Anda di halaman 1dari 16

ISU TERKINI TENTANG EFEK KELEBIHAN

LEMAK
(TUGAS ILMU GIZI DASAR)

DISUSUN OLEH :
1. DWI DHOMAS NARWAH TUTI
2. GUSTI AYU PUTU D.S.
3. RAHMANITA SAKWATI
4. WIDIA SOBTA RACHMADAYATIKA

JURUSAN GIZI NONREGULER


POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG
TAHUN PELAJARAN 2012/2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul ISU TERKINI TENTANG EFEK
KELEBIHAN LEMAK.
Makalah ini berisikan tentang informasi mendasar pengertian lemak, efek kelebihan lemak,
cara mengatasi kelebihan lemak, fungsi lemak, manfaat lemak,
Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang efek
kelebihan lemak.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa
meridhai segala usaha kita. Amin.

Bandarlampung, 17 Oktober 2012

penulis
kelompok 7

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................................


DAFTAR ISI..............................................................................................................
KATA PENGANTAR ...............................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ........................................................................................
1.2 Tujuan .....................................................................................................
BAB II LEMAK
2.1 Definisi Lemak........................................................................................
2.2 Jenis Lemak ............................................................................................
2.3 Fungsi Lemak..........................................................................................
2.4 Manfaat Lemak .......................................................................................
2.5. Kebutuhan Lemak ...................................................................................
2.6 Akibat Kelebihan Lemak ........................................................................
2.7 Isu Terbaru Tentang Efek Kelebihan Lemak ..........................................
2.8 Metabolisme Lemak................................................................................
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan ..............................................................................................
3.2 Saran ........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam memporeh energi, ada 3 zat terpenting yang dibutuhkan oleh tubuh yaitu
karbohidrat, protein dan lemak. Lemak merupakan komponen bahan makanan yang penting.
Istilah lemak sebenarnya tergantung apakah pada suhu kamar bahan tersebut dalam keadaan
cair atau padat. Bila pada suhu kamar dalam keadaan cair, maka disebut minyak, sebaliknya
bila dalam keadaan padat disebut lemak. Lipid atau lipida lebih merupakan istilah ilmiah,
yang mencakup baik minyak maupun lemak. Dalam pustaka asing, lipida yang kita makan
umumnya disebut ditery fat, yang dapat kita terjemahkan lemak pangan.
Lemak juga salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh dan menurut ahli kesehatan
tubuh memerlukan 20-30% lemak dari jumlah keseluruhan makanan yang kita konsumsi.
Selain itu, lemak merupakan sumber nutrisi yang disimpan dari tubuh dan berasal dari
makanan yang dikonsumsi. Zat gizi ini menyumbangkan 60 % dari total energi yang
dibutuhkan pada saat beristirahat dan juga dibutuhkan dalam jumlah lebih besar saat Anda
berolahraga. Lemak yang kaya akan energi berfungsi sebagai sumber energi yang utama
untuk proses metabolisme tubuh. Lemak di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari
makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai
cadangan energi.
Karena pengaruhnya yang besar tersebut, akhir-akhir ini tanpa disadari lemak sering
dikonsumsi sebagian besar orang dalam kehidupan sehari-hari terutama makanan cepat saji
yang menjadi pilihan praktis masyarakat modern. Tidak heran terkadang lemak bisa juga
memberikan efek positif maupun negatif dalam jangka pendek dan jangka panjang terhadap
tubuh kita sendiri. Efek negatif itu sendiri muncul dari jumlah konsumsi lemak kita.
Khususnya lemak yang berlebih terkadang memberikan efek negatif lebih banyak
dibandingakan kekurangan lemak. Berdasarkan hal inilah yang melatarbelakangi kelompok
kami untuk membuat makalah dengan judul Isu Terkini Tentang Efek Kelebihan Lemak.

