Anda di halaman 1dari 120

‫س ِم ﷲِ ال ﱠر ْح َم ِن ال ﱠر ِح ْي ِم‬

ْ ِ‫ب‬

TAFSIR JALALAIN
JALALUDDIN AS-SUYUTHI & JALALUDDIN MUHAMMAD IBNU AHMAD AL-MAHALLY

Al-Baqarah

Terdiri atas 286 ayat. Madaniyyah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina

TIGA GOLONGAN MANUSIA DALAM MENGHADAPI AL-QUR’AN

Golongan Mukmin

∩⊇∪ $Ο!9#

001. { ‫} اﻟم‬ (Alif laam miim) Allah yang lebih mengetahui akan maksudnya.

∩⊄∪ z⎯ŠÉ)−Fßϑù=Ïj9 “W‰èδ ¡ Ïμ‹Ïù ¡ |=÷ƒu‘ Ÿω Ü=≈tGÅ6ø9$# y7Ï9≡sŒ

002.{ ‫} ذﻟك اﻟﻛﺗﺎب‬ (Kitab ini) yakni yang dibaca oleh Muhammad saw. { ‫(} ﻻ رﻳب‬tidak ada keraguan) atau

kebimbangan { ‫( } ﻓﻳﻪ‬padanya) bahwa ia benar-benar dari Allah swt. Kalimat negatif menjadi predikat dari subyek 'Kitab ini',
sedangkan kata-kata isyarat 'ini' dipakai sebagai penghormatan. { ‫} ﻫدى‬ (menjadi petunjuk) sebagai predikat kedua, artinya

menjadi penuntun { ‫( } ﻟﻠﻣﺗﻘﻳن‬bagi orang-orang yang bertakwa) maksudnya orang-orang yang mengusahakan diri mereka
supaya menjadi takwa dengan jalan mengikuti perintah dan menjauhi larangan demi menjaga diri dari api neraka.

∩⊂∪ tβθà)ÏΖムöΝßγ≈uΖø%y—u‘ $®ÿÊΕuρ nο4θn=¢Á9$# tβθãΚ‹É)ãƒuρ Í=ø‹tóø9$$Î/ tβθãΖÏΒ÷σムt⎦⎪Ï%©!$#

003. { ‫(} اﻟذﻳن ﻳؤﻣﻧون‬Orang-orang yang beriman) yang membenarkan { ‫(} ﺑﺎﻟﻐﻳب‬kepada yang gaib) yaitu yang tidak
kelihatan oleh mereka, seperti kebangkitan, surga dan neraka { ‫} وﻳﻘﻳﻣون اﻟﺻﻼة‬ (dan mendirikan salat) artinya

melakukannya sebagaimana mestinya { ‫( } وﻣﻣﺎ رزﻗﻧﺎﻫم‬dan sebagian dari yang Kami berikan kepada mereka) yang Kami
anugerahkan kepada mereka sebagai rezeki { ‫( } ﻳﻧﻔﻘون‬mereka nafkahkan) mereka belanjakan untuk jalan menaati Allah.

∩⊆∪ tβθãΖÏ%θムö/ãφ ÍοtÅzFψ$$Î/uρ y7Î=ö7s% ⎯ÏΒ tΑÌ“Ρé& !$tΒuρ y7ø‹s9Î) tΑÌ“Ρé& !$oÿÏ3 tβθãΖÏΒ÷σムt⎦⎪Ï%©!$#uρ

004. { ‫} واﻟذﻳن ﻳؤﻣﻧون ﺑﻣﺎ أﻧزﻝ إﻟﻳك‬ (Dan orang-orang yang beriman pada apa yang diturunkan kepadamu) maksudnya

Alquran, { ‫} وﻣﺎ أﻧزﻝ ﻣن ﻗﺑﻠك‬ (dan apa yang diturunkan sebelummu) yaitu Taurat, Injil dan selainnya

{ ‫( } وﺑﺎﻵﺧرة ﻫم ﻳوﻗﻧون‬serta mereka yakin akan hari akhirat), artinya mengetahui secara pasti.
∩∈∪ šχθßsÎ=øßϑø9$# ãΝèδ y7Íׯ≈s9'ρé&uρ ( öΝÎγÎn/§‘ ⎯ÏiΒ “W‰èδ 4’n?tã y7Íׯ≈s9'ρé&

005. { ‫} أوﻟﺋك‬ (Merekalah), yakni orang-orang yang memenuhi sifat-sifat yang disebutkan di atas

{ ‫( } ﻋﻠﻰ ﻫدى ﻣن رﺑﻬم وأوﻟﺋك ﻫم اﻟﻣﻔﻠﺣون‬yang beroleh petunjuk dari Tuhan mereka dan merekalah orang-orang
yang beruntung) yang akan berhasil meraih surga dan terlepas dari siksa neraka.

Golongan Kafir

∩∉∪ tβθãΖÏΒ÷σムŸω öΝèδö‘É‹Ζè? öΝs9 ÷Πr& öΝßγs?ö‘x‹Ρr&u™ óΟÎγøŠn=tæ í™!#uθy™ (#ρãxx. š⎥⎪Ï%©!$# ¨βÎ)

006. { ‫} إن اﻟذﻳن ﻛﻔروا‬ (Sesungguhnya orang-orang kafir) seperti Abu Jahal, Abu Lahab dan lainnya

{ ‫( } ﺳواء ﻋﻠﻳﻬم أأﻧذرﺗﻬم‬sama saja bagi mereka, apakah kamu beri peringatan) dibaca, a-andzartahum, yakni dengan dua
buah hamzah secara tegas. Dapat pula hamzah yang kedua dilebur menjadi alif hingga hanya tinggal satu hamzah saja yang
dibaca panjang { ‫} أم ﻟم ﺗﻧذرﻫم ﻻ ﻳؤﻣﻧون‬ (atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.) Hal itu
telah diketahui oleh Allah, maka janganlah kamu berharap mereka akan beriman. 'Indzar' atau peringatan, artinya
pemberitahuan disertai ancaman.

∩∠∪ ÒΟŠÏàtã ë>#x‹tã öΝßγs9uρ ( ×οuθ≈t±Ïî öΝÏδÌ≈|Áö/r& #’n?tãuρ ( öΝÎγÏèôϑy™ 4’n?tãuρ öΝÎγÎ/θè=è% 4’n?tã ª!$# zΝtFyz

007. { ‫} ﺧﺗم اﷲ ﻋﻠﻰ ﻗﻠوﺑﻬم‬ (Allah mengunci mati hati mereka) maksudnya menutup rapat hati mereka sehingga tidak

dapat dimasuki oleh kebaikan { ‫( } وﻋﻠﻰ ﺳﻣﻌﻬم‬begitu pun pendengaran mereka) maksudnya alat-alat atau sumber-sumber
pendengaran mereka dikunci sehingga mereka tidak memperoleh manfaat dari kebenaran yang mereka terima
{ ‫(} وﻋﻠﻰ أﺑﺻﺎرﻫم ﻏﺷﺎوة‬sedangkan penglihatan mereka ditutup) dengan penutup yang menutupinya sehingga mereka
tidak dapat melihat kebenaran { ‫( } وﻟﻬم ﻋذاب ﻋظﻳم‬dan bagi mereka siksa yang besar) yang berat lagi tetap. Terhadap
orang-orang munafik diturunkan:

Golongan Munafik

∩∇∪ t⎦⎫ÏΨÏΒ÷σßϑÎ/ Νèδ $tΒuρ ÌÅzFψ$# ÏΘöθu‹ø9$$Î/uρ «!$$Î/ $¨ΨtΒ#u™ ãΑθà)tƒ ⎯tΒ Ä¨$¨Ψ9$# z⎯ÏΒuρ

008. { ‫} وﻣن اﻟﻧﺎس ﻣن ﻳﻘوﻝ آﻣﻧﺎ ﺑﺎﷲ وﺑﺎﻟﻳوم اﻵﺧر‬ (Di antara manusia ada orang yang mengatakan, "Kami beriman

kepada Allah dan hari akhir.") yaitu hari kiamat, karena hari itu adalah hari terakhir. { ‫} وﻣﺎ ﻫم ﺑﻣؤﻣﻧﻳن‬ (Padahal mereka
bukan orang-orang yang beriman). Di sini ditekankan arti kata 'orang', jika kata ganti yang disebutkan lafalnya, yakni 'mereka'.

∩®∪ tβρáãèô±o„ $tΒuρ öΝßγ|¡àΡr& HωÎ) šχθããy‰øƒs† $tΒuρ (#θãΖtΒ#u™ t⎦⎪Ï%©!$#uρ ©!$# šχθããω≈sƒä†
009. { ‫} ﻳﺧﺎدﻋون اﷲ واﻟذﻳن آﻣﻧوا‬ (Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman) yakni dengan berpura-
pura beriman dan menyembunyikan kekafiran guna melindungi diri mereka dari hukum-hukum duniawi
{ ‫( } وﻣﺎ ﻳﺧدﻋون إﻻ أﻧﻔﺳﻬم‬padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri) karena bencana tipu daya itu akan
kembali menimpa diri mereka sendiri. Di dunia, rahasia mereka akan diketahui juga dengan dibuka Allah kepada Nabi-Nya,
sedangkan di akhirat mereka akan menerima hukuman setimpal { ‫( } وﻣﺎ ﻳﺷﻌرون‬tetapi mereka tidak menyadari) dan tidak
menginsafi bahwa tipu daya mereka itu menimpa diri mereka sendiri. Mukhada`ah atau tipu-menipu di sini muncul dari satu
pihak, jadi bukan berarti berserikat di antara dua belah pihak. Contoh yang lainnya mu`aqabatul lish yang berarti menghukum
pencuri. Menyebutkan Allah di sana hanya merupakan salah satu dari gaya bahasa saja. Menurut suatu qiraat tidak tercantum
'wamaa yasy`uruuna' tetapi 'wamaa yakhda`uuna', artinya 'tetapi mereka tidak berhasil menipu'.

∩⊇⊃∪ tβθç/É‹õ3tƒ (#θçΡ%x. $yϑÎ/ 7ΟŠÏ9r& ë>#x‹tã óΟßγs9uρ ( $ZÊttΒ ª!$# ãΝèδyŠ#t“sù ÖÚz£Δ ΝÎγÎ/θè=è% ’Îû

010. { ‫} ﻓﻲ ﻗﻠوﺑﻬم ﻣرض‬ (Dalam hati mereka ada penyakit) berupa keragu-raguan dan kemunafikan yang menyebabkan

sakit atau lemahnya hati mereka. { ‫} ﻓزادﻫم اﷲ ﻣرﺿﺎ‬ (Lalu ditambah Allah penyakit mereka) dengan menurunkan

Alquran yang mereka ingkari itu. { ‫} وﻟﻬم ﻋذاب أﻟﻳم‬ (Dan bagi mereka siksa yang pedih) yang menyakitkan

{ ‫( } ﺑﻣﺎ ﻛﺎﻧوا ﻳﻛذﺑون‬disebabkan kedustaan mereka.) Yukadzdzibuuna dibaca pakai tasydid, artinya amat mendustakan,
yakni terhadap Nabi Allah dan tanpa tasydid 'yakdzibuuna' yang berarti berdusta, yakni dengan mengakui beriman padahal
tidak.

∩⊇⊇∪ šχθßsÎ=óÁãΒ ß⎯øtwΥ $yϑ¯ΡÎ) (#þθä9$s% ÇÚö‘F{$# ’Îû (#ρ߉šøè? Ÿω öΝßγs9 Ÿ≅ŠÏ% #sŒÎ)uρ

011. { ‫} ٕواذا ﻗﻳﻝ ﻟﻬم‬ (Dan jika dikatakan kepada mereka,) maksudnya kepada orang-orang munafik tadi

{ ‫"( } ﻻ ﺗﻔﺳدوا ﻓﻲ اﻷرض‬Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi!") yakni dengan kekafiran dan menyimpang
dari keimanan. { ‫} ﻗﺎﻟوا إﻧﻣﺎ ﻧﺣن ﻣﺻﻠﺣون‬ (Jawab mereka, "Sesungguhnya kami ini berbuat kebaikan.") dan tidak
dijumpai pada perbuatan kami hal-hal yang menjurus pada kebinasaan. Maka Allah swt. berfirman sebagai sanggahan atas
ucapan mereka itu:

∩⊇⊄∪ tβρáãèô±o„ ω ⎯Å3≈s9uρ tβρ߉šøßϑø9$# ãΝèδ öΝßγ¯ΡÎ) Iωr&

012. { ‫} أﻻ‬ (Ingatlah!) Seruan untuk membangkitkan perhatian. { ‫} إﻧﻬم ﻫم اﻟﻣﻔﺳدون وﻟﻛن ﻻ ﻳﺷﻌرون‬
(Sesungguhnya mereka itulah yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar) akan kenyataan itu.

â™!$yγx¡9$# ãΝèδ öΝßγ¯ΡÎ) Iωr& 3 â™!$yγx¡9$# z⎯tΒ#u™ !$yϑx. ß⎯ÏΒ÷σçΡr& (#þθä9$s% â¨$¨Ζ9$# z⎯tΒ#u™ !$yϑx. (#θãΨÏΒ#u™ öΝßγs9 Ÿ≅ŠÏ% #sŒÎ)uρ

∩⊇⊂∪ tβθßϑn=ôètƒ ω ⎯Å3≈s9uρ


013. { ‫} ٕواذا ﻗﻳﻝ ﻟﻬم آﻣﻧوا ﻛﻣﺎ آﻣن اﻟﻧﺎس‬ (Apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kamu sebagaimana orang-

orang lain beriman!") yakni sebagaimana berimannya para sahabat Nabi. { ‫} ﻗﺎﻟوا أﻧؤﻣن ﻛﻣﺎ آﻣن اﻟﺳﻔﻬﺎء‬ (Jawab
mereka, "Apakah kami akan beriman sebagaimana berimannya orang-orang yang bodoh?") Artinya kami tidak akan melakukan
seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang bodoh itu. Maka firman Allah menolak ucapan mereka itu:
{ ‫( } أﻻ إﻧﻬم ﻫم اﻟﺳﻔﻬﺎء وﻟﻛن ﻻ ﻳﻌﻠﻣون‬Ketahuilah, merekalah orang-orang bodoh tetapi mereka tidak tahu) akan hal
itu.

tβρâ™Ì“öκtJó¡ãΒ ß⎯øtwΥ $yϑ¯ΡÎ) öΝä3yètΒ $¯ΡÎ) (#þθä9$s% öΝÎγÏΨŠÏÜ≈u‹x© 4’n<Î) (#öθn=yz #sŒÎ)uρ $¨ΨtΒ#u™ (#þθä9$s% (#θãΖtΒ#u™ t⎦⎪Ï%©!$# (#θà)s9 #sŒÎ)uρ

∩⊇⊆∪

014. { ‫} ٕواذا ﻟﻘوا‬ (Dan jika mereka berjumpa) asalnya 'laqiyuu' lalu damah pada ya dibuang karena beratnya pada lidah

berikut ya itu sendiri karena bertemunya dalam keadaan sukun dengan wau sehingga menjadi 'laquu' ‫اﻟذﻳن آﻣﻧوا ﻗﺎﻟوا آﻣﻧﺎ‬
‫( ٕواذا ﺧﻠوا‬dengan orang yang beriman, mereka berkata, "Kami telah beriman." Dan bila mereka telah berpisah) dengan orang-
orang yang beriman dan kembali ‫( إﻟﻰ ﺷﻳﺎطﻳﻧﻬم‬kepada setan-setan mereka) maksudnya pemimpin-pemimpin mereka. ‫ﻗﺎﻟوا‬
‫( إﻧﺎ ﻣﻌﻛم‬Kata mereka, "Sesungguhnya kami ini bersama kamu) maksudnya sependirian dengan kamu dalam keagamaan,
‫( إﻧﻣﺎ ﻧﺣن ﻣﺳﺗﻬزﺋون‬kami ini hanya berolok-olok.") dengan berpura-pura beriman.

∩⊇∈∪ tβθßγyϑ÷ètƒ öΝÎγÏΨ≈uŠøóèÛ ’Îû ÷Λè呉ßϑtƒuρ öΝÍκÍ5 ä—Ì“öκtJó¡o„ ª!$#

015.‫ﺑﻬم‬ ‫اﷲ ﻳﺳﺗﻬزئ‬ (Allahlah yang memperolok-olokkan mereka) artinya membalas olok-olokkan itu dengan memperolok-

olokkan mereka pula‫( وﻳﻣدﻫم‬dan membiarkan mereka) terpedaya‫طﻐﻳﺎﻧﻬم‬ ‫ﻓﻲ‬ (dalam kesesatan mereka) yakni melanggar

batas disebabkan kekafiran ‫( ﻳﻌﻣﻬون‬terumbang-ambing) dalam keadaan bingung tanpa tujuan atau pegangan.

∩⊇∉∪ š⎥⎪ωtGôγãΒ (#θçΡ%x. $tΒuρ öΝßγè?t≈pgÏkB Mpt¿2u‘ $yϑsù 3“y‰ßγø9$$Î/ s's#≈n=Ò9$# (#ãρutIô©$# t⎦⎪Ï%©!$# y7Íׯ≈s9'ρé&

016.‫ﺑﺎﻟﻬدى‬ ‫أوﻟﺋك اﻟذﻳن اﺷﺗروا اﻟﺿﻼﻟﺔ‬ (Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk) artinya

mengambil kesesatan sebagai pengganti petunjuk ‫ﺗﺟﺎرﺗﻬم‬ ‫ﻓﻣﺎ رﺑﺣت‬ (maka tidaklah beruntung perniagaan mereka) bahkan
sebaliknya mereka merugi, karena membawa mereka ke dalam neraka yang menjadi tempat kediaman mereka untuk selama-
lamanya.‫ﻣﻬﺗدﻳن‬ ‫وﻣﺎ ﻛﺎﻧوا‬ (Dan tidaklah mereka mendapat petunjuk) disebabkan perbuatan mereka itu.
ω ;M≈yϑè=àß ’Îû öΝßγx.ts?uρ öΝÏδÍ‘θãΖÎ/ ª!$# |=yδsŒ …ã&s!öθym $tΒ ôNu™!$|Êr& !$£ϑn=sù #Y‘$tΡ y‰s%öθtGó™$# “Ï%©!$# È≅sVyϑx. öΝßγè=sVtΒ

∩⊇∠∪ tβρçÅÇö6ãƒ

017. ‫ﻣﺛﻠﻬم‬ (Perumpamaan mereka) sifat mereka dalam kemunafikannya itu, ‫ﻛﻣﺛﻝ اﻟذي اﺳﺗوﻗد‬ (seperti orang yang

menyalakan) atau menghidupkan ‫( ﻧﺎ ار‬api) dalam kegelapan ‫( ﻓﻠﻣﺎ أﺿﺎءت‬dan setelah api itu menerangi) atau menyinari
‫( ﻣﺎ ﺣوﻟﻪ‬apa yang di sekelilingnya) hingga ia dapat melihat, berdiang dan merasa aman dari apa yang ditakutinya ‫ذﻫب اﷲ‬
‫( ﺑﻧورﻫم‬Allah pun menghilangkan cahaya yang menyinari mereka) yaitu dengan memadamkannya. Kata ganti orang dijadikan
jamak 'him' merujuk kepada makna 'alladzii' ‫ﻳﺑﺻرون‬ ‫( وﺗرﻛﻬم ﻓﻲ ظﻠﻣﺎت ﻻ‬dan meninggalkan mereka dalam kegelapan
tidak dapat melihat) apa yang terdapat di sekeliling mereka, sehingga tidak tahu jalan dan mereka dalam keadaan kecemasan.
Demikianlah halnya orang-orang munafik yang mengucapkan kata-kata beriman, bila mereka mati mereka akan ditimpa
ketakutan dan azab.

∩⊇∇∪ tβθãèÅ_ötƒ Ÿω öΝßγsù Ò‘ôϑãã íΝõ3ç/ BΛà¼

018. ‫( ﺻم‬Mereka tuli) terhadap kebenaran, maksudnya tidak mau menerima kebenaran yang didengarnya ‫( ﺑﻛم‬bisu) terhadap

kebaikan hingga tidak mampu mengucapkannya ‫( ﻋﻣﻲ‬buta) terhadap jalan kebenaran dan petunjuk Allah sehingga tidak dapat

melihatnya, ‫ﻳرﺟﻌون‬ ‫( ﻓﻬم ﻻ‬maka mereka tidaklah akan kembali) dari kesesatan.

u‘x‹tn È,Ïã≡uθ¢Á9$# z⎯ÏiΒ ΝÍκÍΞ#sŒ#u™ þ’Îû ÷ΛàιyèÎ6≈|¹r& tβθè=yèøgs† ×−öt/uρ Ó‰ôãu‘uρ ×M≈uΚè=àß ÏμŠÏù Ï™!$yϑ¡¡9$# z⎯ÏiΒ 5=ÍhŠ|Áx. ÷ρr&

∩⊇®∪ t⎦⎪ÌÏ≈s3ø9$$Î/ 8ÝŠÏtèΧ ª!$#uρ 4 ÏNöθyϑø9$#

019. ‫( أو‬Atau) perumpamaan mereka itu, ‫( ﻛﺻﻳب‬seperti hujan lebat) maksudnya seperti orang-orang yang ditimpa hujan
lebat; asal kata shayyibin dari shaaba-yashuubu, artinya turun ‫( ﻣن اﻟﺳﻣﺎء‬dari langit) maksudnya dari awan ‫( ﻓﻳﻪ‬padanya)
yakni pada awan itu ‫( ظﻠﻣﺎت‬kegelapan) yang tebal, ‫( ورﻋد‬dan guruh) maksudnya malaikat yang mengurusnya. Ada pula yang

mengatakan suara dari malaikat itu, ‫( وﺑرق‬dan kilat) yakni kilatan suara yang dikeluarkannya untuk menghardik,‫ﻳﺟﻌﻠون‬
(mereka menaruh) maksudnya orang-orang yang ditimpa hujan lebat tadi ‫( أﺻﺎﺑﻌﻬم‬jari-jemari mereka) maksudnya dengan
ujung jari, ‫( ﻓﻲ آذاﻧﻬم ﻣن‬pada telinga mereka, dari) maksudnya disebabkan ‫( اﻟﺻواﻋق‬bunyi petir) yang amat keras itu
supaya tidak kedengaran karena ‫( ﺣذر اﻟﻣوت‬takut mati) bila mendengarnya. Demikianlah orang-orang tadi, jika diturunkan
kepada mereka Alquran disebutkan kekafiran yang diserupakan dengan gelap gulita, ancaman yang dibandingkan dengan guruh
serta keterangan-keterangan nyata yang disamakan dengan kilat, mereka menyumbat anak-anak telinga mereka agar tidak
mendengarnya, karena takut akan terpengaruh lalu cenderung kepada keimanan yang akan menyebabkan mereka
meninggalkan agama mereka, yang bagi mereka sama artinya dengan kematian. ‫( واﷲ ﻣﺣﻳط ﺑﺎﻟﻛﺎﻓرﻳن‬Dan Allah meliputi
orang-orang kafir) baik dengan ilmu maupun dengan kekuasaan-Nya hingga tidak sesuatu pun yang luput dari-Nya.

ª!$# u™!$x© öθs9uρ 4 (#θãΒ$s% öΝÍκön=tæ zΝn=øßr& !#sŒÎ)uρ ÏμŠÏù (#öθt±¨Β Νßγs9 u™!$|Êr& !$yϑ¯=ä. ( öΝèδt≈|Áö/r& ß#sÜøƒs† ä−÷y9ø9$# ߊ%s3tƒ

∩⊄⊃∪ ÖƒÏ‰s% &™ó©x« Èe≅ä. 4’n?tã ©!$# χÎ) 4 öΝÏδÌ≈|Áö/r&uρ öΝÎγÏèôϑ|¡Î/ |=yδs%s!

020. ‫( ﻳﻛﺎد‬Hampir saja) maksudnya mendekati ‫( اﻟﺑرق ﻳﺧطف أﺑﺻﺎرﻫم‬kilat menyambar penglihatan mereka) merebutnya
dengan cepat. ‫( ﻛﻠﻣﺎ أﺿﺎء ﻟﻬم ﻣﺷوا‬Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan padanya) maksudnya pada
cahaya atau di bawah sinarnya, ‫ﻗﺎﻣوا‬ ‫( ٕواذا أظﻠم ﻋﻠﻳﻬم‬dan bila gelap menimpa mereka, mereka pun berhenti) sebagai tamsil
dari bukti-bukti keterangan ayat-ayat Alquran yang mengejutkan hati mereka. Mereka membenarkannya setelah mendengar
padanya hal-hal yang mereka senangi sehingga mereka berhenti dari apa-apa yang dibencinya.

 4 öΝÏδÌ≈|Áö/r&uρ öΝÎγÏèôϑ|¡Î/ |=yδs%s! ª!$# u™!$x© öθs9uρ 4


(Sekiranya Allah menghendaki, niscaya dilenyapkan-Nya pendengaran dan penglihatan mereka) baik yang lahir maupun yang
batin

ÖƒÏ‰s% &™ó©x« Èe≅ä. 4’n?tã ©!$# χÎ) 4


(Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) yang dikehendaki-Nya, termasuk apa-apa yang telah disebutkan tadi.

KEESAAN DAN KEKUASAAN ALLAH SWT

Perintah Menyembah Allah SWT Yang Maha Esa

∩⊄⊇∪ tβθà)−Gs? öΝä3ª=yès9 öΝä3Î=ö6s% ⎯ÏΒ t⎦⎪Ï%©!$#uρ öΝä3s)n=s{ “Ï%©!$# ãΝä3−/u‘ (#ρ߉ç6ôã$# â¨$¨Ψ9$# $pκš‰r'¯≈tƒ

021. ‫اﻟﻧﺎس‬ ‫( ﻳﺎ أﻳﻬﺎ‬Hai manusia!) Maksudnya warga Mekah, ‫( اﻋﺑدوا‬Sembahlah olehmu) dengan bertauhid atau mengesakan
‫( رﺑﻛم اﻟذي ﺧﻠﻘﻛم‬Tuhanmu yang telah menciptakanmu) padahal sebelum itu kamu dalam keadaan tiada ‫( و‬dan) diciptakan-
Nya pula ‫ﺗﺗﻘون‬ ‫( اﻟذﻳن ﻣن ﻗﺑﻠﻛم ﻟﻌﻠﻛم‬orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa), artinya terpelihara dari siksa
dan azab-Nya yakni dengan jalan beribadah kepada-Nya. Pada asalnya 'la`alla' mengungkapkan harapan, tetapi pada firman
Allah berarti menyatakan kepastian.

ÏN≡tyϑ¨V9$# z⎯ÏΒ ⎯ÏμÎ/ ylt÷zr'sù [™!$tΒ Ï™!$yϑ¡¡9$# z⎯ÏΒ tΑt“Ρr&uρ [™!$oΨÎ/ u™!$yϑ¡¡9$#uρ $V©≡tÏù uÚö‘F{$# ãΝä3s9 Ÿ≅yèy_ “Ï%©!$#

∩⊄⊄∪ šχθßϑn=÷ès? öΝçFΡr&uρ #YŠ#y‰Ρr& ¬! (#θè=èy øgrB Ÿξsù ( öΝä3©9 $]%ø—Í‘

022. ‫( اﻟذي ﺟﻌﻝ‬Dialah yang telah menjadikan) menciptakan ‫( ﻟﻛم اﻷرض ﻓراﺷﺎ‬bagimu bumi sebagai hamparan), yakni
hamparan yang tidak begitu keras dan tidak pula begitu lunak sehingga tidak mungkin didiami secara tetap ‫ﺑﻧﺎء‬ ‫( واﻟﺳﻣﺎء‬dan
langit sebagai naungan) sebagai atap ‫( وأﻧزﻝ ﻣن اﻟﺳﻣﺎء ﻣﺎء ﻓﺄﺧرج ﺑﻪ ﻣن‬dan diturunkan-Nya dari langit air hujan lalu
dikeluarkan-Nya daripadanya) maksudnya bermacam-macam ‫ﻟﻛم‬ ‫( اﻟﺛﻣرات رزﻗﺎ‬buah-buahan sebagai rezeki bagi kamu) buat
kamu makan dan kamu berikan rumputnya pada binatang ternakmu ‫( ﻓﻼ ﺗﺟﻌﻠوا ﷲ أﻧدادا‬maka janganlah kamu adakan
sekutu-sekutu bagi Allah), artinya serikat-serikat-Nya dalam pengabdian ‫ﺗﻌﻠﻣون‬ ‫( وأﻧﺗم‬padahal kamu mengetahui) bahwa Dia
adalah pencipta, sedangkan mereka itu tidak dapat menciptakan apa-apa, maka tidaklah layak disebut dan dikatakan tuhan.

Tantantangan Allah SWT Kepada Kaum Musyrikin Mengenai Al-Qur’an

«!$# Èβρߊ ⎯ÏiΒ Νä.u™!#y‰yγä© (#θãã÷Š$#uρ ⎯Ï&Î#÷VÏiΒ ⎯ÏiΒ ;οu‘θÝ¡Î/ (#θè?ù'sù $tΡωö7tã 4’n?tã $uΖø9¨“tΡ $£ϑÏiΒ 5=÷ƒu‘ ’Îû öΝçFΖà2 βÎ)uρ

∩⊄⊂∪ t⎦⎫Ï%ω≈|¹ öΝçFΖä. χÎ)

023. ‫( ٕوان ﻛﻧﺗم ﻓﻲ رﻳب‬Sekiranya kamu merasa ragu) atau bimbang ‫( ﻣﻣﺎ ﻧزﻟﻧﺎ ﻋﻠﻰ ﻋﺑدﻧﺎ‬tentang apa yang Kami
turunkan kepada hamba Kami) maksudnya tentang Alquran yang Kami wahyukan kepada Muhammad, bahwa itu benar-benar
dari Allah, ‫ﻣﺛﻠﻪ‬ ‫( ﻓﺎﺗوا ﺑﺳورة ﻣن‬maka buatlah sebuah surah yang sebanding dengannya) dengan surah yang diwahyukan itu.
'Min mitslihi', min yang berarti dari, maksudnya di sini ialah untuk menjadi keterangan atau penjelasan, hingga artinya ialah yang
sebanding dengannya, baik dalam kedalaman makna maupun dalam keindahan susunan kata serta pemberitaan tentang hal-hal
gaib dan sebagainya. Yang dimaksud dengan 'surah' ialah suatu penggal perkataan yang mempunyai permulaan kesudahan
dan sekurang-kurangnya terdiri dari tiga ayat.‫ﺷﻬداءﻛم‬ ‫وادﻋوا‬ (Dan ajaklah saksi-saksimu) maksudnya tuhan-tuhanmu yang

kamu sembah itu ‫اﷲ‬ ‫( ﻣن دون‬selain dari Allah) untuk menjadi penolong-penolongmu,‫إن ﻛﻧﺗم ﺻﺎدﻗﻳن‬ (jika kamu orang-
orang yang benar) bahwa Alquran itu hanyalah buatan dan ucapan Muhammad belaka, maka cobalah lakukan demikian,
bukankah kamu orang-orang yang berlidah fasih seperti Muhammad pula?

∩⊄⊆∪ t⎦⎪ÌÏ≈s3ù=Ï9 ôN£‰Ïãé& ( äοu‘$yfÅsø9$#uρ â¨$¨Ζ9$# $yδߊθè%uρ ©ÉL©9$# u‘$¨Ζ9$# (#θà)¨?$$sù (#θè=èy øs? ⎯s9uρ (#θè=yèøs? öΝ©9 βÎ*sù

024. Tatkala mereka tidak mampu memenuhi permintaan itu, maka Allah swt. berfirman, ‫( ﻓﺈن ﻟم ﺗﻔﻌﻠوا‬Dan jika kamu tidak
dapat melakukan) apa yang disebutkan itu disebabkan kelemahan dan ketidakmampuanmu ‫( وﻟن ﺗﻔﻌﻠوا‬dan kamu pasti tidak
akan dapat melakukannya) demikian itu untuk selama-lamanya disebabkan terhalang mukjizat Alquran itu, ‫( ﻓﺎﺗﻘوا اﻟﻧﺎر‬maka
jagalah dirimu dari neraka) dengan jalan beriman kepada Allah dan meyakini bahwa Alquran itu bukanlah ucapan manusia ‫اﻟﺗﻲ‬
‫( وﻗودﻫﺎ اﻟﻧﺎس‬yang kayu apinya terdiri dari manusia), yakni orang-orang kafir ‫( واﻟﺣﺟﺎرة‬dan batu), misalnya yang dipakai
untuk membuat patung-patung atau berhala-berhala mereka. Maksudnya api neraka itu amat panas dan tambah menyala
dengan bahan bakar manusia dan batu jadi bukan seperti api dunia yang hanya dapat dinyalakan dengan kayu bakar atau yang
lainnya ‫( أﻋدت ﻟﻠﻛﺎﻓرﻳن‬yang disediakan bagi orang-orang kafir) sebagai alat untuk menyiksa mereka. Kalimat belakang ini
dapat menjadi kalimat baru atau menunjukkan keadaan yang lazim.

Ganjaran Bagi Orang Yang Beriman


(#θè%Η①$yϑ¯=à2 ( ã≈yγ÷ΡF{$# $yγÏFøtrB ⎯ÏΒ “ÌøgrB ;M≈¨Ψy_ öΝçλm; ¨βr& ÏM≈ysÎ=≈¢Á9$# (#θè=Ïϑtãuρ (#θãΨtΒ#u™ š⎥⎪Ï%©!$# ÎÅe³o0uρ

( ×οt£γsÜ•Β Ól≡uρø—r& !$yγŠÏù óΟßγs9uρ ( $YγÎ7≈t±tFãΒ ⎯ÏμÎ/ (#θè?é&uρ ( ã≅ö6s% ⎯ÏΒ $oΨø%Η①“Ï%©!$# #x‹≈yδ (#θä9$s%   $]%ø—Íh‘ ;οtyϑrO ⎯ÏΒ $pκ÷]ÏΒ

∩⊄∈∪ šχρà$Î#≈yz $yγŠÏù öΝèδuρ

025. ‫وﺑﺷر‬ (Dan sampaikanlah berita gembira) kabarkanlah ‫اﻟذﻳن آﻣﻧوا‬ (kepada orang-orang yang beriman) yang

membenarkan Allah ‫وﻋﻣﻠوا اﻟﺻﺎﻟﺣﺎت‬ (dan mengerjakan kebaikan), baik yang fardu atau yang sunah ‫أن ﻟﻬم ﺟﻧﺎت‬
(bahwa bagi mereka disediakan surga-surga), yaitu taman-taman yang ada pepohonan dan tempat-tempat kediaman ‫ﺗﺟري‬
‫( ﻣن ﺗﺣﺗﻬﺎ‬yang mengalir di bawahnya) maksudnya di bawah kayu-kayuan dan mahligai-mahligainya ‫( اﻷﻧﻬﺎر‬sungai-sungai)
maksudnya air yang berada di sungai-sungai itu, karena sungai artinya ialah galian tempat mengalirnya air, sebab airlah yang
telah menggali atau menjadikannya 'nahr' dan menisbatkan 'mengalir' pada selokan disebut 'majaz' atau simbolisme. ‫ﻛﻠﻣﺎ رزﻗوا‬
‫( ﻣﻧﻬﺎ‬Setiap mereka diberi rezeki di dalam surga itu) maksudnya diberi makanan ‫( ﻣن ﺛﻣرة رزﻗﺎ ﻗﺎﻟوا ﻫذا اﻟذي‬berupa
buah-buahan, mereka mengatakan, "Inilah yang pernah) maksudnya seperti inilah yang pernah ‫( رزﻗﻧﺎ ﻣن ﻗﺑﻝ‬diberikan
kepada kami dulu"), yakni sebelum masuk surga, karena buah-buahan itu seperti itu pula ciri masing-masingnya, hampir serupa.
‫( وأﺗوا ﺑﻪ‬Mereka disuguhi) atau dipetikkan buah itu ‫( ﻣﺗﺷﺎﺑﻬﺎ‬dalam keadaan serupa), yakni warnanya tetapi berbeda rasanya,
‫( وﻟﻬم ﻓﻳﻬﺎ أزواج‬dan diberi istri-istri) berupa wanita-wanita cantik dan selainnya, ‫( ﻣطﻬرة‬yang suci) suci dari haid dan dari
kotoran lainnya,‫ﺧﺎﻟدون‬ ‫وﻫم ﻓﻳﻬﺎ‬ (dan mereka kekal di dalamnya) untuk selama-lamanya, hingga mereka tak pernah fana
dan tidak pula dikeluarkan dari dalamnya.

Perumpamaan – Perumpamaan Dalam Al-Qur’an dan Hikmah – Hikmahnya

çμ¯Ρr& tβθßϑn=÷èuŠsù (#θãΨtΒ#u™ š⎥⎪Ï%©!$# $¨Βr'sù 4 $yγs%öθsù $yϑsù Zπ|Êθãèt/ $¨Β WξsVtΒ z>ÎôØo„ βr& ÿ⎯Ä©÷∏tGó¡tƒ Ÿω ©!$# ¨βÎ) *

#ZÏVŸ2 ⎯ÏμÎ/ ‘≅ÅÒム¢ WξsVtΒ #x‹≈yγÎ/ ª!$# yŠ#u‘r& !#sŒ$tΒ šχθä9θà)u‹sù (#ρãxŸ2 t⎦⎪Ï%©!$# $¨Βr&uρ ( öΝÎγÎn/§‘ ⎯ÏΒ ‘,ysø9$#

∩⊄∉∪ t⎦⎫É)Å¡≈xø9$# ωÎ) ÿ⎯ÏμÎ/ ‘≅ÅÒム$tΒuρ 4 #ZÏWx. ⎯ÏμÎ/ “ωôγtƒuρ

026. Untuk menolak perkataan orang-orang Yahudi, ‫" ٕوان ﻳﺳﻠﺑﻬم اﻟذﺑﺎب ﺷﻳﺋﺎ‬Apa maksud Allah menyebutkan barang-
barang hina ini", yakni ketika Allah mengambil perbandingan pada lalat dalam firman-Nya, "...dan sekiranya lalat mengambil
sesuatu dari mereka" dan pada laba-laba dalam firman-Nya, ‫ﻛﻣﺛﻝ اﻟﻌﻧﻛﺑوت‬ "Tak ubahnya seperti laba-laba," Allah

menurunkan: ‫إن اﷲ ﻻ ﻳﺳﺗﺣﻳﻲ أن ﻳﺿرب‬ (Sesungguhnya Allah tidak segan membuat) atau mengambil ‫ﻣﺛﻼ‬
(perbandingan) berfungsi sebagai maf`ul awal atau obyek pertama, sedangkan ‫ﻣﺎ‬ (apa juga) kata penyerta yang diberi
keterangan dengan kata-kata yang di belakangnya menjadi maf`ul tsani atau obyek kedua hingga berarti tamsil perbandingan
apa pun jua. Atau dapat juga sebagai tambahan untuk memperkuat kehinaan, sedangkan kata-kata di belakangnya menjadi
maf`ul tsani ‫( ﺑﻌوﺿﺔ‬seekor nyamuk) yakni serangga kecil, ‫ﻓوﻗﻬﺎ‬ ‫( ﻓﻣﺎ‬atau yang lebih atas dari itu) artinya yang lebih besar
dari itu, maksudnya Allah tak hendak mengabaikan hal-hal tersebut, karena mengandung hukum yang perlu diterangkan-Nya.
‫ﻓﺄﻣﺎ اﻟذﻳن آﻣﻧوا ﻓﻳﻌﻠﻣون أﻧﻪ‬ (Ada pun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa ia), maksudnya

perumpamaan itu ‫( اﻟﺣق‬benar), tepat dan cocok dengan situasinya ‫ﻣن رﺑﻬم وأﻣﺎ اﻟذﻳن ﻛﻔروا ﻓﻳﻘوﻟون ﻣﺎذا أراد اﷲ‬
‫ﺑﻬذا ﻣﺛﻼ‬ (dari Tuhan mereka, tetapi orang-orang kafir mengatakan, "Apakah maksud Allah menjadikan ini sebagai
perumpamaan?") Matsalan atau perumpamaan itu berfungsi sebagai tamyiz hingga berarti dengan perumpamaan ini. 'Ma' yang
berarti 'apakah' merupakan kata-kata pertanyaan disertai kecaman dan berfungsi sebagai mubtada atau subyek. Sedangkan
'dza' berarti yang berikut shilahnya atau kata-kata pelengkapnya menjadi khabar atau predikat, hingga maksudnya ialah 'apa
gunanya?' Sebagai jawaban terhadap mereka Allah berfirman: ‫ﺑﻪ‬ ‫( ﻳﺿﻝ‬Allah menyesatkan dengannya), maksudnya dengan
tamsil perbandingan ini, ‫ر‬
‫( ﻛﺛﻳ ا‬banyak manusia) berpaling dari kebenaran disebabkan kekafiran mereka terhadapnya, ‫وﻳﻬدي‬
‫( ﺑﻪ ﻛﺛﻳ ار‬dan dengan perumpamaan itu, banyak pula orang yang diberi-Nya petunjuk), yaitu dari golongan orang-orang beriman
disebabkan mereka membenarkan dan mempercayainya ‫وﻣﺎ ﻳﺿﻝ ﺑﻪ إﻻ اﻟﻔﺎﺳﻘﻳن‬ (Tetapi yang disesatkan-Nya itu
hanyalah orang-orang yang fasik), yakni yang menyimpang dan tak mau menaati-Nya.

’Îû šχρ߉šøãƒuρ Ÿ≅|¹θムβr& ÿ⎯ÏμÎ/ ª!$# ttΒr& !$tΒ tβθãèsÜø)tƒuρ ⎯ÏμÉ)≈sWŠÏΒ Ï‰÷èt/ .⎯ÏΒ «!$# y‰ôγtã tβθàÒà)Ζtƒ t⎦⎪Ï%©!$#

∩⊄∠∪ šχρçÅ£≈y‚ø9$# ãΝèδ šÍׯ≈s9'ρé& 4 ÇÚö‘F{$#

027. ‫( اﻟذﻳن‬Orang-orang yang) merupakan 'na`at' atau sifat ‫( ﻳﻧﻘﺿون ﻋﻬد اﷲ‬melanggar janji Allah) melanggar kewajiban
yang ditugaskan Allah kepada mereka dalam Kitab-Kitab Suci berupa keimanan kepada Nabi Muhammad saw. ‫ﻣﻳﺛﺎﻗﻪ‬ ‫ﻣن ﺑﻌد‬
(setelah teguhnya) setelah kukuhnya perjanjian itu, ‫وﻳﻘطﻌون ﻣﺎ أﻣر اﷲ ﺑﻪ أن ﻳوﺻﻝ‬ (dan memutus apa yang
diperintahkan Allah dengannya untuk dihubungkan), yakni beriman dan menghubungkan silaturahmi dengan Nabi saw. serta
lain-lainnya. Anak kalimat 'untuk dihubungkan' menjadi kata ganti dari 'dengannya', ‫( وﻳﻔﺳدون ﻓﻲ اﻷرض‬dan membuat
kerusakan di muka bumi) dengan melakukan maksiat serta menyimpang dari keimanan ‫( أوﻟﺋك‬merekalah) orang-orang yang
mempunyai sifat seperti yang dilukiskan itu ‫( ﻫم اﻟﺧﺎﺳرون‬orang-orang yang rugi) karena mereka dimasukkan ke dalam
neraka untuk selama-lamanya.

Bukti – Bukti Kekuasaan Allah SWT

šχθãèy_öè? ÏμøŠs9Î) §ΝèO öΝä3‹Í‹øtä† §ΝèO öΝä3çG‹Ïϑム§ΝèO ( öΝà6≈uŠômr'sù $Y?≡uθøΒr& öΝçGΨà2uρ «!$$Î/ šχρãàõ3s? y#ø‹.x

∩⊄∇∪
028. ‫( ﻛﻳف ﺗﻛﻔرون‬Mengapa kamu kafir) hai warga Mekah? ‫( ﺑﺎﷲ و‬kepada Allah, padahal) sesungguhnya ‫ﻛﻧﺗم أﻣواﺗﺎ‬
(tadinya kamu mati) yakni ketika masih menjadi mani dalam sulbi bapakmu ‫( ﻓﺄﺣﻳﺎﻛم‬lalu kamu dihidupkan-Nya) dalam rahim
ibumu dan di dunia dengan jalan meniupkan roh pada tubuhmu. Pertanyaan di sini untuk menyatakan keheranan atas kekafiran
mereka padahal bukti-bukti cukup ada atau dapat juga sebagai celaan dan kecaman terhadap mereka, ‫( ﺛم ﻳﻣﻳﺗﻛم‬kemudian
dimatikan-Nya) ketika sampainya ajalmu ‫( ﺛم ﻳﺣﻳﻳﻛم‬lalu dihidupkan-Nya kembali) pada saat berbangkit ‫ﺛم إﻟﻳﻪ ﺗرﺟﻌون‬
(kemudian kamu dikembalikan kepada-Nya) yakni setelah berbangkit itu lalu dibalas-Nya amal perbuatanmu. Sebagai alasan
kemungkinan saat berbangkit, Allah berfirman,

4 ;N≡uθ≈yϑy™ yìö7y™ £⎯ßγ1§θ|¡sù Ï™!$yϑ¡¡9$# ’n<Î) #“uθtGó™$# §ΝèO $YèŠÏϑy_ ÇÚö‘F{$# ’Îû $¨Β Νä3s9 šYn=y{ “Ï%©!$# uθèδ

∩⊄®∪ ×Λ⎧Î=tæ >™ó©x« Èe≅ä3Î/ uθèδuρ

029. ‫اﻷرض‬ ‫( ﻫو اﻟذي ﺧﻠق ﻟﻛم ﻣﺎ ﻓﻲ‬Dialah yang telah menciptakan bagimu segala yang terdapat di muka bumi) yaitu
menciptakan bumi beserta isinya, ‫( ﺟﻣﻳﻌﺎ‬kesemuanya) agar kamu memperoleh manfaat dan mengambil perbandingan darinya,

‫( ﺛم اﺳﺗوى‬kemudian Dia hendak menyengaja hendak menciptakan) artinya setelah menciptakan bumi tadi Dia bermaksud
hendak menciptakan pula ‫ﻓﺳواﻫن‬ ‫( إﻟﻰ اﻟﺳﻣﺎء‬langit, maka dijadikan-Nya langit itu) 'hunna' sebagai kata ganti benda yang
dimaksud adalah langit itu. Maksudnya ialah dijadikan-Nya, sebagaimana didapati pada ayat yang lain, ‫ﻓﻘﺿﺎﻫن‬
'faqadhaahunna,' yang berarti maka ditetapkan-Nya mereka, ‫ﻋﻠﻳم‬ ‫( ﺳﺑﻊ ﺳﻣﺎوات وﻫو ﺑﻛﻝ ﺷﻲء‬tujuh langit dan Dia Maha
Mengetahui atas segala sesuatu) dikemukakan secara 'mujmal' ringkas atau secara mufasshal terinci, maksudnya, "Tidakkah
Allah yang mampu menciptakan semua itu dari mula pertama, padahal Dia lebih besar dan lebih hebat daripada kamu, akan
mampu pula menghidupkan kamu kembali?"

Penciptaan Manusia dan Penguasaannya di Bumi

à7Ïó¡o„uρ $pκÏù ߉šøム⎯tΒ $pκÏù ã≅yèøgrBr& (#þθä9$s% ( Zπx‹Î=yz ÇÚö‘F{$# ’Îû ×≅Ïã%y` ’ÎoΤÎ) Ïπs3Íׯ≈n=yϑù=Ï9 š•/u‘ tΑ$s% øŒÎ)uρ

∩⊂⊃∪ tβθßϑn=÷ès? Ÿω $tΒ ãΝn=ôãr& þ’ÎoΤÎ) tΑ$s% ( y7s9 â¨Ïd‰s)çΡuρ x8ωôϑpt¿2 ßxÎm7|¡çΡ ß⎯øtwΥuρ u™!$tΒÏe$!$#

030. ‫( و‬Dan) ingatlah, hai Muhammad! ‫ﺧﻠﻳﻔﺔ‬ ‫( إذ ﻗﺎﻝ رﺑك ﻟﻠﻣﻼﺋﻛﺔ إﻧﻲ ﺟﺎﻋﻝ ﻓﻲ اﻷرض‬Ketika Tuhanmu berfirman
kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi") yang akan mewakili Aku dalam
melaksanakan hukum-hukum atau peraturan-peraturan-Ku padanya, yaitu Adam. ‫( ﻗﺎﻟوا أﺗﺟﻌﻝ ﻓﻳﻬﺎ ﻣن ﻳﻔﺳد ﻓﻳﻬﺎ‬Kata
mereka, "Kenapa hendak Engkau jadikan di bumi itu orang yang akan berbuat kerusakan padanya) yakni dengan berbuat
maksiat ‫وﻳﺳﻔك اﻟدﻣﺎء‬ (dan menumpahkan darah) artinya mengalirkan darah dengan jalan pembunuhan sebagaimana
dilakukan oleh bangsa jin yang juga mendiami bumi? Tatkala mereka telah berbuat kerusakan, Allah mengirim malaikat kepada
mereka, maka dibuanglah mereka ke pulau-pulau dan ke gunung-gunung ‫وﻧﺣن ﻧﺳﺑﺢ‬ (padahal kami selalu bertasbih)

maksudnya selalu mengucapkan tasbih ‫( ﺑﺣﻣدك‬dengan memuji-Mu) yakni dengan membaca 'subhaanallaah wabihamdih',
artinya 'Maha suci Allah dan aku memuji-Nya'. ‫( وﻧﻘدس ﻟك‬dan menyucikan-Mu) membersihkan-Mu dari hal-hal yang tidak
layak bagi-Mu. Huruf lam pada 'laka' itu hanya sebagai tambahan saja, sedangkan kalimat semenjak 'padahal' berfungsi sebagai
'hal' atau menunjukkan keadaan dan maksudnya adalah, 'padahal kami lebih layak untuk diangkat sebagai khalifah itu!'" ‫ﻗﺎﻝ‬
(Allah berfirman,) ‫ﺗﻌﻠﻣون‬ ‫"( إﻧﻲ أﻋﻠم ﻣﺎ ﻻ‬Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui") tentang maslahat
atau kepentingan mengenai pengangkatan Adam dan bahwa di antara anak cucunya ada yang taat dan ada pula yang durhaka
hingga terbukti dan tampaklah keadilan di antara mereka. Jawab mereka, "Tuhan tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih
mulia dan lebih tahu dari kami, karena kami lebih dulu dan melihat apa yang tidak dilihatnya." Maka Allah Taala pun
menciptakan Adam dari tanah atau lapisan bumi dengan mengambil dari setiap corak atau warnanya barang segenggam, lalu
diaduk-Nya dengan bermacam-macam jenis air lalu dibentuk dan ditiupkan-Nya roh hingga menjadi makhluk yang dapat
merasa, setelah sebelumnya hanya barang beku dan tidak bernyawa.

öΝçFΖä. βÎ) Ï™Iωàσ¯≈yδ Ï™!$yϑó™r'Î/ ’ÎΤθä↔Î6/Ρr& tΑ$s)sù Ïπs3Íׯ≈n=yϑø9$# ’n?tã öΝåκyÎztä §ΝèO $yγ¯=ä. u™!$oÿôœF{$# tΠyŠ#u™ zΝ¯=tæuρ

∩⊂⊇∪ t⎦⎫Ï%ω≈|¹

031. ‫( وﻋﻠم آدم اﻷﺳﻣﺎء‬Dan diajarkan-Nya kepada Adam nama-nama) maksudnya nama-nama benda ‫( ﻛﻠﻬﺎ‬kesemuanya)
dengan jalan memasukkan ke dalam kalbunya pengetahuan tentang benda-benda itu ‫ﻋرﺿﻬم‬ ‫( ﺛم‬kemudian dikemukakan-Nya
mereka) maksudnya benda-benda tadi yang ternyata bukan saja benda-benda mati, tetapi juga makhluk-makhluk berakal, ‫ﻋﻠﻰ‬
‫( اﻟﻣﻼﺋﻛﺔ ﻓﻘﺎﻝ‬kepada para malaikat, lalu Allah berfirman) untuk memojokkan mereka, ‫"( أﻧﺑﺋوﻧﻲ‬Beritahukanlah kepada-Ku)
sebutkanlah ‫ﻫؤﻻء‬ ‫( ﺑﺄﺳﻣﺎء‬nama-nama mereka) yakni nama-nama benda itu ‫( إن ﻛﻧﺗم ﺻﺎدﻗﻳن‬jika kamu memang benar.")
bahwa tidak ada yang lebih tahu daripada kamu di antara makhluk-makhluk yang Kuciptakan atau bahwa kamulah yang lebih
berhak untuk menjadi khalifah. Sebagai 'jawab syarat' ditunjukkan oleh kalimat sebelumnya.

∩⊂⊄∪ ÞΟŠÅ3ptø:$# ãΛ⎧Î=yèø9$# |MΡr& y7¨ΡÎ) ( !$oΨtFôϑ¯=tã $tΒ ωÎ) !$uΖs9 zΝù=Ïæ Ÿω y7oΨ≈ysö6ß™ (#θä9$s%

032. ‫( ﻗﺎﻟوا ﺳﺑﺣﺎﻧك‬Jawab mereka, "Maha suci Engkau!) artinya tidak sepatutnya kami akan menyanggah kehendak dan
rencana-Mu ‫ﻋﻠﻣﺗﻧﺎ‬ ‫( ﻻ ﻋﻠم ﻟﻧﺎ إﻻ ﻣﺎ‬Tak ada yang kami ketahui, kecuali sekadar yang telah Engkau ajarkan kepada kami)
mengenai benda-benda tersebut. ‫إﻧك أﻧت‬ (Sesungguhnya Engkaulah) sebagai 'taukid' atau penguat bagi Engkau yang

pertama, ‫اﻟﺣﻛﻳم‬ ‫( اﻟﻌﻠﻳم‬Yang Maha Tahu lagi Maha Bijaksana.") hingga tidak seorang pun yang lepas dari pengetahuan serta
hikmah kebijaksanaan-Mu.

ÏN≡uθ≈uΚ¡¡9$# |=ø‹xî ãΝn=ôãr& þ’ÎoΤÎ) öΝä3©9 ≅è%r& öΝs9r& tΑ$s% öΝÎηÍ←!$oÿôœr'Î/ Νèδr't6/Ρr& !$£ϑn=sù ( öΝÎηÍ←!$oÿôœr'Î/ Νßγ÷∞Î;/Ρr& ãΠyŠ$t↔¯≈tƒ tΑ$s%

∩⊂⊂∪ tβθãΚçFõ3s? öΝçFΨä. $tΒuρ tβρ߉ö7è? $tΒ ãΝn=÷ær&uρ ÇÚö‘F{$#uρ


033. ‫ﻗﺎﻝ ﻳﺎ آدم أﻧﺑﺋﻬم‬ (Allah berfirman, "Hai Adam! Beritahukanlah kepada mereka) maksudnya kepada para malaikat itu

‫ﺑﺄﺳﻣﺎﺋﻬم‬ (nama mereka") yakni benda-benda itu. Maka disebutnya satu persatu menurut nama masing-masing berikut hikmah

diciptakannya oleh Allah. ‫ﻗﺎﻝ‬ ‫( ﻓﻠﻣﺎ أﻧﺑﺄﻫم ﺑﺄﺳﻣﺎﺋﻬم‬Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama benda-benda itu,
Allah berfirman) kepada mereka guna mencela mereka, ‫"( أﻟم أﻗﻝ ﻟﻛم إﻧﻲ أﻋﻠم ﻏﻳب اﻟﺳﻣﺎوات واﻷرض‬Bukankah
sudah Kukatakan kepada kalian bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi) maksudnya mengetahui barang yang
tersembunyi pada keduanya, ‫ﺗﺑدون‬ ‫( وأﻋﻠم ﻣﺎ‬dan mengetahui apa yang kamu lahirkan) yaitu ucapan yang kamu keluarkan,
yaitu, 'Kenapa hendak Engkau jadikan...dan seterusnya' ‫ﺗﻛﺗﻣون‬ ‫( وﻣﺎ ﻛﻧﺗم‬dan apa yang kamu sembunyikan.") yaitu ucapan
yang kamu sembunyikan, seperti "Allah tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih mulia dan lebih pandai dari kami."

∩⊂⊆∪ š⎥⎪ÍÏ≈s3ø9$# z⎯ÏΒ tβ%x.uρ uy9õ3Ft ó™$#uρ 4’n1r& }§ŠÎ=ö/Î) HωÎ) (#ÿρ߉yf|¡sù tΠyŠKψ (#ρ߉àfó™$# Ïπs3Íׯ≈n=uΚù=Ï9 $oΨù=è% øŒÎ)uρ

034. ‫( و‬Dan) ingatlah! ‫ﻵدم‬ ‫( إذ ﻗﻠﻧﺎ ﻟﻠﻣﻼﺋﻛﺔ اﺳﺟدوا‬Ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kalian kepada
Adam!") Maksudnya sujud sebagai penghormatan dengan cara membungkukkan badan, ‫( ﻓﺳﺟدوا إﻻ إﺑﻠﻳس‬maka mereka
pun sujud, kecuali Iblis) yakni nenek moyang bangsa jin yang ada di antara para malaikat, ‫( أﺑﻰ‬ia enggan) tak hendak sujud
‫( واﺳﺗﻛﺑر‬dan menyombongkan diri) dengan mengatakan bahwa ia lebih mulia daripada Adam ‫( وﻛﺎن ﻣن اﻟﻛﺎﻓرﻳن‬dan Iblis
termasuk golongan yang kafir) dalam ilmu Allah Taala.

nοtyf¤±9$# ÍνÉ‹≈yδ $t/tø)s? Ÿωuρ $yϑçFø⁄Ï© ß]ø‹ym #´‰xîu‘ $yγ÷ΖÏΒ Ÿξä.uρ sπ¨Ψpgø:$# y7ã_÷ρy—ρu |MΡr& ô⎯ä3ó™$# ãΠyŠ$t↔¯≈tƒ $uΖù=è%uρ

∩⊂∈∪ t⎦⎫ÏΗÍ>≈©à9$# z⎯ÏΒ $tΡθä3tFsù

035.‫أﻧت‬ ‫وﻗﻠﻧﺎ ﻳﺎ آدم اﺳﻛن‬ (Dan Kami berfirman, "Hai Adam! Berdiamlah kamu) yakni kamu sendiri 'kamu' yang kedua
berfungsi sebagai penguat bagi yang pertama dan dihubungkan dengannya yang ditampilkan sebagai dhamir atau kata ganti
yang tersembunyi ‫( وزوﺟك‬bersama istrimu) yakni Hawa yang diciptakan dari tulang rusuk Adam yang sebelah kiri ‫اﻟﺟﻧﺔ وﻛﻼ‬
‫( ﻣﻧﻬﺎ‬dalam surga ini dan makanlah di antara makanan-makanannya) ‫( رﻏدا‬yang banyak) dan tidak dilarang ‫ﺣﻳث ﺷﺋﺗﻣﺎ وﻻ‬
‫ﺗﻘرﺑﺎ ﻫذﻩ اﻟﺷﺟرة ﻓﺗﻛوﻧﺎ‬ (di mana saja kamu sukai, tetapi janganlah kamu dekati pohon ini) pohon anggur atau batang

gandum ini atau lain-lainnya, maksudnya jangan memakan buahnya ‫( ﻣن اﻟظﺎﻟﻣﻳن‬hingga kamu menjadi orang-orang yang
lalim.") atau durhaka.

’Îû ö/ä3s9uρ ( Aρ߉tã CÙ÷èt7Ï9 ö/ä3àÒ÷èt/ (#θäÜÎ7÷δ$# $uΖù=è%uρ ( ÏμŠÏù $tΡ%x. $£ϑÏΒ $yϑßγy_t÷zr'sù $pκ÷]tã ß⎯≈sÜø‹¤±9$# $yϑßγ©9y—r'sù

∩⊂∉∪ &⎦⎫Ïm 4’n<Î) ìì≈tFtΒuρ @s)tGó¡ãΒ ÇÚö‘F{$#


036. ‫اﻟﺷﻳطﺎن‬ ‫( ﻓﺄزﻟﻬﻣﺎ‬Lalu keduanya digelincirkan oleh setan) oleh Iblis dan menurut suatu qiraat 'fa-azaalahumaa', artinya
maka Iblis pun menyingkirkan keduanya ‫( ﻋﻧﻬﺎ‬daripadanya), maksudnya dari dalam surga dengan memperdayakan serta
mengatakan kepada mereka, "Maukah kalian saya tunjukkan suatu macam pohon kekal yang akan mengekalkan kehidupan
kalian? Itulah dia syajaratul khuldi atau pohon keabadian?" Ia tidak lupa bersumpah atas nama Allah bahwa mereka hanyalah
hendak menyampaikan nasihat dan anjuran baik belaka. Maka Adam dan Hawa pun memakan buah itu, ‫ﻓﺄﺧرﺟﻬﻣﺎ ﻣﻣﺎ ﻛﺎﻧﺎ‬
‫( ﻓﻳﻪ‬dan Allah mengeluarkan mereka dari keadaan yang mereka alami semula), yakni dari nikmat surga ‫( وﻗﻠﻧﺎ اﻫﺑطوا‬dan
firman Kami, "Turunlah kalian!") maksudnya ke bumi, yakni kalian berdua bersama anak cucu kalian itu ‫ﻋدو‬ ‫ﺑﻌﺿﻛم ﻟﺑﻌض‬
(menjadi musuh bagi yang lain) disebabkan penganiayaan sebagian kalian terhadap lainnya, ‫ﻣﺳﺗﻘر‬ ‫( وﻟﻛم ﻓﻲ اﻷرض‬dan
bagi kalian tersedia tempat kediaman di bumi), artinya tempat menetap ‫وﻣﺗﺎع‬ (dan kesenangan) berupa hasil tumbuh-

tumbuhan yang kalian senangi dan dapat kalian nikmati ‫ﺣﻳن‬ ‫( إﻟﻰ‬sampai waktu tertentu) maksudnya hingga saat datangnya
ajal kalian nanti.

∩⊂∠∪ ãΛ⎧Ïm§9$# Ü>#§θ−G9$# uθèδ …çμ¯ΡÎ) 4 Ïμø‹n=tã z>$tGsù ;M≈yϑÎ=x. ⎯ÏμÎn/§‘ ⎯ÏΒ ãΠyŠ#u™ #‘¤)n=tGsù

037. ‫ﻛﻠﻣﺎت‬ ‫( ﻓﺗﻠﻘﻰ آدم ﻣن رﺑﻪ‬Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya), yakni dengan diilhamkan-Nya
kepadanya, menurut suatu qiraat 'Adama' dibaca nashab, sedangkan 'kalimatun' dibaca rafa`, sehingga arti kalimat menjadi,
"maka datanglah kepada Adam kalimat dari Tuhannya", yakni yang berbunyi ‫رﺑﻧﺎ ظﻠﻣﻧﺎ أﻧﻔﺳﻧﺎ‬ "rabbanaa zhalamnaa
anfusanaa", artinya "Ya Tuhan kami, kami telah berbuat aniaya kepada diri kami... dan seterusnya". Maka Adam pun
menyampaikan doanya dengan ayat tersebut. ‫ﻋﻠﻳﻪ‬ ‫( ﻓﺗﺎب‬maka Allah menerima tobatnya), artinya mengampuni dosanya ‫إﻧﻪ‬
‫ﻫو اﻟﺗواب‬ (Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat) terhadap hamba-hamba-Nya ‫إﻟﻰ ﺣﻳن‬ (lagi Maha Penyayang)
terhadap mereka.

öΝèδ Ÿωuρ öΝÍκön=tæ ì∃öθyz Ÿξsù y“#y‰èδ yìÎ7s? ⎯yϑsù “W‰èδ ©Íh_ÏiΒ Νä3¨ΨtÏ?ù'tƒ $¨ΒÎ*sù ( $YèŠÏΗsd $pκ÷]ÏΒ (#θäÜÎ7÷δ$# $oΨù=è%

∩⊂∇∪ tβθçΡt“øts†

038. ‫ﻣﻧﻬﺎ‬ ‫( ﻗﻠﻧﺎ اﻫﺑطوا‬Kami berfirman, "Turunlah kalian daripadanya") maksudnya dari surga ‫( ﺟﻣﻳﻌﺎ‬semuanya) diulanginya
dan dihubungkan-Nya dengan kalimat yang mula-mula tadi ‫( ﻓﺈﻣﺎ‬kemudian jika) asalnya dari 'in maa' yang diidgamkan menjadi

'immaa' yang berarti jika; 'in' huruf syarat dan 'maa' sebagai tambahan. ‫ﻫدى‬ ‫( ﻳﺄﺗﻳﻧﻛم ﻣﻧﻲ‬datang petunjuk-Ku kepada kalian)
berupa Kitab dan rasul, ‫( ﻓﻣن ﺗﺑﻊ ﻫداي‬maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku) lalu ia beriman kepada-Ku dan
beramal serta taat kepada-Ku ‫ﻳﺣزﻧون‬ ‫( ﻓﻼ ﺧوف ﻋﻠﻳﻬم وﻻ ﻫم‬niscaya tak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak pula
mereka berduka cita), yakni di akhirat kelak, karena mereka akan masuk surga.
∩⊂®∪ tβρà$Î#≈yz $pκÏù öΝèδ ( Í‘$¨Ζ9$# Ü=≈ptõ¾r& y7Íׯ≈s9'ρé& !$oΨÏF≈tƒ$t↔Î/ (#θç/¤‹x.uρ (#ρãxx. t⎦⎪Ï%©!$#uρ

039. ‫ﺑﺂﻳﺎﺗﻧﺎ‬ ‫( واﻟذﻳن ﻛﻔروا وﻛذﺑوا‬Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami) mendustakan kitab-kitab
suci Kami ‫( أوﻟﺋك أﺻﺣﺎب اﻟﻧﺎر ﻫم ﻓﻳﻬﺎ ﺧﺎﻟدون‬mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya) mereka tetap
tinggal di sana untuk selama-lamanya, tidak akan mati dan tidak pula akan keluar.

PERINGATAN ALLAH SWT KEPADA BANI ISRA’IL

Beberapa Perintah dan Larangan Allah SWT Kepada Bani Isra’il

Èβθç7yδö‘$$sù }‘≈−ƒÎ)uρ öΝä.ωôγyèÎ/ Å∃ρé& ü“ωöκyéÎ/ (#θèù÷ρr&uρ ö/ä3ø‹n=tæ àMôϑyè÷Ρr& û©ÉL©9$# z©ÉLyϑ÷èÏΡ (#ρãä.øŒ$# Ÿ≅ƒÏ™ℜuó Î) û©Í_t6≈tƒ

∩⊆⊃∪

040. ‫إﺳراﺋﻳﻝ‬ ‫( ﻳﺎ ﺑﻧﻲ‬Hai Bani Israel!) maksudnya ialah anak cucu Yakub ‫( اذﻛروا ﻧﻌﻣﺗﻲ اﻟﺗﻲ أﻧﻌﻣت ﻋﻠﻳﻛم‬Ingatlah akan
nikmat karunia-Ku yang telah Kuberikan kepada kalian) maksudnya kepada nenek moyang kalian, berupa menyelamatkan
kalian dari kejaran Firaun, membelah lautan, menaungkan awan dan lain-lain, yaitu mensyukurinya dengan jalan taat kepada-
Ku, ‫ﺑﻌﻬدي‬ ‫( وأوﻓوا‬dan penuhilah janji kalian kepada-Ku) yang telah kalian janjikan dulu, berupa keimanan kepada Muhammad
‫( أوف ﺑﻌﻬدﻛم‬niscaya Kupenuhi pula janji-Ku kepada kalian) berupa pemberian pahala dan masuk surga ‫( ٕواﻳﺎي ﻓﺎرﻫﺑون‬dan
hanya kepada-Kulah kalian harus takut) hingga kalian tidak berani menyalahi janji itu, dan kalian tidak perlu takut kepada pihak
lain.

WξŠÎ=s% $YΨuΚrO ©ÉL≈tƒ$t↔Î/ (#ρçtIô±n@ Ÿωuρ ( ⎯ÏμÎ/ ¤Ïù%x. tΑ¨ρr& (#þθçΡθä3s? Ÿωuρ öΝä3yètΒ $yϑÏj9 $]%Ïd‰|ÁãΒ àMø9t“Ρr& !$yϑÎ/ (#θãΖÏΒ#u™uρ

∩⊆⊇∪ Èβθà)¨?$$sù }‘≈−ƒÎ)uρ

041. ‫وآﻣﻧوا ﺑﻣﺎ أﻧزﻟت‬ (Dan berimanlah kalian pada apa yang Kuturunkan), yakni Alquran ‫ﻣﺻدﻗﺎ ﻟﻣﺎ ﻣﻌﻛم‬ (yang

membenarkan apa yang ada beserta kalian), yaitu Taurat berupa kesamaan dalam ketauhidan kenabian Muhammad ‫وﻻ ﺗﻛوﻧوا‬
‫( أوﻝ ﻛﺎﻓر ﺑﻪ‬dan janganlah kalian menjadi orang yang pertama kafir kepadanya), yakni dari golongan Ahlul Kitab karena
orang-orang yang di belakang itu hanya akan mengikuti sikap dan tindakan kalian, sehingga dosa kekafiran mereka akan
terpikul di atas pundak kalian ‫ﺗﺷﺗروا‬ ‫( وﻻ‬dan janganlah kalian jual) janganlah kalian tukar ‫( ﺑﺂﻳﺎﺗﻲ‬ayat-ayat-Ku) yang terdapat
dalam Kitab Suci kalian tentang sifat-sifat dan ciri-ciri Muhammad ‫( ﺛﻣﻧﺎ ﻗﻠﻳﻼ‬dengan harga yang rendah) dengan pengganti
yang rendah nilainya berupa harta dunia. Maksudnya janganlah kalian sembunyikan karena khawatir tidak akan memperoleh
lagi keuntungan-keuntungan yang kalian dapatkan selama ini dari nenek moyang kalian ‫( ٕواﻳﺎي ﻓﺎﺗﻘون‬dan hanya kepada-Kulah
kalian harus bertakwa) maksudnya harus takut dalam hal itu dan bukan kepada selain-Ku.

∩⊆⊄∪ tβθçΗs>÷ès? öΝçFΡr&uρ ¨,ysø9$# (#θãΚçGõ3s?uρ È≅ÏÜ≈t7ø9$$Î/  Yysø9$# (#θÝ¡Î6ù=s? Ÿωuρ

042. ‫( وﻻ ﺗﻠﺑﺳوا‬Dan janganlah kalian campur aduk) ‫( اﻟﺣق‬barang yang hak) yang telah Kuturunkan kepada kalian ‫ﺑﺎﻟﺑﺎطﻝ‬
(dengan yang batil) yang kamu ada-adakan ‫( و‬dan) jangan pula ‫اﻟﺣق‬ ‫( ﺗﻛﺗﻣوا‬kalian sembunyikan yang hak itu) berupa sifat
dan ciri-ciri Muhammad ‫ﺗﻌﻠﻣون‬ ‫( وأﻧﺗم‬sedangkan kalian mengetahui) bahwa ia hak adanya.

∩⊆⊂∪ t⎦⎫ÏèÏ.≡§9$# yìtΒ (#θãèx.ö‘$#uρ nο4θx.¨“9$# (#θè?#u™uρ nο4θn=¢Á9$# (#θßϑŠÏ%r&uρ

043. ‫اﻟراﻛﻌﻳن‬ ‫( وأﻗﻳﻣوا اﻟﺻﻼة وآﺗوا اﻟزﻛﺎة وارﻛﻌوا ﻣﻊ‬Dan dirikanlah salat, bayarkan zakat dan rukuklah bersama orang-
orang yang rukuk) artinya salatlah bersama Muhammad dan para sahabatnya. Lalu Allah Taala menunjukkan kepada para
ulama mereka yang pernah memesankan kepada kaum kerabat mereka yang masuk Islam, "Tetaplah kalian dalam agama
Muhammad, karena ia adalah agama yang benar!"

∩⊆⊆∪ tβθè=É)÷ès? Ÿξsùr& 4 |=≈tGÅ3ø9$# tβθè=÷Gs? öΝçFΡr&uρ öΝä3|¡àΡr& tβöθ|¡Ψs?uρ ÎhÉ9ø9$$Î/ }¨$¨Ψ9$# tβρâßΔù's?r& *

044. ‫أﺗﺄﻣرون اﻟﻧﺎس ﺑﺎﻟﺑر‬ (Mengapa kamu menyuruh orang lain berbuat kebaikan), yaitu beriman pada kerasulan

Muhammad ‫( وﺗﻧﺳون أﻧﻔﺳﻛم‬sedang kamu melupakan dirimu sendiri) hingga kamu mengabaikannya dan tak mau beriman
kepadanya ‫اﻟﻛﺗﺎب‬ ‫( وأﻧﺗم ﺗﺗﻠون‬padahal kamu membaca Kitab), yakni Taurat, di dalamnya tercantum ancaman atau siksaan
terhadap orang yang tidak sesuai perkataan dengan perbuatannya! ‫( أﻓﻼ ﺗﻌﻘﻠون‬Tidaklah kamu pikirkan?) akan akibat jelek
perbuatanmu agar kamu insaf? Yang menjadi bahan pertanyaan dan kecaman ialah kalimat "sedang kamu melupakan ..... dan
seterusnya".

∩⊆∈∪ t⎦⎫Ïèϱ≈sƒø:$# ’n?tã ωÎ) îοuÎ7s3s9 $pκ¨ΞÎ)uρ 4 Íο4θn=¢Á9$#uρ Îö9¢Á9$$Î/ (#θãΖŠÏètFó™$#uρ

045. ‫( واﺳﺗﻌﻳﻧوا‬Mintalah pertolongan) dalam menghadapi urusan atau kesulitan-kesulitanmu ‫( ﺑﺎﻟﺻﺑر‬dengan jalan bersabar)

menahan diri dari hal-hal yang tidak baik ‫( واﻟﺻﻼة‬dengan salat). Khusus disebutkan di sini untuk menyatakan bagaimana
pentingnya salat itu. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa jika Nabi saw. hatinya risau disebabkan sesuatu masalah, maka
beliau segera melakukan salat. Ada pula yang mengatakan bahwa perkataan ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang
terhalang beriman disebabkan ketamakan dan ingin kedudukan. Maka mereka disuruh bersabar yang maksudnya ialah
berpuasa, karena berpuasa dapat melenyapkan itu. Salat, karena dapat menimbulkan kekhusyukan dan membasmi
ketakaburan. ‫( ٕواﻧﻬﺎ‬Dan sesungguhnya ia) maksudnya salat ‫اﻟﺧﺎﺷﻌﻳن‬ ‫( إﻻ ﻋﻠﻰ‬amat berat) akan terasa berat (kecuali bagi
orang-orang yang khusyuk) yang cenderung kepada berbuat taat.
∩⊆∉∪ tβθãèÅ_≡u‘ Ïμø‹s9Î) öΝßγ¯Ρr&uρ öΝÍκÍh5u‘ (#θà)≈n=•Β Νåκ¨Ξr& tβθ‘ΖÝàtƒ t⎦⎪Ï%©!$#

046. ‫اﻟذﻳن ﻳظﻧون‬ (Orang-orang yang yakin) ‫أﻧﻬم ﻣﻼﻗوا رﺑﻬم‬ (bahwa mereka akan menemui Tuhan mereka) ketika

berbangkit ‫راﺟﻌون‬ ‫( وأﻧﻬم إﻟﻳﻪ‬dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya), yaitu di akhirat dan bahwa Dia akan membalas
segala perbuatan mereka.

∩⊆∠∪ t⎦⎫Ïϑn=≈yèø9$# ’n?tã öΝä3çGù=Òsù ’ÎoΤr&uρ ö/ä3ø‹n=tæ àMôϑyè÷Ρr& û©ÉL©9$# z©ÉLyϑ÷èÏΡ (#ρãä.øŒ$# Ÿ≅ƒÏ™ℜuó Î) û©Í_t6≈tƒ

047. ‫ﻳﺎ ﺑﻧﻲ إﺳراﺋﻳﻝ اذﻛروا ﻧﻌﻣﺗﻲ اﻟﺗﻲ أﻧﻌﻣت ﻋﻠﻳﻛم‬ (Hai Bani Israel! Ingatlah akan nikmat-Ku yang telah

Kuanugerahkan kepadamu), yaitu mensyukurinya dengan jalan menaati-Ku ‫ﻓﺿﻠﺗﻛم‬ ‫( وأﻧﻲ‬dan ingatlah pula bahwa Aku telah
mengistimewakan kamu) maksudnya nenek moyangmu ‫اﻟﻌﺎﻟﻣﻳن‬ ‫( ﻋﻠﻰ‬atas penduduk dunia) maksudnya penduduk di zaman
mereka itu.

öΝèδ Ÿωuρ ×Αô‰tã $pκ÷]ÏΒ ä‹s{÷σムŸωuρ ×πyè≈xx© $pκ÷]ÏΒ ã≅t6ø)ムŸωuρ $\↔ø‹x© <§ø¯Ρ ⎯tã ë§øtΡ “Ì“øgrB ω $YΒöθtƒ (#θà)¨?$#uρ

∩⊆∇∪ tβρã|ÁΖãƒ

048. ‫( واﺗﻘوا‬Dan takutlah olehmu) ‫ﺗﺟزي‬ ‫( ﻳوﻣﺎ ﻻ‬suatu hari, yang pada hari itu tidak dapat membela) ‫ﻧﻔس ﻋن ﻧﻔس ﺷﻳﺋﺎ‬
(seseorang atas orang lainnya walau sedikit pun) yakni pada hari kiamat ‫ﺷﻔﺎﻋﺔ‬ ‫( ﻣﻧﻬﺎ‬dan tidak diterima) ada yang membaca
tuqbalu dengan ta dan ada pula yuqbalu dengan ya ‫ﺷﺎﻓﻌﻳن‬ ‫( ﻓﻣﺎ ﻟﻧﺎ ﻣن‬daripadanya syafaat) artinya pada hari kiamat tidak
ada perantara dan tak ada orang yang dapat dijadikan sebagai perantara ‫ﻋدﻝ‬ ‫( وﻻ ﻳؤﺧذ ﻣﻧﻬﺎ‬dan tidak pula tebusan) ‫وﻻ ﻫم‬
‫ﻳﻧﺻرون‬ (dan tidaklah mereka akan ditolong) artinya dibebaskan dari azab Allah.

