Anda di halaman 1dari 15

RHINITIS ATROFI

(OZAENA)
Oleh :
DeNIS AFRIANSYAH
Pembimbing :

Dr. Hari Purnama,Sp.THT

PENDAHULUAN
rinitis atrofi adalah penyakit infeksi hidung kronik,
yang ditandai adanya atrofi progresif pada mukosa
dan tulang konka.
Frekwensi penderita rinitis atrofi wanita : laki-laki
adalah 3 : 1.
Sering ditemukan pada masyarakat dengan tingkat
sosial ekonomi rendah dan di lingkungan yang buruk
dan di negara sedang berkembang.

ANATOMI HIDUNG

DEFINISI
Rhinitis atrofi adalah suatu penyakit infeksi
hidung dengan tanda adanya atrofi progresif
tulang dan mukosa konka. Secara klinis
mukosa hidung menghasilkan secret kental
dan cepat mongering sehingga terbentuk
krusta berbau busuk,

ETIOLOGI
Infeksi setempat/ kronik spesifik.
Defisiensi Fe dan vitamin A, vitamin C
Infeksi sekunder. Sinusitis kronis.
Kelainan hormon. Ketidakseimbangan hormon estrogen.
Penyakit kolagen. Penyakit kolagen yang termasuk
penyakit autoimun.
Herediter.
Berhubungan dengan trauma atau terapi radiasi.

PATOFISIOLOGI
Fungsi surfaktan yang abnormal pengurangan
efisiensi mucus clearance bertumpuknya lendir
keringnya mukosa hidung dan hilangnya silia.
Mukus akan mengering bersamaan dengan
terkelupasnya sel epitel Membentuk krusta.

GEJALA KLINIS
Hidung tersumbat.
Gangguan penciuman (anosmia).
Ingus kental berwarna hijau,
Sakit kepala.
Epistaksis .
Hidung terasa kering.
Napas berbau.
Pasien mengeluh kehilangan indra pengecap.
Tidak bisa tidur nyenyak.
Tidak tahan udara dingin.

GAMBARAN KLINIS
Sutomo dan Samsudin membagi ozaena secara klinik
dalam tiga tingkat yaitu:
Tingkat I : atrofi mukosa hidung, mukosa tampak
kemerahan dan berlendir, krusta sedikit.
Tingkat II : atrofi mukosa hidung makin jelas,
mukosa makin kering, warna makin pudar, krusta
banyak, keluhan anosm belum jelas.
Tingkat III : atrofi berat mukosa dan tulang
sehingga konka tampak sebagai garis, rongga hidung
tampak lebar sekali, dapat ditemukan krusta di
nasofaring, terdapat anosmia yang jelas.

DIAGNOSIS
ANAMNESIS
PEMERIKSAAN FISIS
PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI

DIAGNOSIS BANDING
1. Rinitis kronik TBC
2. rinitis kronik lepra
3. rinitis kronik sifilis
4. rinitis sika.

KOMPLIKASI
perforasi
faringitis
sinusitis

miasis

septum

hidung
hidung pelana

PENATALAKSANAAN
Konservatif
1) Antibiotik spektrum luas
2) Obat cuci hidung.
3) Obat tetes hidung.
4) Vitamin A.
5) Preparat Fe.
Operasi

PENATALAKSANAAN
Beberapa teknik operasi yang dilakukan antara lain :
1) Young's operation
2) Modified Young's operation
3) Lautenschlager operation
4) Implantasi submukosa.
5) Transplantasi duktus parotis ke dalam sinus maksila
(Wittmack's operation)

PROGNOSIS
Dengan operasi diharapkan perbaikan mukosa dan
keadaan penyakitnya.