1.2

Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu:
1. Mengetahui definisi lemak itu sendiri.
2. Mengetahui jenis, fungsi, serta manfaat lemak.
3. Memahami kebutuhan lemak yang diperlukan tubuh.
4. Mengetahui efek yang ditimbulkan dari kelebihan lemak.
5. Memahami metabolisme lemak mulai dari makanan sampai menjadi feses.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Lemak
Lemak adalah sekelompok ikatan organik yang terdiri atas unsur-unsur Carbon (C),
Hidrogen (H), Oksigen(O) yang mempunyai sifat dapat larut dalam zat-zat pelarut
tertentu (zat pelarut lemak).

Fungsi Carbon dalam tubuh manusia


Unsur karbon mungkin elemen paling penting untuk kehidupan. Hampir setiap
bagian dari tubuh kita dibuat dengan jumlah besar elemen ini. Atom karbon
sangat ideal untuk membangun molekul biologis yang besar. Atom karbon dapat
dianggap sebagai sebuah blok bangunan dasar. Bangunan blok tersebut dapat
melekat satu sama lain untuk membentuk rantai panjang, atau mereka dapat
dilampirkan

ke

unsur

lainnya.

Kita

makan

karbon

dan

tubuh

kita

menggunakannya untuk struktur dan fungsi sehari-hari kita. Apa pun yang
memiliki karbon di dalamnya dianggap organik. Karbon adalah unsur paling
produktif kedua ditemukan didalam tubuh manusia. Karbon dapat diekresikan
dari tubuh dalam bentuk karbon dioksida, yang merupakan produk limbah dari
respirasi. Karbon juga merupakan komponen utama dari glikosa dan gula lainnya.

Fungsi Hidrogen dalam tubuh manusia

1) Peningkatan aliran darah Selain bernafas, minum air banyak cara lain untuk
mengkonsumsi oksigen, unsur paling penting bagi kehidupan manusia.
Darah, pada gilirannya, akan membawa lebih oksigen yang seluruh tubuh.

2) Penurunan jerawat Minum air membantu keseimbangan minyak yang kita


konsumsi dalam makanan kita. Oleh karena itu, banyak dari minyak yang
biasanya dikeluarkan melalui kulit dan menyebabkan jerawat sekarang
dibuang melalui buang air besar.

3) Peningkatan tidur karena tubuh membutuhkan jumlah yang cukup air untuk
melakukan tugas apapun. Minum juga dapat membantu seseorang tidur lebih

baik. Lebih banyak oksigen dibawa keluar seluruh tubuh, lebih santai diri
sendiri dan membuatnya lebih mudah untuk tertidur dan tetap tidur.

4) Lebih banyak energi Karena anda akan lebih rileks dan mendapatkan tidur
lebih banyak untuk menyediakan tubuh anda dengan istirahat yang cukup,
anda akan memiliki lebih banyak energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari
anda.

Fungsi Oksigen dalam tubuh manusia


1) Untuk pernafasan manusia
2) Ketika tubuh memiliki oksigen yang cukup, tubuh menghasilkan energi
untuk mengoptimalkan dan menghilangkan limbah baracun terakumulasi
dalam jaringan.

3) Meningkatkan tingkat energy


4) Meningkatkan stamina dan daya tahan
5) Meningkatkan penyerapan untuk mineral, asam amino, protein dan nutrisi
penting lainnya

6) Cepat memulihkan keletihan


7) Menurunkan tingkat jantung istirahat
8) Membunuh bakteri menular, virus, jamur dan parasit namun tidak merugikan
baik mikroorganisme yang dibutuhkan tubuh

9) Meredakan nyeri
10) Meningkatkan sirkulasi
11) Tidur yang lebih baik
12) Memperkuat sistem kekebalan tubuh
13) Mempertinggi konsentrasi dan kewaspadaan
14) Meningkatkan metabolism lemak yang menyebabkan hilangnya lemak tubuh