Perincian Ni’mat Allah SWT Kepada Bani Isra’il

4 öΝä.u™!$|¡ÎΣ tβθãŠóstFó¡tƒuρ öΝä.u™!$oΨö/r& tβθçt¿o2x‹ãƒ ÅU#x‹yèø9$# u™þθß™ öΝä3tΡθãΒθÝ¡o„ tβöθtãöÏù ÉΑ#u™ ô⎯ÏiΒ Νà6≈oΨøŠ¯gwΥ øŒÎ)uρ

∩⊆®∪ ×Λ⎧Ïàtã öΝä3În/§‘ ⎯ÏiΒ Ö™Iξt/ Νä3Ï9≡sŒ ’Îûuρ

049. ‫( و‬Dan) ingatlah ‫( إذ ﻧﺟﻳﻧﺎﻛم‬ketika Kami membebaskan kamu) maksudnya nenek moyangmu, ucapan ini dan yang
berikutnya ditujukan kepada generasi yang terdapat di masa nabi kita, mengenai nikmat karunia yang dilimpahkan kepada
nenek moyang mereka itu, agar mereka ingat kepadanya dan beriman kepada Allah Taala ‫( ﻣن آﻝ ﻓرﻋون ﻳﺳوﻣوﻧﻛم‬dari
kaum keluarga Firaun yang merasakan kepadamu) maksudnya menimpakan ‫ﺳوء اﻟﻌذاب‬ (sejelek-jelek siksaan) artinya

siksaan yang amat berat. Kalimat itu merupakan 'hal' bagi kata ganti orang yang terdapat pada 'membebaskan kamu'. ‫ﻳذﺑﺣون‬

(Mereka menyembelih) merupakan penjelasan bagi kalimat yang sebelumnya ‫( أﺑﻧﺎءﻛم‬anak-anak lelakimu) ‫( وﻳﺳﺗﺣﻳون‬dan
membiarkan hidup) artinya tidak membunuh ‫( ﻧﺳﺎءﻛم‬anak-anak perempuanmu). Hal ini disebabkan ramalan tukang tenung
bahwa akan ada seorang anak lelaki kelahiran Bani Israel yang akan menjadi penyebab lenyapnya kerajaan Firaun itu. ‫وﻓﻲ‬
‫( ذﻟﻛم‬Dan hal yang demikian itu) yakni siksaan atau pembebasan ‫( ﺑﻼء‬menjadi cobaan) ujian atau pemberian nikmat ‫ﻣن‬
‫( رﺑﻛم ﻋظﻳم‬yang amat besar dari Tuhanmu)?

∩∈⊃∪ tβρáÝàΨs? óΟçFΡr&uρ tβöθtãóÏù tΑ#u™ !$oΨø%{øîr&uρ öΝà6≈uΖøŠgp Υr'sù tóst7ø9$# ãΝä3Î/ $uΖø%tsù øŒÎ)uρ

050.‫( و‬Dan) ingatlah ‫( إذ ﻓرﻗﻧﺎ‬ketika Kami pisah) Kami belah ‫( ﺑﻛم‬demi karenamu) ‫( اﻟﺑﺣر‬lautan) sehingga kamu dapat
masuk dan melintasinya ketika melarikan diri dari musuhmu ‫( ﻓﺄﻧﺟﻳﻧﺎﻛم‬lalu Kami selamatkan kamu) dari bahaya tenggelam,
‫وأﻏرﻗﻧﺎ آﻝ ﻓرﻋون‬ (dan Kami tenggelamkan keluarga Firaun) beserta kaumnya ‫( وأﻧﺗم ﺗﻧظرون‬sedang kamu sendiri
menyaksikan) hal itu, yaitu bertautnya lautan yang menyungkup mereka.

∩∈⊇∪ šχθßϑÎ=≈sß öΝçFΡr&uρ ⎯Íνω÷èt/ .⎯ÏΒ Ÿ≅ôfÏèø9$# ãΝè?õ‹sƒªB$# §ΝèO \'s#ø‹s9 z⎯ŠÏèt/ö‘r& #©y›θãΒ $tΡô‰tã≡uρ øŒÎ)uρ

051. ‫واﻋدﻧﺎ‬ ‫( ٕواذ‬Dan ingatlah ketika Kami menjanjikan) dalam sekian masa ‫( ﻣوﺳﻰ أرﺑﻌﻳن ﻟﻳﻠﺔ‬kepada Musa selama empat
puluh malam) maksudnya Kami janjikan akan memberinya Taurat setelah 40 malam untuk menjadi pedoman bagi kamu ‫ﺛم‬
‫( اﺗﺧذﺗم اﻟﻌﺟﻝ‬lalu kamu ambil anak lembu) maksudnya patung anak lembu yang ditempa oleh Samiri menjadi tuhan ‫ﻣن‬
‫( ﺑﻌدﻩ‬sepeninggalnya) artinya setelah ia pergi memenuhi perjanjian dengan Kami itu, ‫( وأﻧﺗم ظﺎﻟﻣون‬dan kamu adalah orang-
orang aniaya) disebabkan menaruh sesuatu bukan pada tempatnya, yaitu mengambil anak lembu itu sebagai sembahan.

∩∈⊄∪ tβρãä3ô±n@ öΝä3ª=yès9 y7Ï9≡sŒ ω÷èt/ .⎯ÏiΒ Νä3Ψtã $tΡöθxtã §ΝèO

052. ‫( ﺛم ﻋﻔوﻧﺎ ﻋﻧﻛم‬Kemudian Kami maafkan kamu) Kami hapus dan ampuni kesalahanmu ‫( ﻣن ﺑﻌد ذﻟك‬setelah itu)
setelah pengambilan patung menjadi tuhan ‫ﻟﻌﻠﻛم ﺗﺷﻛرون‬ (agar kamu bersyukur) dan menyadari nikmat karunia Kami
kepadamu.

∩∈⊂∪ tβρ߉tGöκsE öΝä3ª=yès9 tβ$s%öàø9$#uρ |=≈tGÅ3ø9$# ©y›θãΒ $oΨ÷s?#u™ øŒÎ)uρ


053. ‫( ٕواذ آﺗﻳﻧﺎ ﻣوﺳﻰ اﻟﻛﺗﺎب‬Dan ingatlah ketika Kami berikan kepada Musa Alkitab) yakni kitab Taurat ‫( واﻟﻔرﻗﺎن‬dan
pemisah) merupakan 'athaf tafsir' hubungan sebagai penjelasan bagi Taurat yang menjadi pemisah di antara yang hak dengan
yang batil, yang halal dengan yang haram ‫ﺗﻬﺗدون‬ ‫( ﻟﻌﻠﻛم‬agar kamu peroleh petunjuk) dengannya dari kesesatan.

öΝä3Í←Í‘$t/ 4’n<Î) (#þθç/θçGsù Ÿ≅ôfÏèø9$# ãΝä.ÏŒ$sƒÏkB$$Î/ Νà6|¡àΡr& öΝçFôϑn=sß öΝä3¯ΡÎ) ÉΘöθs)≈tƒ ⎯ÏμÏΒöθs)Ï9 4©y›θãΒ tΑ$s% øŒÎ)uρ

∩∈⊆∪ ÞΟŠÏm§9$# Ü>#§θ−G9$# uθèδ …çμ¯ΡÎ) 4 öΝä3ø‹n=tã z>$tGsù öΝä3Í←Í‘$t/ y‰ΨÏã öΝä3©9 ×öyz öΝä3Ï9≡sŒ öΝä3|¡àΡr& (#þθè=çFø%$$sù

054. ‫ﻟﻘوﻣﻪ‬ ‫( ٕواذ ﻗﺎﻝ ﻣوﺳﻰ‬Dan ketika Musa berkata kepada kaumnya) yang telah menyembah patung anak lembu itu ‫ﻳﺎ ﻗوم‬
‫"( إﻧﻛم ظﻠﻣﺗم أﻧﻔﺳﻛم ﺑﺎﺗﺧﺎذﻛم اﻟﻌﺟﻝ‬Hai kaumku! Sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu karena kamu telah
mengambil anak lembu) sebagai sembahan, ‫ﻓﺗوﺑوا إﻟﻰ ﺑﺎرﺋﻛم‬ (maka bertobatlah kamu kepada Tuhanmu) yang telah

menciptakanmu atas kesalahanmu tidak menyembah kepada-Nya, ‫ﻓﺎﻗﺗﻠوا أﻧﻔﺳﻛم‬ (maka bunuhlah dirimu) maksudnya

hendaklah yang tidak bersalah di antaramu membunuh yang bersalah. ‫( ذﻟﻛم‬Demikian itu) yakni membunuh itu ‫ﺧﻳر ﻟﻛم ﻋﻧد‬
‫( ﺑﺎرﺋﻛم‬lebih baik bagimu di sisi Tuhanmu) hingga dituntun-Nya kamu untuk melakukannya dan dikirim-Nya awan hitam agar
sebagian kamu tidak melihat lainnya yang akan menyebabkan timbulnya rasa kasihan di antara kamu yang akan menghalangi
pembunuhan ini. Maka berhasillah pembunuhan masal itu sehingga yang tewas di antara kamu tidak kurang dari tujuh puluh ribu
orang banyaknya. ‫اﻟرﺣﻳم‬ ‫( ﻓﺗﺎب ﻋﻠﻳﻛم إﻧﻪ ﻫو اﻟﺗواب‬Maka Allah menerima tobatmu. Sesungguhnya Dia Maha Penerima
Tobat lagi Maha Penyayang").

∩∈∈∪ tβρáÝàΨs? óΟçFΡr&uρ èπs)Ïè≈¢Á9$# ãΝä3ø?x‹yzr'sù Zοtôγy_ ©!$# “ttΡ 4©®Lym y7s9 z⎯ÏΒ÷σœΡ ⎯s9 4©y›θßϑ≈tƒ óΟçFù=è% øŒÎ)uρ

055. ‫ﻗﻠﺗم‬ ‫( ٕواذ‬Dan ketika kamu berkata) yaitu setelah kamu pergi bersama Musa untuk memohon ampun kepada Allah sebab
menyembah patung anak lembu dan telah kamu dengar pula firman-Nya. ‫ﺟﻬرة‬ ‫"( ﻳﺎ ﻣوﺳﻰ ﻟن ﻧؤﻣن ﻟك ﺣﺗﻰ ﻧرى اﷲ‬Hai
Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah secara terang!") secara nyata.‫اﻟﺻﺎﻋﻘﺔ‬ ‫ﻓﺄﺧذﺗﻛم‬
(Sebab itu kamu disambar petir) atau halilintar hingga kamu tewas ‫وأﻧﺗم ﺗﻧظرون‬ (sedang kamu menyaksikannya) atas
peristiwa yang menimpa dirimu itu.

∩∈∉∪ tβρãä3ô±n@ öΝà6¯=yès9 öΝä3Ï?öθtΒ Ï‰÷èt/ -∅ÏiΒ Νä3≈oΨ÷Vyèt/ §ΝèO

056.‫ﺑﻌﺛﻧﺎﻛم‬ ‫ﺛم‬ (Setelah itu Kami bangkitkan kamu) maksudnya Kami hidupkan kembali kamu, ‫ﻣن ﺑﻌد ﻣوﺗﻛم ﻟﻌﻠﻛم‬
‫ﺗﺷﻛرون‬ (setelah kematian kamu agar kamu bersyukur) atas nikmat karunia Kami itu.
$tΡθßϑn=sß $tΒuρ ( öΝä3≈oΨø%y—u‘ $tΒ ÏM≈t6ÍhŠsÛ ⎯ÏΒ (#θè=ä. ( 3“uθù=¡¡9$#uρ £⎯yϑø9$# ãΝä3ø‹n=tæ $uΖø9t“Ρr&uρ tΠ$yϑtóø9$# ãΝà6ø‹n=tæ $oΨù=¯=sßuρ

∩∈∠∪ tβθßϑÎ=ôàtƒ öΝßγ|¡àΡr& (#þθçΡ%x. ⎯Å3≈s9uρ

057.‫اﻟﻐﻣﺎم‬ ‫وظﻠﻠﻧﺎ ﻋﻠﻳﻛم‬ (Dan Kami naungi kamu dengan awan), artinya Kami taruh awan tipis di atas kepalamu agar kamu

terlindung dari panasnya cahaya matahari di padang Tih, ‫ﻋﻠﻳﻛم‬ ‫( وأﻧزﻟﻧﺎ‬dan Kami turunkan padamu) di padang Tih itu ‫اﻟﻣن‬
‫( واﻟﺳﻠوى‬manna dan salwa) yakni makanan manis seperti madu dan daging burung sebangsa puyuh dan firman Kami, ‫ﻛﻠوا‬
‫"( ﻣن طﻳﺑﺎت ﻣﺎ رزﻗﻧﺎﻛم‬Makanlah di antara makanan yang baik yang Kami karuniakan kepadamu.") dan janganlah kamu
simpan! Tetapi mereka mengingkari nikmat itu dan mereka menyimpannya. Maka Allah pun menghentikan rezeki itu atas
mereka ‫( وﻣﺎ ظﻠﻣوﻧﺎ‬dan tidaklah mereka menganiaya Kami) dengan perbuatan itu, ‫( وﻟﻛن ﻛﺎﻧوا أﻧﻔﺳﻬم ﻳظﻠﻣون‬tetapi
mereka menganiaya diri mereka sendiri) karena bencananya kembali kepada mereka juga.

(#θä9θè%uρ #Y‰¤fß™ šU$t6ø9$# (#θè=äz÷Š$#uρ #Y‰xîu‘ ÷Λä⎢÷∞Ï© ß]ø‹ym $yγ÷ΖÏΒ (#θè=à6sù sπtƒós)ø9$# ÍνÉ‹≈yδ (#θè=äz÷Š$# $oΨù=è% øŒÎ)uρ

∩∈∇∪ t⎦⎫ÏΖÅ¡ósßϑø9$# ߉ƒÍ”t∴y™uρ 4 öΝä3≈u‹≈sÜyz ö/ä3s9 öÏøó¯Ρ ×π©ÜÏm

058. ‫( ٕواذ ﻗﻠﻧﺎ‬Dan ingatlah ketika Kami berfirman,) kepada mereka setelah mereka keluar dari bukit Tih, ‫ادﺧﻠوا ﻫذﻩ اﻟﻘرﻳﺔ‬
("Masuklah kamu ke negeri ini"), yakni Baitulmakdis atau Yerusalem dan ada pula yang mengatakannya 'Ariha' ‫ﻓﻛﻠوا ﻣﻧﻬﺎ‬

‫( ﺣﻳث ﺷﺋﺗم رﻏدا‬Maka makanlah di antara makanannya yang baik lagi enak mana yang kamu sukai) tanpa ada larangan
‫( وادﺧﻠوا اﻟﺑﺎب‬dan masukilah pintu gerbangnya) ‫( ﺳﺟدا‬dalam keadaan bersujud) artinya menundukkan diri ‫( وﻗوﻟوا‬dan
ucapkanlah) sebagai permohonan, ‫"( ﺣطﺔ‬Bebaskanlah kami dari dosa!") ‫( ﻧﻐﻔر‬niscaya Kami ampuni) menurut suatu qiraat
'yughfar', sedangkan menurut suatu qiraat lainnya 'tughfar', keduanya kata kerja pasif yang berarti 'diampuni' ‫ﻟﻛم ﺧطﺎﻳﺎﻛم‬
‫( وﺳﻧزﻳد اﻟﻣﺣﺳﻧﻳن‬bagimu kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami tambah pula pemberian Kami kepada orang-orang yang
berbuat baik) maksudnya diampuni karena berlaku taat, diberi tambahan, yakni pahalanya.

Ï™!$yϑ¡¡9$# z⎯ÏiΒ #Y“ô_Í‘ (#θßϑn=sß t⎦⎪Ï%©!$# ’n?tã $uΖø9t“Ρr'sù óΟßγs9 Ÿ≅‹Ï% ”Ï%©!$# uöxî »ωöθs% (#θßϑn=sß š⎥⎪Ï%©!$# tΑ£‰t6sù

∩∈®∪ tβθà)Ý¡øtƒ (#θçΡ%x. $yϑÎ/

059. ‫ظﻠﻣوا‬ ‫( ﻓﺑدﻝ اﻟذﻳن‬Lalu orang-orang yang aniaya mengubah) di antara mereka ‫( ﻗوﻻ ﻏﻳر اﻟذي ﻗﻳﻝ ﻟﻬم‬perintah yang
tidak dititahkan kepada mereka) mereka mengatakan, habbatun fi sya`ratin , bahkan mereka memasukinya bukan dengan
bersujud tetapi merangkak di atas pantat mereka. ‫( ﻓﺄﻧزﻟﻧﺎ ﻋﻠﻰ اﻟذﻳن ظﻠﻣوا‬Maka Kami timpakan atas orang-orang yang
aniaya itu) di sini disebutkan "atas orang-orang yang aniaya itu", yang sebenarnya cukup dengan kata ganti 'mereka' saja,
dengan maksud sebagai kecaman ‫ز‬
‫( رﺟ ا‬siksa) berupa penyakit taun ‫ﻳﻔﺳﻘون‬ ‫( ﻣن اﻟﺳﻣﺎء ﺑﻣﺎ ﻛﺎﻧوا‬dari langit disebabkan
kefasikan mereka) disebabkan mereka melanggar ketaatan. Maka dalam waktu satu jam ada 70 ribu orang atau mendekati
jumlah itu di antara mereka yang mati.

$YΖøŠtã nοuô³tã $tFt⊥øO$# çμ÷ΖÏΒ ôNtyfxΡ$$sù ( tyfy⇔ø9$# š‚$|ÁyèÎn/ >ÎôÑ$# $oΨù=à)sù ⎯ÏμÏΒöθs)Ï9 4†y›θãΒ 4’s+ó¡oKó™$# ÏŒÎ)uρ *

t⎦⎪ωšøãΒ ÇÚö‘F{$# †Îû (#öθsW÷ès? Ÿωuρ «!$# É−ø—Íh‘ ⎯ÏΒ (#θç/uõ°$#uρ (#θè=à2 ( óΟßγt/uô³¨Β <¨$tΡé& ‘≅à2 zΟÎ=tã ô‰s% (

∩∉⊃∪

060. ‫( و‬Dan) ingatlah ‫( إذ اﺳﺗﺳﻘﻰ ﻣوﺳﻰ‬ketika Musa memohon air) ‫( ﻟﻘوﻣﻪ‬untuk kaumnya) yakni ketika mereka telah
kehausan di padang Tih ‫( ﻓﻘﻠﻧﺎ اﺿرب ﺑﻌﺻﺎك اﻟﺣﺟر‬lalu firman Kami, "Pukulkanlah tongkatmu ke atas batu itu!") yaitu
batu yang pernah membawa lari pakaiannya, bentuknya tipis persegi empat sebesar kepala manusia, batu lunak atau seperti
keduanya lalu dipukulkannya ‫ﻓﺎﻧﻔﺟرت‬ (maka terpancarlah) terbelahlah batu itu lalu keluar air ‫ﻣﻧﻪ اﺛﻧﺗﺎ ﻋﺷرة ﻋﻳﻧﺎ‬
(daripadanya dua belas mata air) yaitu sebanyak jumlah suku Bani Israel ‫أﻧﺎس‬ ‫( ﻗد ﻋﻠم ﻛﻝ‬sesungguhnya telah mengetahui
tiap-tiap suku) yakni tiap-tiap suku di antara mereka ‫( ﻣﺷرﺑﻬم‬tempat minum mereka) masing-masing hingga mereka tidak
saling berebut. Lalu firman Kami kepada mereka, ‫ﻣﻔﺳدﻳن‬ ‫"( ﻛﻠوا واﺷرﺑوا ﻣن رزق اﷲ وﻻ ﺗﻌﺛوا ﻓﻲ اﻷرض‬Makan dan
minumlah rezeki yang diberikan Allah dan janganlah kamu berbuat keonaran di muka bumi dengan melakukan pengrusakan!")
'Mufsidiin' menjadi 'hal' yang memperkuat perbuatan pelaku '`atsiya' yang berarti berbuat keonaran.

Pembalasan Terhadap Sikap dan Perbuatan Bani Isra’il

.⎯ÏΒ ÞÚö‘F{$# àMÎ6.⊥è? $®ÿÊΕ $uΖs9 ólÌøƒä† š−/u‘ $oΨs9 äí÷Š$$sù 7‰Ïn≡uρ 5Θ$yèsÛ 4’n?tã uÉ9óÁ¯Ρ ⎯s9 4©y›θßϑ≈tƒ óΟçFù=è% øŒÎ)uρ

îöyz uθèδ ”Ï%©!$$Î/ 4†oΤ÷Šr& uθèδ ”Ï%©!$# šχθä9ωö7tGó¡n@r& tΑ$s% ( $yγÎ=|Át/uρ $pκÅy‰tãuρ $yγÏΒθèùuρ $yγÍ←!$¨VÏ%uρ $yγÎ=ø)t/

š∅ÏiΒ 5=ŸÒtóÎ/ ρâ™!$t/uρ èπuΖx6ó¡yϑø9$#uρ ä'©!Éj‹9$# ÞΟÎγøŠn=tæ ôMt/ÎàÑuρ 3 óΟçFø9r'y™ $¨Β Νà6s9 ¨βÎ*sù #\óÁÏΒ (#θäÜÎ7÷δ$# 4

(#θ|Átã $oÿÏ3 y7Ï9≡sŒ 3 Èd,y⇔ø9$# ÎötóÎ/ z⎯↵ÍhŠÎ;¨Ψ9$# šχθè=çGø)tƒuρ «!$# ÏM≈tƒ$t↔Î/ šχρãàõ3tƒ (#θçΡ%x. óΟßγ¯Ρr'Î/ y7Ï9≡sŒ 3 «!$#

∩∉⊇∪ šχρ߉tF÷ètƒ (#θçΡ$Ÿ2¨ρ

061.‫واﺣد‬ ‫ٕواذ ﻗﻠﺗم ﻳﺎ ﻣوﺳﻰ ﻟن ﻧﺻﺑر ﻋﻠﻰ طﻌﺎم‬ (Dan ketika kamu berkata, "Hai Musa! Kami tidak bisa tahan dengan

satu makanan saja!") maksudnya satu macam saja, yaitu manna dan salwa. ‫ﻓﺎدع ﻟﻧﺎ رﺑك ﻳﺧرج ﻟﻧﺎ‬ (Oleh sebab itu
mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami) sesuatu ‫ﻣن‬ ‫( ﻣﻣﺎ ﺗﻧﺑت اﻷرض‬dari apa yang
ditumbuhkan bumi berupa) sebagai penjelasan ‫وﻓوﻣﻬﺎ‬ ‫( ﺑﻘﻠﻬﺎ وﻗﺛﺎﺋﻬﺎ‬sayur-mayur, ketimun, bawang putih) ‫وﻋدﺳﻬﺎ وﺑﺻﻠﻬﺎ‬
‫( ﻗﺎﻝ‬kacang adas dan bawang merah, maka jawabnya) yaitu jawab Musa kepada mereka,‫أﺗﺳﺗﺑدﻟون اﻟذي ﻫو أدﻧﻰ‬
("Maukah kamu mengambil sesuatu yang lebih rendah atau lebih jelek sebagai pengganti) ‫( ﺑﺎﻟذي ﻫو ﺧﻳر‬dari yang lebih
baik) atau lebih utama?" Pertanyaan ini berarti penolakan, tetapi mereka tidak mau menarik permintaan itu hingga Musa pun
berdoa kepada Allah, maka Allah Taala berfirman,‫"( اﻫﺑطوا‬Turunlah kamu) pergilah ‫ر‬
‫( ﻣﺻ ا‬ke salah satu kota) di antara kota-
kota ‫ﻟﻛم‬ ‫( ﻓﺈن‬pastilah kamu akan memperoleh) di sana ‫( ﻣﺎ ﺳﺄﻟﺗم‬apa yang kamu minta") dari tumbuh-tumbuhan itu. ‫وﺿرﺑت‬
(Lalu dipukulkan) ditimpakan ‫اﻟذﻟﺔ‬ ‫( ﻋﻠﻳﻬم‬atas mereka kenistaan) kehinaan dan kenistaan ‫( واﻟﻣﺳﻛﻧﺔ‬dan kemiskinan) yakni
bekas-bekas dan pengaruh kemiskinan berupa sikap statis dan rendah diri yang akan selalu menyertai mereka walaupun
mereka kaya, tak ubahnya bagai mata uang yang selalu menurut dan tidak akan lepas dari cetakannya,‫( وﺑﺎءوا‬dan kembalilah

mereka) ‫ذﻟك‬ ‫( ﺑﻐﺿب ﻣن اﷲ‬membawa kemurkaan dari Allah, demikian itu), yakni pukulan dan kemurkaan Allah itu ‫ﺑﺄﻧﻬم‬
(disebabkan mereka) ‫( ﻛﺎﻧوا ﻳﻛﻔرون ﺑﺂﻳﺎت اﷲ وﻳﻘﺗﻠون اﻟﻧﺑﻳﻳن‬mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi)
seperti Nabi Zakaria dan Yahya ‫اﻟﺣق‬ ‫( ﺑﻐﻳر‬tanpa hak) hanya karena keaniayaan semata. ‫ذﻟك ﺑﻣﺎ ﻋﺻوا وﻛﺎﻧوا ﻳﻌﺗدون‬
(Demikian itu terjadi karena mereka selalu berbuat kedurhakaan dan karena mereka melanggar batas) artinya batas-batas
peraturan hingga jatuh ke dalam maksiat. Kalimat pertama diulangnya untuk memperkuatnya.

Pahala Orang yang Beriman

Ÿ≅Ïϑtãuρ ÌÅzFψ$# ÏΘöθu‹ø9$#uρ «!$$Î/ z⎯tΒ#u™ ô⎯tΒ š⎥⎫Ï↔Î7≈¢Á9$#uρ 3“t≈|Á¨Ζ9$#uρ (#ρߊ$yδ š⎥⎪Ï%©!$#uρ (#θãΨtΒ#u™ t⎦⎪Ï%©!$# ¨βÎ)

∩∉⊄∪ šχθçΡt“øts† öΝèδ Ÿωuρ öΝÍκön=tæ ì∃öθyz Ÿωuρ óΟÎγÎn/u‘ y‰ΨÏã öΝèδãô_r& öΝßγn=sù $[sÎ=≈|¹

062.‫آﻣﻧوا‬ ‫إن اﻟذﻳن‬ (Sesungguhnya orang-orang yang beriman) kepada para nabi di masa lalu ‫( واﻟذﻳن ﻫﺎدوا‬dan orang-
orang Yahudi) ‫واﻟﻧﺻﺎرى واﻟﺻﺎﺑﺋﻳن‬ (orang-orang Kristen dan orang-orang Shabiin) yakni segolongan dari orang-orang

Yahudi atau Nasrani ‫آﻣن‬ ‫( ﻣن‬siapa saja yang beriman) di antara mereka ‫( ﺑﺎﷲ واﻟﻳوم اﻵﺧر‬kepada Allah dan hari akhir) di
masa nabi kita ‫ﺻﺎﻟﺣﺎ‬ ‫( وﻋﻣﻝ‬serta mengerjakan amal saleh) yaitu syariatnya ‫( ﻓﻠﻬم أﺟرﻫم‬mereka akan memperoleh pahala)
sebagai ganjaran dari amal perbuatan mereka itu ‫( ﻋﻧد رﺑﻬم وﻻ ﺧوف ﻋﻠﻳﻬم وﻻ ﻫم ﻳﺣزﻧون‬di sisi Tuhan mereka, tak
ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka berduka cita). Dhamir atau kata ganti orang pada 'aamana', 'amila'
dan sesudahnya hendaklah diartikan secara umum atau siapa saja.

Pembalasan Terhadap Bani Ira’il yang melanggar Perjanjian Dengan Allah SWT
tβθà)−Gs? öΝä3ª=yès9 ÏμŠÏù $tΒ (#ρãä.øŒ$#uρ ;ο§θà)Î/ Νä3≈oΨ÷s?#u™ !$tΒ (#ρä‹è{ u‘θ’Ü9$# ãΝä3s%öθsù $uΖ÷èsùu‘uρ öΝä3s)≈sV‹ÏΒ $tΡõ‹s{r& øŒÎ)uρ

∩∉⊂∪

063. ‫( و‬Dan) ingatlah ‫ﻣﻳﺛﺎﻗﻛم‬ ‫( إذ أﺧذﻧﺎ‬ketika Kami mengambil ikrar darimu) yakni ikrar bahwa kamu akan melakukan ajaran-
ajaran yang terdapat dalam Taurat.‫( و‬dan) sesungguhnya ‫( رﻓﻌﻧﺎ ﻓوﻗﻛم اﻟطور‬Kami angkat gunung Thursina ke atasmu)
artinya Kami cabut dari dasarnya untuk ditimpakan kepadamu, yakni tatkala kamu tidak mau berikrar seraya Kami berfirman,
‫ﺧذوا ﻣﺎ آﺗﻳﻧﺎﻛم ﺑﻘوة‬ ("Peganglah dengan teguh apa yang Kami berikan kepadamu ini!) maksudnya secara giat dan sungguh-

sungguh ‫( واذﻛروا ﻣﺎ ﻓﻳﻪ‬dan ingatlah baik-baik apa yang ada di dalamnya) yakni dengan mengamalkannya ‫ﻟﻌﻠﻛم ﺗﺗﻘون‬
(agar kamu termasuk orang-orang yang bertakwa.") Artinya terpelihara dirimu dari api neraka dan perbuatan durhaka.

∩∉⊆∪ t⎦⎪ÎÅ£≈sƒø:$# z⎯ÏiΒ ΟçGΨä39s …çμçFyϑômu‘uρ öΝä3ø‹n=tã «!$# ã≅ôÒsù Ÿωöθn=sù ( y7Ï9≡sŒ ω÷èt/ -∅ÏiΒ ΟçGøŠ©9uθs? §ΝèO

064. ‫ﺗوﻟﻳﺗم‬ ‫( ﺛم‬Kemudian kamu berpaling) menyalahi ikrar ‫( ﻣن ﺑﻌد ذﻟك‬setelah itu) maksudnya setelah berikrar tadi ‫ﻓﻠوﻻ‬
‫( ﻓﺿﻝ اﷲ ﻋﻠﻳﻛم ورﺣﻣﺗﻪ‬maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu) yaitu dengan menerima tobatnya
atau menangguhkan siksa terhadapmu ‫اﻟﺧﺎﺳرﻳن‬ ‫( ﻟﻛﻧﺗم ﻣن‬niscayalah kamu akan termasuk orang-orang yang merugi) atau
celaka.

∩∉∈∪ t⎦⎫Ï↔Å¡≈yz ¸οyŠtÏ% (#θçΡθä. öΝßγs9 $oΨù=à)sù ÏMö6¡¡9$# ’Îû öΝä3ΨÏΒ (#÷ρy‰tFôã$# t⎦⎪Ï%©!$# ãΛä⎢÷ΗÍ>tã ô‰s)s9uρ

065. ‫( وﻟﻘد‬Dan sesungguhnya) lam-nya 'lam qasam' menyatakan bersumpah artinya 'demi' ‫( ﻋﻠﻣﺗم‬kamu telah mengetahui)
‫اﻟذﻳن اﻋﺗدوا‬ (orang-orang yang melanggar) peraturan ‫ﻣﻧﻛم ﻓﻲ اﻟﺳﺑت‬ (di antaramu pada hari Sabtu) yakni dengan

menangkap ikan padahal Kami telah melarangmu dari demikian; dan mereka ini ialah penduduk Eilat atau Ayilah ‫ﻓﻘﻠﻧﺎ ﻟﻬم‬
‫( ﻛوﻧوا ﻗردة ﺧﺎﺳﺋﻳن‬lalu Kami titahkan kepada mereka, "Jadilah kalian kera yang hina!") artinya yang terkucil. Apa yang
dikehendaki Allah itu pun terlaksana dan setelah masa tiga hari mereka menemui kematian.

∩∉∉∪ t⎦⎫É)−Gßϑù=Ïj9 ZπsàÏãöθtΒuρ $yγxù=yz $tΒuρ $pκö‰y‰tƒ t⎦÷⎫t/ $yϑÏj9 Wξ≈s3tΡ $yγ≈uΖù=yèpgm

066. ‫( ﻓﺟﻌﻠﻧﺎﻫﺎ‬Maka Kami jadikan dia) maksudnya hukuman tersebut ‫( ﻧﻛﺎﻻ‬sebagai peringatan) cermin perbandingan hingga

mereka tidak melakukannya lagi ‫( ﻟﻣﺎ ﺑﻳن ﻳدﻳﻬﺎ وﻣﺎ ﺧﻠﻔﻬﺎ‬bagi umat-umat di masa itu dan bagi mereka yang datang
kemudian) ‫( وﻣوﻋظﺔ ﻟﻠﻣﺗﻘﻳن‬serta menjadi pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa) kepada Allah Taala. Dikhususkan
bagi orang-orang ini, karena hanya merekalah yang dapat mengambil manfaat darinya sedangkan orang lain tidak.

Kisah Penyembelihan Lembu Betina

÷βr& «!$$Î/ èŒθããr& tΑ$s% ( #Yρâ“èδ $tΡä‹Ï‚−Gs?r& (#þθä9$s% ( Zοts)t/ (#θçtr2õ‹s? βr& ôΜä.âßΔù'tƒ ©!$# ¨βÎ) ÿ⎯ÏμÏΒöθs)Ï9 4©y›θãΒ tΑ$s% øŒÎ)uρ

∩∉∠∪ š⎥⎫Î=Îγ≈pgø:$# z⎯ÏΒ tβθä.r&

067. ‫( و‬Dan) ingatlah ‫( إذ ﻗﺎﻝ ﻣوﺳﻰ ﻟﻘوﻣﻪ‬ketika Musa berkata kepada kaumnya,) yakni ketika ada di antara mereka itu
seseorang yang terbunuh sedangkan mereka tidak tahu siapa pembunuhnya, lalu mereka minta kepada Musa untuk
memohonkan kepada Allah agar Dia dapat memberitahukan siapa pembunuhnya itu. Maka dia memohon, lalu katanya, ‫إن اﷲ‬
‫"( ﻳﺄﻣرﻛم أن ﺗذﺑﺣوا ﺑﻘرة ﻗﺎﻟوا أﺗﺗﺧذﻧﺎ ﻫزوا‬Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina." Jawab
mereka, "Apakah kamu hendak menjadikan kami sebagai bahan ejekan?") artinya suruhan kamu itu akan menyebabkan kami
menjadi sasaran olok-olok dan tertawaan orang ‫( ﻗﺎﻝ أﻋوذ‬Jawab Musa, "Aku berlindung) maksudnya aku tidak sudi ‫ﺑﺎﷲ‬
(kepada Allah) akan ‫( أن أﻛون ﻣن اﻟﺟﺎﻫﻠﻳن‬menjadi golongan orang-orang yang jahil.") yang suka berolok-olok. Tatkala
mereka ketahui bahwa Musa bersungguh-sungguh.

š⎥÷⎫t/ 8β#uθtã íõ3Î/ Ÿωuρ ÖÚÍ‘$sù ω ×οts)t/ $pκ¨ΞÎ) ãΑθà)tƒ …çμ¯ΡÎ) tΑ$s% 4 }‘Ïδ $tΒ $uΖ©9 ⎦Îi⎫t7ムy7−/u‘ $uΖs9 äí÷Š$# (#θä9$s%

∩∉∇∪ šχρãtΒ÷σè? $tΒ (#θè=èy øù$$sù ( y7Ï9≡sŒ

068. ‫ﻫﻲ‬ ‫( ﻗﺎﻟوا ادع ﻟﻧﺎ رﺑك ﻳﺑﻳن ﻟﻧﺎ ﻣﺎ‬Mereka bertanya, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu agar Dia menjelaskan kepada
kami, sapi betina yang manakah itu?") maksudnya tentang usianya, apakah yang tua atau yang muda? ‫ﻗﺎﻝ‬ (Jawab Musa,) ‫إﻧﻪ‬

(Allah berfirman bahwa) ‫ﻓﺎرض‬ ‫ ( ﻳﻘوﻝ إﻧﻬﺎ ﺑﻘرة ﻻ‬sapi itu ialah sapi betina yang tidak tua) berusia lanjut ‫( وﻻ ﺑﻛر‬dan tidak
pula muda) atau terlalu kecil, tetapi ‫( ﻋوان‬pertengahan) ‫( ﺑﻳن ذﻟك‬di antara demikian), yakni di antara tua dan muda tadi
‫ﻓﺎﻓﻌﻠوا ﻣﺎ ﺗؤﻣرون‬ (maka lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu.") yaitu supaya menyembelih sapi yang telah
dijelaskan itu.

”Ý¡s? $yγçΡöθ©9 ÓìÏ%$sù â™!#tø|¹ ×οts)t/ $pκ¨ΞÎ) ãΑθà)tƒ …çμ¯ΡÎ) tΑ$s% 4 $yγçΡöθs9 $tΒ $oΨ©9 ⎦Îi⎫t6ムš−/u‘ $oΨs9 äí÷Š$# (#θä9$s%

∩∉®∪ š⎥⎪ÌÏà≈¨Ζ9$#

069. ‫( ﻗﺎﻟوا ادع ﻟﻧﺎ رﺑك ﻳﺑﻳن ﻟﻧﺎ ﻣﺎ ﻟوﻧﻬﺎ ﻗﺎﻝ إﻧﻪ ﻳﻘوﻝ إﻧﻬﺎ ﺑﻘرة ﺻﻔراء ﻓﺎﻗﻊ ﻟوﻧﻬﺎ‬Kata mereka, "Mohonkanlah
kepada Tuhanmu untuk kami agar dijelaskan-Nya kepada kami apa warnanya!" Jawab Musa, "Allah berfirman bahwa sapi betina
itu ialah sapi betina yang kuning, yakni yang kuning tua warnanya, maksudnya yang kuning pekat ‫( ﺗﺳر اﻟﻧﺎظرﻳن‬yang
menyenangkan orang-orang yang memandang.") artinya menarik hati mereka disebabkan keelokannya.

∩∠⊃∪ tβρ߉tGôγßϑs9 ª!$# u™!$x© βÎ) !$¯ΡÎ)uρ $uΖøŠn=tã tμt7≈t±s? ts)t6ø9$# ¨βÎ) }‘Ïδ $tΒ $uΖ©9 ⎦Îi⎫t7ムy7−/u‘ $uΖs9 äí÷Š$# (#θä9$s%

070. ‫ﻫﻲ‬ ‫( ﻗﺎﻟوا ادع ﻟﻧﺎ رﺑك ﻳﺑﻳن ﻟﻧﺎ ﻣﺎ‬Kata mereka, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar dijelaskan-Nya bagi
kami hakikat sapi betina itu) apakah yang dimanjakan ataukah yang dipekerjakan? ‫( إن اﻟﺑﻘر‬karena sesungguhnya sapi itu)
yakni kalau jenisnya baru yang disebutkan sifatnya itu ‫( ﺗﺷﺎﺑﻪ ﻋﻠﻳﻧﺎ‬masih samar bagi kami) karena banyaknya hingga kami
tidak mengetahui mana yang dimaksud ‫( ٕواﻧﺎ إن ﺷﺎء اﷲ ﻟﻣﻬﺗدون‬dan sesungguhnya kami insya Allah akan memperoleh
petunjuk.") untuk mendapatkannya. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa sekiranya mereka tidak mengucapkan insya Allah,
tidaklah akan dijelaskan kepada mereka untuk selama-lamanya.

z⎯≈t↔ø9$# (#θä9$s% 4 $yγ‹Ïù sπu‹Ï© ω ×πyϑ¯=|¡ãΒ y^öptø:$# ’Å+ó¡s? Ÿωuρ uÚö‘F{$# çÏVè? ×Αθä9sŒ ω ×οts)t/ $pκ¨ΞÎ) ãΑθà)tƒ …çμ¯ΡÎ) tΑ$s%

∩∠⊇∪ šχθè=yèøtƒ (#ρߊ%x. $tΒuρ $yδθçtr2x‹sù 4 Èd,ysø9$$Î/ |M÷∞Å_

071. ‫ذﻟوﻝ‬ ‫( ﻗﺎﻝ إﻧﻪ ﻳﻘوﻝ إﻧﻬﺎ ﺑﻘرة ﻻ‬Kata Musa, "Allah berfirman bahwa sapi betina itu ialah sapi betina yang belum pernah
dipakai untuk bekerja) ‫( ﺗﺛﻳر اﻷرض‬membajak tanah) untuk ditanami. Kalimat belakang ini menjadi sifat bagi 'dipakai untuk
bekerja' dan termasuk barang yang dinafikan. ‫( وﻻ ﺗﺳﻘﻲ اﻟﺣرث‬dan tidak pula untuk mengairi tanaman) atau tanah yang
dipersiapkan untuk ditanami tumbuh-tumbuhan ‫( ﻣﺳﻠﻣﺔ‬tidak bercacat) bebas dari aib dan bekas-bekas bekerja berat ‫ﻻ ﺷﻳﺔ‬
‫( ﻓﻳﻬﺎ‬tidak ada belangnya.") tidak ada warna lain dari warna aslinya.‫ﻗﺎﻟوا اﻵن ﺟﺋت ﺑﺎﻟﺣق‬ (Kata mereka, "Sekarang
barulah kamu mengatakan kebenaran.") Maksudnya memberikan penjelasan yang cukup jelas tentang sapi yang dimaksud.
Mereka cari sapi tersebut dan kebetulan ditemukan pada seorang anak muda yang berbakti kepada ibunya, lalu mereka beli
dengan emas sepenuh bungkusan yang terbuat dari kulit sapi itu. ‫ﻳﻔﻌﻠون‬ ‫( ﻓذﺑﺣوﻫﺎ وﻣﺎ ﻛﺎدوا‬Lalu mereka menyembelihnya
dan hampir saja mereka tidak melaksanakannya) karena harganya yang tinggi. Dalam sebuah hadis disebutkan, seandainya
mereka segera menyembelih seekor sapi betina yang ada tanpa banyak tanya, yang demikian itu akan mencukupi. Tetapi
mereka menyusahkan diri mereka sendiri sehingga dipersulit oleh Allah.

∩∠⊄∪ tβθãΚçFõ3s? öΝçFΖä. $¨Β ÓlÌøƒèΧ ª!$#uρ ( $pκÏù öΝè?øℵu‘≡¨Š$$sù $T¡øtΡ óΟçFù=tFs% øŒÎ)uρ

072. ‫( ٕواذ ﻗﺗﻠﺗم ﻧﻔﺳﺎ ﻓﺎدارأﺗم‬Dan ketika kamu membunuh seorang manusia, lalu kamu tuduh-menuduh tentang hal itu)
asalnya fatadaara'tum, lalu ta diidgamkan ke dal yang berarti bertengkar dan saling menuduh ‫( ﻓﻳﻬﺎ واﷲ ﻣﺧرج‬sedangkan

Allah menyingkapkan) atau memperlihatkan ‫ﻣﺎ ﻛﻧﺗم ﺗﻛﺗﻣون‬ (apa yang kamu sembunyikan) tentang persoalan tersebut.
Kalimat ini adalah suatu interupsi dan merupakan awal kisah

∩∠⊂∪ tβθè=É)÷ès? öΝä3ª=yès9 ⎯ÏμÏG≈tƒ#u™ öΝà6ƒÌãƒuρ 4’tAöθyϑø9$# ª!$# Ç‘ósムy7Ï9≡x‹x. 4 $pκÅÕ÷èt7Î/ çνθç/ÎôÑ$# $uΖù=à)sù

073. ‫اﺿرﺑوﻩ‬ ‫( ﻓﻘﻠﻧﺎ‬Lalu firman Kami, "Pukullah dia) maksudnya mayat dari orang yang terbunuh tadi ‫( ﺑﺑﻌﺿﻬﺎ‬dengan salah
satu anggota badan sapi betina itu!") Lalu mereka pukul dengan lidah atau pangkal ekornya sehingga ia pun hidup kembali dan
mengatakan siapa pembunuhnya yang tiada lain dari dua orang saudara sepupunya yang disebutkan namanya masing-masing.
Kemudian ia menjadi mayat kembali, maka kedua pembunuhnya tidak diperbolehkan untuk mendapatkan harta warisan, bahkan
mereka pun dibunuh pula lalu firman Allah Taala, ‫"( ﻛذﻟك‬Demikianlah) maksudnya caranya ‫آﻳﺎﺗﻪ‬ ‫ﻳﺣﻳﻲ اﷲ اﻟﻣوﺗﻰ وﻳرﻳﻛم‬
(Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati dan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda-Nya) bukti-bukti
kekuasaan-Nya ‫( ﻟﻌﻠﻛم ﺗﻌﻘﻠون‬agar kamu memikirkan") dan merenungkannya sehingga mengerti dan mengimani Allah yang
kuasa menghidupkan seorang manusia yang telah meninggal juga sanggup menghidupkan berjuta-juta manusia lainnya.

çμ÷ΖÏΒ ã¤fxtFtƒ $yϑs9 Íοu‘$yfÏtø:$# z⎯ÏΒ ¨βÎ)uρ 4 Zοuθó¡s% ‘‰x©r& ÷ρr& Íοu‘$y∨Ïtø:$$x. }‘Îγsù šÏ9≡sŒ ω÷èt/ .⎯ÏiΒ Νä3ç/θè=è% ôM|¡s% §ΝèO

@≅Ï≈tóÎ/ ª!$# $tΒuρ 3 «!$# ÏπuŠô±yz ô⎯ÏΒ äÝÎ6öκu‰ $yϑs9 $pκ÷]ÏΒ ¨βÎ)uρ 4 â™!$yϑø9$# çμ÷ΨÏΒ ßlã÷‚uŠùs ß,¤)¤±o„ $yϑs9 $pκ÷]ÏΒ ¨βÎ)uρ 4 ã≈yγ÷ΡF{$#

∩∠⊆∪ tβθè=yϑ÷ès? $£ϑtã

074. ‫( ﺛم ﻗﺳت ﻗﻠوﺑﻛم‬Kemudian hatimu menjadi keras) ditujukan kepada orang-orang Yahudi hingga tak dapat dimasuki
kebenaran ‫( ﻣن ﺑﻌد ذﻟك‬setelah itu) yakni setelah peristiwa dihidupkannya orang yang telah mati dan kejadian-kejadian
sebelumnya, ‫ﻛﺎﻟﺣﺟﺎرة‬ ‫( ﻓﻬﻲ‬maka ia adalah seperti batu) dalam kerasnya ‫( أو أﺷد ﻗﺳوة‬atau lebih keras lagi) daripada batu.
‫( ٕوان ﻣن اﻟﺣﺟﺎرة ﻟﻣﺎ ﻳﺗﻔﺟر ﻣﻧﻪ اﻷﻧﻬﺎر ٕوان ﻣﻧﻬﺎ ﻟﻣﺎ ﻳﺷﻘق‬Padahal di antara batu-batu itu sesungguhnya ada yang
mengalir anak-anak sungai daripadanya dan di antaranya ada pula yang terbelah) asalnya 'yatasyaqqaqu' lalu ta diidgamkan
pada syin hingga menjadi 'yasysyaqqaqu' ‫( ﻓﻳﺧرج ﻣﻧﻪ اﻟﻣﺎء ٕوان ﻣﻧﻬﺎ ﻟﻣﺎ ﻳﻬﺑط‬lalu keluarlah air daripadanya dan
sesungguhnya di antaranya ada pula yang jatuh meluncur) dari atas ke bawah ‫( ﻣن ﺧﺷﻳﺔ اﷲ‬karena takut kepada Allah)

sebaliknya hatimu tidak terpengaruh karenanya serta tidak pula menjadi lunak atau tunduk. ‫ﺗﻌﻣﻠون‬ ‫( وﻣﺎ اﷲ ﺑﻐﺎﻓﻝ ﻋﻣﺎ‬Dan
Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan) hanya ditangguhkan-Nya menjatuhkan hukuman hingga
saatnya nanti. Menurut satu qiraat bukan 'ta`maluun' tetapi 'ya`maluun', artinya 'yang mereka kerjakan,' sehingga berarti
mengalihkan arah pembicaraan.

Keimanan Orang Yahudi Sukar Diharapkan

$tΒ Ï‰÷èt/ .⎯ÏΒ …çμtΡθèùÌhptä† ¢ΟèO «!$# zΝ≈n=Ÿ2 tβθãèyϑó¡o„ öΝßγ÷ΨÏiΒ ×,ƒÌsù tβ%x. ô‰s%uρ öΝä3s9 (#θãΖÏΒ÷σムβr& tβθãèyϑôÜtGsùr& *

∩∠∈∪ šχθßϑn=ôètƒ öΝèδuρ çνθè=s)tã


075. ‫( أﻓﺗطﻣﻌون‬Apakah masih kamu harapkan) hai orang beriman ‫ﻟﻛم‬ ‫( أن ﻳؤﻣﻧوا‬bahwa mereka akan beriman) yakni orang-
orang Yahudi itu ‫ﻓرﻳق‬ ‫( وﻗد ﻛﺎن‬kepadamu, sedangkan sebagian) atau satu golongan ‫( ﻣﻧﻬم‬di antara mereka) yakni pendeta-
pendeta mereka ‫( ﻳﺳﻣﻌون ﻛﻼم اﷲ‬mendengar firman Allah) yaitu Taurat ‫( ﺛم ﻳﺣرﻓوﻧﻪ‬lalu mengubahnya) ‫ﻣن ﺑﻌد ﻣﺎ‬
‫( ﻋﻘﻠوﻩ‬setelah mereka memahaminya) ‫( وﻫم ﻳﻌﻠﻣون‬padahal mereka mengetahui) bahwa sebenarnya mereka mengada-ada.
Pertanyaan di sini berarti sanggahan terhadap orang-orang beriman hingga berarti, "Tak usah kamu harapkan mereka akan
beriman karena dulu mereka juga sudah kafir!"

ª!$# yxtFsù $yϑÎ/ ΝæηtΡθèOÏd‰ptéBr& (#þθä9$s% <Ù÷èt/ 4’n<Î) öΝßγàÒ÷èt/ Ÿξyz #sŒÎ)uρ $¨ΨtΒ#u™ (#þθä9$s% (#θãΨtΒ#u™ t⎦⎪Ï%©!$# (#θà)s9 #sŒÎ)uρ

∩∠∉∪ tβθè=É)÷ès? Ÿξsùr& 4 öΝä3În/u‘ y‰ΨÏã ⎯ÏμÎ/ Νä.θ•_!$ysã‹Ï9 öΝä3ø‹n=tã

076. ‫( ٕواذا ﻟﻘوا‬Dan jika mereka berjumpa) maksudnya jika orang-orang Yahudi dan orang-orang munafik itu bertemu dengan
‫( اﻟذﻳن آﻣﻧوا ﻗﺎﻟوا آﻣﻧﺎ‬orang-orang beriman, mereka mengatakan, "Kami pun telah beriman") bahwa Muhammad itu adalah
seorang nabi yang telah diberitakan kedatangannya dalam kitab suci kami, ‫( ٕواذا ﺧﻼ‬tetapi bila mereka telah kembali) atau
berada ‫( ﺑﻌﺿﻬم إﻟﻰ ﺑﻌض ﻗﺎﻟوا‬sesama mereka, maka kata mereka) yakni para pemimpin mereka yang bukan munafik
kepada yang munafik itu, ‫"( أﺗﺣدﺛوﻧﻬم‬Apakah kamu hendak menceritakan kepada mereka) maksudnya kepada orang-orang
mukmin ‫ﺑﻣﺎ ﻓﺗﺢ اﷲ ﻋﻠﻳﻛم‬ (tentang apa yang telah dibukakan Allah kepada kamu) artinya tentang hal-hal yang telah

diberitahukan Allah kepadamu dalam Taurat mengenai sifat-sifat dan ciri-ciri Muhammad ‫( ﻟﻳﺣﺎﺟوﻛم‬sehingga dengan demikian

mereka dapat mematahkan alasanmu) 'lam' di sini berarti 'mengakibatkan' ‫رﺑﻛم‬ ‫( ﺑﻪ ﻋﻧد‬dengannya di sisi Tuhanmu) yakni di
akhirat kelak, di mana mereka akan dapat mengajukan bukti penyelewenganmu, yaitu tak hendak mengikuti Muhammad
padahal mengetahui kebenarannya. ‫أﻓﻼ ﺗﻌﻘﻠون‬ (Tidaklah kamu mengerti?") bahwa mereka akan dapat mematahkan
alasanmu jika kamu menyebut-nyebut soal itu? Dari itu hentikanlah tindakanmu itu!

∩∠∠∪ tβθãΨÎ=÷èム$tΒuρ šχρ”Å¡ç„ $tΒ ãΝn=÷ètƒ ©!$# ¨βr& tβθßϑn=ôètƒ Ÿωuρr&

077. ‫ﻳﻌﻠﻣون‬ ‫( أو ﻻ‬Tidakkah mereka ketahui) Pertanyaan di sini menunjukkan pengakuan, sehingga kalimat ini berarti bahwa
mereka benar tidak mengetahui sedangkan wau yang terletak di depan menyatakan athaf atau adanya hubungan ‫أن اﷲ ﻳﻌﻠم‬
‫( ﻣﺎ ﻳﺳرون وﻣﺎ ﻳﻌﻠﻧون‬bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan) tentang
masalah-masalah tersebut hingga seharusnya mereka akan lebih hati-hati dan waspada.

∩∠∇∪ tβθ‘ΖÝàtƒ ωÎ) öΝèδ ÷βÎ)uρ ¥’ÎΤ$tΒr& HωÎ) |=≈tGÅ3ø9$# šχθßϑn=ôètƒ Ÿω tβθ•‹ÏiΒé& öΝåκ÷]ÏΒuρ
078. ‫( وﻣﻧﻬم‬Dan di antara mereka) di antara orang-orang Yahudi itu ‫( أﻣﻳون‬ada yang buta huruf) atau orang-orang awam yang

‫( ﻻ ﻳﻌﻠﻣون اﻟﻛﺗﺎب‬tidak mengetahui Alkitab) maksudnya Taurat ‫( إﻻ‬kecuali) ‫( أﻣﺎﻧﻲ‬angan-angan) atau kebohongan belaka,
yakni yang mereka dengar dari para pemimpin mereka lalu mereka terima dan percayai. ‫( ٕوان‬Dan tiadalah) ‫( ﻫم‬mereka) yakni

dalam menentang kenabian Muhammad dan soal-soal lainnya yang mereka buat-buat itu ‫إﻻ ﻳظﻧون‬ (kecuali hanyalah
menduga-duga belaka) yakni dugaan yang tidak berdasarkan ilmu.

×≅÷ƒuθsù ( WξŠÎ=s% $YΨyϑrO ⎯ÏμÎ/ (#ρçtIô±uŠÏ9 «!$# ωΨÏã ô⎯ÏΒ #x‹≈yδ tβθä9θà)tƒ §ΝèO öΝÍκ‰Ï‰÷ƒr'Î/ |=≈tGÅ3ø9$# tβθç7çFõ3tƒ t⎦⎪Ï%©#Ïj9 ×≅÷ƒuθsù

∩∠®∪ tβθç7Å¡õ3tƒ $£ϑÏiΒ Νßγ©9 ×≅÷ƒuρuρ öΝÍγƒÏ‰÷ƒr& ôMt6tGŸ2 $£ϑÏiΒ Νßγ©9

079. ‫( ﻓوﻳﻝ‬Maka kecelakaan besarlah) atau siksaan berat ‫( ﻟﻠذﻳن ﻳﻛﺗﺑون اﻟﻛﺗﺎب ﺑﺄﻳدﻳﻬم‬bagi orang-orang yang menulis
Alkitab dengan tangan mereka sendiri) artinya membuat-buatnya menurut kemauan mereka ‫ﺛم ﻳﻘوﻟون ﻫذا ﻣن ﻋﻧد اﷲ‬
‫( ﻟﻳﺷﺗروا ﺑﻪ ﺛﻣﻧﺎ ﻗﻠﻳﻼ‬lalu mereka katakan, "Ini dari Allah," dengan maksud untuk memperdagangkannya dengan harga
murah) dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang sedikit berupa harta dunia. Mereka ini ialah orang-orang Yahudi
yang mengubah-ubah sifat-sifat nabi yang tercantum dalam Taurat, begitu pun ayat rajam dan lain-lain yang mereka tulis lain
daripada yang dimaksud. ‫( ﻓوﻳﻝ ﻟﻬم ﻣﻣﺎ ﻛﺗﺑت أﻳدﻳﻬم‬Maka siksaan beratlah bagi mereka karena apa yang ditulis oleh
tangan mereka) disebabkan mereka mengada-ada yang tidak ada ‫ﻳﻛﺳﺑون‬ ‫( ووﻳﻝ ﻟﻬم ﻣﻣﺎ‬dan siksaan beratlah bagi mereka,
disebabkan apa yang mereka kerjakan) yakni melakukan penyelewengan dan kecurangan.

÷Πr& ( ÿ…çνy‰ôγtã ª!$# y#Î=øƒä† ⎯n=sù #Y‰ôγtã «!$# y‰ΖÏã öΝè?õ‹sƒªBr& ö≅è% 4 ZοyŠρ߉÷è¨Β $YΒ$−ƒr& HωÎ) â‘$¨Ψ9$# $uΖ¡¡yϑs? ⎯s9 (#θä9$s%uρ

∩∇⊃∪ šχθßϑn=÷ès? Ÿω $tΒ «!$# ’n?tã tβθä9θà)s?

080. ‫( وﻗﺎﻟوا‬Dan mereka berkata) yakni tatkala Nabi mengancam mereka dengan neraka, ‫ﺗﻣﺳﻧﺎ‬ ‫"( ﻟن‬Kami sekali-kali takkan
disentuh) tidak akan ditimpa sama sekali ‫( اﻟﻧﺎر إﻻ أﻳﺎﻣﺎ ﻣﻌدودة‬oleh api neraka, kecuali selama hari-hari yang berbilang")
maksudnya selama beberapa hari saja, yaitu selama 40 hari yakni selama waktu nenek moyang mereka menyembah patung
lembu, kemudian siksaan itu akan berhenti. ‫( ﻗﻝ‬Katakanlah) kepada mereka hai Muhammad, ‫"( أﺗﺧذﺗم‬Apakah kamu telah
menerima) hamzah washalnya dibuang karena cukup dengan adanya hamzah istifham ‫( ﻋﻧد اﷲ ﻋﻬدا‬janji dari Allah) atau
ikrar mengenai hal tersebut? ‫ﻓﻠن ﻳﺧﻠف اﷲ ﻋﻬدﻩ‬ (Sehingga Allah tidak akan menyalahi janji-Nya?) Tidak, bukan? ‫أم‬
(Ataukah) bahkan ‫ﺗﻌﻠﻣون‬ ‫( ﺗﻘوﻟون ﻋﻠﻰ اﷲ ﻣﺎ ﻻ‬kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui").
∩∇⊇∪ tβρà$Î#≈yz $yγŠÏù öΝèδ ( Í‘$¨Ζ9$# Ü=≈ysô¹r& šÍׯ≈s9'ρé'sù …çμçGt↔ÿ‹ÏÜyz ⎯ÏμÎ/ ôMsÜ≈ymr&uρ Zπy∞ÍhŠy™ |=|¡x. ⎯tΒ 4’n?t/

081. ‫( ﺑﻠﻰ‬Tidak demikian yang sebenarnya) tetapi kamu pasti akan masuk neraka dan kekal di dalamnya. ‫ﻣن ﻛﺳب ﺳﻳﺋﺔ‬
(Barang siapa yang berbuat kejahatan) atau kemusyrikan ‫ﺧطﻳﺋﺗﻪ‬ ‫( وأﺣﺎطت ﺑﻪ‬dan ia dilingkungi oleh dosanya) dapat secara
tunggal dan dapat pula secara jamak, maksudnya dosanya itu telah meliputi dan melingkunginya dari segala penjuru disebabkan
kematiannya dalam keadaan musyrik ‫( ﻓﺄوﻟﺋك أﺻﺣﺎب اﻟﻧﺎر ﻫم ﻓﻳﻬﺎ ﺧﺎﻟدون‬mereka itulah penghuni neraka, mereka
kekal di dalamnya). Di sini dipakai jamak, dengan menitikberatkan arti 'man' atau 'barang siapa'.

∩∇⊄∪ šχρà$Î#≈yz $pκÏù öΝèδ ( Ïπ¨Ψyfø9$# Ü=≈ysô¹r& y7Íׯ≈s9'ρé& ÏM≈ysÎ=≈¢Á9$# (#θè=Ïϑtãuρ (#θãΖtΒ#u™ š⎥⎪Ï%©!$#uρ

082. ‫( واﻟذﻳن آﻣﻧوا وﻋﻣﻠوا اﻟﺻﺎﻟﺣﺎت أوﻟﺋك أﺻﺣﺎب اﻟﺟﻧﺔ ﻫم ﻓﻳﻬﺎ ﺧﺎﻟدون‬Sebaliknya orang-orang yang beriman
dan beramal saleh mereka itu penduduk surga, kekal mereka di dalamnya.)

Bani Isra’il Mengingkari Janjinya Dengan Allah SWT

4’yϑ≈tGuŠø9$#uρ 4’n1öà)ø9$# “ÏŒuρ $ZΡ$|¡ômÎ) È⎦ø⎪t$Î!≡uθø9$$Î/uρ ©!$# ωÎ) tβρ߉ç7÷ès? Ÿω Ÿ≅ƒÏ™ℜuó Î) û©Í_/t t,≈sV‹ÏΒ $tΡõ‹s{r& øŒÎ)uρ

öΝà6ΖÏiΒ WξŠÎ=s% ωÎ) óΟçFøŠ©9uθs? §ΝèO nο4θŸ2¨“9$# (#θè?#u™uρ nο4θn=¢Á9$# (#θßϑŠÏ%r&uρ $YΖó¡ãm Ĩ$¨Ψ=Ï9 (#θä9θè%uρ È⎦⎫Å6≈|¡uΚø9$#uρ

∩∇⊂∪ šχθàÊÌ÷è•Β ΟçFΡr&uρ

083. ‫( و‬Dan) ingatlah ‫إﺳراﺋﻳﻝ‬ ‫( إذ أﺧذﻧﺎ ﻣﻳﺛﺎق ﺑﻧﻲ‬ketika Kami mengambil ikrar dari Bani Israel) maksudnya dalam Taurat,
dan Kami katakan, ‫ﺗﻌﺑدون‬ ‫"( ﻻ‬Janganlah kamu menyembah) ada yang membaca dengan 'ta' dan ada pula dengan 'ya', yaitu
'laa ya`buduuna', artinya mereka tidak akan menyembah ‫( إﻻ اﷲ‬kecuali kepada Allah). Kalimat ini merupakan kalimat berita
tetapi berarti larangan. Ada pula yang membaca 'laa ta`buduu', artinya 'janganlah kamu sembah!' ‫( و‬Dan) berbuat kebaikanlah!

‫( ﺑﺎﻟواﻟدﻳن إﺣﺳﺎﻧﺎ‬kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya) maksudnya berbakti selain itu juga ‫( وذي اﻟﻘرﺑﻰ‬kaum
kerabat) athaf pada al-waalidain ‫واﻟﻳﺗﺎﻣﻰ واﻟﻣﺳﺎﻛﻳن وﻗوﻟوا ﻟﻠﻧﺎس‬ (anak-anak yatim dan orang-orang miskin serta

ucapkanlah kepada manusia) kata-kata ‫( ﺣﺳﻧﺎ‬yang baik) misalnya menyuruh pada yang baik dan melarang dari yang mungkar,
berkata jujur mengenai diri Muhammad dan ramah tamah terhadap sesama manusia. Menurut suatu qiraat 'husna' dengan 'ha'
baris di depan dan 'sin' sukun yang merupakan mashdar atau kata benda dan dipergunakan sebagai sifat dengan maksud untuk
menyatakan 'teramat' artinya teramat baik. ‫وأﻗﻳﻣوا اﻟﺻﻼة وآﺗوا اﻟزﻛﺎة‬ (Dan dirikanlah salat serta bayarkan zakat!)

Sesungguhnya kamu telah memberikan ikrar tersebut. ‫ﺗوﻟﻳﺗم‬ ‫( ﺛم‬Kemudian kamu tidak memenuhi) janji itu. Di sini tidak disebut-
sebut orang ketiga, yaitu nenek moyang mereka ‫ﻣﻌرﺿون‬ ‫( إﻻ ﻗﻠﻳﻼ ﻣﻧﻛم وأﻧﺗم‬kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu
juga berpaling.") seperti halnya nenek moyangmu.

óΟçFΡr&uρ ÷Λänö‘tø%r& §ΝèO öΝä.Ì≈tƒÏŠ ⎯ÏiΒ Νä3|¡àΡr& tβθã_ÌøƒéB Ÿωuρ öΝä.u™!$tΒÏŠ tβθä3Ïó¡n@ Ÿω öΝä3s)≈sW‹ÏΒ $tΡõ‹s{r& øŒÎ)uρ

∩∇⊆∪ tβρ߉uηô±n@

084.‫ﻣﻳﺛﺎﻗﻛم‬ ‫ٕواذ أﺧذﻧﺎ‬ (Dan ingatlah ketika Kami menerima perjanjian pula darimu) dan firman Kami, ‫دﻣﺎءﻛم‬ ‫ﻻ ﺗﺳﻔﻛون‬
("Kamu tidak akan menumpahkan darahmu) artinya mengalirkannya dengan berbunuhan sesamamu ‫وﻻ ﺗﺧرﺟون أﻧﻔﺳﻛم ﻣن‬
‫( دﻳﺎرﻛم‬dan tidak akan mengeluarkan dirimu dari kampung halamanmu) dari negerimu. ‫( ﺛم أﻗررﺗم‬Kemudian kamu berikrar)
akan menepati perjanjian tersebut ‫ﺗﺷﻬدون‬ ‫( وأﻧﺗم‬sedangkan kamu mempersaksikan.") atas diri kamu sendiri.

ÄΝøOM}$$Î/ ΝÎγøŠn=tæ tβρãyγ≈sàs? öΝÏδÌ≈tƒÏŠ ⎯ÏiΒ Νä3ΖÏiΒ $Z)ƒÌsù tβθã_ÌøƒéBuρ öΝä3|¡àΡr& šχθè=çGø)s? Ï™Iωàσ¯≈yδ öΝçFΡr& §ΝèO

É=≈tGÅ3ø9$# ÇÙ÷èt7Î/ tβθãΨÏΒ÷σçGsùr& 4 öΝßγã_#t÷zÎ) öΝà6ø‹n=tã îΠ§ptèΧ uθèδuρ öΝèδρ߉≈xè? 3“t≈y™é& öΝä.θè?ù'tƒ βÎ)uρ Èβ≡uρô‰ãèø9$#uρ

tΠöθtƒuρ ( $u‹÷Ρ‘‰9$# Íο4θuŠysø9$# ’Îû Ó“÷“Åz ωÎ) öΝà6ΨÏΒ šÏ9≡sŒ ã≅yèøtƒ ⎯tΒ â™!#t“y_ $yϑsù 4 <Ù÷èt7Î/ šχρãàõ3s?uρ

∩∇∈∪ tβθè=yϑ÷ès? $£ϑtã @≅Ï≈tóÎ/ ª!$# $tΒuρ 3 É>#x‹yèø9$# Ïd‰x©r& #’n<Î) tβρ–ŠtムÏπyϑ≈uŠÉ)ø9$#

085. ‫( ﺛم أﻧﺗم‬Kemudian kamu) hai ‫( ﻫؤﻻء ﺗﻘﺗﻠون أﻧﻔﺳﻛم‬Bani Israel, kamu bunuh dirimu) dengan berbunuhan sesamamu
‫وﺗﺧرﺟون ﻓرﻳﻘﺎ ﻣﻧﻛم ﻣن دﻳﺎرﻫم ﺗظﺎﻫرون‬ (dan kamu usir sebagian kamu dari kampung halaman mereka, kamu
bertolong-tolongan) ta asalnya diidgamkan pada zha sehingga dibaca 'tazhzhaaharuuna', tetapi pada satu qiraat diringankan
dengan membuangnya sehingga bacaannya menjadi 'tazhaaharuuna' dengan membuang zha yang berarti tolong-menolong
‫( ﻋﻠﻳﻬم ﺑﺎﻹﺛم‬terhadap mereka dengan berbuat dosa) maksiat ‫( واﻟﻌدوان‬dan permusuhan) atau penganiayaan. ‫ٕوان ﻳﺄﺗوﻛم‬
‫( أﺳﺎرى‬Tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai orang-orang tawanan) pada satu qiraat tercantum 'asra' ‫( ﺗﻔﺎدوﻫم‬kamu
tebus mereka) ada pula yang membaca 'tafduuhum', artinya kamu bebaskan mereka dari tawanan dengan harta atau lainnya
dan ini termasuk kebiasaan yang berlaku di kalangan orang-orang Yahudi ‫( وﻫو‬padahal dia) artinya kenyataannya ‫ﻣﺣرم‬
‫( ﻋﻠﻳﻛم إﺧراﺟﻬم‬mengusir mereka itu diharamkan bagimu). Kalimat ini berhubungan dengan firman-Nya, "dan kamu usir,"
sedangkan kalimat-kalimat yang terdapat di antara keduanya merupakan 'jumlah mu`taridhah' atau interupsi, artinya
sebagaimana diharamkannya mengabaikan tebusan. Selama ini suku Quraizhah mengadakan persekutuan dengan Aus,
sedangkan Nadhir dengan Khajraj. Setiap suku ikut berperang bersama sekutu mereka, bahkan sampai menghancurkan dan
mengusir pihak lawan walaupun sama-sama Yahudi. Tetapi jika Yahudi pihak lawan itu tertawan, maka mereka tebus. Jika
ditanyakan kepada mereka, kenapa kamu perangi dan kamu tebus mereka, maka jawab mereka, "Karena kami diminta mereka
untuk memberikan tebusan." Jika ditanyakan, "Kenapa pula kamu perangi mereka?" Jawab mereka, "Karena kami merasa malu
jika sekutu-sekutu kami menderita kekalahan!" Firman Allah Taala, ‫"( أﻓﺗؤﻣﻧون ﺑﺑﻌض اﻟﻛﺗﺎب‬Apakah kamu beriman pada
sebagian Alkitab) yakni soal menebus tawanan ‫وﺗﻛﻔرون ﺑﺑﻌض‬ (dan ingkar terhadap sebagian yang lain) agar tidak

membunuh, tidak mengusir dan tidak bantu-membantu berbuat dosa dan penganiayaan. ‫ﻓﻣﺎ ﺟزاء ﻣن ﻳﻔﻌﻝ ذﻟك ﻣﻧﻛم إﻻ‬
‫( ﺧزي‬Tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian di antaramu kecuali kehinaan) atau kenistaan ‫ﻓﻲ اﻟﺣﻳﺎة اﻟدﻧﻳﺎ‬
(dalam kehidupan dunia) kehinaan ini telah dialami oleh Bani Quraizhah dengan dibunuh dan dibasminya golongan laki-laki
mereka, dan juga oleh Bani Nadhir yang diusir ke Syam dan diwajibkan membayar upeti. ‫وﻳوم اﻟﻘﻳﺎﻣﺔ ﻳردون إﻟﻰ أﺷد‬
‫( اﻟﻌذاب وﻣﺎ اﷲ ﺑﻐﺎﻓﻝ ﻋﻣﺎ ﺗﻌﻣﻠون‬Dan pada hari kiamat mereka dikembalikan pada siksaan yang amat berat dan Allah
tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan). Ada yang membaca dengan ta dan ada pula yang dengan ya.

∩∇∉∪ tβρç|ÇΖムöΝèδ Ÿωuρ Ü>#x‹yèø9$# ãΝåκ÷]tã ß#¤sƒä† Ÿξsù ( ÍοtÅzFψ$$Î/ $uŠ÷Ρ‘$!$# nο4θuŠysø9$# (#ãρutIô©$# t⎦⎪Ï%©!$# y7Íׯ≈s9'ρé&

086 ‫ﺑﺎﻵﺧرة‬ ‫أوﻟﺋك اﻟذﻳن اﺷﺗروا اﻟﺣﻳﺎة اﻟدﻧﻳﺎ‬. (Merekalah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan kehidupan
akhirat) artinya lebih mengutamakan dunia daripada akhirat ‫ﻳﻧﺻرون‬ ‫( ﻓﻼ ﻳﺧﻔف ﻋﻧﻬم اﻟﻌذاب وﻻ ﻫم‬maka tidaklah akan
diringankan siksa terhadap mereka dan tidaklah mereka akan beroleh bantuan") untuk menghindarkan siksaan itu.

Sikap Orang Yahudi Terhadap Para Rasul dan Kitab – Kitab Yang Diturunkan Allah SWT

çμ≈tΡô‰−ƒr&uρ ÏM≈oΨÉit6ø9$# zΝtƒósΔ t⎦ø⌠$# ©|¤ŠÏã $oΨ÷s?#u™uρ ( È≅ß™”9$$Î/ ⎯Íνω÷èt/ .⎯ÏΒ $uΖøŠ¤s%uρ |=≈tGÅ3ø9$# ©y›θãΒ $oΨ÷s?#u™ ô‰s)s9uρ

$Z)ƒÌsùuρ ÷Λä⎢ö/¤‹x. $Z)ƒÌxsù ÷Λän÷y9õ3tFó™$# ãΝä3Ý¡àΡr& #“uθöκsE Ÿω $yϑÎ/ 7Αθß™u‘ öΝä.u™!%y` $yϑ¯=ä3sùr& 3 Ĩ߉à)ø9$# ÇyρãÎ/

∩∇∠∪ šχθè=çGø)s?

087. ‫( وﻟﻘد آﺗﻳﻧﺎ ﻣوﺳﻰ اﻟﻛﺗﺎب‬Sesungguhnya Kami telah mendatangkan Alkitab kepada Musa) yakni Taurat, ‫وﻗﻔﻳﻧﺎ ﻣن‬
‫( ﺑﻌدﻩ ﺑﺎﻟرﺳﻝ‬lalu Kami susul setelah itu dengan para rasul) secara berturut-turut, artinya Kami kirim seorang rasul sesudah
yang lain, ‫اﻟﺑﻳﻧﺎت‬ ‫( وآﺗﻳﻧﺎ ﻋﻳﺳﻰ اﺑن ﻣرﻳم‬dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti kebenaran) yakni mukjizat
menghidupkan mayat, menyembuhkan orang yang buta dan berpenyakit kusta.‫اﻟﻘدس‬ ‫( وأﻳدﻧﺎﻩ ﺑروح‬Dan Kami perkuat ia
dengan Roh Kudus) merupakan 'idhafat maushuf pada sifat' maksudnya ialah Roh yang disucikan yakni Jibril, sehingga karena
kesuciannya ikut mengiringkannya ke mana pergi. Namun kamu tidak juga hendak mengikuti jalan yang benar! ‫أﻓﻛﻠﻣﺎ ﺟﺎءﻛم‬
‫رﺳوﻝ ﺑﻣﺎ ﻻ ﺗﻬوى‬ (Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul dengan membawa apa yang tidak diingini) atau disukai

‫( أﻧﻔﺳﻛم‬dirimu) berupa kebenaran ‫( اﺳﺗﻛﺑرﺗم‬kamu menjadi takabur) atau menyombongkan diri, tak mau mengikutinya. Kalimat
ini merupakan jawaban bagi 'setiap', dan dialah yang menjadi sasaran pertanyaan, sedangkan tujuannya tidak lain dari celaan
dan kecaman, ‫( ﻓﻔرﻳﻘﺎ‬maka sebagian) di antara mereka ‫( ﻛذﺑﺗم‬kamu dustakan) seperti Nabi Isa ‫ﺗﻘﺗﻠون‬ ‫( وﻓرﻳﻘﺎ‬dan sebagian
lagi kamu bunuh) kata kerja 'mudhari'' atau masa sekarang untuk menunjukkan peristiwa di masa lampau, artinya telah kamu
bunuh Zakaria dan Yahya.

∩∇∇∪ tβθãΖÏΒ÷σム$¨Β Wξ‹Î=)


s sù öΝÏδÌøä3Î/ ª!$# ãΝåκs]yè©9 ≅t/ 4 7#ù=äî $oΨç/θè=è% (#θä9$s%uρ

088. ‫( وﻗﺎﻟوا‬Dan mereka berkata) kepada nabi untuk berolok-olok, ‫"( ﻗﻠوﺑﻧﺎ ﻏﻠف‬Hati kami tertutup") jamak dari 'aghlaf' yang
berarti dibungkus tertutup rapat, sehingga tak dapat mendengar apa yang dikatakan orang. Firman Allah Taala, ‫"( ﺑﻝ‬Tetapi)
menegaskan kenyataan sebenarnya ‫( ﻟﻌﻧﻬم اﷲ‬Allah telah mengutuk mereka) menjauhkan mereka dari rahmat-Nya dengan
menolak permohonan mereka sehingga mereka menjadi putus asa ‫( ﺑﻛﻔرﻫم‬disebabkan kekafiran mereka) jadi bukanlah karena

cacat pada hati mereka, ‫( ﻓﻘﻠﻳﻼ ﻣﺎ ﻳؤﻣﻧون‬maka hanya sedikit sekali mereka yang beriman"). 'Maa' merupakan tambahan
untuk menunjukkan teramat sedikitnya mereka yang beriman itu.

t⎦⎪Ï%©!$# ’n?tã šχθßsÏFøtGó¡tƒ ã≅ö6s% ⎯ÏΒ (#θçΡ%x.uρ öΝßγyètΒ $yϑÏj9 ×−Ïd‰|ÁãΒ «!$# ωΨÏã ô⎯ÏiΒ Ò=≈tGÏ. öΝèδu™!%y` $£ϑs9uρ

∩∇®∪ š⎥⎪ÍÏ≈s3ø9$# ’n?tã «!$# èπuΖ÷èn=sù 4 ⎯ÏμÎ/ (#ρãxŸ2 (#θèùttã $¨Β Νèδu™!$y_ $£ϑn=sù (#ρãxx.

