Anda di halaman 1dari 48

HUTAN MANGROVE

Kelompok 2
Anggota :
Andisa Shabrina
3425122214
Azizatul Mukminah
3415110316
Dwi Oktaviani
3425122206
Nurul Family
3425122219
Riza Fahlevi
3415115808

DESKRIPSI DAN
ZONASI HUTAN
MANGROVE

Pengertian mangrove
Mangrove:

Tumbuh-tumbuhan yang
hidup di area mangrove
Area yang mendapatkan
pengaruh daratan dan
lautan

Canopy pohon
Daratan/ lumpur
Air (tawar dan asin)

Hutan Mangrove
merupakan komunitas vegetasi
pantai tropis,
didominasi
oleh
beberapa
spesies pohon mangrove yang
mampu tumbuh di daerah pasang
surut pantai berlumpur.
umumnya tumbuh pada daerah
intertidal dan supratidal yang
cukup mendapat aliran air, dan
terlindung dari gelombang besar .
banyak ditemukan di pantaipantai teluk yang dangkal,
estuaria, delta dan daerah pantai

Sebaran mangrove di
Indonesia

Ciri-ciri umum lingkungan mangrove:


Terdapat di pantai yang tertutup
Berlumpur, substrat miskin akan oksigen
Mendapatkan pengaruh yang kuat dari air tawar dan air
asin
Fluktuasi salinitas air, suhu dan sinar matahari sangat
tinggi
Perairan mempunyai kesuburan tinggi
Merupakan habitat dari berbagai organisme (di darat, laut
dan udara/ canopy pohon)
Hanya tumbuh-tumbuhan tertentu yang tumbuh di hutan
mangrove
Hewan yang hidup di air mangrove mempunyai toleransi
yang tinggi terhadap perubahan kondisi lingkungan

Zonasi Hutan Mangrove


Zonasi berdasarkan salinitas
a. Zona air payau hingga air laut de-ngan salinitas pada waktu

terendam air pasang berkisar antara 10 - 30 0/00


Area yang terendam sekali atau
dua kali sehari selama 20 hari
dalam
sebulan
(Rhizophora
mucronata )
Area yang terendam 10 - 19 kali
per bulan (A. alba, A. marina,
Sonneratia griffithii, Rhizophora
sp).
Area yang terendam kurang dari
sembilan kali setiap bulan (
Rhizopho-ra sp., Bruguiera sp.)
Areayang
terendam
hanya
beberapa hari dalam setahun (
Bruguiera gymnorhiza, Rhizophora

b.

Zona air tawar hingga air payau, dimana salinitas berkisar


antara 0 - 10 0/00 :
Area yang kurang lebih
masih dibawah pengaruh
pasang surut: asosiasiasi
Nypa
Area
yang
terendam
secara
musiman:
Hibiscus dominan.

ZONASI HUTAN MANGROVE (salah satu di Indones


Daerah paling dekat dengan laut,
substrat agak berpasir, sering
ditumbuhi oleh Avicennia spp, pada
zona ini sering berasosiasi dengan
Sonneratia spp
Lebih ke arah darat, hutan mangrove
umumnya
didominasi
oleh
Rhizophora spp.
Juga dijumpai
Bruguiera spp dan Xylocarpus spp
Zona berikutnya
Bruguiera spp.

didominasi

oleh

Zona transisi antara hutan mangrove


dan hutan daratan rendah biasanya
ditumbuhi oleh Nypa fruticans, dan
beberapa spesies palem lainnya

DAUR HIDUP
MANGROVE

Propagul

ADAPTASI POHON
MANGROVE

Adaptasi
Terhadap kadar oksigen
rendah (cakar ayam,
penyangga)
Akar papan

Terhadap kadar garam


tinggi
(berdaun tebal dan
kuat,ada
jaringan penyimpan air,
struktur stomata)
Terhadap tanah labil
(struktur akar yang sangat
ekstensif dan jaringan

Akar tongkat

Akar cakar ayam

Akar lutut

Pneumatofor

FAUNA HUTAN
MANGROVE

Fauna hutan
mangrove
Kelompok fauna daratan/terestrial
yang umumnya menempati bagian
atas pohon mangrove, terdiri atas:
insekta, ular, primata, dan burung.
Kelompok fauna perairan/akuatik,
terdiri atas dua tipe, yaitu: (a) yang
hidup di kolom air, terutama berbagai
jenis ikan, dan udang; (b) yang
menempati substrat baik keras (akar
dan batang pohon mangrove)
maupun lunak (lumpur), terutama
kepiting, kerang, dan berbagai jenis
invertebrata lainnya).