15) Menenangkan sistem saraf


16) Meningkatkan memori
17) Meningkatkan ketidakseimbangan kimia tubuh dalam tubuh
18) Mempercepat penyembuhan untuk luka
Minyak atau lemak merupakan komponen bahan makanan yang penting. Istilah
minyak atau lemak sebenarnya tergantung apakah pada suhu kamar bahan tersebut dalam
keadaan cair atau padat. Bila pada suhu kamar dalam keadaan cair, maka disebut minyak,
sebaliknya bila dalam keadaan padat disebut lemak. Lipid atau lipida lebih merupakan
istilah ilmiah, yang mencakup baik minyak maupun lemak. Dalam pustaka asing, lipida
yang kita makan umumnya disebut ditery fat, yang dapat kita terjemahkan lemak pangan.
Lemak merupakan salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh dan menurut ahli
kesehatan tubuh memerlukan 20-30% lemak dari jumlah keseluruhan makanan yang kita
konsumsi.Berdasarkan sumbernya, lemak dapat digolongkan menjadi 2 jenis yakni lemak
yang berasal dari hewan dan tumbuhan atau yang dikenal sebagai lemak nabati.Lemak yang
berasal dari hewan mengandung banyak kolesterol sedangkan lemak nabati mengandung
fitosterol, yaitu lebih banyak mengandung asam lemak tak jenuh yang bermanfaat bagi
tubuh.Lemak yang berasal dari hewan biasanya berbentuk padat berbeda dengan lemak nabati
yang biasanya berbentuk cair.
Lemak secara kimiawi tersusun oleh sekelompok senyawa yang berbeda. Dalam
bahan makanan lemak dapat terdiri dari dua bentuk, yaitu yang tampak (visible) dan yang
tidak tampak (invisible). Lemak yang mempunyai titik lebur tinggi bersifat padat pada suhu
kamar, sedangkan yang mempunyai titik lebur rendah bersifat cair. Lemak yang tampak
misalnya mentega, margarin, minyak goreng dan sebagainya. Lemak yang tidak tampak
misalnya yang terdapat dalam berbagai bahan makanan seperti daging, kacang tanah, susu,
telur, dan sebagainya.

2.2 Jenis-jenis lemak


Lemak dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara :
a. Menurut Struktur Kimianya :
Lemak Netral (triglyceride) :

b.

Phospholipida

Lecithine

Sphyngomyelineb.

Menurut Sumbernya (Bahan Makanannya) :

Lemak Hewan
lemak hewani mengandung asam lemak jenuh khususnya mempunyai rantai
karbon panjang yang berbentuk padat (lemak atau gaji).

Lemak Nabati.
Lemak nabati mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh yang
menyebabkan titik cair yang lebih rendah dan berbentuk cair (minyak).

c. Menurut Konsistennya :

d.

Lemak Padat (Lemak atau Gaji)

Lemak Cair (Minyak).

Menurut Wujudnya :

Lemak tak terlihat (invisible fat)

Lemak terlihat (visible fat).

2.3 Fungsi Lemak


Berbagai macam penyakit yang ditimbulkan oleh lemak sering dianggap musuh oleh
kita. Namun perlu diketahui, menjaga lemak tubuh tetap dalam kadar yang normal juga
diperlukan. Lemak tubuh pada dasarnya dibutuhkan agar fungsi-fungsi tubuh dapat berjalan
normal dan sehat. Ada beberapa alasan lain mengapa kita harus tetap memelihara kadar
lemak tubuh yang sehat, yaitu :
a. Penghasil Energi
Sebagai sumber energi yang pekat, 1 gram lemak memberikan 9 kalori (2 x energi
yang dibebaskan dari 1 gram protein maupun 1 gram karbohidrat). Energi yang
berlebihan dalam tubuh akan disimpan dalam jaringan adipose sebagai energi
potensial. Diketahui secara terperinci lemak adipose ini tersimpan dalam jaringan di
bawah kulit/sub cutaneous tissues sebanyak 50%, sekeliling alat tubuh dalam rongga

perut sebanyak 45% dan dalam jaringan bagian dalam otot/intra muscular tissues
sebanyak 5%.
Secara alamiah lemak yang tersimpan ini adalah dalam bentuk lemak netral atau
trigliserida. Lemak cadangan ini tidak statis sifatnya tetapi selalu diperbaharui dan
perubahannya dibantu oleh adanya enzim lipase dan koenzim dalam proses
metabolism dan utilisasi lemak dalam tubuh.
Bilamana cadangan lemak ini terjadi berlebih-lebihan (melebihi 20% dari berat badan
normal), maka orang tersebut mempunyai tendensi mengalami kegemukan (obesitas)
yang cenderung mengalami gangguan kesehatan.