089. ‫( وﻟﻣﺎ ﺟﺎءﻫم ﻛﺗﺎب ﻣن ﻋﻧد اﷲ ﻣﺻدق ﻟﻣﺎ ﻣﻌﻬم‬Dan tatkala datang kepada mereka Alquran dari Allah yang
membenarkan apa yang ada pada mereka) yakni Taurat ‫ﻗﺑﻝ‬ ‫( وﻛﺎﻧوا ﻣن‬padahal sebelumnya mereka) maksudnya sebelum
datangnya Alquran itu ‫( ﻳﺳﺗﻔﺗﺣون‬memohon pertolongan) agar beroleh kemenangan ‫( ﻋﻠﻰ اﻟذﻳن ﻛﻔروا‬atas orang-orang
yang kafir) dengan mengucapkan, "Ya Allah, tolonglah kami dengan nabi yang akan dibangkitkan di akhir zaman." ‫ﻓﻠﻣﺎ ﺟﺎءﻫم‬
‫( ﻣﺎ ﻋرﻓوا‬Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui) yaitu berupa kebenaran dengan diutusnya Nabi
Muhammad itu ‫ﺑﻪ‬ ‫( ﻛﻔروا‬mereka lalu ingkar kepadanya) disebabkan kedengkian dan takut kehilangan pengaruh. Jawaban bagi
'lammaa' atau 'tatkala' yang pertama, ditunjukkan oleh jawaban 'lammaa' yang kedua ‫اﻟﻛﺎﻓرﻳن‬ ‫( ﻓﻠﻌﻧﺔ اﷲ ﻋﻠﻰ‬maka laknat
Allahlah atas orang-orang yang kafir itu).

â™!$t±o„ ⎯tΒ 4’n?tã ⎯Ï&Î#ôÒsù ⎯ÏΒ ª!$# tΑÍi”t∴ムβr& $·‹øót/ ª!$# tΑt“Ρr& !$yϑÎ/ (#ρãàò6tƒ βr& öΝßγ|¡àΡr& ÿ⎯ÏμÎ/ (#÷ρutIô©$# $yϑ|¡ø⁄Î/

∩®⊃∪ Ñ⎥⎫Îγ•Β ÑU#x‹tã z⎯ƒÌÏ≈s3ù=Ï9uρ 4 5=ŸÒxî 4’n?tã A=ŸÒtóÎ/ ρâ™!$t6sù ( ⎯ÍνÏŠ$t6Ïã ô⎯ÏΒ

090. ‫اﺷﺗروا‬ ‫( ﺑﺋﺳﻣﺎ‬Alangkah buruknya perbuatan mereka menjual) ‫( ﺑﻪ أﻧﻔﺳﻬم‬diri mereka sendiri) maksudnya bagian pahala
mereka. 'Ma' pada kata-kata 'bi'samaa' adalah kata 'nakirah' atau 'tidak tentu' (indefinit) dan berarti 'sesuatu', merupakan 'tamyiz'
bagi pelaku kata kerja 'bi'sa' yang dikhususkan untuk celaan. ‫ﻳﻛﻔروا‬ ‫( أن‬bahwa mereka kafir) artinya dengan kekafiran mereka
‫( ﺑﻣﺎ أﻧزﻝ اﷲ‬terhadap apa yang diturunkan Allah) berupa Alquran ‫( ﺑﻐﻳﺎ‬disebabkan kedengkian) berfungsi sebagai 'maf`ul
liajlih' menunjukkan motif bagi kekafiran mereka itu. ‫اﷲ‬ ‫( أن ﻳﻧزﻝ‬bahwa Allah menurunkan) ada yang membaca 'yunzila' dan
ada pula 'yunazzila' ‫ﻓﺿﻠﻪ‬ ‫( ﻣن‬karunia-Nya) maksudnya wahyu ‫( ﻋﻠﻰ ﻣن ﻳﺷﺎء‬kepada siapa yang dikehendaki-Nya) untuk
menjadi rasul ‫ﻓﺑﺎءوا‬ ‫( ﻣن ﻋﺑﺎدﻩ‬di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka kembali) ‫( ﺑﻐﺿب‬dengan kemurkaan) dari
Allah disebabkan kekafiran mereka terhadap wahyu yang diturunkan itu. Celaan ini menyatakan betapa besarnya kesalahan
yang mereka perbuat ‫ﻏﺿب‬ ‫( ﻋﻠﻰ‬di atas kemurkaan) artinya yang bertimpa-timpa yakni setelah kemurkaan yang selayaknya
mereka terima sebelum itu, dengan menyia-nyiakan kitab Taurat serta menolak Nabi Isa. ‫( وﻟﻠﻛﺎﻓرﻳن ﻋذاب ﻣﻬﻳن‬Dan bagi
orang-orang kafir disediakan siksaan yang menghinakan).

‘,ysø9$# uθèδuρ …çν™u !#u‘uρ $yϑÎ/ šχρãàõ3ƒt uρ $uΖøŠn=tã tΑÌ“Ρé& !$yϑÎ/ ß⎯ÏΒ÷σçΡ (#θä9$s% ª!$# tΑt“Ρr& !$yϑÎ/ (#θãΨÏΒ#u™ öΝßγs9 Ÿ≅ŠÏ% #sŒÎ)uρ

∩®⊇∪ š⎥⎫ÏΖÏΒ÷σ•Β ΝçGΨä. βÎ) ã≅ö6s% ⎯ÏΒ «!$# u™!$uŠÎ;/Ρr& tβθè=çGø)s? zΝÎ=sù ö≅è% 3 öΝßγyètΒ $yϑÏj9 $]%Ïd‰|ÁãΒ

091. ‫ٕواذا ﻗﻳﻝ ﻟﻬم آﻣﻧوا ﺑﻣﺎ أﻧزﻝ اﷲ‬ (Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kamu kepada apa yang

diturunkan Allah!") yakni Alquran dan lain-lain ‫ﻋﻠﻳﻧﺎ‬ ‫( ﻗﺎﻟوا ﻧؤﻣن ﺑﻣﺎ أﻧزﻝ‬Mereka berkata, "Kami beriman kepada apa yang
diturunkan kepada kami.") yakni Taurat. Maka firman Allah Taala, ‫( وﻳﻛﻔرون‬Sedangkan mereka kafir) 'wau' di sini menunjukkan

'hal' sehingga berarti 'sedangkan' ‫( ﺑﻣﺎ وراءﻩ‬terhadap yang turun di belakangnya) atau selain dari itu seperti Alquran ‫وﻫو‬
‫اﻟﺣق‬ (padahal Alquran itulah yang hak) kalimat ini menjadi 'hal' ‫ﻣﺻدﻗﺎ‬ (membenarkan) menjadi 'hal' yang kedua yang

memperkuat ‫( ﻟﻣﺎ ﻣﻌﻬم ﻗﻝ‬apa yang ada pada mereka. Katakanlah,) kepada mereka ‫"( ﻓﻠم ﺗﻘﺗﻠون‬Kenapa kamu bunuh)
‫( أﻧﺑﻳﺎء اﷲ ﻣن ﻗﺑﻝ إن ﻛﻧﺗم ﻣؤﻣﻧﻳن‬nabi-nabi Allah dulu, jika kamu benar-benar beriman?") pada Taurat, di mana padanya
terdapat larangan membunuh mereka. Pertanyaan ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang ada di masa nabi kita
mengenai perbuatan nenek moyang mereka yang nyata-nyata mereka setujui.

Penyembahan Anak Lembu yang Dilakukan Bangsa Yahudi Merupakan Tanda Kecenderungan Mereka Kepada Benda

∩®⊄∪ šχθßϑÎ=≈sß öΝçFΡr&uρ ⎯Íνω÷èt/ .⎯ÏΒ Ÿ≅ôfÏèø9$# ãΝè?õ‹sƒªB$# §ΝèO ÏM≈uΖÉit7ø9$$Î/ 4©y›θ•Β Νà2u™!%y` ô‰s)s9uρ *

092. ‫( وﻟﻘد ﺟﺎءﻛم ﻣوﺳﻰ ﺑﺎﻟﺑﻳﻧﺎت‬Dan sesungguhnya telah datang kepada kamu sekalian Musa dengan membawa bukti-
bukti kebenaran) maksudnya mukjizat seperti tongkat, tangan dan terbelahnya lautan ‫اﻟﻌﺟﻝ‬ ‫( ﺛم اﺗﺧذﺗم‬kemudian kamu ambil
anak sapi) sebagai sembahan ‫( ﻣن ﺑﻌدﻩ‬sesudahnya) maksudnya sesudah kepergiannya ke mikat ‫( وأﻧﺗم ظﺎﻟﻣون‬bahkan
kamu adalah orang-orang yang aniaya.) Karena telah menjadikan anak sapi sebagai sembahan.
$uΖ÷èÏÿxœ (#θä9$s% ( (#θãèyϑó™$#uρ ;ο§θà)Î/ Νà6≈uΖ÷s?#u™ !$tΒ (#ρä‹äz u‘θ’Ü9$# ãΝà6s%öθsù $uΖ÷èsùu‘uρ öΝä3s)≈sV‹ÏΒ $tΡõ‹s{r& øŒÎ)uρ

ΟçGΨä. βÎ) öΝä3ãΨ≈yϑƒÎ) ÿ⎯ÏμÎ/ Νà2ããΒù'tƒ $yϑ|¡ø⁄Î/ ö≅è% 4 öΝÏδÌøà6Î/ Ÿ≅ôfÏèø9$# ãΝÎγÎ/θè=è% ’Îû (#θç/Ìô©é&uρ $uΖøŠ|Átãuρ

∩®⊂∪ š⎥⎫ÏΖÏΒ÷σ•Β

093. ‫( ٕواذ أﺧذﻧﺎ ﻣﻳﺛﺎﻗﻛم‬Dan ketika Kami mengambil ikrar darimu) untuk mengamalkan apa yang terdapat dalam Taurat ‫و‬
(dan) sungguh ‫( رﻓﻌﻧﺎ ﻓوﻗﻛم اﻟطور‬Kami angkat bukit di atasmu) maksudnya bukit Sinai, yakni untuk dijatuhkan di atasmu

karena kamu menolak untuk berikrar itu, seraya Kami berfirman, ‫"( ﺧذوا ﻣﺎ آﺗﻳﻧﺎﻛم ﺑﻘوة‬Peganglah apa yang Kami berikan
padamu) maksudnya taatilah dengan serius dan bersungguh-sungguh ‫( واﺳﻣﻌوا‬dan dengarkanlah!") Apa yang akan dititahkan

kepadamu dengan patuh ‫ﺳﻣﻌﻧﺎ‬ ‫( ﻗﺎﻟوا‬Mereka menjawab, "Kami dengar) firman-Mu ‫( وﻋﺻﻳﻧﺎ‬tetapi tak hendak kami patuhi.")
perintah-Mu itu ‫( وأﺷرﺑوا ﻓﻲ ﻗﻠوﺑﻬم اﻟﻌﺟﻝ‬dan diminumkan ke dalam hati mereka anak sapi) artinya diresapkan ke dalam
hati mereka itu kecintaan menyembah anak sapi tak ubah bagai meresapnya minuman ‫( ﺑﻛﻔرﻫم ﻗﻝ‬karena kekafiran mereka.
Katakanlah) kepada mereka, ‫"( ﺑﺋﺳﻣﺎ‬Teramat jahatlah apa) maksudnya sesuatu ‫إﻳﻣﺎﻧﻛم‬ ‫( ﻳﺄﻣرﻛم ﺑﻪ‬yang diperintahkan oleh
keimananmu) terhadap Taurat itu, yaitu pemujaan anak sapi ‫( إن ﻛﻧﺗم ﻣؤﻣﻧﻳن‬jika kamu benar-benar beriman.") kepadanya
sebagai pengakuanmu itu! Maksud ayat, sebenarnya kamu tidak beriman, karena beriman yang sesungguhnya tidak mungkin
menyuruh orang untuk menyembah anak sapi. Yang diceritakan di sini nenek moyang mereka, tetapi yang dituju ialah mereka
sendiri seolah-olah Allah berfirman, "Demikian pula halnya kamu tidak beriman pada Taurat, karena kamu mendustakan
Muhammad, padahal keimanan pada kitab suci itu tak mungkin akan berakibat mendustakannya!"

÷Λä⎢Ψà2 βÎ) |Nöθyϑø9$# (#âθ¨ΖyϑtFsù Ĩ$¨Ψ9$# Èβρߊ ⎯ÏiΒ Zπ|ÁÏ9%s{ «!$# y‰ΨÏã äοtÅzFψ$# â‘#£‰9$# ãΝà6s9 ôMtΡ%x. βÎ) ö≅è%

∩®⊆∪ š⎥⎫Ï%ω≈|¹

094. ‫( ﻗﻝ‬Katakanlah) kepada mereka, ‫اﻵﺧرة‬ ‫"( إن ﻛﺎﻧت ﻟﻛم اﻟدار‬Jika kampung akhirat itu untukmu) maksudnya surga ‫ﻋﻧد‬
‫( اﷲ ﺧﺎﻟﺻﺔ‬khusus di sisi Allah) hanya untuk kamu ‫( ﻣن دون اﻟﻧﺎس‬bukan untuk orang lain) seperti pengakuanmu ‫ﻓﺗﻣﻧوا‬
‫( اﻟﻣوت إن ﻛﻧﺗم ﺻﺎدﻗﻳن‬maka inginilah kematian jika kamu memang benar!") Dalam mengingini kematian itu bergantung
dua syarat dengan ketentuan; yang pertama dikaitkan pada yang kedua, maksudnya, jika pengakuanmu benar bahwa surga itu
hanya milikmu khusus, sedangkan menurut kebiasaan, seseorang ingin segera menemukan miliknya itu dan jalan untuk
mendapatkan tiada lain hanya kematian, maka inginilah segera kematian itu olehmu!

∩®∈∪ t⎦⎫ÏΗÍ>≈©à9$$Î/ 7Λ⎧Î=tæ ª!$#uρ 3 öΝÍκ‰É‰÷ƒr& ôMtΒ£‰s% $yϑÎ/ #J‰t/r& çνöθ¨ΨyϑtGtƒ ⎯s9uρ
095. ‫أﻳدﻳﻬم‬ ‫( وﻟن ﻳﺗﻣﻧوﻩ أﺑدا ﺑﻣﺎ ﻗدﻣت‬Dan mereka sekali-kali tak akan menginginkan kematian itu disebabkan kesalahan-
kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka) berupa kekafiran kepada nabi sebagai akibat dari mendustakannya ‫واﷲ‬
‫( ﻋﻠﻳم ﺑﺎﻟظﺎﻟﻣﻳن‬dan Allah Maha Mengetahui terhadap orang-orang yang aniaya) yaitu orang-orang yang kafir, karenanya
Allah pasti akan membalas mereka.

7πuΖy™ y#ø9r& ã£ϑyèムöθs9 öΝèδ߉tnr& –Šuθtƒ 4 (#θä.uõ°r& š⎥⎪Ï%©!$# z⎯ÏΒuρ ;ο4θuŠym 4’n?tã Ĩ$¨Ψ9$# š⇑tômr& öΝåκ¨Ξy‰ÉftGs9uρ

∩®∉∪ šχθè=yϑ÷ètƒ $yϑÎ/ 7ÅÁ/t ª!$#uρ 3 t£ϑyèムβr& É>#x‹yèø9$# z⎯ÏΒ ⎯ÏμÏnÌ“ômt“ßϑÎ/ uθèδ $tΒuρ

096. ‫( وﻟﺗﺟدﻧﻬم‬Dan demi sesungguhnya, akan kamu jumpai mereka itu) 'lam' menunjukkan sumpah ‫أﺣرص اﻟﻧﺎس ﻋﻠﻰ‬
‫( ﺣﻳﺎة و‬setamak-tamak manusia atas kehidupan dunia dan) lebih tamak lagi ‫( ﻣن اﻟذﻳن أﺷرﻛوا‬dari orang-orang musyrik)
yakni yang mengingkari hari berbangkit. Mereka tahu bahwa tempat kediaman mereka itu neraka; berbeda halnya dengan
orang-orang musyrik yang mengingkari adanya hari akhirat itu. ‫( ﻳود‬Masing-masing mereka menginginkan) atau mengharapkan

‫( أﺣدﻫم ﻟو ﻳﻌﻣر أﻟف ﺳﻧﺔ‬agar diberi umur seribu tahun) 'lau' mashdariyah sama artinya dengan 'an' atau 'agar' dan dengan
'shilah-nya' ditakwilkan sebagai 'mashdar' atau 'kata benda', menjadi 'maf`ul bih' atau 'obyek penderita' dari 'yawaddu'. ‫ﻫو‬ ‫وﻣﺎ‬
(Dan tidaklah dia) maksudnya masing-masing dari mereka ‫( ﺑﻣزﺣزﺣﻪ‬akan menjauhkannya) menyelamatkan dirinya ‫ﻣن‬
‫( اﻟﻌذاب‬dari siksa) maksudnya neraka ‫( أن ﻳﻌﻣر‬karena ia diberi umur panjang itu). 'An' bersama shilahnya ini menjadi 'fa`il'
atau 'pelaku' dari 'muzahzihihi'. ‫ﻳﻌﻣﻠون‬ ‫( واﷲ ﺑﺻﻳر ﺑﻣﺎ‬Dan Allah Maha Melihat akan apa yang mereka kerjakan) karena itu
Allah akan membalasnya. Ada yang membaca dengan ya dan ada pula dengan ta. Ibnu Shuriya bertanya kepada Nabi saw.
atau Umar, "Siapakah di antara malaikat yang menyampaikan wahyu?" Jawabnya, 'Jibril.' Kata Ibnu Shuriya, "Dia musuh kami
yang selalu mendatangkan siksa atau kesengsaraan. Kalau saja Mikail, tentu kami akan beriman, karena dia yang membawa
kemakmuran dan kedamaian." Lalu turunlah ayat berikutnya,

Memusuhi Malaikat Jibril A.S. Berarti Memusuhi Allah SWT yang mengutusnya

“Y‰èδuρ Ïμ÷ƒy‰tƒ š⎥÷⎫/t $yϑÏj9 $]%Ïd‰|ÁãΒ «!$# ÈβøŒÎ*Î/ y7Î6ù=s% 4’n?tã …çμs9¨“tΡ …çμ¯ΡÎ*sù Ÿ≅ƒÎö9ÉfÏj9 #xρ߉tã šχ%x. ⎯tΒ ö≅è%

∩®∠∪ t⎦⎫ÏΨÏΒ÷σßϑù=Ï9 2”uô³ç0uρ

097. ‫( ﻗﻝ‬Katakanlah) kepada mereka, ‫"( ﻣن ﻛﺎن ﻋدوا ﻟﺟﺑرﻳﻝ‬Barang siapa yang menjadi musuh Jibril) maka silakan ia
binasa dengan kebenciannya itu! ‫( ﻓﺈﻧﻪ ﻧزﻟﻪ‬Maka sesungguhnya Jibril itu menurunkannya) maksudnya Alquran ‫ﻋﻠﻰ ﻗﻠﺑك‬
‫( ﺑﺈذن‬ke dalam hatimu dengan seizin) atau perintah ‫( اﷲ ﻣﺻدﻗﺎ ﻟﻣﺎ ﺑﻳن ﻳدﻳﻪ‬Allah, membenarkan apa-apa yang berada di
hadapannya) yaitu kitab-kitab suci yang turun sebelumnya ‫( وﻫدى‬dan menjadi petunjuk) dari kesesatan ‫( وﺑﺷرى‬serta berita
gembira) berupa surga ‫( ﻟﻠﻣؤﻣﻧﻳن‬bagi orang-orang yang beriman).

∩®∇∪ z⎯ƒÌÏ≈s3ù=Ïj9 Aρ߉tã ©!$#  χÎ*sù Ÿ≅8s3‹ÏΒuρ Ÿ≅ƒÎö9Å_uρ ⎯Ï&Î#ß™â‘uρ ⎯ÏμÏGx6Íׯ≈n=tΒuρ °! #xρ߉tã tβ%x. ⎯tΒ

098. ‫( ﻣن ﻛﺎن ﻋدوا ﷲ وﻣﻼﺋﻛﺗﻪ ورﺳﻠﻪ وﺟﺑرﻳﻝ‬Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-
rasul-Nya dan Jibril) ada yang membaca Jibriil ada pula yang membaca Jabriil atau Jabrail ‫( وﻣﻳﻛﺎﻝ‬dan Mikail) diathaf atau
dihubungkan kepada malaikat dari jenis mengathafkan yang khas kepada yang umum. Ada pula yang membaca Mikail yaitu
dengan hamzah serta ya dan ada pula Mikail dengan tambahan hamzah saja, ‫ﻟﻠﻛﺎﻓرﻳن‬ ‫( ﻓﺈن اﷲ ﻋدو‬maka sesungguhnya
Allah menjadi musuh bagi orang-orang yang kafir"). Orang itu ditempatkan pada suatu posisi untuk menyatakan keadaannya.

∩®®∪ tβθà)Å¡≈xø9$# ωÎ) !$yγÎ/ ãàõ3tƒ $tΒuρ ( ;M≈oΨÉit/ ¤M≈tƒ#u™ y7ø‹s9Î) !$uΖø9t“Ρr& ô‰s)s9uρ

099. ‫إﻟﻳك‬ ‫( وﻟﻘد أﻧزﻟﻧﺎ‬Dan sungguh, telah kami turunkan kepadamu) hai Muhammad ‫( آﻳﺎت ﺑﻳﻧﺎت‬ayat-ayat yang jelas) atau
terang, menjadi 'hal' sebagai sanggahan terhadap ucapan Ibnu Shuriya yang mengatakan kepada Nabi saw., "Kamu datang
kepada kami tanpa membawa sesuatu apa pun!" ‫( وﻣﺎ ﻳﻛﻔر ﺑﻬﺎ إﻻ اﻟﻔﺎﺳﻘون‬Dan tak ada yang ingkar kepadanya kecuali
orang-orang yang fasik)

∩⊇⊃ ∪ šχθãΨÏΒ÷σムŸω öΝèδçsYø.r& ö≅t/ 4 Νßγ÷ΨÏiΒ ×,ƒÌsù …çνx‹t6¯Ρ #Y‰ôγtã (#ρ߉yγ≈tã $yϑ¯=à2uρr&

100.‫( أو‬Patutkah) mereka ingkar kepadanya ‫ﻋﺎﻫدوا‬ ‫( ﻛﻠﻣﺎ‬dan setiap mereka menjanjikan) kepada Allah ‫( ﻋﻬدا‬suatu janji)
akan beriman kepada nabi jika telah dibangkitkan atau menjanjikan kepada nabi tidak akan membantu orang-orang yang
musyrik untuk menentangnya ‫( ﻧﺑذﻩ‬melemparkannya) yakni menjauhkannya ‫ﻣﻧﻬم‬ ‫( ﻓرﻳق‬segolongan di antara mereka) yaitu
dengan cara melanggarnya. Kalimat ini merupakan jawab dari 'kullamaa' atau setiap dan yang menjadi pertanyaan serta
sanggahan ‫( ﺑﻝ‬bahkan) lebih dari itu lagi ‫ﻳؤﻣﻧون‬ ‫( أﻛﺛرﻫم ﻻ‬sebagian besar dari mereka tidak beriman).

|=≈tFÅ2 |=≈tGÅ3ø9$# (#θè?ρé& t⎦⎪Ï%©!$# z⎯ÏiΒ ×,ƒÌsù x‹t6tΡ öΝßγyètΒ $yϑÏj9 ×−Ïd‰|ÁãΒ «!$# ωΨÏã ô⎯ÏiΒ ×Αθß™u‘ öΝèδu™!$y_ $£ϑs9uρ

∩⊇⊃⊇∪ šχθßϑn=ôètƒ Ÿω öΝßγ¯Ρr(x. öΝÏδÍ‘θßγàß u™!#u‘uρ «!$#

101. ‫( وﻟﻣﺎ ﺟﺎءﻫم رﺳوﻝ ﻣن ﻋﻧد اﷲ‬Dan tatkala datang kepada mereka seorang rasul dari sisi Allah) yakni Muhammad
saw. ‫اﷲ‬ ‫( ﻣﺻدق ﻟﻣﺎ ﻣﻌﻬم ﻧﺑذ ﻓرﻳق ﻣن اﻟذﻳن أوﺗوا اﻟﻛﺗﺎب ﻛﺗﺎب‬yang membenarkan kitab yang ada pada mereka,
sebagian dari orang-orang yang diberi kitab melemparkan kitab Allah) yakni Taurat ‫( وراء ظﻬورﻫم‬ke belakang punggung
mereka) artinya mereka tidak mau mengamalkan isinya berupa keimanan kepada rasul dan lain-lain ‫ﻳﻌﻠﻣون‬ ‫( ﻛﺄﻧﻬم ﻻ‬seolah-
olah mereka tidak mengetahui) akan isinya bahwa beliau adalah nabi yang sebenarnya atau bahwa Taurat itu adalah kitab Allah.

Tuduhan Orang Yahudi Terhadap Nabi Sulaiman A.S.

(#ρãxx. š⎥⎫ÏÜ≈u‹¤±9$# £⎯Å3≈s9uρ ß⎯≈yϑø‹n=ß™ txŸ2 $tΒuρ ( z⎯≈yϑø‹n=ß™ Å7ù=ãΒ 4’n?tã ß⎦⎫ÏÜ≈u‹¤±9$# (#θè=÷Gs? $tΒ (#θãèt7¨?$#uρ

>‰tnr& ô⎯ÏΒ Èβ$yϑÏk=yèム$tΒuρ 4 šVρã≈tΒuρ |Nρã≈yδ Ÿ≅Î/$t6Î/ È⎦÷⎫x6n=yϑø9$# ’n?tã tΑÌ“Ρé& !$tΒuρ tósÅb¡9$# }¨$¨Ψ9$# tβθßϑÏk=yèãƒ

$tΒuρ 4 ⎯ÏμÅ_÷ρy—uρ Ï™öyϑø9$# t⎦÷⎫t/ ⎯ÏμÎ/ šχθè%Ìhxム$tΒ $yϑßγ÷ΨÏΒ tβθßϑ¯=yètGuŠsù ( öàõ3s? Ÿξsù ×πoΨ÷GÏù ß⎯øtwΥ $yϑ¯ΡÎ) Iωθà)tƒ 4©®Lym

Ç⎯yϑs9 (#θßϑÎ=tã ô‰s)s9uρ 4 öΝßγãèxΖtƒ Ÿωuρ öΝèδ”àÒtƒ $tΒ tβθçΗ©>yètGtƒuρ 4 «!$# ÈβøŒÎ*Î/ ωÎ) >‰ymr& ô⎯ÏΒ ⎯ÏμÎ/ t⎦⎪Íh‘!$ŸÒÎ/ Νèδ

šχθßϑn=ôètƒ (#θçΡ$Ÿ2 öθs9 4 öΝßγ|¡àΡr& ÿ⎯ÏμÎ/ (#÷ρtx© $tΒ š[ø♥Î6s9uρ 4 9,≈n=yz ï∅ÏΒ ÍοtÅzFψ$# ’Îû …çμs9 $tΒ çμ1utIô©$#

∩⊇⊃⊄∪

102. ‫( واﺗﺑﻌوا‬Dan mereka mengikuti) diathafkan pada 'nabadza' ‫ﺗﺗﻠوا‬ ‫( ﻣﺎ‬apa yang dibaca) dulu ‫( اﻟﺷﻳﺎطﻳن ﻋﻠﻰ‬oleh setan-
setan pada) masa ‫( ﻣﻠك ﺳﻠﻳﻣﺎن‬kerajaan Sulaiman) berupa buku-buku sihir yang mereka pendam di bawah singgasananya
ketika kerajaannya runtuh. Atau mungkin juga setan-setan itu mencari dengar lalu mencampurkan ke buku-buku itu
kebohongan-kebohongan dan memberikannya kepada tukang-tukang tenung yang membukukannya sehingga tersebar berita
bahwa jin mengajarkan hal-hal gaib. Sulaiman pun mengumpulkan buku-buku itu lalu menguburkannya. Tatkala ia mangkat,
setan-setan pun menunjukkannya kepada manusia dan ketika mereka bongkar ternyata di dalamnya ada ilmu sihir. Kata
mereka, "Kerajaan kamu berdirinya adalah dengan ini!" Lalu mereka pelajari ilmu sihir itu dan mereka tolak buku-buku nabi-nabi
mereka. Ketika orang-orang Yahudi mengatakan, "Lihat itu Muhammad, disebutkannya Sulaiman itu seorang nabi, padahal ia
tidak lebih dari seorang tukang sihir", maka Allah pun berfirman untuk membuktikan kebenaran Sulaiman dan menyangkal
orang-orang Yahudi itu, ‫( وﻣﺎ ﻛﻔر ﺳﻠﻳﻣﺎن‬padahal Sulaiman tidaklah kafir) maksudnya ia tidak melakukan sihir, sebab sihir
adalah perbuatan kafir ‫( وﻟﻛن‬hanya) ada yang membaca 'lakinna' dan ada yang membaca 'lakin' ‫اﻟﺷﻳﺎطﻳن ﻛﻔروا ﻳﻌﻠﻣون‬
‫( اﻟﻧﺎس اﻟﺳﺣر‬setan-setanlah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia). Kalimat ini menjadi hal bagi kata ganti
yang terdapat pada 'kafaruu' ‫( و‬dan) mengajarkan pula kepada mereka ‫اﻟﻣﻠﻛﻳن‬ ‫( ﻣﺎ أﻧزﻝ ﻋﻠﻰ‬apa yang diturunkan kepada
dua malaikat) artinya ilmu sihir yang diilhamkan kepada mereka. Ada pula yang membaca 'al-malikain' dengan lam berbaris
bawah sehingga berarti dua orang raja, yaitu yang berada ‫( ﺑﺑﺎﺑﻝ‬di Babilon) suatu negeri di tanah subur Irak. ‫وﻣﺎروت‬ ‫ﻫﺎروت‬
(Harut dan Marut) merupakan 'badal' atau nama dan kata ganti dari kedua malaikat itu, atau athaf bayan, artinya hubungan yang
memberi penjelasan. Menurut Ibnu Abbas, kedua mereka itu adalah tukang sihir yang mengajarkan ilmu sihir dan ada pula yang
mengatakan bahwa mereka adalah dua orang malaikat yang sengaja diturunkan Allah untuk menyebarkannya sebagai ujian dari
Allah terhadap umat manusia. ‫وﻣﺎ ﻳﻌﻠﻣﺎن ﻣن‬ (Sedangkan keduanya tidaklah mengajarkan kepada) 'min' merupakan

tambahan ‫( أﺣد ﺣﺗﻰ ﻳﻘوﻻ‬seorang pun sebelum mengatakan) atau menyampaikan nasihat lebih dahulu ‫إﻧﻣﺎ ﻧﺣن ﻓﺗﻧﺔ‬
("Sesungguhnya kami ini hanya cobaan) ujian dari Allah terhadap manusia dengan mengajarkannya, siapa yang
mempelajarinya, ia jatuh kafir dan siapa yang meninggalkannya ia mukmin, ‫ﺗﻛﻔر‬ ‫( ﻓﻼ‬sebab itu janganlah kamu kafir!") Jika ia
masih mendesak untuk mempelajarinya barulah mereka mengajarkannya. ‫ﻓﻳﺗﻌﻠﻣون ﻣﻧﻬﻣﺎ ﻣﺎ ﻳﻔرﻗون ﺑﻪ ﺑﻳن اﻟﻣرء‬
‫وزوﺟﻪ‬ (Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dapat menceraikan antara seorang laki-laki dengan

istrinya) misalnya dengan membangkitkan marah dan kebencian satu pihak terhadap lainnya. ‫( وﻣﺎ ﻫم‬Dan tidaklah mereka)
yakni ahli-ahli sihir itu ‫ﺑﻪ‬ ‫( ﺑﺿﺎرﻳن‬dapat memberi mudarat dengannya) maksudnya dengan ilmu sihir itu ‫( ﻣن‬dari) 'min' di sini
hanya sebagai tambahan ‫اﷲ‬ ‫( أﺣد إﻻ ﺑﺈذن‬kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah) atau kehendak-Nya ‫وﻳﺗﻌﻠﻣون ﻣﺎ‬
‫( ﻳﺿرﻫم‬Dan mereka pelajari apa yang memberi mudarat kepada mereka), yakni di akhirat (dan yang tidak memberi manfaat)
yakni sihir. ‫( وﻻ ﻳﻧﻔﻌﻬم‬Dan sesungguhnya) 'lam' menunjukkan sumpah ‫( وﻟﻘد‬mereka sebenarnya tahu) yakni orang-orang
Yahudi itu sebenarnya yakin ‫( ﻋﻠﻣوا‬bahwa barang siapa) 'lam' merupakan lam ibtida yang menghubungkan dengan kalimat
sebelumnya, sedangkan 'man' isim maushul ‫( ﻟﻣن‬yang menukarnya) atau menggantinya ‫( اﺷﺗراﻩ‬sihir) dengan Kitabullah, ‫ﻣﺎ ﻟﻪ‬
‫( ﻓﻲ اﻵﺧرة ﻣن ﺧﻼق‬tiadalah baginya bagian di akhirat) atau keberuntungan dalam surga, ‫( وﻟﺑﺋس ﻣﺎ‬dan amat buruklah
sesuatu) maksudnya perbuatan mereka ‫ﺷروا‬ (menjual) menukarkan ‫ﺑﻪ أﻧﻔﺳﻬم‬ (diri mereka dengannya) yakni menjual

kebahagiaannya di akhirat dengan mempelajari sihir karena telah pasti akan menjerumuskan mereka ke dalam neraka, ‫ﻟو ﻛﺎﻧوا‬
‫( ﻳﻌﻠﻣون‬seandainya mereka menyadarinya) jika mereka benar-benar tahu atau menyadari hakikat siksaan yang akan mereka
jalani di akhirat kelak, niscaya mereka tidak mau mempelajarinya.

∩⊇⊃⊂∪ šχθßϑn=ôètƒ (#θçΡ%x. öθ©9 ( ×öyz «!$# ωΨÏã ô⎯ÏiΒ ×πt/θèVyϑs9 (#öθs)¨?$#uρ (#θãΖtΒ#u™ óΟßγ¯Ρr& öθs9uρ

103.‫أﻧﻬم‬ ‫وﻟو‬ (Dan seandainya mereka) orang-orang Yahudi ‫( آﻣﻧوا‬beriman) terhadap Nabi dan Alquran ‫( واﺗﻘوا‬dan menjaga
diri mereka) dari siksa Allah dengan meninggalkan maksiat, seperti sihir. Jawaban dari 'lau' ini dibuang. Atau tentulah mereka
akan diberi pahala. Hal ini ditunjukkan oleh ‫( ﻟﻣﺛوﺑﺔ‬maka sesungguhnya pahala) 'matsuubatun' menjadi mubtada, sedangkan
'lam' menunjukkan sumpah ‫( ﻣن ﻋﻧد اﷲ ﺧﻳر‬di sisi Allah itu lebih baik) 'khairun' menjadi khabar, artinya 'lebih baik' yakni
lebih baik dari hasil penjualan diri mereka itu ‫ﻳﻌﻠﻣون‬ ‫( ﻟو ﻛﺎﻧوا‬seandainya mereka mengetahuinya) seandainya mereka tahu
bahwa pahala itu lebih baik, tentulah mereka tak akan mementingkan yang lain darinya.

Ketidaksopanan Orang-orang Yahudi Terhadap Nabi Muhammad SAW dan Sahabat-Sahabatnya

∩⊇⊃⊆∪ ÒΟŠÏ9r& ë>#x‹tã š⎥⎪ÌÏ≈x6ù=Ï9uρ 3 (#θãèyϑó™$#uρ $tΡöÝàΡ$# (#θä9θè%uρ $uΖÏã≡u‘ (#θä9θà)s? Ÿω (#θãΨtΒ#u™ š⎥⎪Ï%©!$# $y㕃r'¯≈tƒ

104. ‫( ﻳﺎ أﻳﻬﺎ اﻟذﻳن آﻣﻧوا ﻻ ﺗﻘوﻟوا‬Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan) kepada Nabi ‫( راﻋﻧﺎ‬raa`inaa)
artinya perhatikanlah kami; 'raa'inaa' diambil dari kata 'muraa`ah', tetapi orang-orang Yahudi biasa mengatakan 'raa`unah' yang
dalam bahasa mereka berarti 'teramat bodoh' sebagai ejekan kepada Nabi, maka orang-orang mukmin dilarang mengucapkan
kata-kata itu, ‫( وﻗوﻟوا‬dan katakanlah) yakni sebagai gantinya, ‫( اﻧظرﻧﺎ‬unzhurnaa) artinya lihatlah kami; ‫( واﺳﻣﻌوا‬dan dengarlah

olehmu) apa-apa yang dititahkan dengan kesediaan untuk mematuhinya ‫( وﻟﻠﻛﺎﻓرﻳن ﻋذاب أﻟﻳم‬dan bagi orang-orang kafir
disediakan siksaan pedih) yang menyakitkan sekali, yaitu neraka.

3 öΝà6În/§‘ ⎯ÏiΒ 9öyz ô⎯ÏiΒ Νà6ø‹n=tæ tΑ¨”t∴ムβr& t⎦⎫Ï.Îô³çRùQ$# Ÿωuρ É=≈tGÅ3ø9$# È≅÷δr& ô⎯ÏΒ (#ρãxx. š⎥⎪Ï%©!$# –Šuθtƒ $¨Β

∩⊇⊃∈∪ ÉΟŠÏàyèø9$# È≅ôÒxø9$# ρèŒ ª!$#uρ 4 â™!$t±o„ ⎯tΒ ⎯ÏμÏGyϑômtÎ/ ⇒tGøƒs† ª!$#uρ

105. ‫( ﻣﺎ ﻳود اﻟذﻳن ﻛﻔروا ﻣن أﻫﻝ اﻟﻛﺗﺎب وﻻ‬Orang-orang kafir dan golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak
menginginkan) orang-orang musyrik di sini ialah dari kalangan Arab, dihubungkan kepada Ahli Kitab, sedangkan 'min' atau 'dari'
untuk penjelasan ‫أن ﻳﻧزﻝ ﻋﻠﻳﻛم ﻣن‬ (diturunkannya kebaikan kepadamu) 'min' di sini hanya sebagai tambahan; ‫ﺧﻳر‬
sedangkan 'kebaikan' maksudnya ialah wahyu, ‫رﺑﻛم‬ ‫( ﻣن‬dari Tuhan) disebabkan iri hati atau dengki kepadamu. ‫واﷲ ﻳﺧﺗص‬
‫( ﺑرﺣﻣﺗﻪ‬Sedangkan Allah menentukan rahmat-Nya) atau kenabian-Nya ‫( ﻣن ﻳﺷﺎء واﷲ ذو اﻟﻔﺿﻝ اﻟﻌظﻳم‬kepada siapa
yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang maha besar).

Menasakhkan Suatu Ayat Adalah Urusan Allah SWT

∩⊇⊃∉∪ íƒÏ‰s% &™ó©x« Èe≅ä. 4’n?tã ©!$# ¨βr& öΝn=÷ès? öΝs9r& 3 !$yγÎ=÷WÏΒ ÷ρr& !$pκ÷]ÏiΒ 9ösƒ¿2 ÏNù'tΡ $yγÅ¡ΨçΡ ÷ρr& >πtƒ#u™ ô⎯ÏΒ ô‡|¡ΨtΡ $tΒ *

106. Tatkala orang-orang kafir mengecam tentang nasakh/penghapusan atau pergantian hukum dan menuduh bahwa
Muhammad menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengerjakan sesuatu pada hari ini lalu melarangnya esok, maka turunlah
ayat, ‫( ﻣﺎ‬Apa saja) disebut 'syarthiyah' yang membutuhkan jawaban ‫آﻳﺔ‬ ‫( ﻧﻧﺳﺦ ﻣن‬ayat yang Kami hapus) baik hukumnya itu
pada mulanya turun bersama lafalnya atau tidak dan menurut satu qiraat 'nunsikh', artinya Kami titah kamu atau Jibril untuk
menghapusnya ‫أو ﻧﻧﺳﻬﺎ‬ (atau Kami tangguhkan) Kami undurkan sehingga hukumnya tidak turun dan bacaannya Kami
tangguhkan di Lohmahfuz. Menurut satu qiraat tanpa hamzah, berasal dari kata-kata 'nisyaan' artinya 'lupa', sehingga artinya
ialah Kami kikis atau hapus dari dalam kalbumu sehingga kamu melupakannya. Jawab syaratnya ialah ‫ﻣﻧﻬﺎ‬ ‫( ﻧﺄت ﺑﺧﻳر‬Kami
datangkan yang lebih baik daripadanya) artinya lebih menguntungkan bagi hamba, baik dalam kemudahannya maupun dalam
besar pahalanya ‫( أو ﻣﺛﻠﻬﺎ‬atau yang sebanding dengannya) dalam beban yang harus dipikul atau dalam ganjarannya. ‫أﻟم‬
‫( ﺗﻌﻠم أن اﷲ ﻋﻠﻰ ﻛﻝ ﺷﻲء ﻗدﻳر‬Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?)
Termasuk dalam kekuasaan-Nya itu nasakh, yaitu menghapus hukum dan mengubahnya, dan mengenai pertanyaan di sini
maksudnya ialah untuk mengukuhkan.

AÅÁtΡ Ÿωuρ <c’Í<uρ ⎯ÏΒ «!$# Âχρߊ ⎯ÏiΒ Νà6s9 $tΒuρ 3 ÇÚö‘F{$#uρ ÏN≡uθ≈yϑ¡¡9$# à7ù=ãΒ …ã&s! ©!$# χr& öΝn=÷ès? öΝs9r&

∩⊇⊃∠∪
107. ‫واﻷرض‬ ‫( أﻟم ﺗﻌﻠم أن اﷲ ﻟﻪ ﻣﻠك اﻟﺳﻣﺎوات‬Tidakkah kamu ketahui bahwa milik Allahlah kerajaan langit dan bumi)
sehingga Dia dapat berbuat terhadap keduanya menurut yang dikehendaki-Nya. ‫( وﻣﺎ ﻟﻛم ﻣن دون اﷲ‬Dan tiada bagimu
selain Allah) ‫( ﻣن‬dari) hanya sebagai tambahan ‫( وﻟﻲ‬seorang wali) seorang pelindung yang akan melindungimu ‫وﻻ ﻧﺻﻳر‬
(dan tidak pula seorang pembela) yang akan menghindarkan siksaan jika datang menimpa.

ô‰s)sù Ç⎯≈oÿ‡M}$$Î/ tøà6ø9$# ÉΑ£‰t7oKtƒ ⎯tΒuρ 3 ã≅ö6s% ⎯ÏΒ 4©y›θãΒ Ÿ≅Í×ß™ $yϑx. öΝä3s9θß™u‘ (#θè=↔t ó¡n@ βr& šχρ߉ƒÌè? ÷Πr&

∩⊇⊃∇∪ È≅‹Î6¡¡9$# u™!#uθy™ ¨≅|Ê

108. Tatkala warga Mekah meminta kepada Nabi saw. agar kota mereka diperluas dan bukit Shafa dijadikan sebuah bukit emas
turunlah, ‫أم‬ (Atau) apakah ‫ﺗرﻳدون أن ﺗﺳﺄﻟوا رﺳوﻟﻛم ﻛﻣﺎ ﺳﺋﻝ ﻣوﺳﻰ‬ (kamu menghendaki untuk meminta kepada

Rasulmu seperti yang diminta kepada Musa) maksudnya kaum Nabi Musa telah meminta kepadanya ‫( ﻣن ﻗﺑﻝ‬dulu) seperti
kata mereka, "Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata!" Dan lain-lain. ‫ﺑﺎﻹﻳﻣﺎن‬ ‫( وﻣن ﻳﺗﺑدﻝ اﻟﻛﻔر‬Dan barang siapa
yang menukar iman dengan kekafiran) artinya mengambil kekafiran sebagai ganti keimanan disebabkan tidak mau
memperhatikan ayat-ayat yang jelas dan lebih memilih yang lainnya ‫اﻟﺳﺑﻳﻝ‬ ‫( ﻓﻘد ﺿﻝ ﺳواء‬maka sungguh ia telah sesat dari
jalan yang benar) 'sawa' asalnya 'wasath', artinya pertengahan.

.⎯ÏiΒ ΟÎγÅ¡àΡr& ωΨÏã ô⎯ÏiΒ #Y‰|¡ym #·‘$¤ä. öΝä3ÏΖ≈yϑƒÎ) ω÷èt/ .⎯ÏiΒ Νä3tΡρ–Šãtƒ öθs9 É=≈tGÅ3ø9$# È≅÷δr& ï∅ÏiΒ ×ÏVŸ2 ¨Šuρ

ÖƒÏ‰s% &™ó©x« Èe≅à2 4’n?tã ©!$# ¨βÎ) 3 ÿ⎯ÍνÍöΔr'Î/ ª!$# u’ÎAù'tƒ 4©®Lym (#θßsxô¹$#uρ (#θàôã$$sù ( ‘,ysø9$# ãΝßγs9 t⎦¨⎫t6s? $tΒ Ï‰÷èt/

∩⊇⊃®∪

109. ‫( ود ﻛﺛﻳر ﻣن أﻫﻝ اﻟﻛﺗﺎب ﻟو‬Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar) 'lau' atau 'agar' mashdariyah, artinya
melebur kalimat sesudahnya menjadi mashdar ‫ﺣﺳدا‬ ‫( ﻳردوﻧﻛم ﻣن ﺑﻌد إﻳﻣﺎﻧﻛم ﻛﻔﺎ ار‬mereka dapat mengembalikan kamu
pada kekafiran setelah kamu beriman disebabkan kedengkian) 'maf`ul lah' menunjukkan motif dari keinginan mereka itu ‫ﻣن‬
‫( ﻋﻧد أﻧﻔﺳﻬم‬dari diri mereka sendiri) maksudnya timbul dan didorong oleh jiwa mereka yang kotor ‫ﻣن ﺑﻌد ﻣﺎ ﺗﺑﻳن ﻟﻬم‬
(setelah nyata bagi mereka) dalam Taurat ‫( اﻟﺣق‬kebenaran) mengenai diri Nabi. ‫( ﻓﺎﻋﻔوا‬Maka biarkanlah mereka) tinggalkan

‫( واﺻﻔﺣوا‬dan berpalinglah) tak usah dilayani mereka itu, ‫( ﺣﺗﻰ ﻳﺄﺗﻲ اﷲ ﺑﺄﻣرﻩ‬sampai Allah mendatangkan perintah-Nya)
tentang mereka dengan menyuruh memerangi mereka. ‫ﻗدﻳر‬ ‫( إن اﷲ ﻋﻠﻰ ﻛﻝ ﺷﻲء‬Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas
segala sesuatu).
$yϑÎ/ ©!$# ¨βÎ) 3 «!$# y‰ΨÏã çνρ߉ÅgrB 9öyz ô⎯ÏiΒ /ä3Å¡àΡL{ (#θãΒÏd‰s)è? $tΒuρ 4 nο4θŸ2¨“9$# (#θè?#u™uρ nο4θn=¢Á9$# (#θßϑŠÏ%r&uρ

∩⊇⊇⊃∪ ×ÅÁt/ šχθè=yϑ÷ès?

110. ‫ﺧﻳر‬ ‫( وأﻗﻳﻣوا اﻟﺻﻼة وآﺗوا اﻟزﻛﺎة وﻣﺎ ﺗﻘدﻣوا ﻷﻧﻔﺳﻛم ﻣن‬Dan dirikanlah salat serta bayarkanlah zakat dan apa-apa
yang kamu persembahkan buat dirimu berupa kebaikan) artinya ketaatan seperti sedekah dan menghubungkan silaturahmi,
‫ﺗﺟدوﻩ‬ (tentulah kamu akan mendapatinya) maksudnya pahalanya ‫ﻋﻧد اﷲ إن اﷲ ﺑﻣﺎ ﺗﻌﻣﻠون ﺑﺻﻳر‬ (di sisi Allah,
sesungguhnya Allah Maha Melihat akan apa-apa yang kamu kerjakan) sehingga kamu akan menerima balasan daripadanya.

βÎ) öΝà6uΖ≈yδöç/ (#θè?$yδ ö≅è% 3 öΝà‰•‹ÏΡ$tΒr& šù=Ï? 3 3“t≈|ÁtΡ ÷ρr& #·Šθèδ tβ%x. ⎯tΒ ωÎ) sπ¨Ψyfø9$# Ÿ≅äzô‰tƒ ⎯s9 (#θä9$s%uρ

∩⊇⊇ ∪ š⎥⎫Ï%ω≈|¹ óΟçGΖà2

111.‫ﻧﺻﺎرى‬ ‫وﻗﺎﻟوا ﻟن ﻳدﺧﻝ اﻟﺟﻧﺔ إﻻ ﻣن ﻛﺎن ﻫودا أو‬ (Dan mereka, orang-orang Yahudi dan Kristen, mengatakan,
"Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang beragama Yahudi atau Kristen.") Ucapan ini dikeluarkan oleh
orang-orang Yahudi Madinah dan Kristen Najran tatkala mereka berbantahan di hadapan Nabi saw. Kata Yahudi, "Hanya orang
Yahudilah yang akan masuk ke dalamnya." Orang Kristen menjawab, "Surga itu tidak akan dimasuki, kecuali oleh orang
Kristen." ‫( ﺗﻠك‬Demikianlah itu) yakni ucapan mereka itu ‫( أﻣﺎﻧﻳﻬم‬hanyalah angan-angan mereka saja) artinya keinginan kosong

belaka. ‫( ﻗﻝ‬Katakanlah) kepada mereka, ‫ﺑرﻫﺎﻧﻛم‬ ‫( ﻫﺎﺗوا‬Tunjukkanlah bukti kebenaranmu) yaitu hujah atas yang demikian itu
‫( إن ﻛﻧﺗم ﺻﺎدﻗﻳن‬jika kamu orang yang benar) mengenai hal tersebut.

∩⊇⊇⊄∪ tβθçΡt“øts† öΝèδ Ÿωuρ öΝÎγøŠn=tæ ì∃öθyz Ÿωuρ ⎯ÏμÎn/u‘ y‰ΨÏã …çνãô_r& ÿ…ã&s#sù Ö⎯Å¡øtèΧ uθèδuρ ¬! …çμyγô_uρ zΝn=ó™r& ô⎯tΒ 4’n?t/

112. ‫( ﺑﻠﻰ‬Tidak demikian) bahkan yang akan masuk surga itu ialah selain mereka ‫( ﻣن أﺳﻠم وﺟﻬﻪ ﷲ‬barang siapa yang
menyerahkan wajahnya kepada Allah) maksudnya tunduk pada perintah-Nya. Ditekankan menyerahkan 'wajah' atau 'muka'
karena merupakan anggota tubuh yang paling mulia, maka anggota tubuh yang lainnya harus lebih tunduk lagi ‫وﻫو ﻣﺣﺳن‬
(sedangkan ia berbuat kebaikan) terutama bertauhid, ‫( ﻓﻠﻪ أﺟرﻩ ﻋﻧد رﺑﻪ‬maka baginya pahala di sisi Tuhannya) artinya
sebagai ganjaran amal perbuatannya itu ialah surga. ‫( وﻻ ﺧوف ﻋﻠﻳﻬم وﻻ ﻫم ﻳﺣزﻧون‬Tidak ada kekhawatiran terhadap
mereka dan tidak pula mereka akan berduka cita) yakni di akhirat kelak.
tβθè=÷Gtƒ öΝèδuρ &™ó©x« 4’n?tã ߊθßγuŠø9$# ÏM|¡øŠs9 3“t≈|Á¨Ψ9$# ÏMs9$s%uρ &™ó©x« 4’n?tã 3“t≈|Á¨Ζ9$# ÏM|¡øŠs9 ߊθßγuŠø9$# ÏMs9$s%uρ

ÏμŠÏù (#θçΡ%x. $yϑŠÏù Ïπyϑ≈uŠÉ)ø9$# tΠöθtƒ öΝßγoΨ÷t/ ãΝä3øts† ª!$$sù 4 öΝÎγÏ9öθs% Ÿ≅÷WÏΒ tβθßϑn=ôètƒ Ÿω t⎦⎪Ï%©!$# tΑ$s% y7Ï9≡x‹x. 3 |=≈tGÅ3ø9$#

∩⊇⊇⊂∪ tβθàÎ=tFøƒs†

113. ‫ﺷﻲء‬ ‫( وﻗﺎﻟت اﻟﻳﻬود ﻟﻳﺳت اﻟﻧﺻﺎرى ﻋﻠﻰ‬Dan orang-orang Yahudi berkata, "Orang-orang Nasrani tidak mempunyai
sesuatu pegangan") yakni sesuatu yang dapat diakui di samping mereka tidak pula beriman kepada Isa. ‫وﻗﺎﻟت اﻟﻧﺻﺎرى‬
‫ﻟﻳﺳت اﻟﻳﻬود ﻋﻠﻰ ﺷﻲء‬ (Sebaliknya orang-orang Nasrani mengatakan, "Orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu

pegangan,") yang dapat dipercaya dan mereka kafir pula kepada Nabi Musa ‫( وﻫم‬padahal mereka) kedua golongan tersebut
‫( ﻳﺗﻠون اﻟﻛﺗﺎب‬sama-sama membaca Alkitab) yang diturunkan kepada mereka. Di dalam kitab suci orang Yahudi terdapat
pengukuhan terhadap Nabi Isa dan dalam kitab suci orang Kristen terdapat pengukuhan terhadap Nabi Musa. Kalimat yang
belakangan ini menjadi 'hal'. ‫ﻛذﻟك‬ (Demikian pula) maksudnya seperti yang mereka katakan itu ‫ﻗﺎﻝ اﻟذﻳن ﻻ ﻳﻌﻠﻣون‬
(dikatakan oleh orang-orang yang tidak mengetahui) yakni orang-orang musyrik dari golongan Arab dan lainnya ‫ﻣﺛﻝ ﻗوﻟﻬم‬
(seperti ucapan mereka itu) penjelasan bagi makna 'demikian pula', artinya kepada setiap penganut agama lain, mereka katakan
bahwa mereka tidak mempunyai dasar atau pedoman. ‫ﻳﺧﺗﻠﻔون‬ ‫( ﻓﺎﷲ ﻳﺣﻛم ﺑﻳﻧﻬم ﻳوم اﻟﻘﻳﺎﻣﺔ ﻓﻳﻣﺎ ﻛﺎﻧوا ﻓﻳﻪ‬Maka Allah
akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat mengenai apa yang mereka persengketakan itu) yakni tentang urusan
agama, sehingga semua pihak yang membenarkannya akan masuk surga dan sebaliknya orang yang menyangkalnya akan
masuk neraka.

Tindakan-Tindakan Menghalangi Beribadah

βr& öΝßγs9 tβ%x. $tΒ šÍׯ≈s9'ρé& 4 !$yγÎ/#tyz ’Îû 4©tëy™uρ …çμßϑó™$# $pκÏù tx.õ‹ãƒ βr& «!$# y‰Éf≈|¡tΒ yìoΨ¨Β ⎯£ϑÏΒ ãΝn=øßr& ô⎯tΒuρ

∩⊇⊇⊆∪ ×Λ⎧Ïàtã ë>#x‹tã ÍοtÅzFψ$# ’Îû óΟßγs9uρ Ó“÷“Åz $uŠ÷Ρ‘$!$# ’Îû öΝßγs9 4 š⎥⎫ÏÍ←!%s{ ωÎ) !$yδθè=äzô‰tƒ

114. ‫( وﻣن أظﻠم ﻣﻣن ﻣﻧﻊ ﻣﺳﺎﺟد اﷲ أن ﻳذﻛر ﻓﻳﻬﺎ اﺳﻣﻪ‬Dan siapakah yang melarang menyebut nama Allah dalam
mesjid-mesjid-Nya) misalnya salat dan bertasbih ‫ﺧراﺑﻬﺎ‬ ‫( وﺳﻌﻰ ﻓﻲ‬dan berusaha untuk merobohkannya) baik dengan jalan
meruntuhkan mesjid itu maupun dengan menggagalkan orang untuk mengunjungi dan memasukinya. Ayat ini turun
menceritakan perbuatan orang-orang Romawi yang telah merobohkan Baitulmakdis atau orang-orang musyrik Mekah yang
menghalang-halangi Nabi saw. ketika mengunjungi Baitullah pada tahun perjanjian Hudaibiah ‫أوﻟﺋك ﻣﺎ ﻛﺎن ﻟﻬم أن‬
‫( ﻳدﺧﻠوﻫﺎ إﻻ ﺧﺎﺋﻔﻳن‬Mereka itu tidak sepatutnya memasukinya kecuali dengan rasa takut). Kalimat ini kalimat berita dengan
arti perintah, artinya ancamlah mereka itu dengan jihad, sehingga tidak seorang pun masuk ke dalamnya dengan rasa aman.
(Mereka di dunia mendapat kehinaan) atau kenistaan disebabkan terbunuh, ditawan atau membayar upeti ‫ﺧزي‬ ‫ﻟﻬم ﻓﻲ اﻟدﻧﻳﺎ‬
(dan di akhirat mereka mendapat siksa yang besar) neraka.

∩⊇⊇∈∪ ÒΟŠÎ=tæ ììÅ™≡uρ ©!$# χÎ) 4 «!$# çμô_uρ §ΝsVsù (#θ—9uθè? $yϑuΖ÷ƒr'sù 4 Ü>ÌøópRùQ$#uρ ä−Ìô±pRùQ$# ¬!uρ

115. Ketika orang-orang Yahudi mengecam penggantian kiblat atau tentang salat sunah di atas kendaraan selama dalam
perjalanan dengan menghadap ke arah yang dituju, turunlah ayat, ‫واﻟﻣﻐرب‬ ‫( وﷲ اﻟﻣﺷرق‬Dan milik Allahlah timur dan barat)
karena keduanya merupakan ujung dan pangkalnya, ‫ﻓﺄﻳﻧﻣﺎ ﺗوﻟوا‬ (maka ke mana saja kamu menghadap) maksudnya

menghadapkan mukamu di waktu salat atas titah-Nya, ‫( ﻓﺛم‬maka di sanalah) di arah sanalah ‫اﷲ‬ ‫( وﺟﻪ‬wajah Allah) maksudnya
kiblat yang diridai-Nya. ‫( إن اﷲ واﺳﻊ‬Sesungguhnya Allah Maha Luas) maksudnya kemurahan-Nya meliputi segala sesuatu
‫( ﻋﻠﻳم‬lagi Maha Mengetahui) tentang pengaturan makhluk-Nya.

∩⊇⊇∉∪ tβθçFÏ⊥≈s% …ã&©! @≅ä. ( ÇÚö‘F{$#uρ ÏN≡uθ≈yϑ¡¡9$# ’Îû $tΒ …ã&©! ≅t/ ( …çμoΨ≈ysö7ß™ 3 #V$s!uρ ª!$# x‹sƒªB$# (#θä9$s%uρ

116. ‫( وﻗﺎﻟوا‬Dan mereka berkata) dengan wau atau tanpa wau, maksudnya orang-orang Yahudi dan Kristen serta orang-orang

yang mengakui bahwa malaikat-malaikat itu anak-anak perempuan Allah, ‫اﺗﺧذ اﷲ وﻟدا‬ ('Allah mempunyai anak.') Allah

berfirman, ‫"( ﺳﺑﺣﺎﻧﻪ‬Maha Suci Dia) menyucikan-Nya dari pernyataan tersebut, ‫واﻷرض‬ ‫( ﺑﻝ ﻟﻪ ﻣﺎ ﻓﻲ اﻟﺳﻣﺎوات‬bahkan
apa-apa yang ada di langit dan di bumi kepunyaan-Nya belaka) baik sebagai hak milik, sebagai makhluk, maupun sebagai
hamba. Pemilikan itu bertentangan dengan pengambilan atau mempunyai anak. Di sini dipakai 'maa' artinya 'apa-apa untuk
yang tidak berakal' karena 'taghlib', artinya untuk mengambil yang lebih banyak. ‫ﻗﺎﻧﺗون‬ ‫( ﻛﻝ ﻟﻪ‬semua tunduk kepada-Nya.")
Artinya menaatinya, masing-masing sesuai dengan tujuan diciptakan-Nya. Di sini lebih ditekankan kepada makhluk yang
berakal.

∩⊇⊇∠∪ ãβθä3Šu sù ⎯ä. …ã&s! ãΑθà)tƒ $yϑ¯ΡÎ*sù #XöΔr& #©|Ós% #sŒÎ)uρ ( ÇÚö‘F{$#uρ ÅV≡uθ≈yϑ¡¡9$# ßìƒÏ‰t/

117. ‫واﻷرض‬ ‫( ﺑدﻳﻊ اﻟﺳﻣﺎوات‬Penemu langit dan bumi) maksudnya penciptanya tanpa meniru pada contoh-contoh yang lain
‫( ٕواذا ﻗﺿﻰ‬dan bila Dia berkehendak) ‫( أﻣ ار‬akan sesuatu perkara) artinya menciptakannya ‫( ﻓﺈﻧﻣﺎ ﻳﻘوﻝ ﻟﻪ ﻛن ﻓﻳﻛون‬maka
Dia hanya mengucapkan kepadanya, "Jadilah kamu!" Lalu jadilah ia) artinya sesuatu itu pun terjadilah. Menurut satu qiraat
'fayakuuna' dengan baris di atas sebagai 'jawaabul amr'.

Ÿ≅÷WÏiΒ ΝÎγÎ=ö7s% ⎯ÏΒ š⎥⎪Ï%©!$# tΑ$s% šÏ9≡x‹x. 3 ×πtƒ#u™ !$oΨÏ?ù's? ÷ρr& ª!$# $uΖßϑÏk=s3ムŸωöθs9 tβθßϑn=ôètƒ Ÿω t⎦⎪Ï%©!$# tΑ$s%ρu

∩⊇⊇∇∪ šχθãΖÏ%θム5Θöθs)Ï9 ÏM≈tƒFψ$# $¨Ψ¨t/ ô‰s% 3 óΟßγç/θè=è% ôMyγt7≈t±n@ ¢ óΟÎγÏ9öθs%


118. ‫ﻳﻌﻠﻣون‬ ‫( وﻗﺎﻝ اﻟذﻳن ﻻ‬Dan berkatalah orang-orang yang tidak mengetahui) yakni kaum kafir Mekah kepada Nabi saw.,
‫ﻟوﻻ ﻳﻛﻠﻣﻧﺎ اﷲ‬ ("Mengapa Allah tidak berbicara dengan kami) bahwa kamu adalah Rasul-Nya ‫( أو ﺗﺄﺗﻳﻧﺎ آﻳﺔ‬atau datang
kepada kami suatu tanda) atau bukti yang kami usulkan untuk menunjukkan kebenaranmu?" ‫( ﻛذﻟك‬Demikian pulalah) artinya

seperti yang mereka ucapkan itu ‫ﻗﺑﻠﻬم‬ ‫( ﻗﺎﻝ اﻟذﻳن ﻣن‬dikatakan kepada orang-orang yang sebelum mereka) yakni umat-umat
yang kafir terhadap nabi mereka masing-masing ‫ﻗوﻟﻬم‬ ‫( ﻣﺛﻝ‬seperti ucapan mereka) berupa pembangkangan dan permintaan
mukjizat-mukjizat, ‫ﻗﻠوﺑﻬم‬ ‫( ﺗﺷﺎﺑﻬت‬hati mereka serupa) yakni dalam kekafiran dan pembangkangan. Ini menjadi hiburan dan
bujukan bagi Nabi saw. ‫ﻳوﻗﻧون‬ ‫( ﻗد ﺑﻳﻧﺎ اﻵﻳﺎت ﻟﻘوم‬Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda kekuasaan Kami kepada
kaum yang yakin) yang mengetahui bahwa ia adalah ayat atau tanda, sehingga mereka beriman. Maka mengusulkan ayat atau
tanda-tanda lain merupakan dosa atau kesalahan.

Larangan Mengikuti Yahudi dan Nasrani

∩⊇⊇®∪ ÉΟŠÅspgø:$# É=≈ptõ¾r& ô⎯tã ã≅t↔ó¡è@ Ÿωuρ ( #\ƒÉ‹tΡuρ #Zϱo0 Èd,ysø9$$Î/ y7≈oΨù=y™ö‘r& !$¯ΡÎ)

119. ‫( إﻧﺎ أرﺳﻠﻧﺎك‬Sesungguhnya Kami telah mengutusmu) hai Muhammad ‫( ﺑﺎﻟﺣق‬dengan kebenaran) maksudnya dengan
petunjuk ‫ر‬
‫( ﺑﺷﻳ ا‬sebagai pembawa berita gembira) bahwa barang siapa yang memenuhinya, ia akan mendapat surga ‫وﻧذﻳ ار‬
(dan pembawa peringatan) bahwa barang siapa yang menolaknya akan masuk neraka. ‫اﻟﺟﺣﻳم‬ ‫( وﻻ ﺗﺳﺄﻝ ﻋن أﺻﺣﺎب‬Dan
kamu tidak akan dimintai pertanggungjawaban tentang penghuni-penghuni neraka) maksudnya orang-orang kafir. Tidak menjadi
soal bagimu jika mereka tidak beriman, karena kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Menurut satu riwayat dibaca 'tas-al', yaitu
dengan sukun atau baris mati, menunjukkan larangan.

È⎦È⌡s9uρ 3 3“y‰çλù;$# uθèδ «!$# “y‰èδ χÎ) ö≅è% 3 öΝåκtJ¯=ÏΒ yìÎ6®Ks? 4©®Lym 3“t≈|Á¨Ψ9$# Ÿωuρ ߊθåκuø9$# y7Ψtã 4©yÌös? ⎯s9uρ

∩⊇⊄⊃∪ AÅÁtΡ Ÿωuρ <c’Í<uρ ⎯ÏΒ «!$# z⎯ÏΒ y7s9 $tΒ   ÉΟù=Ïèø9$# z⎯ÏΒ x8u™!%y` “Ï%©!$# y‰÷èt/ Νèδu™!#uθ÷δr& |M÷èt7¨?$#

120. ‫وﻟن ﺗرﺿﻰ ﻋﻧك اﻟﻳﻬود وﻻ اﻟﻧﺻﺎرى ﺣﺗﻰ ﺗﺗﺑﻊ ﻣﻠﺗﻬم‬ (Orang-orang Yahudi dan Kristen tidak akan senang

kepadamu hingga kamu mengikuti millah mereka) maksudnya agama mereka. ‫اﷲ‬ ‫( ﻗﻝ إن ﻫدى‬Katakanlah, "Sesungguhnya
petunjuk Allah) yaitu agama Islam ‫ﻫو اﻟﻬدى‬ (itulah petunjuk) yang sesungguhnya, sedangkan yang selainnya hanyalah

kesesatan belaka. ‫( وﻟﺋن‬Sesungguhnya, jika) 'lam' menunjukkan sumpah ‫أﻫواءﻫم‬ ‫( اﺗﺑﻌت‬kamu ikuti keinginan mereka) yakni
apa-apa yang mereka anjurkan ‫اﻟﻌﻠم‬ ‫( ﺑﻌد اﻟذي ﺟﺎءك ﻣن‬setelah datangnya pengetahuan kepadamu) maksudnya wahyu
dari Allah ‫وﻟﻲ‬ ‫( ﻣﺎ ﻟك ﻣن اﷲ ﻣن‬maka Allah tidak lagi menjadi pelindung) yang akan melindungimu ‫( وﻻ ﻧﺻﻳر‬dan tidak
pula menolong.") yang akan menghindarkanmu dari bahaya.
ãΝèδ y7Íׯ≈s9'ρé'sù ⎯ÏμÎ/ öàõ3tƒ ⎯tΒuρ 3 ⎯ÏμÎ/ tβθãΖÏΒ÷σムy7Íׯ≈s9'ρé& ÿ⎯ÏμÏ?uρŸξÏ? ¨,ym …çμtΡθè=÷Gtƒ |=≈tGÅ3ø9$# ãΝßγ≈oΨ÷s?#u™ t⎦⎪Ï%©!$#

∩⊇⊄⊇∪ tβρçÅ£≈sƒø:$#

121. ‫( اﻟذﻳن آﺗﻳﻧﺎﻫم اﻟﻛﺗﺎب‬Orang-orang yang telah Kami beri Alkitab) merupakan subjek ‫( ﻳﺗﻠوﻧﻪ ﺣق ﺗﻼوﺗﻪ‬sedangkan
mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya) artinya membacanya sebagaimana diturunkan dan digabungkan
dengan kalimat ini menjadi 'hal'; 'haqqa' mendapat baris di atas sebagai mashdar atau maf`ul muthlak, sedangkan yang menjadi
khabarnya ialah, ‫( أوﻟﺋك ﻳؤﻣﻧون ﺑﻪ‬mereka itulah yang beriman kepadanya). Ayat ini diturunkan menceritakan segolongan
orang yang datang dari Abessinia lalu masuk Islam. ‫( وﻣن ﻳﻛﻔر ﺑﻪ‬Dan barang siapa yang ingkar terhadapnya) artinya
terhadap kitab yang diturunkan itu, misalnya dengan mengubahnya dari yang asli ‫( ﻓﺄوﻟﺋك ﻫم اﻟﺧﺎﺳرون‬maka merekalah
orang-orang yang rugi) disebabkan mereka disediakan tempat di neraka yang kekal lagi abadi.

∩⊇⊄⊄∪ t⎦⎫Ïϑn=≈yèø9$# ’n?tã óΟä3çGù=Òsù ’ÎoΤr&uρ ö/ä3ø‹n=tæ àMôϑyè÷Ρr& û©ÉL©9$# z©ÉLyϑ÷èÏΡ (#ρãä.øŒ$# Ÿ≅ƒÏ™ℜuó Î) û©Í_t6≈tƒ

122. ‫ﻋﻠﻰ‬ ‫( ﻳﺎ ﺑﻧﻲ إﺳراﺋﻳﻝ اذﻛروا ﻧﻌﻣﺗﻲ اﻟﺗﻲ أﻧﻌﻣت ﻋﻠﻳﻛم وأﻧﻲ ﻓﺿﻠﺗﻛم‬Hai Bani Israel! Ingatlah akan nikmat-Ku
yang telah Aku berikan kepadamu dan sesungguhnya Aku telah mengutamakan kamu dari segala umat). Ayat seperti ini telah
kita temui di muka.

öΝèδ Ÿωuρ ×πyè≈xx© $yγãèxΖs? Ÿωuρ ×Αô‰tã $pκ÷]ÏΒ ã≅t6ø)ムŸωuρ $\↔ø‹x© <§ø¯Ρ ⎯tã ë§øtΡ “Ì“øgrB ω $YΒöθtƒ (#θà)¨?$#uρ

∩⊇⊄⊂∪ tβρç|ÇΖãƒ

123. ‫واﺗﻘوا‬ (Dan takutlah kamu akan) ‫ﻳوﻣﺎ ﻻ ﺗﺟزي‬ (suatu hari di waktu tidak dapat menggantikan) ‫ﻧﻔس ﻋن ﻧﻔس‬
(seseorang atas orang yang lainnya) padanya ‫ﻋدﻝ‬ ‫( ﺷﻳﺋﺎ وﻻ ﻳﻘﺑﻝ ﻣﻧﻬﺎ‬sedikit pun dan tidak diterima suatu tebusan darinya)
‫( وﻻ ﺗﻧﻔﻌﻬﺎ ﺷﻔﺎﻋﺔ وﻻ ﻫم ﻳﻧﺻرون‬dan tidak akan memberi manfaat kepadanya suatu syafaat dan tidak pula akan ditolong)
atau dihindarkan dari azab Allah.

Perjanjian Dengan Nabi Ibrahim A.S.

Ÿω tΑ$s% ( ©ÉL−ƒÍh‘èŒ ⎯ÏΒuρ tΑ$s% ( $YΒ$tΒÎ) Ĩ$¨Ψ=Ï9 y7è=Ïæ%y` ’ÎoΤÎ) tΑ$s% ( £⎯ßγ£ϑs?r'sù ;M≈uΚÎ=s3Î/ …çμš/u‘ zΟ↵Ïδ≡tö/Î) #’n?tFö/$# ÏŒÎ)uρ *

∩⊇⊄⊆∪ t⎦⎫ÏϑÎ=≈©à9$# “ωôγtã ãΑ$uΖtƒ

124. ‫و‬ (Dan) ingatlah ‫إذ اﺑﺗﻠﻰ‬ (ketika Ibrahim mendapat ujian) menurut satu qiraat Ibraham ‫إﺑراﻫﻳم رﺑﻪ ﺑﻛﻠﻣﺎت‬ (dari
Tuhannya dengan beberapa kalimat) maksudnya dengan perintah dan larangan yang dibebankan kepadanya. Ada yang
mengatakan manasik atau pekerjaan haji, ada pula berkumur-kumur, menghirup air ke hidung, menggosok gigi, memotong
kumis, membelah rambut, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, berkhitan dan istinja ‫( ﻓﺄﺗﻣﻬن‬lalu

disempurnakannya) maksudnya dikerjakannya secara sempurna. ‫( ﻗﺎﻝ‬Firman-Nya) yakni Allah Taala, ‫إﻧﻲ ﺟﺎﻋﻠك ﻟﻠﻧﺎس‬
‫"( إﻣﺎﻣﺎ‬Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu sebagai imam bagi manusia.") Artinya contoh dan ikutan dalam keagamaan.
‫( ﻗﺎﻝ وﻣن ذرﻳﺗﻲ‬Kata Ibrahim, "Aku mohon juga dari keturunanku!") maksudnya dari anak cucuku dijadikan imam-imam. ‫ﻗﺎﻝ‬
‫( ﻻ ﻳﻧﺎﻝ ﻋﻬدي‬Firman-Nya, "Janji-Ku ini tidak mencapai) untuk dijadikan imam ‫( اﻟظﺎﻟﻣﻳن‬orang-orang yang aniaya") yakni
orang-orang yang ingkar di antara mereka. Sebaliknya bagi orang yang tidak aniaya, tidak tertutup kemungkinan untuk diangkat
sebagai imam.

zΟ↵Ïδ≡tö/Î) #’n<Î) !$tΡô‰Îγtãuρ ( ’~?|ÁãΒ zΟ↵Ïδ≡tö/Î) ÏΘ$s)¨Β ⎯ÏΒ (#ρä‹ÏƒªB$#uρ $YΖøΒr&uρ Ĩ$¨Ζ=Ïj9 Zπt/$sWtΒ |MøŠt7ø9$# $uΖù=yèy_ øŒÎ)uρ

∩⊇⊄∈∪ ÏŠθàf¡9$# Æì2”9$#uρ š⎥⎫ÏÅ3≈yèø9$#uρ t⎦⎫ÏÍ←!$©Ü=Ï9 z©ÉLø‹t/ #tÎdγsÛ βr& Ÿ≅‹Ïè≈yϑó™Î)uρ

125.‫( ٕواذ ﺟﻌﻠﻧﺎ اﻟﺑﻳت‬Dan ketika Kami menjadikan Baitullah itu) yakni Kakbah ‫( ﻣﺛﺎﺑﺔ ﻟﻠﻧﺎس‬sebagai tempat kembali bagi
manusia) maksudnya tempat berkumpul dari segenap pelosok ‫( وأﻣﻧﺎ‬dan tempat yang aman) maksudnya aman dari
penganiayaan dan serangan yang sering terjadi di tempat lain. Sebagai contohnya pernah seseorang menemukan pembunuh
bapaknya, tetapi ia tidak mau membalas dendam di tempat ini, ‫واﺗﺧذوا‬ (dan jadikanlah) hai manusia ‫ﻣن ﻣﻘﺎم إﺑراﻫﻳم‬
(sebagian makam Ibrahim) yakni batu tempat berdirinya Nabi Ibrahim a.s. ketika membangun Baitullah ‫( ﻣﺻﻠﻰ‬sebagai tempat
salat) yaitu dengan mengerjakan salat sunah tawaf di belakangnya. Menurut satu qiraat dibaca 'wattakhadzuu' yang artinya, dan
mereka menjadikan; hingga menjadi kalimat berita. ‫( وﻋﻬدﻧﺎ إﻟﻰ إﺑراﻫﻳم ٕواﺳﻣﺎﻋﻳﻝ‬Dan telah Kami perintahkan kepada
Ibrahim dan Ismail) ‫( أن‬yang bunyinya) ‫ﺑﻳﺗﻲ‬ ‫"( طﻬ ار‬Bersihkanlah rumah-Ku) dari berhala ‫( ﻟﻠطﺎﺋﻔﻳن واﻟﻌﺎﻛﻔﻳن‬untuk orang-
orang yang tawaf, yang iktikaf) artinya yang bermukim di sana ‫اﻟﺳﺟود‬ ‫( واﻟرﻛﻊ‬orang-orang yang rukuk dan orang-orang yang
sujud!") artinya orang-orang yang salat.

«!$$Î/ Νåκ÷]ÏΒ z⎯tΒ#u™ ô⎯tΒ ÏN≡tyϑ¨V9$# z⎯ÏΒ …ã&s#÷δr& ø−ã—ö‘$#uρ $YΖÏΒ#u™ #µ$s#t/ #x‹≈yδ ö≅yèô_$# Éb>u‘ ÞΟ↵Ïδ≡tö/Î) tΑ$s% øŒÎ)uρ

∩⊇⊄∉∪ çÅÁyϑø9$# }§ø♥Î/uρ ( Í‘$¨Ζ9$# É>#x‹tã 4’n<Î) ÿ…çν”sÜôÊr& §ΝèO Wξ‹Î=%s …çμãèÏnGtΒé'sù txx. ⎯tΒuρ tΑ$s% ( ÌÅzFψ$# ÏΘöθu‹ø9$#uρ

126. ‫ﻫذا‬ ‫( ٕواذ ﻗﺎﻝ إﺑراﻫﻳم رب اﺟﻌﻝ‬Dan ketika Ibrahim berdoa, "Ya Tuhanku! Jadikanlah ini) maksudnya tempat ini ‫ﺑﻠدا‬
‫( آﻣﻧﺎ‬sebagai suatu negeri yang aman). Doanya dikabulkan Allah sehingga negeri Mekah dijadikan sebagai suatu negeri yang
suci, darah manusia tidak boleh ditumpahkan, seorang pun tidak boleh dianiaya, tidak boleh pula diburu binatang buruannya dan
dicabut rumputnya. ‫( وارزق أﻫﻠﻪ ﻣن اﻟﺛﻣرات‬Dan berilah penduduknya rezeki berupa buah-buahan) dan ini juga sudah
menjadi kenyataan dengan diangkutnya berbagai macam buah-buahan dari negeri Syam melalui orang-orang yang hendak
tawaf sekalipun tanahnya merupakan suatu tempat yang tandus tanpa air dan tumbuh-tumbuhan ‫ﻣن آﻣن ﻣﻧﻬم ﺑﺎﷲ واﻟﻳوم‬
‫( اﻵﺧر‬yakni yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari akhir") merupakan 'badal' atau kalimat pengganti bagi
'penduduknya' yang dikhususkan dengan doa, sesuai dengan firman-Nya, "Dan janji-Ku ini tidaklah mencapai orang-orang yang
aniaya." ‫( ﻗﺎﻝ و‬Firman Allah, "Dan) Aku beri mereka pula ‫ﻓﺄﻣﺗﻌﻪ‬ ‫( ﻣن ﻛﻔر‬orang-orang kafir lalu Aku beri kesenangan sedikit)
atau sementara, yakni selama hidup di dunia dengan rezeki, dibaca 'fa-umatti`uhu', yakni dengan tasydid. ‫ﻗﻠﻳﻼ‬ ‫ﺛم‬
‫(أﺿطرﻩ‬Kemudian Aku paksa ia) di akhirat kelak ‫( إﻟﻰ ﻋذاب اﻟﻧﺎر‬menjalani siksa neraka) sehingga tidak mendapatkan jalan
keluar ‫اﻟﻣﺻﻳر‬ ‫( وﺑﺋس‬dan itulah seburuk-buruk tempat kembali").

