Anda di halaman 1dari 19

Contoh Penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Atas THR

Kurniawan dengan gaji 3.000.000 berhenti pada 30 September 2014 di PT. A . Per 1 oktober kurniawan
diterima di PT. B dengan gaji 5.000.000 berapa pph 21 Kurniawan
1. Hitung PPh 21 di PT. A Dulu

Gaji sebulan
Pengurangan:
1. Biaya jabatan: 5% x Rp 3.000.000,00
2. luran Pensiun 2% x 3.000.000

3,000,000

Rp

Rp150,000.00
60,000
Rp210,000.00
Rp2,790,000.00

Penghasilan neto sebulan


Penghasilan neto setahun (sembilan bulan)

Rp25,110,000.00

PTKP setahun (TK/0)


- untuk WP sendiri
Penghasilan Kena Pajak

PPh Pasal 21 atas gaji dan THR setahun


PPh Pasal 21 atas gaji dan THR sebulan

Rp24,300,000.00
Rp810,000.00

Rp40,500.00
Rp3,375.00

Contoh Penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Atas THR

Gaji
Pengurangan:
1. Biaya jabatan: 5% x Rp 5.000.000,00
2. luran Pensiun 2% x 5.000.000

Rp5,000,000.00

Rp250,000.00
100,000
Rp350,000.00
Rp4,650,000.00

Penghasilan neto sebulan


Penghasilan neto setahun (tiga bulan)

Rp13,950,000.00
Rp25,110,000.00
Rp39,060,000.00

Penghasilan neto dari PT. A (sembilan bulan)

PTKP setahun (K/0)

- untuk WP sendiri
Penghasilan Kena Pajak

PPh Pasal 21
PPh Pasal 21 PT. A

Rp24,300,000.00
Rp14,760,000.00

Rp738,000.00 klo gk punya npwp 738.000 x 1,2


Rp40,500.00
Rp697,500.00

pwp 738.000 x 1,2

Contoh Penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Atas THR


Biaya jabatan maksimum sebesar 500,000/bulan atau 6.000.000/tahun dan berlaku untuk pegawai tetap
Pada bulan juli kurniawan menerima THR 1x gaji (3.000.000) berapa pph 21 atas THR

Gaji
THR

3,000,000
3,000,000

Penghasilan bruto

Pengurangan:
1. Biaya jabatan: 5% x Rp 3.000.000,00
2. luran Pensiun 2% x 3.000.000

6,000,000

Rp

Rp150,000.00
60,000
Rp210,000.00
Rp5,790,000.00

Penghasilan neto pada bulan juli


Penghasilan neto setahun

Rp36,480,000.00

PTKP setahun (K/0)


- untuk WP sendiri
Penghasilan Kena Pajak

PPh Pasal 21 atas gaji dan THR setahun


PPh Pasal 21 atas gaji dan THR sebulan

Rp24,300,000.00
Rp12,180,000.00

Rp609,000.00
Rp50,750.00

Contoh Penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Atas THR

Gaji

Pengurangan:
1. Biaya jabatan: 5% x Rp 3.000.000,00
2. luran Pensiun 2% x 3.000.000

Rp3,000,000.00

Rp150,000.00
60,000

Penghasilan neto sebulan

Rp210,000.00
Rp2,790,000.00

Penghasilan neto setahun

Rp33,480,000.00

PTKP setahun (K/0)


- untuk WP sendiri
Penghasilan Kena Pajak

Rp24,300,000.00
Rp9,180,000.00

PPh Pasal 21 atas gaji setahun


PPh Pasal 21 atas gaji sebulan

Rp459,000.00
Rp38,250.00

PPh Pasal 21 sebulan atas gaji + THR

Rp50,750.00

PPh Pasal 21 sebulan atas gaji pokok saja


PPh 21 atas THR saja

Rp38,250.00
Rp12,500.00

Contoh Penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Atas Pembayaran Uang Rapel Lembur
yang dibayarkan bersamaan gaji
Kurniawan menerima lembur pada bulan oktober sebesar 500,000 yang dibayarkan bersamaan gajinya yaitu 3.000.000

Gaji
Lembur

3,000,000
500,000

Penghasilan bruto

Pengurangan:
1. Biaya jabatan: 5% x Rp 3.500.000,00
2. luran Pensiun 2% x 3.000.000