b. Pembangun / pembentuk struktur tubuh


Cadangan lemak yang normal terdapat di bawah kulit dan sekeliling organ tubuh,
berfungsi sebagai bantalan pelindung dan menunjang letak organ tubuh.
subcutaneous fat (lemak di bawah kulit) akan melindungi kehilangan panas tubuh
melalui kulit, berarti juga mengatur suhu tubuh.
c. Protein Sparer
Andaikan energi cukup tersedia dari lemak dan karbohidrat, maka protein dapat
dihemat agar dipergunakan tubuh sesuai fungsinya sebagai pembangun dan
memperbaiki jaringan-jaringan yang aus/rusak.

d. Penghasil Asam lemak esensial


Asam lemak esensial (Essential Fatty Acids = EFA) adalah asam lemak yang tidak
dapat dibentuk tubuh harus tersedia dari luar (berasal dari makanan). Asam lemak
esensial yang memegang peranan penting bagi tubuh adalah linoleat, linolenat dari
arakhidonat. Ketiganya mengandung ikatan rangkap lebih dari satu (dua atau lebih)
termasuk ke dalam kelompok asam lemak tak jenuh poli atau (Poly Unsaturated Fatty
Acids = PUFA).

e. Carrier (pembawa) vitamin larut dalam lemak


Vitamin A, D, E, dan K membutuhkan media yang mengandung lemak untuk dapat
dipergunakan tubuh.

Fungsi lemak antara lain :


1. Lemak sebagai pelumas diantara persendian dan membantu pengeluaran sisa
makanan.
2.

Lemak memberi kepuasan cita rasa, lemak lebih lambat dicerna sehingga dapat
menangguhkan perasaan lapar. Lemak memberi rasa dan keharuman yang lebih baik
pada makanan.

3.

Beberapa macam lipida berfungsi sebagai agen pengemulsi (misal = lesitin) yang
akan membantu mempermudah transport substansi lemak keluar masuk melalui
membran sel.

4.

Asam lemak berfungsi juga sebagai precursor (pendahulu) dari prostaglandin yang
berperanan mengatur tekanan darah, denyut jantung dan lipolisis.

2.3 Manfaat lemak


Namun lemak juga punya manfaat bagi tubuh kita. Maka kita tidak bisa
mengabaikan lemak sama sekali. Yang jelas harus dikontrol asupannya. Seandainya
hari ini anda mengkonsumsi lemak, usahakan jangan langsung tidur. Gunakan untuk
suatu kegiatan yang membakar lemak tersebut, agar tidak tertimbun di tubuh.

Berikut manfaat lemak bagi kesehatan tubuh :


1. Melindungi tubuh. Lemak berfungsi untuk melindungi tubuh kita dari pengaruh
cuaca di sekitar kita, untuk membantu mengatur suhu tubuh, dan melindungi kita
dari hawa yang sangat panas dan dingin.
2. Bagian dari fungsi tubuh. Lemak merupakan bagian penting untuk menjalankan
fungsi tubuh yang sehat dan normal.
3. Membantu penyerapan vitamin. Lemak berfungsi sebagai pengangkut vitamin A,
D, E, dan K, yaitu sejenis vitamin yang mudah larut dalam lemak. Tanpa lemak
tubuh, Anda bisa kekurangan vitamin yang dapat menyebabkan timbulnya
beberapa penyakit.
4. Bantalan tubuh yang alami. Lemak merupakan mekanisme bantalan tubuh yang
alami. Lemak mengelilingi dan melindungi beberapa organ vital, dan menjaga
sendi-sendi. Bahkan atlet pun memerlukan lemak untuk melindungi tubuh mereka
dari cidera yang potensial dialami saat berlatih maupun saat bertanding.