∩⊇⊄∠∪ ÞΟŠÎ=yèø9$# ßìŠÏϑ¡¡9$# |MΡr& y7¨ΡÎ) ( !$¨ΨÏΒ ö≅¬7s)s? $uΖ−/u‘ ã≅ŠÏè≈yϑó™Î)uρ ÏMøt7ø9$# z⎯ÏΒ y‰Ïã#uθs)ø9$# ÞΟ↵Ïδ≡tö/Î) ßìsùötƒ øŒÎ)uρ

127. ‫( و‬Dan) ingatlah ‫اﻟﻘواﻋد‬ ‫( إذ ﻳرﻓﻊ إﺑراﻫﻳم‬ketika Ibrahim meninggikan sendi-sendi) dasar-dasar atau dinding-dinding ‫ﻣن‬
‫(اﻟﺑﻳت‬Baitullah) maksudnya membinanya yang dapat dipahami dari kata 'meninggikan' tadi ‫( ٕواﺳﻣﺎﻋﻳﻝ‬beserta Ismail) `athaf
atau dihubungkan kepada Ibrahim sambil keduanya berdoa, ‫"( رﺑﻧﺎ ﺗﻘﺑﻝ ﻣﻧﺎ‬Ya Tuhan kami! Terimalah dari kami) amal kami
membina ini, ‫إﻧك أﻧت اﻟﺳﻣﻳﻊ‬ (sesungguhnya Engkau Maha Mendengar) akan permohonan kami ‫اﻟﻌﻠﻳم‬ (lagi Maha
Mengetahui) akan perbuatan kami.

|MΡr& y7¨ΡÎ) ( !$oΨø‹n=tã ó=è?uρ $oΨs3Å™$uΖtΒ $tΡÍ‘r&uρ y7©9 ZπyϑÎ=ó¡•Β Zπ¨Βé& !$uΖÏF−ƒÍh‘èŒ ⎯ÏΒuρ y7s9 È⎦÷⎫yϑÎ=ó¡ãΒ $uΖù=yèô_$#uρ $uΖ−/u‘

∩⊇⊄∇∪ ÞΟŠÏm§9$# Ü>#§θ−G9$#

128. ‫ﻣﺳﻠﻣﻳن‬ ‫( رﺑﻧﺎ واﺟﻌﻠﻧﺎ‬Ya Tuhan kami! Jadikanlah kami berdua ini orang yang patuh) dan tunduk ‫( ﻟك و‬kepada-Mu dan)
jadikanlah pula ‫ذرﻳﺗﻧﺎ‬ ‫( ﻣن‬di antara keturunan kami) maksudnya anak cucu kami ‫( أﻣﺔ‬umat) atau golongan ‫( ﻣﺳﻠﻣﺔ ﻟك‬yang
patuh kepada-Mu). 'Min' menyatakan 'sebagian' dan diajukan mereka demikian karena firman Allah yang lalu, 'Dan janji-Ku ini
tidak mencapai orang-orang yang aniaya.' ‫( وأرﻧﺎ‬Dan tunjukkanlah kepada kami) ajarkanlah kepada kami ‫( ﻣﻧﺎﺳﻛﻧﺎ‬syariat
ibadah haji kami) maksudnya cara-cara dan tempat-tempatnya ‫( وﺗب ﻋﻠﻳﻧﺎ إﻧك أﻧت اﻟﺗواب اﻟرﺣﻳم‬dan terimalah tobat
kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang). Mereka bertobat kepada Allah padahal mereka
maksum atau terpelihara dari dosa, disebabkan kerendahan hati mereka dan sebagai pelajaran bagi anak cucu mereka.

|MΡr& y7¨ΡÎ) 4 öΝÍκÏj.t“ãƒuρ sπyϑõ3Ïtø:$#uρ |=≈tGÅ3ø9$# ÞΟßγßϑÏk=yèãƒuρ y7ÏG≈tƒ#u™ öΝÍκön=tæ (#θè=÷Gtƒ öΝåκ÷]ÏiΒ Zωθß™u‘ öΝÎγ‹Ïù ô]yèö/$#uρ $uΖ−/u‘

∩⊇⊄®∪ ÞΟŠÅ3ysø9$# Ⓝ͕yèø9$#


129. ‫( رﺑﻧﺎ واﺑﻌث ﻓﻳﻬم‬Ya Tuhan kami! Utuslah untuk mereka) yakni Ahlulbait ‫( رﺳوﻻ ﻣﻧﻬم‬seorang rasul dari kalangan
mereka) ini telah dikabulkan Allah dengan dibangkitkannya kepada mereka Nabi Muhammad saw. ‫( ﻳﺗﻠو ﻋﻠﻳﻬم آﻳﺎﺗك‬yang
akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu) Alquran ‫( وﻳﻌﻠﻣﻬم اﻟﻛﺗﺎب‬dan mengajari mereka Alkitab) yakni Alquran
‫واﻟﺣﻛﻣﺔ‬ (dan hikmah) maksudnya hukum-hukum yang terdapat di dalamnya ‫وﻳزﻛﻳﻬم‬ (serta menyucikan mereka) dari

kemusyrikan ‫( إﻧك أﻧت اﻟﻌزﻳز‬sesungguhnya Engkau Maha Kuasa) sehingga mengungguli siapa pun ‫( اﻟﺣﻛﻳم‬lagi Maha
Bijaksana") dalam segala tindakan dan perbuatan.

Agama Nabi Ibrahim A.S.

ÍοtÅzFψ$# ’Îû …çμ¯ΡÎ)uρ ( $u‹÷Ρ‘‰9$# ’Îû çμ≈uΖø‹xsÜô¹$# ωs)s9uρ 4 …çμ|¡øtΡ tμÏy™ ⎯tΒ ωÎ) zΟ↵Ïδ≡tö/Î) Ï'©#ÏiΒ ⎯tã Ü=xîötƒ ⎯tΒuρ

∩⊇⊂⊃∪ t⎦⎫ÅsÎ=≈¢Á9$# z⎯Ïϑs9

130. ‫وﻣن‬ (Dan siapakah) maksudnya tidak ada orang ‫ﻳرﻏب ﻋن ﻣﻠﺔ إﺑراﻫﻳم‬ (yang benci pada agama Ibrahim) lalu

meninggalkannya ‫( إﻻ ﻣن ﺳﻔﻪ ﻧﻔﺳﻪ‬kecuali orang yang memperbodoh dirinya sendiri) artinya tidak mengerti bahwa ia
makhluk Allah dan harus mengabdikan diri kepada-Nya atau yang dimaksud, mencelakakan dan menghinakan dirinya sendiri
‫وﻟﻘد اﺻطﻔﻳﻧﺎﻩ ﻓﻲ اﻟدﻧﻳﺎ‬ (dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia) sebagai seorang rasul dan seorang khalil, artinya

'sebagai seorang sahabat', ‫اﻟﺻﺎﻟﺣﻳن‬ ‫( ٕواﻧﻪ ﻓﻲ اﻵﺧرة ﻟﻣن‬dan sesungguhnya di akhirat dia benar-benar termasuk orang-
orang yang saleh) yang mempunyai kedudukan tinggi.

∩⊇⊂⊇∪ t⎦⎫Ïϑn=≈yèø9$# Éb>tÏ9 àMôϑn=ó™r& tΑ$s% ( öΝÎ=ó™r& ÿ…çμš/u‘ …ã&s! tΑ$s% øŒÎ)

131. Ingatlah! ‫أﺳﻠم‬ ‫( إذ ﻗﺎﻝ ﻟﻪ رﺑﻪ‬Ketika Tuhannya berfirman kepadanya, "Tunduk dan berserah dirilah kamu!") maksudnya
"Tunduklah kepada Allah dan bulatkan pengabdianmu kepada-Nya!" ‫اﻟﻌﺎﻟﻣﻳن‬ ‫( ﻗﺎﻝ أﺳﻠﻣت ﻟرب‬Jawab Ibrahim, "Aku tunduk
dan berserah diri kepada Tuhan semesta alam.")

tβθßϑÎ=ó¡•Β ΟçFΡr&uρ ωÎ) £⎯è?θßϑs? Ÿξsù t⎦⎪Ïe$!$# ãΝä3s9 4’s∀Ü


s ô¹$# ©!$# ¨βÎ) ¢©Í_t6≈tƒ Ü>θà)÷ètƒuρ Ïμ‹Ï⊥t/ ÞΟ↵Ïδ≡tö/Î) !$pκÍ5 4©œ»uρuρ

∩⊇⊂⊄∪

132. ‫( ووﺻﻰ ﺑﻬﺎ إﺑراﻫﻳم‬Dan Ibrahim telah mewasiatkan) maksudnya agama itu. Menurut suatu qiraat 'aushaa', ‫وﻳﻌﻘوب‬ ‫ﺑﻧﻳﻪ‬
(kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub) kepada anak-anaknya, katanya, ‫"( ﻳﺎ ﺑﻧﻲ إن اﷲ اﺻطﻔﻰ ﻟﻛم اﻟدﻳن‬Hai
anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu) yakni agama Islam, ‫ﻓﻼ ﺗﻣوﺗن إﻻ وأﻧﺗم ﻣﺳﻠﻣون‬
(maka janganlah kamu mati kecuali dalam menganut agama Islam!") Artinya ia melarang mereka meninggalkan agama Islam
dan menyuruh mereka agar memegang teguh agama itu sampai nyawa berpisah dari badan.

y7yγ≈s9Î) ߉ç7÷ètΡ (#θä9$s% “ω÷èt/ .⎯ÏΒ tβρ߉ç7÷ès? $tΒ Ïμ‹Ï⊥t7Ï9 tΑ$s% øŒÎ) ßNöθyϑø9$# z>θà)÷ètƒ u|Øym øŒÎ) u™!#y‰pκà− öΝçGΨä. ÷Πr&

∩⊇⊂⊂∪ tβθßϑÎ=ó¡ãΒ …ã&s! ß⎯øtwΥuρ #Y‰Ïn≡uρ $Yγ≈s9Î) t,≈ysó™Î)uρ Ÿ≅ŠÏè≈yϑó™Î)uρ zΟ↵Ïδ≡tö/Î) y7Í←!$t/#u™ tμ≈s9Î)uρ

133. Tatkala orang-orang Yahudi mengatakan kepada Nabi saw., "Apakah kamu tidak tahu bahwa ketika akan mati itu Yakub
memesankan kepada putra-putranya supaya memegang teguh agama Yahudi," maka turunlah ayat, ‫ﺷﻬداء‬ ‫"( أم ﻛﻧﺗم‬Apakah
kalian menyaksikan) atau turut hadir ‫إذ‬ ‫( إذ ﺣﺿر ﻳﻌﻘوب اﻟﻣوت‬ketika tanda-tanda kematian telah datang kepada Yakub,
yakni ketika) menjadi 'bada' atau huruf pengganti bagi 'idz' yang sebelumnya, ‫ﻗﺎﻝ ﻟﺑﻧﻳﻪ ﻣﺎ ﺗﻌﺑدون ﻣن ﺑﻌدي‬ (ia

menanyakan kepada anak-anaknya, 'Apa yang kamu sembah sepeninggalku?") yakni setelah aku meninggal? ‫ﻗﺎﻟوا ﻧﻌﺑد إﻟﻬك‬
‫( ٕواﻟﻪ آﺑﺎﺋك إﺑراﻫﻳم ٕواﺳﻣﺎﻋﻳﻝ ٕواﺳﺣﺎق‬Jawab mereka, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu
Ibrahim, Ismail dan Ishak). Ismail dianggap sebagai 'bapak' berdasarkan taghlib atau pukul rata, karena kedudukan paman sama
dengan bapak ‫( إﻟﻬﺎ واﺣدا‬yakni Tuhan Yang Maha Esa) merupakan 'badal' atau kata pengganti dari 'Tuhanmu', ‫وﻧﺣن ﻟﻪ‬
‫( ﻣﺳﻠﻣون‬dan kami tunduk serta berserah diri kepada-Nya.") Kata 'am' atau 'apakah' di atas berarti penolakan, artinya kalian
tidak hadir ketika ia wafat, maka betapa kalian berani menyatakan dan mengucapkan kepadanya perkataan yang tidak-tidak!

∩⊇⊂⊆∪ tβθè=uΚ÷ètƒ (#θçΡ%x. $£ϑtã tβθè=t↔ó¡è? Ÿωuρ ( öΝçFö;|¡x. $¨Β Νä3s9uρ ôMt6|¡x. $tΒ $yγs9 ( ôMn=yz ô‰s% ×π¨Βé& y7ù=Ï?

134.‫( ﺗﻠك‬Itu) isyarat kepada Ibrahim dan Yakub serta anak cucu mereka, menjadi 'mubtada' atau subyek dan dipakai kata

muannats/jenis wanita disebabkan predikatnya yang muannats pula, ‫ﺧﻠت‬ ‫( أﻣﺔ ﻗد‬adalah umat yang telah lalu) ‫ﻟﻬﺎ ﻣﺎ ﻛﺳﺑت‬
(bagi mereka apa yang telah mereka usahakan) maksudnya balasan atau ganjaran amal perbuatan mereka ‫( وﻟﻛم‬dan bagi
kamu) ditujukan kepada orang-orang Yahudi ‫ﻳﻌﻣﻠون‬ ‫( ﻣﺎ ﻛﺳﺑﺗم وﻻ ﺗﺳﺄﻟون ﻋﻣﺎ ﻛﺎﻧوا‬apa yang kamu usahakan dan kamu
tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang apa-apa yang mereka kerjakan) sebagaimana mereka tidak pula akan diminta
pertanggungjawaban tentang amal perbuatanmu. Kalimat yang di belakang ini memperkuat maksud kalimat di muka.

∩⊇⊂∈∪ t⎦⎫Ï.Îô³ßϑø9$# z⎯ÏΒ tβ%x. $tΒuρ ( $Z‹ÏΖym zΟ↵Ïδ≡tö/Î) s'©#ÏΒ ö≅t/ ö≅è% 3 (#ρ߉tGöκsE 3“t≈|ÁtΡ ÷ρr& #·Šθèδ (#θçΡθà2 (#θä9$s%uρ

135. ‫ﺗﻬﺗدوا‬ ‫( وﻗﺎﻟوا ﻛوﻧوا ﻫودا أو ﻧﺻﺎرى‬Dan kata mereka, "Jadilah kamu sebagai penganut agama Yahudi atau Kristen,
niscaya kamu mendapat petunjuk.") 'Au' yang berarti 'atau' berfungsi sebagai pemisah. Yang pertama diucapkan oleh orang-
orang Yahudi Madinah, sedangkan yang kedua oleh kaum Kristen Najran. ‫( ﻗﻝ‬Katakanlah) kepada mereka ‫( ﺑﻝ‬tidak, bahkan)

kami akan mengikuti ‫( ﻣﻠﺔ إﺑراﻫﻳم ﺣﻧﻳﻔﺎ‬agama Ibrahim yang lurus) yang bertentangan dengan agama lain dan berpaling
menjadi agama yang lurus dan benar. 'Hanifa' ini menjadi 'hal' dari Ibrahim. ‫( وﻣﺎ ﻛﺎن ﻣن اﻟﻣﺷرﻛﻳن‬Dan bukanlah dia dari
golongan orang-orang musyrik).

!$tΒuρ ÅÞ$t6ó™F{$#uρ z>θà)÷ètƒuρ t,≈ysó™Î)uρ Ÿ≅ŠÏè≈oÿôœÎ)uρ zΟ↵Ïδ≡tö/Î) #’n<Î) tΑÌ“Ρé& !$tΒuρ $uΖøŠs9Î) tΑÌ“Ρé& !$tΒuρ «!$$Î/ $¨ΨtΒ#u™ (#þθä9θè%

tβθãΚÎ=ó¡ãΒ …çμs9 ß⎯øtwΥuρ óΟßγ÷ΨÏiΒ 7‰tnr& t⎦÷⎫t/ ä−ÌhxçΡ Ÿω óΟÎγÎn/§‘ ⎯ÏΒ šχθ–ŠÎ;¨Ψ9$# u’ÎAρé& !$tΒuρ 4©|¤ŠÏãuρ 4©y›θãΒ u’ÎAρé&

∩⊇⊂∉∪

136. ‫( ﻗوﻟوا‬Katakanlah,) ucapan ini ditujukan kepada orang-orang beriman ‫إﻟﻳﻧﺎ‬ ‫"( آﻣﻧﺎ ﺑﺎﷲ وﻣﺎ أﻧزﻝ‬Kami beriman kepada
Allah dan pada apa yang diturunkan kepada kami) yakni Alquran ‫( وﻣﺎ أﻧزﻝ إﻟﻰ إﺑراﻫﻳم‬dan pada apa yang diturunkan
kepada Ibrahim) yakni shuhuf, yaitu lembaran-lembaran yang sepuluh‫( ٕواﺳﻣﺎﻋﻳﻝ ٕواﺳﺣﺎق وﻳﻌﻘوب واﻷﺳﺑﺎط‬kepada
Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya) ‫( وﻣﺎ أوﺗﻲ ﻣوﺳﻰ‬dan apa yang diberikan kepada Musa) berupa Taurat ‫( وﻋﻳﺳﻰ‬dan

Isa) yakni Injil ‫رﺑﻬم‬ ‫( وﻣﺎ أوﺗﻲ اﻟﻧﺑﻳون ﻣن‬begitu juga yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka) baik berupa kitab
maupun ayat. ‫ﻣﻧﻬم‬ ‫( ﻻ ﻧﻔرق ﺑﻳن أﺣد‬Tidaklah kami beda-bedakan seorang pun di antara mereka) sehingga mengakibatkan
kami beriman kepada sebagian dan kafir kepada sebagian yang lain sebagaimana halnya orang-orang Yahudi dan Kristen,
‫( وﻧﺣن ﻟﻪ ﻣﺳﻠﻣون‬dan kami hanya tunduk kepada-Nya semata.")

4 ª!$# ãΝßγx6‹Ïõ3‹u |¡sù ( 5−$s)Ï© ’Îû öΝèδ $oÿ©ςÎ*sù (#öθ©9uθs? βÎ)¨ρ ( (#ρy‰tG÷δ$# ωs)sù ⎯ÏμÎ/ Λä⎢ΨtΒ#u™ !$tΒ È≅÷VÏϑÎ/ (#θãΖtΒ#u™ ÷βÎ*sù

∩⊇⊂∠∪ ÞΟŠÎ=yèø9$# ßìŠÏϑ¡¡9$# uθèδuρ

137. ‫( ﻓﺈن آﻣﻧوا‬Maka jika mereka beriman) yakni orang-orang Yahudi dan Kristen tadi ‫( ﺑﻣﺛﻝ‬dengan) 'mitsli' atau 'seperti'
hanya sebagai tambahan ‫ﺗوﻟوا‬ ‫( ﻣﺎ آﻣﻧﺗم ﺑﻪ ﻓﻘد اﻫﺗدوا ٕوان‬apa yang kamu imani, maka mereka telah memperoleh petunjuk
dan jika mereka berpaling) dari keimanan itu, ‫ﺷﻘﺎق‬ ‫( ﻓﺈﻧﻣﺎ ﻫم ﻓﻲ‬berarti mereka dalam permusuhan) denganmu. ‫ﻓﺳﻳﻛﻔﻳﻛﻬم‬
‫( اﷲ‬Maka Allah akan memeliharamu dari permusuhan mereka itu) hai Muhammad! ‫( وﻫو اﻟﺳﻣﻳﻊ‬Dan Allah Maha Mendengar)
ucapan-ucapan mereka ‫( اﻟﻌﻠﻳم‬lagi Maha Mengetahui) semua keadaan mereka. Misalnya kamu telah ditolong-Nya dengan
pembunuhan Bani Quraizhah, pengusiran Bani Nadhir dan pembebanan upeti atas mereka.

∩⊇⊂∇∪ tβρ߉Î7≈tã …ã&s! ß⎯øtwΥuρ ( Zπtóö7Ϲ «!$# š∅ÏΒ ß⎯|¡ômr& ô⎯tΒuρ ( «!$# sπtóö7Ϲ

138. ‫( ﺻﺑﻐﺔ اﷲ‬Celupan Allah) 'mashdar' yang memperkuat 'kami beriman' tadi. Mendapat baris di atas sebagai maf`ul
muthlak dari fi`il yang tersembunyi yang diperkirakan berbunyi 'Shabaghanallaahu shibghah', artinya "Allah mencelup kami suatu
celupan". Sedang maksudnya ialah agama-Nya yang telah difitrahkan-Nya atas manusia dengan pengaruh dan bekasnya yang
menonjol, tak ubah bagai celupan terhadap kain. ‫( وﻣن‬Dan siapakah) maksudnya tidak seorang pun ‫ﺻﺑﻐﺔ‬ ‫أﺣﺳن ﻣن اﷲ‬
(yang lebih baik celupannya dari Allah) shibghah di sini menjadi 'tamyiz' ‫( وﻧﺣن ﻟﻪ ﻋﺎﺑدون‬dan hanya kepada-Nya kami
menyembah).

∩⊇⊂®∪ tβθÝÁÎ=øƒèΧ …çμs9 ß⎯øtwΥuρ öΝä3è=≈yϑôãr& öΝä3s9uρ $oΨè=≈yϑôãr& !$oΨs9uρ öΝà6š/u‘uρ $uΖš/u‘ uθèδuρ «!$# ’Îû $oΨtΡθ•_!$ysè?r& ö≅è%

139.‫( ﻗﻝ‬Katakanlah) kepada mereka! ‫"( أﺗﺣﺎﺟوﻧﻧﺎ‬Apakah kamu hendak memperbantahkan) dengan kami ‫( ﻓﻲ اﷲ‬tentang
Allah) karena Dia memilih seorang nabi dari kalangan Arab? ‫( وﻫو رﺑﻧﺎ ورﺑﻛم‬Padahal Dia adalah Tuhan kamu) dan berhak
memilih siapa saja yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya ‫( وﻟﻧﺎ أﻋﻣﺎﻟﻧﺎ وﻟﻛم أﻋﻣﺎﻟﻛم‬dan bagi kamu amalan
kamu) dan kamu akan memperoleh balasannya pula dan tidak mustahil jika di antara amal-amalan kami itu ada yang patut
menerima ganjaran istimewa ‫( وﻧﺣن ﻟﻪ ﻣﺧﻠﺻون‬dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan) agama dan amalan kami;
berbeda halnya dengan kamu, sehingga sepatutnyalah kami yang dipilih-Nya. 'Hamzah' atau 'apakah' di atas, maksudnya
menolak, sedangkan ketiga kalimat di belakang berarti 'hal'.

ö≅è% 3 3“t≈|ÁtΡ ÷ρr& #·Šθèδ (#θçΡ%x. xÞ$t7ó™F{$#uρ šUθà)÷ètƒuρ šY≈ysó™Î)uρ Ÿ≅‹Ïè≈yϑó™Î)uρ zΟ↵Ïδ≡tö/Î) ¨βÎ) tβθä9θà)s? ôΘr&

tβθè=yϑ÷ès? $£ϑtã @≅Ï≈tóÎ/ ª!$# $tΒuρ 3 «!$# š∅ÏΒ …çνy‰ΨÏã ¸οy‰≈yγx© zΟtGx. ⎯£ϑÏΒ ãΝn=øßr& ô⎯tΒuρ 3 ª!$# ÏΘr& ãΝn=ôãr& öΝçFΡr&u™

∩⊇⊆⊃∪

140. ‫( أم‬Atau) apakah ‫( ﺗﻘوﻟون‬kamu hendak mengatakan) ada pula yang membaca 'yaquuluuna', artinya mereka hendak
mengatakan ‫( إن إﺑراﻫﻳم ٕواﺳﻣﺎﻋﻳﻝ ٕواﺳﺣﺎق وﻳﻌﻘوب واﻷﺳﺑﺎط ﻛﺎﻧوا ﻫودا أو ﻧﺻﺎرى ﻗﻝ‬bahwa Ibrahim, Ismail,
Ishak, Yakub dan anak cucunya adalah penganut agama Yahudi dan Kristen?" Katakanlah) kepada mereka, ‫اﷲ‬ ‫أأﻧﺗم أﻋﻠم أم‬
("Apakah kamu yang lebih tahu ataukah Allah") artinya Allahlah yang lebih mengetahui dan Allah sendiri telah membebaskan
Ibrahim dari kedua agama itu, firman-Nya, ‫" ﻣﺎ ﻛﺎن إﺑراﻫﻳم ﻳﻬودﻳﺎ وﻻ ﻧﺻراﻧﻳﺎ‬Ibrahim itu bukanlah seorang Yahudi atau
Kristen." Demikian pula nabi-nabi yang disebutkan bersamanya mereka itu adalah juga mengikuti agamanya. ‫وﻣن أظﻠم ﻣﻣن‬
‫( ﻛﺗم‬Dan siapakah lagi yang aniaya daripada orang yang menyembunyikan) atau merahasiakan kepada umat manusia ‫ﺷﻬﺎدة‬
‫( ﻋﻧدﻩ‬kesaksian yang terdapat padanya) ‫( ﻣن اﷲ‬dari Allah) maksudnya tidak ada lain yang lebih aniaya daripadanya. Yang
dituju adalah orang-orang Yahudi yang menyembunyikan kesaksian Allah dalam Taurat bahwa Ibrahim itu menganut agama
hanafiah, yaitu agama Islam yang lurus.‫ﺗﻌﻣﻠون‬ ‫وﻣﺎ اﷲ ﺑﻐﺎﻓﻝ ﻋﻣﺎ‬ (Dan Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu
kerjakan) merupakan ancaman dan peringatan terhadap mereka.

∩⊇⊆⊇∪ šχθè=yϑ÷ètƒ (#θçΡ%x. $£ϑtã tβθè=t↔ó¡è? Ÿωuρ ( óΟçFö;|¡x. $¨Β Νä3s9uρ ôMt6|¡x. $tΒ $oλm; ( ôMn=yz ô‰s% ×π¨Βé& y7ù=Ï?
141. ‫( ﺗﻠك أﻣﺔ ﻗد ﺧﻠت ﻟﻬﺎ ﻣﺎ ﻛﺳﺑت وﻟﻛم ﻣﺎ ﻛﺳﺑﺗم وﻻ ﺗﺳﺄﻟون ﻋﻣﺎ ﻛﺎﻧوا ﻳﻌﻣﻠون‬Mereka itu adalah umat yang
telah lalu, bagi mereka apa yang telah mereka usahakan dan bagi kamu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta
pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan). Ayat seperti ini telah kita temui di muka.

KA’ABAH ADALAH KIBLAT BAGI SELURUH UMAT ISLAM

Sekitar Pemindahan Kiblat

4 Ü>Ìøóyϑø9$#uρ ä−Îô³pRùQ$# °! ≅è% 4 $yγø‹n=tæ (#θçΡ%x. ©ÉL©9$# ãΝÍκÉJn=ö6Ï% ⎯tã öΝßγ9©9uρ $tΒ Ä¨$¨Ζ9$# z⎯ÏΒ â™!$yγx¡9$# ãΑθà)u‹y™ *

∩⊇⊆⊄∪ 5ΟŠÉ)tGó¡•Β :Þ≡uÅÀ 4’n<Î) â™!$t±o„ ⎯tΒ “ωöκu‰

142. ‫اﻟﻧﺎس‬ ‫( ﺳﻳﻘوﻝ اﻟﺳﻔﻬﺎء ﻣن‬Orang-orang yang bodoh, kurang akalnya, di antara manusia) yakni orang-orang Yahudi dan
kaum musyrikin akan mengatakan, ‫وﻻﻫم‬ ‫( ﻣﺎ‬Apakah yang memalingkan mereka) yakni Nabi saw. dan kaum mukminin ‫ﻋن‬
‫(ﻗﺑﻠﺗﻬم اﻟﺗﻲ ﻛﺎﻧوا ﻋﻠﻳﻬﺎ‬dari kiblat mereka yang mereka pakai selama ini) maksudnya yang mereka tuju di waktu salat, yaitu
Baitulmakdis. Menggunakan 'sin' yang menunjukkan masa depan, merupakan pemberitaan tentang peristiwa gaib. ‫ﻗﻝ ﷲ‬
‫( اﻟﻣﺷرق واﻟﻣﻐرب‬Katakanlah, "Milik Allahlah timur dan barat) maksudnya semua arah atau mata angin adalah milik Allah
belaka, sehingga jika Dia menyuruh kita menghadap ke arah mana saja, maka tak ada yang akan menentang-Nya. ‫ﻳﻬدي ﻣن‬
‫( ﻳﺷﺎء‬Dia memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya) sesuai dengan petunjuk-Nya ‫( إﻟﻰ ﺻراط ﻣﺳﺗﻘﻳم‬ke jalan
yang lurus") yakni agama Islam. Termasuk dalam golongan itu ialah kamu sendiri dan sebagai buktinya ialah:

$tΒuρ 3 #Y‰‹Îγx© öΝä3ø‹n=tæ ãΑθß™§9$# tβθä3tƒuρ Ĩ$¨Ψ9$# ’n?tã u™!#y‰pκà− (#θçΡθà6tGÏj9 $VÜy™uρ Zπ¨Βé& öΝä3≈oΨù=yèy_ y7Ï9≡x‹x.uρ

ôMtΡ%x. βÎ)uρ 4 Ïμø‹t7É)tã 4’n?tã Ü=Î=s)Ζtƒ ⎯£ϑÏΒ tΑθß™§9$# ßìÎ6®Ktƒ ⎯tΒ zΝn=÷èuΖÏ9 ωÎ) !$pκön=tæ |MΖä. ©ÉL©9$# s's#ö7É)ø9$# $oΨù=yèy_

ÒΟŠÏm§‘ Ô∃ρâ™ts9 Ĩ$¨Ψ9$$Î/ ©!$# χÎ) 4 öΝä3oΨ≈yϑƒÎ) yì‹ÅÒã‹Ï9 ª!$# tβ%x. $tΒuρ 3 ª!$# “y‰yδ t⎦⎪Ï%©!$# ’n?tã ωÎ) ¸οuÎ7s3s9

∩⊇⊆⊂∪

143. ‫وﻛذﻟك‬ (Demikian pula) sebagaimana Kami telah membimbing kamu padanya. ‫ﺟﻌﻠﻧﺎﻛم‬ (Kami jadikan kamu) hai

Muhammad ‫وﺳطﺎ‬ ‫( أﻣﺔ‬sebagai umat yang pertengahan) artinya sebagai umat yang adil dan pilihan, ‫ﻟﺗﻛوﻧوا ﺷﻬداء ﻋﻠﻰ‬
‫اﻟﻧﺎس‬ (agar kamu sekalian menjadi saksi terhadap umat manusia) pada hari kiamat bahwa rasul-rasul mereka telah

menyampaikan risalah kepada mereka ‫ﺷﻬﻳدا‬ ‫( وﻳﻛون اﻟرﺳوﻝ ﻋﻠﻳﻛم‬dan agar rasul menjadi saksi terhadap kamu sekalian)
bahwa ia telah menyampaikan risalahnya kepadamu. ‫( وﻣﺎ ﺟﻌﻠﻧﺎ اﻟﻘﺑﻠﺔ‬Dan tidaklah Kami jadikan kiblat) kamu sekarang ini
‫( اﻟﺗﻲ ﻛﻧت ﻋﻠﻳﻬﺎ‬menurut arah kiblatmu dulu) yaitu Kaabah yang menjadi kiblatmu yang mula-mula. Di Mekah Nabi saw.
ketika salat menghadap ke sana dan tatkala ia hijrah ke Madinah disuruhnya menghadap ke Baitulmakdis guna mengambil hati
orang-orang Yahudi. Ada 16 atau 17 bulan lamanya Nabi menghadap ke Baitulmakdis, lalu kembali menghadap ke Kaabah ‫إﻻ‬
‫( ﻟﻧﻌﻠم‬melainkan agar Kami ketahui) menurut ilmu lahir ‫( ﻣن ﻳﺗﺑﻊ اﻟرﺳوﻝ‬siapa yang mengikuti rasul) lalu membenarkannya
‫( ﻣﻣن ﻳﻧﻘﻠب ﻋﻠﻰ ﻋﻘﺑﻳﻪ‬di antara orang-orang yang membelot) artinya murtad dan kembali pada kekafiran disebabkan
keragu-raguan terhadap agama dan dugaan bahwa Nabi saw. dalam kebimbangan menghadapi urusannya. Memang ada
segolongan orang yang murtad disebabkan ini. ‫( ٕوان‬Dan sungguh) 'in' berasal dari 'inna', sedangkan isimnya dibuang dan pada

mulanya berbunyi 'wa-innaha', artinya 'dan sesungguhnya ia' ‫( ﻛﺎﻧت‬adalah ia) yakni pemindahan kiblat itu ‫( ﻟﻛﺑﻳرة‬amat berat)
amat sulit diterima manusia, ‫( إﻻ ﻋﻠﻰ اﻟذﻳن ﻫدى اﷲ‬kecuali bagi orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah) di antara
mereka ‫إﻳﻣﺎﻧﻛم‬ ‫( وﻣﺎ ﻛﺎن اﷲ ﻟﻳﺿﻳﻊ‬dan Allah tidak akan menyia-nyiakan keimanan mereka) maksudnya salat mereka yang
dulu menghadap ke Baitulmakdis, tetapi akan tetap memberi pahala kepada mereka karenanya. Sebagaimana kita ketahui
sebab turun ayat ini adalah datangnya pertanyaan mengenai orang yang meninggal sebelum pemindahan kiblat. ‫إن اﷲ‬
‫( ﺑﺎﻟﻧﺎس‬Sesungguhnya Allah terhadap manusia) yakni yang beriman ‫( ﻟرؤوف رﺣﻳم‬Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
sehingga Dia tidak akan menyia-nyiakan amal perbuatan mereka. 'Ra`fah', artinya amat pengasih dan didahulukan agar lebih
tepat menemui sasaran.

4 ÏΘ#tysø9$# ωÉfó¡yϑø9$# tôÜx© y7yγô_uρ ÉeΑuθsù 4 $yγ9|Êös? \'s#ö7Ï% y7¨ΨuŠÏj9uθãΨn=sù ( Ï™!$yϑ¡¡9$# ’Îû y7Îγô_uρ |==s)s? 3“ttΡ ô‰s%

3 öΝÎγÎn/§‘ ⎯ÏΒ ‘,ysø9$# çμ¯Ρr& tβθßϑn=÷èu‹s9 |=≈tGÅ3ø9$# (#θè?ρé& t⎦⎪Ï%©!$# ¨βÎ)uρ 3 …çνtôÜx© öΝä3yδθã_ãρ (#θ—9uθsù óΟçFΖä. $tΒ ß]øŠymuρ

∩⊇⊆⊆∪ tβθè=yϑ÷ètƒ $£ϑtã @≅Ï≈tóÎ/ ª!$# $tΒuρ

144. ‫( ﻗد‬Sungguh) menyatakan kepastian ‫( ﻧرى ﺗﻘﻠب‬telah Kami lihat perpalingan) atau tengadah ‫( وﺟﻬك ﻓﻲ‬wajahmu ke)
arah ‫( اﻟﺳﻣﺎء‬langit) menunggu-nunggu kedatangan wahyu dan rindu menerima perintah untuk menghadap Kaabah. Sebabnya

tidak lain karena ia merupakan kiblat Nabi Ibrahim dan lebih menggugah untuk masuk Islamnya orang-orang Arab ‫ﻓﻠﻧوﻟﻳﻧك‬
(maka sungguh akan Kami palingkan kamu) pindahkan kiblatmu ‫( ﻗﺑﻠﺔ ﺗرﺿﺎﻫﺎ‬ke kiblat yang kamu ridai) yang kamu sukai.
‫( ﻓوﻝ وﺟﻬك‬Maka palingkanlah mukamu) artinya menghadaplah di waktu salat ‫( ﺷطر اﻟﻣﺳﺟد اﻟﺣرام‬ke arah Masjidilharam)
yakni Kaabah ‫( وﺣﻳث ﻣﺎ ﻛﻧﺗم‬dan di mana saja kamu berada) ditujukan kepada seluruh umat ‫( ﻓوﻟوا وﺟوﻫﻛم‬palingkanlah
mukamu) dalam salat ‫أﻧﻪ‬ ‫( ﺷطرﻩ ٕوان اﻟذﻳن أوﺗوا اﻟﻛﺗﺎب ﻟﻳﻌﻠﻣون‬ke arahnya! Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi
Alkitab sama mengetahui bahwa itu) maksudnya pemindahan kiblat ke arah Kaabah ‫( اﻟﺣق‬benar) tidak disangsikan lagi ‫ﻣن‬
‫( رﺑﻬم‬dari Tuhan mereka) karena di dalam kitab-kitab suci mereka dinyatakan bahwa di antara ciri-ciri Nabi saw. ialah terjadinya
pemindahan kiblat di masanya. ‫ﺗﻌﻣﻠون‬ ‫( وﻣﺎ اﷲ ﺑﻐﺎﻓﻝ ﻋﻣﺎ‬Dan Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan) jika
dengan ta, maka ditujukan kepada 'kamu' hai orang-orang yang beriman, yang mematuhi segala perintah-Nya, sebaliknya bila
dengan ya, maka ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang menyangkal soal kiblat ini.

ΟßγàÒ÷èt/ $tΒuρ 4 öΝåκtJn=ö6Ï% 8ìÎ/$tFÎ/ |MΡr& !$tΒuρ 4 y7tFn=ö7Ï% (#θãèÎ7s? $¨Β 7πtƒ#u™ Èe≅ä3Î/ |=≈tGÅ3ø9$# (#θè?ρé& t⎦⎪Ï%©!$# |MøŠs?r& ÷⎦È⌡9s uρ

z⎯Ïϑ©9 #]ŒÎ) š¨ΡÎ)   ÄΝù=Ïèø9$# š∅ÏΒ x8u™!$y_ $tΒ Ï‰÷èt/ .⎯ÏiΒ Νèδu™!#uθ÷δr& |M÷èt7¨?$# È⎦È⌡s9uρ 4 <Ù÷èt/ s's#ö6Ï% 8ìÎ/$tFÎ/

∩⊇⊆∈∪ š⎥⎫ÏϑÎ=≈©à9$#

145. ‫( وﻟﺋن‬Dan sesungguhnya jika) lam untuk sumpah ‫آﻳﺔ‬ ‫( أﺗﻳت اﻟذﻳن أوﺗوا اﻟﻛﺗﺎب ﺑﻛﻝ‬kamu datangkan kepada orang-
orang yang diberi Alkitab semua bukti) atas kebenaranmu tentang soal kiblat ‫( ﻣﺎ ﺗﺑﻌوا‬mereka tidak mengikuti) maksudnya
tidak akan mengikuti ‫( ﻗﺑﻠﺗك‬kiblatmu) disebabkan keingkaran ‫( وﻣﺎ أﻧت ﺑﺗﺎﺑﻊ ﻗﺑﻠﺗﻬم‬dan kamu pun tidak akan mengikuti
kiblat mereka). Hal ini dipastikan Allah mengingat keinginan kuat dari Nabi agar mereka masuk Islam dan keinginan kuat mereka
agar Nabi saw. kembali berkiblat ke Baitulmakdis. ‫( وﻣﺎ ﺑﻌﺿﻬم ﺑﺗﺎﺑﻊ ﻗﺑﻠﺔ ﺑﻌض‬Dan sebagian mereka pun tidak akan
mengikuti kiblat sebagian yang lain) maksudnya orang-orang Yahudi terhadap kiblat orang-orang Kristen dan sebaliknya orang-
orang Kristen terhadap kiblat orang-orang Yahudi. ‫( وﻟﺋن اﺗﺑﻌت أﻫواءﻫم‬Dan sekiranya kamu mengikuti keinginan mereka)
yang mereka ajukan dan tawarkan kepadamu ‫( ﻣن ﺑﻌد ﻣﺎ ﺟﺎءك ﻣن اﻟﻌﻠم‬setelah datang ilmu kepadamu) maksudnya
wahyu, ‫( إﻧك إذا‬maka kalau begitu kamu) apabila kamu mengikuti mereka ‫( ﻟﻣن اﻟظﺎﻟﻣﻳن‬termasuk golongan orang-orang
yang aniaya).

öΝèδuρ ¨,ysø9$# tβθßϑçGõ3u‹s9 öΝßγ÷ΖÏiΒ $Z)ƒÌsù ¨βÎ)uρ ( öΝèδu™!$oΨö/r& tβθèùÌ÷ètƒ $yϑx. …çμtΡθèùÌ÷ètƒ |=≈tGÅ3ø9$# ãΝßγ≈uΖ÷s?#u™ t⎦⎪Ï%©!$#

∩⊇⊆∉∪ tβθßϑn=ôètƒ

146. ‫ﻳﻌرﻓوﻧﻪ‬ ‫( اﻟذﻳن آﺗﻳﻧﺎﻫم اﻟﻛﺗﺎب‬Orang-orang yang Kami beri Alkitab mengenalnya) Muhammad ‫ﻛﻣﺎ ﻳﻌرﻓون أﺑﻧﺎءﻫم‬
(sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri) karena disebutkan ciri-cirinya dalam kitab-kitab suci mereka. Kata
Ibnu Salam, "Sesungguhnya ketika aku melihatnya, maka aku pun segera mengenalnya, sebagaimana aku mengenal putraku
sendiri, bahkan lebih kuat lagi mengenal Muhammad." ‫( ٕوان ﻓرﻳﻘﺎ ﻣﻧﻬم ﻟﻳﻛﺗﻣون اﻟﺣق‬Dan sesungguhnya sebagian di
antara mereka menyembunyikan kebenaran) maksudnya ciri-cirinya itu ‫ﻳﻌﻠﻣون‬ ‫( وﻫم‬padahal mereka mengetahui) keadaanmu
dan siapa kamu yang sebenarnya.

∩⊇⊆∠∪ t⎦⎪ÎtIôϑßϑø9$# z⎯ÏΒ ¨⎦sðθä3s? Ÿξsù ( y7Îi/¢‘ ⎯ÏΒ ‘,ysø9$#


147. ‫( اﻟﺣق‬Kebenaran itu) betapa pun ‫( ﻣن رﺑك ﻓﻼ ﺗﻛوﻧن ﻣن اﻟﻣﻣﺗرﻳن‬dari Tuhanmu, maka janganlah kamu berada
dalam keragu-raguan) dalam kebimbangan, misalnya mengenai soal kiblat ini. Susunan kata seperti itu lebih kuat lagi daripada
mengatakan, "Jangan kamu ragu!"

Èe≅ä. 4’n?tã ©!$# ¨βÎ) 4 $·èŠÏϑy_ ª!$# ãΝä3Î/ ÏNù'tƒ (#θçΡθä3s? $tΒ t⎦ø⎪r& 4 ÏN≡uöy‚ø9$# (#θà)Î7tFó™$$sù ( $pκÏj9uθãΒ uθèδ îπyγô_Íρ 9e≅ä3Ï9uρ

∩⊇⊆∇∪ ÖƒÏ‰s% &™ó©x«

148. ‫( وﻟﻛﻝ‬Dan bagi masing-masing) maksudnya masing-masing umat ‫( وﺟﻬﺔ‬ada arah dan tujuan) maksudnya kiblat ‫ﻫو‬
‫( ﻣوﻟﻳﻬﺎ‬tempat ia menghadapkan wajahnya) di waktu salatnya. Menurut suatu qiraat bukan 'muwalliihaa' tetapi 'muwallaahaa'
yang berarti majikan atau yang menguasainya, ‫( ﻓﺎﺳﺗﺑﻘوا اﻟﺧﻳرات‬maka berlomba-lombalah berbuat kebaikan) yakni segera
menaati dan menerimanya. ‫أﻳن ﻣﺎ ﺗﻛوﻧوا ﻳﺄت ﺑﻛم اﷲ ﺟﻣﻳﻌﺎ‬ (Di mana saja kamu berada, pastilah Allah akan

mengumpulkan kamu semua) yakni di hari kiamat, lalu dibalas-Nya amal perbuatanmu. ‫إن اﷲ ﻋﻠﻰ ﻛﻝ ﺷﻲء ﻗدﻳر‬
(Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu).

@≅Ï≈tóÎ/ ª!$# $tΒuρ 3 y7Îi/¢‘ ⎯ÏΒ ‘,ysù=s9 …çμ¯ΡÎ)uρ ( ÏΘ#tysø9$# ωÉfó¡yϑø9$# tôÜx© y7yγô_uρ ÉeΑuθsù |Mô_tyz ß]ø‹ym ô⎯ÏΒuρ

∩⊇⊆®∪ tβθè=yϑ÷ès? $£ϑtã

149. ‫ﺧرﺟت‬ ‫( وﻣن ﺣﻳث‬Dan dari mana saja kamu keluar) untuk sesuatu perjalanan, ‫ﻓوﻝ وﺟﻬك ﺷطر اﻟﻣﺳﺟد اﻟﺣرام‬
‫( ٕواﻧﻪ ﻟﻠﺣق ﻣن رﺑك وﻣﺎ اﷲ ﺑﻐﺎﻓﻝ ﻋﻣﺎ ﺗﻌﻣﻠون‬maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan sesungguhnya
itu merupakan ketentuan yang hak dari Tuhanmu dan Allah tidak lalai terhadap apa yang kamu kerjakan) dibaca dengan ta dan
ya. Ayat seperti ini telah kita temui dulu dan diulang-ulang untuk menyatakan persamaan hukum dalam perjalanan dan lain-
lainnya.

öΝà6yδθã_ãρ (#θ—9uθsù óΟçFΖä. $tΒ ß]øŠymuρ 4 ÏΘ#tysø9$# ωÉfó¡yϑø9$# tôÜx© y7yγô_uρ ÉeΑuθsù |Mô_tyz ß]ø‹ym ô⎯ÏΒuρ

§ΝÏ?T{uρ ’ÎΤöθt±÷z$#uρ öΝèδöθt±øƒrB Ÿξsù öΝåκ÷]ÏΒ (#θßϑn=sß š⎥⎪Ï%©!$# ωÎ) îπ¤fãm öΝä3ø‹n=tæ Ĩ$¨Ψ=Ï9 tβθä3tƒ ξy∞Ï9 …çνtôÜx©

∩⊇∈⊃∪ tβρ߉tGöηs? öΝä3¯=yès9uρ ö/ä3ø‹n=tæ ©ÉLyϑ÷èÏΡ

150. ‫ﺷطرﻩ‬ ‫( وﻣن ﺣﻳث ﺧرﺟت ﻓوﻝ وﺟﻬك ﺷطر اﻟﻣﺳﺟد اﻟﺣرام وﺣﻳث ﻣﺎ ﻛﻧﺗم ﻓوﻟوا وﺟوﻫﻛم‬Dan dari mana saja
kamu berangkat, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah
mukamu ke arahnya!) Diulang-ulang untuk memperkuat ‫ﻟﻠﻧﺎس‬ ‫( ﻟﺋﻼ ﻳﻛون‬agar tidak ada bagi manusia) baik Yahudi maupun
orang musyrik ‫( ﻋﻠﻳﻛم ﺣﺟﺔ‬hujah atas kamu) maksudnya alasan agar kamu meninggalkan dan berpaling ke arah lainnya,
yakni untuk menyangkal perdebatan mereka dengan kamu, misalnya kata orang-orang Yahudi, "Ia mengingkari agama kita
tetapi ia mengikuti arah kiblat kita," dan kata orang-orang musyrik, "Ia mengaku mengikuti agama Ibrahim tetapi ia melanggar
arah kiblatnya," ‫( إﻻ اﻟذﻳن ظﻠﻣوا ﻣﻧﻬم‬kecuali orang-orang yang aniaya di antara mereka) disebabkan keingkaran. Mereka
mengatakan bahwa perpalingan Muhammad ke Kakbah itu sebabnya tidak lain hanyalah karena kecenderungannya pada
agama nenek moyangnya. 'Itstitsna' atau pengecualian di sini adalah 'muttashil' atau berhubungan dan maksudnya adalah tak
ada omelan seorang pun kepadamu selain dari omelan mereka itu. ‫ﺗﺧﺷوﻫم‬ ‫( ﻓﻼ‬Maka janganlah kamu takut kepada mereka)
maksudnya teramat khawatir disebabkan peralihan kiblat itu ‫( واﺧﺷوﻧﻲ‬tetapi takutlah kepada-Ku) yaitu dengan mengikuti
segala perintah-Ku, ‫( وﻷﺗم‬dan agar Aku sempurnakan) `athaf atau dihubungkan pada 'li alla yakuuna', ‫ﻋﻠﻳﻛم‬ ‫( ﻧﻌﻣﺗﻲ‬nikmat-
Ku kepadamu) dengan menuntunmu pada pokok agamamu ‫( وﻟﻌﻠﻛم ﺗﻬﺗدون‬dan supaya kamu memperoleh petunjuk) pada
kebenaran.

|=≈tGÅ3ø9$# ãΝà6ßϑÏk=yèãƒuρ öΝà6ŠÏj.t“ãƒuρ $oΨÏG≈tƒ#u™ öΝä3ø‹n=tæ (#θè=÷Gtƒ öΝà6ΖÏiΒ Zωθß™u‘ öΝà6‹Ïù $uΖù=y™ö‘r& !$yϑx.

∩⊇∈⊇∪ tβθßϑn=÷ès? (#θçΡθä3s? öΝs9 $¨Β Νä3ßϑÏk=yèãƒuρ sπyϑò6Ïtø:$#uρ

151.‫ﻣﻧﻛم‬ ‫ﻛﻣﺎ أرﺳﻠﻧﺎ ﻓﻳﻛم رﺳوﻻ‬ (Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang rasul dari golonganmu)
berhubungan dengan lafal 'utimma', yakni untuk menyempurnakan sebagaimana sempurnanya utusan Kami, yaitu Nabi
Muhammad saw. ‫( ﻳﺗﻠو ﻋﻠﻳﻛم آﻳﺎﺗﻧﺎ‬yang membacakan kepadamu ayat-ayat Kami) Alquran, ‫( وﻳزﻛﻳﻛم‬menyucikan kamu)
membersihkan kamu dari kesyirikan, ‫اﻟﻛﺗﺎب‬ ‫( وﻳﻌﻠﻣﻛم‬mengajari kamu Alkitab) Alquran ‫( واﻟﺣﻛﻣﺔ‬dan hikmah) yakni hukum-
hukum yang terkandung di dalamnya, ‫( وﻳﻌﻠﻣﻛم ﻣﺎ ﻟم ﺗﻛوﻧوا ﺗﻌﻠﻣون‬serta mengajari kamu apa-apa yang belum kamu
ketahui).

∩⊇∈⊄∪ Èβρãàõ3s? Ÿωuρ ’Í< (#ρãà6ô©$#uρ öΝä.öä.øŒr& þ’ÎΤρãä.øŒ$$sù

152. ‫( ﻓﺎذﻛروﻧﻲ‬Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku) yakni dengan salat, tasbih dan lain-lain ‫( أذﻛرﻛم‬niscaya Aku ingat pula
kepadamu). Ada yang mengatakan maksudnya niscaya Aku balas amalmu itu. Dalam sebuah hadis qudsi diketengahkan firman
Allah, ‫ﻣﻠﺋﻪ‬ ‫" ﻣن ذﻛرﻧﻲ ﻓﻲ ﻧﻔﺳﻪ ذﻛرﺗﻪ ﻓﻲ ﻧﻔﺳﻲ وﻣن ذﻛرﻧﻲ ﻓﻲ ﻣﻸ ذﻛرﺗﻪ ﻓﻲ ﻣﻸ ﺧﻳر ﻣن‬Barang siapa yang
mengingat-Ku dalam dirinya niscaya Aku akan ingat dia dalam diri-Ku dan barang siapa mengingat-Ku di hadapan khalayak
ramai, maka Aku akan mengingatnya di hadapan khalayak yang lebih baik!" ‫( واﺷﻛروا ﻟﻲ‬Dan bersyukurlah kepada-Ku) atas
nikmat-Ku dengan jalan taat kepada-Ku ‫ﺗﻛﻔرون‬ ‫( وﻻ‬dan janganlah kamu mengingkari-Ku) dengan jalan berbuat maksiat dan
durhaka kepada-Ku.

Cubaan Berat dalam Menegakkan Kebenaran


∩⊇∈⊂∪ t⎦⎪ÎÉ9≈¢Á9$# yìtΒ ©!$# ¨βÎ) 4 Íο4θn=¢Á9$#uρ Îö9¢Á9$$Î/ (#θãΨ‹ÏètGó™$# (#θãΖtΒ#u™ z⎯ƒÏ%©!$# $y㕃r'¯≈tƒ

153. ‫اﺳﺗﻌﻳﻧوا‬ ‫( ﻳﺎ أﻳﻬﺎ اﻟذﻳن آﻣﻧوا‬Hai orang-orang yang beriman! Mintalah pertolongan) untuk mencapai kebahagiaan akhirat
‫( ﺑﺎﻟﺻﺑر‬dengan jalan bersabar) taat melakukan ibadah dan sabar menghadapi cobaan ‫( واﻟﺻﻼة‬dan mengerjakan salat)
dikhususkan menyebutkannya disebabkan berat dan berulang-ulang ‫( إن اﷲ ﻣﻊ اﻟﺻﺎﺑرﻳن‬sesungguhnya Allah bersama
orang-orang yang sabar) artinya selalu melimpahkan pertolongan-Nya kepada mereka.

∩⊇∈⊆∪ šχρããèô±n@ ω ⎯Å3≈s9uρ Ö™!$u‹ômr& ö≅t/ 4 7N≡uθøΒr& «!$# È≅‹Î6y™ ’Îû ã≅tFø)ム⎯yϑÏ9 (#θä9θà)s? Ÿωuρ

154. ‫اﷲ‬ ‫( وﻻ ﺗﻘوﻟوا ﻟﻣن ﻳﻘﺗﻝ ﻓﻲ ﺳﺑﻳﻝ‬Dan janganlah kamu katakan terhadap orang yang terbunuh di jalan Allah) bahwa
mereka itu ‫ﺑﻝ‬ ‫( أﻣوات‬mati, tetapi) mereka itu ‫( أﺣﻳﺎء‬masih hidup) di mana roh-roh mereka bersemayam dalam jiwa burung-
burung hijau terbang bebas di dalam surga ke mana saja mereka kehendaki. Demikian menurut suatu hadis, ‫ﺗﺷﻌرون‬ ‫وﻟﻛن ﻻ‬
(hanya kamu tidak menyadarinya) artinya mengetahui mereka.

ÌÏe±o0uρ 3 ÏN≡tyϑ¨W9$#uρ ħàΡF{$#uρ ÉΑ≡uθøΒF{$# z⎯ÏiΒ <Èø)tΡuρ Æíθàfø9$#uρ Å∃öθsƒø:$# z⎯ÏiΒ &™ó©y´Î/ Νä3¯Ρuθè=ö7oΨs9uρ

∩⊇∈∈∪ š⎥⎪ÎÉ9≈¢Á9$#

155. ‫اﻟﺧوف‬ ‫( وﻟﻧﺑﻠوﻧﻛم ﺑﺷﻲء ﻣن‬Dan sungguh Kami akan memberimu cobaan berupa sedikit ketakutan) terhadap musuh,
‫( واﻟﺟوع‬kelaparan) paceklik, ‫( وﻧﻘص ﻣن اﻷﻣواﻝ‬kekurangan harta) disebabkan datangnya malapetaka, ‫( واﻷﻧﻔس‬dan jiwa)
disebabkan pembunuhan, kematian dan penyakit, ‫( واﻟﺛﻣرات‬serta buah-buahan) karena bahaya kekeringan, artinya Kami akan

menguji kamu, apakah kamu bersabar atau tidak. ‫( وﺑﺷر اﻟﺻﺎﺑرﻳن‬Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang
yang sabar) bahwa mereka akan menerima ganjaran kesabaran itu berupa surga.

∩⊇∈∉∪ tβθãèÅ_≡u‘ Ïμø‹s9Î) !$¯ΡÎ)uρ ¬! $¯ΡÎ) (#þθä9$s% ×πt7ŠÅÁ•Β Νßγ÷Fu;≈|¹r& !#sŒÎ) t⎦⎪Ï%©!$#

156. ‫ﻣﺻﻳﺑﺔ‬ ‫( اﻟذﻳن إذا أﺻﺎﺑﺗﻬم‬Yaitu orang-orang yang apabila mereka ditimpa musibah) bencana atau malapetaka ‫ﻗﺎﻟوا‬
‫( إﻧﺎ ﷲ‬mereka mengucapkan, 'Innaa lillaahi') artinya sesungguhnya kita ini milik Allah; maksudnya menjadi milik dan hamba-
Nya yang dapat diperlakukan-Nya sekehendak-Nya, ‫'( ٕواﻧﺎ إﻟﻳﻪ راﺟﻌون‬wa innaa ilaihi raaji`uun') artinya dan sesungguhnya
kepada-Nyalah kita akan kembali, yakni ke akhirat, di sana kita akan diberi-Nya balasan. Dalam sebuah hadis disebutkan, ‫ﻣن‬
‫" اﺳﺗرﺟﻊ ﻋﻧد اﻟﻣﺻﻳﺑﺔ آﺟرﻩ اﷲ ﻓﻳﻬﺎ وأﺧﻠف اﷲ ﻋﻠﻳﻪ ﺧﻳ ار‬Barang siapa yang istirja`/mengucapkan 'innaa lillaahi wa
innaa ilaihi raaji`uun' ketika mendapat musibah, maka ia diberi pahala oleh Allah dan diiringi-Nya dengan kebaikan." Juga
diberitakan bahwa pada suatu ketika lampu Nabi saw. padam, maka beliau pun mengucapkan istirja`, lalu kata Aisyah, ‫إﻧﻣﺎ ﻫذا‬
‫" ﻣﺻﺑﺎح‬Bukankah ini hanya sebuah lampu!" Jawabnya, ‫" ﻛﻝ ﻣﺎ أﺳﺎء اﻟﻣؤﻣن ﻓﻬو ﻣﺻﻳﺑﺔ‬Setiap yang mengecewakan
(hati) orang mukmin itu berarti musibah." Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kumpulan hadis-hadis mursalnya.

∩⊇∈∠∪ tβρ߉tGôγßϑø9$# ãΝèδ šÍׯ≈s9'ρé&uρ ( ×πyϑômu‘uρ öΝÎγÎn/§‘ ⎯ÏiΒ ÔN≡uθn=|¹ öΝÍκön=tæ y7Íׯ≈s9'ρé&

157. ‫ﺻﻠوات‬ ‫( أوﻟﺋك ﻋﻠﻳﻬم‬Mereka itulah yang mendapat selawat) artinya ampunan ‫( ﻣن رﺑﻬم ورﺣﻣﺔ‬dari Tuhan mereka
serta rahmat) atau nikmat ‫اﻟﻣﻬﺗدون‬ ‫( وأوﻟﺋك ﻫم‬dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk) ke arah yang benar.
Manasik Haji

$yϑÎγÎ/ š’§θ©Ütƒ βr& Ïμø‹n=tã yy$oΨã_ Ÿξsù tyϑtFôã$# Íρr& |MøŠt7ø9$# ¢kym ô⎯yϑsù ( «!$# ÌÍ←!$yèx© ⎯ÏΒ nοuρöyϑø9$#uρ $x¢Á9$# ¨βÎ) *

∩⊇∈∇∪ íΟŠÎ=tã íÏ.$x© ©!$# ¨βÎ*sù #Zöyz tí§θsÜs? ⎯tΒuρ 4

158. ‫واﻟﻣروة‬ ‫( إن اﻟﺻﻔﺎ‬Sesungguhnya Safa dan Marwah) nama dua bukit di Mekah ‫( ﻣن ﺷﻌﺎﺋر اﷲ‬adalah sebagian dari
syiar-syiar Allah) tanda-tanda kebesaran agama-Nya, jamak dari 'syaa`irah. ‫( 'ﻓﻣن ﺣﺞ اﻟﺑﻳت أو اﻋﺗﻣر‬Barang siapa yang
melakukan ibadah haji atau umrah) artinya memakai pakaian haji atau umrah. Asal makna keduanya adalah menyengaja dan
berkunjung, ‫ﻋﻠﻳﻪ‬ ‫( ﻓﻼ ﺟﻧﺎح‬maka tiada salah baginya) artinya ia tidak berdosa ‫( أن ﻳطوف ﺑﻬﻣﺎ‬mengerjakan sai) asalkan
sebanyak tujuh kali. Ayat ini turun tatkala kaum muslimin tidak bersedia melakukannya, disebabkan orang-orang jahiliah dulu
biasa tawaf di sana sambil menyapu dua berhala yang terdapat pada keduanya. Menurut Ibnu Abbas bahwa sai itu hukumnya
tidak wajib, hanya takhyir, artinya dibolehkan memilih sebagai akibat tidak berdosa. Tetapi Syafii dan ulama lainnya berpendapat
bahwa sai adalah rukun dan hukum fardunya dinyatakan oleh Nabi saw. dengan sabdanya, ‫إن اﷲ ﻛﺗب ﻋﻠﻳﻛم اﻟﺳﻌﻲ‬
"Sesungguhnya Allah mewajibkan sai atas kamu." (H.R. Baihaqi) Sabdanya pula, "Mulailah dengan apa yang dimulai Allah,
yakni Shafa." (H.R. Muslim) ‫وﻣن ﺗطوع‬ (Dan barang siapa yang dengan kemauan sendiri berbuat) ada yang membaca

'Taththawwa`a', yaitu dengan ditasydidkan ta pada tha, lalu diidgamkan ‫ر‬


‫( ﺧﻳ ا‬suatu kebaikan) maksudnya amalan yang tidak
wajib seperti tawaf dan lain-lainnya ‫( ﻓﺈن اﷲ ﺷﺎﻛر‬maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri) perbuatannya itu dengan
memberinya pahala ‫( ﻋﻠﻳم‬lagi Maha Mengetahui).

Laknat Terhadap Orang-orang yang Menyembunyikan ayat-ayat Allah SWT dan Orang-orang Kafir
y7Íׯ≈s9'ρé&   É=≈tGÅ3ø9$# ’Îû Ĩ$¨Ζ=Ï9 çμ≈¨Ψ¨t/ $tΒ Ï‰÷èt/ .⎯ÏΒ 3“y‰çλù;$#uρ ÏM≈uΖÉit7ø9$# z⎯ÏΒ $uΖø9t“Ρr& !$tΒ tβθßϑçFõ3tƒ t⎦⎪Ï%©!$# ¨βÎ)

∩⊇∈®∪ šχθãΖÏè≈¯=9$# ãΝåκß]yèù=ƒt uρ ª!$# ãΝåκß]yèù=tƒ

159. Ayat berikut ini turun tentang orang-orang Yahudi, ‫إن اﻟذﻳن ﻳﻛﺗﻣون‬ (Sesungguhnya orang-orang yang

menyembunyikan) kepada manusia ‫واﻟﻬدى‬ ‫( ﻣﺎ أﻧزﻟﻧﺎ ﻣن اﻟﺑﻳﻧﺎت‬apa-apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan dan
petunjuk) seperti ayat rajam dan tentang ciri-ciri Nabi Muhammad saw. ‫( ﻣن ﺑﻌد ﻣﺎ ﺑﻳﻧﺎﻩ ﻟﻠﻧﺎس ﻓﻲ اﻟﻛﺗﺎب‬setelah Kami
jelaskan kepada manusia dalam Alkitab) yakni Taurat ‫أوﻟﺋك ﻳﻠﻌﻧﻬم اﷲ‬ (mereka itu dikutuk oleh Allah) maksudnya

disingkirkan-Nya dari rahmat-Nya ‫اﻟﻼﻋﻧون‬ ‫( وﻳﻠﻌﻧﻬم‬dan dikutuk pula oleh makhluk-makhluk lainnya dengan mendoakannya
agar mendapat kutukan.

∩⊇∉⊃∪ ÞΟŠÏm§9$# Ü>#§θ−G9$# $tΡr&uρ 4 öΝÍκön=tæ ÛUθè?r& šÍׯ≈s9'ρé'sù (#θãΖ¨t/uρ (#θßsn=ô¹r&uρ (#θç/$s? t⎦⎪Ï%©!$# ωÎ)

160. ‫( إﻻ اﻟذﻳن ﺗﺎﺑوا‬Kecuali orang-orang yang tobat) artinya sadar dan kembali dari kesalahannya, ‫( وأﺻﻠﺣوا‬mengadakan
perbaikan) mengenai amal perbuatan mereka, ‫( وﺑﻳﻧوا‬dan memberikan penjelasan) tentang apa yang mereka sembunyikan itu,

‫( ﻓﺄوﻟﺋك أﺗوب ﻋﻠﻳﻬم‬maka terhadap mereka Kuterima tobatnya) ‫( وأﻧﺎ اﻟﺗواب اﻟرﺣﻳم‬dan Aku Maha Penerima tobat lagi
Maha Penyayang) terhadap orang-orang yang beriman.

∩⊇∉⊇∪ t⎦⎫Ïèyϑô_r& Ĩ$¨Ζ9$#uρ Ïπs3Íׯ≈n=yϑø9$#uρ «!$# èπuΖ÷ès9 öΝÍκön=tæ y7Íׯ≈s9'ρé& î‘$¤ä. öΝèδuρ (#θè?$tΒuρ (#ρãxx. t⎦⎪Ï%©!$# ¨βÎ)

161. ‫( إن اﻟذﻳن ﻛﻔروا وﻣﺎﺗوا وﻫم ﻛﻔﺎر‬Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir)
menjadi 'hal' ‫أﺟﻣﻌﻳن‬ ‫( أوﻟﺋك ﻋﻠﻳﻬم ﻟﻌﻧﺔ اﷲ واﻟﻣﻼﺋﻛﺔ واﻟﻧﺎس‬mereka itu mendapat kutukan Allah, malaikat dan manusia
seluruhnya) maksudnya wajar mendapat kutukan itu baik di dunia maupun di akhirat. Mengenai 'manusia' ada yang
mengatakannya umum dan ada pula yang mengatakannya khusus dari orang-orang beriman.

∩⊇∉⊄∪ šχρãsàΖムöΛèε Ÿωuρ Ü>#x‹yèø9$# ãΝåκ÷]tã ß#¤sƒä† Ÿω ( $pκÏù t⎦⎪Ï$Î#≈yz

162. ‫ﻓﻳﻬﺎ‬ ‫ﺧﺎﻟدﻳن‬ (Mereka kekal di dalamnya) maksudnya dalam kutukan atau dalam neraka sebagaimana diisyaratkan dalam

kutukan itu. ‫( ﻻ ﻳﺧﻔف ﻋﻧﻬم اﻟﻌذاب‬Tidak diringankan siksa dari mereka) walaupun sekejap mata ‫( وﻻ ﻫم ﻳﻧظرون‬dan
tidak pula mereka diberi tenggang waktu) untuk mengajukan tobat atau memohon ampun. Ayat berikut diturunkan ketika mereka
berkata, "Gambarkanlah kepadaku tentang Tuhanmu!"

Allah SWT yang Berkuasa dan Yang Menentukan

∩⊇∉⊂∪ ÞΟŠÏm§9$# ß⎯≈yϑôm§9$# uθèδ ωÎ) tμ≈s9Î) Hω ( Ó‰Ïn≡uρ ×μ≈s9Î) ö/ä3ßγ≈s9Î)uρ

163. ‫ٕواﻟﻬﻛم‬ (Dan Tuhanmu) yang patut menjadi sembahanmu, ‫إﻟﻪ واﺣد‬ (adalah Tuhan Yang Maha Esa) yang tiada

bandingan-Nya, baik dalam zat maupun sifat, ‫ﻫو‬ ‫( ﻻ إﻟﻪ إﻻ‬tiada Tuhan melainkan Dia) ‫( اﻟرﺣﻣن اﻟرﺣﻳم‬Dialah Yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang). Ketika mereka menuntut buktinya, turunlah ayat,

ßìxΖtƒ $yϑÎ/ Ìóst7ø9$# ’Îû “ÌøgrB ©ÉL©9$# Å7ù=àø9$#uρ Í‘$yγ¨Ψ9$#uρ È≅øŠ©9$# É#≈n=ÏG÷z$#uρ ÇÚö‘F{$#uρ ÏN≡uθ≈yϑ¡¡9$# È,ù=yz ’Îû ¨βÎ)

7π−/!#yŠ Èe≅à2 ⎯ÏΒ $pκÏù £]t/uρ $pκÌEöθtΒ y‰÷èt/ uÚö‘F{$# ÏμÎ/ $uŠômr'sù &™!$¨Β ⎯ÏΒ Ï™!$yϑ¡¡9$# z⎯ÏΒ ª!$# tΑt“Ρr& !$tΒuρ }¨$¨Ζ9$#

∩⊇∉⊆∪ tβθè=É)÷ètƒ 5Θöθs)Ïj9 ;M≈tƒUψ ÇÚö‘F{$#uρ Ï™!$yϑ¡¡9$# t⎦÷⎫t/ Ì¤‚|¡ßϑø9$# É>$ys¡¡9$#uρ Ëx≈tƒÌh9$# É#ƒÎóÇs?uρ

164. ‫( إن ﻓﻲ ﺧﻠق اﻟﺳﻣﺎوات واﻷرض‬Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi) yakni keajaiban-keajaiban yang
terdapat pada keduanya ‫( واﺧﺗﻼف اﻟﻠﻳﻝ واﻟﻧﻬﺎر‬serta pergantian malam dan siang) dengan datang dan pergi, bertambah
serta berkurang, ‫واﻟﻔﻠك‬ (serta perahu-perahu) atau kapal-kapal ‫اﻟﺗﻲ ﺗﺟري ﻓﻲ اﻟﺑﺣر‬ (yang berlayar di lautan) tidak

tenggelam atau terpaku di dasar laut ‫( ﺑﻣﺎ ﻳﻧﻔﻊ اﻟﻧﺎس‬dengan membawa apa yang berguna bagi manusia) berupa barang-
barang perdagangan dan angkutan, ‫ﻣﺎء‬ ‫( وﻣﺎ أﻧزﻝ اﷲ ﻣن اﻟﺳﻣﺎء ﻣن‬dan apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air)
hujan, ‫اﻷرض‬ ‫( ﻓﺄﺣﻳﺎ ﺑﻪ‬lalu dihidupkan-Nya bumi dengannya) yakni dengan tumbuhnya tanam-tanaman ‫( ﺑﻌد ﻣوﺗﻬﺎ‬setelah
matinya) maksudnya setelah keringnya ‫( وﺑث ﻓﻳﻬﺎ ﻣن ﻛﻝ داﺑﺔ‬dan disebarkan di bumi itu segala jenis hewan) karena
mereka berkembang biak dengan rumput-rumputan yang terdapat di atasnya, ‫(وﺗﺻرﻳف اﻟرﻳﺎح‬serta pengisaran angin)
memindahkannya ke utara atau ke selatan dan mengubahnya menjadi panas atau dingin ‫( واﻟﺳﺣﺎب اﻟﻣﺳﺧر‬dan awan yang

dikendalikan) atas perintah Allah Taala, sehingga ia bertiup ke mana dikehendaki-Nya ‫ﺑﻳن اﻟﺳﻣﺎء واﻷرض‬ (antara langit

dan bumi) tanpa ada hubungan dan yang mempertalikan ‫( ﻵﻳﺎت‬sungguh merupakan tanda-tanda) yang menunjukkan keesaan

Allah Taala ‫ﻳﻌﻘﻠون‬ ‫( ﻟﻘوم‬bagi kaum yang memikirkan) serta merenungkan.


3 °! ${6ãm ‘‰x©r& (#þθãΖtΒ#u™ t⎦⎪É‹©9$#uρ ( «!$# Éb=ßsx. öΝåκtΞθ™6Ïtä† #YŠ#y‰Ρr& «!$# Èβρߊ ⎯ÏΒ ä‹Ï‚−Gtƒ ⎯tΒ Ä¨$¨Ζ9$# š∅ÏΒuρ

∩⊇∉∈∪ É>#x‹yèø9$# ߉ƒÏ‰x© ©!$# ¨βr&uρ $Yè‹Ïϑy_ ¬! nο§θà)ø9$# ¨βr& z>#x‹yèø9$# tβ÷ρttƒ øŒÎ) (#þθãΚn=sß t⎦⎪Ï%©!$# “ttƒ öθs9uρ

165. ‫اﷲ أﻧدادا‬ ‫( وﻣن اﻟﻧﺎس ﻣن ﻳﺗﺧذ ﻣن دون‬Dan di antara manusia ada orang-orang yang mengambil selain dari Allah
sebagai tandingan) misalnya berhala-berhala. ‫( ﻳﺣﺑوﻧﻬم‬Mereka mencintainya) dengan penghormatan dan ketundukan ‫ﻛﺣب‬
‫(اﷲ‬sebagaimana mencintai Allah) maksudnya sebagaimana mereka mencintai-Nya ‫( واﻟذﻳن آﻣﻧوا أﺷد ﺣﺑﺎ ﷲ‬sedangkan
orang-orang beriman lebih kuat cintanya kepada Allah) melebihi kecintaan kepada siapa pun, karena mereka tak hendak
berpaling daripada-Nya dalam keadaan bagaimana pun, sementara orang-orang kafir cintanya kepada Allah itu hanyalah dalam
keadaan terdesak atau terpaksa. ‫ﻳرى‬ ‫( وﻟو‬Dan sekiranya kamu lihat) hai Muhammad ‫( اﻟذﻳن ظﻠﻣوا‬orang-orang yang aniaya)
yang mengambil sekutu-sekutu bagi Allah ‫( إذ ﻳرون‬ketika mereka melihat) atau diperlihatkan kepada mereka, dalam bentuk
aktif atau pun pasif ‫( اﻟﻌذاب‬siksa) pastilah kamu akan menyaksikan peristiwa besar. Sedangkan 'idz' di sini berarti 'idzaa' atau

'apabila' ‫( أن‬bahwa sesungguhnya) maksudnya karena sesungguhnya ‫(اﻟﻘوة‬kekuatan itu) kekuasaan dan keunggulan ‫ﷲ‬
‫( ﺟﻣﻳﻌﺎ‬bagi Allah semuanya) menjadi 'hal', { ‫( وأن اﷲ ﺷدﻳد اﻟﻌذاب‬dan bahwa Allah itu amat berat siksaan-Nya). Menurut
suatu qiraat dibaca 'yara' dengan titik dua di bawah, sedang yang menjadi fa`ilnya ialah dhamir atau kata ganti dari pendengar.
Ada pula yang mengatakan 'orang-orang yang aniaya' sedangkan 'yaraa' berarti meyakini, sementara 'anna' dan kalimat yang di
belakangnya berfungsi sebagai maf`ul awwal dan maf`ul tsani. Mengenai jawaban-jawaban 'lau' dibuang dan artinya
diperkirakan sebagai berikut: Sekiranya mereka mengetahui secara pasti di atas dunia ini betapa kerasnya siksa Allah dan
ketika bertemu dengan-Nya di akhirat nanti kekuasaan terpegang di tangan-Nya semata, tentulah mereka tidak akan mengambil
yang lain sebagai sekutu!

∩⊇∉∉∪ Ü>$t7ó™F{$# ãΝÎγÎ/ ôMyè©Üs)s?uρ z>#x‹yèø9$# (#ãρr&u‘uρ (#θãèt7¨?$# š⎥⎪Ï%©!$# z⎯ÏΒ (#θãèÎ7›?$# t⎦⎪Ï%©!$# r&§t7s? øŒÎ)

166. ‫( إذ‬Yakni ketika) menjadi badal bagi idz yang sebelumnya ‫( ﺗﺑ أر اﻟذﻳن اﺗﺑﻌوا‬orang-orang yang diikuti berlepas diri)
maksudnya para pemimpin ‫ﻣن اﻟذﻳن اﺗﺑﻌوا‬ (dan orang-orang yang mengikuti) maksudnya mereka menyalahkan

kekeliruannya ‫و‬ (dan) sesungguhnya ‫أروا اﻟﻌذاب وﺗﻘطﻌت‬ (mereka melihat siksa dan ketika terputus) `athaf atau

dihubungkan pada tabarra-a ‫( ﺑﻬم‬dengan mereka) maksudnya dari mereka ‫( اﻷﺳﺑﺎب‬segala hubungan) yang terdapat di dunia
selama ini berupa kekeluargaan dan kasih sayang.