Fauna Arboreal

AIR PASANG

Fauna Dasar
keras lautan

Fauna Dasar
Lunak Daratan

AIR SURUT

FAUNA MANGROVE

Penyebaran fauna penghuni hutan


mangrove memperlihatkan dua cara,
yaitu penyebaran secara vertical dan
secara
horisontal.
Penyebaran
secara vertikal umumnya dilakukan
oleh jenis fauna yang hidupnya
menempel atau melekat pada, akar,
cabang maupun batang pohon
mangrove, misalnya jenis Liftorina
scabra, Nerita albicilla, Menetaria
annulus dan Melongena galeodes
(BUDIMAN & DARNAEDI 1984;
SOEMODIHARDJO
1977).
Sedangkan
penyebaran
secara
horisontal biasanya ditemukan pada
jenis fauna yang hidup pada substrat,
baik itu yang tergolong infauna,
yaitu fauna yang hidup dalam
lubang atau dalam substrat,
maupun yang tergolong epifauna,

Fauna moluska yang hidup sebagai


penghuni hutan mangrove di Indonesia
umumnya didominasi oleh Gastropoda,
yaitu sekitar 61 jenis , sedangkan dari kelas
Bivalvia hanya sekitar 9 jenis saja (Tabel 2).
Dari fauna Gastropoda penghuni mangrove
yang memiliki penyebaran yang sangat luas
adalah Littorina scabra, Terebralia palustris,
T. sulcata dan Cerithium patalum.
Sedangkan jenis yang memiliki daya
adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan
yang sangat ekstrim adalah Littorina scabra
(a), Crassostrea cacullata (b) Enigmonia
aenigmatica (c) (BUDIMAN & DARNAEDI
1984).

RANTAI MAKANAN
DI EKOSISTEM
HUTAN MANGROVE

ALIRAN MATERI PADA


EKOSISTEM MANGROVE

RANTAI MAKANAN PADA


EKOSISTEM MANGROVE

Rantai Makanan Pada


Ekosistem Hutan Mangrove

Rantai Makanan
Secara Langsung

Rantai Makanan
Secara Tidak
Langsung (Rantai
Detritus)

Rantai Makanan Secara


Langsung

Rantai Makanan Tidak Langsung / Rantai


Detritus

FUNGSI EKOLOGIS
DAN
PEMANFAATAN
HUTAN MANGROVE

Fungsi Ekologis Hutan


Mangrove
1. Proteksi garis pantai dari hempasan
gelombang
2. Proteksi dari tiupan angin kencang
3. Mengatur sedimentasi
4. Retensi nutrien
5. Memperbaiki kualitas air
6. Mengendalikan intrusi air laut

7. Pengaturan air bawah tanah


8. Penghasil sejumlah besar detritus,
berasal dari daun dan dahan pohon
mangrove yang rontok.
9. Daerah asuhan (nursery ground), daerah
mencari makanan (feeding ground) dan
daerah pemijahan (spawning ground)
bermacam biota perairan

Proteksi Garis Pantai dari


Hempasan Gelombang
K = 3.000 pohon/ha,
d = 15 cm, lebar hutan =
200 m mengurangi
tinggi gelombang
tsunami 50-60 % dan
kecepatan tsunami 4060 % (Harada dan
Kawata, 2004).
Tegakan Kadelia candel
6 th dalam jalur lebar
1,5 km mengurangi
tinggi gelombang
setinggi 1 m menjadi
0,05 m

Proteksi dari
Tiupan Angin
Kencang
Tegakan mangrove tinggi
3 5 m hanya 1 % jumlah
pohon yang rusak akibat
tiupan angin topan
(Saenger, 2002)

Mengatur
Sedimentasi
Mangrove berperan

mengatur pergerakan
sedimentasi
pengurangan daya erosif
arus air, pengayaan
deposit liat, dan
pengurangan daya
resuspensi.