5. Struktur sel, kecantikan, dan pertambahan usia. Lemak adalah bagian dari struktur
sel-sel kita, yang penting untuk memelihara kesehatan kulit, rambut, dan kuku.
Meskipun kita rajin fitnes dan tubuh kita kencang, namun lemak tubuh yang sehat
juga akan menjaga kita tetap terlihat feminin, tidak seperti beberpa selebriti yang
membuat tubuhnya terlihat seperti laki-laki.
6. Kesuburan. Lemak tubuh membantu untuk memastikan produksi hormon,
termasuk hormon seks. Wanita, yang memiliki lemak tubuh sangat rendah,
cenderung memiliki kadar estrogen yang juga rendah. Hal ini bisa berakibat
terhentinya menstruasi.
7. Energi dan daya tahan tubuh. Dengan memiliki lemak tubuh dalam kadar yang
sehat, kita bisa menghindarkan diri dari penyakit dan kelelahan yang kronis. Selain
itu, lemak tubuh yang rendah akan mengurangi atau menurunkan energi bagi
tubuh.

2.4 Kebutuhan Lemak


Kebutuhan tubuh akan lemak ditinjau dari sudut fungsinya :
(1) lemak sebagai sumber utama energi
(2) lemak sebagai sumber asam lemak polyunsaturated acid (PUFA), dan
(3) lemak sebagai pelarut vitamin-vitamin yang larut lemak (Vitamin-vitamin A, D, E,
K)
Lemak merupakan zat gizi padat enersi, nilai kalorinya 9 kalori setiap gram lemak.
Dalam bentuk lemak dapat disimpan enersi dalam jumlah besar di dalam massa yang
kecil dan tidak memerlukan banyak air seperti pada penimbunan karbohidrat dan
protein, sehinggaa mempunyai volume maupun berat yang relatif rendah.
Di dalam hidangan sebaiknya dari jumlah kalori total, sebesar 15-20 persen berasal dari
lemak, sehingga kebutuhan akan lemak dapat dihitung tegas, karna kebutuhan enersi
dapat ditentukan dengan jelas. Di negara-negara kaya, bagain enersi yang berasal dari
lemak mencapai 30-40 persen dari kalori total. Jumlah ini dianggap terlalu tinggi,
karena masyarakat menujukkan kesehatan yang tidak optimal. Dalam hidangan ratarata di Indonesia, lemak memberikan iuran kalori terbanyak 7-8 persen dari enersi total.
Jumlah ini dianggap terlalu rendah. Dengan meperhitungkan beragai faktor, dianggap
bahwa kebutuhan lemak di dalam hidangan sebaiknya memberikan 15-20 persen dari

kalori total ini akan memenuhi kebutuhan ketiga suduk keperluan seperti tersebut di
atas.
Lemak nabati pada umumya kaya akan PUFA; dengan jumlah lemak yang dianjurkan
untuk konsumsi di Indonesia, dan mengingat lemak di dalam hidangan untuk sebagaian
besar berupa lemak nabati, maka kebutuhan akan PUFA akan cukup terpenuhi
Lemak seperti yang dikonsumsi sekarang di dalam hidangan di Indonesia, tidak cukup
untuk penyerapan vitaminn-vitamin yang larut lemak. Jumlah yang dianjurkan akan
memenuhi kebutuhan lemak sebagai pelarut vitamin-vitamin tersebut.

2.4 Akibat kelebihan lemak


Kelebihan lemak tubuh dikaitkan dengan ancaman fisik yang besar seperti penyakit
jantung, kanker, dan diabetes. (Tiga dari empat orang Amerika meninggal karena baik
penyakit jantung atau kanker setiap tahun, menurut survei Kesehatan Nasional dan
Gizi Pemeriksaan, sekitar 80 persen dari mereka kematian berhubungan dengan faktor
gaya hidup , termasuk tidak aktif)
Sebagai

contoh,

jika

anda gemuk,

dibutuhkan lebih

banyak

energi

untuk

bernapas karena jantung Anda harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke
paru-paru karena kelebihan lemak seluruh tubuh. Beban kerja meningkat dapat
menyebabkan jantung Anda menjadi membesar dan dapat mengakibatkan tekanan
darah

tinggi dan

detak

jantung

tidak

menentu

yang

mengancam

jiwa.