öΝßγn=≈yϑôãr& ª!$# ÞΟÎγƒÌムy7Ï9≡x‹x. 3 $¨ΖÏΒ (#ρ♧t7s? $yϑx. öΝåκ÷]ÏΒ r&§t6oKoΨsù Zο§x. $oΨs9 χr& öθs9 (#θãèt7¨?$# t⎦⎪Ï%©!$# tΑ$s%ρu

∩⊇∉∠∪ Í‘$¨Ψ9$# z⎯ÏΒ t⎦⎫Å_Ì≈y‚Î/ Νèδ $tΒuρ ( öΝÍκön=tæ BN≡uy£ym


167. ‫ﻛرة‬ ‫( وﻗﺎﻝ اﻟذﻳن اﺗﺑﻌوا ﻟو أن ﻟﻧﺎ‬Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti, "Sekiranya kami dapat kembali) ke dunia
‫( ﻓﻧﺗﺑ أر ﻣﻧﻬم‬tentulah kami akan berlepas diri pula dari mereka) maksudnya dari pemimpin-pemimpin yang menjadi ikutan itu,
‫( ﻛﻣﺎ ﺗﺑرؤوا ﻣﻧﺎ‬sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.") sekarang ini. 'Lau' untuk menyatakan angan-angan, sedangkan
natabarra-u menjadi jawabannya. ‫( ﻛذﻟك‬Demikianlah) artinya sebagaimana Allah memperlihatkan kepada mereka sangat keras

siksaan-Nya sehingga sebagian mereka saling berlepas diri ‫ﻳرﻳﻬم اﷲ أﻋﻣﺎﻟﻬم‬ (Allah memperlihatkan amal perbuatan

mereka) yang jelek ‫( ﺣﺳرات‬menjadi sesalan) sebagai 'hal' ‫( ﻋﻠﻳﻬم وﻣﺎ ﻫم ﺑﺧﺎرﺟﻳن ﻣن اﻟﻧﺎر‬bagi mereka, dan mereka
tidak akan dapat keluar dari neraka) yakni setelah memasukinya.

î⎦⎫Î7•Β Aρ߉tã öΝä3s9 …çμ¯ΡÎ) 4 Ç⎯≈sÜø‹¤±9$# ÏN≡uθäÜäz (#θãèÎ6®Ks? Ÿωuρ $Y7Íh‹sÛ Wξ≈n=ym ÇÚö‘F{$# ’Îû $£ϑÏΒ (#θè=ä. â¨$¨Ζ9$# $y㕃r'¯≈tƒ

∩⊇∉∇∪

168. Ayat berikut ini turun tentang orang-orang yang mengharamkan sebagian jenis unta/sawaib yang dihalalkan, ‫ﻳﺎ أﻳﻬﺎ اﻟﻧﺎس‬
‫( ﻛﻠوا ﻣﻣﺎ ﻓﻲ اﻷرض ﺣﻼﻻ‬Hai sekalian manusia, makanlah yang halal dari apa-apa yang terdapat di muka bumi) halal
menjadi 'hal' ‫( طﻳﺑﺎ‬lagi baik) sifat yang memperkuat, yang berarti enak atau lezat, ‫( وﻻ ﺗﺗﺑﻌوا ﺧطوات‬dan janganlah kamu
ikuti langkah-langkah) atau jalan-jalan ‫( اﻟﺷﻳطﺎن‬setan) dan rayuannya ‫ﻣﺑﻳن‬ ‫( إﻧﻪ ﻟﻛم ﻋدو‬sesungguhnya ia menjadi musuh
yang nyata bagimu) artinya jelas dan terang permusuhannya itu.

∩⊇∉®∪ tβθßϑn=÷ès? Ÿω $tΒ «!$# ’n?tã (#θä9θà)s? βr&uρ Ï™!$t±ósxø9$#uρ Ï™þθ¡9$$Î/ Νä.ããΒù'tƒ $yϑ¯ΡÎ)

169. ‫ﺑﺎﻟﺳوء‬ ‫( إﻧﻣﺎ ﻳﺄﻣرﻛم‬Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat dosa) yakni dosa ‫( واﻟﻔﺣﺷﺎء‬dan yang keji)
yakni yang buruk menurut syariat ‫ﺗﻌﻠﻣون‬ ‫( وأن ﺗﻘوﻟوا ﻋﻠﻰ اﷲ ﻣﺎ ﻻ‬dan agar kamu mengatakan terhadap Allah apa yang
tidak kamu ketahui) misalnya mengharamkan apa yang tidak diharamkan Allah dan selainnya.

Ÿω öΝèδäτ!$t/#u™ šχ%x. öθs9uρr& 3 !$tΡu™!$t/#u™ Ïμø‹n=tã $uΖø‹xø9r& !$tΒ ßìÎ6®KtΡ ö≅t/ (#θä9$s% ª!$# tΑt“Ρr& !$tΒ (#θãèÎ7®?$# ãΝßγs9 Ÿ≅ŠÏ% #sŒÎ)uρ

∩⊇∠⊃∪ tβρ߉tGôγtƒ Ÿωuρ $\↔ø‹x© šχθè=É)÷ètƒ


170. ‫ﻟﻬم‬ ‫( ٕواذا ﻗﻳﻝ‬Dan apabila dikatakan kepada mereka) kepada orang-orang kafir, ‫"( اﺗﺑﻌوا ﻣﺎ أﻧزﻝ اﷲ‬Ikutilah apa yang
telah diturunkan Allah,") berupa tauhid dan menghalalkan yang baik-baik, ‫( ﻗﺎﻟوا‬mereka menjawab,) "Tidak!' ‫أﻟﻔﻳﻧﺎ‬ ‫ﺑﻝ ﻧﺗﺑﻊ ﻣﺎ‬
(Tetapi kami hanya akan mengikuti apa yang kami jumpai) atau dapati ‫ﻋﻠﻳﻪ آﺑﺎءﻧﺎ‬ (dari nenek moyang kami.") berupa
pemujaan berhala, diharamkannya bahair/unta yang dipotong telinganya dan sawaib/unta yang tidak boleh dimanfaatkan,
dibiarkan lepas bebas hingga mati dengan sendirinya. ‫( أ‬Apakah) mereka akan mengikuti juga ‫أو ﻟو ﻛﺎن آﺑﺎؤﻫم ﻻ ﻳﻌﻘﻠون‬
‫ﺷﻳﺋﺎ‬ (walaupun mereka itu tidak mengetahui sesuatu) mengenai urusan keagamaan ‫وﻻ ﻳﻬﺗدون‬ (dan tidak pula beroleh
petunjuk) untuk mencapai kebenaran. Hamzah atau 'apakah' di atas untuk pengingkaran.

Ÿω óΟßγsù Ò‘ôϑãã íΝõ3ç/ BΛ༠4 [™!#y‰ÏΡuρ [™!$tãߊ ωÎ) ßìyϑó¡tƒ Ÿω $oÿÏ3 ß,Ïè÷Ζtƒ “Ï%©!$# È≅sVyϑx. (#ρãxŸ2 t⎦⎪Ï%©!$# ã≅sVtΒuρ

∩⊇∠⊇∪ tβθè=É)÷ètƒ

171. ‫( وﻣﺛﻝ‬Dan perumpamaan) menjadi sifat ‫( اﻟذﻳن ﻛﻔروا‬orang-orang kafir) serta orang yang mengajak mereka kepada
petunjuk ‫ﻳﻧﻌق‬ ‫( ﻛﻣﺛﻝ اﻟذي‬adalah seperti orang yang memanggil binatang) berteriak memanggil ‫ﺑﻣﺎ ﻻ ﻳﺳﻣﻊ إﻻ دﻋﺎء‬
‫وﻧداء‬ (yang tidak dapat didengarnya selain berupa panggilan dan seruan saja) artinya suara yang tidak diketahui dan
dimengerti maknanya. Maksudnya dalam menerima nasihat dan tidak memikirkannya, mereka itu adalah seperti hewan yang
mendengar suara penggembalanya tetapi tidak paham akan maksudnya. ‫( ﺻم ﺑﻛم ﻋﻣﻲ ﻓﻬم ﻻ ﻳﻌﻘﻠون‬Mereka tuli, bisu,
dan buta sehingga mereka tidak mengerti) akan nasihat.

Makanan yang Halal dan Yang Haram

šχρ߉ç7÷ès? çν$−ƒÎ) óΟçFΖà2 βÎ) ¬! (#ρãä3ô©$#uρ öΝä3≈oΨø%y—u‘ $tΒ ÏM≈t6ÍhŠsÛ ⎯ÏΒ (#θè=à2 (#θãΖtΒ#u™ š⎥⎪Ï%©!$# $y㕃r'¯≈tƒ

∩⊇∠⊄∪

172. ‫( ﻳﺎ أﻳﻬﺎ اﻟذﻳن آﻣﻧوا ﻛﻠوا ﻣن طﻳﺑﺎت‬Hai orang-orang yang beriman! Makanlah di antara makanan yang baik-baik)
maksudnya yang halal, ‫ﷲ‬ ‫( ﻣﺎ رزﻗﻧﺎﻛم واﺷﻛروا‬yang Kami berikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah) atas makanan
yang dihalalkan itu ‫ﺗﻌﺑدون‬ ‫( إن ﻛﻧﺗم إﻳﺎﻩ‬jika kamu benar-benar hanya kepada-Nya menyembah).

Ÿωuρ 8ø$t/ uöxî §äÜôÊ$# Ç⎯yϑsù ( «!$# ÎötóÏ9 ⎯ÏμÎ/ ¨≅Ïδé& !$tΒuρ ÍƒÌ“ΨÏ‚ø9$# zΝóss9uρ tΠ¤$!$#uρ sπtGøŠyϑø9$# ãΝà6ø‹n=tæ tΠ§ym $yϑ¯ΡÎ)

∩⊇∠⊂∪ íΟŠÏm§‘ Ö‘θàxî ©!$# ¨βÎ) 4 Ïμø‹n=tã zΝøOÎ) Iξsù 7Š$tã


173. ‫اﻟﻣﻳﺗﺔ‬ ‫( إﻧﻣﺎ ﺣرم ﻋﻠﻳﻛم‬Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai) maksudnya memakannya karena
konteks pembicaraan mengenai hal itu, maka demikian pula halnya yang sesudahnya. Bangkai ialah hewan yang tidak
disembelih menurut syariat. Termasuk dalam hal ini hewan-hewan hidup yang disebutkan dalam hadis, kecuali ikan dan
belalang ‫( واﻟدم‬darah) maksudnya yang mengalir sebagaimana kita dapati pada binatang-binatang ternak, ‫وﻟﺣم اﻟﺧﻧزﻳر‬
(daging babi) disebutkan daging, karena merupakan maksud utama, sedangkan yang lain mengikutinya ‫اﷲ‬ ‫وﻣﺎ أﻫﻝ ﺑﻪ ﻟﻐﻳر‬
(dan binatang yang ketika menyembelihnya disebut nama selain Allah) artinya binatang yang disembelih dengan menyebut
nama selain asma Allah. 'Uhilla' dari 'ihlaal' ialah mengeraskan suara yang biasa mereka lakukan ketika menyembelih kurban
buat tuhan-tuhan mereka. ‫اﺿطر‬ ‫( ﻓﻣن‬Tetapi barang siapa berada dalam keadaan terpaksa) artinya keadaan memaksanya
untuk memakan salah satu yang diharamkan ini lalu ia memakannya ‫( ﻏﻳر ﺑﺎغ‬sedangkan ia tidak menginginkannya) tidak
keluar dari golongan kaum muslimin ‫وﻻ ﻋﺎد‬ (dan ia tidak menjadi seorang yang melampaui batas) yaitu melakukan

pelanggaran terhadap mereka dengan menyamun mereka dalam perjalanan ‫ﻓﻼ إﺛم ﻋﻠﻳﻪ‬ (maka tidaklah berdosa)

memakannya. ‫( إن اﷲ ﻏﻔور‬Sesungguhnya Allah Maha Pengampun) terhadap wali-wali-Nya ‫( رﺣﻳم‬lagi Maha Penyayang)
kepada hamba-hamba-Nya yang taat sehingga mereka diberi-Nya kemudahan dalam hal itu. Menurut Imam Syafii, mereka yang
tidak dibolehkan memakan sedikit pun dari kemurahan yang telah Allah perkenankan itu ialah setiap orang yang melakukan
maksiat dalam perjalanannya, seperti budak yang melarikan diri dari tuannya dan orang yang memungut cukai tidak legal
selama mereka belum bertobat.

šχθè=ä.ù'tƒ $tΒ y7Íׯ≈s9'ρé&   ¸ξ‹Î=s% $YΨoÿsS ⎯ÏμÎ/ šχρçtIô±o„uρ É=≈tGÅ6ø9$# z⎯ÏΒ ª!$# tΑt“Ρr& !$tΒ tβθßϑçFõ3tƒ š⎥⎪Ï%©!$# ¨βÎ)

∩⊇∠⊆∪ íΟŠÏ9r& ë>#x‹tã óΟßγs9uρ ÷ΛÏι‹Åe2t“ムŸωuρ Ïπyϑ≈uŠÉ)ø9$# tΠöθtƒ ª!$# ÞΟßγßϑÏk=x6ムŸωuρ u‘$¨Ζ9$# ωÎ) óΟÎγÏΡθäÜç/ ’Îû

174. ‫اﻟﻛﺗﺎب‬ ‫( إن اﻟذﻳن ﻳﻛﺗﻣون ﻣﺎ أﻧزﻝ اﷲ ﻣن‬Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang diturunkan
Allah berupa Alkitab) yakni yang memuat ciri-ciri Nabi Muhammad saw. dan yang dituju oleh ayat ini ialah orang-orang Yahudi
‫( وﻳﺷﺗرون ﺑﻪ ﺛﻣﻧﺎ ﻗﻠﻳﻼ‬dan menjualnya dengan harga sedikit) atau murah berupa harta dunia yang mereka dapatkan
sebagai penggantinya dari kalangan rakyat bawahan sehingga mereka tidak mengungkapkannya sebab takut kehilangan hal
tersebut. ‫اﻟﻧﺎر‬ ‫( أوﻟﺋك ﻣﺎ ﻳﺄﻛﻠون ﻓﻲ ﺑطوﻧﻬم إﻻ‬Mereka itu tidak menelan ke dalam perutnya, kecuali api neraka) karena
ke sanalah tempat kembali mereka, ‫وﻻ ﻳﻛﻠﻣﻬم اﷲ ﻳوم اﻟﻘﻳﺎﻣﺔ‬ (Allah tidak akan berbicara dengan mereka pada hari

kiamat) disebabkan murka kepada mereka ‫ﻳزﻛﻳﻬم‬ ‫( وﻻ‬dan tidak pula akan menyucikan mereka) dari kotoran dosa-dosa ‫وﻟﻬم‬
‫( ﻋذاب أﻟﻳم‬dan bagi mereka siksa yang pedih) atau menyakitkan yaitu api neraka.

∩⊇∠∈∪ Í‘$¨Ζ9$# ’n?tã öΝèδuy9ô¹r& !$yϑsù 4 ÍοtÏøóyϑø9$$Î/ z>#x‹yèø9$#uρ 3“y‰ßγø9$$Î/ s's#≈n=Ò9$# (#ãρutIô©$# t⎦⎪Ï%©!$# y7Íׯ≈s9'ρé&
175. ‫( أوﻟﺋك اﻟذﻳن اﺷﺗروا اﻟﺿﻼﻟﺔ ﺑﺎﻟﻬدى‬Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk) yang
mereka ambil sebagai penggantinya di atas dunia ‫( واﻟﻌذاب ﺑﺎﻟﻣﻐﻔرة‬dan siksa dengan keampunan) yang disediakan bagi
mereka di akhirat, yakni seandainya mereka tidak menyembunyikannya. ‫( ﻓﻣﺎ أﺻﺑرﻫم ﻋﻠﻰ اﻟﻧﺎر‬Maka alangkah sabarnya
mereka menghadapi api neraka) artinya alangkah sabarnya mereka menanggung api neraka dan ini mengundang keheranan
kaum muslimin terhadap perbuatan-perbuatan mereka yang menjerumuskan ke dalam neraka tanpa mempedulikannya. Kalau
tidak demikian, kesabaran terhadap apakah yang mereka miliki itu?

∩⊇∠∉∪ 7‰‹Ïèt/ ¥−$s)Ï© ’Å∀s9 É=≈tGÅ3ø9$# ’Îû (#θàn=tF÷z$# t⎦⎪Ï%©!$# ¨βÎ)uρ 3 Èd,ysø9$$Î/ |=≈tFÅ6ø9$# tΑ¨“tΡ ©!$# ¨βr'Î/ y7Ï9≡sŒ

176. ‫( ذﻟك‬Demikian itu), yakni apa-apa yang telah disebutkan seperti menelan api dan seterusnya ‫( ﺑﺄن‬disebabkan oleh
karena) ‫( اﷲ ﻧزﻝ اﻟﻛﺗﺎب ﺑﺎﻟﺣق‬Allah telah menurunkan Alkitab dengan sebenarnya) berkaitan dengan menurunkan, maka
mereka berselisih padanya, mereka beriman pada sebagian dan kafir pada sebagian dengan jalan menyembunyikannya. ‫ٕوان‬
‫( اﻟذﻳن اﺧﺗﻠﻔوا ﻓﻲ اﻟﻛﺗﺎب‬Dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang Alkitab) yakni orang-orang Yahudi dan
ada pula yang mengatakan bahwa mereka itu adalah orang-orang musyrik, yaitu tentang Alquran, sebagian mengatakannya
sebagai syair, yang lain sihir dan sebagiannya lagi sebagai tenung ‫ﺷﻘﺎق ﺑﻌﻳد‬ ‫ﻟﻔﻲ‬ (berada dalam penyimpangan yang jauh)
dari kebenaran.

Pokok-pokok Kebajikan

ÌÅzFψ$# ÏΘöθu‹ø9$#uρ «!$$Î/ z⎯tΒ#u™ ô⎯tΒ §É9ø9$# £⎯Å3≈s9uρ É>Ìøóyϑø9$#uρ É−Îô³yϑø9$# Ÿ≅t6Ï% öΝä3yδθã_ãρ (#θ—9uθè? βr& §É9ø9$# }§øŠ©9 *

t⎦⎫Å3≈|¡yϑø9$#uρ 4’yϑ≈tGuŠø9$#uρ 4†n1öà)ø9$# “ÍρsŒ ⎯ÏμÎm6ãm 4’n?tã tΑ$yϑø9$# ’tA#u™uρ z⎯↵Íh‹Î;¨Ζ9$#uρ É=≈tGÅ3ø9$#uρ Ïπx6Íׯ≈n=yϑø9$#uρ

#sŒÎ) öΝÏδωôγyèÎ/ šχθèùθßϑø9$#uρ nο4θŸ2¨“9$# ’tA#u™uρ nο4θn=¢Á9$# uΘ$s%r&uρ ÅU$s%Ìh9$# ’Îûuρ t⎦,Î#Í←!$¡¡9$#uρ È≅‹Î6¡¡9$# t⎦ø⌠$#uρ

ãΝèδ y7Íׯ≈s9'ρé&uρ ( (#θè%y‰|¹ t⎦⎪Ï%©!$# y7Íׯ≈s9'ρé& 3 Ĩù't7ø9$# t⎦⎫Ïnuρ Ï™!#§œØ9$#uρ Ï™!$y™ù't7ø9$# ’Îû t⎦⎪ÎÉ9≈¢Á9$#uρ ( (#ρ߉yγ≈tã

∩⊇∠∠∪ tβθà)−Gßϑø9$#

177. ‫( ﻟﻳس اﻟﺑر أن ﺗوﻟوا وﺟوﻫﻛم‬Kebaktian itu bukanlah dengan menghadapkan wajahmu) dalam salat ‫ﻗﺑﻝ اﻟﻣﺷرق‬
‫( واﻟﻣﻐرب‬ke arah timur dan barat) ayat ini turun untuk menolak anggapan orang-orang Yahudi dan Kristen yang menyangka
demikian, ‫اﻟﺑر‬ ‫( وﻟﻛن‬tetapi orang yang berbakti itu) ada yang membaca 'al-barr' dengan ba baris di atas, artinya orang yang
berbakti ‫( ﻣن آﻣن ﺑﺎﷲ واﻟﻳوم اﻵﺧر واﻟﻣﻼﺋﻛﺔ واﻟﻛﺗﺎب‬ialah orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-
malaikat, kitab) maksudnya kitab-kitab suci ‫( واﻟﻧﺑﻳﻳن وآﺗﻰ اﻟﻣﺎﻝ ﻋﻠﻰ‬dan nabi-nabi) serta memberikan harta atas) artinya
harta yang ‫( ﺣﺑﻪ‬dicintainya) ‫اﻟﻘرﺑﻰ‬ ‫( ذوي‬kepada kaum kerabat) atau famili‫واﻟﻳﺗﺎﻣﻰ واﻟﻣﺳﺎﻛﻳن واﺑن اﻟﺳﺑﻳﻝ‬ (anak-anak

yatim, orang-orang miskin, orang yang dalam perjalanan) atau musafir, ‫( واﻟﺳﺎﺋﻠﻳن‬orang-orang yang meminta-minta) atau
pengemis, ‫( وﻓﻲ‬dan pada) memerdekakan ‫( اﻟرﻗﺎب‬budak) yakni yang telah dijanjikan akan dibebaskan dengan membayar
sejumlah tebusan, begitu juga para tawanan, ‫اﻟزﻛﺎة‬ ‫( وأﻗﺎم اﻟﺻﻼة وآﺗﻰ‬serta mendirikan salat dan membayar zakat) yang
wajib dan sebelum mencapai nisabnya secara tathawwu` atau sukarela, ‫( واﻟﻣوﻓون ﺑﻌﻬدﻫم إذا ﻋﺎﻫدوا‬orang-orang yang
menepati janji bila mereka berjanji) baik kepada Allah atau kepada manusia, ‫( واﻟﺻﺎﺑرﻳن‬orang-orang yang sabar) baris di atas

sebagai pujian ‫( ﻓﻲ اﻟﺑﺄﺳﺎء‬dalam kesempitan) yakni kemiskinan yang sangat ‫( واﻟﺿراء‬penderitaan) misalnya karena sakit
‫( وﺣﻳن اﻟﺑﺄس‬dan sewaktu perang) yakni ketika berkecamuknya perang di jalan Allah. ‫( أوﻟﺋك‬Mereka itulah) yakni yang
disebut di atas ‫ﺻدﻗوا‬ ‫( اﻟذﻳن‬orang-orang yang benar) dalam keimanan dan mengakui kebaktian ‫( وأوﻟﺋك ﻫم اﻟﻣﺗﻘون‬dan
mereka itulah orang-orang yang bertakwa) kepada Allah.

Qisas dan Hikmahnya

4 4©s\ΡW{$$Î/ 4©s\ΡW{$#uρ ωö7yèø9$$Î/ ߉ö6yèø9$#uρ Ìhçtø:$$Î/ ”çtø:$# ( ‘n=÷Fs)ø9$# ’Îû ÞÉ$|ÁÉ)ø9$# ãΝä3ø‹n=tæ |=ÏGä. (#θãΖtΒ#u™ t⎦⎪Ï%©!$# $pκš‰r'¯≈tƒ

öΝä3În/§‘ ⎯ÏiΒ ×#‹ÏøƒrB y7Ï9≡sŒ 3 9⎯≈|¡ômÎ*Î/ Ïμø‹s9Î) í™!#yŠr&uρ Å∃ρã÷èyϑø9$$Î/ 7í$t6Ïo?$$sù Ö™ó©x« ÏμŠÅzr& ô⎯ÏΒ …ã&s! u’Å∀ãã ô⎯yϑsù

∩⊇∠∇∪ ÒΟŠÏ9r& ë>#x‹tã …ã&s#sù y7Ï9≡sŒ y‰÷èt/ 3“y‰tGôã$# Ç⎯yϑsù 3 ×πyϑômu‘uρ

178. ‫اﻟﻘﺻﺎص‬ ‫( ﻳﺎ أﻳﻬﺎ اﻟذﻳن آﻣﻧوا ﻛﺗب ﻋﻠﻳﻛم‬Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu kisas) pembalasan yang
setimpal ‫ﻓﻲ اﻟﻘﺗﻠﻰ‬ (berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh) baik tentang sifat maupun perbuatan ‫اﻟﺣر‬ (orang

merdeka) dibunuh ‫( ﺑﺎﻟﺣر‬oleh orang merdeka) maka tidak boleh oleh hamba ‫(واﻟﻌﺑد ﺑﺎﻟﻌﺑد واﻷﻧﺛﻰ ﺑﺎﻷﻧﺛﻰ‬hamba oleh
hamba dan wanita oleh wanita). Sunah menyatakan bahwa laki-laki boleh dibunuh oleh wanita dan dalam agama dipandang
seimbang atau sebanding, tetapi tidak boleh seorang Islam walaupun ia seorang hamba dibunuh oleh seorang kafir walaupun ia
seorang merdeka. ‫ﻟﻪ‬ ‫( ﻓﻣن ﻋﻔﻲ‬Barang siapa yang mendapat kemaafan) maksudnya di antara pembunuh-pembunuh itu ‫ﻣن‬
(berkenaan dengan) darah ‫( أﺧﻳﻪ‬saudaranya) yang dibunuh ‫( ﺷﻲء‬berupa sesuatu) misalnya dengan ditiadakannya kisas yang
menyebabkan gugurnya sebagian hukuman oleh sebagian ahli waris. Dengan disebutkannya 'saudaranya', membangkitkan rasa
santun yang mendorong seseorang untuk memaafkan dan menjadi pernyataan bahwa pembunuhan itu tidaklah mengakibatkan
putusnya persaudaraan dalam agama dan keimanan. 'Man' yang merupakan syarthiyah atau isim maushul menjadi mubtada,
sedangkan khabarnya ialah, ‫ﻓﺎﺗﺑﺎع‬ (maka hendaklah mengikuti) artinya orang yang memaafkan itu terhadap pembunuh

hendaklah mengikuti ‫( ﺑﺎﻟﻣﻌروف‬dengan cara yang baik) misalnya memintanya supaya membayar diat atau denda dengan
baik-baik dan tidak kasar. Pengaturan 'mengikuti' terhadap 'memaafkan' menunjukkan bahwa yang wajib ialah salah satu di
antara keduanya dan ini merupakan salah satu di antara kedua pendapat Syafii, sedangkan menurut pendapatnya yang kedua
yang wajib itu ialah kisas, sedangkan diat menjadi penggantinya. Sekiranya seseorang memaafkan dan tidak menyebutkan diat,
maka bebaslah dari segala kewajiban ‫( و‬dan) hendaklah si pembunuh ‫( أداء‬membayar) diat ‫( إﻟﻳﻪ‬kepadanya) yaitu kepada
yang memaafkan tadi, yakni ahli waris ‫ﺑﺈﺣﺳﺎن‬ (dengan cara yang baik pula) artinya tanpa melalaikan dan mengurangi

pembayarannya. ‫( ذﻟك‬Demikian itu) maksudnya diperbolehkan mengganti hukum kisas dan kemaafan dengan diat, hal ini
adalah ‫( ﺗﺧﻔﻳف‬suatu keringanan) atau kemudahan ‫( ﻣن رﺑﻛم‬dari Tuhanmu) terhadapmu ‫( ورﺣﻣﺔ‬suatu rahmat) kepadamu
berupa kelapangan dan tidak dipastikan-Nya salah satu di antara keduanya, seperti diwajibkan-Nya kisas atas orang-orang
Yahudi dan diat atas orang-orang Kristen. ‫( ﻓﻣن اﻋﺗدى‬Dan barang siapa yang melanggar batas) misalnya dianiayanya si
pembunuh dengan membunuhnya pula ‫ذﻟك‬ ‫( ﺑﻌد‬sesudah itu) maksudnya setelah memaafkan, ‫( ﻓﻠﻪ ﻋذاب أﻟﻳم‬maka baginya
siksa yang pedih) atau menyakitkan, yaitu di akhirat dengan api neraka, atau di dunia dengan dibunuh pula.

∩⊇∠®∪ tβθà)−Gs? öΝà6¯=yès9 É=≈t6ø9F{$# ’Í<'ρé'¯≈tƒ ×ο4θuŠym ÄÉ$|ÁÉ)ø9$# ’Îû öΝä3s9uρ

179. ‫( وﻟﻛم ﻓﻲ اﻟﻘﺻﺎص ﺣﻳﺎة‬Dan bagimu dalam kisas itu terdapat kehidupan) artinya terjaminnya kelangsungan hidup
manusia ‫اﻷﻟﺑﺎب‬ ‫( ﻳﺎ أوﻟﻲ‬hai orang-orang yang berakal) karena jika seseorang yang akan membunuh itu mengetahui bahwa
ia akan dibunuh pula, maka ia akan merasa takut lalu mengurungkan rencananya sehingga berarti ia telah memelihara
nyawanya dan nyawa orang yang akan dibunuhnya tadi. Disyariatkan oleh Allah Taala ‫( ﻟﻌﻠﻛم ﺗﺗﻘون‬supaya kamu bertakwa)
artinya menjaga dirimu dari membunuh, agar terhindar dari kisas.

Wasiat

( Å∃ρã÷èyϑø9$$Î/ t⎦⎫Î/tø%F{$#uρ Ç⎯÷ƒy‰Ï9≡uθù=Ï9 èπ§‹Ï¹uθø9$# #·öyz x8ts? βÎ) ßNöθyϑø9$# ãΝä.y‰tnr& u|Øym #sŒÎ) öΝä3ø‹n=tæ |=ÏGä.

∩⊇∇⊃∪ t⎦⎫É)−Fßϑø9$# ’n?tã $ˆ)ym

180. ‫( ﻛﺗب ﻋﻠﻳﻛم إذا ﺣﺿر أﺣدﻛم اﻟﻣوت‬Diwajibkan atas kamu, apabila salah seorang di antara kamu didatangi maut)
maksudnya tanda-tandanya ‫ر‬
‫ﺧﻳ ا‬ ‫( إن ﺗرك‬jika ia meninggalkan kebaikan) yakni harta yang banyak, ‫( اﻟوﺻﻳﺔ‬berwasiat) baris
di depan sebagai naibul fa`il dari kutiba, dan tempat berkaitnya 'idzaa' jika merupakan zharfiyah dan menunjukkan hukumnya
jika ia syartiyah dan sebagai jawaban pula dari 'in', artinya hendaklah ia berwasiat ‫ﺑﺎﻟﻣﻌروف‬ ‫( ﻟﻠواﻟدﻳن واﻷﻗرﺑﻳن‬untuk ibu
bapak dan kaum kerabat secara baik-baik) artinya dengan adil dan tidak lebih dari sepertiga harta dan jangan mengutamakan
orang kaya ‫( ﺣﻘﺎ‬merupakan kewajiban) mashdar yang memperkuat isi kalimat yang sebelumnya ‫( ﻋﻠﻰ اﻟﻣﺗﻘﻳن‬bagi orang-
orang yang bertakwa) kepada Allah. Ayat ini telah dihapus dan diganti dengan ayat tentang waris dan dengan hadis, ‫وﻻ وﺻﻳﺔ‬
‫" ﻟوارث‬Tidak ada wasiat untuk ahli waris." (H.R. Tirmizi)

∩⊇∇⊇∪ ×Λ⎧Î=tæ ìì‹Ïÿxœ ©!$# ¨βÎ) 4 ÿ…çμtΡθä9Ïd‰t7ムt⎦⎪Ï%©!$# ’n?tã …çμßϑøOÎ) !$uΚ¯ΡÎ*sù …çμyèÏÿxœ $tΒy‰÷èt/ …ã&s!£‰t/ .⎯yϑsù

181. ‫ﺑدﻟﻪ‬ ‫( ﻓﻣن‬Barang siapa yang mengubahnya) mengubah wasiat, baik ia sebagai saksi atau yang menyampaikannya ‫ﺑﻌد‬
‫( ﻣﺎ ﺳﻣﻌﻪ‬setelah ia mendengarnya) atau mengetahuinya, ‫( ﻓﺈﻧﻣﺎ إﺛﻣﻪ‬maka sesungguhnya dosanya) maksudnya dosa dari
pemalsuan wasiat itu ‫( ﻋﻠﻰ اﻟذﻳن ﻳﺑدﻟوﻧﻪ‬atas orang-orang yang mengubahnya.) Di sini terdapat penempatan zahir pada
tempat mudhmar. ‫ﺳﻣﻳﻊ ﻋﻠﻳم‬ ‫( إن اﷲ‬Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui) perbuatannya dan akan membalasnya.

∩⊇∇⊄∪ ÒΟŠÏm§‘ Ö‘θàxî ©!$# ¨βÎ) 4 Ïμø‹n=tã zΟøOÎ) Iξsù öΝæηuΖ÷t/ yxn=ô¹r'sù $VϑøOÎ) ÷ρr& $¸uΖy_ <Éθ•Β ⎯ÏΒ t∃%s{ ô⎯yϑsù

182. ‫ﻣوص ﺟﻧﻔﺎ‬ ‫( ﻓﻣن ﺧﺎف ﻣن‬Tetapi barang siapa merasa khawatir terhadap orang yang berwasiat) ada yang membaca
muushin dan ada pula yang membaca muwashshin ‫إﺛﻣﺎ‬ ‫( أو‬berlaku berat sebelah) menyimpang dari keadilan ‫ﻓﺄﺻﻠﺢ ﺑﻳﻧﻬم‬
(atau berbuat dosa) misalnya dengan sengaja melebihi sepertiga atau mengistimewakan orang kaya, ‫ﻓﻼ إﺛم ﻋﻠﻳﻪ‬ (lalu
didamaikannya di antara mereka) yakni antara yang menyampaikan dan yang diberi wasiat dengan menyuruh menepati
keadilan, ‫رﺣﻳم‬ ‫( إن اﷲ ﻏﻔور‬sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).
Puasa

tβθà)−Gs? öΝä3ª=yès9 öΝà6Î=ö7s% ⎯ÏΒ š⎥⎪Ï%©!$# ’n?tã |=ÏGä. $yϑx. ãΠ$u‹Å_Á9$# ãΝà6ø‹n=tæ |=ÏGä. (#θãΖtΒ#u™ t⎦⎪Ï%©!$# $y㕃r'¯≈tƒ

∩⊇∇⊂∪

183. ‫ﻳﺎ أﻳﻬﺎ اﻟذﻳن آﻣﻧوا ﻛﺗب ﻋﻠﻳﻛم اﻟﺻﻳﺎم ﻛﻣﺎ ﻛﺗب ﻋﻠﻰ اﻟذﻳن ﻣن ﻗﺑﻠﻛم‬ (Hai orang-orang yang beriman,

diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu) di antara umat manusia ‫ﻟﻌﻠﻛم‬
‫( ﺗﺗﻘون‬agar kamu bertakwa) maksudnya menjaga diri dari maksiat, karena puasa itu dapat membendung syahwat yang menjadi
pangkal sumber kemaksiatan itu.
š⎥⎪Ï%©!$# ’n?tãuρ 4 tyzé& BΘ$−ƒr& ô⎯ÏiΒ ×Ïèsù 9xy™ 4’n?tã ÷ρr& $³ÒƒÍ£Δ Νä3ΖÏΒ šχ%x. ⎯yϑsù 4 ;N≡yŠρ߉÷è¨Β $YΒ$−ƒr&

óΟçFΖä. βÎ) ( öΝà6©9 ×öyz (#θãΒθÝÁs? βr&uρ 4 …ã&©! ×öyz uθßγsù #Zöyz tí§θsÜs? ⎯yϑsù ( &⎦⎫Å3ó¡ÏΒ ãΠ$yèsÛ ×πtƒô‰Ïù …çμtΡθà)‹ÏÜãƒ

∩⊇∇⊆∪ tβθßϑn=÷ès?

184. ‫( أﻳﺎﻣﺎ‬Beberapa hari) manshub atau baris di atas sebagai maf`ul dari fi`il amar yang bunyinya diperkirakan 'shiyam' atau
'shaum' ‫ﻣﻌدودات‬ (berbilang) artinya yang sedikit atau ditentukan waktunya dengan bilangan yang telah diketahui, yakni
selama bulan Ramadan sebagaimana yang akan datang nanti. Dikatakannya 'yang sedikit' untuk memudahkan bagi mualaf.
‫( ﻓﻣن ﻛﺎن ﻣﻧﻛم‬Maka barang siapa di antara kamu) yakni sewaktu kehadiran hari-hari berpuasa itu ‫ﻣرﻳﺿﺎ أو ﻋﻠﻰ ﺳﻔر‬
(sakit atau dalam perjalanan) maksudnya perjalanan untuk mengerjakan puasa dalam kedua situasi tersebut, lalu ia berbuka,
‫( ﻓﻌدة‬maka hendaklah dihitungnya) berapa hari ia berbuka, lalu berpuasalah sebagai gantinya ‫( ﻣن أﻳﺎم أﺧر‬pada hari-hari
yang lain.) ‫( وﻋﻠﻰ اﻟذﻳن‬Dan bagi orang-orang yang) ‫( ﻳطﻳﻘوﻧﻪ‬tidak sanggup melakukannya) disebabkan usia lanjut atau
penyakit yang tak ada harapan untuk sembuh ‫( ﻓدﻳﺔ‬maka hendaklah membayar fidyah) yaitu ‫ﻣﺳﻛﻳن‬ ‫( طﻌﺎم‬memberi makan
seorang miskin) artinya sebanyak makanan seorang miskin setiap hari, yaitu satu gantang/mud dari makanan pokok penduduk
negeri. Menurut satu qiraat, dengan mengidhafatkan 'fidyah' dengan tujuan untuk penjelasan. Ada pula yang mengatakan tidak,
bahkan tidak ditentukan takarannya. Di masa permulaan Islam, mereka diberi kesempatan memilih, apakah akan berpuasa atau
membayar fidyah. Kemudian hukum ini dihapus (mansukh) dengan ditetapkannya berpuasa dengan firman-Nya. "Maka barang
siapa di antara kamu yang menyaksikan bulan, hendaklah ia berpuasa." Kata Ibnu Abbas, "Kecuali wanita hamil dan yang
sedang menyusui, jika berbukanya itu disebabkan kekhawatiran terhadap bayi, maka membayar fidyah itu tetap menjadi hak
mereka tanpa nasakh." ‫ر‬
‫ﺧﻳ ا‬ ‫( ﻓﻣن ﺗطوع‬Dan barang siapa yang secara sukarela melakukan kebaikan) dengan menambah
batas minimal yang disebutkan dalam fidyah tadi ‫( ﻓﻬو‬maka itu) maksudnya berbuat tathawwu` atau kebaikan ‫ﺧﻳر ﻟﻪ وأن‬
‫( ﺗﺻوﻣوا‬lebih baik baginya. Dan berpuasa) menjadi mubtada', sedangkan khabarnya ialah, ‫( ﺧﻳر ﻟﻛم‬lebih baik bagi kamu)
daripada berbuka dan membayar fidyah ‫( إن ﻛﻧﺗم ﺗﻌﻠﻣون‬jika kamu mengetahui) bahwa berpuasa lebih baik bagimu, maka
lakukanlah.

y‰Íκy− ⎯yϑsù 4 Èβ$s%öàø9$#uρ 3“y‰ßγø9$# z⎯ÏiΒ ;M≈oΨÉit/uρ Ĩ$¨Ψ=Ïj9 ”W‰èδ ãβ#u™öà)ø9$# ÏμŠÏù tΑÌ“Ρé& ü“Ï%©!$# tβ$ŸÒtΒu‘ ãöκy−

tó¡ãŠø9$# ãΝà6Î/ ª!$# ߉ƒÌム3 tyzé& BΘ$−ƒr& ô⎯ÏiΒ ×Ïèsù 9xy™ 4’n?tã ÷ρr& $³ÒƒÍsΔ tβ$Ÿ2 ⎯tΒuρ ( çμôϑÝÁuŠù=sù töꤶ9$# ãΝä3ΨÏΒ

öΝà6¯=yès9uρ öΝä31y‰yδ $tΒ 4†n?tã ©!$# (#ρçÉi9x6çGÏ9uρ nÏèø9$# (#θè=Ïϑò6çGÏ9uρ uô£ãèø9$# ãΝà6Î/ ߉ƒÌムŸωuρ

∩⊇∇∈∪ šχρãä3ô±n@
185. Hari-hari tersebut adalah ‫( ﺷﻬر رﻣﺿﺎن اﻟذي أﻧزﻝ ﻓﻳﻪ اﻟﻘرآن‬bulan Ramadan yang padanya diturunkan Alquran)
yakni dari Lohmahfuz ke langit dunia di malam lailatulkadar ‫( ﻫدى‬sebagai petunjuk) menjadi 'hal', artinya yang menunjukkan
dari kesesatan ‫( ﻟﻠﻧﺎس وﺑﻳﻧﺎت‬bagi manusia dan penjelasan-penjelasan) artinya keterangan-keterangan yang nyata ‫ﻣن‬
‫اﻟﻬدى‬ (mengenai petunjuk itu) yang menuntun pada hukum-hukum yang hak ‫و‬ (dan) sebagai ‫اﻟﻔرﻗﺎن‬ (pemisah) yang

memisahkan antara yang hak dengan yang batil. ‫ﺷﻬد‬ ‫( ﻓﻣن‬Maka barang siapa yang menyaksikan) artinya hadir ‫ﻣﻧﻛم اﻟﺷﻬر‬
‫( ﻓﻠﻳﺻﻣﻪ وﻣن ﻛﺎن ﻣرﻳﺿﺎ أو ﻋﻠﻰ ﺳﻔر ﻓﻌدة ﻣن أﻳﺎم أﺧر‬di antara kamu di bulan itu, hendaklah ia berpuasa dan
barang siapa sakit atau dalam perjalanan, lalu ia berbuka, maka wajib baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya itu
pada hari yang lain) sebagaimana telah diterangkan terdahulu. Diulang-ulang agar jangan timbul dugaan adanya nasakh dengan
diumumkannya 'menyaksikan bulan' ‫اﻟﻌﺳر‬ ‫( ﻳرﻳد اﷲ ﺑﻛم اﻟﻳﺳر وﻻ ﻳرﻳد ﺑﻛم‬Allah menghendaki kemudahan bagimu dan
tidak menghendaki kesempitan) sehingga oleh karenanya kamu diperbolehkan-Nya berbuka di waktu sakit dan ketika dalam
perjalanan. Karena yang demikian itu merupakan `illat atau motif pula bagi perintah berpuasa, maka diathafkan padanya.
‫( وﻟﺗﻛﻣﻠوا‬Dan hendaklah kamu cukupkan) ada yang membaca 'tukmiluu' dan ada pula 'tukammiluu' ‫( اﻟﻌدة‬bilangan) maksudnya
bilangan puasa Ramadan ‫( وﻟﺗﻛﺑروا اﷲ‬hendaklah kamu besarkan Allah) sewaktu menunaikannya ‫( ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻫداﻛم‬atas
petunjuk yang diberikan-Nya kepadamu) maksudnya petunjuk tentang pokok-pokok agamamu ‫( وﻟﻌﻠﻛم ﺗﺷﻛرون‬dan supaya
kamu bersyukur) kepada Allah Taala atas semua itu.

’Î1 (#θãΖÏΒ÷σã‹ø9uρ ’Í< (#θç6‹ÉftGó¡uŠù=sù ( Èβ$tãyŠ #sŒÎ) Æí#¤$!$# nοuθôãyŠ Ü=‹Å_é& ( ë=ƒÌs% ’ÎoΤÎ*sù ©Íh_ã
t “ÏŠ$t6Ïã y7s9r'y™ #sŒÎ)uρ

∩⊇∇∉∪ šχρ߉ä©ötƒ öΝßγ¯=yès9

186. (Segolongan orang-orang bertanya kepada Nabi saw., "Apakah Tuhan kami dekat, maka kami akan berbisik kepada-Nya,
atau apakah Dia jauh, maka kami akan berseru kepada-Nya." Maka turunlah ayat ini. ‫ٕواذا ﺳﺄﻟك ﻋﺑﺎدي ﻋﻧﻲ ﻓﺈﻧﻲ ﻗرﻳب‬
("Dan apabila hamba-hamba-Ku menanyakan kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku Maha Dekat) kepada mereka
dengan ilmu-Ku, beritahukanlah hal ini kepada mereka ‫دﻋﺎن‬ ‫( أﺟﻳب دﻋوة اﻟداع إذا‬Aku kabulkan permohonan orang yang
berdoa, jika ia berdoa kepada-Ku) sehingga ia dapat memperoleh apa yang dimohonkan. ‫( ﻓﻠﻳﺳﺗﺟﻳﺑوا ﻟﻲ‬Maka hendaklah
mereka itu memenuhi pula perintah-Ku) dengan taat dan patuh ‫( وﻟﻳؤﻣﻧوا‬serta hendaklah mereka beriman) senantiasa iman ‫ﺑﻲ‬
‫( ﻟﻌﻠﻬم ﻳرﺷدون‬kepada-Ku supaya mereka berada dalam kebenaran.") atau petunjuk Allah.

öΝà6¯Ρr& ª!$# zΝÎ=tæ 3 £⎯ßγ©9 Ó¨$t6Ï9 öΝçFΡr&uρ öΝä3©9 Ó¨$t6Ï9 £⎯èδ 4 öΝä3Í←!$|¡ÎΣ 4’n<Î) ß]sù§9$# ÏΘ$uŠÅ_Á9$# s's#ø‹s9 öΝà6s9 ¨≅Ïmé&

ª!$# |=tFŸ2 $tΒ (#θäótFö/$#uρ £⎯èδρçų≈t/ z⎯≈t↔ø9$$sù ( öΝä3Ψtã $xtãuρ öΝä3ø‹n=tæ z>$tGsù öΝà6|¡àΡr& šχθçΡ$tFøƒrB óΟçGΨä.
(#θ‘ϑÏ?r& ¢ΟèO ( Ìôfxø9$# z⎯ÏΒ ÏŠuθó™F{$# ÅÝø‹sƒø:$# z⎯ÏΒ âÙu‹ö/F{$# äÝø‹sƒø:$# ãΝä3s9 t⎦¨⎫t7oKtƒ 4©®Lym (#θç/uõ°$#uρ (#θè=ä.uρ 4 öΝä3s9

3 $yδθç/tø)s? Ÿξsù «!$# ߊρ߉ãn y7ù=Ï? 3 ωÉf≈|¡yϑø9$# ’Îû tβθàÅ3≈tã óΟçFΡr&uρ  ∅èδρçų≈t7è? Ÿωuρ 4 È≅øŠ©9$# ’n<Î) tΠ$u‹Å_Á9$#

∩⊇∇∠∪ šχθà)−Gtƒ óΟßγ¯=yès9 Ĩ$¨Ψ=Ï9 ⎯ÏμÏG≈tƒ#u™ ª!$# Ú⎥Îi⎫t6ムy7Ï9≡x‹x.

187. ‫اﻟرﻓث‬ ‫( أﺣﻝ ﻟﻛم ﻟﻳﻠﺔ اﻟﺻﻳﺎم‬Dihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa berkencan dengan istri-istrimu) maksudnya
mencampuri mereka. Ayat ini turun menasakhkan hukum yang berlaku di masa permulaan Islam, berupa pengharaman
mencampuri istri, begitu pula diharamkan makan minum setelah waktu Isyak. ‫ﻧﺳﺎﺋﻛم‬ ‫( إﻟﻰ‬Mereka itu pakaian bagi kamu dan
kamu pakaian bagi mereka) kiasan bahwa mereka berdua saling bergantung dan saling membutuhkan. ‫ﻫن ﻟﺑﺎس ﻟﻛم وأﻧﺗم‬
‫( ﻟﺑﺎس ﻟﻬن‬Allah mengetahui bahwa kamu akan berkhianat pada) atau mengkhianati ‫( أﻧﻔﺳﻛم‬dirimu) dengan melakukan jimak
atau hubungan suami istri pada malam hari puasa. Hal itu pernah terjadi atas diri Umar dan sahabat lainnya, lalu ia segera
memberitahukannya kepada Nabi saw., ‫ﻋﻠﻳﻛم‬ ‫( ﻓﺗﺎب‬maka Allah pun menerima tobatmu) yakni sebelum kamu bertobat ‫وﻋﻔﺎ‬
‫( ﻋﻧﻛم ﻓﺎﻵن‬dan dimaafkan-Nya kamu. Maka sekarang) karena telah dihalalkan bagimu ‫( ﺑﺎﺷروﻫن‬campurilah mereka itu)
‫( واﺑﺗﻐوا‬dan usahakanlah) atau carilah ‫( ﻣﺎ ﻛﺗب اﷲ ﻟﻛم‬apa-apa yang telah ditetapkan Allah bagimu) artinya apa yang telah
diperbolehkan-Nya seperti bercampur atau mendapatkan anak ‫( وﻛﻠوا واﺷرﺑوا‬dan makan minumlah) sepanjang malam itu
‫( ﺣﺗﻰ ﻳﺗﺑﻳن‬hingga nyata) atau jelas ‫( ﻟﻛم اﻟﺧﻳط اﻷﺑﻳض ﻣن اﻟﺧﻳط اﻷﺳود ﻣن اﻟﻔﺟر‬bagimu benang putih dari
benang hitam berupa fajar sidik) sebagai penjelasan bagi benang putih, sedangkan penjelasan bagi benang hitam dibuang, yaitu
berupa malam hari. Fajar itu tak ubahnya seperti warna putih bercampur warna hitam yang memanjang dengan dua buah garis
berwarna putih dan hitam. ‫اﻟﺻﻳﺎم‬ ‫( ﺛم أﺗﻣوا‬Kemudian sempurnakanlah puasa itu) dari waktu fajar ‫( إﻟﻰ اﻟﻠﻳﻝ‬sampai malam)
maksudnya masuknya malam dengan terbenamnya matahari ‫ﺗﺑﺎﺷروﻫن‬ ‫( وﻻ‬dan janganlah kamu campuri mereka) maksudnya
istri-istri kamu itu ‫( وأﻧﺗم ﻋﺎﻛﻔون‬sedang kamu beriktikaf) atau bermukim dengan niat iktikaf ‫( ﻓﻲ اﻟﻣﺳﺎﺟد‬di dalam mesjid-
mesjid) seorang yang beriktikaf dilarang keluar mesjid untuk mencampuri istrinya lalu kembali lagi. ‫( ﺗﻠك‬Itulah) yakni hukum-
hukum yang telah disebutkan tadi ‫اﷲ‬ ‫( ﺣدود‬larangan-larangan Allah) yang telah digariskan-Nya bagi hamba-hamba-Nya agar
mereka tidak melanggarnya ‫( ﻓﻼ ﺗﻘرﺑوﻫﺎ‬maka janganlah kami mendekatinya). Kalimat itu lebih mengesankan dari kalimat
"janganlah kamu melanggarnya" yang diucapkan pada ayat lain. ‫( ﻛذﻟك‬Demikianlah sebagaimana telah dinyatakan-Nya bagi
kamu apa yang telah disebutkan itu ‫( ﻳﺑﻳن اﷲ آﻳﺎﺗﻪ ﻟﻠﻧﺎس ﻟﻌﻠﻬم‬Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya bagi manusia supaya
mereka bertakwa) maksudnya menjauhi larangan-Nya.
Ĩ$¨Ψ9$# ÉΑ≡uθøΒr& ô⎯ÏiΒ $Z)ƒÌsù (#θè=à2ù'tGÏ9 ÏΘ$¤6çtø:$# ’n<Î) !$yγÎ/ (#θä9ô‰è?uρ È≅ÏÜ≈t6ø9$$Î/ Νä3oΨ÷t/ Νä3s9≡uθøΒr& (#þθè=ä.ù's? Ÿωuρ

∩⊇∇∇∪ tβθßϑn=÷ès? óΟçFΡr&uρ ÉΟøOM}$$Î/

188. ‫وﻻ ﺗﺄﻛﻠوا أﻣواﻟﻛم ﺑﻳﻧﻛم‬ (Dan janganlah kamu memakan harta sesama kamu), artinya janganlah sebagian kamu

memakan harta sebagian yang lain ‫( ﺑﺎﻟﺑﺎطﻝ‬dengan jalan yang batil), maksudnya jalan yang haram menurut syariat, misalnya

dengan mencuri, mengintimidasi dan lain-lain ‫( و‬Dan) janganlah ‫( ﺗدﻟوا‬kamu bawa) atau ajukan ‫( ﺑﻬﺎ‬ia) artinya urusan harta ini

ke pengadilan dengan menyertakan uang suap ‫ﻟﺗﺄﻛﻠوا‬ ‫( إﻟﻰ اﻟﺣﻛﺎم‬kepada hakim-hakim, agar kamu dapat memakan) dengan
jalan tuntutan di pengadilan itu ‫( ﻓرﻳﻘﺎ‬sebagian) atau sejumlah ‫اﻟﻧﺎس‬ ‫( ﻣن أﻣواﻝ‬harta manusia) yang bercampur ‫ﺑﺎﻹﺛم وأﻧﺗم‬
‫( ﺗﻌﻠﻣون‬dengan dosa, padahal kamu mengetahui) bahwa kamu berbuat kekeliruan.
Berjihad Dengan Jiwa dan Harta di Jalan Allah SWT

⎯ÏΒ šVθãŠç6ø9$# (#θè?ù's? βr'Î/ •É9ø9$# }§øŠs9uρ 3 Ædkysø9$#uρ Ĩ$¨Ψ=Ï9 àM‹Ï%≡uθtΒ }‘Ïδ ö≅è% ( Ï'©#ÏδF{$# Ç⎯tã štΡθè=t↔ó¡o„ *

∩⊇∇®∪ šχθßsÎ=øè? öΝà6¯=yès9 ©!$# (#θà)¨?$#uρ 4 $yγÎ/≡uθö/r& ô⎯ÏΒ šVθã‹ç7ø9$# (#θè?ù&uρ 3 4†s+¨?$# Ç⎯tΒ §É9ø9$# £⎯Å3≈s9uρ $yδÍ‘θßγàß

189. ‫( ﻳﺳﺄﻟوﻧك‬Mereka menanyakan kepadamu) hai Muhammad, ‫( ﻋن اﻷﻫﻠﺔ‬tentang bulan sabit). 'Ahillah' jamak dari 'hilal'.
Pada permulaannya tampak kecil tipis kemudian terus bertambah hingga penuh dengan cahaya. Lalu kembali sebagaimana
semula, maka keadaannya tidak seperti matahari yang tetap ‫( ﻗﻝ‬katakanlah) kepada mereka, ‫ﻣواﻗﻳت‬ ‫"( ﻫﻲ‬Ia adalah tanda-
tanda waktu); mawaaqiit jamak dari miiqaat ‫( ﻟﻠﻧﺎس‬bagi manusia) untuk mengetahui waktu bercocok tanam, berdagang, idah
wanita, berpuasa, dan berbuka mereka ‫( واﻟﺣﺞ‬dan bagi haji) diathafkan atau dihubungkan kepada manusia, artinya untuk
diketahui waktunya. Karena seandainya bulan tetap dalam keadaan yang sama, tentulah hal itu tidak dapat diketahui ‫وﻟﻳس‬
‫( اﻟﺑر ﺑﺄن ﺗﺄﺗوا اﻟﺑﻳوت ﻣن ظﻬورﻫﺎ‬Dan bukanlah kebaktian, jika kamu memasuki rumah-rumah dari belakangnya) yakni di
waktu ihram, dengan membuat lubang di belakang rumah untuk tempat keluar masuk kamu dengan meninggalkan pintu. Hal itu
biasa mereka lakukan dulu dan mereka anggap sebagai kebaktian, ‫( وﻟﻛن اﻟﺑر‬tetapi kebaktian itu), maksudnya orang yang
berbakti ‫اﺗﻘﻰ‬ ‫( ﻣن‬ialah orang yang bertakwa) kepada Allah dengan tidak melanggar perintah-perintah-Nya, ‫وأﺗوا اﻟﺑﻳوت ﻣن‬
‫( أﺑواﺑﻬﺎ‬dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya) baik sewaktu ihram maupun pada waktu-waktu lainnya, ‫واﺗﻘوا‬
‫( اﷲ ﻟﻌﻠﻛم ﺗﻔﻠﺣون‬dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beroleh keberuntungan").
∩⊇®⊃∪ š⎥⎪ωtG÷èßϑø9$# =ÅsムŸω ©!$# χÎ) 4 (#ÿρ߉tG÷ès? Ÿωuρ óΟä3tΡθè=ÏG≈s)ムt⎦⎪Ï%©!$# «!$# È≅‹Î6y™ ’Îû (#θè=ÏG≈s%uρ

190. Tatkala Nabi saw. dihalangi kaum Quraisy untuk mengunjungi Baitullah pada perjanjian Hudaibiah dan berdamai dengan
orang-orang kafir itu untuk kembali di tahun depan, di mana ia diberi kesempatan untuk memasuki Mekah selama tiga hari,
kemudian tatkala ia telah bersiap-siap untuk umrah kada, sedangkan kaum muslimin merasa khawatir kalau-kalau Quraisy tidak
menepati janjinya lalu memerangi mereka, padahal kaum muslimin tak mau melayani mereka jika di saat ihram, di tanah haram
dan di bulan haram; maka turunlah ayat, ‫اﷲ‬ ‫( وﻗﺎﺗﻠوا ﻓﻲ ﺳﺑﻳﻝ‬Dan perangilah di jalan Allah), maksudnya untuk menjunjung
tinggi agama-Nya ‫اﻟذﻳن ﻳﻘﺎﺗﻠوﻧﻛم‬ (orang-orang yang memerangi kamu) di antara orang-orang kafir ‫وﻻ ﺗﻌﺗدوا‬ (tetapi

janganlah kamu melampaui batas) misalnya dengan memulai peperangan terhadap mereka ‫إن اﷲ ﻻ ﻳﺣب اﻟﻣﻌﺗدﻳن‬
(karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas), artinya yang melanggar apa-apa yang telah
digariskan bagi mereka. Dan ini dinasakh dengan ayat Bara-ah atau dengan firman-Nya:

Ÿωuρ 4 È≅÷Gs)ø9$# z⎯ÏΒ ‘‰x©r& èπuΖ÷FÏø9$#uρ 4 öΝä.θã_t÷zr& ß]ø‹ym ô⎯ÏiΒ Νèδθã_Ì÷zr&uρ öΝèδθßϑçGøÉ)rO ß]ø‹ym öΝèδθè=çFø%$#uρ

â™!#t“y_ y7Ï9≡x‹x. 3 öΝèδθè=çFø%$$sù öΝä.θè=tG≈s% βÎ*sù ( ÏμŠÏù öΝä.θè=ÏF≈s)ム4©®Lym ÏΘ#tptø:$# ωÉfó¡pRùQ$# y‰ΖÏã öΝèδθè=ÏG≈s)è?

∩⊇®⊇∪ t⎦⎪ÍÏ≈s3ø9$#

191.‫أﺧرﺟوﻛم‬ ‫( واﻗﺗﻠوﻫم ﺣﻳث ﺛﻘﻔﺗﻣوﻫم وأﺧرﺟوﻫم ﻣن ﺣﻳث‬Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menjumpai
mereka, serta usirlah mereka di mana mereka mengusir kamu) artinya Mekah, dan ini telah dilakukan nabi terhadap mereka
pada tahun pembebasan ‫( واﻟﻔﺗﻧﺔ‬sedangkan fitnah itu), artinya kesyirikan mereka ‫( أﺷد‬lebih berat), maksudnya lebih berbahaya

‫( ﻣن اﻟﻘﺗﻝ‬dari pembunuhan) terhadap mereka, yakni di tanah suci atau sewaktu ihram yang mereka hormati itu. ‫وﻻ ﺗﻘﺎﺗﻠوﻫم‬
‫( ﻋﻧد اﻟﻣﺳﺟد اﻟﺣرام‬Dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidilharam), maksudnya di tanah suci, ‫ﺣﺗﻰ ﻳﻘﺎﺗﻠوﻛم‬
‫( ﻓﻳﻪ ﻓﺈن ﻗﺎﺗﻠوﻛم‬sebelum mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu) di sana, ‫( ﻓﺎﻗﺗﻠوﻫم‬maka
bunuhlah mereka). Menurut satu qiraat tanpa alif pada kata kerja yang tiga, 'wala taqtuluuhum, hatta yaqtuluukum fiih, dan fa-in
qataluukum'. ‫( ﻛذﻟك‬Demikianlah), maksudnya pembunuhan dan pengusiran ‫اﻟﻛﺎﻓرﻳن‬ ‫( ﺟزاء‬menjadi balasan bagi orang-orang
kafir).

∩⊇®⊄∪ ×Λ⎧Ïm§‘ Ö‘θàxî ©!$# ¨βÎ*sù (#öθpκtJΡ$# ÈβÎ*sù

192. ‫( ﻓﺈن اﻧﺗﻬوا‬Jika mereka berhenti) dari kekafiran lalu masuk Islam, ‫( ﻓﺈن اﷲ ﻏﻔور‬maka sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang) terhadap mereka.
∩⊇®⊂∪ t⎦⎫ÏΗÍ>≈©à9$# ’n?tã ωÎ) tβ≡uρô‰ãã Ÿξsù (#öθpκtJΡ$# ÈβÎ*sù ( ¬! ß⎦⎪Ïe$!$# tβθä3tƒuρ ×πoΨ÷FÏù tβθä3s? Ÿω 4©®Lym öΝèδθè=ÏG≈s%uρ

193. ‫( وﻗﺎﺗﻠوﻫم ﺣﺗﻰ ﻻ ﺗﻛون‬Dan perangilah mereka itu hingga tidak ada lagi) atau tidak dijumpai lagi ‫( ﻓﺗﻧﺔ‬fitnah) yakni
kesyirikan ‫اﻟدﻳن‬ ‫( وﻳﻛون‬dan (sehingga) agama itu) pengabdian atau perhambaan diri itu ‫( ﷲ‬hanya untuk Allah) semata dan
tak ada yang disembah selain Dia. ‫ﻓﺈن اﻧﺗﻬوا‬ (Maka jika mereka berhenti) dari kesyirikan, janganlah kamu melakukan

pelanggaran terhadap mereka; makna ini dapat disimpulkan dari ‫ﻓﻼ ﻋدوان‬ (maka tak ada permusuhan lagi) seperti

membunuh atau lainnya, ‫( إﻻ ﻋﻠﻰ اﻟظﺎﻟﻣﻳن‬kecuali terhadap orang-orang yang aniaya). Orang yang telah menghentikan
kekeliruannya, maka tidak termasuk orang yang aniaya, sehingga tidak perlu mendapat tindakan permusuhan lagi.

$tΒ È≅÷VÏϑÎ/ Ïμø‹n=tã (#ρ߉tFôã$$sù öΝä3ø‹n=tæ 3“y‰tGôã$# Ç⎯yϑsù 4 ÒÉ$|ÁÏ% àM≈tΒãçtø:$#uρ ÏΘ#tptø:$# Ìöꤶ9$$Î/ ãΠ#tptø:$# ãöꤶ9$#

∩⊇®⊆∪ t⎦⎫É)−Fßϑø9$# yìtΒ ©!$# ¨βr& (#þθßϑn=ôã$#uρ ©!$# (#θà)¨?$#uρ 4 öΝä3ø‹n=tæ 3“y‰tGôã$#

194. ‫( اﻟﺷﻬر اﻟﺣرام‬Bulan haram), artinya bulan suci harus dibalas pula ‫( ﺑﺎﻟﺷﻬر اﻟﺣرام‬dengan bulan haram), maksudnya
sebagaimana mereka memerangi kamu pada bulan suci, perangilah pula mereka pada bulan itu sebagai sanggahan atas sikap
kaum muslimin yang menghormati bulan suci ‫( واﻟﺣرﻣﺎت‬dan pada semua yang patut dihormati) jamak dari hurmatun ‫ﻗﺻﺎص‬

(berlaku hukum kisas), maksudnya bila kehormatan itu dilanggar, maka hendaklah dibalas dengan perbuatan yang setimpal ‫ﻓﻣن‬
‫( اﻋﺗدى ﻋﻠﻳﻛم‬Maka barang siapa yang menyerang kamu) dalam suatu pelanggaran di tanah suci, di waktu ihram atau di
bulan-bulan haram, ‫ﻋﻠﻳﻛم‬ ‫( ﻓﺎﻋﺗدوا ﻋﻠﻳﻪ ﺑﻣﺛﻝ ﻣﺎ اﻋﺗدى‬maka seranglah pula dia dengan suatu serangan yang seimbang
dengan serangan terhadap kamu). Tindakan pembalasan itu disebut 'serangan' karena sama dengan timpalannya dalam bentuk
dan rupa ‫( واﺗﻘوا اﷲ‬Dan bertakwalah kepada Allah) dalam membela diri, jangan melampaui batas ‫واﻋﻠﻣوا أن اﷲ ﻣﻊ‬
‫( اﻟﻣﺗﻘﻳن‬Dan ketahuilah olehmu bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa), yakni memberi bantuan dan kemenangan.

∩⊇®∈∪ t⎦⎫ÏΖÅ¡ósßϑø9$# =Ïtä† ©!$# ¨βÎ) ¡ (#þθãΖÅ¡ômr&uρ ¡ Ïπs3è=öκ−J9$# ’n<Î) ö/ä3ƒÏ‰÷ƒr'Î/ (#θà)ù=è? Ÿωuρ «!$# È≅‹Î6y™ ’Îû (#θà)ÏΡr&uρ

195. ‫اﷲ‬ ‫( وأﻧﻔﻘوا ﻓﻲ ﺳﺑﻳﻝ‬Dan belanjakanlah di jalan Allah), artinya menaatinya, seperti dalam berjihad dan lain-lainnya ‫وﻻ‬
‫( ﺗﻠﻘوا ﺑﺄﻳدﻳﻛم‬dan janganlah kamu jatuhkan tanganmu), maksudnya dirimu. Sedangkan ba sebagai tambahan ‫( إﻟﻰ اﻟﺗﻬﻠﻛﺔ‬ke
dalam kebinasaan) atau kecelakaan disebabkan meninggalkan atau mengeluarkan sana untuk berjihad yang akan
menyebabkan menjadi lebih kuatnya pihak musuh daripada kamu. ‫( وأﺣﺳﻧوا‬Dan berbuat baiklah kamu), misalnya dengan
mengeluarkan nafkah dan lain-lainnya ‫( إن اﷲ ﻳﺣب اﻟﻣﺣﺳﻧﻳن‬Sesungguhnya Allah mengasihi orang yang berbuat baik),
artinya akan memberi pahala mereka.

Haji

xè=ö7tƒ 4©®Lym óΟä3™


y ρâ™â‘ (#θà)Î=øtrB Ÿωuρ ( Ä“ô‰oλù;$# z⎯ÏΒ uy£øŠtGó™$# $yϑsù öΝè?÷ÅÇômé& ÷βÎ*sù 4 ¬! nοt÷Κãèø9$#uρ ¢kptø:$# (#θ‘ϑÏ?r&uρ

4 77Ý¡èΣ ÷ρr& >πs%y‰|¹ ÷ρr& BΘ$uŠÏ¹ ⎯ÏiΒ ×πtƒô‰Ïsù ⎯ÏμÅ™ù&§‘ ⎯ÏiΒ “]Œr& ÿ⎯ÏμÎ/ ÷ρr& $³ÒƒÍ£Δ Νä3ΖÏΒ tβ%x. ⎯uΚsù 4 …ã&©#ÏtxΧ ß“ô‰oλù;$#

’Îû 5Θ$−ƒr& ÏπsW≈n=rO ãΠ$u‹ÅÁsù ô‰Ågs† öΝ©9 ⎯yϑsù 4 Ä“ô‰oλù;$# z⎯ÏΒ uy£øŠGt ó™$# $yϑsù Ædkptø:$# ’n<Î) Íοt÷Κãèø9$$Î/ yì−Gyϑs? ⎯yϑsù ÷Λä⎢ΨÏΒr& !#sŒÎ*sù

4 ÏΘ#tptø:$# ωÉfó¡yϑø9$# “ÎÅÑ$ym …ã&é#÷δr& ô⎯ä3tƒ öΝ©9 ⎯yϑÏ9 y7Ï9≡sŒ 3 ×'s#ÏΒ%x. ×οu|³tã y7ù=Ï? 3 öΝçF÷èy_u‘ #sŒÎ) >πyèö7y™uρ Ædkptø:$#

∩⊇®∉∪ É>$s)Ïèø9$# ߉ƒÏ‰x© ©!$# ¨βr& (#þθßϑn=ôã$#uρ ©!$# (#θà)¨?$#uρ

196. ‫( وأﺗﻣوا اﻟﺣﺞ واﻟﻌﻣرة ﷲ‬Dan sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah), artinya lakukanlah dengan memenuhi
semua haknya ‫( ﻓﺈن أﺣﺻرﺗم‬dan jika kamu terkepung), artinya terhalang untuk menyelesaikannya disebabkan ada musuh,
‫( ﻓﻣﺎ اﺳﺗﻳﺳر ﻣن اﻟﻬدي‬maka hendaklah menyembelih hewan yang mudah didapat), yaitu seekor kambing ‫وﻻ ﺗﺣﻠﻘوا‬
‫( رؤوﺳﻛم‬dan janganlah kamu cukur kepalamu), maksudnya jangan tahalul ‫( ﺣﺗﻰ ﻳﺑﻠﻎ اﻟﻬدي‬sebelum sampai sembelihan)
tersebut ‫( ﻣﺣﻠﻪ‬ke tempat penyembelihannya), artinya tempat penyembelihannya. Menurut Syafii adalah tempat terkepung itu.
Maka hendaklah disembelih di sana dengan niat tahalul, lalu dibagi-bagikan kepada fakir miskin, kemudian bercukur rambut,
sehingga dengan demikian tercapailah tahalul. ‫رأﺳﻪ‬ ‫( ﻓﻣن ﻛﺎن ﻣﻧﻛم ﻣرﻳﺿﺎ أو ﺑﻪ أذى ﻣن‬Dan barang siapa di antara
kamu sakit atau ada gangguan pada kepalanya) berkutu dan pusing, lalu ia bercukur di waktu ihram ‫( ﻓﻔدﻳﺔ‬maka hendaklah ia

membayar fidyah), ‫( ﻣن ﺻﻳﺎم‬yaitu berpuasa) selama tiga hari ‫( أو ﺻدﻗﺔ‬atau bersedekah) sebanyak tiga sukat makanan
pokok penduduk itu kepada enam orang fakir miskin ‫ﻧﺳك‬ ‫( أو‬atau berkurban), artinya menyembelih kambing. 'Au' yang berarti
'atau' memberi kesempatan untuk memilih. Termasuk pula dalam hal ini orang yang bercukur tanpa halangan apa-apa, karena ia
lebih pantas lagi untuk membelinya, membayar denda atau tebusan. Demikian pula orang yang menikmati apa-apa yang
dilarang tanpa bercukur, seperti memakai minyak wangi, pakaian yang berjahit atau minyak rambut yang disebabkan sesuatu
halangan atau lainnya ‫( ﻓﺈذا أﻣﻧﺗم‬Maka apabila kamu telah merasa aman) dari bahaya musuh-musuhmu, misalnya mereka
telah pergi atau sudah tidak ada lagi ‫ﺗﻣﺗﻊ‬ ‫( ﻓﻣن‬maka bagi siapa yang hendak bertamatu) yaitu ‫( ﺑﺎﻟﻌﻣرة‬mendahulukan umrah)
disebabkan telah kosongnya ia dari larangan-larangan ihram ‫إﻟﻰ اﻟﺣﺞ‬ (daripada haji), maksudnya sampai saat ihram

dengannya asal saja masih pada bulan-bulannya, ‫ﻓﻣﺎ اﺳﺗﻳﺳر ﻣن اﻟﻬدي‬ (maka hendaklah wajib ia menyembelih kurban
yang mudah didapat), yaitu seekor kambing yang harus disembelihnya sesudah ihram haji, dan lebih utama pada hari kurban.
‫( ﻓﻣن ﻟم ﻳﺟد‬Tetapi apabila ia tidak menemukan) kurban, misalnya karena hewan itu tidak ada, atau tidak punya uang untuk
membelinya, ‫( ﻓﺻﻳﺎم‬maka hendaklah ia berpuasa), artinya wajib atasnya berpuasa ‫( ﺛﻼﺛﺔ أﻳﺎم ﻓﻲ اﻟﺣﺞ‬tiga hari dalam
masa haji) artinya sewaktu sedang ihram, dengan demikian ia wajib melakukan ihram sebelum tanggal tujuh Zulhijah, dan lebih
utama sebelum tanggal enam, karena makruhnya berpuasa pada hari Arafah, sedangkan menurut salah satu di antara dua
pendapat Syafii yang lebih sah, tidak boleh mempuasakannya pada hari-hari tasyrik ‫رﺟﻌﺗم‬ ‫( وﺳﺑﻌﺔ إذا‬dan tujuh hari lagi bila
kamu telah pulang) ke kampung halamanmu, baik Mekah atau lainnya. Ada pula yang mengatakan jika telah selesai dari
pekerjaan-pekerjaan haji tanpa mempedulikan soal di rantau atau tidaknya. ‫ﺗﻠك ﻋﺷرة ﻛﺎﻣﻠﺔ‬ (Itulah sepuluh hari yang

sempurna) suatu jumlah untuk menguatkan yang sebelumnya. ‫( ذﻟك‬Demikian itu) maksudnya hukum yang telah disebutkan tadi

berupa kewajiban menyembelih kurban atau berpuasa bagi orang yang mengerjakan haji secara tamatu ‫ﻟﻣن ﻟم ﻳﻛن أﻫﻠﻪ‬
‫( ﺣﺎﺿري اﻟﻣﺳﺟد اﻟﺣرام‬adalah bagi orang yang keluarganya tidak berada di sekitar Masjidilharam). Menurut Syafii, tidak
berada kurang dari dua marhalah dari tanah suci. Jika sebaliknya, maka tak ada kurban dan tidak pula berpuasa sekalipun ia
melakukan tamatu. Disebutkannya ahli atau penduduk, memperingatkan kita disyaratkannya status sebagai penduduk.
Sekiranya ia bermukim sebelum bulan-bulan haji tetapi tidak menjadi penduduk tetap, lalu ia bertamatu, maka wajiblah baginya
demikian itu. Ini merupakan salah satu dari dua pendapat Syafii, sedangkan pendapatnya yang kedua adalah tidak wajib. 'Ahli'
itu merupakan sindiran terhadap diri orang yang bersangkutan. Sebagaimana disebutkan dalam hadis, termasuk pula dalam
tamatuk ini ialah qiran artinya orang yang ihram dengan haji dan umrah sekaligus atau memasukkan haji ke dalam umrah
sebelum memulai tawaf ‫اﷲ‬ ‫( واﺗﻘوا‬Dan bertakwalah kamu kepada Allah), yakni mengenai perintah dan larangan-Nya ‫واﻋﻠﻣوا‬
‫( أن اﷲ ﺷدﻳد اﻟﻌﻘﺎب‬serta ketahuilah bahwa Allah amat berat siksaan-Nya), yakni bagi orang yang melanggar peraturan-Nya.

$tΒuρ 3 Ædkysø9$# ’Îû tΑ#y‰Å_ Ÿωuρ šXθÝ¡èù Ÿωuρ y]sùu‘ Ÿξsù ¢kptø:$#  ∅ÎγŠÏù uÚtsù ⎯yϑsù 4 ×M≈tΒθè=÷è¨Β Ößγô©r& kptø:$#

∩⊇®∠∪ É=≈t6ø9F{$# ’Í<'ρé'¯≈tƒ Èβθà)¨?$#uρ 4 3“uθø)−G9$# ÏŠ#¨“9$# uöyz  χÎ*sù (#ρߊ¨ρt“s?uρ 3 ª!$# çμôϑn=÷ètƒ 9öyz ô⎯ÏΒ (#θè=yèøs?

197. ‫( اﻟﺣﺞ‬Haji), maksudnya adalah waktu dan musimnya ‫ﻣﻌﻠوﻣﺎت‬ ‫( أﺷﻬر‬beberapa bulan yang dimaklumi), yaitu Syawal,
Zulkaidah dan 10 hari pertama bulan Zulhijah. Tetapi ada pula yang mengatakan seluruh bulan Zulhijah. ‫( ﻓﻣن ﻓرض‬Maka
barang siapa yang telah menetapkan niatnya) dalam dirinya ‫( ﻓﻳﻬن اﻟﺣﺞ‬akan melakukan ibadah haji pada bulan-bulan itu)
dengan mengihramkannya, ‫( ﻓﻼ رﻓث‬maka tidak boleh ia mencampuri istrinya), yakni bersetubuh ‫( وﻻ ﻓﺳوق‬dan jangan
berbuat kefasikan) berbuat maksiat ‫( وﻻ ﺟداﻝ‬dan jangan berbantah-bantahan) atau terlibat dalam percekcokan ‫ﻓﻲ اﻟﺣﺞ‬
(sewaktu mengerjakan haji). Menurut satu qiraat, dengan baris di atas dua hal yang pertama dan makna yang dimaksud adalah
larangan mengerjakan tiga hal itu. ‫ﺧﻳر‬ ‫( وﻣﺎ ﺗﻔﻌﻠوا ﻣن‬Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan) sedekah ‫ﻳﻌﻠﻣﻪ اﷲ‬
(pastilah diketahui oleh Allah) yang akan membalas kebaikan itu. Ayat berikut ini diturunkan kepada penduduk Yaman yang
pergi naik haji tanpa membawa bekal, sehingga mereka menjadi beban orang lain. ‫( وﺗزودوا‬Dan berbekallah kamu) yang akan

menyampaikan kamu ke tujuan perjalananmu ‫( ﻓﺈن ﺧﻳر اﻟزاد اﻟﺗﻘوى‬dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa),
artinya yang dipergunakan manusia untuk menjaga dirinya agar tidak menjadi beban bagi orang lain dan sebagainya. ‫واﺗﻘون ﻳﺎ‬
‫( أوﻟﻲ اﻷﻟﺑﺎب‬Dan bertakwalah kamu kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal).