Tanah timbul lebar 5 m di depan tegakan


mangrove lebar 100 m

Retensi Nutrien
Rapatnya batang dan
susunan perakaran
mangrove partikel liat
terdeposisi dan nutrien
terserap dalam sedimen
liat

Memperbaiki Kualitas
Air
Rhizophora

mucronata menyerap
> 300 ppm Mn, 20
ppm Zn dan 15 ppm
Cu (Darmiyati et al.,
1995).

Daun Avicennia
marina akumulasi Pb
> 15 ppm, Cd > 0,5
ppm, dan Ni > 2,4
ppm (Saepulloh,
1995)

Mengendalikan
Intrusi Air laut
Jarak intrusi air laut
Pantai Jakarta meningkat
1
km
pada
hutan
mangrove 0,75 m 4,24
km pada lokasi tanpa
hutan mangrove (Hilmi,
1998)

Pengaturan Air
Bawah Tanah
Groundwater
secara
ekologis
dapat
menstabilkan
salinitas
pada
saat
musim
kemarau dan mensuplai
nutrien
ke
ekosistem
mangrove.

Pemanfaatan Hutan Mangrove


HASIL HUTAN BERUPA KAYU :

BAHAN BAKU ARANG

KAYU BAKAR
BAHAN BAKU CHIPS

BAHAN BANGUNAN

BAHAN PERAHU

HASIL HUTAN BUKAN KAYU

PAKAN TERNAK

OBAT-OBATAN DAN MAKANAN /


MINUMAN

Tangkai
buah
Nipah
disadap, diolah kemudian
dijual sebagai gula nipah.
Nelayan
di
Pematang
Siantar
sudah
lama
membuat gula nipah ini.
Nypa fruticans

Di Rembang, Kelompok
Tani Mangrove Sidodadi
Maju
telah
berhasil
membibitkannnya
dan
menjualnya untuk keperluan
konservasi

Rhizophora
apiculata

Sonneratia alba

DAMPAK
KEGIATAN
MANUSIA
PADA EKOSISTEM
HUTAN MANGROVE

KERUSAKAN SECARA FISIK DAN KIMIA

No.

1.

Kegiatan

Tebang Habis

Dampak

Berubahnya komposisi tumbuhan mangrove

Tidak berfungsinya daerah mencari makanan


dan pengasuhan

2.

Pengalihan aliran air


tawar ( pembangunan
irigasi)

Pembuangan
3.

padat

Peningkatan salinitas hutan (rawa) mangrove

Menurunnya tingkat kesuburan hutan

Kemungkinan terlapisnya pneumatofora

sampah

mengakibatkan matinya pohon mangrove

Perembesan bahan bahan pencemaran


dalam sampah padat

Pengalihan aliran air


tawar

TEBANG HABIS

PEMBUANGAN SAMPAH
PADAT

Lanjutan . . .

No.

Kegiatan

Dampak

4.

Pencemaran minyak

Kematian pohon mangrove

5.

Penambangan dan
ekstraksi Mineral di
dalam hutan

Kerusakan total ekosistem sehingga


memusnahkan daerah asuhan

Penambangan dan
6.

Ekstraksi Mineral di
daratan sekitar
hutan mangrove

Pengendapan sedimen yang berlebihan


mampu mematikan pohon

Akibat Pencemaran
minyak

Penambangan dan ekstraksi


Mineral di
dalam hutan

Penambangan dan
Ekstraksi Mineral di daratan sekitar
hutan mangrove

Lanjutan . . .

No.

Kegiatan

Dampak
Mengancam regenerasi stok-stok ikan
dan udang di perairan lepas pantai yang
memerlukan hutan mangrove

7.

Konversi menjadi
lahan pertanian dan
perikanan

Pencemaran

laut

oleh

bahan-bahan

pencemar yang sebelum hutan mangrove


Pendangkalan peraian pantai
Instrusi garam
Erosi garis pantai
Penurunan kandungan oksigen terlarut

8.

Pembuangan
sampah cair

dalam air
Menghasilkan hidrogen sulfida (H2S) dan

aminia (NH3)

Akibat Dari Konversi menjadi lahan pertanian dan


perikanan

Akibat Dari Pembuangan sampah


cair

TERIMAKASIH

WASSALAMUALAYKUM
WR.WB