Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
Judul : Penentuan masa pembekuan
Tujuan : 1. Menentukan lama waktu membeku
2. Mengetahui aktifitas faktor-faktor koagulasi darah

BAB II
METODE
A. Alat dan Bahan
Alat
1. Gelas benda
2. Tusuk gigi
3. Kapas
4. Jarum Francke
5. Stopwatch
Bahan
1. Darah probandus
2. Alkohol 70%
B. Cara Kerja
1. Jari probandus dibersihkan dengan menggunakan alkohol 70% dan
ditusuk menggunakan jarum francke.
2. Darah yang pertama keluar dibersihkan dengan kapas.
3. 2 tetes darah diteteskan di dua tempat pada gelas benda kemudian
stopwatch dinyalakan.
4. Setiap 30 detik darah ditarik perlahan pada tetesan pertama sampai
terbentuk benang fibrin.
5. Waktu tebentuk benang fibrin di catat.
6. Ulangi pada tetesan kedua.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Percobaan

Tabel hasil penentuan masa pembekuan


Kelompok
/

Pembekuan darah (detik)


Tetesan 1
Tetesan 2

1
2
3
4

256
400
365
439

146
150
250
375

B. Pembahasan
Koagulasi adalah suatu proses yang rumit di dalam sistem koloid darah yang
memicu partikel

koloidal terdispersi untuk

memulai

proses

pembekuan

dan

membentuk trombus. Koagulasi adalah bagian penting dari hemostasis. yaitu saat
penambalan dinding pembuluh darah yang rusak oleh keping darah dan faktor
koagulasi (yang mengandung fibrin) untuk menghentikan pendarahan dan memulai
proses perbaikan. Kelainan koagulasi dapat meningkatkan risiko pendarahan
atau trombosis (Furie dan Furie, 2005).
Koagulasi meliputi beberapa langkah berurutan yang kompleks, mengarah ke
perubahan fibrinogen yang bersirkulasi ke dalam protein tak larut fibrin. Bersamaan
dengan jaringan fibrin yang tumbuh, fibrinogen meliputi permukaan sumbat platelet.
Lewat sel-sel darah dan platelet tambahan yang terperangkap dalam serabut yang
kusut, membentuk bekuan darah yang secara efektif menyegel bagian pembuluh
darah yang rusak. Koagulasi normal tidak dapat terjadi kecuali plasma berisi faktorfaktor pembekuan yang diperlukan. Faktor pembekuan darah yang penting disebut
prokoagulen, meliputi ion Ca2+ dan 11 protein berbeda. Kebanyakan protein tersebut
adalah proenzim yang jika diubah menjadi enzim aktif, langsung bereaksi dalam
respon pembekuan darah (Wulangi, 1993).
Haperin sering digunakan dalam kedokteran klinik untuk mencegah
pembakuan darah. Kerja utama anti koagulan tergantung pada pengaktifan
antitrombin III, yang selanjutnya menghambat proses serin. Hal ini dikarenakan
heparin menyebabkan terhambatnya perubahan fibrinogen menjadi fibrin
(Martin, 1983).
Proses koagulasi darah menurut teori Howell terdiri dari tiga tahap, yaitu:
Tahap 1: pembentukan tromboplastin
Tahap 2: aktivasi protrombin menjadi trombin
Tahap 3: dari fibrinogen sampai terbentuknya fibrin clot

Tromboplastin

Tahap 1

Ca2+
Tahap 2

Protrombin

Trombin

Tahap 3
Fibrin Clot
Fibrinogen
Waktu koagulasi adalah saat mulai keluarnya tetesan darah pertama sampai
mulai terlihat benang-benang fibrin pada tetesan kedua. Darah normal membeku
dalam 4-8 menit.
(Aida, 2005).
Faktor-faktor yang mempercepat dan memperlambat koagulasi adalah :
1. Pemanasan pada suhu 37oC darah akan lebih cepat membeku daripada suhu
dibawah 37oC yang akan membuat darah labih lambat membeku.
2. Pengocokan, apabila darah dikocok pelan-pelan maka koagulasi akan dipercepat
sedangkan bila dikocok denga keras, jaringan fibrin akan pecah dan koagulasi
melambat.
3. Luas pemukaan kontak, koagulasi akan cepat dengan penambahan kontak. Hal ini
dapat dilakukan dengan cara memasukkan kassa ke dalam larutan darah.
(Aida, 2005).
Dari hasil percobaan pembekuan darah, dapat diketahui bahwa setiap individu
memiliki waktu pembekuan yang berbeda-beda. Dari percobaan juga dapat
ditemukan yang memiliki pembekuan darah normal atau tidak normal. Pada
probandus 1, waktu pembekuan pada tetesan pertama adalah 256 detik dan tetesan
kedua adalah 146 detik. Pada probandus 2, waktu pembekuan pada tetesan pertama
adalah 400 detik dan tetesan kedua adalah 150 detik. Pada probandus 3, waktu
pembekuan pada tetesan pertama adalah 365 detik dan tetesan kedua adalah 250
detik. Pada probandus 4, waktu pembekuan pada tetesan pertama adalah 439 detik
dan tetesan kedua adalah 375 detik. Jadi, percobaan ini sesuai dengan teori yaitu
darah normal akan membeku pada 4-8 menit.

BAB IV
KESIMPULAN
1. Waktu koagulasi adalah waktu dimana mulai keluarnya tetesan darah pertama
sampai mulai tebentuknya benang-benang fibrin pada tetesan darah kedua.
2. Darah normal membeku pada 4-8 menit.
3. Faktor yang mempengaruhi koagulasi adalah suhu, pangocokan, dan kontak
dengan benda asing.
4. Pada probandus 1, waktu tetesan pertama adalah 256 detik dan tetesan kedua
adalah 146 detik. Pada probandus 2, waktu tetesan pertama adalah 400 detik
dan tetesan kedua adalah 150 detik. Pada probandus 3, waktu tetesan pertama
adalah 365 detik dan tetesan kedua adalah 250 detik. Pada probandus 4, waktu
tetesan pertama adalah 439 detik dan tetesan kedua adalah 375 detik.

BAB V
DAFTAR PUSTAKA
Aida, Y. 2005. Fisiologi Hewan. Fakultas Biologi Universitas Atma Jaya. Yogyakarta.
Furie, B. dan Furie B. C. 2005. The molecular basis of blood coagulation. Cell.
USA.
Martin, D. W. 1983. Biokimia (Review of Biochemistry) 19th, EBC. Buku kedokteran.
Jakarta.
Wulangi, K. 1993. Prinsip=Prinsip Fisiologi Hewan. Biologi FMIPA-ITB. Bandung.