©!$# (#ρãà2øŒ$$sù ;M≈sùttã ï∅ÏiΒ ΟçFôÒsùr& !#sŒÎ*sù 4 öΝà6În/§‘ ⎯ÏiΒ WξôÒsù (#θäótGö;s? βr& îy$oΨã_ öΝà6ø‹n=tã }§øŠs9

∩⊇®∇∪ t⎦,Îk!!$Ò9$# z⎯Ïϑs9 ⎯Ï&Î#ö7s% ⎯ÏiΒ ΟçFΖà2 βÎ)uρ öΝà61y‰yδ $yϑx. çνρãà2øŒ$#uρ ( ÏΘ#tysø9$# Ìyèô±yϑø9$# y‰ΨÏã

198. ‫( ﻟﻳس ﻋﻠﻳﻛم ﺟﻧﺎح‬Tidak ada dosa bagi kamu) dalam ‫( أن ﺗﺑﺗﻐوا‬mencari) atau mengusahakan ‫( ﻓﺿﻼ‬karunia) atau
rezeki ‫( ﻣن رﺑﻛم‬dari Tuhanmu) yakni dengan berniaga di musim haji. Ayat ini turun untuk menolak anggapan mereka yang
keliru itu ‫أﻓﺿﺗم‬ ‫( ﻓﺈذا‬Maka jika kamu telah bertolak), artinya berangkat ‫( ﻣن ﻋرﻓﺎت‬dari Arafah) yakni setelah wukuf di sana,
‫( ﻓﺎذﻛروا اﷲ‬maka berzikirlah kepada Allah), yakni setelah bermalam di Muzdalifah sambil membaca talbiah, tahlil dan berdoa
‫( ﻋﻧد اﻟﻣﺷﻌر اﻟﺣرام‬di Masyarilharam) yaitu nama sebuah bukit di ujung Muzdalifah disebut Quzah. Dalam sebuah hadis
disebutkan bahwa Nabi saw. wukuf di sana, berzikir dan berdoa kepada Allah hingga hari telah amat benderang." (H.R. Muslim).
‫( واذﻛروﻩ ﻛﻣﺎ ﻫداﻛم‬Dan berzikirlah kepada-Nya disebabkan petunjuk yang diberikan-Nya kepadamu) untuk mengetahui

pokok-pokok agama dan tata cara hajinya. 'Kaf' menunjukkan sebab atau motifnya. ‫( ٕوان‬Dan sesungguhnya) dibaca 'in' bukan

'inna' ‫ﻗﺑﻠﻪ‬ ‫( ﻛﻧﺗم ﻣن‬kamu sebelum itu) maksudnya sebelum petunjuk itu ‫( ﻟﻣن اﻟﺿﺎﻟﻳن‬termasuk orang-orang yang sesat).

∩⊇®®∪ ÒΟ‹Ïm§‘ Ö‘θàxî ©!$# χÎ) 4 ©!$# (#ρãÏøótGó™$#uρ â¨$¨Ψ9$# uÚ$sùr& ß]ø‹ym ô⎯ÏΒ (#θàÒ‹Ïùr& ¢ΟèO

199. ‫( ﺛم أﻓﻳﺿوا‬Kemudian bertolaklah kamu) hai orang-orang Quraisy ‫( ﻣن ﺣﻳث أﻓﺎض اﻟﻧﺎس‬dari tempat bertolaknya
manusia) maksudnya dari Arafah dengan jalan wukuf bersama mereka. Sebelum itu biasanya mereka wukuf di Muzdalifah
karena merasa enggan wukuf bersama-sama dengan orang lain. 'Tsumma' atau 'kemudian' menunjukkan urutan ‫اﷲ‬ ‫واﺳﺗﻐﻔروا‬
(dan mohonlah ampun kepada Allah) terhadap dosa-dosamu. ‫رﺣﻳم‬ ‫إن اﷲ ﻏﻔور‬ (Sesungguhnya Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang) terhadap orang-orang beriman.

⎯tΒ Ä¨$¨Ψ9$# š∅Ïϑsù 3 #\ò2ÏŒ £‰x©r& ÷ρr& öΝà2u™!$t/#u™ ö/ä.Ìø.É‹x. ©!$# (#ρãà2øŒ$$sù öΝà6s3Å¡≈oΨ¨Β ΟçGøŠŸÒ%s #sŒÎ*sù

∩⊄⊃⊃∪ 9,≈n=yz ô⎯ÏΒ ÍοtÅzFψ$# †Îû …ã&s! $tΒuρ $u‹÷Ρ‘‰9$# ’Îû $oΨÏ?#u™ !$oΨ−/u‘ ãΑθà)tƒ
200. ‫ﻗﺿﻳﺗم‬ ‫( ﻓﺈذا‬Apabila kamu telah menyelesaikan) atau menjalankan ‫( ﻣﻧﺎﺳﻛﻛم‬ibadah hajimu) maksudnya, telah melempar
jumrah Aqabah, telah tawaf, telah berada di Mina, ‫ﻓﺎذﻛروا اﷲ‬ (maka berzikirlah kepada Allah) dengan bertakbir dan

menyanjung-Nya ‫( ﻛذﻛرﻛم آﺑﺎءﻛم‬sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek-moyangmu) yang kamu lakukan setelah haji
untuk membangga-banggakan mereka ‫ر‬
‫ذﻛ ا‬ ‫( أو أﺷد‬bahkan lebih banyak lagi dari itu) artinya lebih banyak dari ingatanmu
kepada nenek-moyangmu itu. 'Asyadda' mendapat baris di atas disebabkan kedudukannya sebagai 'hal' dari 'dzikr' yang
manshub oleh 'udzkuruu'. Seandainya ia terletak di belakangnya, maka ia akan menjadi sifat atau na`atnya. ‫ﻓﻣن اﻟﻧﺎس ﻣن‬
‫( ﻳﻘوﻝ رﺑﻧﺎ آﺗﻧﺎ‬Di antara manusia ada yang berdoa, "Ya Tuhan kami! Berilah kami) bagian kami ‫( ﻓﻲ اﻟدﻧﻳﺎ‬di dunia"),
sehingga ia pun diberikan bagian itu ‫( وﻣﺎ ﻟﻪ ﻓﻲ اﻵﺧرة ﻣن ﺧﻼق‬dan tiadalah ia di akhirat mendapat bagian) yang
menyenangkan.

∩⊄⊃⊇∪ Í‘$¨Ζ9$# z>#x‹tã $oΨÏ%uρ ZπuΖ|¡ym ÍοtÅzFψ$# ’Îûuρ ZπuΖ|¡ym $u‹÷Ρ‘‰9$# ’Îû $oΨÏ?#u™ !$oΨ−/u‘ ãΑθà)tƒ ⎯¨Β Οßγ÷ΨÏΒuρ

201. ‫ﺣﺳﻧﺔ‬ ‫( وﻣﻧﻬم ﻣن ﻳﻘوﻝ رﺑﻧﺎ آﺗﻧﺎ ﻓﻲ اﻟدﻧﻳﺎ‬Dan di antara mereka ada pula yang berdoa, "Ya Tuhan kami! Berilah kami
di dunia kebaikan), artinya nikmat, ‫( وﻓﻲ اﻵﺧرة ﺣﺳﻧﺔ‬di akhirat kebaikan) yakni surga, ‫( وﻗﻧﺎ ﻋذاب اﻟﻧﺎر‬dan peliharalah
kami dari siksa neraka.") yakni dengan tidak memasukinya. Ini merupakan lukisan tentang keadaan orang-orang musyrik dan
keadaan orang-orang beriman, yang tujuannya ialah supaya kita mencari dua macam kebaikan dunia dan akhirat, sebagaimana
telah dijanjikan akan beroleh pahala dengan firman-Nya:

∩⊄⊃⊄∪ É>$|¡Ïtø:$# ßìƒÎ|  ª!$#uρ 4 (#θç7|¡x. $£ϑÏiΒ Ò=ŠÅÁΡt óΟßγs9 y7Íׯ≈s9'ρé&

202. ‫ﻧﺻﻳب‬ ‫( أوﻟﺋك ﻟﻬم‬Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian), maksudnya pahala ‫( م‬dari), artinya disebabkan ‫ﻣﺎ‬
‫( ﻛﺳﺑوا‬apa yang mereka usahakan), yakni amal mereka dari haji dan doa ‫( واﷲ ﺳرﻳﻊ اﻟﺣﺳﺎب‬dan Allah sangat cepat
perhitungan-Nya). Menurut keterangan sebuah hadis, Allah melakukan hisab atau perhitungan bagi seluruh makhluk dalam
tempo yang tidak lebih dari setengah hari waktu dunia.

4 Ïμø‹n=tã zΝøOÎ) Iξsù t¨zr's? ⎯tΒuρ Ïμø‹n=tã zΝøOÎ) Iξsù È⎦÷⎫tΒöθtƒ ’Îû Ÿ≅¤fyès? ⎯yϑsù 4 ;N≡yŠρ߉÷è¨Β 5Θ$−ƒr& þ’Îû ©!$# (#ρãä.øŒ$#uρ *

∩⊄⊃⊂∪ tβρç|³øtéB ÏμøŠ9s Î) öΝà6¯Ρr& (#þθßϑn=ôã$#uρ ©!$# (#θà)¨?$#uρ 3 4’s+¨?$# Ç⎯yϑÏ9

203. ‫( واذﻛروا اﷲ‬Dan berzikirlah kepada Allah) dengan membaca takbir ketika melempar jumrah ‫( ﻓﻲ أﻳﺎم ﻣﻌدودات‬pada
beberapa hari yang berbilang), yakni pada hari-hari Tasyrik yang tiga. ‫( ﻓﻣن ﺗﻌﺟﻝ‬Barang siapa yang ingin cepat-cepat),
maksudnya ingin cepat berangkat dari Mina ‫( ﻓﻲ ﻳوﻣﻳن‬dalam dua hari), artinya pada hari yang kedua hari tasyrik setelah
melempar jumrah-jumrahnya, ‫( ﻓﻼ إﺛم ﻋﻠﻳﻪ‬maka tiadalah ia berdosa) dengan tindakan itu. ‫( وﻣن ﺗﺄﺧر‬Dan barang siapa
yang ingin mengundurkannya) hingga ia bermalam pada malam ketiga dan melempar jumrah-jumrahnya, ‫( ﻓﻼ إﺛم ﻋﻠﻳﻪ‬maka
tiadalah ia berdosa) dengan perbuatannya itu. Jadi mereka diberi kesempatan untuk memilih tanpa memikul dosa apa pun ‫ﻟﻣن‬
‫( اﺗﻘﻰ‬yakni bagi orang-orang yang bertakwa) kepada Allah dalam ibadah hajinya, karena pada hakikatnya itulah haji yang
sebenarnya.‫ﺗﺣﺷرون‬ ‫واﺗﻘوا اﷲ واﻋﻠﻣوا أﻧﻛم إﻟﻳﻪ‬ (Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu akan
dikumpulkan kepada-Nya), yakni di akhirat yang nantinya amal perbuatanmu akan mendapat balasan dari-Nya.

Perbuatan Orang-orang Munafik

ÏΘ$|ÁÏ‚ø9$# ‘$s!r& uθèδuρ ⎯ÏμÎ6ù=s% ’Îû $tΒ 4’n?tã ©!$# ߉Îγô±ãƒuρ $u‹÷Ρ‘‰9$# Íο4θuŠysø9$# ’Îû …ã&è!öθs% y7ç6Éf÷èム⎯tΒ Ä¨$¨Ψ9$# z⎯ÏΒuρ

∩⊄⊃⊆∪

204. ‫اﻟدﻧﻳﺎ‬ ‫( وﻣن اﻟﻧﺎس ﻣن ﻳﻌﺟﺑك ﻗوﻟﻪ ﻓﻲ اﻟﺣﻳﺎة‬Di antara manusia ada seorang yang ucapannya tentang kehidupan
dunia menarik hatimu) tetapi sebaliknya tidak demikian halnya tentang kehidupan akhirat karena berbeda dengan pandangan
dan keyakinannya ‫ﻗﻠﺑﻪ‬ ‫( وﻳﺷﻬد اﷲ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻓﻲ‬dan dipersaksikannya kepada Allah atas isi hatinya) bahwa itu benar-benar
cocok dengan apa yang diucapkannya ‫( وﻫو أﻟد اﻟﺧﺻﺎم‬padahal ia adalah musuh yang paling keras) baik bagimu maupun
bagi pengikut-pengikutmu disebabkan permusuhannya denganmu itu. Orang ini namanya Akhnas bin Syuraiq, seorang munafik
yang manis mulut terhadap Nabi saw. Ia bersumpah bahwa ia seorang mukmin dan cinta kepada Nabi saw. lalu mendekati
majelisnya. Maka kepalsuannya ini dibukakan Allah dan suatu waktu ia pernah lewat di pertanian dan peternakan seorang
sahabat, maka dibakarnya tanaman dan disembelihnya hewan-hewan milik sahabat itu di waktu malam, sebagaimana yang
dijelaskan dalam firman Allah swt.:

∩⊄⊃∈∪ yŠ$|¡xø9$# =Ïtä† Ÿω ª!$#uρ 3 Ÿ≅ó¡¨Ψ9$#uρ y^öysø9$# y7Î=ôγãƒuρ $yγŠÏù y‰Å¡øã‹Ï9 ÇÚö‘F{$# ’Îû 4©tëy™ 4’¯<uθs? #sŒÎ)uρ

205. ‫( ٕواذا ﺗوﻟﻰ‬Dan apabila ia berpaling) dari hadapanmu ‫( ﺳﻌﻰ ﻓﻲ اﻷرض ﻟﻳﻔﺳد ﻓﻳﻬﺎ وﻳﻬﻠك اﻟﺣرث واﻟﻧﺳﻝ‬ia
berjalan di muka bumi untuk membuat kerusakan padanya dan membinasakan tanam-tanaman dan binatang ternak) untuk
menyebut beberapa macam kerusakan itu ‫اﻟﻔﺳﺎد‬ ‫( واﷲ ﻻ ﻳﺣب‬sedangkan Allah tidak menyukai kerusakan), artinya tidak rida
padanya.

∩⊄⊃∉∪ ߊ$yγÏϑø9$# }§ø⁄Î6s9uρ 4 æΛ©⎝yγy_ …çμç7ó¡yssù 4 ÉΟøOM}$$Î/ ä﨓Ïèø9$# çμø?x‹s{r& ©!$# È,¨?$# ã&s! Ÿ≅ŠÏ% #sŒÎ)uρ
206. ‫اﷲ‬ ‫( ٕواذا ﻗﻳﻝ ﻟﻪ اﺗق‬Dan jika dikatakan kepadanya, "Bertakwalah kamu kepada Allah) dalam perbuatan-perbuatanmu,
‫( أﺧذﺗﻪ اﻟﻌزة‬bangkitlah kesombongannya) yang menyebabkan berbuat ‫( ﺑﺎﻹﺛم‬dosa) yang disuruh menghindarinya. ‫ﺟﻬﻧم‬
‫ﻓﺣﺳﺑﻪ وﻟﺑﺋس اﻟﻣﻬﺎد‬ (Maka cukuplah baginya neraka Jahanam dan sungguh ia seburuk-buruk tempat tinggal).

∩⊄⊃∠∪ ÏŠ$t6Ïèø9$$Î/ 8∃ρâ™u‘ ª!$#uρ 3 «!$# ÉV$|ÊósΔ u™!$tóÏGö/$# çμ|¡øtΡ “Ìô±o„ ⎯tΒ Ä¨$¨Ψ9$# š∅ÏΒuρ

207. ‫ﻳﺷري ﻧﻔﺳﻪ‬ ‫( وﻣن اﻟﻧﺎس ﻣن‬Dan di antara manusia ada orang yang menjual dirinya), artinya mengorbankannya demi
taatnya kepada Allah ‫( اﺑﺗﻐﺎء‬guna menuntut) atau mencari ‫( ﻣرﺿﺎة اﷲ‬keridaan Allah). Namanya ialah Shuhaib. Tatkala ia
dianiaya oleh orang-orang musyrik, ia pun berhijrah ke Madinah dan ditinggalkannya bagi mereka harta bendanya ‫واﷲ رؤوف‬
‫( ﺑﺎﻟﻌﺑﺎد‬dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya), sehingga ditunjuki-Nya mereka kepada hal-hal yang diridai-
Nya.

öΝà6s9 …çμ¯ΡÎ) 4 Ç⎯≈sÜø‹¤±9$# ÅV≡uθäÜäz (#θãèÎ6®Ks? Ÿωuρ Zπ©ù!$Ÿ2 ÉΟù=Åb¡9$# ’Îû (#θè=äz÷Š$# (#θãΖtΒ#u™ š⎥⎪Ï%©!$# $y㕃r'¯≈tƒ

∩⊄⊃∇∪ ×⎦⎫Î7•Β Aρ߉tã

208. Ayat berikut diturunkan mengenai Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya tatkala mereka membesarkan hari Sabtu dan
membenci unta sesudah masuk Islam. ‫اﻟﺳﻠم‬ ‫( ﻳﺎ أﻳﻬﺎ اﻟذﻳن آﻣﻧوا ادﺧﻠوا ﻓﻲ‬Hai orang-orang beriman! Masuklah kamu ke
dalam agama Islam), ada yang membaca 'salmi' dan ada pula 'silmi' ‫( ﻛﺎﻓﺔ‬secara keseluruhan) 'hal' dari Islam artinya ke dalam

seluruh syariatnya tanpa kecuali, ‫( وﻻ ﺗﺗﺑﻌوا ﺧطوات‬dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah) atau jalan-jalan ‫اﻟﺷﻳطﺎن‬
(setan), artinya godaan dan perdayaannya untuk membeda-bedakan, ‫( إﻧﻪ ﻟﻛم ﻋدو ﻣﺑﻳن‬sesungguhnya ia musuhmu yang
nyata), artinya jelas permusuhannya terhadapmu.

∩⊄⊃®∪ íΟŠÅ6ym ͕ã


t ©!$# ¨βr& (#þθßϑn=÷æ$$sù àM≈oΨÉit6ø9$# ãΝà6ø?u™!%y` $tΒ Ï‰÷èt/ .⎯ÏiΒ ΟçFù=s9y— βÎ*sù

209. ‫( ﻓﺈن زﻟﻠﺗم‬Dan jika kamu tergelincir) atau menyimpang untuk masuk ke dalam keseluruhannya ‫ﻣن ﺑﻌد ﻣﺎ ﺟﺎءﺗﻛم‬
‫( اﻟﺑﻳﻧﺎت‬setelah datang kepadamu bukti-bukti nyata) bahwa ia barang hak, ‫( ﻓﺎﻋﻠﻣوا أن اﷲ ﻋزﻳز‬maka ketahuilah bahwa
Allah Maha Tangguh) hingga tidak suatu pun yang dapat menghalangi-Nya untuk menjatuhkan hukuman kepadamu, ‫( ﺣﻛﻳم‬lagi
Maha Bijaksana) di dalam segala perbuatan-Nya.
ßìy_öè? «!$# ’n<Î)uρ 4 ãøΒF{$# z©ÅÓè%uρ èπx6Íׯ≈n=yϑø9$#uρ ÏΘ$yϑtóø9$# z⎯ÏiΒ 9≅n=àß ’Îû ª!$# ãΝßγuŠÏ?ù'tƒ βr& HωÎ) tβρãÝàΨtƒ ö≅yδ

∩⊄⊇⊃∪ â‘θãΒW{$#

210. ‫( ﻫﻝ‬Tiadalah), maksudnya tidaklah ‫( ﻳﻧظرون‬yang mereka tunggu-tunggu) buat memasukinya secara keseluruhan itu ‫إﻻ‬
‫( أن ﻳﺄﺗﻳﻬم اﷲ‬melainkan datangnya Allah kepada mereka) maksudnya siksa Allah seperti pada firman-Nya "atau datang amru
rabbika artinya siksa Tuhanmu" ‫ظﻠﻝ‬ ‫( ﻓﻲ‬dalam naungan) 'zhulal' jamak dari 'zhillah', artinya naungan
‫ﻣن اﻟﻐﻣﺎم واﻟﻣﻼﺋﻛﺔ وﻗﺿﻲ اﻷﻣر‬ (awan dan malaikat dan diputuskanlah perkataan-Nya) hingga tamatlah riwayat

mereka. ‫اﻷﻣور‬ ‫( ٕواﻟﻰ اﷲ ﺗرﺟﻊ‬Dan kepada Allah dikembalikan segala urusan) ada yang menyatakan dalam bentuk pasif,
ada pula aktif, yakni di akhirat untuk menerima pembalasan dari-Nya.

Hikmah Diutusnya Para Rasul dan Pelbagai Cubaan Bagi Para Pengikutnya

©!$# ¨βÎ*sù çμø?u™!%y` $tΒ Ï‰÷èt/ .⎯ÏΒ «!$# sπyϑ÷èÏΡ öΑÏd‰t7ム⎯tΒuρ 3 7πuΖÉit/ ¥πtƒ#u™ ô⎯ÏiΒ Οßγ≈oΨ÷s?#u™ öΝx. Ÿ≅ƒÏ™ℜuó Î) û©Í_/t ö≅y™

∩⊄⊇⊇∪ É>$s)Ïèø9$# ߉ƒÏ‰x©

211. ‫( ﺳﻝ‬Tanyakanlah) hai Muhammad ‫إﺳراﺋﻳﻝ‬ ‫( ﺑﻧﻲ‬kepada Bani Israel) sebagai pukulan bagi mereka ‫( ﻛم آﺗﻳﻧﺎﻫم‬Berapa
banyaknya yang telah kami berikan kepada mereka), 'kam' merupakan pertanyaan, tempat berkaitnya 'sal' mengenai maf`ul
kedua (obyek kedua), yaitu maf`ul kedua dan mumayaz dari aatainaa ‫ﺑﻳﻧﺔ‬ ‫( ﻣن آﻳﺔ‬berupa tanda-tanda yang nyata) atau kuat,
misalnya terbelahnya laut, turunnya manna dan salwa, lalu mereka sambut dengan kekafiran. ‫( وﻣن ﻳﺑدﻝ ﻧﻌﻣﺔ اﷲ‬Dan
barang siapa yang menukar nikmat Allah), maksudnya tanda-tanda yang telah diberikan-Nya, karena itu merupakan sebab
beroleh petunjuk ‫ﺟﺎءﺗﻪ‬ ‫( ﻣن ﺑﻌد ﻣﺎ‬setelah nikmat itu datang kepadanya) menjadi kekafiran, ‫( ﻓﺈن اﷲ ﺷدﻳد اﻟﻌﻘﺎب‬maka
sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya) terhadapnya.

3 Ïπyϑ≈uŠÉ)ø9$# tΠöθtƒ óΟßγs%öθsù (#öθs)¨?$# z⎯ƒÉ‹©9$#uρ ¢ (#θãΖtΒ#u™ z⎯ƒÏ%©!$# z⎯ÏΒ tβρãy‚ó¡o„uρ $u‹÷Ρ‘‰9$# äο4θuŠysø9$# (#ρãxx. t⎦⎪Ï%©#Ï9 t⎦Éi⎪ã—

∩⊄⊇⊄∪ 5>$|¡Ïm ÎötóÎ/ â™!$t±o„ ⎯tΒ ä−ã—ötƒ ª!$#uρ

212. ‫( زﻳن ﻟﻠذﻳن ﻛﻔروا‬Dijadikan indah pada pandangan orang-orang yang kafir) di antara penduduk Mekah ‫اﻟﺣﻳﺎة اﻟدﻧﻳﺎ‬
(kehidupan dunia ini) dengan jalan menghiasinya hingga mereka menyukainya ‫( و‬dan) mereka ‫ﻳﺳﺧرون ﻣن اﻟذﻳن آﻣﻧوا‬
(memandang hina orang-orang yang beriman) karena kemiskinan mereka, seperti Bilal, Ammar, Shuhaib dan lain-lain, artinya
mengejek mereka dan membanggakan kekayaan mereka kepada orang-orang miskin yang tidak punya itu. ‫واﻟذﻳن اﺗﻘوا‬
(Padahal orang-orang yang bertakwa) yang menjaga diri dari kesyirikan, mereka itu ‫ﻓوﻗﻬم ﻳوم اﻟﻘﻳﺎﻣﺔ واﷲ ﻳرزق ﻣن ﻳﺷﺎء‬
‫( ﺑﻐﻳر ﺣﺳﺎب‬berada di atas orang-orang kafir pada hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang disukainya
tanpa batas), artinya rezeki yang luas di akhirat atau di dunia, misalnya dimiliki-Nya harta benda dan budak dari pihak yang
mengejek kepada pihak yang diejek.

Èd,ysø9$$Î/ |=≈tGÅ3ø9$# ãΝßγyètΒ tΑt“Ρr&uρ t⎦⎪Í‘É‹ΨãΒuρ š⎥⎪ÌÏe±u;ãΒ z⎯↵ÍhŠÎ;¨Ψ9$# ª!$# y]yèt7sù Zοy‰Ïn≡uρ Zπ¨Βé& â¨$¨Ζ9$# tβ%x.

ÞΟßγø?u™!%y` $tΒ Ï‰÷èt/ .⎯ÏΒ çνθè?ρé& t⎦⎪Ï%©!$# ωÎ) ÏμŠÏù y#n=tG÷z$# $tΒuρ 4 ÏμŠÏù (#θàn=tF÷z$# $yϑŠÏù Ĩ$¨Ζ9$# t⎦÷⎫t/ zΝä3ósuŠÏ9

“ωôγtƒ ª!$#uρ 3 ⎯ÏμÏΡøŒÎ*Î/ Èd,ysø9$# z⎯ÏΒ ÏμŠÏù (#θàn=tF÷z$# $yϑÏ9 (#θãΖtΒ#u™ š⎥⎪Ï%©!$# ª!$# “y‰yγsù ( óΟßγoΨ÷t/ $JŠøót/ àM≈oΨÉit6ø9$#

∩⊄⊇⊂∪ ?Λ⎧É)tGó¡•Β :Þ≡uÅÀ 4’n<Î) â™!$t±o„ ⎯tΒ

213. ‫واﺣدة‬ ‫( ﻛﺎن اﻟﻧﺎس أﻣﺔ‬Adalah manusia itu umat yang satu) yang bersatu dalam keimanan lalu mereka bertikai paham
sehingga sebagian mereka beriman dan sebagian lainnya kafir ‫( ﻓﺑﻌث اﷲ اﻟﻧﺑﻳﻳن‬Maka Allah pun mengutus para nabi)
kepada mereka ‫( ﻣﺑﺷرﻳن‬membawa berita gembira) bahwa orang yang beriman akan masuk surga ‫( وﻣﻧذرﻳن‬dan peringatan)

bahwa orang-orang kafir akan masuk neraka, ‫( وأﻧزﻝ ﻣﻌﻬم اﻟﻛﺗﺎب‬dan menurunkan bersama mereka Kitab), dengan arti
kitab-kitab ‫( ﺑﺎﻟﺣق‬dengan benar) berkaitan dengan 'menurunkan' ‫( ﻟﻳﺣﻛم‬agar ia memberi keputusan) dengan kitab itu ‫ﺑﻳن‬
‫( اﻟﻧﺎس ﻓﻳﻣﺎ اﺧﺗﻠﻔوا ﻓﻳﻪ‬di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan) mengenai agama ‫وﻣﺎ اﺧﺗﻠف ﻓﻳﻪ‬
(Dan tidaklah berselisih tentangnya) mengenai agama itu ‫إﻻ اﻟذﻳن أوﺗوﻩ‬ (kecuali orang-orang yang diberi Kitab), maka

berimanlah sebagian dan kafir sebagian ‫اﻟﺑﻳﻧﺎت‬ ‫( ﻣن ﺑﻌد ﻣﺎ ﺟﺎءﺗﻬم‬setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan
yang nyata) yang membuktikan ketauhidan. 'Min' berkaitan dengan 'ikhtalafa', dan bersama kalimat yang sesudahnya, ia
didahulukan dari istitsna' dalam makna ‫( ﺑﻐﻳﺎ‬karena kedengkian) dari orang-orang kafir ‫ﺑﻳﻧﻬم ﻓﻬدى اﷲ اﻟذﻳن آﻣﻧوا ﻟﻣﺎ‬
‫( اﺧﺗﻠﻔوا ﻓﻳﻪ ﻣن‬sesama mereka. Maka Allah menunjuki orang-orang yang beriman mengenai yang mereka perselisihkan itu
kepada) sebagai penjelasan ‫( اﻟﺣق ﺑﺈذﻧﻪ‬kebenaran dengan izin-Nya) artinya kehendak-Nya. ‫( واﷲ ﻳﻬدي ﻣن ﻳﺷﺎء‬Dan
Allah menunjuki siapa yang disukai-Nya), artinya untuk ditunjuki ‫( إﻟﻰ ﺻراط ﻣﺳﺗﻘﻳم‬ke jalan yang lurus) atau jalan yang
benar.
â™!#§œØ9$#uρ â™!$y™ù't7ø9$# ãΝåκ÷J¡¡¨Β ( Νä3Î=ö6s% ⎯ÏΒ (#öθn=yz t⎦⎪Ï%©!$# ã≅sW¨Β Νä3Ï?ù'tƒ $£ϑs9uρ sπ¨Ψyfø9$# (#θè=äzô‰s? βr& óΟçFö6Å¡ym ÷Πr&

∩⊄⊇⊆∪ Ò=ƒÌs% «!$# uóÇnΣ ¨βÎ) Iωr& 3 «!$# çóÇnΣ 4©tLtΒ …çμyètΒ (#θãΖtΒ#u™ t⎦⎪Ï%©!$#uρ ãΑθß™§9$# tΑθà)tƒ 4©®Lym (#θä9Ì“ø9ã—uρ

214. Ayat berikut diturunkan mengenai susah payah yang menimpa kaum muslimin: ‫( أم‬Ataukah), maksudnya apakah ‫ﺣﺳﺑﺗم‬
‫( أن ﺗدﺧﻠوا اﻟﺟﻧﺔ وﻟﻣﺎ‬kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga. Padahal belum) maksudnya belum ‫( ﻳﺄﺗﻛم ﻣﺛﻝ‬datang
kepadamu seperti) yang datang ‫ﻗﺑﻠﻛم‬ ‫( اﻟذﻳن ﺧﻠوا ﻣن‬kepada orang-orang yang terdahulu sebelum kamu) di antara orang-
orang beriman berupa bermacam-macam cobaan, lalu kamu bersabar sebagaimana mereka bersabar? ‫( ﻣﺳﺗﻬم‬Mereka ditimpa

oleh); kalimat ini menjelaskan perkataan yang sebelumnya ‫( اﻟﺑﺄﺳﺎء‬malapetaka), maksudnya kemiskinan yang memuncak,
‫( واﻟﺿراء‬kesengsaraan) maksudnya penyakit, ‫( وزﻟزﻟوا‬dan mereka diguncang) atau dikejutkan oleh bermacam-macam bala,
‫( ﺣﺗﻰ ﻳﻘوﻝ‬hingga berkatalah) baris di atas atau di depan artinya telah bersabda ‫( اﻟرﺳوﻝ واﻟذﻳن آﻣﻧوا ﻣﻌﻪ‬Rasul dan
orang-orang yang beriman yang bersamanya) yang menganggap terlambatnya datang bantuan disebabkan memuncaknya
kesengsaraan yang menimpa mereka, ‫"( ﻣﺗﻰ‬Bilakah) datangnya ‫( ﻧﺻر اﷲ‬pertolongan Allah) yang telah dijanjikan kepada
kami?" Lalu mereka mendapat jawaban dari Allah, ‫"( أﻻ إن ﻧﺻر اﷲ ﻗرﻳب‬Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu
amat dekat") kedatangannya.

BEBERAPA HUKUM SYARIAT

Orang-orang yang Diberi Nafkah

È⎦ø⌠$#uρ È⎦⎫Å3≈|¡pRùQ$#uρ 4’yϑ≈tGuŠø9$#uρ t⎦⎫Î/tø%F{$#uρ È⎦ø⎪y‰Ï9≡uθù=Î=sù 9öyz ô⎯ÏiΒ ΟçFø)xΡr& !$tΒ ö≅è% ( tβθà)ÏΖム#sŒ$tΒ štΡθè=t↔ó¡o„

∩⊄⊇∈∪ ÒΟŠÎ=tæ ⎯ÏμÎ/ ©!$# ¨βÎ*sù 9öyz ô⎯ÏΒ (#θè=èy øs? $tΒuρ 3 È≅‹Î6¡¡9$#

215. ‫( ﻳﺳﺄﻟوﻧك‬Mereka bertanya kepadamu) hai Muhammad ‫ﻳﻧﻔﻘون‬ ‫( ﻣﺎذا‬tentang apa yang mereka nafkahkan) Yang bertanya
itu ialah Amar bin Jamuh, seorang tua yang hartawan. Ia menanyakan kepada Nabi saw. apa yang akan dinafkahkan dan
kepada siapa dinafkahkannya? ‫( ﻗﻝ‬Katakanlah) kepada mereka ‫( ﻣﺎ أﻧﻔﻘﺗم ﻣن ﺧﻳر‬Apa saja harta yang kamu nafkahkan)
'harta' merupakan penjelasan bagi 'apa saja' dan mencakup apa yang dinafkahkan yang merupakan salah satu dari dua sisi
pertanyaan, tetapi juga jawaban terhadap siapa yang akan menerima nafkah itu, yang merupakan sisi lain dari pertanyaan
dengan firman-Nya, ‫اﻟﺳﺑﻳﻝ‬ ‫( ﻓﻠﻠواﻟدﻳن واﻷﻗرﺑﻳن واﻟﻳﺗﺎﻣﻰ واﻟﻣﺳﺎﻛﻳن واﺑن‬maka bagi ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak
yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan), artinya mereka lebih berhak untuk menerimanya.
‫( وﻣﺎ ﺗﻔﻌﻠوا ﻣن ﺧﻳر‬Dan apa saja kebaikan yang kamu perbuat) baik mengeluarkan nafkah atau lainnya, ‫ﻓﺈن اﷲ ﺑﻪ ﻋﻠﻳم‬
(maka sesungguhnya Allah mengetahuinya) dan akan membalasnya.
(#θ™6Åsè? βr& #©|¤tãuρ ( öΝà6©9 ×öyz uθèδuρ $\↔ø‹x© (#θèδtõ3s? βr& #©|¤tãuρ ( öΝä3©9 ×νöä. uθèδuρ ãΑ$tFÉ)ø9$# ãΝà6ø‹n=tæ |=ÏGä.

∩⊄⊇∉∪ šχθßϑn=÷ès? Ÿω óΟçFΡr&uρ ãΝn=÷ètƒ ª!$#uρ 3 öΝä3©9 @Ÿ° uθèδuρ $\↔ø‹x©

216. ‫اﻟﻘﺗﺎﻝ‬ ‫( ﻛﺗب ﻋﻠﻳﻛم‬Diwajibkan atasmu berperang), yakni menghadapi orang-orang kafir ‫( وﻫو ﻛرﻩ‬padahal hal itu suatu
kebencian), maksudnya suatu hal yang tidak disukai ‫( ﻟﻛم‬bagi kamu) menurut tabiat, disebabkan amat menyusahkannya.
‫( وﻋﺳﻰ أن ﺗﻛرﻫوا ﺷﻳﺋﺎ وﻫو ﺧﻳر ﻟﻛم وﻋﺳﻰ أن ﺗﺣﺑوا ﺷﻳﺋﺎ وﻫو ﺷر ﻟﻛم‬Boleh jadi kamu membenci sesuatu
padahal baik bagi kamu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal amat buruk bagi kamu). Ini disebabkan
kecenderungan nafsu pada syahwat atau keinginan-keinginan yang pasti akan mencelakakannya dan enggannya melakukan
taklif atau tugas-tugas yang akan membahagiakannya. Siapa tahu bahwa dalam peperangan, walau kamu membencinya,
tersembunyi kebaikan, misalnya kemenangan dan harta rampasan atau mati syahid dan memperoleh pahala. Sebaliknya dalam
meninggalkan, walaupun menyenangkan hatimu, terdapat keburukan, misalnya kehinaan dan kemiskinan serta luput dari
pahala. ‫ﻳﻌﻠم‬ ‫( واﷲ‬Dan Allah Maha mengetahui) apa-apa yang baik bagimu ‫( وأﻧﺗم ﻻ ﺗﻌﻠﻣون‬sedang kamu tidak mengetahui)
demikian itu. Maka bersegeralah melakukan apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Nabi saw. mengirim pasukannya yang
pertama di antaranya terdapat Abdullah bin Jahsy. Mereka memerangi orang-orang musyrik dan membunuh Ibnul Hadhrami
pada hari terakhir bulan Jumadilakhir hingga mereka memasuki awal bulan Rajab (salah satu bulan suci). Mereka lalu dicela
oleh orang-orang kafir karena telah menghalalkan bulan suci itu, maka turunlah ayat:

⎯ÏμÎ/ 7øà2uρ «!$# È≅‹Î6y™ ⎯tã <‰|¹uρ ( ×Î6x. ÏμŠÏù ×Α$tFÏ% ö≅è% ( ÏμŠÏù 5Α$tFÏ% ÏΘ#tysø9$# Ìöꤶ9$# Ç⎯tã y7tΡθè=t↔ó¡o„

tβθä9#t“tƒ Ÿωuρ 3 È≅÷Fs)ø9$# z⎯ÏΒ çt9ò2r& èπuΖ÷GÏø9$#uρ 4 «!$# y‰ΨÏã çt9ø.r& çμ÷ΨÏΒ ⎯Ï&Î#÷δr& ßl#t÷zÎ)uρ ÏΘ#ty⇔ø9$# ωÉfó¡yϑø9$#uρ

uθèδuρ ôMßϑuŠsù ⎯ÏμÏΖƒÏŠ ⎯tã öΝä3ΖÏΒ ÷ŠÏ‰s?ötƒ ⎯tΒuρ 4 (#θãè≈sÜtGó™$# ÈβÎ) öΝà6ÏΖƒÏŠ ⎯tã öΝä.ρ–Šãtƒ 4©®Lym öΝä3tΡθè=ÏG≈s)ãƒ

$yγŠÏù öΝèδ ( Í‘$¨Ζ9$# Ü=≈ysô¹r& y7Íׯ≈s9'ρé&uρ ( ÍοtÅzFψ$#uρ $u‹÷Ρ‘‰9$# ’Îû óΟßγè=≈yϑôãr& ôMsÜÎ7ym y7Íׯ≈s9'ρé'sù ÖÏù%Ÿ2

∩⊄⊇∠∪ šχρà$Î#≈yz

217. ‫( ﻳﺳﺄﻟوﻧك ﻋن اﻟﺷﻬر اﻟﺣرام‬Mereka menanyakan kepadamu tentang bulan haram) atau bulan suci ‫( ﻗﺗﺎﻝ ﻓﻳﻪ‬yakni
berperang padanya), menjadi badal isytimal ‫( ﻗﻝ‬Katakanlah) kepada mereka, ‫"( ﻗﺗﺎﻝ ﻓﻳﻪ ﻛﺑﻳر‬Berperang dalam bulan itu
adalah besar"), maksudnya dosa besar. 'Berperang' menjadi mubtada', sedangkan 'besar' menjadi khabarnya, ‫( وﺻد‬tetapi
menghalangi) manusia, menjadi mubtada' ‫( ﻋن ﺳﺑﻳﻝ اﷲ‬dari jalan Allah) maksudnya dari agama-Nya ‫( وﻛﻔر ﺑﻪ‬dan kafir
kepada-Nya), ‫( و‬serta) menghalangi ia masuk ‫( اﻟﻣﺳﺟد اﻟﺣرام‬Masjidilharam), artinya kota Mekah ‫( ٕواﺧراج أﻫﻠﻪ ﻣﻧﻪ‬dan
mengusir penduduknya daripadanya) sebagaimana yang dialami Nabi saw. bersama orang-orang mukmin, sedang yang
menjadi khabarnya ialah ‫أﻛﺑر‬ (lebih besar lagi), artinya dosanya ‫ﻋﻧد اﷲ‬ (di sisi Allah) daripada berperang itu. ‫واﻟﻔﺗﻧﺔ‬
(Sedangkan berbuat fitnah) artinya kesyirikan ‫اﻟﻘﺗﻝ‬ ‫( أﻛﺑر ﻣن‬lebih besar lagi dari pembunuhan) bagimu padanya. ‫وﻻ ﻳزاﻟون‬
(Dan tidak henti-hentinya mereka), maksudnya orang-orang kafir ‫( ﻳﻘﺎﺗﻠوﻧﻛم‬memerangi kamu) hai orang-orang beriman ‫ﺣﺗﻰ‬
(hingga), maksudnya agar ‫دﻳﻧﻛم‬ ‫( ﻳردوﻛم ﻋن‬mengembalikan kamu dari agamamu) kepada kekafiran, ‫إن اﺳﺗطﺎﻋوا وﻣن‬
‫( ﻳرﺗدد ﻣﻧﻛم ﻋن دﻳﻧﻪ ﻓﻳﻣت وﻫو ﻛﺎﻓر ﻓﺄوﻟﺋك ﺣﺑطت‬sekiranya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara
kamu dari agamanya, lalu ia mati dalam kekafiran, maka mereka itu menjadi sia-sia) atau batal ‫( أﻋﻣﺎﻟﻬم‬amal-amal mereka)
yang saleh ‫( ﻓﻲ اﻟدﻧﻳﺎ واﻵﺧرة‬di dunia dan akhirat) hingga tidak dianggap dan tidak diberi pahala. Mengaitkannya dengan
kematian menunjukkan bahwa seandainya ia kembali kepada Islam sebelum mati maka amalnya tidaklah batal dan tetap diberi
pahala serta tidak perlu diulangi lagi, haji misalnya. Demikianlah menurut pendapat Syafii, ‫وأوﻟﺋك أﺻﺣﺎب اﻟﻧﺎر ﻫم ﻓﻳﻬﺎ‬
‫( ﺧﺎﻟدون‬dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya). Tatkala anak buah pasukannya tadi menyangka
bahwa meskipun mereka tidak berdosa, tetap tidak beroleh pahala (karena melakukan peperangan pada bulan haram), maka
turunlah ayat:

ª!$#uρ 4 «!$# |Myϑômu‘ tβθã_ötƒ y7Íׯ≈s9'ρé& «!$# È≅‹Î6y™ ’Îû (#ρ߉yγ≈y_uρ (#ρãy_$yδ z⎯ƒÉ‹©9$#uρ (#θãΖtΒ#u™ š⎥⎪Ï%©!$# ¨βÎ)

∩⊄⊇∇∪ ÒΟ‹Ïm§‘ Ö‘θàxî

218. ‫ﻫﺎﺟروا‬ ‫( إن اﻟذﻳن آﻣﻧوا واﻟذﻳن‬Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah) meninggalkan
kampung halaman mereka, ‫اﷲ‬ ‫( وﺟﺎﻫدوا ﻓﻲ ﺳﺑﻳﻝ‬dan berjihad di jalan Allah), yakni untuk meninggikan agama-Nya, ‫أوﻟﺋك‬
‫ﻳرﺟون رﺣﻣﺔ اﷲ‬ (mereka itu mengharapkan rahmat Allah), artinya pahala-Nya, ‫واﷲ ﻏﻔور رﺣﻳم‬ (dan Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang) terhadap orang-orang beriman.

Khamar, Judi, Harta yang Dinafkahkan, dan Pemeliharaan Anak Yatim

⎯ÏΒ çt9ò2r& !$yϑßγßϑøOÎ)uρ Ĩ$¨Ζ=Ï9 ßìÏ≈oΨtΒuρ ×Î7Ÿ2 ÖΝøOÎ) !$yϑÎγŠÏù ö≅è% ( ÎÅ£÷yϑø9$#uρ Ìôϑy‚ø9$# Ç∅tã y7tΡθè=t↔ó¡o„ *

tβρã©3xtFs? öΝà6¯=yès9 ÏM≈tƒFψ$# ãΝä3s9 ª!$# ß⎦Îi⎫t7ムšÏ9≡x‹x. 3 uθøyèø9$# È≅è% tβθà)ÏΖム#sŒ$tΒ štΡθè=t↔ó¡o„uρ 3 $yϑÎγÏèø¯Ρ

∩⊄⊇®∪

219. ‫ﻳﺳﺄﻟوﻧك ﻋن اﻟﺧﻣر واﻟﻣﻳﺳر‬ (Mereka menanyakan kepadamu tentang minuman keras dan berjudi) apakah

hukumnya? ‫( ﻗﻝ‬Katakanlah kepada mereka) ‫( ﻓﻳﻬﻣﺎ‬pada keduanya) maksudnya pada minuman keras dan berjudi itu terdapat
‫( إﺛم ﻛﺑﻳر‬dosa besar). Menurut satu qiraat dibaca katsiir (banyak) disebabkan keduanya banyak menimbulkan persengketaan,
caci-mencaci, dan kata-kata yang tidak senonoh, ‫( وﻣﻧﺎﻓﻊ ﻟﻠﻧﺎس‬dan beberapa manfaat bagi manusia) dengan meminum-
minuman keras akan menimbulkan rasa kenikmatan dan kegembiraan, dan dengan berjudi akan mendapatkan uang dengan
tanpa susah payah, ‫( ٕواﺛﻣﻬﻣﺎ‬tetapi dosa keduanya), maksudnya bencana-bencana yang timbul dari keduanya ‫( أﻛﺑر‬lebih
besar) artinya lebih parah ‫ﻧﻔﻌﻬﻣﺎ‬ ‫( ﻣن‬daripada manfaat keduanya). Ketika ayat ini diturunkan, sebagian sahabat masih suka
meminum minuman keras, sedangkan yang lainnya sudah meninggalkannya hingga akhirnya diharamkan oleh sebuah ayat
dalam surat Al-Maidah. ‫وﻳﺳﺄﻟوﻧك ﻣﺎذا ﻳﻧﻔﻘون‬ (Dan mereka menanyakan kepadamu beberapa yang akan mereka

nafkahkan), artinya berapa banyaknya. ‫( ﻗﻝ‬Katakanlah), Nafkahkanlah ‫( اﻟﻌﻔو‬kelebihan) maksudnya yang lebih dari keperluan
dan janganlah kamu nafkahkan apa yang kamu perlukan dan kamu sia-siakan dirimu. Menurut satu qiraat dibaca al-`afwu
sebagai khabar dari mubtada' yang tidak disebutkan dan diperkirakan berbunyi, "yaitu huwa ....". ‫( ﻛذﻟك‬Demikianlah), artinya
sebagaimana dijelaskan-Nya kepadamu apa yang telah disebutkan itu ‫ﺗﺗﻔﻛرون‬ ‫( ﻳﺑﻳن اﷲ ﻟﻛم اﻵﻳﺎت ﻟﻌﻠﻛم‬dijelaskan-Nya
pula bagimu ayat-ayat agar kamu memikirkan).

ª!$#uρ 4 öΝä3çΡ≡uθ÷zÎ*sù öΝèδθäÜÏ9$sƒéB βÎ)uρ ( ×öyz öΝçλ°; ÓyŸξô¹Î) ö≅è% ( 4’yϑ≈tGuŠø9$# Ç⎯tã y7tΡθè=t↔ó¡o„uρ 3 ÍοtÅzFψ$#uρ $u‹÷Ρ‘‰9$# ’Îû

∩⊄⊄⊃∪ ÒΟŠÅ3ym ͕tã ©!$# ¨βÎ) 4 öΝä3tFuΖôãV{ ª!$# u™!$x© öθs9uρ 4 ËxÎ=óÁßϑø9$# z⎯ÏΒ y‰Å¡øßϑø9$# ãΝn=÷ètƒ

220. ‫( ﻓﻲ‬Yaitu tentang) urusan ‫واﻵﺧرة‬ ‫( اﻟدﻧﻳﺎ‬dunia dan akhirat) hingga kamu dapat memungut mana-mana yang lebih baik
untukmu pada keduanya. ‫وﻳﺳﺄﻟوﻧك ﻋن اﻟﻳﺗﺎﻣﻰ‬ (Dan mereka menanyakan kepadamu tentang anak-anak yatim) serta
kesulitan-kesulitan yang mereka temui dalam urusan mereka. Jika mereka menyatukan harta mereka dengan harta anak-anak
yatim, mereka merasa berdosa dan jika mereka pisahkan harta mereka dan dibuatkan makanan bagi mereka secara terpisah,
maka mengalami kerepotan. ‫ﻗﻝ إﺻﻼح ﻟﻬم‬ (Katakanlah, "Mengurus urusan mereka secara patut) misalnya mengenai

campur-tangan dalam upaya mengembangkan harta mereka ‫ﺧﻳر‬ (adalah lebih baik) daripada membiarkannya. ‫ٕوان‬
‫( ﺗﺧﺎﻟطوﻫم‬Dan jika kamu mencampuri urusan mereka), maksudnya kamu campurkan pengeluaran kamu dengan pengeluaran
mereka, ‫ﻓﺈﺧواﻧﻛم‬ (maka mereka adalah saudaramu) maksudnya mereka itu adalah saudara-saudara seagama dan telah
menjadi kelaziman bagi seorang saudara untuk mencampurkan hartanya pada harta saudaranya. Tegasnya silakan
melakukannya karena tak ada salahnya ‫( واﷲ ﻳﻌﻠم اﻟﻣﻔﺳد‬Dan Allah mengetahui orang yang membuat kerusakan) terhadap
harta anak-anak yatim itu ketika mencampurkan hartanya kepada harta mereka ‫ﻣن اﻟﻣﺻﻠﺢ‬ (dari orang yang berbuat

kebaikan) dengannya, hingga masing-masing akan mendapat balasan yang setimpal ‫( وﻟو ﺷﺎء اﷲ ﻷﻋﻧﺗﻛم‬sekiranya Allah
menghendaki, tentulah Dia akan mempersulitmu) dengan melarang mencampurkan harta, ‫ﻋزﻳز‬ ‫( إن اﷲ‬sesungguhnya Allah
Maha Kuasa) atas segala persoalan ‫( ﺣﻛﻳم‬lagi Maha Bijaksana) dalam segala tindakan dan perbuatan.
Pokok-Pokok Hukum Perkahwinan, Perceraian dan Penyusuan

(#θßsÅ3Ζè? Ÿωuρ 3 öΝä3÷Gt6yfôãr& öθs9uρ 7πx.Îô³•Β ⎯ÏiΒ ×öyz îπoΨÏΒ÷σ•Β ×πtΒV{uρ 4 £⎯ÏΒ÷σム4©®Lym ÏM≈x.Îô³ßϑø9$# (#θßsÅ3Ζs? Ÿωuρ

( Í‘$¨Ζ9$# ’n<Î) tβθããô‰tƒ y7Íׯ≈s9'ρé& 3 öΝä3t6yfôãr& öθs9uρ 78Îô³•Β ⎯ÏiΒ ×öyz í⎯ÏΒ÷σ•Β Ó‰ö7yès9uρ 4 (#θãΖÏΒ÷σム4©®Lym t⎦⎫Ï.Îô³ßϑø9$#

∩⊄⊄⊇∪ tβρã©.x‹tGtƒ öΝßγ¯=yès9 Ĩ$¨Ψ=Ï9 ⎯ÏμÏG≈tƒ#u™ ß⎦Îi⎫t7ãƒuρ ( ⎯ÏμÏΡøŒÎ*Î/ ÍοtÏøóyϑø9$#uρ Ïπ¨Ψyfø9$# ’n<Î) (#þθããô‰tƒ ª!$#uρ

221. ‫( وﻻ ﺗﻧﻛﺣوا‬Janganlah kamu nikahi) hai kaum muslimin, ‫( اﻟﻣﺷرﻛﺎت‬wanita-wanita musyrik), maksudnya wanita-wanita
kafir ‫( ﺣﺗﻰ ﻳؤﻣن وﻷﻣﺔ ﻣؤﻣﻧﺔ ﺧﻳر ﻣن ﻣﺷرﻛﺔ‬sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang beriman itu lebih
baik daripada wanita musyrik) walaupun ia merdeka. Sebab turunnya ayat ini adalah berkenaan dengan celaan yang ditujukan
kepada laki-laki yang menikahi budak wanita dan menyanjung serta menyenangi laki-laki yang menikahi wanita merdeka yang
musyrik ‫( وﻟو أﻋﺟﺑﺗﻛم‬walaupun ia menarik hatimu) disebabkan harta dan kecantikannya. Ini dikhususkan bagi wanita yang
bukan ahli kitab dengan ayat ‫اﻟﻛﺗﺎب‬ ‫" واﻟﻣﺣﺻﻧﺎت ﻣن اﻟذﻳن أوﺗوا‬Dan wanita-wanita yang terpelihara di antara golongan
ahli kitab". ‫وﻻ ﺗﻧﻛﺣوا‬ (Dan janganlah kamu kawinkan) atau nikahkan ‫( اﻟﻣﺷرﻛﻳن‬laki-laki musyrik), artinya laki-laki kafir
dengan wanita-wanita beriman ‫ﺣﺗﻰ ﻳؤﻣﻧوا وﻟﻌﺑد ﻣؤﻣن ﺧﻳر ﻣن ﻣﺷرك وﻟو أﻋﺟﺑﻛم‬ (sebelum mereka beriman.
Sesungguhnya budak yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik walaupun ia menarik hatimu) disebabkan harta dan
ketampanannya. ‫( أوﻟﺋك‬Mereka itu) atau ahli syirik ‫( ﻳدﻋون إﻟﻰ اﻟﻧﺎر‬mengajak ke neraka) disebabkan anjuran mereka
melakukan perbuatan membawa orang ke dalamnya, hingga tidaklah baik kawin dengan mereka. ‫ﻳدﻋو‬ ‫واﷲ‬ (Sedangkan Allah

mengajak) melalui lisan para Rasul-Nya ‫( إﻟﻰ اﻟﺟﻧﺔ واﻟﻣﻐﻔرة‬ke surga serta ampunan), maksudnya amal perbuatan yang
menjurus kepada keduanya ‫( ﺑﺈذﻧﻪ‬dengan izin-Nya), artinya dengan kehendak-Nya, maka wajiblah bagi kamu atau wali-walinya

mengabulkan perkawinan ‫( وﻳﺑﻳن آﻳﺎﺗﻪ ﻟﻠﻧﺎس ﻟﻌﻠﻬم ﻳﺗذﻛرون‬Dan dijelaskan-Nya ayat-ayat-Nya kepada manusia agar
mereka beroleh peringatan) atau mendapat pelajaran.

4©®Lym £⎯èδθç/tø)s? Ÿωuρ ( ÇÙŠÅsyϑø9$# ’Îû u™!$|¡ÏiΨ9$# (#θä9Í”tIôã$$sù “]Œr& uθèδ ö≅è% ( ÇÙŠÅsyϑø9$# Ç⎯tã štΡθè=t↔ó¡o„uρ

š⎥⎪ÌÎdγsÜtFßϑø9$# =Ïtä†uρ t⎦⎫Î/≡§θ−G9$# =Ïtä† ©!$# ¨βÎ) 4 ª!$# ãΝä.ttΒr& ß]ø‹ym ô⎯ÏΒ  ∅èδθè?ù'sù tβö£γsÜs? #sŒÎ*sù ( tβößγôÜtƒ

∩⊄⊄⊄∪

222. ‫( وﻳﺳﺄﻟوﻧك ﻋن اﻟﻣﺣﻳض‬Mereka bertanya kepadamu tentang haid), maksudnya haid atau tempatnya dan bagaimana
memperlakukan wanita padanya. ‫( ﻗﻝ ﻫو أذى‬Katakanlah, "Haid adalah suatu kotoran) atau tempatnya kotoran, ‫ﻓﺎﻋﺗزﻟوا‬
‫( اﻟﻧﺳﺎء‬maka jauhilah wanita-wanita), maksudnya janganlah bersetubuh dengan mereka ‫( ﻓﻲ اﻟﻣﺣﻳض‬di waktu haid) atau
pada tempatnya ‫( وﻻ ﺗﻘرﺑوﻫن‬dan janganlah kamu dekati mereka) dengan maksud untuk bersetubuh ‫( ﺣﺗﻰ ﻳطﻬرن‬sampai
mereka suci). 'Yathhurna' dengan tha baris mati atau pakai tasydid lalu ha', kemudian pada ta' asalnya diidgamkan kepada tha'
dengan arti mandi setelah terhentinya. ‫ﻓﺎﺗوﻫن‬ ‫( ﻓﺈذا ﺗطﻬرن‬Apabila mereka telah suci maka datangilah mereka) maksudnya
campurilah mereka ‫اﷲ‬ ‫( ﻣن ﺣﻳث أﻣرﻛم‬di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu) jauhilah di waktu haid, dan datangilah
di bagian kemaluannya dan jangan diselewengkan kepada bagian lainnya. ‫ﻳﺣب‬ ‫( إن اﷲ‬sesungguhnya Allah menyukai) serta
memuliakan dan memberi ‫( اﻟﺗواﺑﻳن‬orang-orang yang bertobat) dari dosa ‫اﻟﻣﺗطﻬرﻳن‬ ‫( وﻳﺣب‬dan menyukai orang-orang yang
menyucikan diri) dari kotoran.

çνθà)≈n=•Β Νà6¯Ρr& (#þθßϑn=ôã$#uρ ©!$# (#θà)¨?$#uρ 4 ö/ä3Å¡àΡL{ (#θãΒÏd‰s%uρ ( ÷Λä⎢÷∞Ï© 4’¯Τr& öΝä3rOöym (#θè?ù'sù öΝä3©9 Ó^öym öΝä.äτ!$|¡ÎΣ

∩⊄⊄⊂∪ š⎥⎫ÏΖÏΒ÷σßϑø9$# ÌÏe±o0uρ 3

223. ‫( ﻧﺳﺎؤﻛم ﺣرث ﻟﻛم‬Istri-istrimu adalah tanah persemaian bagimu), artinya tempat kamu membuat anak, ‫ﻓﺎﺗوا ﺣرﺛﻛم‬
(maka datangilah tanah persemaianmu), maksudnya tempatnya yaitu pada bagian kemaluan ‫( أﻧﻰ‬bagaimana saja) dengan cara

apa saja ‫( ﺷﺋﺗم‬kamu kehendaki) apakah sambil berdiri, duduk atau berbaring, baik dari depan atau dari belakang. Ayat ini turun
untuk menolak anggapan orang-orang Yahudi yang mengatakan, "Barang siapa yang mencampuri istrinya pada kemaluannya
tetapi dari arah belakangnya (pinggulnya), maka anaknya akan lahir bermata juling. ‫( وﻗدﻣوا ﻷﻧﻔﺳﻛم‬Dan kerjakanlah untuk
dirimu) amal-amal saleh, misalnya membaca basmalah ketika bercampur ‫اﷲ‬ ‫( واﺗﻘوا‬dan bertakwalah kepada Allah) baik dalam
perintah maupun dalam larangan-Nya ‫( واﻋﻠﻣوا أﻧﻛم ﻣﻼﻗوﻩ‬dan ketahuilah bahwa kamu akan menemui-Nya kelak) yakni di
saat berbangkit, Dia akan membalas segala amal perbuatanmu. ‫( وﺑﺷر اﻟﻣؤﻣﻧﻳن‬Dan sampaikanlah kabar gembira kepada
orang-orang yang beriman) yang bertakwa kepada-Nya, bahwa mereka akan memperoleh surga.

ÒΟŠÎ=tæ ìì‹Ïÿxœ ª!$#uρ 3 Ĩ$¨Ψ9$# š⎥÷⎫/t (#θßsÎ=óÁè?uρ (#θà)−Gs?uρ (#ρ•y9s? χr& öΝà6ÏΨ≈yϑ÷ƒX{ Zπ|Êóãã ©!$# (#θè=yèøgrB Ÿωuρ

∩⊄⊄⊆∪

224. ‫اﷲ‬ ‫( وﻻ ﺗﺟﻌﻠوا‬Janganlah kamu jadikan Allah), artinya sewaktu bersumpah dengan-Nya ‫( ﻋرﺿﺔ‬sebagai sasaran) atau
penghalang ‫ﻷﻳﻣﺎﻧﻛم‬ (bagi sumpah-sumpahmu) yang mendorong kamu ‫أن‬ (untuk) tidak ‫ﺗﺑروا وﺗﺗﻘوا‬ (berbuat baik dan
bertakwa). Maka sumpah seperti itu tidak disukai, dan disunahkan untuk melanggarnya lalu membayar kafarat. Berbeda halnya
dengan sumpah untuk berbuat kebaikan, maka itu termasuk taat ‫وﺗﺻﻠﺣوا ﺑﻳن اﻟﻧﺎس‬ (serta mendamaikan di antara
manusia), maksud ayat, jangan kamu terhalang untuk membuat kebaikan yang disebutkan dan lain-lainnya itu jika terlanjur
bersumpah, tetapi langgarlah dan bayarlah kafarat sumpah, karena yang menjadi asbabun nuzulnya ialah tidak mau melanggar
sumpah yang telah diikrarkannya. ‫( واﷲ ﺳﻣﻳﻊ‬Dan Allah Maha Mendengar) ucapan-ucapanmu ‫( ﻋﻠﻳم‬lagi Maha Mengetahui)
keadaan-keadaanmu.

∩⊄⊄∈∪ ×Λ⎧Î=ym î‘θàxî ª!$#uρ 3 öΝä3ç/θè=è% ôMt6|¡x. $oÿÏ3 Νä.ä‹Ï{#xσム⎯Å3≈s9uρ öΝä3ÏΨ≈yϑ÷ƒr& þ’Îû Èθøó¯=9$$Î/ ª!$# ãΝä.ä‹Ï{#xσムω

225. ‫( ﻻ ﻳؤاﺧذﻛم اﷲ ﺑﺎﻟﻠﻐو‬Allah tidaklah menghukum kamu disebabkan sumpah kosong), artinya yang tidak dimaksud ‫ﻓﻲ‬
‫( أﻳﻣﺎﻧﻛم‬dalam sumpah-sumpahmu) yakni yang terucap dari mulut tanpa sengaja untuk bersumpah, misalnya, "Tidak, demi
Allah!" Atau "Benar, demi Allah!" Maka ini tidak ada dosanya serta tidak wajib kafarat. ‫وﻟﻛن ﻳؤاﺧذﻛم ﺑﻣﺎ ﻛﺳﺑت ﻗﻠوﺑﻛم‬
(Tetapi Allah akan menghukum kamu disebabkan sumpah yang disengaja oleh hatimu), artinya kamu sadari bahwa itu sumpah
yang tidak boleh dilanggar. ‫( واﷲ ﻏﻔور‬Dan Allah Maha Pengampun) terhadap hal-hal yang tidak disengaja ‫( ﺣﻠﻳم‬lagi Maha
Penyantun) hingga sudi menangguhkan hukuman terhadap orang yang akan menjalaninya.

∩⊄⊄∉∪ ÒΟ‹Ïm§‘ Ö‘θàxî ©!$# ¨βÎ*sù ρâ™!$sù βÎ*sù ( 9åκô−r& Ïπyèt/ö‘r& ßÈš/ts? öΝÎγÍ←!$|¡ÎpΣ ⎯ÏΒ tβθä9÷σムt⎦⎪Ï%©#Ïj9

226. ‫( ﻟﻠذﻳن ﻳؤﻟون ﻣن ﻧﺳﺎﺋﻬم‬Bagi orang-orang yang melakukan ila` terhadap istri-istri mereka), artinya bersumpah tidak
akan mencampuri istri-istri mereka, ‫( ﺗرﺑص‬diberi tangguh) atau menunggu ‫ﻓﺎؤوا‬ ‫( أرﺑﻌﺔ أﺷﻬر ﻓﺈن‬selama empat bulan. Jika
mereka kembali), maksudnya rujuk dari sumpah untuk mencampuri, baik waktu itu atau sesudahnya, ‫( ﻓﺈن اﷲ ﻏﻔور‬maka
sesungguhnya Allah Maha Pengampun) kepada mereka yang telah membuat istri-istrinya menderita disebabkan sumpahnya,
‫( رﺣﻳم‬lagi Maha Penyayang) terhadap mereka.

∩⊄⊄∠∪ ÒΟŠÎ=tæ ìì‹Ïÿxœ ©!$# ¨βÎ*sù t,≈n=©Ü9$# (#θãΒt“tã ÷βÎ)uρ

227. ‫اﻟطﻼق‬ ‫( ٕوان ﻋزﻣوا‬Dan sekiranya mereka berketetapan hati untuk talak), artinya tak mau kembali, maka mereka harus
menjatuhkannya, ‫ﺳﻣﻳﻊ‬ ‫( ﻓﺈن اﷲ‬karena sesungguhnya Allah Maha Mendengar) ucapan mereka ‫( ﻋﻠﻳم‬lagi Maha Mengetahui),
maksud atau tekad mereka. Jadi maksudnya; setelah menunggu selama empat bulan tidak ada lagi kesempatan terbuka bagi
mereka, kecuali kembali atau menjatuhkan talak.
βÎ) £⎯ÎγÏΒ%tnö‘r& þ’Îû ª!$# t,n=y{ $tΒ z⎯ôϑçFõ3tƒ βr& £⎯çλm; ‘≅Ïts† Ÿωuρ 4 &™ÿρãè% sπsW≈n=rO £⎯ÎγÅ¡àΡr'Î/ š∅óÁ−/utItƒ àM≈s)¯=sÜßϑø9$#uρ

“Ï%©!$# ã≅÷WÏΒ £⎯çλm;uρ 4 $[s≈n=ô¹Î) (#ÿρߊ#u‘r& ÷βÎ) y7Ï9≡sŒ ’Îû £⎯ÏδÏjŠtÎ/ ‘,ymr& £⎯åκçJs9θãèç/uρ 4 ÌÅzFψ$# ÏΘöθu‹ø9$#uρ «!$$Î/ £⎯ÏΒ÷σム£⎯ä.

∩⊄⊄∇∪ îΛ⎧Å3ym ͕tã ª!$#uρ 3 ×πy_u‘yŠ £⎯Íκön=tã ÉΑ$y_Ìh=Ï9uρ 4 Å∃ρá÷èpRùQ$$Î/ £⎯Íκön=tã

228. ‫ﻳﺗرﺑﺻن‬ ‫( واﻟﻣطﻠﻘﺎت‬Dan wanita-wanita yang ditalak hendaklah menunggu) atau menahan ‫( ﺑﺄﻧﻔﺳﻬن‬diri mereka) dari
kawin ‫( ﺛﻼﺛﺔ ﻗروء‬selama tiga kali quru') yang dihitung dari mulainya dijatuhkan talak. Dan quru' adalah jamak dari qar-un
dengan mematahkan qaf, mengenai hal ini ada dua pendapat, ada yang mengatakannya suci dan ada pula yang
mengatakannya haid. Ini mengenai wanita-wanita yang telah dicampuri. Adapun mengenai yang belum dicampuri, maka tidak
ada idahnya berdasarkan firman Allah, ‫ﻋدة‬ ‫" ﻓﻣﺎ ﻟﻛم ﻋﻠﻳﻬن ﻣن‬Maka mereka itu tidak mempunyai idah bagimu. Juga bukan
lagi wanita-wanita yang terhenti haidnya atau anak-anak yang masih di bawah umur, karena bagi mereka idahnya selama tiga
bulan. Mengenai wanita-wanita hamil, maka idahnya adalah sampai mereka melahirkan kandungannya sebagaimana tercantum
dalam surah At-Thalaq, sedangkan wanita-wanita budak, sebagaimana menurut hadis, idah mereka adalah dua kali quru' ‫وﻻ‬
‫( ﻳﺣﻝ ﻟﻬن أن ﻳﻛﺗﻣن ﻣﺎ ﺧﻠق اﷲ ﻓﻲ أرﺣﺎﻣﻬن‬Dan mereka tidak boleh menyembunyikan apa yang telah diciptakan Allah
pada rahim-rahim mereka) berupa anak atau darah haid, ‫وﺑﻌوﻟﺗﻬن‬ ‫( إن ﻛن ﻳؤﻣن ﺑﺎﷲ واﻟﻳوم اﻵﺧر‬jika mereka beriman
kepada Allah dan hari akhir. Dan suami-suami mereka) ‫( أﺣق ﺑردﻫن‬lebih berhak untuk merujuk mereka) sekalipun mereka
tidak mau dirujuk ‫( ﻓﻲ ذﻟك‬di saat demikian), artinya di saat menunggu itu ‫( إن أرادوا إﺻﻼﺣﺎ‬jika mereka menghendaki
perbaikan) sesama mereka dan bukan untuk menyusahkan istri. Ini merupakan dorongan bagi orang yang berniat mengadakan
perbaikan dan bukan merupakan syarat diperbolehkannya rujuk. Ini mengenai talak raj`i dan memang tidak ada orang yang lebih
utama daripada suami, karena sewaktu masih dalam idah, tidak ada hak bagi orang lain untuk mengawini istrinya. ‫( وﻟﻬن‬Dan

para wanita mempunyai) dari para suaminya ‫( ﻣﺛﻝ اﻟذي‬hak-hak yang seimbang) dengan hak-hak para suami ‫( ﻋﻠﻳﻬن‬yang
dibebankan kepada mereka) ‫( ﺑﺎﻟﻣﻌروف‬secara makruf) menurut syariat, baik dalam pergaulan sehari-hari, meninggalkan hal-

hal yang akan mencelakakan istri dan lain sebagainya. ‫( وﻟﻠرﺟﺎﻝ ﻋﻠﻳﻬن درﺟﺔ‬Akan tetapi pihak suami mempunyai satu
tingkat kelebihan) tentang hak, misalnya tentang keharusan ditaati disebabkan maskawin dan belanja yang mereka keluarkan
dari kantong mereka. ‫ﻋزﻳز‬ ‫( واﷲ‬Dan Allah Maha Tangguh) dalam kerajaan-Nya, ‫( ﺣﻛﻳم‬lagi Maha Bijaksana) dalam rencana-
Nya terhadap hak-hak-Nya.

£⎯èδθßϑçF÷s?#u™ !$£ϑÏΒ (#ρä‹è{ù's? βr& öΝà6s9 ‘≅Ïts† Ÿωuρ 3 9⎯≈|¡ômÎ*Î/ 7xƒÎô£s? ÷ρr& >∃ρá÷èoÿÏ3 88$|¡øΒÎ*sù ( Èβ$s?§sΔ ß,≈n=©Ü9$#

$uΚ‹Ïù $yϑÍκön=tã yy$oΨã_ Ÿξsù «!$# yŠρ߉ãn $uΚ‹É)ムωr& ÷Λä⎢øÅz ÷βÎ*sù ( «!$# yŠρ߉ãm $yϑŠÉ)ムωr& !$sù$sƒs† βr& HωÎ) $º↔ø‹x©

∩⊄⊄®∪ tβθãΚÎ=≈©à9$# ãΝèδ y7Íׯ≈s9'ρé'sù «!$# yŠρ߉ãn £‰yètGtƒ ⎯tΒuρ 4 $yδρ߉tG÷ès? Ÿξsù «!$# ߊρ߉ãn y7ù=Ï? 3 ⎯ÏμÎ/ ôNy‰tGøù$#
229. ‫( اﻟطﻼق‬Talak) atau perceraian yang dapat kembali rujuk itu ‫( ﻣرﺗﺎن‬dua kali) ‫( ﻓﺈﻣﺳﺎك‬setelah itu boleh memegang
mereka) dengan jalan rujuk ‫ﺑﻣﻌروف‬ (secara baik-baik) tanpa menyusahkan mereka ‫أو ﺗﺳرﻳﺢ‬ (atau melepas), artinya

menceraikan mereka ‫ﻟﻛم‬ ‫( ﺑﺈﺣﺳﺎن وﻻ ﻳﺣﻝ‬dengan cara baik pula. Tidak halal bagi kamu) hai para suami ‫أن ﺗﺄﺧذوا ﻣﻣﺎ‬
‫آﺗﻳﺗﻣوﻫن ﺷﻳﺋﺎ‬ (untuk mengambil kembali sesuatu yang telah kami berikan kepada mereka) berupa mahar atau maskawin, jika

kamu menceraikan mereka itu, ‫ﻳﺧﺎﻓﺎ‬ ‫( إﻻ أن‬kecuali kalau keduanya khawatir), maksudnya suami istri itu ‫أ ﻻ ﻳﻘﻳﻣﺎ ﺣدود‬
‫اﷲ‬ (tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah), artinya tidak dapat melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah
digariskan-Nya. Menurut satu qiraat dibaca 'yukhaafaa' secara pasif, Sedangkan 'an laa yuqiimaa' menjadi badal isytimal bagi
dhamir yang terdapat di sana. Terdapat juga bacaan dengan baris di atas pada kedua fi`il tersebut. ‫ﻓﺈن ﺧﻔﺗم أﻻ ﻳﻘﻳﻣﺎ ﺣدود‬
‫( اﷲ ﻓﻼ ﺟﻧﺎح ﻋﻠﻳﻬﻣﺎ ﻓﻳﻣﺎ اﻓﺗدت ﺑﻪ‬Jika kamu merasa khawatir bahwa mereka berdua tidak dapat menjalankan hukum-
hukum Allah, maka tidaklah mereka itu berdosa mengenai uang tebusan) yang dibayarkan oleh pihak istri untuk menebus
dirinya, artinya tak ada salahnya jika pihak suami mengambil uang tersebut begitu pula pihak istri jika membayarkannya. ‫ﺗﻠك‬
(Itulah), yakni hukum-hukum yang disebutkan di atas ‫اﻟظﺎﻟﻣون‬ ‫ﺣدود اﷲ ﻓﻼ ﺗﻌﺗدوﻫﺎ وﻣن ﻳﺗﻌد ﺣدود اﷲ ﻓﺄوﻟﺋك ﻫم‬
(peraturan-peraturan Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa yang melanggar peraturan-peraturan Allah,
maka merekalah orang-orang yang aniaya).

βr& !$yϑÍκön=tæ yy$uΖã_ Ÿξsù $yγs)¯=sÛ βÎ*sù 3 …çνuöxî %¹`÷ρy— yxÅ3Ψs? 4©®Lym ߉÷èt/ .⎯ÏΒ …ã&s! ‘≅ÏtrB Ÿξsù $yγs)¯=sÛ βÎ*sù

∩⊄⊂⊃∪ tβθßϑn=ôètƒ 5Θöθs)Ï9 $pκß]ÍhŠu;ム«!$# ߊρ߉ãn y7ù=Ï?uρ 3 «!$# yŠρ߉ãn $yϑŠÉ)ムβr& !$¨Ζsß βÎ) !$yèy_#utItƒ

230. ‫طﻠﻘﻬﺎ‬ ‫( ﻓﺈن‬Kemudian jika ia menceraikannya lagi), maksudnya si suami setelah talak yang kedua,‫ﻓﻼ ﺗﺣﻝ ﻟﻪ ﻣن ﺑﻌد‬
(maka wanita itu tidak halal lagi baginya setelah itu), maksudnya setelah talak tiga ‫( ﺣﺗﻰ ﺗﻧﻛﺢ زوﺟﺎ ﻏﻳرﻩ‬hingga dia kawin
dengan suami yang lain) serta mencampurinya sebagaimana tersebut dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
‫( ﻓﺈن طﻠﻘﻬﺎ‬Kemudian jika ia menceraikannya pula) maksudnya suaminya yang kedua, ‫( ﻓﻼ ﺟﻧﺎح ﻋﻠﻳﻬﻣﺎ‬maka tidak ada
dosa bagi keduanya), maksudnya istri dan bekas suami yang pertama ‫( أن ﻳﺗراﺟﻌﺎ‬untuk kembali) pada perkawinan mereka
setelah berakhirnya idah, ‫( إن ظﻧﺎ أن ﻳﻘﻳﻣﺎ ﺣدود اﷲ وﺗﻠك‬jika keduanya itu mengira akan dapat menjalankan hukum-
hukum Allah. Itulah), maksudnya semua yang telah disebutkan itu ‫ﻳﻌﻠﻣون‬ ‫( ﺣدود اﷲ ﻳﺑﻳﻧﻬﺎ ﻟﻘوم‬peraturan-peraturan Allah
yang dijelaskan-Nya kepada kaum yang mau mengetahui) atau merenungkan.
£⎯èδθä3Å¡÷ΙäC Ÿωuρ 4 7∃ρã÷èoÿÏ3 £⎯èδθãmÎh|  ÷ρr& >∃ρá÷èoÿÏ3  ∅èδθä3Å¡øΒr'sù £⎯ßγn=y_r& z⎯øón=t6sù u™!$|¡ÏiΨ9$# ãΛä⎢ø)¯=sÛ #sŒÎ)uρ

|Myϑ÷èÏΡ (#ρãä.øŒ$#uρ 4 #Yρâ“èδ «!$# ÏM≈tƒ#u™ (#ÿρä‹Ï‚−Fs? Ÿωuρ 4 …çμ|¡øtΡ zΟn=sß ô‰s)sù y7Ï9≡sŒ ö≅yèøtƒ ⎯tΒuρ 4 (#ρ߉tF÷ètGÏj9 #Y‘#uÅÑ

Èe≅ä3Î/ ©!$# ¨βr& (#þθãΚn=ôã$#uρ ©!$# (#θà)¨?$#uρ 4 ⎯ÏμÎ/ /ä3ÝàÏètƒ Ïπyϑõ3Åsø9$#uρ É=≈tGÅ3ø9$# z⎯ÏiΒ Νä3ø‹n=tæ tΑt“Ρr& !$tΒuρ öΝä3ø‹n=tæ «!$#

∩⊄⊂⊇∪ ×Λ⎧Î=tæ >™ó©x«

231. ‫( ٕواذا طﻠﻘﺗم اﻟﻧﺳﺎء ﻓﺑﻠﻐن أﺟﻠﻬن‬Apabila kamu menceraikan istri-istri, lalu sampai idahnya), maksudnya dekat pada
berakhir idahnya ‫( ﻓﺄﻣﺳﻛوﻫن‬maka peganglah mereka), artinya rujuklah kepada mereka ‫( ﺑﻣﻌروف‬secara baik-baik) tanpa

menimbulkan kesusahan bagi mereka ‫( أو ﺳرﺣوﻫن ﺑﻣﻌروف‬atau lepaskanlah secara baik-baik pula), artinya biarkanlah
mereka itu sampai habis idah mereka. ‫وﻻ ﺗﻣﺳﻛوﻫن‬ (Janganlah kamu tahan mereka itu) dengan rujuk ‫ﺿ ار ار‬ (untuk

menimbulkan kesusahan) berfungsi sebagai maf`ul liajlih ‫ﻟﺗﻌﺗدوا‬ (sehingga menganiaya mereka) sampai mereka terpaksa

menebus diri, minta cerai dan menunggu lama. ‫ﻧﻔﺳﻪ‬ ‫( وﻣن ﻳﻔﻌﻝ ذﻟك ﻓﻘد ظﻠم‬Barang siapa melakukan demikian, berarti ia
menganiaya dirinya) dengan menghadapkannya pada siksaan Allah ‫ﻫزوا‬ ‫( وﻻ ﺗﺗﺧذوا آﻳﺎت اﷲ‬dan janganlah kamu jadikan
ayat-ayat Allah sebagai permainan), artinya berolok-olok dengan melanggarnya ‫ﻋﻠﻳﻛم‬ ‫( واذﻛروا ﻧﻌﻣﺔ اﷲ‬dan ingatlah nikmat
Allah kepadamu), yakni agama Islam ‫اﻟﻛﺗﺎب‬ ‫( وﻣﺎ أﻧزﻝ ﻋﻠﻳﻛم ﻣن‬dan apa-apa yang telah diturunkan-Nya padamu berupa
Kitab) Alquran ‫( واﻟﺣﻛﻣﺔ‬dan hikmah) artinya hukum-hukum yang terdapat padanya ‫ﺑﻪ‬ ‫( ﻳﻌظﻛم‬Allah memberimu pengajaran
dengannya) agar kamu bersyukur dengan mengamalkannya ‫ﻋﻠﻳم‬ ‫( واﺗﻘوا اﷲ واﻋﻠﻣوا أن اﷲ ﺑﻛﻝ ﺷﻲء‬Dan bertakwalah
kamu kepada Allah serta ketahuilah bahwa Allah mengetahui segala sesuatunya) hingga tidak satu pun yang tersembunyi bagi-
Nya.