3500000

Rp

Rp175,000.00
60,000
Rp235,000.00
Rp3,265,000.00

Penghasilan neto sebulan


Penghasilan neto setahun

Rp39,180,000.00

PTKP setahun (K/0)


- untuk WP sendiri
Penghasilan Kena Pajak

PPh Pasal 21 setahun


PPh Pasal 21 sebulan

Rp24,300,000.00
Rp14,880,000.00

Rp744,000.00
Rp62,000.00

Contoh Penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Atas Pembayaran Uang Rapel
Lembur yang dibayarkan tidak bersamaan gaji

nya yaitu 3.000.000

Gaji

Pengurangan:
1. Biaya jabatan: 5% x Rp 3.000.000,00
2. luran Pensiun 2% x 3.000.000

Rp3,000,000.00

Rp150,000.00
60,000

Penghasilan neto sebulan

Rp210,000.00
Rp2,790,000.00

Penghasilan neto setahun

Rp33,480,000.00

PTKP setahun (K/0)


- untuk WP sendiri
Penghasilan Kena Pajak

Rp24,300,000.00
Rp9,180,000.00

PPh Pasal 21 setahun


PPh Pasal 21 sebulan

Rp459,000.00
Rp38,250.00

PPh Pasal 21 sebulan atas gaji + lembur

Rp62,000.00

PPh Pasal 21 sebulan atas gaji pokok saja


PPh 21 atas lembur saja

Rp38,250.00
Rp23,750.00

Contoh Penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Atas Pembayaran Uang Rapel
Pada bulan juni 2014 kurniawan menerima kenaikan gaji menjadi Rp 3.000.000 sebulan dan berlaku surut sejak
januari 2014 maka kurniawan menerima rapel sebesar Rp 1.750.000. hitunglah berapa pph 21 atas uang rapel

Gaji
Pengurangan:
1. Biaya jabatan: 5% x Rp 3.500.000,00
2. luran Pensiun 2% x 1.750.000

Rp

Rp150,000.00
35,000

Penghasilan neto sebulan


Penghasilan neto setahun
PTKP setahun (K/0)
- untuk WP sendiri
Penghasilan Kena Pajak

PPh Pasal 21 setahun


PPh Pasal 21 sebulan

PPh Pasal 21
Januari s.d Mei 20xx seharusnya adalah 5 x
Rp 39500
yang sudah dipotong Januari s.d. Mei (21.975
x 5)
PPh Pasal 21 untuk uang rapel

Rp474,000.00
Rp39,500.00

Rp197,500.00
Rp109,875.00
Rp307,375.00

Catatan:

*) PPh 21 sebulan yang sudah dipotong telah dihitung sebelumnya dengan besaran gaji sebelum kenaikan
yakni sebesar Rp.4.063,00

embayaran Uang Rapel

000.000 sebulan dan berlaku surut sejak


tunglah berapa pph 21 atas uang rapel

Rp3,000,000.00 Gaji
Pengurangan:
1. Biaya jabatan: 5% x Rp 2.650.000,00
2. luran Pensiun 2% x 1.750.000

Rp132,500.00
53,000

Rp185,000.00
Rp2,815,000.00 Penghasilan neto sebulan
Rp33,780,000.00 Penghasilan neto setahun
PTKP setahun (K/0)
Rp24,300,000.00 - untuk WP sendiri
Rp9,480,000.00 Penghasilan Kena Pajak

dengan besaran gaji sebelum kenaikan

PPh Pasal 21 setahun


PPh Pasal 21 sebulan

Rp263,700.00
Rp21,975.00

Rp2,650,000.00

Rp185,500.00
Rp2,464,500.00
Rp29,574,000.00

Rp24,300,000.00
Rp5,274,000.00

Contoh Penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Atas Pembayaran Uang Rapel

Penghitungan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) terhadap penghasilan berupa Rapel d
berdasarkan, pertama, Peraturan Menteri Keuangan PMK-162/PMK.011/2012 tentang Penyesuaian Penghasilan Ti
Pajak bagi Wajib Pajak Orang Pribadi. Kedua, Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-31/PJ/2012 Pedoman Teknis T
Pemotongan, Penyetoran, Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 Dan Atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan
Pekerjaan, Jasa Dan Kegiatan Orang Pribadi. Berikut ini diberikan ilustrasi contoh menghitung Pajak Penghasilan
Terhadap Rapel, Bonus, Gratifikasi, THR dll.