Orang gemuk juga cenderung memiliki kadar kolesterol tinggi, membuat mereka
lebih rentan terhadap arteriosklerosis, penyempitan arteri oleh endapan plak. Ini
menjadi ancaman nyawa ketika pembuluh darah menjadi begitu sempit atau
tersumbat bahwa organ-organ vital seperti otak, jantung atau ginjal kekurangan darah.
Selain itu, penyempitan pembuluh darah memaksa jantung untuk memompa lebih
keras, dan tekanan darah akan meningkat. Tekanan darah tinggi itu sendiri
menimbulkan beberapa risiko kesehatan, termasuk serangan jantung, gagal ginjal,
dan stroke. Sekitar 25 persen dari semua masalah jantung dan pembuluh darah yang
berhubungan dengan obesitas.

Studi klinis telah menemukan hubungan antara lemak tubuh berlebih dan timbulnya
kanker.

Dengan

sendirinya,

lemak

tubuh

dianggap

sebagai

tempat

penyimpanan karsinogen (bahan kimia penyebab kanker) pada pria dan wanita. Pada
wanita, lemak tubuh berlebih telah dikaitkan dengan tingkat lebih tinggi dari payudara
dan kanker rahim, pada pria, ancaman datang dari usus besar dan kanker prostat.

Ada

juga

keseimbangan

antara

gula

darah,

lemak

tubuh,

dan

hormon

insulin. Kelebihan gula darah disimpan di hati dan organ vital lainnya, ketika organorgan yang "penuh," gula darah berlebih diubah menjadi lemak. Seperti sel-sel lemak
sendiri menjadi penuh, mereka cenderung untuk mengambil gula darah kurang. Pada
beberapa orang obesitas, pankreas memproduksi insulin lebih banyak dan lebih, yang
tubuh tidak dapat digunakan, untuk mengatur kadar gula darah, dan seluruh sistem
menjadi kewalahan. Ini dapat menghasilkan diabetes, suatu penyakit dengan
konsekuensi jangka panjang, termasuk penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan,
amputasi, dan kematian. Kelebihan lemak tubuh juga terkait dengan penyakit kandung
empedu, gastro-intestinal penyakit, disfungsi seksual, osteoarthritiis, dan stroke.

2.6

Isu Terkini Tentang Efek Kelebebihan Lemak


Kelebihan lemak tubuh bisa mempercepat proses penuaan otak sehingga
menimbulkan risiko lebih besar terkena penyakit otak yang berkaitan dengan usia tua.
Misalnya, alzheimer.
Orang setengah baya yang kelebihan berat badan atau gemuk, makin sedikit memiliki
kadar zat-zat kimia penanda fungsi dan kesehatan otak. Demikian hasil temuan Dr.
Stefan Gazdzinski dan para koleganya dari San Francisco VA Medical Center. Dalam
penelitian, mereka menggunakan pemindai otak magnetic resonance imaging (MRI)
terhadap terhadap 50 laki-laki maupun perempuan paruh baya yang sehat.

Mereka mengukur jumlah berbagai zat kimia pada otak bercitra putih dan abu-abu.
Bagian abu-abu terdiri dari badan sel syaraf. Sementara bagian putih adalah hasil
hubungan antara sel-sel syaraf. Lima dari partisipan penelitian itu tergolong gemuk.
Sedangkan 15 lainnya punya berat badan berlebih dan 30 punya berat badan normal.
Semakin tinggi indeks massa tubuh (BMI) berarti semakin rendah konsentrasi

Nacetyl-aspartate (NAA) di daerah frontal, temporal dan parietal otak. BMI


merupakan rasio tinggi badan terhadap berat tubuh. NAA adalah zat kimia otak yang
berguna untuk beberapa fungsi serta menjadi penanda kesehatan otak secara
keseluruhan.