3 Å∃ρã÷èpRùQ$$Î/ ΝæηuΖ÷t/ (#öθ|Ê≡ts? #sŒÎ) £⎯ßγy_≡uρø—&r z⎯ósÅ3Ζtƒ βr& £⎯èδθè=àÒ÷ès? Ÿξsù £⎯ßγn=y_r& z⎯øón=t6sù u™!$|¡ÏiΨ9$# ãΛä⎢ø)¯=sÛ #sŒÎ)uρ

÷Λä⎢Ρr&uρ ãΝn=÷ètƒ ª!$#uρ 3 ãyγôÛr&uρ ö/ä3s9 4’s1ø—&r ö/ä3Ï9≡sŒ 3 ÌÅzFψ$# ÏΘöθu‹ø9$#uρ «!$$Î/ ß⎯ÏΒ÷σムöΝä3ΖÏΒ tβ%x. ⎯tΒ ⎯ÏμÎ/ àátãθムy7Ï9≡sŒ

∩⊄⊂⊄∪ tβθßϑn=÷ès? Ÿω

232. ‫أﺟﻠﻬن‬ ‫( ٕواذا طﻠﻘﺗم اﻟﻧﺳﺎء ﻓﺑﻠﻐن‬Apabila kamu menceraikan istri-istrimu lalu sampai idahnya), maksudnya habis masa
idahnya, ‫( ﻓﻼ ﺗﻌﺿﻠوﻫن‬maka janganlah kamu halangi mereka itu) ditujukan kepada para wali agar mereka tidak melarang
wanita-wanita untuk ‫( أن ﻳﻧﻛﺣن أزواﺟﻬن‬untuk rujuk dengan suami-suami mereka yang telah menceraikan mereka itu).
Asbabun nuzul ayat ini bahwa saudara perempuan dari Ma`qil bin Yasar diceraikan suaminya, lalu suaminya itu hendak rujuk
kepadanya, tetapi dilarang oleh Ma`qil bin Yasar, sebagaimana diriwayatkan oleh Hakim ‫( إذا ﺗراﺿوا‬jika terdapat kerelaan),
artinya kerelaan suami istri ‫ﺑﺎﻟﻣﻌروف‬ ‫( ﺑﻳﻧﻬم‬di antara mereka secara baik-baik), artinya menurut syariat. ‫( ذﻟك‬Demikian itu),
yakni larangan menghalangi itu ‫اﻵﺧر‬ ‫( ﻳوﻋظ ﺑﻪ ﻣن ﻛﺎن ﻣﻧﻛم ﻳؤﻣن ﺑﺎﷲ واﻟﻳوم‬dinasihatkan kepada orang-orang yang
beriman di antara kamu kepada Allah dan hari yang akhir). Karena hanya mereka sajalah yang mengerti nasihat ini ‫( ذﻟﻛم‬Itu),

artinya tidak menghalangi ‫( أزﻛﻰ‬lebih suci) lebih baik ‫وأطﻬر‬ ‫( ﻟﻛم‬bagi kamu dan lebih bersih) baik bagi kamu maupun bagi
mereka karena dikhawatirkan kedua belah pihak bekas suami istri akan melakukan hubungan gelap, mengingat kedua belah
pihak sudah saling cinta dan mengenal. ‫( واﷲ ﻳﻌﻠم‬Dan Allah mengetahui) semua maslahat ‫( وأﻧﺗم ﻻ ﺗﻌﻠﻣون‬sedangkan
kamu tidak mengetahui yang demikian itu), maka mohonlah petunjuk dan ikutilah perintah-Nya.

£⎯ßγè%ø—Í‘ …ã&s! ÏŠθä9öθpRùQ$# ’n?tãρu 4 sπtã$|ʧ9$# ¨ΛÉ⎢ムβr& yŠ#u‘r& ô⎯yϑÏ9 ( È⎦÷⎫n=ÏΒ%x. È⎦÷,s!öθym £⎯èδy‰≈s9÷ρr& z⎯÷èÅÊöムßN≡t$Î!≡uθø9$#uρ *

4 ⎯ÍνÏ$s!uθÎ/ …çμ©9 ׊θä9öθtΒ Ÿωuρ $yδÏ$s!uθÎ/ 8οt$Î!≡uρ §‘!$ŸÒè? Ÿω 4 $yγyèó™ãρ ωÎ) ë§øtΡ ß#¯=s3è? Ÿω 4 Å∃ρã÷èpRùQ$$Î/ £⎯åκèEuθó¡Ï.uρ

÷βÎ)uρ 3 $yϑÍκön=tã yy$oΨã_ Ÿξsù 9‘ãρ$t±s?uρ $uΚåκ÷]ÏiΒ <Ú#ts? ⎯tã »ω$|ÁÏù #yŠ#u‘r& ÷βÎ*sù 3 y7Ï9≡sŒ ã≅÷VÏΒ Ï^Í‘#uθø9$# ’n?tãuρ

©!$# (#θà)¨?$#uρ 3 Å∃ρá÷èpRùQ$$Î/ Λä⎢ø‹s?#u™ !$¨Β ΝçFôϑ¯=y™ #sŒÎ) ö/ä3ø‹n=tæ yy$uΖã_ Ÿξsù ö/ä.y‰≈s9÷ρr& (#þθãèÅÊ÷tIó¡n@ βr& öΝ›?Šu‘r&

∩⊄⊂⊂∪ ×ÅÁ/t tβθè=uΚ÷ès? $oÿÏ3 ©!$# ¨βr& (#þθßϑn=ôã$#uρ

233. ‫( واﻟواﻟدات ﻳرﺿﻌن‬Para ibu menyusukan), maksudnya hendaklah menyusukan ‫( أوﻻدﻫن ﺣوﻟﻳن ﻛﺎﻣﻠﻳن‬anak-anak
mereka selama dua tahun penuh) sifat yang memperkuat, ‫ﻟﻣن أراد أن ﻳﺗم اﻟرﺿﺎﻋﺔ‬ (yaitu bagi orang yang ingin

menyempurnakan penyusuan) dan tidak perlu ditambah lagi. ‫ﻟﻪ‬ ‫( وﻋﻠﻰ اﻟﻣوﻟود‬Dan kewajiban yang diberi anak), maksudnya
bapak ‫( رزﻗﻬن وﻛﺳوﺗﻬن‬memberi mereka (para ibu) sandang pangan) sebagai imbalan menyusukan itu, yakni jika mereka
diceraikan ‫( ﺑﺎﻟﻣﻌروف‬secara makruf), artinya menurut kesanggupannya. ‫( ﻻ ﺗﻛﻠف ﻧﻔس إﻻ وﺳﻌﻬﺎ‬Setiap diri itu tidak
dibebani kecuali menurut kadar kemampuannya,) maksudnya kesanggupannya. ‫ﺑوﻟدﻫﺎ‬ ‫( ﻻ ﺗﺿﺎر واﻟدة‬Tidak boleh seorang
ibu itu menderita kesengsaraan disebabkan anaknya) misalnya dipaksa menyusukan padahal ia keberatan ‫ﺑوﻟدﻩ‬ ‫وﻻﻣوﻟود ﻟﻪ‬
(dan tidak pula seorang ayah karena anaknya), misalnya diberi beban di atas kemampuannya. Mengidhafatkan anak kepada
masing-masing ibu dan bapak pada kedua tempat tersebut ialah untuk mengimbau keprihatinan dan kesantunan, ‫اﻟوارث‬ ‫وﻋﻠﻰ‬
(dan ahli waris pun) ahli waris dari bapaknya, yaitu anak yang masih bayi dan di sini ditujukan kepada wali yang mengatur
hartanya ‫ذﻟك‬ ‫( ﻣﺛﻝ‬berkewajiban seperti demikian), artinya seperti kewajiban bapaknya memberi ibunya sandang pangan. ‫ﻓﺈن‬
‫( أرادا‬Apabila keduanya ingin), maksudnya ibu bapaknya ‫( ﻓﺻﺎﻻ‬menyapih) sebelum masa dua tahun dan timbul ‫ﻋن ﺗراض‬
(dari kerelaan) atau persetujuan ‫وﺗﺷﺎور‬ ‫( ﻣﻧﻬﻣﺎ‬keduanya dan hasil musyawarah) untuk mendapatkan kemaslahatan si bayi,
‫( ﻓﻼ ﺟﻧﺎح ﻋﻠﻳﻬﻣﺎ‬maka keduanya tidaklah berdosa) atas demikian itu. ‫( ٕوان أردﺗم‬Dan jika kamu ingin) ditujukan kepada
pihak bapak ‫( أن ﺗﺳﺗرﺿﻌوا أوﻻدﻛم‬anakmu disusukan oleh orang lain) dan bukan oleh ibunya, ‫( ﻓﻼ ﺟﻧﺎح ﻋﻠﻳﻛم‬maka

tidaklah kamu berdosa) dalam hal itu ‫إذا ﺳﻠﻣﺗم‬ (jika kamu menyerahkan) kepada orang yang menyusukan ‫ﻣﺎ آﺗﻳﺗم‬
(pembayaran upahnya) atau upah yang hendak kamu bayarkan ‫( ﺑﺎﻟﻣﻌروف‬menurut yang patut) secara baik-baik dan dengan

kerelaan hati ‫واﺗﻘوا اﷲ واﻋﻠﻣوا أن اﷲ ﺑﻣﺎ ﺗﻌﻣﻠون ﺑﺻﻳر‬. (Dan bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa
Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan) hingga tiada satu pun yang tersembunyi bagi-Nya.

£⎯ßγn=y_r& z⎯øón=t/ #sŒÎ*sù ( #Zô³tãuρ 9åκô−r& sπyèt/ö‘r& £⎯ÎγÅ¡àΡr'Î/ z⎯óÁ−/utItƒ %[`≡uρø—r& tβρâ‘x‹tƒuρ öΝä3ΖÏΒ tβöθ©ùuθtFムt⎦⎪Ï%©!$#uρ

∩⊄⊂⊆∪ ×Î6yz tβθè=yϑ÷ès? $yϑÎ/ ª!$#uρ 3 Å∃ρâ÷êyϑø9$$Î/ £⎯ÎγÅ¡àΡr& þ’Îû z⎯ù=yèsù $yϑŠÏù ö/ä3øŠn=tæ yy$oΨã_ Ÿξsù

234. ‫ﻳﺗوﻓون‬ ‫( واﻟذﻳن‬Orang-orang yang wafat) atau meninggal dunia ‫( ﻣﻧﻛم وﻳذرون أزواﺟﺎ ﻳﺗرﺑﺻن‬di antara kamu dengan
meninggalkan istri-istri, maka mereka menangguhkan), artinya hendaklah para istri itu menahan ‫( ﺑﺄﻧﻔﺳﻬن‬diri mereka) untuk
kawin setelah suami mereka yang meninggal itu ‫ر‬
‫وﻋﺷ ا‬ ‫( أرﺑﻌﺔ أﺷﻬر‬selama empat bulan dan sepuluh), maksudnya hari. Ini
adalah mengenai wanita-wanita yang tidak hamil. Mengenai yang hamil, maka idah mereka sampai melahirkan kandungannya
berdasarkan ayat At-Thalaq, sedangkan bagi wanita budak adalah setengah dari yang demikian itu, menurut hadis. ‫ﻓﺈذا ﺑﻠﻐن‬
‫( أﺟﻠﻬن‬Apabila waktu mereka telah sampai), artinya habis masa idahnya, ‫( ﻓﻼ ﺟﻧﺎح ﻋﻠﻳﻛم‬mereka tiada dosa bagi kamu) hai
para wali ‫( ﻓﻳﻣﺎ ﻓﻌﻠن ﻓﻲ أﻧﻔﺳﻬن‬membiarkan mereka berbuat pada diri mereka), misalnya bersolek dan menyiapkan diri
untuk menerima pinangan ‫( ﺑﺎﻟﻣﻌروف‬secara baik-baik), yakni menurut agama. ‫( واﷲ ﺑﻣﺎ ﺗﻌﻣﻠون ﺧﺑﻳر‬Dan Allah Maha
Mengetahui apa-apa yang kamu lakukan), baik yang lahir maupun yang batin.

öΝä3¯Ρr& ª!$# zΝÎ=tæ 4 öΝä3Å¡àΡr& þ’Îû óΟçF⊥oΨò2r& ÷ρr& Ï™!$|¡ÏiΨ9$# Ïπt7ôÜÅz ô⎯ÏΒ ⎯ÏμÎ/ ΟçGôʧtã $yϑŠÏù öΝä3ø‹n=tæ yy$oΨã_ Ÿωuρ

Çy%x6ÏiΖ9$# nοy‰ø)ãã (#θãΒÌ“÷ès? Ÿωuρ 4 $]ùρã÷è¨Β Zωöθs% (#θä9θà)s? βr& HωÎ) #…Å  £⎯èδρ߉Ïã#uθè? ω ⎯Å3≈s9uρ £⎯ßγtΡρãä.õ‹tGy™

î‘θàxî ©!$# ¨βr& (#þθßϑn=ôã$#uρ 4 çνρâ‘x‹÷n$$sù öΝä3Å¡àΡr& þ’Îû $tΒ ãΝn=÷ètƒ ©!$# ¨βr& (#þθßϑn=ôã$#uρ 4 …ã&s#y_r& Ü=≈tFÅ3ø9$# xè=ö6tƒ 4©®Lym

∩⊄⊂∈∪ ÒΟŠÎ=ym
235. ‫اﻟﻧﺳﺎء‬ ‫( وﻻ ﺟﻧﺎح ﻋﻠﻳﻛم ﻓﻳﻣﺎ ﻋرﺿﺗم ﺑﻪ ﻣن ﺧطﺑﺔ‬Dan tak ada dosa bagimu meminang wanita-wanita itu secara
sindiran), yakni wanita-wanita yang kematian suami dan masih berada dalam idah mereka, misalnya kata seseorang kepadanya,
"Engkau cantik" atau "Siapa yang melihatmu pasti jatuh cinta" atau "tiada wanita secantik engkau" ‫( أو أﻛﻧﻧﺗم‬atau kamu
sembunyikan) kamu rahasiakan ‫( ﻓﻲ أﻧﻔﺳﻛم‬dalam hatimu) rencana untuk mengawini mereka. ‫ﻋﻠم اﷲ أﻧﻛم ﺳﺗذﻛروﻧﻬن‬
(Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka) dan tidak sabar untuk meminang, maka diperbolehkannya
secara sindiran, ‫( وﻟﻛن ﻻ ﺗواﻋدوﻫن ﺳ ار‬tetapi janganlah kamu mengadakan perjanjian dengan mereka secara rahasia),
maksudnya perjanjian kawin ‫( إﻻ‬melainkan) diperbolehkan ‫( أن ﺗﻘوﻟوا ﻗوﻻ ﻣﻌروﻓﺎ‬sekadar mengucapkan kata-kata yang
baik) yang menurut syariat dianggap sindiran pinangan. ‫وﻻ ﺗﻌزﻣوا ﻋﻘدة اﻟﻧﻛﺎح‬ (Dan janganlah kamu pastikan akan

mengakadkan nikah), artinya melangsungkannya ‫اﻟﻛﺗﺎب‬ ‫( ﺣﺗﻰ ﻳﺑﻠﻎ‬sebelum yang tertulis) dari idah itu ‫( أﺟﻠﻪ‬habis waktunya)
tegasnya sebelum idahnya habis. ‫( واﻋﻠﻣوا أن اﷲ ﻳﻌﻠم ﻣﺎ ﻓﻲ أﻧﻔﺳﻛم‬Dan ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang
ada di dalam hatimu) apakah rencana pasti atau lainnya ‫( ﻓﺎﺣذروﻩ‬maka takutlah kepada-Nya) dan janganlah sampai menerima

hukuman-Nya disebabkan rencanamu yang pasti itu ‫( واﻋﻠﻣوا أن اﷲ ﻏﻔور‬Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun)
terhadap orang yang takut kepada-Nya ‫ﺣﻠﻳم‬ (lagi Maha Penyantun) hingga menangguhkan hukuman-Nya terhadap orang
yang berhak menerimanya.

ÆìÅ™θçRùQ$# ’n?tã £⎯èδθãèÏnFtΒuρ 4 ZπŸÒƒÌsù £⎯ßγs9 (#θàÊÌøs? ÷ρr& £⎯èδθ¡yϑs? öΝs9 $tΒ u™!$|¡ÏiΨ9$# ãΛä⎢ø)¯=sÛ βÎ) ö/ä3ø‹n=tæ yy$uΖã_ ω

∩⊄⊂∉∪ t⎦⎫ÏΖÅ¡ósçRùQ$# ’n?tã $ˆ)ym ( Å∃ρâ÷êyϑø9$$Î/ $Jè≈tGtΒ …çνâ‘y‰s% ÎÏIø)ßϑø9$# ’n?tãuρ …çνâ‘y‰s%

236. ‫( ﻻ ﺟﻧﺎح ﻋﻠﻳﻛم إن طﻠﻘﺗم اﻟﻧﺳﺎء ﻣﺎ ﻟم ﺗﻣﺳوﻫن‬Tidak ada dosa bagi kamu, jika kamu menceraikan istri-istrimu
sebelum kamu menyentuh mereka) menurut satu qiraat, 'tumaassuuhunna' artinya mencampuri mereka ‫( أو‬atau) sebelum
‫( ﺗﻔرﺿوا ﻟﻬن ﻓرﻳﺿﺔ‬kamu menentukan maharnya), maksudnya maskawinnya. 'Ma' mashdariyah zharfiyah, maksudnya tak
ada risiko atau tanggung jawabmu dalam perceraian sebelum campur dan sebelum ditentukannya berapa mahar, maka
ceraikanlah mereka itu. ‫( وﻣﺗﻌوﻫن‬Dan hendaklah kamu beri mereka itu 'mutah') atau pemberian yang akan menyenangkan hati

mereka; ‫ﻋﻠﻰ اﻟﻣوﺳﻊ‬ (bagi yang mampu) maksudnya yang kaya di antaramu ‫ﻗدرﻩ وﻋﻠﻰ اﻟﻣﻘﺗر‬ (sesuai dengan

kemampuannya, sedangkan bagi yang melarat) atau miskin ‫( ﻗدرﻩ‬sesuai dengan kemampuannya pula). Ini menunjukkan bahwa

tidak ada perbedaan tentang derajat atau kedudukan istri ‫( ﻣﺗﺎﻋﺎ‬yaitu pemberian) atau hiburan ‫( ﺑﺎﻟﻣﻌروف‬menurut yang
patut) menurut syariat dan menjadi sifat bagi mata`an. Demikian itu ‫( ﺣﻘﺎ‬merupakan kewajiban) 'haqqan' menjadi sifat yang
kedua atau mashdar yang memperkuat ‫اﻟﻣﺣﺳﻧﻳن‬ ‫( ﻋﻠﻰ‬bagi orang-orang yang berbuat kebaikan) atau orang-orang yang taat.
βr& HωÎ) ÷Λä⎢ôÊtsù $tΒ ß#óÁÏΨsù ZπŸÒƒÌsù £⎯çλm; óΟçFôÊtsù ô‰s%uρ £⎯èδθ¡yϑs? βr& È≅ö6s% ⎯ÏΒ £⎯èδθßϑçFø)¯=sÛ βÎ)uρ

Ÿ≅ôÒxø9$# (#âθ|¡Ψs? Ÿωuρ 4 3”uθø)−G=Ï9 ÛUtø%r& (#þθà÷ès? βr&uρ 4 Çy%s3ÏiΖ9$# äοy‰ø)ãã ⎯Íνωu‹Î/ “Ï%©!$# (#uθà÷ètƒ ÷ρr& šχθà÷ètƒ

∩⊄⊂∠∪ îÅÁ/t tβθè=yϑ÷ès? $yϑÎ/ ©!$# ¨βÎ) 4 öΝä3uΖ÷t/

237. ‫ﻓرﺿﺗم‬ ‫( ٕوان طﻠﻘﺗﻣوﻫن ﻣن ﻗﺑﻝ أن ﺗﻣﺳوﻫن وﻗد ﻓرﺿﺗم ﻟﻬن ﻓرﻳﺿﺔ ﻓﻧﺻف ﻣﺎ‬Dan jika kamu menceraikan
istri-istrimu sebelum mencampuri mereka, padahal kamu sudah menetapkan mahar, maka bayarlah separuh dari yang telah
kamu tetapkan itu). Ini menjadi hak mereka, sedangkan yang separuhnya lagi kembali kepadamu, ‫( إﻻ‬kecuali) atau tidak
demikian hukumnya ‫أن ﻳﻌﻔون‬ (jika mereka itu), maksudnya para istri itu memaafkan mereka hingga mereka tidak

mengambilnya ‫اﻟﻧﻛﺎح‬ ‫( أو ﻳﻌﻔو اﻟذي ﺑﻳدﻩ ﻋﻘدة‬atau dimaafkan oleh yang pada tangannya tergenggam akad nikah), yaitu
suami, maka mahar diserahkan kepada para istri-istri itu semuanya. Tetapi menurut keterangan yang diterima dari Ibnu Abbas,
wali boleh bertindak sepenggantinya, bila wanita itu mahjurah (tidak dibolehkan bertasaruf) dan hal ini tidak ada dosa baginya,
maka dalam hal itu tidak ada kesulitan ‫ﺗﻌﻔوا‬ ‫( وأن‬dan bahwa kamu memaafkan itu) 'an' dengan mashdarnya menjadi mubtada'
sedangkan khabarnya ialah ‫ﺑﻳﻧﻛم‬ ‫( أﻗرب ﻟﻠﺗﻘوى وﻻ ﺗﻧﺳوا اﻟﻔﺿﻝ‬lebih dekat kepada ketakwaan. Dan jangan kamu lupakan
keutamaan di antara kamu), artinya saling menunjukkan kemurahan hati, ‫( إن اﷲ ﺑﻣﺎ ﺗﻌﻣﻠون ﺑﺻﻳر‬sesungguhnya Allah
Maha Melihat apa yang kamu kerjakan) dan akan membalasmu sebaik-baiknya.

Kewajiban Mengerjakan Solat Biarpun Dalam Keadaan Takut

∩⊄⊂∇∪ t⎦⎫ÏFÏΨ≈s% ¬! (#θãΒθè%uρ 4‘sÜó™âθø9$# Íο4θn=¢Á9$#uρ ÏN≡uθn=¢Á9$# ’n?tã (#θÝàÏ≈ym

238. ‫( ﺣﺎﻓظوا ﻋﻠﻰ اﻟﺻﻠوات‬Peliharalah semua salatmu), yakni yang lima waktu dengan mengerjakannya pada waktunya
‫( واﻟﺻﻼة اﻟوﺳطﻰ‬dan salat wustha atau pertengahan). Ditemui beberapa pendapat, ada yang mengatakan salat asar, subuh,
zuhur atau selainnya dan disebutkan secara khusus karena keistimewaannya. ‫ﷲ‬ ‫( وﻗوﻣوا‬Berdirilah untuk Allah) dalam salatmu
itu ‫( ﻗﺎﻧﺗﻳن‬dalam keadaan taat) atau patuh, berdasarkan sabda Nabi saw. ‫طﺎﻋﺔ‬ ‫ﻛﻝ ﻗﻧوت ﻓﻲ اﻟﻘرآن ﻓﻬو‬, "Setiap qunut
dalam Alquran itu maksudnya ialah taat" (H.R. Ahmad dan lain-lainnya). Ada pula yang mengatakan khusyuk atau diam,
berdasarkan hadis Zaid bin Arqam, katanya, "Mulanya kami berkata-kata dalam salat, hingga turunlah ayat tersebut, maka kami
pun disuruh diam dan dilarang bercakap-cakap." (H.R. Bukhari dan Muslim)

šχθãΚn=÷ès? (#θçΡθä3s? öΝs9 $¨Β Νà6yϑ¯=tæ $yϑx. ©!$# (#ρãà2øŒ$$sù ÷Λä⎢ΨÏΒr& !#sŒÎ*sù ( $ZΡ$t7ø.â‘ ÷ρr& »ω$y_Ìsù óΟçFøÅz ÷βÎ*sù

∩⊄⊂®∪
239. ‫ﺧﻔﺗم‬ ‫( ﻓﺈن‬Jika kamu dalam keadaan takut) baik terhadap musuh, maupun banjir atau binatang buas ‫( ﻓرﺟﺎﻻ‬maka sambil
berjalan kaki) jamak dari raajil, artinya salatlah sambil jalan kaki ‫رﻛﺑﺎﻧﺎ‬ ‫( أو‬atau berkendaraan), 'rukbaanan' jamak dari 'raakib',
maksudnya bagaimana sedapatnya, baik menghadap kiblat atau tidak mau memberi isyarat saat rukuk dan sujud. ‫ﻓﺈذا أﻣﻧﺗم‬
(Kemudian apabila kamu telah aman), yakni dari ketakutan, ‫اﷲ‬ ‫( ﻓﺎذﻛروا‬maka sebutlah Allah), artinya salatlah ‫ﻛﻣﺎ ﻋﻠﻣﻛم ﻣﺎ‬
‫ﻟم ﺗﻛوﻧوا ﺗﻌﻠﻣون‬ (sebagaimana Dia telah mengajarkan kepadamu apa-apa yang tidak kamu ketahui), yakni sebelum
diajarkan-Nya itu berupa fardu dan syarat-syaratnya. 'Kaf' berarti 'umpama' dan 'maa' mashdariyah atau maushuulah.

Wasiat Untuk Isteri dan Mut’ah

÷βÎ*sù 4 8l#t÷zÎ) uöxî ÉΑöθy⇔ø9$# ’n<Î) $·è≈tG¨Β ΟÎγÅ_≡uρø—X{ Zπ§‹Ï¹uρ %[`≡uρø—r& tβρâ‘x‹tƒuρ öΝà6ΨÏΒ šχöθ©ùuθtGムt⎦⎪Ï%©!$#uρ

∩⊄⊆⊃∪ ×Λ⎧Å6ym ͕ã


t ª!$#uρ 3 7∃ρã÷è¨Β ⎯ÏΒ  ∅ÎγÅ¡àΡr& þ’Îû š∅ù=yèsù $tΒ ’Îû öΝà6ø‹n=tæ yy$oΨã_ Ÿξsù z⎯ô_tyz

240. ‫أزواﺟﺎ‬ ‫( واﻟذﻳن ﻳﺗوﻓون ﻣﻧﻛم وﻳذرون‬Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kamu dan meninggalkan
istri) hendaklah ‫( وﺻﻳﺔ‬berwasiat) menurut satu qiraat dengan baris di depan dan berarti wajib berwasiat ‫( ﻷزواﺟﻬم‬untuk istri-

istri mereka) agar mereka diberi ‫ﻣﺗﺎﻋﺎ‬ (nafkah) yang dapat mereka nikmati ‫إﻟﻰ‬ (hingga) sempurna ‫اﻟﺣوﻝ‬ (satu tahun)

lamanya menunggu bagi istri-istri yang ditinggal mati suami l#t÷zÎ) ‫ﻏﻳر‬ (tanpa mengeluarkan mereka), artinya tanpa

menyuruh mereka pindah dari rumah yang mereka diami sewaktu suami mereka masih hidup. ‫ﺧرﺟن‬ ‫( ﻓﺈن‬Tetapi jika mereka
pindah) atas kemauan sendiri, ‫ﻋﻠﻳﻛم‬ ‫( ﻓﻼ ﺟﻧﺎح‬maka tidak ada dosa bagimu) hai para wali orang yang mati ‫ﻓﻲ ﻣﺎ ﻓﻌﻠن‬
‫( ﻓﻲ أﻧﻔﺳﻬن ﻣن ﻣﻌروف‬mengenai apa yang mereka perbuat terhadap diri mereka secara patut), yakni menurut syariat,
misalnya bersolek, menghentikan masa berkabung dan tidak hendak menerima nafkah lagi. ‫( واﷲ ﻋزﻳز‬Dan Allah Maha
Tangguh) dalam kerajaan-Nya ‫( ﺣﻛﻳم‬lagi Maha Bijaksana) dalam perbuatan-Nya. Wasiat yang disebut di atas dinasakh oleh
ayat waris dan menunggu selama setahun oleh ayat empat bulan sepuluh hari yang lalu, tetapi turunnya terkemudian. Mengenai
tempat kediaman, menurut Syafii tetap dipertahankan bagi istri-istri itu, artinya tidak dinasakh.

∩⊄⊆⊇∪ š⎥⎫É)−Gßϑø9$# ’n?tã $ˆ)ym ( Å∃ρâ÷êyϑø9$$Î/ 7ì≈tFtΒ ÏM≈s)¯=sÜßϑù=Ï9uρ

241. ‫( وﻟﻠﻣطﻠﻘﺎت ﻣﺗﺎع‬Wanita-wanita yang diceraikan hendaklah mendapat mut’ah), maksudnya diberi mutah ‫ﺑﺎﻟﻣﻌروف‬
(secara patut), artinya menurut kemampuan suami ‫( ﺣﻘﺎ‬sebagai suatu kewajiban), 'haqqan' dengan baris di atas sebagai maf`ul
mutlak bagi fi`ilnya yang dapat diperkirakan ‫( ﻋﻠﻰ اﻟﻣﺗﻘﻳن‬bagi orang-orang yang takwa). Hal ini diulang kembali oleh Allah
agar mencapai pula wanita-wanita yang telah dicampuri, karena ayat yang lalu adalah ayat mengenai yang belum dicampuri.

∩⊄⊆⊄∪ tβθè=É)÷ès? öΝä3ª=yès9 ⎯ÏμÏG≈tƒ#u™ öΝà6s9 ª!$# ß⎦Îi⎫t7ムšÏ9≡x‹x.

242. ‫( ﻛذﻟك‬Demikianlah), artinya seperti telah disebutkan di atas ‫( ﻳﺑﻳن اﷲ ﻟﻛم آﻳﺎﺗﻪ ﻟﻌﻠﻛم ﺗﻌﻘﻠون‬Allah menjelaskan
kepadamu ayat-ayat-Nya agar kamu mengerti) atau memahaminya.

Kewajiban Berjihad dan Mengeluarkan Harta di Jalan Allah SWT

4 óΟßγ≈u‹ômr& §ΝèO (#θè?θãΒ ª!$# ÞΟßγs9 tΑ$s)sù ÏNöθyϑø9$# u‘x‹tn î∃θä9é& öΝèδuρ öΝÏδÌ≈tƒÏŠ ⎯ÏΒ (#θã_tyz t⎦⎪Ï%©!$# ’n<Î) ts? öΝs9r& *

∩⊄⊆⊂∪ šχρãà6ô±o„ Ÿω Ĩ$¨Ψ9$# usYò2r& £⎯Å3≈s9uρ Ĩ$¨Ζ9$# ’n?tã @≅ôÒsù ρä%s! ©!$# χÎ)

243. ‫ﺗر‬ ‫( أﻟم‬Tidakkah kamu perhatikan) pertanyaan disertai keanehan dan dorongan untuk mendengar apa yang dibicarakan
sesudah itu ‫أﻟوف‬ ‫( إﻟﻰ اﻟذﻳن ﺧرﺟوا ﻣن دﻳﺎرﻫم وﻫم‬orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedangkan
jumlah mereka beribu-ribu) ada yang mengatakan empat, delapan atau sepuluh ribu serta ada pula yang mengatakan berjumlah
tiga puluh, empat puluh atau tujuh puluh ribu ‫( ﺣذر اﻟﻣوت‬disebabkan takut mati) sebagai maf`ul liajlih. Mereka ini ialah
segolongan Bani Israel yang ditimpa oleh wabah sampar hingga lari meninggalkan negeri mereka. ‫ﻣوﺗوا‬ ‫( ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻬم اﷲ‬Maka
firman Allah kepada mereka, "Matilah kamu!") hingga mereka pun mati, ‫أﺣﻳﺎﻫم‬ ‫( ﺛم‬kemudian mereka dihidupkan-Nya kembali),
yakni setelah delapan hari atau lebih, atas doa Nabi mereka yang bernama Hizqil. Ada beberapa lamanya mereka hidup tetapi
bekas kematian tanda-tandanya terdapat pada diri mereka, tidak memakai pakaian kecuali nanti berbalik menjadi kain kafan,
dan peristiwa ini menjadi buah tutur sampai kepada anak-anak mereka. ‫اﻟﻧﺎس‬ ‫( إن اﷲ ﻟذو ﻓﺿﻝ ﻋﻠﻰ‬Sesungguhnya Allah
mempunyai karunia terhadap manusia) di antaranya menghidupkan mereka tadi, ‫وﻟﻛن أﻛﺛر اﻟﻧﺎس‬ (tetapi kebanyakan

manusia) yakni orang-orang kafir ‫( ﻻ ﻳﺷﻛرون‬tidak bersyukur). Adapun tujuan menyebutkan tentang orang-orang itu di sini
ialah untuk merangsang semangat orang-orang beriman untuk berperang dan itulah sebabnya dihubungkan kepadanya.

∩⊄⊆⊆∪ ÒΟŠÎ=tæ ìì‹Ïÿxœ ©!$# ¨βr& (#þθßϑn=ôã$#uρ «!$# È≅‹Î6y™ ’Îû (#θè=ÏG≈s%uρ

244. ‫اﷲ‬ ‫( وﻗﺎﺗﻠوا ﻓﻲ ﺳﺑﻳﻝ‬Dan berperanglah kamu di jalan Allah) maksudnya untuk meninggikan agama-Nya ‫واﻋﻠﻣوا أن‬
‫( اﷲ ﺳﻣﻳﻊ‬dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Mendengar) akan ucapanmu ‫( ﻋﻠﻳم‬lagi Maha Mengetahui) akan
keadaanmu, hingga memberi balasan kepadamu.
ÏμøŠs9Î)uρ äÝ+Áö6tƒuρ âÙÎ6ø)tƒ ª!$#uρ 4 ZοuÏWŸ2 $]ù$yèôÊr& ÿ…ã&s! …çμxÏè≈ŸÒãŠsù $YΖ|¡ym $·Êös% ©!$# ÞÚÌø)ム“Ï%©!$# #sŒ ⎯¨Β

∩⊄⊆∈∪ šχθãèy_öè?

245. ‫اﷲ‬ ‫( ﻣن ذا اﻟذي ﻳﻘرض‬Siapakah yang bersedia memberi pinjaman kepada Allah) yaitu dengan menafkahkan hartanya
di jalan Allah ‫ﻗرﺿﺎ ﺣﺳﻧﺎ‬ (yakni pinjaman yang baik) dengan ikhlas kepada-Nya semata, ‫ﻓﻳﺿﺎﻋﻔﻪ‬ (maka Allah akan

menggandakan) pembayarannya; menurut satu qiraat dengan tasydid hingga berbunyi 'fayudha'ifahu' ‫ﻛﺛﻳرة‬ ‫( ﻟﻪ أﺿﻌﺎﻓﺎ‬hingga
berlipat-lipat) mulai dari sepuluh sampai pada tujuh ratus lebih sebagaimana yang akan kita temui nanti ‫ﻳﻘﺑض‬ ‫( واﷲ‬Dan Allah
menyempitkan) atau menahan rezeki orang yang kehendaki-Nya sebagai ujian ‫( وﻳﺑﺳط‬dan melapangkannya) terhadap orang
yang dikehendaki-Nya, juga sebagai cobaan ‫ﺗرﺟﻌون‬ ‫( ٕواﻟﻳﻪ‬dan kepada-Nya kamu dikembalikan) di akhirat dengan jalan akan
dibangkitkan dari matimu dan akan dibalas segala amal perbuatanmu.

’Îû ö≅ÏF≈s)œΡ $Z6Î=tΒ $uΖs9 ô]yèö/$# ãΝçλ°; %c©É<uΖÏ9 (#θä9$s% øŒÎ) #©y›θãΒ Ï‰÷èt/ .⎯ÏΒ Ÿ≅ƒÏ™ℜuó Î) û©Í_t/ .⎯ÏΒ Z∼yϑø9$# ’n<Î) ts? öΝs9r&

’Îû Ÿ≅ÏG≈s)çΡ ωr& !$uΖs9 $tΒuρ (#θä9$s% ( (#θè=ÏG≈s)è? ωr& ãΑ$tFÉ)ø9$# ãΝà6ø‹n=tæ |=ÏGà2 βÎ) óΟçFøŠ|¡tã ö≅yδ tΑ$s% ( «!$# È≅‹Î6y™

ª!$#uρ 3 óΟßγ÷ΖÏiΒ WξŠÎ=s% ωÎ) (#öθ©9uθs? ãΑ$tFÉ)ø9$# ãΝÎγøŠn=tæ |=ÏGä. $£ϑn=sù ( $uΖÍ←!$oΨö/r&uρ $tΡÌ≈tƒÏŠ ⎯ÏΒ $oΨô_Ì÷zé& ô‰s%uρ «!$# È≅‹Î6y™

∩⊄⊆∉∪ š⎥⎫ÏϑÎ=≈©à9$$Î/ 7ΟŠÎ=tæ

246. ‫ﺑﻌد‬ ‫( أﻟم ﺗر إﻟﻰ اﻟﻣﻺ ﻣن ﺑﻧﻲ إﺳراﺋﻳﻝ ﻣن‬Tidakkah kamu perhatikan segolongan Bani Israel setelah) wafat ‫ﻣوﺳﻰ‬
(Musa), maksudnya kisah dan berita mereka, ‫( إذ ﻗﺎﻟوا ﻟﻧﺑﻲ ﻟﻬم‬yaitu ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka)
namanya Samuel, ‫ﻧﻘﺎﺗﻝ‬ ‫"( اﺑﻌث ﻟﻧﺎ ﻣﻠﻛﺎ‬Angkatlah untuk kami seorang raja, supaya kami berperang) dengannya ‫ﻓﻲ ﺳﺑﻳﻝ‬
‫( اﷲ‬di jalan Allah) hingga ia dapat memimpin dan menyusun barisan kami! ‫( ﻗﺎﻝ ﻫﻝ ﻋﺳﻳﺗم‬Jawab nabi mereka, "Tidak
mungkinkah) dengan memakai baris di atas dan baris di bawah ‫( إن ﻛﺗب ﻋﻠﻳﻛم اﻟﻘﺗﺎﻝ أ ﻻ ﺗﻘﺎﺗﻠوا‬jika kamu diwajibkan
berperang, kamu tidak mau berperang?") Khabar dari `asa, sedangkan pertanyaan menunjukkan lebih besar kemungkinan
terjadinya. ‫( ﻗﺎﻟوا وﻣﺎ ﻟﻧﺎ أ ﻻ ﻧﻘﺎﺗﻝ ﻓﻲ ﺳﺑﻳﻝ اﷲ وﻗد أﺧرﺟﻧﺎ ﻣن دﻳﺎرﻧﺎ وأﺑﻧﺎﺋﻧﺎ‬Jawab mereka, "Kenapa kami tidak
mau berperang di jalan Allah, padahal kami sudah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami"), artinya
sebagian dari mereka ada yang ditawan dan sebagian yang lain ada yang dibunuh. Hal ini telah dilakukan terhadap mereka oleh
kaum Jalut. Jadi maksudnya adalah tidak ada halangan bagi kami untuk berperang, yakni selama alasannya masih ada. Firman
Allah swt., ‫ﻓﻠﻣﺎ ﻛﺗب ﻋﻠﻳﻬم اﻟﻘﺗﺎﻝ ﺗوﻟوا‬ (Maka tatkala berperang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling)
daripadanya dan merasa kecut, ‫ﻣﻧﻬم‬ ‫( إﻻ ﻗﻠﻳﻼ‬kecuali sebagian kecil dari mereka), yakni yang menyeberangi sungai bersama
Thalut sebagaimana yang akan diterangkan nanti. ‫ﺑﺎﻟظﺎﻟﻣﻳن‬ ‫( واﷲ ﻋﻠﻳم‬Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang
aniaya), maksudnya akan membalas segala yang diperbuat oleh mereka. Dan nabi mereka pun memohon kepada Tuhannya
agar mengirimkan seorang raja, tetapi yang dikabulkan-Nya ialah Thalut.

ß⎯øtwΥuρ $uΖøŠn=tã Ûù=ßϑø9$# ã&s! ãβθä3tƒ 4’¯Τr& (#þθä9$s% 4 %Z3Î=tΒ šVθä9$sÛ öΝà6s9 y]yèt/ ô‰s% ©!$# ¨βÎ) óΟßγ–ŠÎ;tΡ óΟßγs9 tΑ$s%ρu

’Îû ZπsÜó¡o0 …çνyŠ#y—ρu öΝà6ø‹n=tæ çμ8xsÜô¹$# ©!$# ¨βÎ) tΑ$s% 4 ÉΑ$yϑø9$# š∅ÏiΒ Zπyèy™ |N÷σムöΝs9uρ çμ÷ΖÏΒ Å7ù=ßϑø9$$Î/ ‘,ymr&

∩⊄⊆∠∪ ÒΟŠÎ=tæ ììÅ™≡uρ ª!$#uρ 4 â™!$t±o„ ∅tΒ …çμx6ù=ãΒ ’ÎA÷σムª!$#uρ ( ÉΟó¡Éfø9$#uρ ÉΟù=Ïèø9$#

247. ‫( وﻗﺎﻝ ﻟﻬم ﻧﺑﻳﻬم إن اﷲ ﻗد ﺑﻌث ﻟﻛم طﺎﻟوت ﻣﻠﻛﺎ ﻗﺎﻟوا أﻧﻰ‬Kata nabi mereka kepada mereka, "Sesungguhnya
Allah telah mengangkat Thalut bagi kamu sebagai raja." Jawab mereka, "Bagaimana), artinya betapa ‫ﻳﻛون ﻟﻪ اﻟﻣﻠك ﻋﻠﻳﻧﺎ‬
‫( وﻧﺣن أﺣق ﺑﺎﻟﻣﻠك ﻣﻧﻪ‬ia akan menjadi raja, padahal kami lebih berhak terhadap kerajaan ini daripadanya). Ia bukanlah dari
keturunan raja-raja atau bangsawan dan tidak pula dari keturunan nabi-nabi. Bahkan ia hanyalah seorang tukang samak atau
gembala, ‫اﻟﻣﺎﻝ‬ ‫( وﻟم ﻳؤت ﺳﻌﺔ ﻣن‬sedangkan ia pun tidak diberi kekayaan yang mencukupi") yakni yang amat diperlukan
untuk membina atau mendirikan sebuah kerajaan. ‫( ﻗﺎﻝ‬Kata nabi) kepada mereka, ‫"( إن اﷲ اﺻطﻔﺎﻩ‬Sesungguhnya Allah
telah memilihnya) sebagai rajamu ‫( ﻋﻠﻳﻛم وزادﻩ ﺑﺳطﺔ‬dan menambahnya pula keluasan) dan keperkasaan ‫ﻓﻲ اﻟﻌﻠم‬
‫( واﻟﺟﺳم‬dalam ilmu dan tubuh"). Memang ketika itu dialah orang Israel yang paling berilmu, paling gagah dan paling berakhlak.
‫( واﷲ ﻳؤﺗﻲ ﻣﻠﻛﻪ ﻣن ﻳﺷﺎء‬Dan Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya) suatu pemberian yang
tidak seorang pun mampu untuk menghalanginya. ‫واﷲ واﺳﻊ‬ (Dan Allah Maha Luas) karunia-Nya, ‫ﻋﻠﻳم‬ (lagi Maha
Mengetahui) orang yang lebih patut menerima karunia-Nya itu.

$£ϑÏiΒ ×π¨ŠÉ)t/uρ öΝà6În/§‘ ⎯ÏiΒ ×πuΖŠÅ6y™ Ïμ‹Ïù ßNθç/$−G9$# ãΝà6u‹Ï?ù'tƒ βr& ÿ⎯ÏμÅ6ù=ãΒ sπtƒ#u™ ¨βÎ) öΝßγ–ŠÎ;tΡ óΟßγs9 tΑ$s%ρu

š⎥⎫ÏΖÏΒ÷σ•Β ΟçFΖä. βÎ) öΝà6©9 ZπtƒUψ šÏ9≡sŒ ’Îû ¨βÎ) 4 èπs3Í≥¯≈n=uΚø9$# ã&é#ÏϑøtrB tβρã≈yδ ãΑ#u™uρ 4†y›θãΒ ãΑ#u™ x8ts?

∩⊄⊆∇∪

248. ‫ﻧﺑﻳﻬم‬ ‫( وﻗﺎﻝ ﻟﻬم‬Kata nabi mereka kepada mereka), yakni tatkala mereka meminta kepadanya tanda pengangkatannya
sebagai raja. ‫اﻟﺗﺎﺑوت‬ ‫( إن آﻳﺔ ﻣﻠﻛﻪ أن ﻳﺄﺗﻳﻛم‬Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja ialah datangnya tabut kepadamu),
yakni sebuah peti tempat menyimpan serunai nabi-nabi yang diturunkan Allah kepada nabi Adam dan terus-menerus berada
pada mereka sampai mereka dikalahkan oleh orang-orang Amaliqah yang berhasil merebut serunai itu. Selama ini mereka
mengambilnya sebagai lambang kemenangan mereka terhadap musuh dan mereka tonjolkan dalam peperangan serta
mendapatkan ketenangan hati, sebagaimana firman Allah swt., ‫"( ﻓﻳﻪ ﺳﻛﻳﻧﺔ‬Di dalamnya terdapat ketenangan) ketenteraman
bagi hatimu ‫ﻫﺎرون‬ ‫( ﻣن رﺑﻛم وﺑﻘﻳﺔ ﻣﻣﺎ ﺗرك آﻝ ﻣوﺳﻰ وآﻝ‬dari Tuhanmu dan sisa-sisa peninggalan keluarga Musa dan
keluarga Harun), yakni yang ditinggalkan kedua nabi itu, sepasang terompah Musa dan tongkatnya serta serban nabi Harun dan
tulang-tulang burung manna yang pernah turun kepada mereka serta kepingan-kepingan luh ‫( ﺗﺣﻣﻠﻪ اﻟﻣﻼﺋﻛﺔ‬yang dibawa
oleh malaikat) menjadi 'hal' dari pelaku 'ya'tiikum.' ‫إن ﻓﻲ ذﻟك ﻵﻳﺔ ﻟﻛم‬ (Sesungguhnya pada demikian itu menjadi tanda

bagi kamu) atas diangkatnya sebagai raja ‫( إن ﻛﻧﺗم ﻣؤﻣﻧﻳن‬jika kamu benar-benar beriman). Tabut itu lalu dibawa oleh
malaikat, terapung-apung antara bumi dan langit serta disaksikan oleh mereka dan akhirnya ditaruh oleh malaikat dekat Thalut.
Mereka pun mengakuinya sebagai raja dan berlomba-lomba untuk berjihad di sampingnya. Maka dipilihnyalah 70 ribu orang di
antara pemuda-pemuda mereka.

öΝ©9 ⎯tΒuρ ©Íh_ÏΒ }§øŠn=sù çμ÷ΨÏΒ z>ÎŸ° ⎯yϑsù 9yγoΨÎ/ Νà6‹Î=tFö6ãΒ ©!$# χÎ) tΑ$s% ÏŠθãΖàfø9$$Î/ ßNθä9$sÛ Ÿ≅|Ásù $£ϑn=sù

uθèδ …çνy—uρ%y` $£ϑn=sù 4 öΝßγ÷ΨÏiΒ WξŠÎ=s% ωÎ) çμ÷ΨÏΒ (#θç/Î|³sù 4 ⎯Íνωu‹Î/ Oπsùöäî t∃utIøî$# Ç⎯tΒ ωÎ) û©Íh_ÏΒ …çμ¯ΡÎ*sù çμôϑyèôÜtƒ

šχθ‘ΖÝàtƒ š⎥⎪Ï%©!$# tΑ$s% 4 ⎯ÍνÏŠθãΖã_uρ |Nθä9$yfÎ/ tΠöθu‹ø9$# $uΖs9 sπs%$sÛ Ÿω (#θä9$s% …çμyètΒ (#θãΖtΒ#u™ š⎥⎪Ï%©!$#uρ

∩⊄⊆®∪ t⎦⎪ÎÉ9≈¢Á9$# yìtΒ ª!$#uρ 3 «!$# ÈβøŒÎ*Î/ OοuÏWŸ2 Zπt⁄Ïù ôMt7n=xî A's#ŠÎ=%s 7πt⁄Ïù ⎯ÏiΒ ΝŸ2 «!$# (#θà)≈n=•Β Νßγ¯Ρr&

249. ‫( ﻓﻠﻣﺎ ﻓﺻﻝ‬Maka tatkala keluar) artinya berangkat ‫( طﺎﻟوت ﺑﺎﻟﺟﻧود‬Thalut bersama tentaranya) dari Baitulmakdis,
sedang ketika itu hari amat panas hingga mereka meminta kepadanya agar diberi air, ‫( ﻗﺎﻝ إن اﷲ ﻣﺑﺗﻠﻳﻛم‬maka jawabnya,
"Sesungguhnya Allah akan mencoba kamu) atau menguji kamu ‫( ﺑﻧﻬر‬dengan sebuah sungai) terletak antara Yordania dan
Palestina, agar jelas siapa di antara kamu yang taat dan siapa pula yang durhaka. ‫( ﻓﻣن ﺷرب ﻣﻧﻪ‬Maka barang siapa di
antara kamu (meminumnya), maksudnya meminum airnya ‫( ﻓﻠﻳس ﻣﻧﻲ‬maka tidaklah ia dari golonganku) bukan pengikut-
pengikutku. ‫ﻳطﻌﻣﻪ‬ ‫( وﻣن ﻟم‬Barang siapa yang tidak merasainya) artinya tidak meminumnya, ‫ﻓﺈﻧﻪ ﻣﻧﻲ إﻻ ﻣن اﻏﺗرف‬
‫( ﻏرﻓﺔ‬kecuali orang yang hanya meneguk satu tegukan saja, maka ia adalah pengikutku) 'ghurfah' dengan baris di atas atau di
depan ‫ﺑﻳدﻩ‬ (dengan tangannya) mencukupkan dengan sebanyak itu dan tidak menambahnya lagi, maka ia termasuk

golonganku. ‫ﻣﻧﻪ‬ ‫( ﻓﺷرﺑوا‬Maka mereka meminumnya) banyak-banyak ketika bertemu dengan anak sungai itu, ‫إﻻ ﻗﻠﻳﻼ ﻣﻧﻬم‬
(kecuali beberapa orang di antara mereka). Mereka ini mencukupkan satu tegukan tangan mereka, yakni untuk mereka minum
dan untuk hewan-hewan mereka. Jumlah mereka tiga ratus dan beberapa belas orang ‫ﻓﻠﻣﺎ ﺟﺎوزﻩ ﻫو واﻟذﻳن آﻣﻧوا ﻣﻌﻪ‬
(Tatkala ia telah melewati anak sungai itu, yakni Thalut dengan orang-orang yang beriman bersamanya) yakni mereka yang
mencukupkan satu tegukan ‫( ﻗﺎﻟوا‬mereka pun berkata) maksudnya yang minum secara banyak tadi, ‫ﻻ طﺎﻗﺔ‬ ("Tak ada
kesanggupan) atau daya dan kekuatan ‫وﺟﻧودﻩ‬ ‫( ﻟﻧﺎ اﻟﻳوم ﺑﺟﺎﻟوت‬kami sekarang ini untuk menghadapi Jalut dan tentaranya")
maksudnya untuk berperang dengan mereka. Mereka jadi pengecut dan tidak jadi menyeberangi sungai itu. ‫ﻳظﻧون‬ ‫ﻗﺎﻝ اﻟذﻳن‬
(Berkatalah orang-orang yang menyangka), artinya meyakini ‫( أﻧﻬم ﻣﻼﻗوا اﷲ‬bahwa mereka akan menemui Allah), yakni di
hari berbangkit, mereka itulah yang berhasil menyeberangi sungai: ‫"( ﻛم‬Berapa banyaknya), artinya amat banyak terjadi ‫ﻣن‬
‫( ﻓﺋﺔ ﻗﻠﻳﻠﺔ ﻏﻠﺑت ﻓﺋﺔ ﻛﺛﻳرة ﺑﺈذن اﷲ‬golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah)
serta kehendak-Nya ‫اﻟﺻﺎﺑرﻳن‬ ‫( واﷲ ﻣﻊ‬Dan Allah beserta orang-orang yang sabar") dengan bantuan dan pertolongan-Nya.

ÏΘöθs)ø9$# ’n?tã $tΡöÝÁΡ$#uρ $oΨtΒ#y‰ø%r& ôMÎm7rOuρ #Zö9|¹ $uΖøŠn=tã ùøÌøùr& !$oΨ−/u‘ (#θä9$s% ⎯ÍνÏŠθãΖã_uρ šVθä9$y∨Ï9 (#ρã—tt/ $£ϑs9uρ

∩⊄∈⊃∪ š⎥⎪ÍÏ≈x6ø9$#

250. ‫( وﻟﻣﺎ ﺑرزوا ﻟﺟﺎﻟوت وﺟﻧودﻩ‬Dan tatkala mereka tampil untuk memerangi Jalut bersama tentaranya) artinya telah
berbaris dan siap sedia untuk bertempur, ‫( ﻗﺎﻟوا رﺑﻧﺎ أﻓرغ‬mereka berdoa, "Ya Tuhan kami! Tuangkanlah) atau limpahkanlah
‫( ﻋﻠﻳﻧﺎ ﺻﺑ ار وﺛﺑت أﻗداﻣﻧﺎ‬kepada kami kesabaran, teguhkanlah pendirian kami) dengan memperkokoh hati kami untuk
berjuang, ‫اﻟﻛﺎﻓرﻳن‬ ‫( واﻧﺻرﻧﺎ ﻋﻠﻰ اﻟﻘوم‬dan bantulah kami terhadap orang-orang kafir").

3 â™!$t±o„ $£ϑÏΒ …çμyϑ¯=tãuρ sπyϑò6Ïtø:$#uρ šù=ßϑø9$# ª!$# çμ9s?#u™uρ šVθä9%y` ߊ…ãρ#yŠ Ÿ≅tFs%uρ «!$# ÂχøŒÎ*Î/ ΝèδθãΒt“yγsù

’n?tã @≅ôÒsù ρèŒ ©!$# £⎯Å6≈s9uρ Ù⇓ö‘F{$# ÏNy‰|¡x©9 <Ù÷èt7Î/ ΟßγŸÒ÷èt/ }¨$¨Ψ9$# «!$# ßìøùyŠ Ÿωöθs9uρ

∩⊄∈⊇∪ š⎥⎫Ïϑn=≈yèø9$#

251. ‫( ﻓﻬزﻣوﻫم‬Mereka berhasil mengalahkan tentara Jalut) atau menghancurkan mereka ‫( ﺑﺈذن اﷲ‬dengan izin Allah) atau
kehendak-Nya, ‫داود‬ ‫( وﻗﺗﻝ‬dan Daud membunuh) yang berada dalam tentara Thalut ‫( ﺟﺎﻟوت وآﺗﺎﻩ‬Jalut, kemudian ia diberi),
yakni Daud ‫( اﷲ اﻟﻣﻠك‬oleh Allah kerajaan) dalam lingkungan Bani Israel ‫( واﻟﺣﻛﻣﺔ‬dan hikmah), yaitu kenabian, setelah
kematian Samuel dan Thalut. Kedua jabatan ini tidak pernah dirangkap oleh seorang pun sebelumnya ‫ﻳﺷﺎء‬ ‫( وﻋﻠﻣﻪ ﻣﻣﺎ‬serta
diajarkan-Nya kepadanya apa-apa yang dikehendaki-Nya), misalnya membuat baju besi dan menguasai bahasa burung. ‫وﻟوﻻ‬
‫( دﻓﻊ اﷲ اﻟﻧﺎس ﺑﻌﺿﻬم‬Dan seandainya Allah tidak menolak kekejaman sebagian manusia) ba`dhuhum menjadi badal dari
manusia ‫ﺑﺑﻌض ﻟﻔﺳدت اﻷرض‬ (dengan sebagian yang lain, tentulah bumi ini akan rusak binasa), yakni dengan
kemenangan orang-orang musyrik, terbunuhnya kaum muslimin dan dihancurkannya mesjid-mesjid. ‫وﻟﻛن اﷲ ذو ﻓﺿﻝ ﻋﻠﻰ‬
‫( اﻟﻌﺎﻟﻣﻳن‬Tetapi Allah mempunyai karunia terhadap seluruh alam) hingga Allah menolak atau menahan sebagian dari mereka
(kaum musyrikin) melalui sebagian yang lain (kaum muslimin).

∩⊄∈⊄∪ š⎥⎫Î=y™ößϑø9$# z⎯Ïϑs9 y7¯ΡÎ)uρ 4 Èd,ysø9$$Î/ šø‹n=tã $yδθè=÷FtΡ «!$# àM≈tƒ#u™ y7ù=Ï?

252. ‫( ﺗﻠك‬Itu), maksudnya ayat-ayat tadi ‫( آﻳﺎت اﷲ ﻧﺗﻠوﻫﺎ‬adalah ayat Allah yang Kami bacakan) atau ceritakan ‫ﻋﻠﻳك‬
(kepadamu) hai Muhammad ‫( ﺑﺎﻟﺣق‬dengan benar) ‫اﻟﻣرﺳﻠﻳن‬ ‫( ٕواﻧك ﻟﻣن‬dan sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari
para rasul). Penegasan dengan 'inna' dan lain-lainnya, bertujuan untuk menolak ucapan orang-orang kafir terhadapnya yang
mengatakan, "Kamu bukanlah salah seorang rasul."

JUZ 3

TENTENG RASUL-RASUL DAN KEKUASAAN ALLAH SWT.

Keistimewaan dan Perbedaan Derajat Rasul-Rasul

$oΨ÷s?#u™uρ 4 ;M≈y_u‘yŠ óΟßγŸÒ÷èt/ yìsùu‘uρ ( ª!$# zΝ¯=x. ⎯¨Β Νßγ÷ΨÏiΒ ¢ <Ù÷èt/ 4’n?tã öΝßγŸÒ÷èt/ $oΨù=Òsù ã≅ß™”9$# y7ù=Ï? *

.⎯ÏiΒ ΝÏδω÷èt/ .⎯ÏΒ t⎦⎪Ï%©!$# Ÿ≅tGtGø%$# $tΒ ª!$# u™!$x© öθs9uρ 3 Ĩ߉à)ø9$# ÇyρãÎ/ çμ≈tΡô‰−ƒr&uρ ÏM≈uΖÉit7ø9$# zΟtƒötΒ t⎦ø⌠$# ©|¤ŠÏã

(#θè=tGtGø%$# $tΒ ª!$# u™!$x© öθs9uρ 4 txx. ⎯¨Β Νåκ÷]ÏΒuρ z⎯tΒ#u™ ô⎯¨Β Νåκ÷]Ïϑsù (#θàn=tG÷z$# Ç⎯Å3≈s9uρ àM≈oΨÉit6ø9$# ÞΟßγø?u™!%y` $tΒ Ï‰÷èt/

∩⊄∈⊂∪ ߉ƒÌム$tΒ ã≅yèøtƒ ©!$# £⎯Å3≈s9uρ

253. ‫اﻟرﺳﻝ‬ ‫( ﺗﻠك‬Para rasul itu) menjadi mubtada, sedangkan khabarnya adalah ‫( ﻓﺿﻠﻧﺎ ﺑﻌﺿﻬم ﻋﻠﻰ ﺑﻌض‬Kami lebihkan
sebagian atas lainnya), yaitu dengan memberi mereka keistimewaan yang tidak diberikan kepada lainnya. ‫ﻣﻧﻬم ﻣن ﻛﻠم اﷲ‬
(Di antara mereka ada yang diajak berbicara oleh Allah), misalnya Musa ‫ورﻓﻊ ﺑﻌﺿﻬم‬ (dan sebagian ditinggikan-Nya -

kedudukannya -), yakni nabi Muhammad saw. ‫( درﺟﺎت‬beberapa tingkat) dari yang lainnya, misalnya dengan dakwahnya yang

umum, mukjizat yang berlimpah dan keistimewaan yang tidak terhitung banyaknya. ‫وآﺗﻳﻧﺎ ﻋﻳﺳﻰ اﺑن ﻣرﻳم اﻟﺑﻳﻧﺎت وأﻳدﻧﺎﻩ‬
‫( ﺑروح اﻟﻘدس‬Dan Kami berikan kepada Isa bin Maryam beberapa mukjizat dan Kami kuatkan ia dengan Roh Kudus), yakni
Jibril yang mengiringkannya ke mana pergi. ‫( وﻟو ﺷﺎء اﷲ‬Sekiranya Allah menghendaki) tentulah akan ditunjuki-Nya semua
manusia dan ‫ﻣﺎ اﻗﺗﺗﻝ اﻟذﻳن ﻣن ﺑﻌدﻫم‬ (tidaklah mereka akan berbunuh-bunuhan orang-orang yang datang sesudah
mereka), yakni sesudah para rasul itu, maksudnya ialah umat-umat mereka ‫( ﻣن ﺑﻌد ﻣﺎ ﺟﺎءﺗﻬم اﻟﺑﻳﻧﺎت‬sesudah datang
kepada mereka beberapa macam keterangan) disebabkan pertikaian dan saling menyesatkan di antara mereka. ‫اﺧﺗﻠﻔوا‬ ‫وﻟﻛن‬
(Tetapi mereka bertikai) disebabkan kehendak Allah tadi, ‫( ﻓﻣﻧﻬم ﻣن آﻣن‬maka di antara mereka ada yang beriman) artinya
kuat dan tetap keimanannya ‫( وﻣﻧﻬم ﻣن ﻛﻔر‬dan di antara mereka ada pula yang kafir) seperti orang-orang Kristen setelah
Almasih. ‫وﻟو ﺷﺎء اﷲ ﻣﺎ اﻗﺗﺗﻠوا‬ (Sekiranya Allah menghendaki tidaklah mereka akan berbunuh-bunuhan) sebagai

pengukuhan ‫ﻳرﻳد‬ ‫( وﻟﻛن اﷲ ﻳﻔﻌﻝ ﻣﺎ‬tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya) yaitu menunjuki siapa yang disukai-Nya
dan menjatuhkan orang yang dikehendaki-Nya.

Anjuran Membelanjakan Harta

3 ×πyè≈xx© Ÿωuρ ×'©#äz Ÿωuρ ÏμŠÏù ÓìøŠt/ ω ×Πöθtƒ u’ÎAù'tƒ βr& È≅ö7s% ⎯ÏiΒ Νä3≈oΨø%y—u‘ $£ϑÏΒ (#θà)ÏΡr& (#þθãΖtΒ#u™ t⎦⎪Ï%©!$# $y㕃r'¯≈tƒ

∩⊄∈⊆∪ tβθãΚÎ=≈©à9$# ãΝèδ tβρãÏ≈s3ø9$#uρ

254. ‫رزﻗﻧﺎﻛم‬ ‫( ﻳﺎ أﻳﻬﺎ اﻟذﻳن آﻣﻧوا أﻧﻔﻘوا ﻣﻣﺎ‬Hai orang-orang yang beriman! Nafkahkanlah sebagian dan rezeki yang telah
Kami berikan padamu), yakni zakatnya, ‫ﺑﻳﻊ‬ ‫( ﻣن ﻗﺑﻝ أن ﻳﺄﺗﻲ ﻳوم ﻻ‬sebelum datang suatu hari tidak ada lagi jual beli) atau
tebusan ‫( ﻓﻳﻪ وﻻ ﺧﻠﺔ‬padanya, dan tidak pula persahabatan) yang akrab dan memberi manfaat, ‫( وﻻ ﺷﻔﺎﻋﺔ‬dan tidak pula
syafaat) tanpa izin dari-Nya, yaitu di hari kiamat. Menurut satu qiraat dengan baris di depannya ketiga kata, bai`u, khullatu dan
syafaa`atu. ‫( واﻟﻛﺎﻓرون‬Dan orang-orang yang kafir) kepada Allah atau terhadap apa yang diwajibkan-Nya, ‫ﻫم اﻟظﺎﻟﻣون‬
(merekalah orang-orang yang aniaya) karena menempatkan perintah Allah bukan pada tempatnya.

Ayat Kursi

⎯tΒ 3 ÇÚö‘F{$# ’Îû $tΒuρ ÏN≡uθ≈yϑ¡¡9$# ’Îû $tΒ …çμ©9 4 ×ΠöθtΡ Ÿωuρ ×πuΖÅ™ …çνä‹è{ù's? Ÿω 4 ãΠθ•‹s)ø9$# ©y∏ø9$# uθèδ ωÎ) tμ≈s9Î) Iω ª!$#

ô⎯ÏiΒ &™ó©y´Î/ tβθäÜŠÅsムŸωuρ ( öΝßγxù=yz $tΒuρ óΟÎγƒÏ‰÷ƒr& š⎥÷⎫t/ $tΒ ãΝn=÷ètƒ 4 ⎯ÏμÏΡøŒÎ*Î/ ωÎ) ÿ…çνy‰ΨÏã ßìxô±o„ “Ï%©!$# #sŒ

ÞΟŠÏàyèø9$# ’Í?yèø9$# uθèδuρ 4 $uΚßγÝàøÏm …çνߊθä↔tƒ Ÿωuρ ( uÚö‘F{$#uρ ÏN≡uθ≈yϑ¡¡9$# çμ•‹Å™öä. yìÅ™uρ 4 u™!$x© $yϑÎ/ ωÎ) ÿ⎯ÏμÏϑù=Ïã

∩⊄∈∈∪
255. ‫إﻟﻪ‬ ‫( اﷲ ﻻ‬Allah, tak ada Tuhan), artinya tak ada ma`bud atau sembahan yang sebenarnya di alam wujud ini, ‫إﻻ ﻫو‬
‫( اﻟﺣﻲ‬melainkan Dia Yang Maha Hidup), artinya Kekal lagi Abadi ‫( اﻟﻘﻳوم‬dan senantiasa mengatur), maksudnya terus-menerus
mengatur makhluk-Nya ‫ﺳﻧﺔ‬ ‫( ﻻ ﺗﺄﺧذﻩ‬tidak mengantuk) atau terlena, ‫( وﻻ ﻧوم ﻟﻪ ﻣﺎ ﻓﻲ اﻟﺳﻣﺎوات وﻣﺎ ﻓﻲ اﻷرض‬dan
tidak pula tidur. Milik-Nyalah segala yang terdapat di langit dan di bumi) sebagai kepunyaan, ciptaan dan hamba-Nya. ‫ﻣن ذا‬
‫( اﻟذي‬Siapakah yang dapat), maksudnya tidak ada yang dapat ‫( ﻳﺷﻔﻊ ﻋﻧدﻩ إﻻ ﺑﺈذﻧﻪ‬memberi syafaat di sisi-Nya, kecuali
dengan izin-Nya) dalam hal itu terhadapnya. ‫أﻳدﻳﻬم‬ ‫( ﻳﻌﻠم ﻣﺎ ﺑﻳن‬Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka), maksudnya
di hadapan makhluk ‫( وﻣﺎ ﺧﻠﻔﻬم‬dan apa yang di belakang mereka), artinya urusan dunia atau soal akhirat, ‫وﻻ ﻳﺣﻳطون‬
‫( ﺑﺷﻲء ﻣن ﻋﻠﻣﻪ‬sedangkan mereka tidak mengetahui suatu pun dari ilmu-Nya), artinya manusia tidak tahu sedikit pun dari
apa yang diketahui oleh Allah itu, ‫( إﻻ ﺑﻣﺎ ﺷﺎء‬melainkan sekadar yang dikehendaki-Nya) untuk mereka ketahui melalui
pemberitaan dari para Rasul. ‫( وﺳﻊ ﻛرﺳﻳﻪ اﻟﺳﻣﺎوات واﻷرض‬Kursinya meliputi langit dan bumi) ada yang mengatakan
bahwa maksudnya ialah ilmu-Nya, ada pula yang mengatakan kekuasaan-Nya, dan ada pula Kursi itu sendiri yang mencakup
langit dan bumi, karena kebesaran-Nya, berdasarkan sebuah hadis, ‫ﻣﺎ اﻟﺳﻣﺎوات اﻟﺳﺑﻊ ﻓﻲ اﻟﻛرﺳﻲ إﻻ ﻛدراﻫم ﺳﺑﻌﺔ‬
‫" أﻟﻘﻳت ﻓﻲ ﺗرس‬Tidaklah langit yang tujuh pada kursi itu, kecuali seperti tujuh buah uang dirham yang dicampakkan ke dalam
sebuah pasukan besar ‫ﺣﻔظﻬﻣﺎ‬ ‫( وﻻ ﻳؤودﻩ‬Dan tidaklah berat bagi-Nya memelihara keduanya), artinya memelihara langit dan
bumi itu ‫اﻟﻌﻠﻲ‬ ‫( وﻫو‬dan Dia Maha Tinggi) sehingga menguasai semua makhluk-Nya, ‫( اﻟﻌظﻳم‬lagi Maha Besar).
Tidak Ada Paksaan Memasuki Agama Islam

y7|¡ôϑtGó™$# ωs)sù «!$$Î/ -∅ÏΒ÷σãƒuρ ÏNθäó≈©Ü9$$Î/ öàõ3tƒ ⎯yϑsù 4 Äc©xöø9$# z⎯ÏΒ ß‰ô©”9$# t⎦¨⎫t6¨? ‰s% ( È⎦⎪Ïe$!$# ’Îû oν#tø.Î) Iω

∩⊄∈∉∪ îΛ⎧Î=tæ ìì‹Ïÿxœ ª!$#uρ 3 $oλm; tΠ$|ÁÏΡ$# Ÿω 4’s+øOâθø9$# Íοuρóãèø9$$Î/

256. ‫( ﻻ إﻛراﻩ ﻓﻲ اﻟدﻳن‬Tidak ada paksaan dalam agama), maksudnya untuk memasukinya. ‫ﻗد ﺗﺑﻳن اﻟرﺷد ﻣن اﻟﻐﻲ‬
(Sesungguhnya telah nyata jalan yang benar dari jalan yang salah), artinya telah jelas dengan adanya bukti-bukti dan
keterangan-keterangan yang kuat bahwa keimanan itu berarti kebenaran dan kekafiran itu adalah kesesatan. Ayat ini turun
mengenai seorang Ansar yang mempunyai anak-anak yang hendak dipaksakan masuk Islam. ‫( ﻓﻣن ﻳﻛﻔر ﺑﺎﻟطﺎﻏوت‬Maka
barang siapa yang ingkar kepada tagut), maksudnya setan atau berhala, dipakai untuk tunggal dan jamak ‫وﻳؤﻣن ﺑﺎﷲ ﻓﻘد‬
‫( اﺳﺗﻣﺳك ﺑﺎﻟﻌروة اﻟوﺛﻘﻰ‬dan dia beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpul tali yang
teguh kuat) ikatan tali yang kokoh ‫ﺳﻣﻳﻊ‬ ‫( ﻻ اﻧﻔﺻﺎم ﻟﻬﺎ واﷲ‬yang tidak akan putus-putus dan Allah Maha Mendengar) akan
segala ucapan ‫( ﻋﻠﻳم‬Maha Mengetahui) segala perbuatan.
ßNθäó≈©Ü9$# ãΝèδäτ!$uŠÏ9÷ρr& (#ÿρãxx. š⎥⎪Ï%©!$#uρ ( Í‘θ–Ψ9$# ’n<Î) ÏM≈yϑè=—à9$# z⎯ÏiΒ Οßγã_Ì÷‚ム(#θãΖtΒ#u™ š⎥⎪Ï%©!$# ’Í<uρ ª!$#

∩⊄∈∠∪ šχρà$Î#≈yz $pκÏù öΝèδ ( Í‘$¨Ψ9$# Ü=≈ysô¹r& šÍׯ≈s9'ρé& 3 ÏM≈yϑè=—à9$# ’n<Î) Í‘θ–Ψ9$# š∅ÏiΒ ΝßγtΡθã_Ì÷‚ãƒ

257. ‫اﷲ وﻟﻲ‬ (Allah pelindung) atau pembela ‫اﻟذﻳن آﻣﻧوا ﻳﺧرﺟﻬم ﻣن اﻟظﻠﻣﺎت‬ (orang-orang yang beriman yang

mengeluarkan mereka dari kegelapan), maksudnya kekafiran ‫اﻟﻧور‬ ‫( إﻟﻰ‬pada cahaya) atau keimanan. ‫واﻟذﻳن ﻛﻔروا أوﻟﻳﺎؤﻫم‬
‫( اﻟطﺎﻏوت ﻳﺧرﺟوﻧﻬم ﻣن اﻟﻧور إﻟﻰ اﻟظﻠﻣﺎت‬Sedangkan orang-orang kafir, pelindung-pelindung mereka ialah setan yang
mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan). Disebutkan di sini ikhraj atau mengeluarkan. Adakalanya sebagai
imbangan firman-Nya, "Mengeluarkan mereka dari kegelapan", atau mengenai orang-orang Yahudi yang beriman kepada nabi
sebelum dibangkitkannya, kemudian kafir kepadanya. ‫ﺧﺎﻟدون‬ ‫( أوﻟﺋك أﺻﺣﺎب اﻟﻧﺎر ﻫم ﻓﻳﻬﺎ‬Mereka itu adalah penghuni-
penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya).

