi,
sumber cahaya dan detector. Sebagai media transmisi digunakan kaca dan memanfaatkan
LED atau laser dimana keduanya akan memancarkan cahaya jika diberi arus listrik sebagai
detector digunakan Photodiode, yang berfungsi untuk membangkitkan pulsa elektrik apabila
ada seberkas cahaya yang mengenainya.

Berdasarkan sifat dan karakteristikya, maka jenis fiber optik dibagi menjadi 2 yaitu:

• Multi Mode.

Pada jenis serat optik ini penjalaran cahaya dari ujung satu ke ujung lainnya terjadi
melalui beberapa lintasan cahaya, karena itu disebut multimode. Diameter inti (Core) sesuai
dengan rekomendasi dari CCITT g.651 sebesar 50mm dan dilapisi oleh jaket selubung
(Cladding) dengan diameter 125mm. Sedangkan berdasarkan dengan susunan indeks biasnya
serat optik multi mode memiliki dua profil yaitu Grade Index dan Step Index.

Pada Grade Index, serat optik mempunyai index bias cahaya yang merupakan fungsi
dari jarak terhadap sumbu/poros serat optik. Dengan demikian cahaya yang menjalar melalui
beberapa lintasan pada akhirnya akan sampai kepada ujung lainnya pada waktu yang
12
junaidi_bwi@yahoo.com
PHYSICAL LAYER 2009
bersamaan. Pada Step Index sinar yang menjalar pada sumbu akan sampai pada ujung lainya
dahulu.

Hal ini karena lintasan yang melalui poros lebih pendek dibandingkan sinar yang
mengalami pemantulan pada dinding serat optik sebaha hasilnya terjadilah pelebaran pulsa
atau dengan kata lain mengurangi lebar bidang frekuensi. Oleh karena itu secara praktis
hanya serat optik grade index sajalah yang digunakan sebagai saluran transmisi serat optik
multimode.

• Single Mode

Serat optik Single Mode atau mono mode mempunyai inti yang sangat kecil yaitu
berkisar antara 3-10mm sehingga hanya 1 berkas cahaya saja yang dilewatkan pada core
tersebut. Oleh karena hanya satu berkas cahaya, maka tidak akan terpengaruh dengan index
bias ataupun perbedaan waktu sampainya cahaya dari satu ujung ke ujung lainnya. Dengan
demikian, serat optik ini digunakan untuk jaringan jarak jauh atau luar kota (Long Haul
Transmision System) sedangkan untuk Grade Index digunakan untuk jaringan telekomunikasi
lokal.

Bit Rate (Mbps), Jarak repeater Multi Mode, Jarak Repeater Single Mode
140 30 50
280 20 35
420 15 33
565 10 31

Fiber optik mempunyai keunggulan-keunggulan sebagai berikut:


• Erdaman Transmisinya kecil.
• Bidang Frekuensi yang lebar.
• Ukurannya kecil dan ringan.
• Tidak ada interferensi.

b. NIC

NIC atau Network Interface Card atau sering disebut dengan kartu jaringan
merupakan komponen kunci pada terminal jaringan. Fungsi utamanya adalah mengirim data
ke jaringan dan menerima data. Selauin itu nic juga mengontrol data flow antara sistem
komputer dan sistem kabel yang terpasang dan menerima data yang dikirim dari komputer
lain lewak kabel dan menerjemahkannya kedalam bit yang dimengerti oleh komputer.

NIC ini menyediakan sejumlah pilihan konfigurasi yang menjamin kemampuan card
untuk bisa digunakan dalam piranti komputer lain yang sama dengan memberi respons yang
berar bagi sistem operasi. Apabila menggunakan jaringan berbasis PC, maka yang harus
diperhatikan adalah setingannya agar tidak terjadi konflik antara piranti yang lain.

NIC diproduksi oleh bermacam macam perusahaan sebut saja D-link, K-link, Cisco,
dll. Namun kesemuanya dapat digunakan tanpa adanya gangguan yang berarti. Dua buah
variabel penting dalam sebuah NIC adalah alamat port dan interuptnya.

Alamat port berfungsi untuk mengarahkan data yang masuk dan keluar dari terminal
13
junaidi_bwi@yahoo.com
PHYSICAL LAYER 2009
kerja tersebut. Interrupt merupakan sebuah switch elektronik lokal yang digunakan oleh
sistem operasi untuk mengontrol aliran data. Interrupt juga digunakan oleh komputer untuk
menghentikan aliran data sementara waktu dan memungkinkan aliran data yang berbeda agar
tidak dapat menggunakan sirkuit fisik yang sama dan dalam waktu yang bersamaan pula.
Selain dua variable diatas, NIC juga mempunyai kode tersendiri yang unik yang artinya 12
digit MAC yang ada dimasing masing kartu jaringan yang ada di dunia ini berlainan.

14
junaidi_bwi@yahoo.com
PHYSICAL LAYER 2009

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dengan membuat makalah pengujian kekerasan ini kami sebagai mahasiswa


teknik mesin ,dapat menambah wawasan kami dalam bidang jaringan.dalam penulisan
makalah ini kami mengalami banyak kesulitan referensi dan tenaga ahli dalam bidang
jaringan ,sehingga kami mengambil referensi dari e –learning.

3.2 Saran

Setelah kami melakukan pengajian tentang pengujian kekerasan bahan kami


menyarankan:

1. Para peneliti sebaiknya mensosialkan kajian ilmuanya ke masyarakat


luas khusunya ke cendikiawan muda.

2. Fasilitas lab jaringan sebaiknya di perbanyak untuk kemudahan mahas-


iswa

3. Lembaga yang terait dengan disiplin ilmu tersebut menyertakan ma-


hasiswa dalam proses pengkajian.

15
junaidi_bwi@yahoo.com