Arief, status kawin belum punya anak, pada bulan Juni 20xx menerima kenaikan gaji, menjadi Rp3.500.000,0
dan berlaku surut sejak 1 Januari xx. Dengan adanya kenaikan gaji yang berlaku surut tersebut maka Arief mener
sejumlah Rp5.000.000,00 (kekurangan gaji untuk masa Januari s.d. Mei 20xx). Untuk menghitung PPh Pasal 21
rapel tersebut, terlebih dahulu dihitung kembali PPh Pasal 21 untuk masa Januari s.d. Mei 20xx atas dasar penghasila
ada kenaikan gaji. Tentukan PPh 21 atas Rapel bila dari perhitungan PPh 21 yang sudah dipotong saat sebelum kena
adalah sebesar Rp.4.063,00 Penghitungan PPh Pasal 21 terutangnya adalah sebagai berikut :
Gaji
Pengurangan:
1. Biaya jabatan: 5% x Rp
3.500.000,00
2. luran Pensiun

Rp175,000.00
Rp100.000,00(+)

Penghasilan neto sebulan


Penghasilan neto setahun 12 x
Rp 3.225.000,00
PTKP setahun (K/0)
- untuk WP sendiri
- tambahan karena menikah
Penghasilan Kena Pajak

Rp24,300,000.00
Rp 2.025.000,00(+)

PPh Pasal 21 setahun 5% x Rp 12.375.000,00 = Rp 618.750,00

PPh Pasal 21 sebulan Rp 618.750,00: 12 = Rp 51.563,00


PPh Pasal 21
Januari s.d Mei 20xx
seharusnya adalah 5 x Rp
51.563,00
Rp257,815.00
yang sudah dipotong Januari
s.d. Mei 20xx 5 x Rp
4.063,00*)
Rp 20.315,00(-)
PPh Pasal 21 untuk uang rapel

Rp237,500.00

Catatan:

*) PPh 21 sebulan yang sudah dipotong telah dihitung sebelumnya dengan besaran gaji sebelum kenaikan yakni sebes
Rp.4.063,00

sal 21 Atas Pembayaran Uang Rapel

n Pasal 21 (PPh 21) terhadap penghasilan berupa Rapel dilakukan


PMK-162/PMK.011/2012 tentang Penyesuaian Penghasilan Tidak Kena
turan Dirjen Pajak Nomor PER-31/PJ/2012 Pedoman Teknis Tata Cara
an Pasal 21 Dan Atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan Dengan
t ini diberikan ilustrasi contoh menghitung Pajak Penghasilan (PPh) 21

an Juni 20xx menerima kenaikan gaji, menjadi Rp3.500.000,00 sebulan


a kenaikan gaji yang berlaku surut tersebut maka Arief menerima rapel
asa Januari s.d. Mei 20xx). Untuk menghitung PPh Pasal 21 atas uang
Pasal 21 untuk masa Januari s.d. Mei 20xx atas dasar penghasilan setelah
ari perhitungan PPh 21 yang sudah dipotong saat sebelum kenaikan gaji
21 terutangnya adalah sebagai berikut :
Rp3,500,000.00

Rp 275.000,00(-)
Rp 3.225.000,00

Rp38,700,000.00

Rp 26.325.000,00(-)
Rp12,375,000.00

18.750,00

,00

sebelumnya dengan besaran gaji sebelum kenaikan yakni sebesar

Solmet belum menikah bekerja sebagai operator pabrik Tas pada PT. XYZ, Pada bulan Januari 2013 Solmet bekerja
perhitungan PPh 21;
Upah Januari 2013 : 96 x Rp 35.500 = Rp 3.408.000,Penghasilan netto disetahunkan
= Rp 40.896.000
PTKP setahun .................................= Rp 24.300.000,- (-)
Penghasilan kena pajak disetahunkan.= Rp 16.596.000,PPh disetahunkan 5% x 16.596.000..= Rp
829.800,PPh terutang Januari 829.800/12 ..... = Rp
69.150,*jika Solmet belum memiliki NPWP maka tarif pajaknya 20% lebih besar.

n Januari 2013 Solmet bekerja selama 24 hari, menyelesaikan 96 buah tas dan mendapatkan upah satuan Rp 35.500,-..

h satuan Rp 35.500,-..