Membangkitkan Kembali Orang-orang Yang sudah Mati

⎯Ç‘ósム”Ï%©!$# }‘În/u‘ ãΝ↵Ïδ≡tö/Î) tΑ$s% øŒÎ) šù=ßϑø9$# ª!$# çμ9s?#u™ ÷βr& ÿ⎯ÏμÎn/u‘ ’Îû zΝ↵Ïδ≡tö/Î) ¢l!%tn “Ï%©!$# ’n<Î) ts? öΝs9r&

z⎯ÏΒ $pκÍ5 ÏNù'sù É−Îô³yϑø9$# z⎯ÏΒ Ä§ôϑ¤±9$$Î/ ’ÎAù'tƒ ©!$#  χÎ*sù ãΝ↵Ïδ≡tö/Î) tΑ$s% ( àM‹ÏΒé&uρ ⎯Ä©óré& O$tΡr& tΑ$s% àM‹Ïϑãƒuρ

∩⊄∈∇∪ t⎦⎫ÏϑÎ=≈©à9$# tΠöθs)ø9$# “ωöκu‰ Ÿω ª!$#uρ 3 txx. “Ï%©!$# |MÎγç6sù É>Ìøóyϑø9$#

258. ‫رﺑﻪ‬ ‫( أﻟم ﺗر إﻟﻰ اﻟذي ﺣﺎج إﺑراﻫﻳم ﻓﻲ‬Tidakkah kamu perhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya)
‫( أن آﺗﺎﻩ اﷲ اﻟﻣﻠك‬mentang-mentang ia diberi Allah kerajaan) maksudnya raja Namruz yang karena telah berkuasa hendak
menyangkal karunia Allah kepadanya, ‫( إذ‬ketika) menjadi badal dari 'haajja' ‫( ﻗﺎﻝ إﺑراﻫﻳم‬Ibrahim berkata) ketika Namruz
menanyakan padanya, "Siapakah Tuhanmu yang kamu seru kami kepada-Nya itu?" ‫وﻳﻣﻳت‬ ‫"( رﺑﻲ اﻟذي ﻳﺣﻳﻲ‬Tuhanku ialah
yang menghidupkan dan mematikan"), maksudnya menciptakan kehidupan dan kematian di dalam tubuh. ‫( ﻗﺎﻝ‬Katanya) Kata
Namruz, ‫"( أﻧﺎ أﺣﻳﻲ وأﻣﻳت‬Sayalah yang menghidupkan dan yang mematikan), yakni dengan membunuh dan memaafkan,
lalu dipanggillah dua orang laki-laki, yang seorang dibunuh dan yang seorang lagi dibiarkan hidup. Maka tatkala dilihatnya raja
itu seorang yang tolol, ‫( ﻗﺎﻝ إﺑراﻫﻳم‬Ibrahim berkata) sambil meningkat kepada alasan yang lebih jelas lagi, ‫ﻓﺈن اﷲ ﻳﺄﺗﻲ‬
‫"( ﺑﺎﻟﺷﻣس ﻣن اﻟﻣﺷرق ﻓﺄت ﺑﻬﺎ‬Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah) olehmu ‫ﻣن‬
‫( اﻟﻣﻐرب ﻓﺑﻬت اﻟذي ﻛﻔر‬dari barat. Karena itu, bingung dan terdiamlah orang kafir itu) tidak dapat memberikan jawaban
atau dalih lagi ‫( واﷲ ﻻ ﻳﻬدي اﻟﻘوم اﻟظﺎﻟﻣﻳن‬dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang aniaya) karena
kekafirannya, yakni petunjuk ke jalan hidayah.
çμs?$tΒr'sù ( $yγÏ?öθtΒ y‰÷èt/ ª!$# ÍνÉ‹≈yδ ⎯Ç‘ósム4’¯Τr& tΑ$s% $yγÏ©ρáãã 4’n?tã îπtƒÍρ%s{ }‘Éδuρ 7πtƒös% 4’n?tã §tΒ “É‹©9$%x. ÷ρr&

5Θ$tã sπs($ÏΒ |M÷VÎ7©9 ≅t/ tΑ$s% ( 5Θöθtƒ uÙ÷èt/ ÷ρr& $·Βöθtƒ àM÷VÎ7s9 tΑ$s% ( |M÷VÎ7s9 öΝŸ2 tΑ$s% ( …çμsVyèt/ §ΝèO 5Θ$tã sπs($ÏΒ ª!$#

öÝàΡ$#uρ ( ÂZ$¨Ψ=Ïj9 Zπtƒ#u™ šn=yèôfuΖÏ9uρ š‚Í‘$yϑÏm 4’n<Î) öÝàΡ$#uρ ( ÷μ¨Ζ|¡tFtƒ öΝs9 šÎ/#uŸ°uρ šÏΒ$yèsÛ 4’n<Î) öÝàΡ$$sù

Èe≅à2 4’n?tã ©!$# ¨βr& ãΝn=ôãr& tΑ$s% …çμs9 š⎥¨⎫t7s? $£ϑn=sù 4 $Vϑóss9 $yδθÝ¡õ3tΡ §ΝèO $yδã”ų⊥çΡ y#ø‹Ÿ2 ÏΘ$sàÏèø9$# †n<Î)

∩⊄∈®∪ ÖƒÏ‰s% &™ó©x«

259. ‫( أو‬Atau) tidakkah kamu perhatikan ‫( ﻛﺎﻟذي‬orang) 'kaf' hanya tambahan belaka ‫( ﻣر ﻋﻠﻰ ﻗرﻳﺔ‬yang lewat di suatu
negeri). Orang itu bernama Uzair dan lewat di Baitulmakdis dengan mengendarai keledai sambil membawa sekeranjang buah tin
dan satu mangkuk perasan anggur ‫( وﻫﻲ ﺧﺎوﻳﺔ ﻋﻠﻰ ﻋروﺷﻬﺎ‬yang temboknya telah roboh menutupi atap-atapnya), yakni
setelah dihancurkan oleh raja Bukhtanashar. ‫( ﻗﺎﻝ أﻧﻰ ﻳﺣﻳﻲ ﻫذﻩ اﷲ ﺑﻌد ﻣوﺗﻬﺎ‬Katanya, "Bagaimana caranya Allah
menghidupkan kembali negeri ini setelah robohnya?") disebabkan kagumnya akan kekuasaan-Nya ‫اﷲ‬ ‫( ﻓﺄﻣﺎﺗﻪ‬Maka Allah pun
mematikan orang itu) dan membiarkannya dalam kematian ‫ﻣﺎﺋﺔ ﻋﺎم ﺛم ﺑﻌﺛﻪ‬ (selama seratus tahun, kemudian

menghidupkannya). Untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana caranya demikian itu. ‫( ﻗﺎﻝ‬Allah berfirman) kepadanya, ‫ﻛم‬
‫( ﻟﺑﺛت‬Berapa lamanya kamu tinggal di sini?) ‫( ﻗﺎﻝ ﻟﺑﺛت ﻳوﻣﺎ أو ﺑﻌض ﻳوم‬Jawabnya, "Saya telah tinggal di sini sehari atau
setengah hari) karena ia mulai tidur dari waktu pagi, lalu dimatikan dan dihidupkan lagi di waktu Magrib, hingga menurut
sangkanya tentulah ia tidur sepanjang hari itu. ‫وﺷراﺑك‬ ‫( ﻗﺎﻝ ﺑﻝ ﻟﺑﺛت ﻣﺎﺋﺔ ﻋﺎم ﻓﺎﻧظر إﻟﻰ طﻌﺎﻣك‬Firman Allah swt.,
"Sebenarnya sudah seratus tahun lamanya kamu tinggal; lihatlah makanan dan minumanmu itu) buah tin dan perasan anggur ‫ﻟم‬
‫( ﻳﺗﺳﻧﻪ‬yang belum berubah) artinya belum lagi basi walaupun waktunya sudah sekian lama. 'Ha' pada 'yatasannah' ada yang
mengatakan huruf asli pada 'sanaha', ada pula yang mengatakannya sebagai huruf saktah, sedangkan menurut satu qiraat,
tidak pakai 'ha' sama sekali ‫( واﻧظر إﻟﻰ ﺣﻣﺎرك‬dan lihatlah keledaimu) bagaimana keadaannya. Maka dilihatnya telah

menjadi bangkai sementara tulang belulangnya telah putih dan berkeping-keping. Kami lakukan itu agar kamu tahu, ‫وﻟﻧﺟﻌﻠك‬
‫( آﻳﺔ‬dan akan Kami jadikan kamu sebagai tanda) menghidupkan kembali ‫( ﻟﻠﻧﺎس واﻧظر إﻟﻰ اﻟﻌظﺎم‬bagi manusia. Dan
lihatlah tulang-belulang) keledaimu itu ‫ﻧﻧﺷزﻫﺎ‬ ‫( ﻛﻳف‬bagaimana Kami menghidupkannya) dibaca dengan nun baris di depan.
Ada pula yang membacanya dengan baris di atas kata 'nasyara', sedang menurut qiraat dengan baris di depan berikut zai
'nunsyizuha' yang berarti Kami gerakkan dan Kami susun, ‫ﻟﺣﻣﺎ‬ ‫( ﺛم ﻧﻛﺳوﻫﺎ‬kemudian Kami tutup dengan daging) dan ketika
dilihatnya tulang-belulang itu sudah tertutup dengan daging, bahkan telah ditiupkan kepadanya roh hingga meringkik. ‫ﻓﻠﻣﺎ ﺗﺑﻳن‬
‫( ﻟﻪ‬Maka setelah nyata kepadanya) demikian itu dengan kesaksian mata ‫( ﻗﺎﻝ أﻋﻠم‬ia pun berkata, "Saya yakin") berdasar
penglihatan saya ‫ﻗدﻳر‬ ‫( أن اﷲ ﻋﻠﻰ ﻛﻝ ﺷﻲء‬bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu"). Menurut satu qiraat 'i`lam'
atau 'ketahuilah' yang berarti perintah dari Allah kepadanya supaya menyadari.

( ©É<ù=s% £⎯Í≥yϑôÜuŠÏj9 ⎯Å3≈s9uρ 4’n?t/ tΑ$s% ( ⎯ÏΒ÷σè? öΝs9uρr& tΑ$s% ( 4’tAöθyϑø9$# Ç‘ósè? y#ø‹Ÿ2 ‘ÏΡÍ‘r& Éb>u‘ ÞΟ↵Ïδ≡tö/Î) tΑ$s% øŒÎ)uρ

y7oΨÏ?ù'tƒ £⎯ßγãã÷Š$# ¢ΟèO #[™÷“ã_ £⎯åκ÷]ÏiΒ 9≅t6y_ Èe≅ä. 4’n?tã ö≅yèô_$# ¢ΟèO y7ø‹s9Î) £⎯èδ÷ÝÇsù Îö©Ü9$# z⎯ÏiΒ Zπyèt/ö‘r& õ‹ã‚sù tΑ$s%

∩⊄∉⊃∪ ×Λ⎧Å3ym ͕tã ©!$# ¨βr& öΝn=÷æ$#uρ 4 $\Š÷èy™

260. ‫و‬ (Dan) ingatlah ‫إذ ﻗﺎﻝ إﺑراﻫﻳم رب أرﻧﻲ ﻛﻳف ﺗﺣﻳﻲ اﻟﻣوﺗﻰ ﻗﺎﻝ‬ (ketika Ibrahim berkata, "Ya Tuhanku!

Perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati." Firman Allah) kepadanya ‫( أوﻟم ﺗؤﻣن‬Apakah kamu
tidak percaya?") akan kekuasaan-Ku dalam menghidupkan itu? Ditanyakan Ibrahim padahal Dia mengetahui bahwa Ibrahim
mempercayainya, agar Ibrahim memberikan jawaban terhadap pertanyaan-Nya, hingga para pendengar pun mengerti akan
maksud-Nya. ‫"( ﻗﺎﻝ ﺑﻠﻰ‬Saya percaya", katanya) ‫( وﻟﻛن‬tetapi) saya tanyakan ‫( ﻟﻳطﻣﺋن‬agar tenang) dan tenteram ‫ﻗﻠﺑﻲ‬
(hatiku) disebabkan kesaksian yang digabungkan pada pengambilan dalil ‫إﻟﻳك‬ ‫( ﻗﺎﻝ ﻓﺧذ أرﺑﻌﺔ ﻣن اﻟطﻳر ﻓﺻرﻫن‬Firman-
Nya, "Ambillah empat ekor burung, lalu jinakkanlah kepadamu) dengan 'shad' yang baris di bawah dan baris di depan yang
berarti jinakkanlah olehmu, lalu potong-potonglah hingga daging dan bulunya bercampur baur. ‫ﺛم اﺟﻌﻝ ﻋﻠﻰ ﻛﻝ ﺟﺑﻝ‬
(Kemudian letakkanlah di setiap bukit) yang terletak di negerimu ‫ﻣﻧﻬن ﺟزءا ﺛم ادﻋﻬن‬ (sebagian darinya, setelah itu

panggillah ia) kepadamu ‫ﺳﻌﻳﺎ‬ ‫( ﻳﺄﺗﻳﻧك‬niscaya mereka akan mendatangimu dengan cepat) atau segera. ‫واﻋﻠم أن اﷲ ﻋزﻳز‬
(Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Tangguh.") hingga tidak suatu pun yang tidak diketahuiNya ‫ﺣﻛﻳم‬ (lagi Maha Bijaksana)
dalam perbuatan-Nya. Maka diambilnya burung merak, burung elang, gagak dan ayam jantan, masing-masing satu ekor, lalu ia
melakukan apa yang diperintahkan sambil memegang kepala masing-masing, kemudian dipanggilnya hingga beterbangan
potongan-potongan burung itu menemui kelompoknya hingga lengkap, lalu menuju kepalanya yang berada di tangannya.

CARA-CARA MENGGUNAKAN HARTA DAN HUKUM-HUKUMNYA

Menafkahkan Harta di Jalan Allah SWT

3 7π¬6ym èπs($ÏiΒ 7's#ç7/Ψß™ Èe≅ä. ’Îû Ÿ≅Î/$uΖy™ yìö7y™ ôMtFu;/Ρr& >π¬6ym È≅sVyϑx. «!$# È≅‹Î6y™ ’Îû óΟßγs9≡uθøΒr& tβθà)ÏΖムt⎦⎪Ï%©!$# ã≅sW¨Β

∩⊄∉⊇∪ íΟŠÎ=tæ ììÅ™≡uρ ª!$#uρ 3 â™!$t±o„ ⎯yϑÏ9 ß#Ïè≈ŸÒムª!$#uρ

261. ‫( ﻣﺛﻝ‬Perumpamaan) atau sifat nafkah dari ‫( اﻟذﻳن ﻳﻧﻔﻘون أﻣواﻟﻬم ﻓﻲ ﺳﺑﻳﻝ اﷲ‬orang-orang yang membelanjakan
harta mereka di jalan Allah) artinya dalam menaati-Nya ‫( ﻛﻣﺛﻝ ﺣﺑﺔ أﻧﺑﺗت ﺳﺑﻊ ﺳﻧﺎﺑﻝ ﻓﻲ ﻛﻝ ﺳﻧﺑﻠﺔ ﻣﺎﺋﺔ ﺣﺑﺔ‬adalah
seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh buah tangkai, pada masing-masing tangkai seratus biji.) Demikianlah pula halnya
nafkah yang mereka keluarkan itu menjadi 700 kali lipat. ‫( واﷲ ﻳﺿﺎﻋف‬Dan Allah melipatgandakan) lebih banyak dari itu
lagi ‫واﺳﻊ‬ ‫( ﻟﻣن ﻳﺷﺎء واﷲ‬bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha Luas) karunia-Nya ‫( ﻋﻠﻳم‬lagi Maha Mengetahui)
siapa-siapa yang seharusnya beroleh ganjaran yang berlipat ganda itu.

y‰ΨÏã öΝèδãô_r& öΝçλ°;   “]Œr& Iωuρ $xΨtΒ (#θà)xΡr& !$tΒ tβθãèÎ7÷GムŸω §ΝèO «!$# È≅‹Î6y™ ’Îû öΝßγs9≡uθøΒr& tβθà)ÏΖムt⎦⎪Ï%©!$#

∩⊄∉⊄∪ šχθçΡt“óstƒ öΝèδ Ÿωuρ óΟÎγøŠn=tæ ì∃öθyz Ÿωuρ öΝÎγÎn/u‘

262. ‫ﻣﻧﺎ‬ ‫( اﻟذﻳن ﻳﻧﻔﻘون أﻣواﻟﻬم ﻓﻲ ﺳﺑﻳﻝ اﷲ ﺛم ﻻ ﻳﺗﺑﻌون ﻣﺎ أﻧﻔﻘوا‬Orang-orang yang membelanjakan harta mereka di
jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang mereka belanjakan itu dengan cercaan) terhadap orang yang diberi,
misalnya dengan mengatakan, "Saya telah berbuat baik kepadamu dan telah menutupi keperluanmu" ‫أذى‬ ‫( وﻻ‬atau menyakiti
perasaan) yang bersangkutan, misalnya dengan menyebutkan soal itu kepada pihak yang tidak perlu mengetahuinya dan
sebagainya ‫أﺟرﻫم‬ ‫( ﻟﻬم‬mereka memperoleh pahala) sebagai ganjaran nafkah mereka ‫ﻋﻧد رﺑﻬم وﻻ ﺧوف ﻋﻠﻳﻬم وﻻ ﻫم‬
‫( ﻳﺣزﻧون‬di sisi Tuhan mereka. Tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka berduka cita) yakni di akhirat
kelak.

∩⊄∉⊂∪ ÒΟŠÎ=ym ;©Í_xî ª!$#uρ 3 “]Œr& !$yγãèt7÷Ktƒ 7πs%y‰|¹ ⎯ÏiΒ ×öyz îοtÏøótΒuρ Ô∃ρã÷è¨Β ×Αöθs% *

263. ‫( ﻗوﻝ ﻣﻌروف‬Perkataan yang baik) atau ucapan yang manis dan penolakan secara lemah lembut terhadap si peminta
‫( وﻣﻐﻔرة‬serta pemberian maaf) kepadanya atas desakan atau tingkah lakunya ‫( ﺧﻳر ﻣن ﺻدﻗﺔ ﻳﺗﺑﻌﻬﺎ أذى‬lebih baik
daripada sedekah yang diiringi dengan menyakiti perasaan) dengan mencerca atau mengomelinya ‫ﻏﻧﻲ‬ ‫( واﷲ‬Dan Allah Maha
Kaya) hingga tidak menemukan sedekah hamba-hambanya ‫( ﺣﻠﻳم‬lagi Maha Penyantun) dengan menangguhkan hukuman
terhadap orang yang mencerca dan menyakiti hati si peminta.

Ÿωuρ Ĩ$¨Ζ9$# u™!$sÍ‘ …ã&s!$tΒ ß,ÏΨム“É‹©9$%x. 3“sŒF{$#uρ Çd⎯yϑø9$$Î/ Νä3ÏG≈s%y‰|¹ (#θè=ÏÜö7è? Ÿω (#θãΖtΒ#u™ t⎦⎪Ï%©!$# $y㕃r'¯≈tƒ

ω ( #V$ù#|¹ …çμŸ2utIùs ×≅Î/#uρ …çμt/$|¹r'sù Ò>#tè? Ïμø‹n=tã Aβ#uθø|¹ È≅sVyϑx. …ã&é#sVyϑsù ( ÌÅzFψ$# ÏΘöθu‹ø9$#uρ «!$$Î/ ß⎯ÏΒ÷σãƒ

∩⊄∉⊆∪ t⎦⎪ÍÏ≈s3ø9$# tΠöθs)ø9$# “ωôγtƒ Ÿω ª!$#uρ 3 (#θç7|¡Ÿ2 $£ϑÏiΒ &™ó©x« 4’n?tã šχρâ‘ωø)tƒ
264. ‫ﻳﺎ أﻳﻬﺎ اﻟذﻳن آﻣﻧوا ﻻ ﺗﺑطﻠوا ﺻدﻗﺎﺗﻛم‬ (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu batalkan sedekah-

sedekahmu), maksudnya pahala-pahalanya ‫واﻷذى‬ ‫( ﺑﺎﻟﻣن‬dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan) si penerima
hingga menjadi hapus ‫ﻛﺎﻟذي‬ (seperti orang), maksudnya seperti batalnya nafkah orang yang ‫ﻳﻧﻔق ﻣﺎﻟﻪ رﺋﺎء اﻟﻧﺎس‬
(menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia) maksudnya ingin mendapatkan pujian manusia ‫وﻻ ﻳؤﻣن ﺑﺎﷲ واﻟﻳوم‬
‫( اﻵﺧر‬dan ia tidak beriman kepada Allah dan hari yang akhir) yakni orang munafik ‫ﻓﻣﺛﻠﻪ ﻛﻣﺛﻝ ﺻﻔوان ﻋﻠﻳﻪ ﺗراب‬
‫( ﻓﺄﺻﺎﺑﻪ واﺑﻝ‬Maka perumpamaannya adalah seperti sebuah batu licin yang bertanah di atasnya, lalu ditimpa oleh hujan lebat)
‫( ﻓﺗرﻛﻪ ﺻﻠدا‬hingga menjadi licin tandas) tanpa tanah dan apa-apa lagi di atasnya. ‫( ﻻ ﻳﻘدرون‬Mereka tidak menguasai).
Kalimat ini untuk menyatakan tamsil keadaan orang munafik yang menafkahkan hartanya dengan tujuan beroleh pujian
manusia. Dhamir atau kata ganti manusia di sini menunjukkan jamak, mengingat makna 'alladzii' juga mencakupnya ‫ﻋﻠﻰ ﺷﻲء‬
‫( ﻣﻣﺎ ﻛﺳﺑوا‬suatu pun dari hasil usaha mereka) yang telah mereka kerjakan, maksudnya pahalanya di akhirat, tak ubahnya
bagai batu licin yang ditimpa hujan hingga tanahnya habis dihanyutkan air. ‫( واﷲ ﻻ ﻳﻬدي اﻟﻘوم اﻟﻛﺎﻓرﻳن‬Dan Allah tidak
menunjukkan orang-orang yang kafir).

>οuθö/tÎ/ ¥π¨Ψy_ È≅sVyϑx. öΝÎγÅ¡àΡr& ô⎯ÏiΒ $\GÎ7ø[s?uρ «!$# ÅV$|ÊötΒ u™!$tóÏGö/$# ãΝßγs9≡uθøΒr& šχθà)ÏΨムt⎦⎪Ï%©!$# ã≅sWΒt uρ

∩⊄∉∈∪ îÅÁt/ tβθè=yϑ÷ès? $yϑÎ/ ª!$#uρ 3 @≅sÜsù ×≅Î/#uρ $pκö:ÅÁムöΝ©9 βÎ*sù É⎥÷⎫x÷èÅÊ $yγn=à2é& ôMs?$t↔sù ×≅Î/#uρ $yγt/$|¹&r

265. ‫( وﻣﺛﻝ‬Dan perumpamaan) nafkah dari ‫( اﻟذﻳن ﻳﻧﻔﻘون أﻣواﻟﻬم اﺑﺗﻐﺎء‬orang-orang yang menafkahkan harta mereka
guna mencari) atau mendapatkan ‫ﻣرﺿﺎة اﷲ وﺗﺛﺑﻳﺗﺎ ﻣن أﻧﻔﺳﻬم‬ (keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka)
maksudnya untuk memastikan pahalanya, berbeda halnya dengan orang-orang munafik yang tidak mengharapkannya sama
sekali karena pada dasarnya sudah tidak mempercayainya ‫( ﻛﻣﺛﻝ ﺟﻧﺔ‬seperti sebuah kebun) atau taman ‫( ﺑرﺑوة‬di sebuah
rabwah) atau rubwah, artinya suatu dataran yang tinggi rata ‫ﻓﺂﺗت‬ ‫( أﺻﺎﺑﻬﺎ واﺑﻝ‬ditimpa oleh hujan lebat, hingga memberikan)
artinya menghasilkan ‫( أﻛﻠﻬﺎ‬buahnya) atau hasil panennya ‫( ﺿﻌﻔﻳن‬dua kali lipat) atau secara berganda. ‫ﻓﺈن ﻟم ﻳﺻﺑﻬﺎ‬
‫( واﺑﻝ ﻓطﻝ‬Jika tidak disiram oleh hujan lebat, maka oleh hujan gerimis) yang memadai disebabkan letaknya yang tinggi.
Tegasnya ia tetap berbuah dengan lebatnya, biar hujan yang menimpanya lebat atau rintik-rintik. Demikian pula halnya nafkah
yang disebutkan tadi, di sisi Allah ia tetap berkembang, biar sedikit atau banyak. ‫( واﷲ ﺑﻣﺎ ﺗﻌﻣﻠون ﺑﺻﻳر‬Dan Allah Maha
Melihat apa-apa yang kamu kerjakan) dan akan membalasnya dengan sebaik-baiknya.
⎯ÏΒ $yγ‹Ïù …çμs9 ã≈yγ÷ΡF{$# $yγÏFóss? ⎯ÏΒ “Ìôfs? 5>$oΨôãr&uρ 9≅ŠÏ‚¯Ρ ⎯ÏiΒ ×π¨Ψy_ …çμs9 šχθä3s? βr& öΝà2߉tnr& –Šuθtƒr&

šÏ9≡x‹x. 3 ôMs%utIôm$$sù Ö‘$tΡ Ïμ‹Ïù Ö‘$|ÁôãÎ) !$yγt/$|¹r'sù â™!$xyèàÊ ×π−ƒÍh‘èŒ …ã&s!uρ çy9Å3ø9$# çμt/$|¹r&uρ ÏN≡tyϑ¨W9$# Èe≅à2

∩⊄∉∉∪ šχρã©3xtGs? öΝä3ª=yès9 ÏM≈tƒFψ$# ãΝà6s9 ª!$# Ú⎥Îi⎫t7ãƒ

266. ‫( أﻳود أﺣدﻛم أن ﺗﻛون ﻟﻪ ﺟﻧﺔ‬Apakah ingin salah seorang kamu mempunyai suatu kebun) atau taman ‫ﻣن ﻧﺧﻳﻝ‬
‫( وأﻋﻧﺎب ﺗﺟري ﻣن ﺗﺣﺗﻬﺎ اﻷﻧﻬﺎر ﻟﻪ ﻓﻳﻬﺎ‬dari kurma dan anggur, sedang di bawahnya mengalir anak-anak sungai dan di
dalamnya terdapat) buah-buahan ‫( ﻣن ﻛﻝ اﻟﺛﻣرات و‬dari berbagai corak dan) sungguh ‫( أﺻﺎﺑﻪ اﻟﻛﺑر‬datanglah masa
tuanya) sehingga ia menjadi lemah dan tak sanggup berusaha lagi, ‫( وﻟﻪ ذرﻳﺔ ﺿﻌﻔﺎء‬sedangkan ia mempunyai keturunan
yang lemah-lemah) anak-anak yang masih kecil yang masih dalam asuhannya. ‫( ﻓﺄﺻﺎﺑﻬﺎ إﻋﺻﺎر‬Maka tiba-tiba kebun itu
ditiup angin keras) atau topan ‫ﻓﻳﻪ ﻧﺎر ﻓﺎﺣﺗرﻗت‬ (yang mengandung api hingga terbakar). Maka orang tadi kehilangan
kebunnya di saat ia amat memerlukannya, hingga tinggallah ia bersama anak-anaknya dalam keadaan bingung dan putus asa,
tidak berdaya. Ini merupakan tamsil bagi orang yang mengeluarkan nafkah dengan ria dan membangga-banggakan dirinya,
yakni tentang hampa dan tiada bergunanya di saat ia amat memerlukannya nanti di akhirat. Pertanyaan di sini berarti tidak. Dari
Ibnu Abbas diterima keterangan bahwa tamsil ini adalah bagi orang yang pada mulanya gemar mengerjakan kebaikan, tetapi
tergoda oleh setan hingga berbalik mengerjakan kedurhakaan yang membakar hangus amal-amalannya tadi. ‫ﻛذﻟك‬
(Demikianlah) sebagaimana dijelaskan-Nya apa yang kita sebutkan itu ‫ﻳﺑﻳن اﷲ ﻟﻛم اﻵﻳﺎت ﻟﻌﻠﻛم ﺗﺗﻔﻛرون‬ (Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya) hingga mendapat pelajaran darinya.

(#θßϑ£ϑu‹s? Ÿωuρ ( ÇÚö‘F{$# z⎯ÏiΒ Νä3s9 $oΨô_t÷zr& !$£ϑÏΒuρ óΟçFö;|¡Ÿ2 $tΒ ÏM≈t6ÍhŠsÛ ⎯ÏΒ (#θà)ÏΡr& (#þθãΖtΒ#u™ t⎦⎪Ï%©!$# $y㕃r'¯≈tƒ

∩⊄∉∠∪ Ïϑym ;©Í_xî ©!$# ¨βr& (#þθßϑn=ôã$#uρ 4 Ïμ‹Ïù (#θàÒÏϑøóè? βr& HωÎ) ÏμƒÉ‹Ï{$t↔Î/ ΝçGó¡s9uρ tβθà)ÏΨè? çμ÷ΖÏΒ y]ŠÎ7y‚ø9$#

267. ‫ﻳﺎ أﻳﻬﺎ اﻟذﻳن آﻣﻧوا أﻧﻔﻘوا‬ (Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah), maksudnya zakatkanlah ‫ﻣن طﻳﺑﺎت‬
(sebagian yang baik-baik) dari ‫ﻛﺳﺑﺗم‬ ‫( ﻣﺎ‬hasil usahamu) berupa harta ‫( وم‬dan sebagian) yang baik-baik dari ‫ﻣﺎ أﺧرﺟﻧﺎ ﻟﻛم‬
‫( ﻣن اﻷرض‬apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu) berupa biji-bijian dan buah-buahan ‫( وﻻ ﺗﻳﻣﻣوا‬dan janganlah
kamu sengaja) mengambil ‫( اﻟﺧﺑﻳث‬yang jelek) atau yang buruk ‫( ﻣﻧﻪ‬darinya) maksudnya dari yang disebutkan itu, lalu ‫ﺗﻧﻔﻘون‬

(kamu keluarkan untuk zakat) menjadi 'hal' dari dhamir yang terdapat pada 'tayammamu' ‫ﺑﺂﺧذﻳﻪ‬ ‫( وﻟﺳﺗم‬padahal kamu sendiri
tidak mau mengambilnya) maksudnya yang jelek tadi, seandainya ia menjadi hak yang harus diberikan kepadamu ‫إﻻ أن‬
‫( ﺗﻐﻣﺿوا ﻓﻳﻪ‬kecuali dengan memejamkan mata terhadapnya), artinya pura-pura tidak tahu atau tidak melihat kejelekannya,
maka bagaimana kamu berani memberikan itu guna memenuhi hak Allah! ‫ﻏﻧﻲ‬ ‫( واﻋﻠﻣوا أن اﷲ‬Dan ketahuilah bahwa Allah
Maha Kaya) sehingga tidak memerlukan nafkahmu itu ‫( ﺣﻣﻳد‬lagi Maha Terpuji) pada setiap kondisi dan situasi.

ÒΟŠÎ=tæ ììÅ™≡uρ ª!$#uρ 3 WξôÒsùuρ çμ÷ΖÏiΒ ZοtÏøó¨Β Νä.߉Ïètƒ ª!$#uρ ( Ï™!$t±ósxø9$$Î/ Νà2ããΒù'tƒuρ tø)xø9$# ãΝä.߉Ïètƒ ß⎯≈sÜø‹¤±9$#

∩⊄∉∇∪

268. ‫اﻟﺷﻳطﺎن ﻳﻌدﻛم اﻟﻔﻘر‬ (Setan menjanjikan kemiskinan bagimu), artinya menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan

sekiranya kamu mengeluarkan zakat, maka hendaklah waspada ‫( وﻳﺄﻣرﻛم ﺑﺎﻟﻔﺣﺷﺎء‬dan menyuruh kamu berbuat kejahatan)
bersifat kikir dan menahan zakat ‫ﻳﻌدﻛم‬ ‫( واﷲ‬sedangkan Allah menjanjikan kepadamu) dengan mengeluarkan nafkah itu ‫ﻣﻐﻔرة‬
‫( ﻣﻧﻪ‬keampunan dari-Nya) terhadap dosa-dosamu ‫( وﻓﺿﻼ‬dan karunia), yakni rezeki sebagai penggantinya ‫( واﷲ واﺳﻊ‬dan
Allah Maha Luas) karunia-Nya ‫( ﻋﻠﻳم‬lagi Maha Mengetahui) orang-orang yang suka mengeluarkan nafkah.

(#θä9'ρé& HωÎ) ã2¤‹tƒ $tΒuρ 3 #ZÏWŸ2 #Zöyz u’ÎAρé& ô‰s)sù sπyϑò6Åsø9$# |N÷σム⎯tΒuρ 4 â™!$t±o„ ⎯tΒ sπyϑò6Åsø9$# ’ÎA÷σãƒ

∩⊄∉®∪ É=≈t6ø9F{$#

269. ‫اﻟﺣﻛﻣﺔ‬ ‫( ﻳؤﺗﻲ‬Allah memberikan hikmah), artinya ilmu yang berguna yang dapat mendorong manusia untuk bekerja dan
berkarya { ‫( ﻣن ﻳﺷﺎء وﻣن ﻳؤت اﻟﺣﻛﻣﺔ ﻓﻘد أوﺗﻲ ﺧﻳ ار ﻛﺛﻳ ار‬kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan barang siapa
yang telah diberi hikmah itu, maka sungguh ia telah diberi kebaikan yang banyak) karena hikmah itu akan menuntunnya kepada
kebahagiaan yang abadi. ‫ﻳذﻛر‬ ‫( وﻣﺎ‬Dan tiadalah yang dapat mengambil pelajaran). Asalnya ta diidghamkan pada dzal hingga
menjadi yadzdzakkaruu, ‫اﻷﻟﺑﺎب‬ ‫( إﻻ أوﻟو‬kecuali orang-orang berakal).

∩⊄∠⊃∪ A‘$|ÁΡr& ô⎯ÏΒ š⎥⎫ÏϑÎ=≈©à=Ï9 $tΒuρ 3 …çμßϑn=÷ètƒ ©!$#  χÎ*sù 9‘õ‹¯Ρ ⎯ÏiΒ Νè?ö‘x‹tΡ ÷ρr& >πs)x¯Ρ ⎯ÏiΒ ΟçFø)xΡr& !$tΒuρ

270. ‫ﻧﻔﻘﺔ‬ ‫( وﻣﺎ أﻧﻔﻘﺗم ﻣن‬Apa saja nafkah yang kamu keluarkan), artinya zakat atau sedekah yang kamu bayarkan ‫أو ﻧذرﺗم‬
‫( ﻣن ﻧذر‬dan apa saja nazar yang kamu janjikan) lalu kamu penuhi dengan tepat ‫( ﻓﺈن اﷲ ﻳﻌﻠﻣﻪ‬maka sesungguhnya Allah
mengetahuinya) lalu membalasnya dengan balasan sebaik-baiknya. ‫ﻟﻠظﺎﻟﻣﻳن‬ ‫( وﻣﺎ‬Dan tidaklah orang-orang yang aniaya itu),
yakni yang menahan zakat dan tidak menepati nazar atau memberikan nafkah bukan pada tempatnya, hanya untuk berbuat
maksiat kepada Allah ‫أﻧﺻﺎر‬ ‫( ﻣن‬mempunyai pembela) yang akan melindungi mereka dari azab Allah swt.

Νà6Ζtã ãÏes3ãƒuρ 4 öΝà6©9 ×öyz uθßγsù u™!#ts)àø9$# $yδθè?÷σè?uρ $yδθà÷‚è? βÎ)uρ ( }‘Ïδ $£ϑÏèÏΖsù ÏM≈s%y‰¢Á9$# (#ρ߉ö6è? βÎ)

∩⊄∠⊇∪ ×Î6yz tβθè=yϑ÷ès? $yϑÎ/ ª!$#uρ 3 öΝà6Ï?$t↔Íh‹y™ ⎯ÏiΒ

271. ‫( إن ﺗﺑدوا‬Jika kamu menampakkan) atau memperlihatkan kepada umum ‫( اﻟﺻدﻗﺎت‬sedekah-sedekah), yakni yang
sunah, ‫ﻫﻲ‬ ‫( ﻓﻧﻌﻣﺎ‬maka itu baik sekali). ‫( ٕوان ﺗﺧﻔوﻫﺎ‬Sebaliknya, jika kamu sembunyikan) atau rahasiakan ‫وﺗؤﺗوﻫﺎ اﻟﻔﻘراء‬
‫( ﻓﻬو ﺧﻳر ﻟﻛم‬dan kamu berikan kepada orang-orang miskin, maka itu lebih baik bagimu) daripada menampakkan dan
memberikannya kepada orang-orang yang mampu. Adapun sedekah yang fardu, maka menampakkannya lebih utama agar ia
menjadi ikutan orang lain dan untuk menghindarkan tuduhan yang bukan-bukan. Sedekah fardu atau zakat hanya diberikan
kepada orang-orang miskin. ‫( وﻳﻛﻔر‬Dan Allah akan menghapus) dibaca dengan ya dan nun serta memakai baris mati karena

diathafkan pada 'fahuwa' dan dapat pula dengan baris depan karena kedudukannya sebagai mubtada ‫ﻣن‬ ‫( ﻋﻧﻛم‬daripadamu
sebagian) 'min' untuk tab`idh atau menunjukkan sebagian ‫( ﺳﻳﺋﺎﺗﻛم واﷲ ﺑﻣﺎ ﺗﻌﻣﻠون ﺧﺑﻳر‬kesalahan-kesalahanmu. Dan
Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan), artinya menyelami apa-apa yang tersembunyi, tak ubahnya dengan yang
tampak atau yang lahir, tidak satu pun yang menjadi rahasia bagi-Nya.

$tΒuρ 4 öΝà6Å¡àΡL|sù 9öyz ô⎯ÏΒ (#θà)ÏΖè? $tΒuρ 3 â™!$t±o„ ∅tΒ “ωôγtƒ ©!$# £⎯Å6≈s9uρ óΟßγ1y‰èδ šø‹n=tã }§øŠ©9 *

∩⊄∠⊄∪ šχθãΚn=ôàè? Ÿω ÷Λä⎢Ρr&uρ öΝà6ö‹s9Î) ¤∃uθム9öyz ô⎯ÏΒ (#θà)ÏΖè? $tΒuρ 4 «!$# Ïμô_uρ u™!$tóÏFö/$# ωÎ) šχθà)ÏΖè?

272. Tatkala Nabi saw. melarang memberikan sedekah kepada orang-orang musyrik agar mereka masuk Islam, turunlah ayat,
‫( ﻟﻳس ﻋﻠﻳك ﻫداﻫم‬Bukan kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk), maksudnya menjadikan manusia masuk
Islam, karena kewajibanmu hanyalah menyampaikan belaka, ‫ﻳﺷﺎء‬ ‫( وﻟﻛن اﷲ ﻳﻬدي ﻣن‬tetapi Allahlah yang menunjuki siapa
yang dikehendaki-Nya) untuk memperoleh petunjuk agar masuk Islam. ‫( وﻣﺎ ﺗﻧﻔﻘوا ﻣن ﺧﻳر‬Dan apa saja yang baik yang
kamu nafkahkan), maksudnya berupa harta ‫( ﻓﻸﻧﻔﺳﻛم‬maka buat dirimu sendiri) karena pahalanya untuk kamu ‫وﻣﺎ ﺗﻧﻔﻘون‬
‫( إﻻ اﺑﺗﻐﺎء وﺟﻪ اﷲ‬Dan tidaklah kamu menafkahkan sesuatu melainkan karena mengharapkan keridaan Allah), maksudnya
pahala-Nya dan bukan karena yang lain seperti harta benda dunia. Kalimat ini kalimat berita, tetapi maksudnya adalah larangan,
jadi berarti, "Dan janganlah kamu nafkahkan sesuatu..." dan seterusnya. ‫"( وﻣﺎ ﺗﻧﻔﻘوا ﻣن ﺧﻳر ﻳوف إﻟﻳﻛم‬Dan apa saja
harta yang kamu nafkahkan, niscaya akan diberikan kepadamu dengan secukupnya), artinya pahalanya ‫ﺗظﻠﻣون‬ ‫( وأﻧﺗم ﻻ‬dan
kamu tidaklah akan dirugikan"), artinya jumlahnya tidak akan dikurangi sedikit pun. Kedua kalimat belakangan memperkuat yang
pertama.
ÞΟßγç7|¡øts† Ä⇓ö‘F{$# †Îû $\/ö|Ê šχθãè‹ÏÜtGó¡tƒ Ÿω «!$# È≅‹Î6y™ †Îû (#ρãÅÁômé& š⎥⎪Ï%©!$# Ï™!#ts)àù=Ï9

(#θà)ÏΖè? $tΒuρ 3 $]ù$ysø9Î) šZ$¨Ψ9$# šχθè=t↔ó¡tƒ Ÿω öΝßγ≈yϑŠÅ¡Î/ ΝßγèùÌ÷ès? É#’yè−G9$# š∅ÏΒ u™!$u‹ÏΖøîr& ã≅Ïδ$yfø9$#

∩⊄∠⊂∪ íΟŠÎ=tæ ⎯ÏμÎ/ ©!$#  χÎ*sù 9öyz ô⎯ÏΒ

273. ‫ﻟﻠﻔﻘراء‬ (Ialah bagi orang-orang fakir) menjadi predikat atau khabar dari subjek atau mubtada yang dibuang yang

diperkirakan berbunyi, "Sedekah itu untuk...." ‫( اﻟذﻳن أﺣﺻروا ﻓﻲ ﺳﺑﻳﻝ اﷲ‬yang terikat di jalan Allah), maksudnya yang
menyediakan diri mereka untuk berjihad. Mereka itu ialah ahli sufi sebanyak 400 orang Muhajirin yang menekuni Alquran dan
menunggu kesempatan untuk pergi keluar bersama rombongan pasukan. ‫ﺿرﺑﺎ‬ ‫( ﻻ ﻳﺳﺗطﻳﻌون‬Mereka tidak dapat berusaha)
atau menjadi musafir ‫اﻷرض‬ ‫( ﻓﻲ‬di muka bumi) untuk berdagang dan mencari penghidupan karena kesibukan mereka dalam
perjuangan itu. ‫اﻟﺟﺎﻫﻝ‬ ‫( ﻳﺣﺳﺑﻬم‬Orang-orang yang tidak tahu menyangka mereka) melihat keadaan lahiriah mereka ‫أﻏﻧﻳﺎء‬
‫( ﻣن اﻟﺗﻌﻔف‬kaya raya karena mereka memelihara diri dari meminta-minta) karena segan dan tak hendak menadahkan tangan
mereka. ‫( ﺗﻌرﻓﻬم‬Kamu mengenal mereka) hai para mukhathab ‫( ﺑﺳﻳﻣﺎﻫم‬dengan tanda-tanda) atau ciri-ciri mereka misalnya

tawaduk atau rendah hati dan bekas-bekas keletihan. ‫( ﻻ ﻳﺳﺄﻟون اﻟﻧﺎس‬Mereka tak hendak meminta kepada orang-orang)
sesuatu ‫إﻟﺣﺎﻓﺎ‬ (dengan mendesak) artinya pada dasarnya mereka tak hendak meminta, hingga tidak mungkin pula akan

mendesak. ‫ﻋﻠﻳم‬ ‫( وﻣﺎ ﺗﻧﻔﻘوا ﻣن ﺧﻳر ﻓﺈن اﷲ ﺑﻪ‬Dan apa saja harta yang baik yang kamu infakkan, maka sesungguhnya
Allah mengetahuinya) dan akan membalasnya.

ê’öθyz Ÿωuρ öΝÎγÎn/u‘ y‰ΨÏã öΝèδãô_r& óΟßγn=sù ZπuŠÏΡŸξtãuρ #vÅ™ Í‘$yγ¨Ζ9$#uρ È≅øŠ©9$$Î/ Οßγs9≡uθøΒr& šχθà)ÏΨムš⎥⎪Ï%©!$#

∩⊄∠⊆∪ šχθçΡt“óstƒ öΝèδ Ÿωuρ óΟÎγø‹=n tæ

274. ‫اﻟذﻳن ﻳﻧﻔﻘون أﻣواﻟﻬم ﺑﺎﻟﻠﻳﻝ واﻟﻧﻬﺎر ﺳ ار وﻋﻼﻧﻳﺔ ﻓﻠﻬم أﺟرﻫم ﻋﻧد رﺑﻬم وﻻ ﺧوف ﻋﻠﻳﻬم وﻻ ﻫم ﻳﺣزﻧون‬
(Orang-orang yang menafkahkan harta mereka, baik malam maupun siang secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan,
maka mereka beroleh pahala di sisi Tuhan mereka, tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka berduka cita).

Hukum Riba

y7Ï9≡sŒ 4 Äb§yϑø9$# z⎯ÏΒ ß⎯≈sÜø‹¤±9$# çμäܬ6y‚tFtƒ ”Ï%©!$# ãΠθà)tƒ $yϑx. ωÎ) tβθãΒθà)tƒ Ÿω (#4θt/Ìh9$# tβθè=à2ù'tƒ š⎥⎪Ï%©!$#

⎯ÏμÎn/§‘ ⎯ÏiΒ ×πsàÏãöθtΒ …çνu™!%y` ⎯yϑsù 4 (#4θt/Ìh9$# tΠ§ymuρ yìø‹t7ø9$# ª!$# ¨≅ymr&uρ 3 (#4θt/Ìh9$# ã≅÷WÏΒ ßìø‹t7ø9$# $yϑ¯ΡÎ) (#þθä9$s% öΝßγ¯Ρr'Î/
šχρà$Î#≈yz $pκÏù öΝèδ ( Í‘$¨Ζ9$# Ü=≈ysô¹r& y7Íׯ≈s9'ρé'sù yŠ$tã ï∅tΒuρ ( «!$# ’n<Î) ÿ…çνãøΒr&uρ y#n=y™ $tΒ …ã&s#sù 4‘yγtFΡ$$sù

∩⊄∠∈∪

275.‫اﻟرﺑﺎ‬ ‫اﻟذﻳن ﻳﺄﻛﻠون‬ (Orang-orang yang memakan riba), artinya mengambilnya. Riba itu ialah tambahan dalam muamalah

dengan uang dan bahan makanan, baik mengenai banyaknya maupun mengenai waktunya, ‫ﻳﻘوﻣون‬ ‫( ﻻ‬tidaklah bangkit) dari
kubur-kubur mereka ‫( إﻻ ﻛﻣﺎ ﻳﻘوم اﻟذي ﻳﺗﺧﺑطﻪ اﻟﺷﻳطﺎن ﻣن اﻟﻣس‬seperti bangkitnya orang yang kemasukan setan
disebabkan penyakit gila) yang menyerang mereka; minal massi berkaitan dengan yaquumuuna. ‫ذﻟك‬ (Demikian itu),

maksudnya yang menimpa mereka itu ‫( ﺑﺄﻧﻬم‬adalah karena), maksudnya disebabkan mereka ‫ﻗﺎﻟوا إﻧﻣﺎ اﻟﺑﻳﻊ ﻣﺛﻝ اﻟرﺑﺎ‬
(mengatakan bahwa jual-beli itu seperti riba) dalam soal diperbolehkannya. Berikut ini kebalikan dari persamaan yang mereka
katakan itu secara bertolak belakang, maka firman Allah menolaknya, ‫ﺟﺎءﻩ‬ ‫( وأﺣﻝ اﷲ اﻟﺑﻳﻊ وﺣرم اﻟرﺑﺎ ﻓﻣن‬padahal Allah
menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Maka barang siapa yang datang kepadanya), maksudnya sampai kepadanya
‫( ﻣوﻋظﺔ‬pelajaran) atau nasihat ‫( ﻣن رﺑﻪ ﻓﺎﻧﺗﻬﻰ‬dari Tuhannya, lalu ia menghentikannya), artinya tidak memakan riba lagi
‫ﻓﻠﻪ ﻣﺎ ﺳﻠف‬ (maka baginya apa yang telah berlalu), artinya sebelum datangnya larangan dan doa tidak diminta untuk

mengembalikannya ‫( وأﻣرﻩ‬dan urusannya) dalam memaafkannya terserah ‫ﻋﺎد‬ ‫( إﻟﻰ اﷲ وﻣن‬kepada Allah. Dan orang-orang
yang mengulangi) memakannya dan tetap menyamakannya dengan jual beli tentang halalnya, ‫ﻓﺄوﻟﺋك أﺻﺣﺎب اﻟﻧﺎر ﻫم‬
‫( ﻓﻳﻬﺎ ﺧﺎﻟدون‬maka mereka adalah penghuni neraka, kekal mereka di dalamnya).

∩⊄∠∉∪ ?Λ⎧ÏOr& A‘$¤x. ¨≅ä. =ÅsムŸω ª!$#uρ 3 ÏM≈s%y‰¢Á9$# ‘Î/öãƒuρ (#4θt/Ìh9$# ª!$# ß,ysôϑtƒ

276. ‫( ﻳﻣﺣق اﷲ اﻟرﺑﺎ‬Allah menghancurkan riba) dengan menguranginya dan melenyapkan berkahnya ‫وﻳرﺑﻲ اﻟﺻدﻗﺎت‬
(dan menyuburkan sedekah), maksudnya menambah dan mengembangkannya serta melipatgandakan pahalanya. ‫واﷲ ﻻ‬
‫( ﻳﺣب ﻛﻝ ﻛﻔﺎر‬Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang ingkar) yang menghalalkan riba ‫( أﺛﻳم‬lagi banyak dosa), artinya
yang durhaka dengan memakan riba itu hingga akan menerima hukuman-Nya.

öΝÎγÎn/u‘ y‰ΖÏã öΝèδãô_r& óΟßγs9 nο4θŸ2¨“9$# (#âθs?#u™uρ nο4θn=¢Á9$# (#θãΒ$s%r&uρ ÏM≈ysÎ=≈¢Á9$# (#θè=Ïϑtãuρ (#θãΖtΒ#u™ š⎥⎪Ï%©!$# ¨βÎ)

∩⊄∠∠∪ šχθçΡt“óstƒ öΝèδ Ÿωuρ öΝÎγøŠn=tæ ì∃öθyz Ÿωuρ


277. ‫إن اﻟذﻳن آﻣﻧوا وﻋﻣﻠوا اﻟﺻﺎﻟﺣﺎت وأﻗﺎﻣوا اﻟﺻﻼة وآﺗوا اﻟزﻛﺎة ﻟﻬم أﺟرﻫم ﻋﻧد رﺑﻬم وﻻ ﺧوف ﻋﻠﻳﻬم وﻻ ﻫم‬
‫( ﻳﺣزﻧون‬Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta mendirikan salat dan membayar zakat, bagi
mereka pahala di sisi Tuhan mereka, tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka berduka cita)

∩⊄∠∇∪ t⎦⎫ÏΖÏΒ÷σ•Β ΟçFΖä. βÎ) (##θt/Ìh9$# z⎯ÏΒ u’Å+t/ $tΒ (#ρâ‘sŒuρ ©!$# (#θà)®?$# (#θãΖtΒ#u™ š⎥⎪Ï%©!$# $y㕃r'¯≈tƒ

278. ‫وذروا‬ ‫( ﻳﺎ أﻳﻬﺎ اﻟذﻳن آﻣﻧوا اﺗﻘوا اﷲ‬Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan tinggalkanlah),
maksudnya jauhilah ‫ﻣؤﻣﻧﻳن‬ ‫( ﻣﺎ ﺑﻘﻲ ﻣن اﻟرﺑﺎ إن ﻛﻧﺗم‬sisa yang tinggal dari riba, jika kamu beriman dengan sebenarnya,
karena sifat atau ciri-ciri orang beriman adalah mengikuti perintah Allah. Ayat ini diturunkan tatkala sebagian sahabat masih juga
menuntut riba di masa lalu, walaupun riba itu sudah dilarang.

Ÿω öΝà6Ï9≡uθøΒr& â¨ρâ™â‘ öΝà6n=sù óΟçFö6è? βÎ)uρ ( ⎯Ï&Î!θß™u‘uρ «!$# z⎯ÏiΒ 5>öysÎ/ (#θçΡsŒù'sù (#θè=yèøs? öΝ©9 βÎ*sù

∩⊄∠®∪ šχθßϑn=ôàè? Ÿωuρ šχθßϑÎ=ôàs?

279. ‫ﺗﻔﻌﻠوا‬ ‫( ﻓﺈن ﻟم‬Jika kamu tak mau melakukannya), yakni apa yang diperintahkan itu, ‫( ﻓﺄذﻧوا‬maka ketahuilah) datangnya
‫( ﺑﺣرب ﻣن اﷲ ورﺳوﻟﻪ‬serbuan dari Allah dan rasul-Nya) terhadapmu. Ayat ini berisi ancaman keras kepada mereka, hingga
‫( ٕوان ﺗﺑﺗم‬Dan jika kamu bertobat),
ketika ia turun, mereka mengatakan, "Tak ada daya kita untuk mengatasi serbuan itu!"

artinya menghentikannya, ‫( ﻓﻠﻛم رؤوس‬maka bagi kamu pokok) atau modal ‫( أﻣواﻟﻛم ﻻ ﺗظﻠﻣون‬hartamu, agar kamu tidak

menganiaya) dengan mengambil tambahan ‫ﺗظﻠﻣون‬ ‫( وﻻ‬dan tidak pula teraniaya) dengan menerima jumlah yang kurang.

∩⊄∇⊃∪ šχθßϑn=÷ès? óΟçFΖä. βÎ) ( óΟà6©9 ×öyz (#θè%£‰|Ás? βr&uρ 4 ;οuy£÷tΒ 4’n<Î) îοtÏàoΨsù ;οuô£ãã ρèŒ šχ%x. βÎ)uρ

280. ‫ﻛﺎن‬ ‫( ٕوان‬Dan jika dia), yakni orang yang berutang itu ‫( ذو ﻋﺳرة ﻓﻧظرة‬dalam kesulitan, maka hendaklah diberi tangguh)
maksudnya hendaklah kamu undurkan pembayarannya ‫إﻟﻰ ﻣﻳﺳرة‬ (sampai dia berkelapangan) dibaca 'maisarah' atau

'maisurah'. ‫( وأن ﺗﺻدﻗوا‬Dan jika kamu menyedekahkannya), dibaca dengan tasydid, yakni setelah mengidgamkan ta pada
asalnya pada shad menjadi 'tashshaddaqu', juga tanpa tasydid hingga dibaca 'tashaddaqu', yakni telah dibuang ta, sedangkan
artinya ialah mengeluarkan sedekah kepada orang yang sedang dalam kesusahan itu dengan jalan membebaskannya dari
utang, baik sebagian maupun keseluruhan ‫( ﺧﻳر ﻟﻛم إن ﻛﻧﺗم ﺗﻌﻠﻣون‬itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui) bahwa
demikian itu baik, maka kerjakanlah! Dalam sebuah hadis disebutkan, "Barang siapa yang memberi tangguh orang yang dalam
kesusahan atau membebaskannya dari utang, maka Allah akan melindunginya dalam naungan-Nya, di hari saat tak ada
naungan selain naungan-Nya." (H.R. Muslim)

∩⊄∇⊇∪ tβθãΚn=ôàムŸω öΝèδuρ ôMt6|¡Ÿ2 $¨Β <§øtΡ ‘≅ä. 4†¯ûuθè? §ΝèO ( «!$# ’n<Î) ÏμŠÏù šχθãèy_öè? $YΒöθtƒ (#θà)¨?$#uρ

281. ‫ﺗرﺟﻌون‬ ‫( واﺗﻘوا ﻳوﻣﺎ‬Dan takutlah akan suatu hari yang nanti kamu akan dikembalikan) dibina' bagi maf`ul, sedangkan
jika bagi fa`il, maka bunyinya 'tasiiruun', artinya berjalan ‫اﷲ‬ ‫( ﻓﻳﻪ إﻟﻰ‬kepada Allah pada hari itu), yakni hari kiamat ‫ﺛم ﺗوﻓﻰ‬
(kemudian dipenuhkan) pada hari itu ‫ﻧﻔس‬ ‫( ﻛﻝ‬kepada setiap jiwa) balasan terhadap ‫( ﻣﺎ ﻛﺳﺑت‬apa yang dilakukannya) baik
berupa kebaikan maupun kejahatan ‫( وﻫم ﻻ ﻳظﻠﻣون‬dan mereka tidak akan dianiaya) dengan mengurangi kebaikan atau
menambah kejahatannya.

Kesaksian Dalam Muamalah

7=Ï?$Ÿ2 öΝä3uΖ÷−/ =çGõ3u‹ø9uρ 4 çνθç7çFò2$$sù ‘wΚ|¡•Β 9≅y_r& #’n<Î) A⎦ø⎪y‰Î/ Λä⎢Ζtƒ#y‰s? #sŒÎ) (#þθãΖtΒ#u™ š⎥⎪Ï%©!$# $y㕃r'¯≈tƒ

È,−Gu‹ø9uρ ‘,ysø9$# Ïμø‹n=tã “Ï%©!$# È≅Î=ôϑãŠø9uρ ó=çGò6u‹ù=sù 4 ª!$# çμyϑ¯=tã $yϑŸ2 |=çFõ3tƒ βr& ë=Ï?%x. z>ù'tƒ Ÿωuρ 4 ÉΑô‰yèø9$$Î/

βr& ßì‹ÏÜtGó¡o„ Ÿω ÷ρr& $¸‹Ïè|Ê ÷ρr& $·γŠÏy™ ‘,ysø9$# Ïμø‹n=tã “Ï%©!$# tβ%x. βÎ*sù 4 $\↔ø‹x© çμ÷ΖÏΒ ó§y‚ö7tƒ Ÿωuρ …çμ−/u‘ ©!$#

×≅ã_tsù È⎦÷⎫n=ã_u‘ $tΡθä3tƒ öΝ©9 βÎ*sù ( öΝà6Ï9%y`Íh‘ ⎯ÏΒ È⎦ø⎪y‰‹Íκy− (#ρ߉Îηô±tFó™$#uρ 4 ÉΑô‰yèø9$$Î/ …çμ•‹Ï9uρ ö≅Î=ôϑãŠù=sù uθèδ ¨≅Ïϑãƒ

z>ù'tƒ Ÿωuρ 4 3“t÷zW{$# $yϑßγ1y‰÷nÎ) tÅe2x‹çFsù $yϑßγ1y‰÷nÎ) ¨≅ÅÒs? βr& Ï™!#y‰pκ’¶9$# z⎯ÏΒ tβöθ|Êös? ⎯£ϑÏΒ Èβ$s?r&zöΔ$#uρ

«!$# y‰ΖÏã äÝ|¡ø%&r öΝä3Ï9≡sŒ 4 ⎯Ï&Î#y_r& #’n<Î) #·Î7Ÿ2 ÷ρr& #·Éó|¹ çνθç7çFõ3s? βr& (#þθßϑt↔ó¡s? Ÿωuρ 4 (#θããߊ $tΒ #sŒÎ) â™!#y‰pκ’¶9$#

ö/ä3ø‹n=tæ }§øŠn=sù öΝà6oΨ÷t/ $yγtΡρãƒÏ‰è? ZοuÅÑ%tn ¸οt≈yfÏ? šχθä3s? βr& HωÎ) ( (#þθç/$s?ös? ωr& #’oΤ÷Šr&uρ Íοy‰≈pꤶ=Ï9 ãΠuθø%&r uρ

8−θÝ¡èù …çμ¯ΡÎ*sù (#θè=yèøs? βÎ)uρ 4 Ó‰‹Îγx© Ÿωuρ Ò=Ï?%x. §‘!$ŸÒムŸωuρ 4 óΟçF÷ètƒ$t6s? #sŒÎ) (#ÿρ߉Îγô©r&uρ 3 $yδθç7çFõ3s? ωr& îy$uΖã_

∩⊄∇⊄∪ ÒΟŠÎ=tæ >™ó©x« Èe≅à6Î/ ª!$#uρ 3 ª!$# ãΝà6ßϑÏk=yèãƒuρ ( ©!$# (#θà)¨?$#uρ 3 öΝà6Î/

282. ‫( ﻳﺎ أﻳﻬﺎ اﻟذﻳن آﻣﻧوا إذا ﺗداﻳﻧﺗم‬Hai orang-orang yang beriman! Jika kamu mengadakan utang piutang), maksudnya
muamalah seperti jua beli, sewa-menyewa, utang-piutang dan lain-lain ‫ﺑدﻳن‬ (secara tidak tunai), misalnya pinjaman atau

pesanan ‫إﻟﻰ أﺟﻝ ﻣﺳﻣﻰ‬ (untuk waktu yang ditentukan) atau diketahui, ‫ﻓﺎﻛﺗﺑوﻩ‬ (maka hendaklah kamu catat) untuk
pengukuhan dan menghilangkan pertikaian nantinya. ‫( وﻟﻳﻛﺗب‬Dan hendaklah ditulis) surat utang itu ‫( ﺑﻳﻧﻛم ﻛﺎﺗب ﺑﺎﻟﻌدﻝ‬di
antara kamu oleh seorang penulis dengan adil) maksudnya benar tanpa menambah atau mengurangi jumlah utang atau jumlah
temponya. ‫( وﻻ ﻳﺄب‬Dan janganlah merasa enggan) atau berkeberatan ‫( ﻛﺎﺗب‬penulis itu) untuk ‫( أن ﻳﻛﺗب‬menuliskannya)
jika ia diminta, ‫اﷲ‬ ‫( ﻛﻣﺎ ﻋﻠﻣﻪ‬sebagaimana telah diajarkan Allah kepadanya), artinya telah diberi-Nya karunia pandai menulis,
maka janganlah dia kikir menyumbangkannya. 'Kaf' di sini berkaitan dengan 'ya'ba' ‫( ﻓﻠﻳﻛﺗب‬Maka hendaklah dituliskannya)
sebagai penguat ‫( وﻟﻳﻣﻠﻝ‬dan hendaklah diimlakkan) surat itu ‫اﻟﺣق‬ ‫( اﻟذي ﻋﻠﻳﻪ‬oleh orang yang berutang) karena dialah yang
dipersaksikan, maka hendaklah diakuinya agar diketahuinya kewajibannya, ‫رﺑﻪ‬ ‫( وﻟﻳﺗق اﷲ‬dan hendaklah ia bertakwa kepada
Allah, Tuhannya) dalam mengimlakkan itu ‫ﻣﻧﻪ‬ ‫( وﻻ ﻳﺑﺧس‬dan janganlah dikurangi darinya), maksudnya dari utangnya itu ‫ﺷﻳﺋﺎ‬
‫( ﻓﺈن ﻛﺎن اﻟذي ﻋﻠﻳﻪ اﻟﺣق ﺳﻔﻳﻬﺎ‬sedikit pun juga. Dan sekiranya orang yang berutang itu bodoh) atau boros ‫أو ﺿﻌﻳﻔﺎ‬
(atau lemah keadaannya) untuk mengimlakkan disebabkan terlalu muda atau terlalu tua ‫ﻫو‬ ‫( أو ﻻ ﻳﺳﺗطﻳﻊ أن ﻳﻣﻝ‬atau ia
sendiri tidak mampu untuk mengimlakkannya) disebabkan bisu atau tidak menguasai bahasa dan sebagainya, ‫ﻓﻠﻳﻣﻠﻝ وﻟﻳﻪ‬
(maka hendaklah diimlakkan oleh walinya), misalnya bapak, orang yang diberi amanat, yang mengasuh atau penerjemahnya
‫( ﺑﺎﻟﻌدﻝ واﺳﺗﺷﻬدوا‬dengan jujur. Dan hendaklah persaksikan) utang itu kepada ‫( ﺷﻬﻳدﻳن ﻣن رﺟﺎﻟﻛم‬dua orang saksi di
antara laki-lakimu) artinya dua orang Islam yang telah balig lagi merdeka ‫ﻳﻛوﻧﺎ‬ ‫( ﻓﺈن ﻟم‬Jika keduanya mereka itu bukan), yakni
kedua saksi itu ‫واﻣرأﺗﺎن‬ ‫( رﺟﻠﻳن ﻓرﺟﻝ‬dua orang laki-laki, maka seorang laki-laki dan dua orang perempuan) boleh menjadi
saksi ‫اﻟﺷﻬداء‬ ‫( ﻣﻣن ﺗرﺿون ﻣن‬di antara saksi-saksi yang kamu sukai) disebabkan agama dan kejujurannya. Saksi-saksi
wanita jadi berganda ialah ‫إﺣداﻫﻣﺎ‬ ‫( أن ﺗﺿﻝ‬supaya jika yang seorang lupa) akan kesaksian disebabkan kurangnya akal dan
lemahnya ingatan mereka, ‫اﻷﺧرى‬ ‫( ﻓﺗذﻛر إﺣداﻫﻣﺎ‬maka yang lain (yang ingat) akan mengingatkan kawannya), yakni yang
lupa. Ada yang membaca 'tudzkir' dan ada yang dengan tasydid 'tudzakkir'. Jumlah dari idzkar menempati kedudukan sebagai
illat, artinya untuk mengingatkannya jika ia lupa atau berada di ambang kelupaan, karena itulah yang menjadi sebabnya.
Menurut satu qiraat 'in' syarthiyah dengan baris di bawah, sementara 'tudzakkiru' dengan baris di depan sebagai jawabannya.
‫( وﻻ ﻳﺄب اﻟﺷﻬداء إذا ﻣﺎ‬Dan janganlah saksi-saksi itu enggan jika) 'ma' sebagai tambahan ‫( دﻋوا‬mereka dipanggil) untuk
memikul dan memberikan kesaksian ‫( وﻻ ﺗﺳﺄﻣوا‬dan janganlah kamu jemu) atau bosan ‫( أن ﺗﻛﺗﺑوﻩ‬untuk menuliskannya),
artinya utang-utang yang kamu saksikan, karena memang banyak orang yang merasa jemu atau bosan ‫ر‬
‫ﻛﺑﻳ ا‬ ‫( ﺻﻐﻳ ار أو‬biar
kecil atau besar) sedikit atau banyak ‫أﺟﻠﻪ‬ ‫( إﻟﻰ‬sampai waktunya), artinya sampai batas waktu membayarnya, menjadi 'hal' dari
dhamir yang terdapat pada 'taktubuh' ‫( ذﻟﻛم‬Demikian itu) maksudnya surat-surat tersebut ‫أﻗﺳط ﻋﻧد اﷲ وأﻗوم ﻟﻠﺷﻬﺎدة‬
(lebih adil di sisi Allah dan lebih mengokohkan persaksian), artinya lebih menolong meluruskannya, karena adanya bukti yang
mengingatkannya ‫( وأدﻧﻰ‬dan lebih dekat), artinya lebih kecil kemungkinan ‫ﺗرﺗﺎﺑوا‬ ‫( أ ﻻ‬untuk tidak menimbulkan keraguanmu),
yakni mengenai besarnya utang atau jatuh temponya. ‫ﺗﻛون‬ ‫( إﻻ أن‬Kecuali jika) terjadi muamalah itu ‫( ﺗﺟﺎرة ﺣﺎﺿرة‬berupa
perdagangan tunai) menurut satu qiraat dengan baris di atas hingga menjadi khabar dari 'takuuna' sedangkan isimnya adalah
kata ganti at-tijaarah ‫( ﺗدﻳروﻧﻬﺎ ﺑﻳﻧﻛم‬yang kamu jalankan di antara kamu), artinya yang kamu pegang dan tidak mempunyai
waktu berjangka, ‫( ﻓﻠﻳس ﻋﻠﻳﻛم ﺟﻧﺎح أ ﻻ ﺗﻛﺗﺑوﻫﺎ‬maka tidak ada dosa lagi kamu jika kamu tidak menulisnya), artinya
barang yang diperdagangkan itu ‫( وأﺷﻬدوا إذا ﺗﺑﺎﻳﻌﺗم‬hanya persaksikanlah jika kamu berjual beli) karena demikian itu lebih
dapat menghindarkan percekcokan. Maka soal ini dan yang sebelumnya merupakan soal sunah ‫وﻻ ﻳﺿﺎر ﻛﺎﺗب وﻻ ﺷﻬﻳد‬
(dan janganlah penulis dan saksi -maksudnya yang punya utang dan yang berutang- menyulitkan atau mempersulit), misalnya
dengan mengubah surat tadi atau tak hendak menjadi saksi atau menuliskannya, begitu pula orang yang punya utang, tidak
boleh membebani si penulis dengan hal-hal yang tidak patut untuk ditulis atau dipersaksikan. ‫( ٕوان ﺗﻔﻌﻠوا‬Dan jika kamu
berbuat) apa yang dilarang itu, ‫( ﻓﺈﻧﻪ ﻓﺳوق‬maka sesungguhnya itu suatu kefasikan), artinya keluar dari taat yang sekali-kali
tidak layak ‫( ﺑﻛم واﺗﻘوا اﷲ‬bagi kamu dan bertakwalah kamu kepada Allah) dalam perintah dan larangan-Nya ‫وﻳﻌﻠﻣﻛم اﷲ‬
(Allah mengajarimu) tentang kepentingan urusanmu. Lafal ini menjadi hal dari fi`il yang diperkirakan keberadaannya atau
sebagai kalimat baru. ‫ﻋﻠﻳم‬ ‫( واﷲ ﺑﻛﻝ ﺷﻲء‬Dan Allah mengetahui segala sesuatu).

“Ï%©!$# ÏjŠxσã‹ù=sù $VÒ÷èt/ Νä3àÒ÷èt/ z⎯ÏΒr& ÷βÎ*sù ( ×π|Êθç7ø)¨Β Ö⎯≈yδÌsù $Y6Ï?%x. (#ρ߉Éfs? öΝs9uρ 9xy™ 4’n?tã óΟçFΖä. βÎ)uρ *

$yϑÎ/ ª!$#uρ 3 …çμç6ù=s% ÖΝÏO#u™ ÿ…çμ¯ΡÎ*sù $yγôϑçGò6tƒ ⎯tΒuρ 4 nοy‰≈y㤱9$# (#θßϑçGõ3s? Ÿωuρ 3 …çμ−/u‘ ©!$# È,−Gu‹ø9uρ …çμtFuΖ≈tΒr& z⎯Ïϑè?øτ$#

∩⊄∇⊂∪ ÒΟŠÎ=tæ tβθè=yϑ÷ès?

283. ‫ﺳﻔر‬ ‫( ٕوان ﻛﻧﺗم ﻋﻠﻰ‬Jika kamu dalam perjalanan), yakni sementara itu mengadakan utang-piutang ‫وﻟم ﺗﺟدوا ﻛﺎﺗﺑﺎ‬
‫( ﻓرﻫﺎن‬sedangkan kamu tidak beroleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang jaminan) ada yang membaca 'ruhunun'
bentuk jamak dari rahnun ‫ﻣﻘﺑوﺿﺔ‬ (yang dipegang) yang diperkuat dengan kepercayaanmu. Sunah menyatakan
diperbolehkannya jaminan itu di waktu mukim dan adanya penulis. Maka mengaitkannya dengan jaminan, karena kepercayaan
terhadapnya menjadi lebih kuat, sedangkan firman-Nya, "...dan jaminan yang dipegang", menunjukkan jaminan disyaratkan
harus dipegang dan dianggap memadai walaupun si peminjam atau wakilnya tidak hadir. ‫( ﻓﺈن أﻣن ﺑﻌﺿﻛم ﺑﻌﺿﺎ‬Akan
tetapi jika sebagian kamu mempercayai yang lainnya), maksudnya yang berpiutang kepada orang yang berutang dan ia tidak
dapat menyediakan jaminan ‫اؤﺗﻣن‬ ‫( ﻓﻠﻳؤد اﻟذي‬maka hendaklah orang yang dipercayainya itu memenuhi), maksudnya orang
yang berutang ‫( أﻣﺎﻧﺗﻪ‬amanatnya), artinya hendaklah ia membayar utangnya ‫( وﻟﻳﺗق اﷲ رﺑﻪ‬dan hendaklah ia bertakwa
kepada Allah, Tuhannya) dalam membayar utangnya itu. ‫وﻻ ﺗﻛﺗﻣوا اﻟﺷﻬﺎدة‬ (Dan janganlah kamu menyembunyikan

kesaksian) jika kamu dipanggil untuk mengemukakannya. ‫وﻣن ﻳﻛﺗﻣﻬﺎ ﻓﺈﻧﻪ آﺛم ﻗﻠﺑﻪ‬ (Dan barang siapa yang
menyembunyikan kesaksian, maka ia adalah orang yang berdosa hatinya). Dikhususkan menyebutkannya di sini, karena hati
itulah yang menjadi tempat kesaksian dan juga karena apabila hati berdosa, maka akan diikuti oleh lainnya, hingga akan
menerima hukuman sebagaimana dialami oleh semua anggota tubuhnya. ‫ﻋﻠﻳم‬ ‫( واﷲ ﺑﻣﺎ ﺗﻌﻣﻠون‬Dan Allah Maha Mengetahui
apa yang kamu kerjakan) hingga tiada satu pun yang tersembunyi bagi-Nya.

Pujian allah SWT Terhadap Para Mukmin dan Doa Mereka


( ª!$# ÏμÎ/ Νä3ö7Å™$y⇔ムçνθà÷‚è? ÷ρr& öΝà6Å¡àΡr& þ’Îû $tΒ (#ρ߉ö7è? βÎ)uρ 3 ÇÚö‘F{$# ’Îû $tΒuρ ÏN≡uθ≈yϑ¡¡9$# ’Îû $tΒ °!

∩⊄∇⊆∪ íƒÏ‰s% &™ó©x« Èe≅à2 4’n?tã ª!$#uρ 3 â™!$t±o„ ⎯tΒ Ü>Éj‹yèãƒuρ â™!$t±o„ ⎯yϑÏ9 ãÏøóu‹sù

284. ‫ﺗﺑدوا‬ ‫( ﷲ ﻣﺎ ﻓﻲ اﻟﺳﻣﺎوات وﻣﺎ ﻓﻲ اﻷرض ٕوان‬Milik Allahlah apa yang terdapat di langit dan apa yang terdapat di
bumi dan jika kamu menyatakan) atau melahirkan ‫( ﻣﺎ ﻓﻲ أﻧﻔﺳﻛم‬apa yang ada di dalam hatimu) berupa kejahatan dan
rencana untuk melakukannya ‫( أو ﺗﺧﻔوﻩ‬atau kamu menyembunyikan) maksudnya merahasiakannya ‫( ﻳﺣﺎﺳﺑﻛم‬pastilah akan
dihisab), yakni dibukakan ‫اﷲ‬ ‫( ﺑﻪ‬oleh Allah) pada hari kiamat. ‫( ﻓﻳﻐﻔر ﻟﻣن ﻳﺷﺎء‬Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-
Nya) untuk diampuni, ‫ﻳﺷﺎء‬ ‫( وﻳﻌذب ﻣن‬dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya) untuk disiksa. Kedua kata kerja ini dapat
dihubungkan pada jawab syarat dengan baris mati dan dapat pula dengan baris di depan dengan perkiraan, 'fahuwa...' ‫واﷲ‬
‫ﻋﻠﻰ ﻛﻝ ﺷﻲء ﻗدﻳر‬ (Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu), di antaranya melakukan hisab atas perhitungan
terhadapmu dan memberikan balasannya.

Ÿω ⎯Ï&Î#ß™â‘uρ ⎯ÏμÎ7çFä.uρ ⎯ÏμÏFs3Íׯ≈n=tΒuρ «!$$Î/ z⎯tΒ#u™ <≅ä. 4 tβθãΖÏΒ÷σßϑø9$#uρ ⎯ÏμÎn/§‘ ⎯ÏΒ Ïμø‹s9Î) tΑÌ“Ρé& !$yϑÎ/ ãΑθß™§9$# z⎯tΒ#u™

∩⊄∇∈∪ çÅÁyϑø9$# šø‹s9Î)uρ $oΨ−/u‘ y7tΡ#tøäî ( $oΨ÷èsÛ&r uρ $uΖ÷èÏϑy™ (#θä9$s%uρ 4 ⎯Ï&Î#ß™•‘ ⎯ÏiΒ 7‰ymr& š⎥÷⎫t/ ä−ÌhxçΡ

285. ‫( آﻣن‬Telah beriman), artinya membenarkan ‫( اﻟرﺳوﻝ‬Rasul), yakni Muhammad ‫( ﺑﻣﺎ أﻧزﻝ إﻟﻳﻪ ﻣن رﺑﻪ‬terhadap apa
yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya), yakni Alquran, demikian pula ‫( واﻟﻣؤﻣﻧون‬orang-orang yang beriman), ma`thuf atau

dihubungkan kepada Rasul ‫ﻛﻝ‬ (semuanya), tanwinnya menjadi pengganti bagi mudhaf ilaih ‫آﻣن ﺑﺎﷲ وﻣﻼﺋﻛﺗﻪ وﻛﺗﺑﻪ‬
(beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya dan Kitab-Kitab-Nya) ada yang membaca secara jamak dan ada pula secara
mufrad atau tunggal ‫( ورﺳﻠﻪ‬serta para Rasul-Nya) kata mereka, ‫"( ﻻ ﻧﻔرق ﺑﻳن أﺣد ﻣن رﺳﻠﻪ‬Kami tidak membeda-
bedakan antara seseorang pun di antara Rasul-Rasul-Nya") hingga kami beriman kepada sebagian dan kafir kepada lainnya,
sebagaimana dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Kristen ‫وﻗﺎﻟوا ﺳﻣﻌﻧﺎ‬ (Dan mereka mengatakan, "Kami dengar"),

maksudnya apa yang diperintahkan kepada kami itu, disertai dengan penerimaan ‫( وأطﻌﻧﺎ‬dan kami taati) serta kami bermohon,

‫"( ﻏﻔراﻧك رﺑﻧﺎ ٕواﻟﻳك اﻟﻣﺻﻳر‬Ampunilah kami, wahai Tuhan kami, dan kepada Engkaulah kami kembali"), yakni dengan
adanya saat berbangkit. Tatkala turun ayat yang sebelumnya, orang-orang mukmin mengadukan waswas dan kekhawatiran
mereka serta terasa berat bagi mereka saat perhitungan, maka turun pula ayat:
÷ρr& !$uΖŠÅ¡®Σ βÎ) !$tΡõ‹Ï{#xσè? Ÿω $oΨ−/u‘ 3 ôMt6|¡tFø.$# $tΒ $pκön=tãuρ ôMt6|¡x. $tΒ $yγs9 4 $yγyèó™ãρ ωÎ) $²¡øtΡ ª!$# ß#Ïk=s3ムŸω

Ÿω $tΒ $oΨù=Ïdϑysè? Ÿωuρ $uΖ−/u‘ 4 $uΖÎ=ö6s% ⎯ÏΒ š⎥⎪Ï%©!$# ’n?tã …çμtFù=ϑ


y ym $yϑx. #\ô¹Î) !$uΖøŠn=tã ö≅Ïϑóss? Ÿωuρ $oΨ−/u‘ 4 $tΡù'sÜ÷zr&

š⎥⎪ÍÏ≈x6ø9$# ÏΘöθs)ø9$# ’n?tã $tΡöÝÁΡ$$sù $uΖ9s9öθtΒ |MΡr& 4 !$uΖôϑymö‘$#uρ $oΨs9 öÏøî$#uρ $¨Ψtã ß#ôã$#uρ ( ⎯ÏμÎ/ $oΨs9 sπs%$sÛ

∩⊄∇∉∪

286. ‫وﺳﻌﻬﺎ‬ ‫( ﻻ ﻳﻛﻠف اﷲ ﻧﻔﺳﺎ إﻻ‬Allah tidaklah membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya), artinya
sekadar kesanggupannya. ‫ﻛﺳﺑت‬ ‫( ﻟﻬﺎ ﻣﺎ‬Ia mendapat dari apa yang diusahakannya) berupa kebaikan artinya pahalanya
‫( وﻋﻠﻳﻬﺎ ﻣﺎ اﻛﺗﺳﺑت‬dan ia beroleh pula dari hasil kejahatannya), yakni dosanya. Maka seseorang itu tidaklah menerima
hukuman dari apa yang tidak dilakukannya, hanya baru menjadi angan-angan dan lamunan mereka. Mereka bermohon, ‫رﺑﻧﺎ ﻻ‬
‫"( ﺗؤاﺧذﻧﺎ‬Wahai Tuhan kami! Janganlah kami dihukum) dengan siksa ‫( إن ﻧﺳﻳﻧﺎ أو أﺧطﺄﻧﺎ‬jika kami lupa atau tersalah),
artinya meninggalkan kebenaran tanpa sengaja, sebagaimana dihukumnya orang-orang sebelum kami. Sebenarnya hal ini telah
dicabut Allah terhadap umat ini, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh hadis. Permintaan ini merupakan pengakuan terhadap
nikmat Allah. ‫ر‬
‫إﺻ ا‬ ‫( رﺑﻧﺎ وﻻ ﺗﺣﻣﻝ ﻋﻠﻳﻧﺎ‬Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat)
yang tidak mungkin dapat kami pikul ‫ﻗﺑﻠﻧﺎ‬ ‫( ﻛﻣﺎ ﺣﻣﻠﺗﻪ ﻋﻠﻰ اﻟذﻳن ﻣن‬sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang
yang sebelum kami), yaitu Bani Israel berupa bunuh diri dalam bertobat, mengeluarkan seperempat harta dalam zakat dan
mengorek tempat yang kena najis. ‫طﺎﻗﺔ‬ ‫( رﺑﻧﺎ وﻻ ﺗﺣﻣﻠﻧﺎ ﻣﺎ ﻻ‬Wahai Tuhan kami! Janganlah Kamu pikulkan kepada kami
apa yang tidak sanggup) atau tidak kuat ‫ﺑﻪ‬ ‫( ﻟﻧﺎ‬kami memikulnya) berupa tugas-tugas dan cobaan-cobaan. ‫( واﻋف ﻋﻧﺎ‬Beri
maaflah kami) atau hapuslah sekalian dosa kami ‫وارﺣﻣﻧﺎ‬ ‫( واﻏﻔر ﻟﻧﺎ‬ampunilah kami dan beri rahmatlah kami) dalam rahmat
itu terdapat kelanjutan atau tambahan keampunan, ‫ﻣوﻻﻧﺎ‬ ‫( أﻧت‬Engkaulah pembela kami), artinya pemimpin dan pengatur
urusan kami ‫اﻟﻛﺎﻓرﻳن‬ ‫( ﻓﺎﻧﺻرﻧﺎ ﻋﻠﻰ اﻟﻘوم‬maka tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir."), yakni dengan
menegakkan hujah dan memberikan kemenangan dalam peraturan dan pertempuran dengan mereka, karena ciri-ciri seorang
maula atau pembela adalah menolong anak buahnya terhadap musuh-musuh mereka. Dalam sebuah hadis tercantum bahwa
tatkala ayat ini turun dan dibaca oleh Nabi saw., maka setiap kalimat diberikan jawaban oleh Allah swt., "Telah Engkau penuhi!"