Orang yang tubuhnya lebih berat juga makin sedikit memiliki NAA di bagian frontal
abu-abu serta makin sedikit memiliki konsentrasi kolin pembawa metabolit di bagian
frontal putih pada otak. Zat tersebut adalah kunci pembentukan membran sel. Hubungan terkuat antara BMI dan zat kimia otak terlihat pada bagian putih daerah frontal.
Mereka menyakini bagian itu secara khusus rawan mengalami kerusakan akibat usia
tua. Tubuh terlalu berat mempercepat penuaan otak, atau kelebihan berat badan.
Kegemukan saat kanak-kanak turut pengaruhi perkembangan otak. Menurut mereka,
data tersebut belum memastikan, apakah abnormalitas otak hanya berhubungan
dengan lemak tubuh atau juga terkait masalah kesehatan lainnya. Misalnya,
kekurangan gizi dan gerak.

2.7 Metabolisme Lemak


Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya adalah dari lipid
netral, yaitu trigliserid (ester antara gliserol dengan 3 asam lemak). Secara ringkas,
hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol, selain itu ada juga yang
masih berupa monogliserid. Karena larut dalam air, gliserol masuk sirkulasi portal
(vena porta) menuju hati. Asam-asam lemak rantai pendek juga dapat melalui jalur
ini. Pemecahan lemak menjadi asam lemak, monogliserida, kolin dan sebagainya,
terjadi hampi semuanya secara eksklusif dalam duodenum dan jejunum, melalui
kerja sama antara gara-garam empedu dan lipase pankreas, dalam lingkungan pH
yang lebih tinggi yang disebabkan oleh sekresi bikarbonat.
Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam air,
maka diangkut oleh miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan dilepaskan ke
dalam sel epitel usus (enterosit). Di dalam sel ini asam lemak dan monogliserida
segera dibentuk menjadi trigliserida (lipid) dan berkumpul berbentuk gelembung
yang disebut kilomikron. Selanjutnya kilomikron ditransportasikan melalui
pembuluh limfe dan bermuara pada vena kava, sehingga bersatu dengan sirkulasi

darah. Kilomikron ini kemudian ditransportasikan menuju hati dan jaringan


adiposa.
Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa, kilomikron segera dipecah
menjadi asam-asam lemak dan gliserol. Selanjutnya asam-asam lemak dan gliserol
tersebut, dibentuk kembali menjadi simpanan trigliserida. Proses pembentukan
trigliserida ini dinamakan esterifikasi. Sewaktu-waktu jika kita membutuhkan
energi dari lipid, trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan gliserol, untuk
ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi. Proses
pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. Asam lemak tersebut
ditransportasikan oleh albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai
asam lemak bebas (free fatty acid/FFA).
Hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah asam lemak dan
gliserol. Jika sumber energi dari karbohidrat telah mencukupi, maka asam lemak
mengalami esterifikasi yaitu membentuk ester dengan gliserol menjadi trigliserida
sebagai cadangan energi jangka panjang. Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber
energi dari karbohidrat barulah asam lemak dioksidasi, baik asam lemak dari diet
maupun jika harus memecah cadangan trigliserida jaringan. Proses pemecahan
trigliserida ini dinamakan lipolisis.
Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan
asetil KoA. Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme
karbohidrat dan protein, asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke dalam siklus
asam sitrat sehingga dihasilkan energi. Di sisi lain, jika kebutuhan energi sudah
mencukupi, asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam lemak dan
selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida.
Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. Asetil KoA
mengalami kolesterogenesis menjadi kolesterol. Selanjutnya kolesterol mengalami
steroidogenesis membentuk steroid. Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak
juga berpotensi menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat, hidroksi butirat dan
aseton). Proses ini dinamakan ketogenesis. Badan-badan keton dapat menyebabkan
gangguan keseimbangan asam-basa yang dinamakan asidosis metabolik. Keadaan
ini dapat menyebabkan kematian.